Kategori: Pendidikan

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Bupati Indartato Apresiasi Program Smartshcool di Pacitan
Headline, Pendidikan

Bupati Indartato Apresiasi Program Smartshcool di Pacitan

Indartato saat peluncuran smartschool di Sudimoro. (Foto: Humas Pemkab)

Pacitanku.com, SUDIMORO – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM mengapresiasi pelaksaan program Smartschool yang dinilainya bermuara peningkatan mutu pendidikan dimulai dengan pelaksanaan UNBK di seluruh SLTA.

Dikatakan Indartato saat memberikan sambutan dalam peluncuran program Smartschool, Rabu (15/2/2017) kemarin mengatakan bahwa era saat ini menuntut kecepatan serta kemudahan akses di segala bidang, termasuk di sektor pendidikan. Program ini diharapkan berkesinambungan dan berkembang pada bidang lain sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Pacitan.

“Kesejahteraan masyarakat dimulai dari pendidikan yang baik. Oleh karena itu saya berharap program ini dapat dilanjutkan sebagai bentuk penyediaan sarana pembelajaran bagi para siswa,”ujarnya, dilansir laman Pemkab Pacitan.

Dia juga meminta kerjasama semacam itu dikembangkan di sekolah lain. Bukan hanya di tingkat SMA/SMK nampun juga tingkat SLTP. Karenanya dalam waktu dekat Pemerintah Daerah melalui Diskominfo akan mengundang para kepala sekolah ke Pendopo Kabupaten guna membahas tindak lanjut agenda tersebut.




“Dalam hal kewenangan memang lembaga pendidikan setingkat SMA/SMK berada di bawah Pemerintah Provinsi. Namun karena yang dididik adalah putra-putri kita, maka pemerintah daerah tetap peduli pada upaya peningkatan kualitas pendidikan bagi mereka,”katanya lagi.

Dua hari sebelum peluncuran smartschool tersebut, Indartato sendiri sudah melakukan komunikasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. “Membicarakan tentang permasalahan pendidikan yang ada di Kabupaten Pacitan dan langkah-langkah yang harus ditempuh agar pendidikan di Pacitan semakin maju. Pendidikan maju, masyarakat sejahtera,”kata Indartato.

Sebagaimana adiketahui, Pemkab Pacitan menjalin kerjasama dengan perusahaan penyedia layanan internet untuk menyukseskan program Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ini seperti diterapkan SMKN 1 Sudimoro bersama PT Telkom. Program yang dikemas dengan sebutan Smart School diresmikan Bupati Indartato, Rabu (15/2/2017) kemarin. Model kerjasama melalui program Smart School diharapkan membantu penyediaan akses internet secara memadai sehingga memperlancar pelaksanaan UNBK. (RAPP002)

 

Permalink ke Luncurkan Program Smart School, Pacitan Siap UNBK 100 Persen
Headline, Pendidikan

Luncurkan Program Smart School, Pacitan Siap UNBK 100 Persen

Luncurkan Program Smartschool, Pemkab Pacitan. (Foto: Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, SUDIMORO – Pemerintah Kabupaten Pacitan menjalin kerjasama dengan perusahaan penyedia layanan internet untuk menyukseskan program Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ini seperti diterapkan SMKN 1 Sudimoro bersama PT Telkom. Program yang dikemas dengan sebutan Smart School diresmikan Bupati Indartato, Rabu (15/2/2017) kemarin.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Pacitan, Kardoyo mengatakan pihaknya menargetkan pelaksanaan UNBK tahun 2017 dapat terealisasi 100 persen.

Tentu saja, model kerjasama melalui program Smart School diharapkan membantu penyediaan akses internet secara memadai sehingga memperlancar pelaksanaan UNBK. Tidak itu saja, lanjut mantan Kabag Humas pemkab, masyarakat sekitar sekolah diharapkan ikut mengenyam manfaatnya.

”Alhamdulillah rintisan ini (smart school) kemarin kita sudah cek dengan melakukan simulasi UNBK di SMKN 1 Sudimoro ini lancar,” katanya saat dialog Spirit Pagi Radio Suara Pacitan, dilansir dari laman Pemkab Pacitan,kemarin.

Dia menjelaskan, soal-soal UNBK semua berasal dari pemerintah pusat. Distribusinya dilakukan langsung ke sekolah menggunakan akses teknologi informasi. Peserta ujian yang duduk di dalam kelas kemudian memberikan jawaban melalui halaman isian di layar komputer yang tersedia. Lembar jawaban maya tersebut lalu dikumpulkan di komputer server sebelum akhirnya dikirim kembali ke pemerintah pusat.




