Kategori: Pendidikan

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Kemdikbud Percepat Pencairan PIP di 66 Daerah
Headline, Pendidikan

Kemdikbud Percepat Pencairan PIP di 66 Daerah

Pacitanku.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melakukan percepatan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di 66 kabupaten/kota di Tanah Air.

“Percepatan pencairan PIP dibagi dua gelombang yakni, gelombang pertama di 34 kabupaten/kota pada 8 sampai dengan 11 Agustus 2017 dan di 32 kabupaten/kota pada tanggal 14 sampai dengan 17 Agustus 2017,” ujar Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Wowon Widaryat, di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Dia menjelaskan siswa penerima PIP secepatnya akan segera menerima dananya dengan proses pencairan melalui bank yang sudah ditunjuk yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk siswa SD.

“Kami mendorong agar segera dicairkan sehingga mereka dapat menggunakan manfaat dana PIP untuk keperluan sekolah,” tambah dia.

Dia menambahkan sampai saat ini sebanyak 423.235 siswa SD telah mencairkan dana PIP.




Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs Riono, MSi mengatakan dengan diterimanya dana bantuan PIP sangat bermanfaat untuk membantu siswa-siswi dalam memenuhi kebutuhan penunjang pendidikan.

“Gunakan dengan benar untuk mendukung pendidikan anak-anak ibu misalnya membeli buku atau seragam sekolah, jangan sampai dana ini digunakan untuk membeli pulsa,” kata Riono.

Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan, Alpha Amirrachman, mengatakan PIP diberikan kepada 17.927.308 dari seluruh jenjang.

“Untuk SD memang terbesar yaitu 10.360.614, sementara SMP 4.369.968, SMA 1.367.599, dan SMK 1.829.167. Jadi dapat dikatakan bahwa keberhasilan jenjang SD akan sangat menentukan keberhasilan program prioritas Pak Jokowi ini,”kata Alpha.

Alpha menjelaskan bahwa Kemdikbud menargetkan untuk jenjang SD/SDLB/Paket A dan SMP/SMPLB/Paket B dapat diselesaikan 20 persen di akhir Agustus, serta jenjang SMA/SMALB, Pajet C 70 persen, dan SMK/Kursus 72 persen di akhir bulan yang sama.

Alpha menambahkan bahwa jenjang SMA/SMALB/Paket C dan SMK/kursus proses pencairan dapat tuntas di bulan November. Sedangkan untuk SD/SDLB/Paket A dan SMP/SMPLB/Paket B dapat diselesaikan pada Desember.

Untuk selanjutnya Kementerian juga akan melihat sampai sejauh mana penerima PIP memanfaatkan bantuan sosial ini untuk keperluan sekolah, sampai di mana dampaknya pada upaya mempertahankan anak dari keluarga tidak mampu agar tetap sekolah dan menggiring anak-anak tidak sekolah untuk masuk ke satuan pendidikan.

“Ini sangat penting agar kementerian dapat melakukan terobosan-terobosan strategis agar target-target ini tercapai,” kata Alpha. (RAPP002/Ant)

Permalink ke Fakta Menarik Wildan Pacitan, Anak Tukang Badut yang Jadi Anggota Paskibraka Nasional 2017
Headline, Pendidikan, Sosok

Fakta Menarik Wildan Pacitan, Anak Tukang Badut yang Jadi Anggota Paskibraka Nasional 2017

Wildan dan temannya, Fariza Putri Salsabila usai menjalankan tugas sebagai Paskibraka pada Kamis (17/8/2017) kemarin. (Foto: Aditya Eka Putra/Liputan6.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Muhammad Wildan Arsyad Muzakki, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacitan akhirnya tampil menjadi salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRAKA) tingkat nasional tahun 2017 di Halaman Istana Merdeka Jakarta, Kamis (17/8/2017) sore pada pukul 17.00 WIB kemarin yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Wildan yang masuk tim merah pada upacara penurunan bendera sang merah putih bertugas sebagai pemegang dan pengerek pada upacara penurunan bendera di Istana Merdeka.

