Kategori: News

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Gelar Lomba Dai Cilik, Cara Jitu Polres Pacitan Cegah Peredaran Narkoba
Headline, Pacitan News

Gelar Lomba Dai Cilik, Cara Jitu Polres Pacitan Cegah Peredaran Narkoba

Polres Pacitan menggelar lomba dai cilik. (Foto: Humas Polres Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Jajaran Kepolisian Resor Pacitan terus melakukan sosialisasi pencegahan terhadap penyalahgunaan Narkoba sejak dini, salah satunya dengan menggelar lomba dai cilik bertema “Perang Lawan Narkoba” yang digelar di gedung graha Bhayangkara Polres Pacitan Selasa (21/3/2017) kemarin.

Kepala Satuan Narkoba Polres Pacitan, Ajun Komisaris Polisi Muhammad Agung Purnomo, dalam keterangannya sebagaimana dikutip laman Polres Pacitan, mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka kampanye bersama sama memerangi penyalahgunaan Narkoba yang saat ini sudah mulai merajalela dengan korban anak-anak dan remaja.

“Semua peserta yang rata rata masih duduk di tingkat SD ini diberikan waktu sekitar 7 menit untuk menyampaikan tausiyah dan himbauan di depan para juri dan peserta lainnya, “tandasnya.

Dikatakan Agung, saat ini peredaran narkoba sudah merambah ke kalangan anak-anak harus dilakukan pencegahannya dengan pemahaman bahaya Narkoba sejak dini. Mereka adalah generasi masa depan yang akan menjadi penerus bangsa yang anti Narkoba.




Selain itu, Kasat Narkoba juga berharap agar semua kalangan termasuk orang tua untuk terus memantau pergaulan anak anaknya dan mengarahkan pada kegiatan positif sehingga terhindar dari pengaruh narkoba.

“Dengan kegiatan ini kami berharap semua lapisan mendukung perang melawan narkoba, karena generasi muda adalah harapan bangsa, untuk itu alangkah baiknya untuk diperkenalkan bahayanya narkoba jangan sampai terjerumus sebagai pengguna dan korban dari bahaya narkoba,” ujarnya lagi.

Hingga akhir kegiatan selesai, pada ahirnya dari 12 peserta diperoleh juara pertama lomba Dai Cilik yang berhasil disabet Dai cilik dari perwakilan kecamatan Arjosari.

Pada acara penyerahan piala dan hadiah uang pembinaan diberikan langsung oleh Kapolres Pacitan AKBP Suhandana Cakrawijaya SIK untuk juara pertama. Juara kedua diberikan oleh Wakapolres Pacitan dan juara ketiga oleh Kasat Narkoba Polres Pacitan.

 

Permalink ke La Nyalla Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim
Headline, Jatim

La Nyalla Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim

Pacitanku.com, SURABAYA — La Nyalla Mahmud Mattalitti terpilih secara aklamasi memimpin Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Jawa Timur periode 2017-2022 pada Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-7 di Surabaya, Selasa.

“Kami meminta Bapak La Nyalla kembali memimpin MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur,” ujar Ketua MPC Kabupaten Pacitan, Heriawan, yang ditunjuk mewakili 38 MPC se-Jatim pada sidang pleno di Hotel Alana Surabaya.

Meski tidak mencalonkan diri dan berkomitmen memberi kesempatan kader PP menggantikan posisinya, tetapi peserta muswil sepakat meminta La Nyalla menjabat untuk periode berikutnya.

Di sela acara, pimpinan sidang Wardy Siagian kemudian menunda sidang untuk memberi kesempatan perwakilan Majelis Pimpinan Nasional (MPN) PP Gunung Hutapea mengkonfirmasi La Nyalla melalui telepon tentang permintaan seluruh MPC, karena yang bersangkutan tengah mengantar Ketua MPN Japto Soerjosoemarmo ke Bandara Juanda.

“Prinsipnya, beliau berterima kasih kepada seluruh MPC selaku utusan seluruh dan beliau bersedia menerima amanah yang diberikan seluruh kader Pemuda Pancasila Jatim,” ucapnya di hadapan seluruh peserta muswil.




