Kategori: Pendidikan

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Waduh, Ratusan Guru di Pacitan tak Bisa Nikmati Tunjangan Profesi
Headline, Pendidikan

Waduh, Ratusan Guru di Pacitan tak Bisa Nikmati Tunjangan Profesi

Guru mengajar siswa SDN 4 Karanggede, beberapa waktu lalu. (Foti: Jawa Pos)

Pacitanku.com, PACITAN – Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) mengalami masalah. Hingga saat ini, sejumlah guru di Pacitan yang berhak memperoleh TPP, penerimaannya tersendat. Tidak hanya itu, ternyata juga ada ratusan guru yang tidak bisa merasakan tunjangan, sehingga harus ngaplo sementara waktu.

Ini karena belum ada SK pembayaran yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terhadap ratusan guru tersebut. ‘’Secara umum, pencairan TPP berlangsung lancar. Bahkan, sudah dimulai sejak dua minggu yang lalu. Tetapi, memang ada yang bermasalah,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Marwan, kemarin.




Marwan mengatakan, total ada 2.620 guru di tingkat SD dan SMP yang berhak menerima TPP di tahun ini. Pencarian TPP dilakukan tiap tiga bulan (triwulan) sekali. Pencairan periode triwulan pertama tahun 2017, sudah dimulai sejak dua minggu lalu.

Akan tetapi, pencairan tidak dilakukan sekaligus. Masih ada beberapa guru yang belum mendapatkan TPP. Menurut Marwan, para guru yang belum mendapat TPP paling lambat akan menerima Senin (23/4) mendatang.

‘’Paling lambat Senin akan dicairkan. Saat ini, dananya sudah di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA). Pencairannya memanng tidak seketika itu juga, tetapi kali ini dilakukan bertahap,’’ sebutnya.

Sayangnya, masih ada 118 guru di tingkat SD dan SMP yang disebut Marwan bermasalah. Sehingga, mereka tidak dapat menerima TPP seperti guru-guru lainnya. Permasalahan yang dimakud, yakni tidak adanya SK pembayaran terhadap para guru tersebut.

Padahal, SK pembayaran menjadi dasar bagi pemkab untuk mengeluarkan TPP bagi para guru. ‘’Tanpa SK tersebut, ya tidak bisa melakukan pembayaran,’’ ujarnya.

Marwan mengimbau kepada para guru yang tidak tercantum dalam SK pembayaran tidak perlu risau. Sebab, Dikbud sudah mengusulkan SK tersebut kepada kementerian. Saat ini, para guru tinggal menunggu penetapan surat pembayarannya oleh Kemendikbud.

Namun, soal kepastian waktunya, Marwan tidak menyebutkan. ‘’Saat ini tinggal menunggu saja, kami sudah mengirimkan permohonan kepada kementerian (Kemendikbud). Tetapi soal waktunya, masih belum diketahui kapan,’’ kata Marwan. 

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Miris, Gaji Guru PAUD di Pacitan Hanya Rp25 Ribu-Rp100 Ribu Per Bulan
Headline, Pendidikan

Miris, Gaji Guru PAUD di Pacitan Hanya Rp25 Ribu-Rp100 Ribu Per Bulan

Pacitanku.com, PACITAN  – Nasib guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Pacitan, sungguh mengenaskan. Bahkan, masih jauh dari kata layak untuk kesejahteraannya. Di antara mereka, secara sukarela mengajar hanya dengan honor antara Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu per bulan.

Dengan gaji yang jauh dari kata layak tersebut, beban kerja mereka tidak sebanding. Mereka dituntut bisa mendidik anak di usia emasnya (golden age) dengan baik. ‘’Bisa dikatakan kesejahteraan mereka kurang layak. Mereka tulus mengabdi untuk mendidik anak usia dini, namun dengan bayaran yang tidak seberapa,’’ ungkap Ketua Tim Penggerak PKK, Luki Indartato, dilansir dari Radar Madiun, Senin (24/4/2017).

Luki mengatakan, dari 2.558 guru PAUD yang tercatat hingga saat ini, baru sekitar 300 guru yang sudah berstatus PNS. Selebihnya, merupakan tenaga sukarela dengan gaji paling banyak Rp 100 ribu.

Menurut Luki, pemerintah sudah berupaya membantu, dengan mendorong tiap desa menganggarkan kepada PAUD Rp 100 ribu per bulan. Penganggaran tersebut bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD).




Sayangnya, usulan di tiap PAUD kadang tidak sesuai dengan realita di lapangan. ‘’Ada yang diusulkan tiga guru di satu PAUD, tetapi ternyata yang mengajar disana ada empat. Jadi, Rp 100 ribu itu dibagi empat,’’ jelasnya.