Wildan yang bertugas sebagai pasukan penurunan bersama Muhammad Alfin Abbas dari SMAN 3 Gorontalo bertugas menjadi Komandan Kelompok dan Alfares Deo Simanungsong dari SMAN 4 Berau Kalimantan Timur sebagai pembentang bendera.

Tim Merah Paskibraka yang telah selesai melaksanakan tugasnya menurunkan bendera Merah Putih, selanjutnya, duplikat bendera pusaka akan dibawa dengan kereta kencana Ki Jaga Raksa untuk kembali disimpan di Monumen Nasional (Monas).




Tentu, upacara penurunan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/7/2017), menjadi momen yang sangat penting bagi Wildan. Siapa sebenarnya Wildan?

Anak Tukang Badut Sulap

Wildan bersama ayahnya, Burhan saat bersama Bupati Pacitan Indartato sebelum diberangkatkan ke Pusdiklat Paskibraka Nasional. (Foto: Suparman Maman)

Wildan sendiri adalah siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacitan. Dia adalah putra seorang pemeran sulap dan badut, Muhammad Burhan.  Ayahnya adalah seorang tukang badut dan sulap di Pacitan. Namun siapa sangka, putra sulungnya tersebut memberinya kebahagiaan tersendiri, menjadi paskibraka nasional.

Dikisahkan, saat menjalani proses seleksi tingkat provinsi bulan Maret lalu, Wildan bersama temannya dari Pacitan, dinyatakan lolos dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRAKA) tingkat Jawa Timur di Surabaya, yakni Wildan dan Nanda Putri Maharani dari SMAN 2 Pacitan.

Namun dalam seleksi tingkat nasional, Wildan yang lolos. Wildan bersama Fariza Putri Salsabila dari Kota Blitar mewakili Jatim menjadi anggota Paskibraka nasional 2017. Sementara Nanda Putri Maharani bertugas sebagai pembawa baki di upacara bendera di Gedung Grahadi Pemprov Jawa Timur, Kamis kemarin.

Persiapan Fisik dan Mental

Menpora RI Imam Nahrawi berswafoto dengan peserta calon Paskibraka HUTRI 72 di Wisma Soegondo Djojopoespito.

Wildan sendiri sudah melakukan berbagai persiapan, yang digelar di pelatihan Paskibraka 2017 di Cibubur, Jakarta.“Saya sudah mempersiapkan diri dengan baik karena menjadi Paskibraka Nasional tidak datang dua kali,”katanya.

Mulai 25 Juli lalu, Wildan mengikuti karantina untuk persiapan HUT RI di Istana Negara. Dia mengatakan bahwa paskibraka membutuhkan fisik dan mental yang kuat.

“Persiapan pertama pastinya adalah mental. Dengan adanya mental yang kuat, saya akan siap menghadapi apapun yang terjadi nanti di sana. Sedangkan fisik, sudah jelas, itu diperlukan karena banyak sekali menguras tenaga,” kata Wildan.

Salah satu jenis latihan yang disukainya adalah lari, karena membentuk daya tahan tubuh yang kuat. Wildan tak pernah mematok waktu khusus harus sesering apa dia berlari. Kalau sedang tidak ada kegiatan, Wildan yang memiliki tinggi 178 cm ini bisa berlari sebanyak dua sampai tiga kali sepekan.

Doa dan Apresiasi dari Pemkab dan Pemprov

Kontingen Paskibraka Pacitan sebelum seleksi tingkat Jatim. (Foto: Pemkab Pacitan)

Sebelum lolos ke tingkat nasional, Pemkab Pacitan sendiri mengirimkan 10 calon Paskibraka ke tingkat Jatim. Dalam pesannya kepada para Paskibraka kontingen dari Pacitan, Bupati Indartato mengatakan agar para peserta semangat menjalani proses tersebut.

Apalagi, kata Indartato, proses seleksi bakal berlangsung dengan tidak mudah karena mereka bakal bersaing dengan kontingen dari Kota/Kabupaten lain di Jawa Timur.”Tetap semangat, meski dengan keterbatasan yang kita miliki,”kata Indartato saat memberikan sambutan jelang seleksi tingkat Provinsi, beberapa waktu lalu.