La Nyalla ketika dikonfirmasi di arena muswil mengaku berterima kasih kepada MPC se-Jatim yang telah membebankan jabatan tersebut dan berharap ke depan pengurus maupun kader bekerja dengan tekad kuat serta rasa ikhlas.”Saya mengingatkan diri saya sendiri dan semua pengurus MPW PP Jatim bekerja tekad kuat dan rasa ikhlas karena tanpa itu semua tidak akan pernah mencapai tujuan hakiki,” katanya.

Mantan ketua umum PSSI tersebut mengaku sebenarnya sudah pamit mau pensiun untuk mengurus PP karena masih banyak kader yang berkualitas memimpin organisasi ke depannya.”Tapi apa daya saya tidak mengelak karena MPC membebankan kepada saya memimpin PP Jatim. Sebenarnya masih banyak kader PP lain, tapi berhubung mereka belum ditoleh MPC, saya harap bersabar dulu,” katanya.

Sementara itu, usai pelaksanaan muswil, bertempat di Jatim Ekspo Internasional Surabaya langsung dilakukan pelantikan pengurus baru oleh wakil ketua umum MPN PP Frederik Batong yang disaksikan ratusan kadernya se-Jatim. (RAPP002/ant)

Permalink ke Hore, Pemerintah Tambah 1 Hari Libur dan 2 Hari Cuti Bersama
Headline, Nusantara

Hore, Pemerintah Tambah 1 Hari Libur dan 2 Hari Cuti Bersama

Pacitanku.com, JAKARTA – Pemerintah RI merevisi hari libur nasional yang tadinya hanya 14 hari menjadi 15 hari. Pemerintah menambah satu hari libur nasional yakni pada tanggal 1 Juni yang merupakan Hari Lahir Pancasila.

Selain tu, waktu cuti bersama yang sebelumnya hanya ditetapkan empat hari juga ditambah menjadi enam hari. Tambahan cuti bersama meliputi tanggal 2 Januari 2017, dan perubahan cuti bersama Idul Fitri 1438 H. yang semula 23,27,28 Juni 2017 menjadi 27,28,29,30 Juni 2017.

Revisi tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden No. 24/2016 yang menetapkan tanggal 1 Juni yang merupakan Hari Lahir Pancasila sebagai hari libur nasional.

Pemerintah merevisi hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2017 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) No. 684 Tahun 2016, No. 302 Tahun 2016, Nomor SKB/02/MENPAN-RB//11/2016.




SKB tersebut ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri pada 21 November silam. SKB perubahan ini merevisi SKB yang sudah ditandatangani ketiga menteri pada 14 April 2016.

Ini Rincian libur nasional tahun 2017 :

– Minggu, 1 Januari, Tahun Baru Masehi

– Sabtu, 28 Januari, Tahun Baru Imlek 2568 Kongzili

– Selasa, 28 Maret, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939

– Jumat, 14 April, Wafat Isa Al Masih

– Senin, 24 April, Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

– Senin, 1 Mei, Hari Buruh Internasional

– Kamis, 11 Mei, Hari Raya Waisak 2561

– Kamis, 25 Mei, Kenaikan Isa Al Masih

– Kamis, 1 Juni, Hari Lahir Pancasila

– Minggu-Senin, 25-26 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah

– Kamis, 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

– Jumat, 1 September, Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah

– Kamis, 21 September, Tahun Baru Islam 1439 Hijriah

– Jumat, 1 Desember, Maulid Nabi Muhammad SAW

– Senin, 25 Desember, Hari Raya Natal

Rincian cuti bersama tahun 2017:

– Senin, 2 Januari, Tahun Baru 2017 Masehi

– Selasa-Jumat, 27-30 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah

– Selasa, 26 Desember, Hari Raya Natal

Permalink ke Ini Harapan Indartato di HUT ke-67 Satpol PP
Headline, Pacitan News

Ini Harapan Indartato di HUT ke-67 Satpol PP

Indartato saat memberikan sambutan dalam HUT Satpol PP, Jumat kemarin. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM berharap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk tanggap dan bereaksi cepat dalam melayani masyarakat. Selain itu, Indartato juga berharap Satpol PP selalu peka terhadap perubahan sosial, sehingga lebih siap dalam mengantisipasi dampaknya.

