Kategori: Olahraga

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke AHY: Olahraga Selancar Harusnya Jadi Bagian Penting Masyarakat Indonesia
Headline, Olahraga

AHY: Olahraga Selancar Harusnya Jadi Bagian Penting Masyarakat Indonesia

AHY saat bersama peselancar luar negeri di Pacitan. (Foto: Tim Media AHY)

Pacitanku.com, PACITAN – Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institue (TYI) Agus Harimurti Yudhoyono bersama keluarga serta beberapa petinggi Partai Demokrat tampak menghadiri acara lomba selancar kelas dunia di pantai Watu Kurung, Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (19/8/2017).

Berdasarkan siaran pers yang diterima Senin (21/8/2017), AHY sapaan akrab Agus Harimurti Yudhoyono mengaku kagum dengan wisatawan mancanegara yang suka melakukan selancar di pantai Indonesia.

“Saya kagum dengan mereka, karena mereka suka ombak pantai di Indonesia yang keren,” ujarnya saat malam puncak ‘World Surf League (WSL)-Asia Region : Hello Pacitan Pro 2017’ di Alun-alun Kota Pacitan.




Menurut AHY, wisatawan Indonesia perlu memanfaatkan olahraga ini. Karena, olahraga selancar di pantai, wisatawan mancanegara malah gencar melakukan olahraga air ini.”Saya pikir, masyarakat Indonesia perlu juga bermain selancar memanfaatkan pantai di tanah air yang begitu luas,” kata AHY.

AHY menambahkan, keindahan pantai di Indonesia berbeda dengan daerah lainnya, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

Dalam dialognya bersama bule yang menggemari selancar, AHY mengatakan, olahraga selancar harusnya menjadi bagian penting dalam masyarakat Tanah Air.”Laut yang begitu luas di tanah air akan terbuang manfaatnya manakala tak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata AHY.

Permalink ke Sukses Pecahkan Rekor MURI, Hello Pacitan Jadi Idola Surfer Baru
Headline, Olahraga

Sukses Pecahkan Rekor MURI, Hello Pacitan Jadi Idola Surfer Baru

Pacitanku.com, PACITAN – Luar biasa kreativitas masyarakat kota Pacitan. Tahun ini, gelaran Hello Pacitan 2017 untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-72 kembali memecahkan rekor Dunia yang tercatat dalam Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI), untuk salah satu rangkaian even Hello Pacitan 2017, yaitu Tumpeng Tiwul Raksasa.

Tahu Tiwul khan? Makanan yang terbuat dari singkong yang bentuknya kayak nasi. Tiwul memang dari jaman dulu udah dikonsumsi sama masyarakat di daerah, terutama penghasil singkong. Penduduk Pegunungan Kidul (Pacitan, Wonogiri, Gunung Kidul) dikenal mengonsumsi jenis makanan ini sehari-hari.

Dulunya dikenal sebagai makanan ndeso, buat warga miskin. Tapi kini seiring kesejahteraan masyarakat meningkat, tiwul menjadi barang mewah, kalau kangen tiwul sehari hari banyak dijual pedagang di sejumlah tempat wisata di sepanjang bibir pantai sepanjang kota Pacitan
Tumpeng Tiwul Raksasa yang dibuat oleh sekitar 274 orang dari 39 grup.

Termasuk pendekor, pemadat tumpeng dan koordinator, menghabiskan tepung terigu 300 kg dan singkong 2000 kg, air tangki berisi 5000 liter. Untuk memasaknya, menghabiskan 160 tabung gas berukuran 3 kilogram untuk memasak selama 8 jam.

Tumpeng tiwul ini memiliki ketinggian sekitar 5,4 meter dan diameter 4 meter ini tercatat dengan nomor 8050/R.MURI/VIII/2017.