Menurut Luki, jika dilihat dari nominal yang diterima tiap PAUD, memang tidak seberapa. Tetapi, jika dikalkulasikan, jumlah yang digelontorkan dari ADD untuk guru di 953 PAUD di seluruh Pacitan, per bulan mencapai Rp 220 juta.

Luki menyadari jika beban para guru sangat tidak sebanding dengan kesejahteraan mereka. Tugas mendidik anak usia dini tidaklah mudah. Menurut Luki, di usia tersebut pendidikan yang diterima anak sangat krusial. ‘’Baik atau tidaknya pendidikan yang diterima anak di usia golden age sangat berpengaruh nantinya ketika dia dewasa,’’ terangnya.

Agar kesejahteraan guru PAUD tetap dapat terpenuhi, meski dengan gaji yang terbatas, maka diberikanlah sejumlah pelatihan. Mulai dari pelatihan daur ulang sampah, sampai teknik mendongeng. Pelatihan yang diberikan tidak hanya untuk merangsang para guru PAUD menyejahterakan diri sendiri. Selain itu, juga untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka. 

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Pemkab Harapkan PGRI Turut Serta Tingkatkan Mutu Pendidikan di Pacitan
Headline, Pendidikan

Pemkab Harapkan PGRI Turut Serta Tingkatkan Mutu Pendidikan di Pacitan

Konfercab PGRI Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN – Wakil Bupati Pacitan Drs H Yudi Sumbogo berharap Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pacitan mampu turut serta dalamupaya peningkatan mutu pendidikan di Pacitan.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Pacitan sangat berharap PGRI Kabupaten Pacitan ini mampu merumuskan program kerja yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, pemantapan PGRI sebagai organisasi profesi yang mandiri, independen agar PGRI sebagai mitra pemerintah mampu menunjukkan jati dirinya sebagai organisasi profesi di bidang pendidikan,”katanya saat membuka Konferensi Kerja1 PGRI masa bakti 2015 – 2020, Minggu (16/4/2017) kemarin di di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan.

Lebih lanjut, Yudi mengatakan bahwa pihaknya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pengurus dan segenap angota PGRI Kabuaten Pacitan yang telah mampu menegakkan amanat konstitusi dengan menyelenggarakan konferensi kerja 1 PGRI Kabuaten Pacitan masa bakti kepengurusan tahun 2015 – 2020.


Mantan anggota DPRD ini juga mengharapkan seluruh anggota PGRI untuk menata program kerja organisasi sedemikian rupa sehingga PGRI betul betul dapat berkiprah secara profesional memajukan pendidikan di Kabupaten Pacitan.“Bahwa PGRI sebagai organisasi profesi dan ketenagakerjaan, selalu eksis dan solid dalam bidang organisasi dan konsolidasi,”pungkasnya.

Dalam kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pacitan, Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur, Sekretris Dinas Pendidikan, Ketua PGRI, semua Pengurus PGRI dan Perwakilan Guru TK, SD. SMP se-Kabupaten Pacitan. (Diskominfo Pacitan/RAPP002)

Permalink ke O2SN-FLS2N Diharapkan Jadi Ajang Pengembangan Prestasi Siswa di Pacitan
Headline, Olahraga, Pendidikan

O2SN-FLS2N Diharapkan Jadi Ajang Pengembangan Prestasi Siswa di Pacitan

Pembukaan O2SN-FLS2N Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN – Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) jenjang SD dan jenjang SMP se Kabupaten Pacitan diharapkan menjadi ajang pengembangan prestasi siswa di Pacitan. Hal tersebut disampaikan Bupati Pacitan Drs H Indartato MM saat membuka O2SN dan FLS2N pada Sabtu (15/4/2017) di GOR Pacitan.

Menurut Indartato, agenda ini diharapkan bermakna pada nilai proses pendidikan itu sendiri, yaitu menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman belajar.

“Memang benar dalam O2SN dan FLS2N ini adalah ajang kompetisi dan unjuk kemampuan, akan tetapi lomba atau pertandingan pada dasarnya merupakan ajang pembelajaran terutama dalam hal olah pikir, olah hati dan olah rasa disamping pengembangan sikap dan kepribadian siswa,”tandasnya.




Dikatakan Indartato, kalah atau menang dalam pertandingan perlombaan ini bukanlah tujuan, tetapi kegiatan ini hendaknya dapat kita jadikan motivasi dalam rangka mencapai tujuan. “Kami dengan penuh optimis menyambut baik penyelenggaraan O2SN dan FLS2N sebagai momen yang tepat untuk mendidik dan membangun karakter siswa,”ungkapnya lagi.

