Kategori: News

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Trenggalek-Pacitan Galang Kerjasama Pembangunan Wilayah Selatan Jatim
Headline, Pacitan News

Trenggalek-Pacitan Galang Kerjasama Pembangunan Wilayah Selatan Jatim

Wabup Trenggalek berkunjung ke Pacitan. (Foto: Humas Setda Trenggalek)

Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Pacitan menggalang kerjasama pembangunan di wilayah selatan Jawa Timur.

Rencana kerjasama tersebut ditandai dengan kunjungan Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ke Pacitan dalam rangka menyamakan persepsi dan potensi dalam meningkatkan pembangunan serta kemakmuran masyarakat di kawasan selatan Jatim, Kamis (16/2/2017) lalu di Pendopo Kabupaten.

Dalam kunjungan yang diterima oleh Bupati Pacitan Indartato, Wakil Bupati Yudi Sumbogo, Sekretaris Daerah Suko Wiyono dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pacitan, Arifin mengatakan bahwa percepatan pembangunan jalur lintas selatan harus dilakukan. Selain juga pembangunan pelabuhan niaga untuk mendukung jalur pelayaran kawasan selatan.




“Dan juga wacana tentang budidaya komoditi-komoditi yang memiliki nilai ekonomis sebagai solusi dalam memberdayakan masyarakat,”katanya dilansir laman Humas Pemkab Trenggalek.

Selain percepatan sektor perekonomian, Trenggalek dan Pacitan  dapat bersama-sama memajukan kawasan ekonomi khusus pariwisata.

“Kalau tidak, bagaimana caranya kita punya terobosan inovasi apakah lewat peraturan daerah untuk memacu investasi di kawasan selatan secara bersama-sama, harapannya nanti juga bisa memaketkan pariwisata secara bersama-sama,” kata Wabup termuda se-Indonesia ini.

Sebagaimana diketahui, Pacitan dan Trenggalek adalah dua kabupaten yang memiliki persamaan geografis dan potensi daerah. Salah satu yang menjadi ciri khas kedua daerah yang bertetangga ini adalah potensi wisata pantai yang cukup banyak. (RAPP002)

Permalink ke Wah, Kawasan Tertib Lalu Lintas Belum Bersih dari Pelanggaran
Headline, Pacitan News

Wah, Kawasan Tertib Lalu Lintas Belum Bersih dari Pelanggaran

Jalan menuju Pacitan. (Foto : Suara Merdeka)

Jalan menuju Pacitan. (Foto : Suara Merdeka)

Pacitanku.com, PACITAN – Pengembangan Kawasan Tertib Lalu-lintas (KTL) di Pacitan masih stagnan. Satlantas Polres Pacitan menilai KTL belum perlu untuk diperluas. Sebab, tidak ada pertambahan volume kendaraan yang signifikan. Pun, lima ruas jalan yang termasuk dalam KTL juga belum benar-benar bersih dari pelanggaran.

Karena itu, warga Pacitan diminta untuk lebih tertib berkendara di lima ruas KTL tersebut. ‘’Capaian Wahana Tata Nugraha (WTN) memang menjadi prestasi. Namun ketertiban dalam berkendara oleh masyarakat juga perlu lebih ditingkatkan lagi,’’ jelas Kasatlantas Polres, AKP Jumianto Nugroho, dilansir dari Radar Madiun Jumat (17/2/2017).




Nugroho merinci, ada lima ruas jalan di Pacitan yang ditetapkan sebagai KTL. Kelimanya, yakni jalan Tentara Pelajar, jalan Basuki Rahmat, jalan Jenderal Sudirman, jalan Gatot Subroto, serta jalan Ahmad Yani. Kelima ruas jalan tersebut ditetapkan sebagai KTL karena beberapa alasan.

Pertama, karena ada potensi penumpukan kendaraan, yang bisa memicu kemacetan. Seperti jalan Tentara Pelajar. Jalan tersebut merupakan pintu masuk Pacitan dari Ponorogo, namun tidak begitu lebar. ‘’Jadi ya wajib tertib agar tidak sampai menimbulkan kemacetan,’’ ujarnya.

Selain jalan yang sempit dan merupakan ruas utama, KTL juga ditetapkan menyesuaikan tingkat keramaian jalan tersebut. Sebagai contoh, jalan Jenderal Sudirman. Jalan tersebut sangat ramai oleh lalu lalang kendaraan lantaran daerah pertokoan. Disana, kendaraan yang melintas bukan hanya roda dua atau roda empat.

Kendaraan roda enam atau lebih seperti truk juga tidak jarang melintas. Khususnya, truk-truk yang biasa bongkar muat di pertokoan itu. ‘’Sementara jalan Ahmad Yani, termasuk sebagai KTL karena itu ruas utama. Sama seperti jalan Tentara Pelajar. Mau kemana pun, banyak yang lewat situ, meski bukan kawasan pertokoan,’’ jelasnya.

Pengembangan KTL di suatu daerah tidak salah jika dijadikan indikator dari berkembangnya daerah. Namun, di Pacitan, lima KTL dirasa masih cukup. Nugroho menyebut belum perlu memperluas jalan menjadi bagian dari KTL.

Disamping masih kerap ditemui adanya sejumlah pelanggaran, pertambahan volume kendaraan juga belum signifikan. Satu ruas jalan yang kemungkinan bakal dijadikan KTL adalah jalan Letjend Suprapto, lantaran ada sejumlah kantor dinas dan sekolah.