Di bagian bawah tumpeng, ada berbagai sayuran dan lauk berupa ikan, tahu, tempe, urap, dan sayuran. Untuk jenis ikan yang disajikan yaitu ada 17 jenis ikan hasil laut Pacitan yang memiliki arti tanggal 17 atau tanggal kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain terdapat berbagai lauk dan sayuran, juga ada tumpeng tiwul berukuran kecil sebanyak 45 buah. Jumlah 45 tumpeng kecil itu dimaknai sebagai tahun kemerdekaan yaitu 1945. Sehingga komponen dalam tumpeng tiwul jumbo ini memiliki arti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945.

“Momennya pas, bersamaan dengan kejuaraan Surfing tingkat internasional yang diikuti 48 peserta dari 12 negara. Ini satu rangkaian kegiatan Hello Pacitan 2017,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Pacitan, Endang Surjasari.

Dengan berhasilnya mencatatkan Rekor Dunia MURI ini, juga mencatatkan rekor Kota Pacitan sebagai raja Rekor Dunia, karena memang banyak penghargaan rekor Dunia yang telah berhasil diperoleh.

“Ini ide kreativitas dari masyarakat, kita fasilitasi dan kolaborasi sehingga tercapai Rekor Dunia MURI,” lanjut Endang Surjasari.

Sebelumnya, Cilacap sedikitnya sudah mengantongi 12 rekor yang tercatat di MURI, sebelumnya pada tahun 2006 telah membukukan di antaranya kaca mata terbanyak, makan jeruk terbanyak, jabat tangan terpanjang, minum teh botol terbanyak, sikat gigi terbanyak, minum jamu terbanyak, engrang terbanyak, tumpeng terbanyak, dan graffti terpanjang,merias wajah, membuat sambal dadakan dengan peserta terbanyak dan kain batik terpanjang pada tahun 2008.

Tercatat juga, memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) berupa lukisan `graffity` (lukis dinding) dengan peserta terbanyak yaitu 470 peserta, mengalahkan rekor sebelumnya di Jakarta 450 peserta.

Endang melanjutkan, Kota Pacitan juga meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia nomor 4.909/R.MURI/V/2011 dianugerahkan atas rekor Pemrakarsa Menggoreng Jathil Tuna Khas Pacitan dengan peserta terbanyak 2.150 peserta.

Mencatatkan rekor-nya saat ribuan peserta pagelaran rontek di alun-alun Pacitan, yang bertajuk ”Rontek Gugah Nagari ” yang diikuti peserta terbanyak 2.818 orang dengan nomor register 5116/R.MURI/X/2011.

Lanjut tercatat sebagai pembuatan wayang beber terpanjang. Sepanjang 82 meter dan lebar 110 cm. Ini mengalahkan rekor sebelumnya di Yogya dengan panjang 49 m x 90 cm pada 9 April 2002. Saya tetapkan juga sebagai rekor dunia dengan nomor 5508/R.MURI/VII/2012.

Juga pencatatan rekor nomor 5562/R.MURI/VII/2012 yang diberikan MURI atas pembuatan replika Buah Pace terbesar.Tiruan buah pace raksasa setinggi 9,7 meter dengan lebar 9 meter dan panjang 12,5 meter dikerjakan selama 5 hari. Pembuatnya 20 orang anggota Forum Seni Budaya Pacitan.Pembuatannya menggunakan kerangka bambu jenis Petung sebanyak 239 lonjor. Sedangkan dinding menggunakan bilik bambu selebar 359 meter persegi.

Kemudian Senam Posdaya Indonesia juga mencatatkan rekornya di MURI, jumlahnya mencapai 4.133 orang itu, Museum Rekor Dunia Indonesia mencatatkan dalam buku Muri dengan nomor 6832/R.MURI/II/2015.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang didampingi Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Ratna Suranti dan Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi yang menyaksikan pencatatan dan pemberian penghargaan rekor MURI ini menyampaikan apresiasi-nya.

“Rekor ini untuk seluruh masyarakat Pacitan dalam mempromosikan sekaligus memperkenalkan potensi Pacitan kepada seluruh masyarakat luas, baik dalam maupun luar negeri, layak untuk diapresiasi,” kata Esthy.

