Kategori: News

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Dirapel, THR dan Gaji ke-13 PNS, TNI dan Polri Cair Bulan Juni
Headline, Nusantara

Dirapel, THR dan Gaji ke-13 PNS, TNI dan Polri Cair Bulan Juni

Pacitanku.com, JAKARTA – Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta anggota TNI/Polri akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 tahun ini. Pemerintah telah menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai landasan untuk penyaluran THR dan gaji ke-13, dan kini tengah menunggu arahan dari Presiden untuk penetapannya.

“PP-nya tinggal nunggu arahan Presiden,” kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/5/2017) kemarin.

Askolani mengatakan bahwa kedua insentif tersebut bakal dicairkan pada waktu yang tidak bersamaan, namun pada bulan yang sama, yakni Juni.

Hal itu dikarenakan hari raya Lebaran bakal jatuh pada Juni, dan tahun ajaran baru bakal dimulai pada Juli.”Ya nanti lihat jadwalnya. Satu, lihat jadwalnya, nanti lihat uangnya. Kan sesuai dengan ketentuan. Insya Allah sama-sama bulan Juni. Juli kan anak sekolah kan? Jadi bulannya bisa sama, cuma mungkin waktunya beda. Yang pasti THR sebelum lebaran, kalau 13 sebelum anak sekolah,” jelasnya.

Walaupun meski tidak menyebutkan berapa nominal anggaran pasti yang disiapkan untuk pencairan gaji ke-13 dan THR tahun ini, Askolani mengaku jumlahnya tidak akan jauh berbeda dengan penerapan tahun lalu.




Sebagaimana diketahui, THR memang baru ada sejak tahun lalu. Ini merupakan pengganti dari tidak adanya kenaikan gaji PNS yang biasanya terjadi setiap tahun. Sementara untuk gaji ke-13, nilainya bisa jauh lebih besar.

Selain gaji pokok, maka PNS juga mendapatkan tunjangan keluarga dan tunjangan umum/tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja. Hal ini tidak terlepas dari fungsi diberikannya gaji ke -13, yaitu membantu PNS untuk bisa mencukupi kebutuhan di tahun ajaran baru anak sekolah. (RAPP002)

Permalink ke Bupati Pacitan Resmikan Kampung KB Tingkat Kabupaten
Headline, Pemerintahan

Bupati Pacitan Resmikan Kampung KB Tingkat Kabupaten

Bupati Pacitan saat mencanangkan Kampung KB tingkat Kabupaten di Pringkuku.

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM resmi membuka kampung Keluarga Berencana (KB) tingkat Kabupaten pada Senin (22/5/2017) di Dusun Gesingan, Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku. Pencanangan Kampung KB dibuka dengan ditandai pemukulan gong oleh Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati Indartato berharap dengan adanya kampung KB tingkat Kabupaten tersebut, kesejahteraan masyarakat Pacitan lebih meningkat. “Mohon dukunganya untuk pencanangan program KB karena dalam program Kampung KB ini termasuk sukses karena kerjasama kita semua, dengan KB hidup bisa lebih sejahtera,”katanya.

Sementara, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur Kushendarwito dalam sambutannya mengatakan bahwa adanya kampung KB tersebut dicanangkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.“Kampung KB ini dicanangkan langsung oleh Bapak presiden joko widodo karena program KB termasuk dalam program nawacita,”ujarnya.




Untuk itu, dia berharap kepada masyarakat Pacitan untuk memanfaatkan keberadaan kampung KB tersebut untuk pengurusan administrasi kependudukan. “Apabila ada warga yang belum mempunyai akte kelahiran di gratiskan untuk pengurusan akte kelahiran,”tukasnya.

Turut hadir dalam pencanangan kampung KB yang dihadiri 900 warga tersebut, Kushendarwito kepala BKKBN Jatim, Bupati Pacitan Indartato bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luky Tribaskorowati Indartato. Selain itu turut hadir juga Sekretaris Daerah Pacitan Suko Wiyono bersama Betty Suko Wiyono, Trihariadi Hendra Purwaka Kepala Badan Keluarga Berencana dan Perberdayaan Perempuan Kabupaten Pacitan.

Sebagai informasi, Pemkab Pacitan menargetkan mampu membangun Kampung KB pada 2017 di masing-masing kecamatan, sebagai upaya menekan angka pertumbuhan penduduk.

