Kategori: Olahraga

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke MTsN Pacitan Borong 4 Trophy Kejuaraan Bulu Tangkis Tunas Subur Cup
Headline, Olahraga

MTsN Pacitan Borong 4 Trophy Kejuaraan Bulu Tangkis Tunas Subur Cup

Siswa MTsN Pacitan yang raih tropi kejuaraan bulu tangkis. (Foto: Kemenag Jatim)

Siswa MTsN Pacitan yang raih tropi kejuaraan bulu tangkis. (Foto: Kemenag Jatim)

Pacitanku.com, PACITAN – Empat siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pacitan sukses memborong empat trophy sekaligus dalam kejuaraan bulu tangkis Tunas Subur Cup yang digelar pada Kamis (24/11) hingga Minggu (27/11) lalu di Pacitan.

Dalam turnamen bulu tangkis yang digelar atas kerja sama Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Pacitan dengan PT Tunas Subur Pacitan itu,  keempat siswa yang dikirim oleh madrasah berhasil merebut empat kategori kejuaraan, yakni juara I Bulu Tangkis Tunggal Putra, Juara II Bulu Tangkis Tunggal Putra, Juara III Bulu Tangkis Putra dan Juara III Bulu Tangkis Ganda Putra.




Kepala MTsN Pacitan, Drs H Mukarom, M. PdI, Senin (28/11) dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh keluarga besar sekolah mengapresiasi hasil tersebut. Dia juga berpesan agar para siswa jangan mudah puas terhadap hasil yang diperoleh, tetaplah kerja keras dan selalu bersungguh-sungguh dalam setiap aktifitasnya.

“Jika kalian bersungguh-sungguh, akan selalu ada jalan untuk mencapai apa yang kalian inginkan. Semua orang memiliki potensi yang sama, yang berbeda ialah sejauh mana kita menggunakan potensi tersebut. Sejauh mana kita membumikan man jadda wajada dalam hidup kita,”katanya, dilansir laman Kemenag Jatim. (RAPP002)

Permalink ke 10 Ribu Atlet Lokal Pacitan Ikuti 132 Lomba Aksioma 2016
Headline, Olahraga, Pacitan News

10 Ribu Atlet Lokal Pacitan Ikuti 132 Lomba Aksioma 2016

Aksioma. (Foto: Doc Humas Pemkab)

Aksioma. (Foto: Doc Humas Pemkab)

Pacitanku.com, PACITAN – Sebanyak 10 ribu atlet lokal yang berasal dari 12 kecamatan se-Kabupaten Pacitan mengikuti ajang kompetisi seni dan olah raga madrasah (AKSIOMA) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) tingkat Kabupaten yang digelar mulai hari ini, Selasa (22/11/2016) di alun-alun Pacitan.

“Ajang ini merupakan wahana menjalin persatuan antar madrasah serta mencari bibit bibit berprestasi baik dalam bidang olah raga maupun kesenian, dan kali ini menjadi keikutsertaaan terbanyak dengan jumlah peserta keseluruhan sebanyak 10 ribu atlet dari semua tingkatan,”papar Ramlan, Ketua Panitia Aksioma 2016 dalam sambutannya.

Sementara, Bupati Pacitan Indartato mengatakann bahwa madrasah memiliki potensi luar biasa. “Saya kagum dengan jumlah peserta yang hadir kali ini, saya bangga dan yakin dengan prestasi anak anak madrasah. Kita berharap, kedepan akan muncul generasi penerus yang berkualitas,” jelasnya.

Dia pun berharap, Aksioma merupakan wadah tepat untuk pembinaan atlet pemula sehingga  dari ajang ini akan muncul bakat-bakat terpendam yang nantinya mewakili Pacitan baik di tingkat provinsi maupun nasional.


Dalam kesempatan tersebut Bupati bersama Wakil Bupati serta kepala kantor Kementerian Agama Pacitan secara simbolis melepas burung dara sebagai tanda dimulainya Aksioma 2016.

Aksioma tingkat kabupaten berlangsung dua hari dengan mempertandingkan 132 jenis lomba. Meliputi tingkat MI sebanyak 22 cabang perlombaan, MTs sebanyak 53 cabang dan MA sebanyak 57 cabang perlombaan.

Adapun cabang olahraga dan seni yang dipertandingan dan dilombakan diantaranya adalah Bola Volly (putra dan putri), Tenis Meja (tunggal dan ganda) putra dan putri, Bulu Tangkis (tunggal) putra dan putri, Lari sprint putra dan putri, Lompat Jauh (putra dan putri), Tolak Peluru (putra dan putri) dan Catur (putra dan putri).