Esthy berharap agar even seperti ini harus dipublikasikan di semua elemen media terutama di dunia digital, dan yang terpenting adalah persiapannya harus matang.

Soal penghargaan itu juga direspons Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Mantan Dirut Telkom itu menyebut rekor itu menjadi momentum yang pas untuk mengangkat citra pariwisata Kabupaten Pacitan.

“Pacitan adalah bagian dari Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia. Mudah-mudahan rekor MURI ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia serta mendorong perjalanan wisatawan nusantara (wisnus),” kata Menpar Arief Yahya. (RAPP002)

Permalink ke Peselancar Indonesia Rio Waida Menangkan Kompetisi Hello Pacitan 2017
Headline, Olahraga

Peselancar Indonesia Rio Waida Menangkan Kompetisi Hello Pacitan 2017

Peselancar tanah air Rio Waida saat beraksi di ombak perairan Pacitan. (Foto: WSL)

Pacitanku.com, WATUKARUNG – Peselancar Indonesia berdarah Jepang, Rio Waida memenangkan kompetisi Hello pacitan QS1,000, Minggu (20/8/2017).

Kemenangan ini tentunya sangat membanggakan bagi Rio sendiri dan juga untuk surfing Indonesia. Perlu diketahui bahwa, kompetisi Hello pacitan ini adalah kompetisi internasional yang pertama kali diadakan di Watu Karung, Pacitan.

Dalam aksinya, seperti dikutip dari laman Pemburu Ombak, Rio Waida dari heat ke heat di babak demi babak memang terbilang stabil. Sempat berada di posisi kedua dalam heat nya di babak kedua dan ketiga, Rio membuktikan kualitasnya di babak selanjutnya dengan selalu bertengger di posisi teratas.




Di babak perempat final, Rio menaklukan surfer asal Seladia Baru bernama Elliot Paerata-Reid dengan skor cukup jauh meninggalkan Elliot saat itu.

Menang di babak Semifinal, Rio bertemu dengan surfer asal Australia bernama Chriss Zaffis yang mungkin namanya sudah tidak asing lagi di telinga sobat pemburu ombak.

Chriss, dianggap sebagai kompetitor yang bakalan sulit ditaklukan. Namun, hebatnya surfer muda ini yakni Rio Waida dapat mengalahkan Zaffis di babak semifinal.

Rio akhirnya sampai ke babak final. Lawannya di babak final ini tidak bisa diremehkan. Dia adalah Kian Martin surfer asal Swedia yang sebelumnya di babak semifinal begitu tampil mempesona, bahkan sempat menorehkan poin 9.25 yang mendekati 10 sempurna.

Di babak final antara Rio dan Kian berjalan begitu sengit. Pasalnya, Kian begitu bernafsu untuk mendapatkan ombak dan mencetak skor. Kian berkali-kali mencoba, dan beberapa kali pula salah perhitungan karena ombak yang diambil tidak bagus.

Kemudian Rio dengan selektif, akhirnya berhasil menangkap ombak dan mencetak poin cukup tinggi kala itu 8 dan 6.50. Rio akhirnya keluar sebagai Juara utama di Hello Pacitan QS1,000. (RAPP002)

Permalink ke Ibas: Ekspresikan Hari Kemerdekan Lewat Futsal dan Voli
Headline, Sepakbola

Ibas: Ekspresikan Hari Kemerdekan Lewat Futsal dan Voli

Ibas saat bermain futsal di Pacitan. (Foto: Dok EBY)

Pacitanku.com, PACITAN – Anggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas mengaku senang dapat memperingati HUT RI ke-72 di Kabupaten Pacitan bersama keluarga besar mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu 20/8/2017.

Di Pacitan, Ibas menggelar turnamen futsal dan voli Piala Kemerdekaan EBY antar pelajar dan club olahraga. Ibas yang juga anggota Komisi 10 DPR RI yang membidangi kepemudaan dan olahraga ini mengaku optimis, potensi anak muda Pacitan yang dibidik dalam laga ini bisa memacuh semangat dan motivasi untuk berprestasi di bidang olahraga.