Namun demikian, belum seluruh sekolah di Kabupaten Pacitan menjadi sasaran program Smart School. Prioritasnya adalah lembaga pendidikan yang belum terlayani sinyal internet. Hanya saja, ke depan model kerjasama tersebut akan terus berkembang hingga menjangkau seluruh sekolah yang membutuhkan.

Adapun, kerjasama serupa juga dilakukan dua SLTA di Kabupaten Pacitan. Yakni SMAN Nawangan dan SMAN Tulakan. Penandatangan dilakukan bersamaan peresmian di SMKN 1 Sudimoro. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Pelayanan Internet Pemerintah Kabupaten Pacitan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Widy Sumardji. (RAPP002)

 

Permalink ke Dindik Pacitan Larang Perayaan Valentine, Kepala Sekolah Diminta Pantau Peserta Didik
Headline, Pendidikan

Dindik Pacitan Larang Perayaan Valentine, Kepala Sekolah Diminta Pantau Peserta Didik

Dua perwakilan dari jurnalistik SMPN 1 Pacitan menyampaikan paparannya. (Foto: Eko Ndemin)

FOTO ILUSTRASI: Dua perwakilan dari jurnalistik SMPN 1 Pacitan menyampaikan paparannya. (Foto: Eko Ndemin)

Pacitanku.com, PACITAN – Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan mengedarkan surat larangan peringatan hari valentine ke setiap sekolah. Hal itu untuk mengantisipasi dampak negatif dari perayaan tersebut.

Surat bernomor 421.3/317/408.37.03/2017 Dindik yang ditandatangani Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Sukatmin, pada Senin (13/2/2017) tersebut ditujukan kepada Kepala SD, SMP Negeri dan Swasta di Pacitan.

Dalam surat tersebut, Sukatmin mengatakan bahwa pelarangan perayaan hari valentine tersebut dibuat dengan tujuan agar siswa didik tidak terjerumus dalam kegiatan yang bertentangan dengan norma aqidah, sosial dan budaya masyarakat Pacitan.

“Melarang kegiatan pelajar/siswa untuk merayakan Hari Kasih Sayang (Valentine Day) baik di dalam maupun diluar sekolah,”demikian isi bunyi surat edaran tersebut.

Larangan merayakan valentine, kata Sukatmin, merupakan komitmen pemerintah kabupaten Pacitan dalam membangun karakter peserta didik yang memiliki karakter dan budaya sebagai bangsa Indonesia.




Sukatmin menyampaikan tiga hal yang harus menjadi perhatian sekolah dan para peserta didik di Jabar. Pertama, pihaknya melarang kepada peserta didik merayakan hari valentine di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

Kedua, lanjut dia, pihaknya meminta kepala sekolah dan pengawas sekolah untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada pelajar/siswa, tentang Hari Kasih Sayang (Valenine Day) yang tidak sesuai dengan Budaya Bangsa Indonesia.

Ketiga, Sukatmin meminta kepala sekolah membuat surat edaran kepada seluruh orang tua dan wali murid untuk menjaga dan mengawasi putra-putrinya.

“Mengingat pentingnya hal tersebut, dimohon bantuan saudara (kepala sekolah-red) untuk menindaklanjuti surat edaran ini, demikian ats perhatian bantuan dan kerjasamanya disampaikan terimakasih,”pungkas Sukatmin. (RAPP002)

Permalink ke Silahkan Datang, Sistem Digitalisasi Buku Kini Diterapkan Dinas Perpustakaan Pacitan
Headline, Pendidikan

Silahkan Datang, Sistem Digitalisasi Buku Kini Diterapkan Dinas Perpustakaan Pacitan

DIGITALISASI. Bupati Indartato saat mengecek komputer milik Dinas Perpustakaan Daerah. (Foto: IG: Indartato)

Pacitanku.com, PACITAN – Setelah resmi menjadi dinas, Dinas Perpustakaan Pacitan terus berbenah demi mengoptimalkan pelayanan kepada pengunjung. Terbaru, sistem digitalisasi sudah diintegrasikan sehingga lebih mempermudah pengunjung.

Kepala Dinas Perpustakaan Pacitan, Warito pada Jumat (10/2/2017) kemarin mengatakan bahwa dalam pengelolaan, perpustakaan daerah mulai berbenah ke era digital.