Rencananya, atlet terbaik dalam Aksioma kali ini akan mewakili kabupaten Pacitan dalam ajang serupa tingkat provinsi di Kabupaten Kediri. (RAPP002)

Permalink ke Menpora Buka Liga Santri Nusantara 2016 di Ponorogo
Headline, Sepakbola

Menpora Buka Liga Santri Nusantara 2016 di Ponorogo

Pacitanku.com, PONOROGO – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membuka turnamen sepak bola Liga Santri Nusantara yang secara simbolis dilakukan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis.

Pembukaan turnamen sepak bola LSN yang diiikuti 1.024 pondok pesantren di seluruh Tanah Air itu dilakukan Menpora dengan menendang bola, sesaat sebelum dua kesebelasan perwakilan dua ponpes bertanding di Stadion Bathoro Katong, Kota Ponorogo.

“Harapan terbesar ke depan akan ada klub sepak bola besar dari kalangan pondok pesantren yang bisa bertanding melawan klub-klub nasional, bahkan internasional,” kata Menpora Imam Nahrowi usai peresmian LSN di Stadion Bathoro Katong, Ponorogo.

Seremoni peresmian liga santri nusantara yang baru pertama diselenggarakan tersebut berlangsung meriah.

Selain peserta turnamen dari puluhan kesebelasan, ribuan santri dan warga bertepuk riuh begitu Menpora Imam Nahrawi menendang bola tanda turnamen LSN resmi dibuka/dimulai.

Tampak hadir dalam pembukaan LSN tersebut, Bupati Ponorogo Ipong Muklissoni, Dandim 0802 Letnan Kolonel Infantri Slamet Sarjianto dan Waka Polres Ponorogo Kompol Saswito.

Nahrawi menjelaskan, LSN secara nasional diikuti oleh 1.024 pondok pesantren se-Indonesia.

Namun untuk region I Jawa Timur yang memperebutkan piala Bupati Ponorogo, kata dia, LSN diikuti oleh 33 pondok pesantren dari tujuh kabupaten, yakni Kabupaten Ponorogo, Pacitan, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Ngawi dan Trenggalek.

Dalam pidato sambutannya, Menpora Imam Nahrowi berjanji akan memberikan fasilitas dalam pembinaan olahraga di seluruh Indonesia, tak terkecuali pembinaan olahraga di dunia pondok pesantren.

Menpora mengingatkan, selama ini banyak pemain sepak bola nasional yang berasal dari pondok pesantren, salah satunya Imam Bustomi.

Untuk itu, dengan digelarnya turnamen sepak bola Liga Santri Nusantara tahun 2016 diharapkan akan lahir pemain-pemain sepak bola baru yang handal dari kalangan pondok pesantren.

“Karena itu kami meminta kepada semua orang tua untuk mendidik anaknya bermain sepak bola,” ujarnya.

Sementara, Bupati Ipong Muklisoni mengatakan ada potensi besar di Kabupaten Ponorogo untuk pembinaan olahraga di lingkup pondok pesantren.

Sebab menurut dia, di Ponorogo ada lebih dari 200 pondok pesantren.

Namun karena keterbatasan waktu dan lainnya maka yang ikut Liga Santri Nusantara di Ponorogo belum mencakup semua, katanya.

“Meski hanya sebagian kecil pondok pesantren yang mengikuti Liga Santri Nusantara ini saya berharap mereka bisa memiliki semangat yang tinggi,” kata Ipong. (RAPP002/ant)

Permalink ke Kompetisi Surfing Sukses, SBY Sarankan Pacitan Bangun Tourism Center
Headline, Olahraga

Kompetisi Surfing Sukses, SBY Sarankan Pacitan Bangun Tourism Center

SBY bersama para pemenang lomba surfing divisi wanita. (Foto: ASC Media-Hain/Pemburu Ombak)

SBY bersama para pemenang lomba surfing divisi wanita. (Foto: ASC Media-Hain/Pemburu Ombak)

Pacitanku.com, PACITAN – Suksesnya penyelenggaraan kompetisi surfing Hello Pacitan 2016 Asian Surfing Championship (ASC) 2016 tak pelak mengangkat olahraga dan pariwisata di Pacitan, khususnya selancar. Sehingga untuk mendorong pengembangan olahraga dna pariwisata, perlu dilakukan beberapa terobosan.

Salah satu yang perlu dikembangkan adalah kerjasama antara semua pihak untuk terus mengembangkan kawasan wisata di Pacitan. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mengunjungi gelaran Hello Pacitan 2016 Jumat pekan lalu.