“Kami juga berharap Satpol PP selalu bangga dan menjunjung tinggi kehormatan sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara, dan Membuka ruang dialog kepada seluruh lapisan masyarakat atas kebijakan-kebijakan yang hendak diambil dengan tetap memegang teguh peraturan perundangan-undangan yang berlaku,” kata Indartato saat upacara peringatan HUT Satpol PP ke-67, Hari Ulang tahun LINMAS ke-55, HUT Pemadam Kebakaran ke-98 dan HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia ke-43 Tahun 2017 di halaman pendopo kabupaten, Jum’at (17/3/2017) kemarin.




Dalam kesempatan itu, Indartato mengatakan, dengan dimasukkannya urusan ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat dalam urusan wajib Pemerintahan, maka urusan tersebut berkaitan dengan pelayanan dasar dan sejajar dengan lima urusan dasar lainnya.

 “Yakni urusan pendidikan kesehatan, pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan pemukiman, serta urusan sosial,” katanya.

Sehingga konsekuensi logisnya, kata Indartato, organisasi yang menanganinya harus benar-benar profesional, dan memenuhi kriteria standar pelayanan minimal. Sehingga agar masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan yang maksimal atas urusan wajib yang harus dilaksanakan pemerintah daerah.

Sebagai urusan wajib yang harus dilaksanakan pemerintah daerah, keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja dirancang untuk menegakkan peraturan daerah, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman, serta menyelenggarakan perlindungan masyarakat.

“Dengan demikian, secara filosofis keberadaannya sangat penting dan strategis, bagi jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di daerah,”katanya lagi.

Peringatan HUT Satpol PP ini sendiri mengambil tema Peningkatan Peran Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat Dalam Menjaga Kemajemukan Masyarakat di Daerah. “Didalamnya mengandung pesan moral, bahwa dalam masyarakat yang majemuk, persatuan dan kesatuan harus dijaga. Sehingga terhindar dari hal-hal yang dapat memecah belah kehidupan masyarakat,”ungkap Indartato.

Sedangkan terkait dengan peringatan HUT Persatuan Perawat Nasional ke-43, Indartato berharap kepada seluruh tenaga perawat dimanapun mereka bertugas, agar dalam menjalankan tugas kesehariannya. Mulai dari tindakan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

Sebelum pelaksanaan upacara digelar lomba defile. Keluar sebagai pemenang adalah regu gabungan dari Dinsosnakertrans, Disperindag, serta Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Ditempat kedua diduduki regu dari Sekretariat Daerah, dan terakhir adalah regu gabungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset, Badan Pendapatan Daerah, dan Disdukcapil. (Humas/RAPP002)

Permalink ke Di Musrenbang 2018, Indartato Minta Maaf Akses Jalan di Pacitan Belum Baik
Headline, Pacitan News

Di Musrenbang 2018, Indartato Minta Maaf Akses Jalan di Pacitan Belum Baik

Indartato saat membuka Musrenbang 2018. (Foto: Humas Pemkab)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM secara resmi membuka musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Pacitan tahun 2018 pada Kamis (16/03/2017) di di Pendapa Kabupaten Pacitan.

Dalam kesempatan tersebut, Indartato menyebut bahwa agenda Musrenbang sebagai upaya klarifikasi, menyelaraskan, dan mempertajam program yang telah diusulkan oleh masyarakat. Untuk aspirasi yang belum sempat tertampung diwadahi dalam rembug warga.

Dalam kesempatan itu, Indartato juga meminta maaf beberapa aspek pembangunan belum sepenuhnya menyentuh ke masyarakat, seperti akses jalan dan minimnya tempat industri di Pacitan.

“Saya mohon maaf jalan di Pacitan dan juga tempat industri belum baik, itu karena mayoritas APBD kita digunakan untuk belanja tidak langsung, seperti untuk gaji pegawai, dokter, pemda, anggota DPRD, termasuk saya, namun demikian, kedepan kami optimistis pembangunan semakin meningkat, kemiskinan berkurang, pelayanan ke masyarakat semakin baik,”jelasnya, saat membuka rangkaian Musrenbang 2018.