Pembenahan itu seperti katalog uku serta data pengguna perpustakaan mulai diberlakukan digitalisasi. “Pengunjung pun dapat dengan mudah dan cepat mencari buku bacaan yang diinginkan. Kedepan, secara bertahap semua buku-buku di perpustakaan juga akan diarahkan ke teknologi digital,”katanya.

Menurut Warito, tingkat kunjungan Perpustaakan Paciitan sendiri cukup banyak, rata rata 100 orang per hari. Kebanyakan dari mereka adalah pelajar dan mahasiswa serta anak anak usia PAUD. “Saat ini kita memiliki kurang lebih 20 ribu koleksi buku berbagai jenis,”imbuhnya lagi.




Selain digitalisasi buku, wajah baru Perpustakaan Daerah pasca renovasi semakin menjadikan pusat baca milik Pemerintah Kabupaten ini digandrungi pecinta buku. Penataan ruang yang asri, serta koleksi buku yang lengkap membuat pengunjung perpustakaan betah.

Perubahan Perpustakaan ini mendapatan sambutan positif dari Bupati Indartato. Indartato langsung melakukan migrasi keanggotaan dari kartu ke sistem digital. Bupati berharap, dengan manajemen perpustakaan yang kian tertata, budaya baca masyarakat meningkat.

“Saya berharap perpustakaan daerah lebih inovatif menarik minat baca masyarakat. Terutama minat anak anak usia sekolah mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi,”kata Indartato saat membuka acara pasar murah di Perpustakaan Daerah, Jumat kemarin. (RAPP002/Riz/humas)

 

Permalink ke DPRD Pacitan Berharap Pungutan Sekolah tak Beratkan Orang Tua
Headline, Pendidikan

DPRD Pacitan Berharap Pungutan Sekolah tak Beratkan Orang Tua

Seorang ibu di Pacitan mengantarkan anaknya ke Sekolah. (Foto: Dok.Pacitanku)

Seorang ibu di Pacitan mengantarkan anaknya ke Sekolah. (Foto: Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Pungutan sumbangan sekolah (terutama SMA sederajat) tidak boleh memberatkan wali murid. Untuk menarik pungutan kepada orang tua atau wali murid, sekolah wajib merumuskannya secara matang.

Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Indrata Nur Bayu Aji, berpendapat sumbangan dari wali murid bagai dua sisi mata uang. Bisa memberatkan, namun di sisi lain bisa menunjang kegiatan belajar-mengajar (KBM) sekolah menjadi lebih optimal. ‘’Sumbangan dari wali murid itu tidak boleh memberatkan. Namun, juga perlu karena untuk meningkatkan kualitas KBM,’’ ujarnya, dilansir Radar Madiun pada Jumat (10/2/2017).

Sejak tahun ke tahun, hampir sebagian besar sekolah di Pacitan selalu menarik sumbangan kepada wali murid. Hanya, tarikan sumbangan tidak seberapa besar lantaran ter-cover dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan BOS daerah (BOPDA).




Dengan berakhirnya pemasukan BOPDA lewat alih kelola sekolah kepada pemprov, otomatis membuat beban operasional sekolah lebih besar. ‘’Kalau untuk SPP, mungkin memang bisa gratis. Tetapi untuk kebutuhan operasional penunjang KBM, ya ter-cover dari BOPDA dan sumbangan wali murid itu,’’ ungkapnya.

Wakil rakyat dari Fraksi Partai Demokrat ini tidak menampik jika suara sumbang dari wali murid soal bakal semakin banyaknya tarikan sumbangan sudah mulai terdengar. Wali murid yang merasa keberatan wajib lebih bersabar.

Di sisi lain, sekolah juga wajib memberikan pengertian terhadap mereka yang keberatan. Perumusan nominal sumbangan juga wajib melibatkan wali murid lewat komite sekolah. Yang terpenting, sekolah tidak boleh menarik pungutan yang tidak sesuai aturan.

‘’Jika dilihat dari sisi baiknya, keputusan penarikan sumbangan itu berarti juga untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Nah perbaikan itu kan juga demi memenuhi tuntutan peningkatan,’’ sebut Indrata.

Satu hal lain yang juga mengusik dewan terkait alih kelola sekolah kepada pemprov adalah terkait penanganan jika sewaktu sekolah mengalami situasi darurat. Seperti, terjadi sebuah bencana. Sementara di Pacitan, banyak sekolah yang berada di daerah terpencil.