Dia berharap agar anak anak kita untuk terus berkreasi, berinovasi, berprestasi, dan berkompetisi secara sehat sekaligus dapat bekerja sama, mematuhi aturan, mengakui kelemahan diri dan belajar mengakui kekuatan lawan.

Turut hadir dalam agenda ini Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, para Asisten Setda, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kepala UPT Pendidikan TK dan SD, Pengawas dan Penilik,

Kepala Sekolah, guru TK, SD, dan SMP se Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini diikuti oleh peserta tingkat SD sejumlah12 Kecamatan sedangkan untuk tingkat sekolah menengah diikuti 56 sekolahan baik SMP maupun MTs Negeri dan swasta. (Diskominfo Pacitan)

Permalink ke UNBK SMA di Pacitan Diwarnai Listrik Padam dan Komputer Ngadat
Headline, Pendidikan

UNBK SMA di Pacitan Diwarnai Listrik Padam dan Komputer Ngadat

Bupati saat Sidak UNBK Senin kemarin. (Foto:Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PUNUNG – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/MA hari pertama kemarin (10/4) berjalan kurang mulus. Di SMAN Punung, gelaran UNBK diwarnai komputer ngadat. Dua perangkat komputer di sekolah tersebut kedapatan tidak bisa dioperasikan saat sesi pertama mapel Bahasa Indonesia kemarin.

Siswa terpaksa berganti menggunakan komputer cadangan yang telah dipersiapkan oleh pihak sekolah. Sementara di SMAN 2 Ngadirojo lebih parah. Listrik padam memaksa sekolah menyalakan genset selama sesi ketiga. ‘’Ada gangguan pada hardware perangkat komputernya,’’ ujar teknisi UNBK SMAN Punung, Dwi Agus, kemarin.

Pada UNBK tahun ini, SMAN Punung mempersiapkan 52 perangkat komputer. Puluhan komputer itu digunakan bergantian selama tiga sesi oleh 142 siswa, serta 14 siswa dari MA Nurul Iman, Mendolo Lor, Punung, yang ikut menumpang UNBK di sekolah tersebut.




Di luar 142 komputer, pihak sekolah juga mempersiapkan 8 komputer cadangan. Beruntung bagi mereka, komputer cadangan yang dipersiapkan ternyata bermanfaat, setelah dua komputer di ruang Lab Komputer mengalami gangguan. ‘’Komputer cadangan selalu kami nyalakan saat UNBK, meski tidak dipakai. Untuk antisipasi, jika ada gangguan biar tidak terlalu mengganggu siswa,’’ terangnya.

Agus mengatakan, dua perangkat komputer di ruang Lab Komputer yang ngadat itu bermasalah pada RAM (random access memory). Perangkat RAM di dua komputer tersebut ternyata kotor dan cukup berdebu. Pihak teknisi dan proktor ruangan kemudian membersihkan perangkat RAM tersebut, lalu kembali dipasangkan.

Hasilnya, dua komputer tersebut kembali menyala normal. Kebutuhan RAM di tiap komputer client yang diakses siswa memang diharuskan besar. ‘’Komputer cadangan digunakan selama sesi pertama. Untuk sesi kedua, tidak lagi digunakan karena dua komputer yang terkendala itu sudah kembali normal. Tetapi komputer cadangan tetap dinyalakan,’’ sebutnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Wilayah Pacitan, Kardoyo, menuturkan, agar bisa lancar selama mengerjakan UNBK, komputer client siswa minimal harus disokong RAM berkapasitas 512 mb (megabyte). Kebutuhan minimal komputer server malah jauh lebih besar lagi, harus berkapasitas 8 gb (gigabyte).

Di luar RAM, perangkat hardware lain masing-masing komputer juga harus dalam kondisi prima. ‘’Tidak panas berlebih atau kotor. Karena itu juga bisa berdampak pada performa komputernya,’’ jelasnya.

Menurut Kardoyo, standar minimal komputer tersebut sudah diatur dalam prosedur operasional standar (POS) UNBK tahun ini. Sekolah wajib mematuhi POS tersebut agar UNBK dapat berjalan lancar, selain juga dibutuhkan adanya jaminan kelancaran pasokan daya listrik dan koneksi internet. ‘’Seluruh petunjuk teknis yang diatur dalam POS harus dipatuhi. Disana sudah diatur standar minimal yang harus dipersiapkan sekolah,’’ katanya.