Dalam kesempatan tersebut, Indartato juga menyinggung bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pacitan berada di angka 5,10. Ini lebih tinggi dari angka nasional. Hanya saja jika dibandingkan Jawa Timur, Pacitan masih berada di bawahnya.

Padahal guna mengentaskan masalah kemiskinan, setidaknya pertumbuhan ekonomi harus mencapai angka 6. Angka pertumbuhan ekonomi Pacitan saat ini menempati urutan ke-25 dari 38 kabupaten/kota yang ada.

Sementara dari sisi Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) meningkat dari Rp 13 juta per kapita per tahun pada 2011 menjadi Rp 21 juta pada tahun 2015. Sedangkan kontribusi PDRB terhadap APBD hingga sekarang baru mencapai 11 persen.




“PDRB kita yang paling tinggi adalah sekitar 30 persen adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sedangkan yang kedua adalah perdagangan besar dan eceran, dan yang ketiga adalah konstruksi,”tandasnya.

Dia berharap, seiring semakin terbukanya akses informasi, hal itu memudahkan Pemkab dan masyarakat untuk membangun Pacitan menuju Pacitan yang lebih sejahtera. Dia pun menutup sambutan dengan harapan dalam sebuah pantun. “Jalan-jalan ke nawangan, pulang membeli gula jawa, mari pembangunan kita tingkatkan, agar pacitan makin sejahtera,”kata Indartato.

Sementara, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur Budi Setyawan yang juga hadir dalam kesempatan tersebut berpesan agar pemerintah lebih fokus pada pengelolaan sumberdaya alam potensial. Antara lain sektor pariwisata dan pertanian yang diolah. “Terkait penanggulangan kemiskinan, hal tersebut harus tetap menjadi prioritas, tentu saja program yang dijalankan harus selaras dan terpadu,”ungkapnya.

Dia menyarankan agar ada sinkronisasi dan integrasi dalam semua kegiatan, sehingga pada akhir masa jabatan Bupati, akan bisa menurunkan kemiskinan.

Sebagai informasi, hasil Musrenbang kali ini merupakan materi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Perencanaan pembangunan tersebut diprioritaskan pada 8 aspek utama. Yakni pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Bidang lain yang menjadi perhatian adalah pertanian, ketahanan pangan, serta ekonomi. Meliputi pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Musrenbang tingkat kabupaten berlangsung sehari melibatkan beragam pemangku kepentingan, baik unsur pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan. Turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Yudi Sumbogo, Sekretaris Daerah Suko Wiyono, Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono dan ratusan peserta dari berbagai instansi.

 

Permalink ke Innalillahi Wa Inna Illaihi Roji’un… Duka Mendalam, KH Hasyim Muzadi Meninggal Dunia
Headline, Nusantara

Innalillahi Wa Inna Illaihi Roji’un… Duka Mendalam, KH Hasyim Muzadi Meninggal Dunia

Pacitanku.com, MALANG – KH Hasyim Muzadi menghembuskan nafas terakhirnya pagi ini. Tokoh Nahdlatul Ulama itu wafat di usia 72 tahun. Kabar meninggalnya KH Hasyim Muzadi diungkapkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melalui Twitter.

“Telah wafat KH. Hasyim Muzadi pagi ini. Mari doakan almarhum diampuni kesalahannya, diterima amal bajiknya, berada di sisiNya. Al-faatihah..,” ujar Lukman, Kamis (16/3/2017).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD juga membenarkan kabar meninggalnya KH Hasyim Muzadi. Dia mengatakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu meninggal pukul 06.00 WIB tadi.

Menurut rencana, jenazah KH Hasyim Muzadi akan dibawa ke Jakarta untuk dikebumikan. “Pukul 06.00 WIB tadi wafat dan akan diterbangkan ke Al Hikam, Depok. Dikebumikan di sana,” ujar Mahfud.

KH Hasyim Muzadi lahir pada 8 Agustus 1944 ini wafat setelah menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur.




Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu akan disemayakan di Pondok Pesantren Al Hikam, Depok, Jawa Barat. Ia diterbangkan dari Malang siang nanti.

Seperti diketahui, kesehatan Kiai Hasyim menurun sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan, Presiden Joko Widodo sempat menjenguknya pada Rabu 15 Maret 2017. (DPPP001)