SBY bahkan berharap kompetisi olahraga pariwisata terus dikembangkan di Pacitan. ‘’Saya harap pemerintah daerah dan semua pihak terkait ikut mendorong agar suatu saat kawasan ini (Pancer Door) menjadi kawasan untuk olahraga surfing,’’ jelasnya.

Dikatakan SBY, kawasan pantai Pancer memiliki panorama yang indah. Ada sungai, bukit, laut, dan pasir putih. Agar magnet objek wisata tersebut makin kuat, SBY meminta kepada pemkab memperhatikan fasilitas dan infrastruktur pendukung. ‘’Yang tidak kalah penting adalah membangun tourism center. Agar bagaimana bisa menarik sebanyak mungkin pengunjung ke Pacitan,’’ tandas pria yang sudah mendapatkan gelar Doctor HC puluhan kali tersebut.

Melihat potensi pantai yang dimiliki Pacitan, SBY menilai banyak potensi yang bisa diciptakan. Sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. ‘’Khusus olahraga surfing,bisa jadi andalan kita jika dilombakan dalam olimpiade. Jadi bukan hanya bulutangkis saja,’’ katanya.

Dalam gelaran Hello Pacitan tersebut, Atlet surfing dari Bali, Raditya Rondi, menjadi juara pertama di Asian Surfing Championship (ASC) kategori putra. Sebelumnya, juara Asian Surfing Championship kategori putri, juara pertama diraih Rina Kitazawa asal Jepang. Juara kedua diraih Taina Izquierdo yang merupakan atlet blesteran Indonesia dan Amerika Serikat, sedang di posisi ketiga yaitu Kailani Johnsonos dan Puanani Johnsonos yang merupakan atlet blesteran Indonesia dan Amerika Serikat. (RAPP002)

Permalink ke Surfer Asal Bali Juara Hello Pacitan 2016
Headline, Olahraga

Surfer Asal Bali Juara Hello Pacitan 2016

Aksi surfer Raditya Rondi yang membuat dirinya jadi juara Hello Pacitan 2016

Aksi surfer Raditya Rondi yang membuat dirinya jadi juara Hello Pacitan 2016

Pacitanku.com, PACITAN – Kompetisi surfing internasional Hello Pacitan 2016 Flaming of the Sea telah usai, Sabtu (20/8/2016). Atlet surfing dari Bali, Raditya Rondi, menjadi juara pertama di Asian Surfing Championship (ASC) kategori putra.

Atlet surfing dari Bali tersebut memenangi kompetisi itu setelah mengalahkan sekitar 25 peserta dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, Kanada, dan lainnya. Selain Raditya Rondi, untuk posisi kedua yaitu ada peselancar asal Jepang, Rio Wada dan juara ketiga ada dua orang yaitu Dede Suryana dari Jawa Barat serta Darmaya Bleronk asal Bali.

Raditya Rondi yang unggul diatas super grom yang baru saja kembali dari California dan memenangkan kompetisi Young Guns Rio Waida di babak final. Dengan kemenangan yang ia raih, Raditya berhak mengantongi uang tunai senilai Rp 15 juta.

Pertarungan Raditya Rondi dan Rio Waida berlangsung sengit, dimana keduanya sama sama saling berkejaran mencetak skor dan sama sama kuat. Rio sempat lebih unggul dari Rondi di beberapa menit heat, namun dengan usaha keras, akhirnya Rondi mencoba membaca dan mengambil ombak dan mencetak skor lebih unggul dari Rio Waida.

Rondi sendiri mengaku tidak menyangka jika ia keluar sebagai pemenang, melihat Rio Waida surfing sangat baik hari ini. Kemudian juga keduanya tidak bisa mendengar dengan jelas skor yang mereka dapat karena riuhnya suara angin dan ombak. Ketika ditanya tentang Pancer dor Pacitan, Rondi mengungkapkan bahwa ia sangat menyukai ombak disini. Benar benar ombak lefthander yang sempurna menurutnya.

Total peserta keseluruhan yang ikut dalam kompetisi ini yakni 8 wanita dari negara Indonesia, Jepang, Taiwan dan Argentina. Sedangkan untuk divisi pria diikuti oleh 32 kompetitor yang berasal dari Taiwan, Prancis dan Indonesia. Dengan total hadiah 25 juta untuk divisi wanita dan 50 juta rupiah untuk divisi pria.