Trihariadi Hendra Purwaka mengatakan bahwa pembangunan Kampung KB ini akan tersebar pada setiap kecamatan.“Masing-masing Kecamatan membentuk satu Kampung KB yang bertujuan melakukan berbagai langkah penguatan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga yang benar-benar memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target, serta penguatan kegiatan-kegiatan prioritas secara komprehensif dan berkelanjutan diseluruh tingkatan wilayah,”katanya.

Kontributor: Sarwono
Editor: Dwi Purnawan

Permalink ke Harkitnas, Pemerintah Akui Masih Ada Kesenjangan Pembangunan
Headline, Pemerintahan

Harkitnas, Pemerintah Akui Masih Ada Kesenjangan Pembangunan

Peringatan Harkitnas di Pacitan.

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah mengakui bahwa kesenjangan pembangunan masih menjadi kendala dalam pemerataan pembangunan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Bupati Pacitan Indartato saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 109 pada Senin (22/5/2017) di halaman Pendopo Kabupaten Pacitan.

“Pada awal tahun 2017 angkanya mambaik dibanding tahun sebelumnya koefisien Nisbah Gini atau Gini Ratio yang merupakan ukuran kesenjangan distribusi pendapatan dan kekayaan penduduk masih sekitar 40 %, untuk itu bapak Presiden meminta kepada penyelenggara negara untuk bekerja keras menurunkan indek kesenjangan tersebut melalui langkah yang multidimensi,”katanya.

Lebih lanjut, Indartato mengungkapkan bahwa masalah kesenjangan bukan masalah bangsa Indonesia, melainkan negara maju masih berkutat pada masalah kesenjangan.

“Beberapa negara bahkan mencatat kesenjangan ada yang lebih tinggi dibanding Indonesia namun bagi kita mewujutkan pemerataan yang berkeadilan sosial adalah juga menjadi penghirmatan terhadap cita – cita peletak dasar bangunan kebangsaan yang menginginkan tidak ada jurang yang membatasi penyebaran kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,”jelasnya.




Menurutnya, dengan momentum kebangkitan nasioanal, hanya akan berarti apabila tidak ada satu anak bangsa yang tercecer dalam gerbong kebangkitan tersebut. “Pemerintah berupaya miningkatkan kesejahteraan dengan membangun listrik di 2500 Desa yang belum mendapat aliran listrik, pembangunan jalan trans Papua yang dicoba langsung olah Presiden Joko Widodo dari 4.300 KM  yang ditargetkan sudah dibuka 3.800 km,”pungkasnya.

Dalam kesempatan upacara tersebut, bertindak sebagai Pemimpin Upacara adalah Kapten Infanteri Agus Setyawan dan Komandan Upacara Kapten Infanteri Dadut S dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0801 Pacitan.

Adapun dalam upacara Harkitnas yang diikuti 200 peserta tersebut, terdiri dari dari skesatuan TNI Kodim Pacitan, jajaran Polres Pacitan, jajaran Satpol PP, Korpri, organisasi pemuda, pelajar dan Pramuka.

Turut hadir dalam kesempatan itu Bupati Indartato, Wakil Bupati Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono, Ketua DPRD Ronny Wahyono, Kalandri Dwiyanto, Kepala Kemenag Nurul Huda, pimpinan TNI-POLRI serta tokokh agama dan tokoh masyarakat di Pacitan.

Kontributor: Sarwono
Editor: Dwi Purnawan

 

Permalink ke Kepala Bakesbangpol Pacitan: Jangan Sampai Negara Terkotak-kotak Karena Perbedaan Politik
Headline, Politik

Kepala Bakesbangpol Pacitan: Jangan Sampai Negara Terkotak-kotak Karena Perbedaan Politik

Suharyanto Kepala Bakesbangpol Pacitan.

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pacitan Suharyanto berharap suasana dan suhu politik di Indonesia aman dan terkendali.

Hal itu diungkapkan Suharyanto saat memberikan pemaparan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Amanat Nasional yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kabupaten Pacitan, Minggu (21/5/2017) di Pacitan.

“Kita ketahui bersama akhir-akhir ini situasi nasional negara kita sangat memprihatinkan, mari kita bersama sama ikut menciptakan situasi yang aman mulai dari tingkat daerah dengan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945, jangan sampai negara kita terkotak kotak hanya perbedaan berpolitik,”katanya.