Bupati juga mengingatkan untuk tidak lupa berdoa dalam rangka meraih hasil terbaik.”Jangan lupa tetap berdoa untuk masa depan yang lebih baik,”katanya.




Sementara, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Benny Sampir Wanto, Kamis (17/8/2017) juga mengapresiasi prestasi yang diraih Wildan dan Fariza, di sela-sela Peringatan HUT ke 72 RI di Gedung Negara Grahadi.

Menurut Benny, prestasi tersebut dicapai melalui proses seleksi dan Diklat oleh Tim Dispora Jatim dengan Garnisun Tetap (Gartap III) Surabaya dari 380 pemuda kab/kota se-Jatim.

Dari seleksi awal tersebut, disaring menjadi 76 orang, yang kemudian diseleksi lagi menjadi jadi 30 orang. Selanjutnya, ujar pria yang lekat dengan sapaan Benny tersebut, dipilih 2 Paskibraka terbaik yang dikirim ke pusat setelah diberi pelatihan dulu di Jatim.

Proses seleksi, lanjut Benny, dimulai sejak bulan Mei hingga dilakukan pemusatan latihan mulai tanggal 6 sd 16 Agustus di Islamic Centre Surabaya. Atas prestasi yang dicapai oleh dua orang pemuda tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan penghargaan dan terima kasihnya karena telah membawa harum nama Jatim.

Ia berharap, prestasi membanggakan tersebut bisa menjadi teladan yang baik bagi para pemuda Jatim lainnya.

Selamat untuk Wildan. (RAPP002)

Permalink ke Saat Siswi SMAN 2 Pacitan Didaulat Jadi Pembawa Baki Bendera Upacara HUT RI ke-72 di Surabaya
Headline, Jatim, Sekolah

Saat Siswi SMAN 2 Pacitan Didaulat Jadi Pembawa Baki Bendera Upacara HUT RI ke-72 di Surabaya

Nanda saat menerima bendera dari Gubernur Soekarwo. (Foto: Jatim Prov)

Pacitanku.com, SURABAYA – Anggun, tegap, cantik, begitulah sosok yang tergambar dalam pembawa baki bendera merah putih pada peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (17/8). Dia adalah Nanda Putri Maharani, siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)2 Pacitan.

Mengenakan baju khas paskibraka dengan warna putih berpeci dan berhijab hitam, langkah kaki Nanda tegap dan tetap tersenyum anggun. Nanda pun sukses membawa baki dari inspektur upacara Gubernur Soekarwo menuju ke tempat pengibaran bendera.

Upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2017 Pemprov Jatim sendiri diikuti oleh satu unit korsik satpol PP Prov Jatim, satu kompi Korp Wanita TNI dan Polwan, satu kompi Taruna AAL, satu pleton TNI AD, satu pleton TNI AL, satu pleton TNI AU, dan satu kompi Polri.

Selain itu, satu kompi gabungan KORPRI (Badan Pendapatan Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan), satu kompi mahasiswa (Politeknik Pelayaran, ATKP dan Univ. Hang Tuah), satu kompi ormas kepemudaan (TAGANA dan Bela Negara), dua kompi pelajar SMA (SMA Hang Tuah I dan IPIEMS) dan satu kompi pramuka dan SMA Baruna Wati Surabaya.

Adapun, pasukan upacara ini dipimpin Komandan Upacara Letnan Kolonel Infanteri Arynovian Hany Sampurno yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Kodim 0832 Surabaya Selatan, Korem 084/BJ dan sebagai Perwira Upacara Mayor Chb M. Abdullah yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Sub Garnisun 0832/Surabaya Selatan Kogartap III, berjalan dengan tertib dan khidmad.

Sebagai pembaca naskah proklamasi adalah Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar, dan sebagai pembaca doa Kepala Kementerian Agama wilayah Jatim, Syamsul Bahri.




Pengibaran bendera dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berjumlah 76 pelajar SMA di bawah komando Kapten Marinir Taufiq Hidayat berjalan lancar. Paskibraka terbagi dalam formasi 17, 8, dan 45.