Selain kendala dua komputer ngadat di SMAN Punung, padamnya listrik di SMAN 2 Ngadirojo juga memperburuk catatan UNBK SMA/MA hari pertama. Hujan lebat yang mengguyur siang hingga sore kemarin berdampak pada padamnya arus listrik di sekolah tersebut, saat memasuki sesi ketiga.

Sebanyak 50 perangkat komputer yang digunakan bergantian 133 siswa terpaksa dinyalakan menggunakan genset. Beruntung hingga akhir sesi ketiga, genset sanggup membuat perangkat komputer tetap menyala.

‘’Itulah mengapa, sekolah sangat dianjurkan menyediakan genset. Sebab, cuaca tentu sudah bukan kuasa manusia lagi,’’ ujar Kardoyo. Beruntung, sebanyak 2062 siswa SMA/MA mengerjakan mapel Bahasa Indonesia kemarin tidak menemui kendala soal tertukar seperti hari terakhir UNBK SMK Kamis (6/4) lalu.

Sementara, jumlah Madrasah Aliyah (MA) yang melaksanakan UNBK kemarin ada 21. Satu diantaranya negeri (MAN Pacitan), dan sisanya swasta. Sepuluh lembaga MA melaksanakan UNBK dengan menumpang.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Pacitan, Muhammad Nurul Huda, kemarin meninjau pelaksanaan UNBK SMA/MA di sejumlah lokasi. Sepanjang pelaksanaan kemarin, tidak ada kendala berarti bagi 21 MA tersebut. Baik koneksi internet, maupun pasokan daya listrik. ‘’Alhamdulillah lancar, 741 siswa MA melaksanakan UNBK semua tanpa ada yang absen,’’ ujarnya.

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke UNBK Sukses, Bupati Pacitan Senang
Headline, Pendidikan

UNBK Sukses, Bupati Pacitan Senang

Pelaksanaan UNBK di Pacitan. (Foto: Humas Pacitan)

Pacitanku.com, PUNUNG – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM mengapresiasi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sepekan lalu. Atas kesuksesan UNBK itu, Indartato mengharapkan hal serupa terulang dalam pelaksanaan UNBK SMA/MA pekan ini.

“Pelaksanaan UNBK kemarin bisa kita jadikan evaluasi agar kedepan pelaksanaannya lebih baik lagi,” katanya saat memantau UNBK di SMA Negeri Punung, Senin (10/4/2017).

Dalam pelaksanaan UNBK SMK lalu memang nyaris tidak ada kendala. Terutama yang menyangku teknis. Pihak PLN maupun operator seluler benar-benar membuktikan janjinya, menjamin pasokan listrik dan internet lancar. Bupati juga mengapresiasi panitia yang telah bekerja keras agar pelaksanaan UNBK tahun ini berjalan sesuai yang direncanakan. “Intinya kesuksesan itu merupakan buah kerjasama dan kerja keras semua pihak,”ujarnya lagi.




Sementara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Kardoyo mengatakan, sukses UNBK SMK menjadi bukti, meski model baru namun Kabupaten Pacitan mampu dan berhasil melaksanakannya. Kekhawatiran akan kendala teknis memang sempat membayang.

Terlebih, katanya, Pacitan banyak terdapat area blank spot. “Atas kerja keras bersama permasalahan itu bisa kita atasi. Apalagi kita sudah dapat jaminan baik dari PLN maupun penyedia internet,” katanya.

Jumlah penyelenggara UNBK SMA/MA sebanyak 30 lembaga. Dengan rincian, 18 penyelenggara murni, masing-masing sembilan dari SMA dan MA. Sedangkan 12 sisanya masih menggabung.

Selain Bupati Indartato yang memantau langsung UNBK di SMA Punung dan Donorojo, sidak juga dilaksanakan Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo ke sejumlah sekolah. Diantaranya, SMA 1 dan 2 Pacitan, MAN Pacitan, SMAN Tegalombo dan MA Muhammadiyah 1 Tegalombo.

Secara nasional, sebanyak 1.812.035 siswa SMA/MA dari 20.557 sekolah mengikuti UN yang dimulai Senin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.905 sekolah atau 667.741 peserta mengikuti UNKP dan 9.652 sekolah atau 1.144. 294 peserta mengikuti UNBK.

Untuk UN SMA di Jatim tahun ini diikuti 1.446 lembaga penyelenggara dengan 1.067 menyelenggarakan secara mandiri dan 387 menumpang, sementara 12 penyelenggara masih menggunakan UNPK. Sedangkan untuk Madrasah Aliyah (MA) diikuti 1.611 penyelenggara dengan 661 meneyelanggarakan secara mandiri dan 287 menumpang. Sementara 669 penyelenggara masih menggunakan UNPK. (Humas/RAPP002)