Lebih lanjut Suharyanto mengungkapkan bahwa tujuan berpolitik melalui Partai Politik (Parpol) adalah terkait hajat hidup orang banyak. Dia menyebut bahwa dalam berbagai wacana selalu terungkap bahwa telah menjadi kesepakatan bangsa adanya 4 pilar antara lain Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Pancasila mengandung konsep yang sangat esensial dan merupakan pendukung serta pengikat pilar-pilar lainnya, makna pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan, pilar memiliki peran yang sentral dan menentukan karena bila pilar ini tidak kokoh atau rapuh akan berakibat robohnya suatu bangunan sama halnya seperti bangsa kita ini,”pungkasnya.

Dalam kegiatan dengan tema ” Menguatkan Jati Diri Kader Menuju Sukses 2019” diikuti sekitar 70 peserta. Hadir dalam agenda tersebut Basuki Babussalam (Sekretaris DPW PAN Jatim/ Anggota DPRD Provinsi Jatim), Mulyadi (Wakil Ketua Bidang Pengkaderan DPW PAN Jatim), Suhariyanto Kepala Kesbangpol Pacitan, Arsyad Widi Setyawan Sekretaris DPC Partai Hanura Pacitan, serta pengurus DPD PAN Pacitan.

Selain itu, turut hadir pula masing-masing Ketua DPC PAN di wilayah Pacitan, yaitu Ketua DPC PAN Kecamatan Pacitan Kuswaji, Ketua DPC PAN Pringkuku Sunaryo, Ketua DPC PAN Punung Yuga Tamtama Pamungkas, Ketua DPC PAN Donorojo Kasirin, Ketua DPC PAN Bandar Al Umun, Ketua DPC PAN Nawangan Sunarso, Ketua DPC PAN Arjosari Karyono, Ketua DPC PAN Tegalombo Ismail, Ketua DPC PAN Kebonagung Selamet Riyanto, Ketua DPC PAN Tulakan Soimun, Ketua DPC PAN Ngadirojo Dwi Hartanto dan Ketua DPC PAN Sudimoro Agus.

Kontributro: Sarwono
Editor: Dwi Purnawan

Permalink ke Kader PAN Pacitan Diminta Perkuat Hubungan Batin dengan Masyarakat
Headline, Politik

Kader PAN Pacitan Diminta Perkuat Hubungan Batin dengan Masyarakat

DPD PAN Pacitan menggelar Rakerda dan Pelantikan pengurus DPC di Pacitan.

Pacitanku.com, PACITAN – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pacitan Suwandi Iwan Suhendra meminta seluruh kader PAN di wilayah Pacitan untuk selalu terjun ke masyarakat.

“Mari kita rebut kepercayaan masyarakat kembali demi kemajuan Partai, jangan sampai kita akan ditinggalkan masyarakat karena kurang peka dan peduli, mari kita tangkap aspirasi masyarakat sekitar demi terciptanya hubungan batin antara masyarakat dengan PAN,”katanya saat memberikan arahan dalam Pelantikan pengurus DPC dan Rakerda PAN Pacitan pada Minggu (21/5/2017) di Hotel dan Resto Kampung Pacitan, Jalan Wage Rudolf Supratman Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan

Lebih lanjut, Suwandi mengatakan bahwa para pengurus diminta untuk terus meningktakan krja dengan semangat rawe-rawe rantas malang-malang putung. “Perolehan PAN pada Pemilu di Kabupaten Pacitan masih sangat rendah bahkan hanya memperoleh dua kursi DPRD, harapan kami melauli Rakerda akan bisa menata kembali AD ART untuk menghadapi Pemilu di tahun 2019,”tukasya.




Sementara, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Timur, Basuki Babussalam dalam sambutanya berharap momen Rakerda menjadi langkah awal kemajuan PAN di Pacitan.“Mari dengan adanya Rakerda ini kita tata kembali barisan kita dan kita maksimalkan kinerja kita demi kemajuan PAN di Pacitan dan seluruh Indonesia,”tandas anggota DPRD Provinsi Jatim ini.

Dalam kegiatan dengan tema ” Menguatkan Jati Diri Kader Menuju Sukses 2019” diikuti sekitar 70 peserta. Turut hadir dalam agenda tersebut Basuki Babussalam (Sekretaris DPW PAN Jatim/ Anggota DPRD Provinsi Jatim), Mulyadi (Wakil Ketua Bidang Pengkaderan DPW PAN Jatim), Suhariyanto Kepala Kesbangpol Pacitan, Arsyad Widi Setyawan Sekretaris DPC Partai Hanura Pacitan, serta pengurus DPD PAN Pacitan.