Nanda sendiri membawa baki yang berisi duplikat bendera pusaka bersama petugas pengibar bendera yakni Zulkifli Iskandar (SMAN 1 Boyolangu Kab. Tulungagung), Imelda Halim (SMAK Stella Maris Surabaya), Alfian Budi Setiyawan (SMAN 2 Kab Bojonegoro).

Sedangkan sebagai serpihan antara lain Daffa Arkan Atha (SMAN 3 Kota Madiun), Amelia Putri (SMAN 2 Kab. Sumenep), Deky Maxi Wangkar (SMAN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri). Paskibraka di bawah binaan Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur. Sebagai Komandan Paskribraka AKP Muhammad Indra Najib, SIK yang sehari-hari menjabat Pama Polda Jatim.

Untuk diketahui, yang mewakili Jatim sebagai Paskibraka Nasional pada Upacara Peringatan ke-72 HUT Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta yakni Muhammad Wildan Arsyad Muzaki dari MAN 1Pacitan dan Fariza Putri Salsabila dari SMAN 1 Kota Blitar.

Di mimbar kehormatan, nampak hadir Istri Gubernur Jatim Nina Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf beserta istri Fatma Saifullah Yusuf, Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi, jajaran Forpimda Jatim beserta isteri, pejabat, dan mantan pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. Para undangan dan seluruh peserta mendengarkan dengan khidmad pembacaan naskah proklamasi setelah dentuman meriam yang disertai dengan bunyi sirine dari PMK Pemkot Surabaya. Dentuman Meriam sebanyak 17 kali itu dilaksanakan oleh Batalyon Howitser Pasmar 1 dipimpin Letkol Marinir Marhabang, SH, MTR selaku Komandan Batalyon Howitzer 1 Menart Pasmar 1.

Peringatan HUT Ke-72 Proklamasi Kemerdekaan RI ini juga dimeriahkan oleh 1.000 siswa SMA paduan suara yang merupakan gabungan pelajar dari SMA di Jatim yang membawakan lagu-lagu perjuangan seperti Bagimu Negeri, Seuntai Manikam, Dirgahayu Indonesia, Indonesia Jaya, hari Merdeka, Bendera, Laskar Pelangi, Rayuan Pulau Kelapa, Lagon Semangat Juang 45 dan Wa’rojengan. (dinyanyikan Paduan Suara dan Penyanyi Nuriyah Dhawy Febrianti, siswa berkebutuhan khusus dari SMAN 8 Surabaya), Hari Merdeka, dan Bendera.

Paduan suara ini diiringi oleh Jawa Timur Youth Orcesttra di bawah binaan pelatih Lulu Ghozali . di bawah binaan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, dan sebagai koordinator pelatih Moch. Reza Zulfikar, dan Lenie Purwaningsih.

Gubernur Jatim dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 ini harus dijadikan sebagai momentum dalam mewujudkan masyarakat yang adil, karena ketika keadilan terwujud maka akan tercipta kemakmuran. Keadilan, menjadi konsep utama sebab disparitas saat ini menjadi problem serius dialami Bangsa Indonesia.

Konsep keadilan di sini berarti negara memberikan akses terhadap pihak yang kecil dan lemah, agar tidak menimbulkan disparitas. Apalagi, saat ini 1 persen masyarakat Indonesia menguasai 49,7 persen kekayaan negara. “Masalah disparitas ini harus dipikirkan secara serius, bila tidak maka akan muncul konflik sosial,” katanya.

Selain sebagai momen mewujudkan keadilan, peringatan kemerdekaan juga menjadi momentum sakral dalam proses kontemplasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, serta sebagai bentuk rasa terimakasih kepada para pejuang. “Setelah itu kita harus melakukan perenungan apakah jalan yang dilakukan untuk mewujudkan adil dan makmur sudah ditemukan,” katanya.