“Menang kalah bukan prioritas dalam ajang ini, yang terpenting semangat kebersamaan dan solidaritas khususnya dalam peringatan hari kemerdekaan ini,” terang Ibas.

Ketua Fraksi PD DPR RI ini menjelaskan kunjungannya ke Pacitan dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT RI sekaligus ajang silaturahim dengan keluarga dan konstituen di Dapil VII Jawa Timur. 

“Pacitan kampung halaman leluhur keluarga kami, jadi memang setiap tahun berkunjung ke Pacitan apalagi memperingati HUT RI sangat terasa nuansa kampung halamannya,” tambahnya.




“Sudah menjadi tradisi keluarga kami untuk merayakan peringatan HUT RI di kampung halaman. Nuansa peringatan kemerdekaan RI terasa berbeda karena banyak warga berkontribusi. Sangat antusias untuk berekspresi dan menyalurkan semangat peringatan HUT RI,” ujar Ibas di sela pertandingan futsal piala kemerdekaan di GOR Kabupaten Pacitan.

Sebelumnya di Kabupaten Magetan, Ibas juga melakukan agenda lomba panjat pinang dan ragam hiburan warga lainnya. Usai agenda di Magetan pada Jumat lalu, Ibas melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Pacitan.

Sementara itu, dalam menanggapi peringatan HUT RI ke-72 tahun ini, Ibas memberikan sejumlah catatan dalam memaknai peringatan hari kemerdekaan RI. Menurut wakil rakyat asal Dapil VII Jawa Timur ini, dewasa ini, persatuan bangsa tengah diuji dengan berbagai dinamika politik, keamanan, masalah sosial, dan isu-isu nasional lainnya yang berpotensi memecah belah komponen bangsa.

“Dinamika nasional terus bergulir dan menjadi tantangan bagi persatuan bangsa. Semoga peringatan HUT RI ke-72 ini membawa bangsa kita semakin maju, merdeka dalam segala sektor dan rakyatnya sejahtera secara menyeluruh. Semangat persatuan masih menjadi faktor penting bagi bangsa kita dalam menangkal ragam tantangan dan ujian bangsa kita,” ujar Ibas usai laga persahabatan futsal melawan komunitas wartawan se-Kabupaten Pacitan.

Ibas juga mengingatkan agar seluruh komponen bangsa tidak henti-hentinya merenung dan mawas diri agar senantiasa menjadi bagian dari elemen pemersatu bangsa.

 “Sebagaibwakil rakyat, sudah semestinya untuk selalu koreksi dan introspeksi serta menjadi bagian dalam membangun bangsa. Momentum peringatan kemerdekaan RI, selalu menjadi saat yang tepat untuk saling mengingatkan dan memberikan masukan satu dengan yang lain, lintas elemen,” tambahnya. (RAPP002)

Permalink ke Parah, Bendera Terbalik, Indonesia Protes Panitia SEA Games 2017
Olahraga

Parah, Bendera Terbalik, Indonesia Protes Panitia SEA Games 2017

Bendera Indonesia terbalik di SEA Games. (Foto: Imam Nahrawi)

Pacitanku.com, KUALA LUMPUR – Insiden memalukan terjadi di SEA Games 2017, Malaysia. Dalam buku panduan, bendera Merah Putih kebanggaan Indonesia dicetak terbalik. Ada dua bagian di mana kesalahan dilakukan oleh panitia penyelenggara SEA Games 2017. Pertama adalah saat memaparkan siapa saja negara peserta yang ikut.

Bendera Merah Putih kebanggaan Indonesia dicetak terbalik sehingga mirip milik Polandia. Kemudian, terkait rekam jejak juara umum.



Pada 2011 lalu, Indonesia berhasil menjadi juara umum. Namun, bukan bendera Indonesia yang dipasang, melainkan milik Thailand.