Selain itu, turut hadir pula masing-masing Ketua DPC PAN di wilayah Pacitan, yaitu Ketua DPC PAN Kecamatan Pacitan Kuswaji, Ketua DPC PAN Pringkuku Sunaryo, Ketua DPC PAN Punung Yuga Tamtama Pamungkas, Ketua DPC PAN Donorojo Kasirin, Ketua DPC PAN Bandar Al Umun, Ketua DPC PAN Nawangan Sunarso, Ketua DPC PAN Arjosari Karyono, Ketua DPC PAN Tegalombo Ismail, Ketua DPC PAN Kebonagung Selamet Riyanto, Ketua DPC PAN Tulakan Soimun, Ketua DPC PAN Ngadirojo Dwi Hartanto dan Ketua DPC PAN Sudimoro Agus.

Kontributro: Sarwono
Editor: Dwi Purnawan

 

 

Permalink ke Waduh, 450 Warga Meninggal di Ngadirojo Masih Tercatat di Disdukcapil Pacitan
Headline, Pemerintahan

Waduh, 450 Warga Meninggal di Ngadirojo Masih Tercatat di Disdukcapil Pacitan

E-KTP Pacitan (Foto : DOk.Pacitanku)

E-KTP Pacitan (Foto : DOk.Pacitanku)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Data fiktif mungkin bisa jadi salah satu faktor penyebab jumlah penduduk Indonesia tembus dua ratusan juta. Seperti yang terdata di Kabupaten Pacitan. Ratusan warga Kecamatan Ngadirojo, ternyata berstatus fiktif.

Sedikitnya 450 warga dari 18 desa yang sudah meninggal  nyatanya masih tercatat di data kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) pemkab setempat. Ini lantaran belum adanya akta kematian yang dijadikan dasar pencoretan data penduduk.

Ironisnya, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak empat terakhir. Jika tidak segera dilakukan validasi, dikhawatirkan data fiktif tersebut bisa memicu masalah dikemudian hari.

‘’Pihak kecamatan sudah melaporkan temuan tersebut ke Disdukcapil, namun belum ada tindak lanjut,’’ ungkap Camat Ngadirojo, Gunawan, baru-baru ini.




Ia mengatakan, tidak validnya data kependudukan di Kecamatan Ngadirojo berlangsung sejak thun 2013 lalu. Semula jumlahnya hanya puluhan, namun karena tidak segera dilakukan validasi bertambah hingga mencapai 450.

‘’Memang betul, Disdukcapil sendiri tidak berani mencoret, karena akta kematian sebagai dasar untuk pencoretan itu tidak ada,’’ terangnya.

Jika data kependudukan di Ngadirojo tidak segera dikoreksi, Gunawan khawatir akan menimbulkan masalah kependudukan di wilayahnya. Yang paling rawan, munculnya DPT fiktif pada gelaran pilkada pada 2018 mendatang.

Namun, data penduduk fiktif tersebut tidak mempengaruhi urusan penyaluran bantuan.  Sebab, sejauh ini, data yang digunakan untuk sejumlah program bantuan seperti Grindulu Mapan menggunakan data tersendiri.

‘’Yang paling rawan, ya munculnya DPT fiktif itu. Kalau soal bantuan, tidak berdampak karena datanya berbeda,’’ ujarnya.

Gunawan menyebut, kesadaran masyarakat juga jadi biang tidak validnya data kependudukan. Masih banyak warga kecamatannya yang enggan mengurus akta kematian.

Akta tersebut baru diurus jika keluarga ahli waris membutuhkannya sebagai persyaratan dalam urusan tertentu. Misalnya, pengurusan hak waris, atau sebagai syarat pendaftaran di institusi militer.

‘’Kami akui kesadaran masyarakat memang masih kurang dalam mengurus akta kematian. Kami sudah berkoordinasi dengan Disdukcapil mengenai hal itu,’’ katanya.

Terpisah, ketika berusaha dikonfirmasi melalui telepon, Kepala Disdukcapil, Muhammad Fathony, yang saat ini tengah berada di Gorontalo, tidak menjawab. Begitu pula dengan Kabid Perkembangan Kependudukan Disdukcapil, Ari Januarsih.

Sumber: Jawa Pos Radar Madiun