Terkait tema HUT RI ke 72 yakni “Indonesia Kerja Bersama”, menurut Pakde Karwo memiliki makna bahwa dengan bersama-sama mulai dari corporate hingga negara semakin bersinergi. Di samping itu, tema tersebut sebenarnya merupakan bentuk penguatan agar semua pihak semakin bersama dan bersatu jelang pemilihan presiden/pilpres dan pemilihan kepala daerah/pilkada serentak. “Bersama atau bersinergi ini bisa diwujudkan melalui gotong royong, khususnya jelang pilpres dan pilkada serentak yang melibatkan seluruh masyarakat Indonesia,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan, Pakde Karwo berharap kasus dan cara pandang masalah politik yang terjadi di Jakarta tidak terjadi di Jatim. Saat ini fokusnya agar jangan sampai pikiran kepala negara atau presiden sampai mempengaruhi pemilihan gubernur. Hal ini penting dilakukan supaya politisasinya tidak menjadi sangat berat.

“Meskipun ada hal-hal yang perlu kita waspadai, tapi saya yakin rakyat Jatim sudah dewasa. Masyarakat Jatim akan melihat masa lalu, masa kini dan masa depannya seperti apa. Sehingga kejadian seperti di daerah lain tidak akan terjadi di Jatim,” tuturnya.

Permalink ke Presiden: Tak Perlu Risau Soal Full Day School
Headline, Nusantara, Pendidikan

Presiden: Tak Perlu Risau Soal Full Day School

Pacitanku.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan bahwa penerapan full day school atau yang lebih sering disebut lima hari sekolah dalam satu minggu bukan keharusan. Karena itu, Presiden meminta masyarakat tidak perlu risau soal wacana lima hari sekolah itu.

“Yang selama ini bersekolah enam hari dalam seminggu, silakan lanjutkan. Tidak perlu berubah sampai lima hari,” kata Presiden Jokowi melalui fanpage facebook miliknya, yang baru diunggah Senin (14/8) kemarin.

Begitu juga yang sudah menerapkan lima hari sekolah. Kalau memang diinginkan oleh semua pihak, diinginkan masyarakat dan ulama, Presiden Jokowi mempersilakan untuk melanjutkannya.




Sebelumnya usai membagikan 1.725 Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMP Negeri 7 Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8) kemarin, Presiden Jokowi menegaskan, bahwa tidak ada keharusan bagi sekolah di seluruh tanah air untuk menerapkan program pendidikan karakter lima hari sekolah (full day school).

“Ini untuk kedua kalinya ingin saya sampaikan mengenai lima hari sekolah. Perlu saya sampaikan, perlu saya tegaskan lagi bahwa tidak ada keharusan full day school,” kata Presiden Jokowi kepada para wartawan.

Meski demikian, Presiden tetap memberikan izin kepada sekolah-sekolah yang telah menerapkan kebijakan full day scholl. Namun dengan syarat, kebijakan tersebut harus diterima oleh masyarakat dan para tokoh agama setempat.

“Yang selama ini enam hari silahkan lanjutan. Tidak perlu berubah sampai lima hari. Yang sudah lima hari, dan kalau itu memang diinginkan oleh semua pihak ya silahkan diteruskan. Kalau diingin oleh masyarakat dan silahkah,” pungkasnya.

Permalink ke Inspiratif, Siswa SMAN 1 Pacitan ini Sukses Sulap Belimbing Wuluh Jadi Energi Listrik
Headline, Pendidikan

Inspiratif, Siswa SMAN 1 Pacitan ini Sukses Sulap Belimbing Wuluh Jadi Energi Listrik

Sukses memanfaatkan belimbing wuluh sebagai sumber energi listrik mengantarkan Amin meraih medali emas (Muhammad Budi/Radar Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Awalnya tidak ada yang menyangka Laitsa Ruhul Amin mampu menyulap buah belimbing wuluh menjadi sumber energi listrik. Inovasi tersebut mengantarkan siswa SMAN 1 Pacitan itu menyabet medali emas di Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017. Dia juga bakal berangkat ke Busan, Korsel, 12-18 Oktober mendatang.

Sebelum prestasi mengejutkan itu dia raih, warga Bolosingo, Pacitan, itu sudah satu bulan pusing memikirkan inovasi apa yang akan diajukannya pada final Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017, yang diselenggarakan di Surabaya, Sabtu (5/8) dan Minggu (6/8) lalu.