Dengan segala keterbatasan Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Pacitan, Indrata meragukan jika mereka dapat dengan tanggap mengurusi hal itu. ‘’Secara garis besar, alih kelola itu sudah lama menjadi bahan pemikiran kami. Karena disamping adanya penarikan sumbangan, juga faktor kedaruratan tersebut. Itu justru lebih serius karena menyangkut nyawa,’’ ujarnya. 

Permalink ke Guru Matematika di Pacitan Ditingkatkan Mutunya, Bagaimana Konsepnya?
Headline, Pendidikan

Guru Matematika di Pacitan Ditingkatkan Mutunya, Bagaimana Konsepnya?

Para pejabat Pemkab dan peserta workshop peningkatan mutu pendidikan di Pendopo Kabupaten. (Foto: Doc Info Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Selama ini, salah satu mata pelajaran di kelas, yakni matematika menjadi momok bagi sebagian besar anak didik. Hal ini tentu menjadi keprihatinan tersendiri, sehingga berlatar belakang alasan tersebut Pemerintah Kabupaten Pacitan menggelar sosialisasi program peningkatan mutu pendidikan bagi guru bidang matematika dan smart teaching, Senin (30/1/2017) di Pendopo Kabupaten Pacitan.

Agenda peningkatan berbentuk workshop ini adalah program Kemitraan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Yayasan Pendidikan Adiluhung.

Rencananya, workshop yang diselenggarakan APKASI bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan dan secara teknis dilaksanakan oleh Yayasan Pendidikan Adiluhung tersebut merupakan langkah strategis Dinas Pendidikan untuk memberi pemahaman komprehensif terkait dengan metode smart teaching yang dapat diterapkan para guru mata pelajaran Matematika di kelasnya masing-masing.



Yohanes Surya saat memaparkan konsep matematika yang menyenangkan. (Foto: Doc Info Pacitan)

Turut hadir dalam sosialisasi ini guru besar bidang fisika dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Yohanes Surya. Surya sendiri merupakan penulis produktif untuk bidang Fisika dan Matematika. Ada 68 buku sudah ditulis dan dijadikan referensi untuk siswa SD sampai SMA. Selain menulis buku, ia juga menulis ratusan artikel Fisika di jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional.

“Dalam konsep matematika yang menyenangkan, banyak sekali teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian yang efektif dengan menggunakan cara sederhana, sehingga pelajaran seperti ini mestinya dimasukkan dalam kurikulum sekolah sejak dini sehingga anak-anak bisa lebih cepat menyerap pelajaran berhitung ,” kata Surya yang juga  pencetus istilah MESTAKUNG dan tiga hukum Mestakung, serta pencetus pembelajaran Gasing (Gampang, Asyik, Menyenangkan) ini.

Bupati Pacitan Indartato menyampaikan apresiasi atas digelarnya sosialisasi workshop tersebut.  Melalui program peningkatan mutu ini, kata Indartato, setiap guru Matematika diharapkan akan dapat memahami materi dengan baik serta tentunya dapat mengimplementasikannya.

Dia berharap kegiatan semacam ini menambah manfaat bagi perkembangan kompetensi guru di Kabupaten Pacitan khususnya di mata pelajaran Matematika. “Terlebih kedepan, tantangan tenaga pendidik kian berat, sebab ilmu pengetahuan maupun pola pikir masyarakat terus berkembang,”ujarnya.

Indartato bahwa prestasi guru di Kabupaten Pacitan selama ini sangat membanggakan di tingkat regional maupun nasional, dengan kegiatan ini akan semakin banyak guru yang berdedikasi.

“Hal tersebut sejalan dengan amanat PP nomor 74 tahun 2008 tentang guru pasal 2. Bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,”katanya lagi.

Dalam program peningkatan mutu bidang matematika itu, para guru diajak untuk menjadi penumbuh semangat kreatif dan trik-trik unik dalam mengajar, khususnya pelajaran berhitung/matematika yang selama ini dikenal sebagai pelajaran yang susah dan sering membuat siswa menjadi kurang semangat belajar.

Tak kurang dari 100 peserta yang terdiri dari Kepala SMP, Kepala Unit pelaksana Teknis dan guru Matematika hadir dalam sosialisasi workshop tersebut. Selain itu turut hadir dalam kesempatan ini Bupati Pacitan Indartato, Wakil Bupati Yudi Sumbogo, Sekretaris Daerah Suko Wiyono dan sejumlah pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pacitan. (RAPP002)