“Jelas kami akan protes kepada panitia penyelenggara SEA Games 2017,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, saat menghadiri acara pembukaan SEA Games 2017.

Imam pun sudah mengeluarkan keluh kesah di akun Twitter resminya, @imam_nahrawi. “Pembukaan #SEAGame2017 yang bagus. Tapi tercederai dengan keteledoran fatal menyakitkan. Bendera kita, Merah Putih. Astaghfirullah,” begitu cuitan Imam.

Permalink ke Enam Peselancar Indonesia Maju ke Babak Ketiga WSL “Pesona Hello Pacitan 2017”
Headline, Olahraga

Enam Peselancar Indonesia Maju ke Babak Ketiga WSL “Pesona Hello Pacitan 2017”

Peselancar tanah air Rio Waida saat beraksi di ombak perairan Pacitan. (Foto: WSL)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Sebanyak enam peselancar dari Indonesia terus melaju ke babak ketiga dalam kompetisi World Surfing League (WSL) “Pesona Hello Pacitan 2017.”

Ada 16 peselancar yang lolos di babak ini, termasuk Chris Zaffis, unggulan pertama asal Australia yang sukses melewati babak kedua setelah pertempuran sengit di babak pembukaan.

Peselancar Indonesia yang lolos hingga babak ketiga sebanyak enam orang. Mereka adalah peselancar Raju Seran, Rio Waida, I Made Rondi, Wayan Merta, Dede Suryana dan Rizal Tandjung. Dalam gelaran kedua ini, lebih dari 40 peserta dari 14 negara ikut ambil bagian dalam event yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan World Surf League (WSL) ini.

Selain memperebutkan gelar surving internasional, peselancar juga ingin menguji adrenalin, menaklukkan gulungan ombak setinggi tujuh meter yang menjadi ciri pantai Watukarung. “Saya tahu tempat ini dari sebuah majalah. Ada gambar Bruce Irons sedang berselancar di pantai ini,” kata peserta asal Australia Riley.




Panitia kejuaraan surfing dari Kementerian Pariwisata, Sari mengaku bersyukur animo peserta dan penonton cukup tinggi mengikuti kejuaran surfing internasional di Pantai Waru Karung Pacitan.

“Surfing kelas dunia ini baru pertama. Sebelumnya, ada, tapi levelnya baru Asia. Namun ternyata, animonya cukup besar. Karena itu, Bapak Menteri berencana menggelar event yang sama setiap tahun. Namun, lokasinya berganti-ganti. Sebab, ada banyak pantai dengan ombak bagus di Indonesia ini,” katanya.

Kyan, peselancar berkebangsaan Swedia dan Brasil mengaku senang mendapat kesempatan bermain di Watukarung.

Selain pemandangan alamnya memukau, pantai di belahan barat Kabupaten Pacitan itu juga memiliki karakter ombak bagus. Urutan kedua yang berhasil dia raih mengokohkan posisi atlet remaja itu maju ke babak berikutnya.

Sementara, panitia kegiatan, Khoirul Amin mengaku sengaja memilih Pantai Watukarung sebagai tempat perlombaan. Ini karena karakter ombaknya cukup bagus sehingga cocok untuk event internasional. Animo peserta juga sangat tinggi. Ini ditandai hadirnya puluhan peserta dari 12 negara di dunia. Mulai Asia, Eropa, hingga Amerika.

“Pantai Watukarung memang sangat bagus dan cocok untuk penyelenggaraan event skala internasional. Karakter ombaknya bagus sehingga banyak peserta suka,” katanya.

Sebagai informasi, tahun ini adalah  kedua kalinya digelar ajang Pesona Hello Pacitan. Jika perhelatan sebelumnya hanya melibatkan peselancar Asia, tahun ini pendaftaran terbuka untuk peselancar dari seluruh dunia. Agenda ini sendiri akan berakhir pada Minggu (20/8/2017) besok.