Tiba-tiba, tercetuslah ide memanfaatkan belimbing wuluh sebagai bahan berinovasi. ‘’Tidak menyangka, malah mampu membawa saya meraih medali emas,’’ ujar siswa kelas XI SMAN 1 Pacitan itu.

Lewat belimbing wuluh itulah, Amin sukses membawa pulang medali emas pada acara tersebut. Prestasi yang membanggakan mengingat lawannya mencapai 11 ribu anggota pramuka se-Jawa Timur. Dia pun berhak terbang ke Busan, Korsel, 12-18 Oktober mendatang, bersama 15 peraih medali emas lainnya. ‘’Minggu ini mulai mempersiapkan pengurusan paspor,’’ katanya, dikutip dari Jawapos Radar Madiun.




Perjuangan Amin tidaklah mudah. Pada tahap awal festival, April-Mei lalu, Amin tergabung di Zona 7 Trenggalek. Dalam perlombaan cerdas cermat seputar pengetahuan umum dan kepramukaan, dirinya berhasil meraih peringkat pertama, dan berhak atas satu tiket ke final. ‘’Setelah lolos final, langsung cari inspirasi. Tetapi baru ketemu satu bulan berselang,’’ ujarnya.

Pada babak final, Amin diwajibkan membuat teknologi tepat guna beserta karya tulis. Di samping itu, Amin juga diminta membuat video penjelasan seputar teknologi yang dia kreasikan, dan diunggah ke akun youtube. Inspirasi sudah didapat, tetapi eksekusinya tidak bisa instan. Amin mengaku kerap begadang hingga pagi untuk menyelesaikan inovasi yang dia beri nama Averrhoa Bilimbi Aero Motorik itu.

Lewat tangannya, sari dari 10 buah belimbing wuluh bisa menghasilkan daya listrik sebesar 5 volt, yang bisa memutar baling – baling kipas angin. Tidak hanya itu, kreativitasnya itu juga bisa dimanfaatkan mengisi sebuah aki hingga penuh.

‘’Perjuangannya sampai harus begadang hampir setiap malam. Alhamdulillah, setelah sekian lama uji coba, akhirnya bisa mengisi satu aki penuh menggunakan 10 buah belimbing wuluh,’’ terang pengurus aktif dewan penggalang itu. (mn/naz/sib/JPR)

Permalink ke Mantap, Siswa Berprestasi di 12 Kecamatan Dapat Penghargaan Pemkab
Headline, Pendidikan

Mantap, Siswa Berprestasi di 12 Kecamatan Dapat Penghargaan Pemkab

Kepala Dishub Pacitan saat membagikan apresiasi kepada siswa di Pacitan. (Foto: Wasi Prayitno)

Pacitanku.com, KEBONAGUNG – Ratusan siswa SD/MI dan SMP/MTs di wilayah Kecamatan Kebonagung Rabu, (9/8/2017) menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Mereka yang beruntung adalah murid berprestasi di masing masing kelas.

Hadiah berupa uang tunai tersebut diserahkan langsung sekretaris Daerah (Sekda) Suko Wiyono mewakili Bupati Pacitan.

“Jangan dilihat dari besar kecilnya hadiah tapi yang lebih penting adalah bagaimana hadiah ini menjadi pendorong semangat bagi anak anak terus berprestasi,” ujarnya, dikutip laman Pemkab Pacitan.




Cara pemerintah daerah memotivasi anak dalam meningkatkan prestasi ini sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Harapanya, anak-anak yang berprestasi semakin meningkat. Sedangkan, bagi yang belum, memiliki dorongan kuat untuk mengejar prestasi.

Khusus wilayah Kecamatan Kebonagung jumlah siswa berprestasi yang mendapatkan hadiah sebanyak 204 orang. Pemberian hadiah juga diberikan serentak kepada siswa siswi berprestasi di 12 kecamatan. Para pejabat di lingkup Pemkab Pacitan langsung memberikan hadiah tersebut kepada siswa yang bersangkutan.