Sebelumnya, juara Asian Surfing Championship kategori putri, juara pertama diraih Rina Kitazawa asal Jepang. Juara kedua diraih Taina Izquierdo yang merupakan atlet blesteran Indonesia dan Amerika Serikat, sedang di posisi ketiga yaitu Kailani Johnsonos dan Puanani Johnsonos yang merupakan atlet blesteran Indonesia dan Amerika Serikat.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pacitan, Wasi Prayitno, mengatakan seluruh agenda di Hello Pacitan 2016 sudah usai. Di kegiatan kompetisi surfing, ada tiga putra dari Tanah Air yang menorehkan prestasi sebagai atlet surfing terbaik di ajang ASC.

Dia mengatakan seluruh surfer atau peselancar telah mengikuti berbagai tantangan dari panitia. Mereka juga telah mencicipi ombak di pantai Pancer Door dengan menggunakan papan selancar mereka.

Dalam event yang mempertandingkan grade II divisi pria dan grade I divisi wanita tersebut peselancar dari tanah air mampu bersaing dengan peselancar mancanegara. Terbukti, di kategori surfing grade II divisi wanita open championship didominasi peselancar blasteran Indonesia. Dimana Taina Izquierdo yang berasal dari Bali mampu merebut juara kedua setelah mampu menaklukan surfer girl bersaudara Puani dan Kailani Johnson yang memiliki darah Indonesia-Amerika Serikat.

Hasil lengkap Hello Pacitan 2016

ASC Men’s Open Division

  1. Raditya Rondi (Bali)
  2. Rio Waida (Indo/Japan)
  3. Equal 3rd Place: Dede Suryana (West Java) and Made Darmayasa (Bali)

ASC Women’s Division

  1. Rina Kitazawa (Japan)
  2. Taina Izquierdo (Indo/USA)
  3. Equal 3rd Place: Puanani  Johnson (Indo/USA) and Kailani Johnson (Indo/USA)
Permalink ke SBY Apresiasi Kompetisi Surfing ASC Hello Pacitan 2016
Berita SBY, Headline, Olahraga

SBY Apresiasi Kompetisi Surfing ASC Hello Pacitan 2016

SBY bersama para pemenang lomba surfing divisi wanita. (Foto: ASC Media-Hain/Pemburu Ombak)

SBY bersama para pemenang lomba surfing divisi wanita. (Foto: ASC Media-Hain/Pemburu Ombak)

Pacitanku.com, PACITAN – Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengapresiasi digelarnya agenda kompetisi surfing ASC Hello Pacitan 2016 “Flaming of The Sea” yang digelar sejak Rabu (17/8/2016) lalu dan berakhir Minggu (21/8/2016) besok.

Hal tersebut diutarakan SBY saat bertemu dengan ketua ASC Tim Hain, Jumat (20/8/2016) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, SBY SBY juga mendapatkan kehormatan untuk menyerahkan trophi kepada pemenang divisi wanita, Rina Kitazawa dari Jepang. “Terimakasih telah mendukung surfing asia, terutama Indonesia serta menggelar berbagai kompetisi berrtaraf Internasional di Indonesia,”ujar pria kelahiran Tremas, Arjosari, 9 September 1949 ini.

Dalam pertemuan dengan SBY tersebut, Kepala Juri Hello Pacitan 2016, Made Sudiarta menjelaskan kepada SBY bahwa prestasi surfer surfer Indonesia juga telah sampai ke tingkat Internasional. Seperti yang baru baru ini diraih Rio Waida dalam memenangkan kompetisi Young Guns 2016. “Indonesia akan mempersiapkan surfer terbaik untuk Olimpiade tahun 2020 nanti di Tokyo,”katanya, sebagaimana dilansir dari laman Pemburuombak.com.

Usai menyerahkan penghargaan pemenang divisi wanita, SBY sempat menyaksikan beberapa heat atau aksi para peselancar kelas dunia dalam menaklukkan ombak Pantai Pancer.

Di hari Jumat tersebut, para kompetitor di divisi pria yang masih bertahan, tentunya masih antusias dalam bertanding di hari ketiga kompetsi Internasional yang menyenangkan ini.

Raditya Rondi yang baru saja memenangkan kompetisi ASC di Taiwan berhasil tampil baik dan menempatkannya di bangku Quarterfinal. Begitu juga top rank surf no 1 ASC Dede Suryana yang berhasil tampil memukau di hari itu dan mendapatkan bangku untuk melaju di babak perempat final. Beberapa nama lainnya seperti surf legend asal Bali Rizal Tandjung juga masuk ke babak perempat final dan akan berhadapan dengan surfer muda bertalenta Rio Waida.