‘’Ke depan ruas jalan tersebut (Letjend Suprapto) sudah mulai dipikirkan untuk ditetapkan KTL. Tetapi kami masih harus melihat dulu bagaimana lima ruas KTL lain. Apakah sudah benar-benar tertib atau belum,’’ terang Nugroho.

Permalink ke Dana Rp 4,5 M Disiapkan Perbaiki Jalur ke Pantai Watukarung
Headline, Pacitan News

Dana Rp 4,5 M Disiapkan Perbaiki Jalur ke Pantai Watukarung

Papan penunjuk arah di Tugu Kuning, Dadapan. (Foto : Wahyu Ari Wibowo/FB)

Papan penunjuk arah di Tugu Kuning, Dadapan. (Foto : Wahyu Ari Wibowo/FB)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Jalan menuju sejumlah objek wisata di Pringkuku rusak parah. Salah satunya, jalan menuju Pantai Watukarung. Sepanjang jalan dari Candi hingga ke Watukarung penuh dengan lubang dan bergelombang.

Padahal, banyak pengunjung sejumlah objek wisata yang melalui Desa Candi hingga ke Watukarung. Pertimbangannya, karena jarak yang lebih dekat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyebut, kerusakan jalan banyak disebabkan karena faktor geografis.

‘’Kondisi geografis Pacitan memang kurang menguntungkan,’’ terang Kabid Jalan dan Jembatan DPUPR Pacitan, Suparlan, dilansir Radar Madiun, Jumat (17/2/2017).

Suparlan menjelaskan, karena jalan kabupaten banyak berada di daerah berbukit, aliran air hujan tidak turun melalui saluran. Yang ada, air hujan justru mengalir melewati permukaan jalan. Akibatnya membuat badan jalan menjadi lembek.




Lantas, begitu dilewati kendaraan, kondisi jalan pun menjadi lendut dan mudah rusak. Kondisi jalan menuju objek wisata di Pringkuku juga tidak jauh berbeda, meski didominasi oleh batuan karst. ‘’Disamping itu, banyak truk over tonase yang melintas juga. Karena daerah itu memang penghasil kayu,’’ terangnya.

Kerusakan jalan menuju objek wisata seperti pantai Watukarung bukan didiamkan oleh DPUPR. Menurut Suparlan, pihaknya sudah memploting perbaikan di sejumlah ruas jalan menuju pantai tersebut.

Bahkan, tidak hanya itu, perbaikan juga dilakukan di jalan menuju pantai Klayar di Kalak, Donorojo, dan sungai Maron di desa Maron, Pringkuku. Rencananya, perbaikan tersebut dikerjakan satu paket. ‘’Jalan menuju Watukarung dari desa Candi juga sudah diperbaiki secara bertahap sejak tahun lalu. Namun, perbaikan dilakukan pada prioritas titik kerusakan terparah,’’ jelasnya.

Nominal anggaran yang bakal dikucurkan mencapai Rp 4,5 miliar. Miliaran rupiah itu akan digunakan untuk memperbaiki jalan menuju Watukarung melalui objek wisata sungai Maron, menuju desa Dersono. Upaya perbaikan tersebut dilakukan agar sejumlah objek wisata tersebut terkoneksi.

Sehingga, wisatawan di satu objek wisata dapat dengan mudah mampir ke objek wisata lainnya. Maklum, jarak pantai Watukarung, sungai Maron, hingga pantai Klayar, juga tidak seberapa jauh. ‘’Perbaikan jalan wisata juga menjadi prioritas bagi kami. Di Pringkuku, perbaikan dilakukan pada jalan-jalan yang menghubungkan antar objek wisata, agar terjalin konektivitas,’’ terang Suparlan.

Permalink ke Bupati: Peran Masyarakat Sangat Penting Kembangkan Pariwisata di Pacitan
Hari Jadi Pacitan, Headline, Pacitan News

Bupati: Peran Masyarakat Sangat Penting Kembangkan Pariwisata di Pacitan

Indartato saat dialog bersama radio suara Pacitan, Kamis kemarin. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato, MM menilai peran serta masyarakat di Pacitan sangat penting dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata di Pacitan. Hal itu disampaikan Indartato saat berdialog dengan tema “Refleksi 272 Tahun Kabupaten Pacitan Membangun Ekonomi Melalui Sektor Pariwisata” di studio Radio Suara Pacitan, Kamis (16/2/2017) kemarin.

Menurut Indartato, dalam pengembangkan sektor pariwisata tidak cukup mengandalkan kekayaan sumber daya alam semata. Sumber daya manusia yang mumpuni juga diperlukan untuk menjadikan pariwisata menjadi sektor yang berdaya saing.

Dikatakan Indartato, salah satu yang berperan penting dalam pengembangan kepariwisataan adalah masyarakat sekitar obyek wisata. Dengan peran yang penting itu, imbuhnya, masyarakat harus diedukasi sehingga mampu menjadi tuan rumah yang baik. Harapannya, wisatawan terkesan dan akan berkunjung kembali ke Pacitan.




“Seperti pepatah Jawa kita harus mampu menunjukan gupuh, aruh, lan suguh kepada para tamu dan itu tidak lepas dari peran masyarakat sekitar,”ujarnya dilansir laman Pemkab Pacitan.

Lebih lanjut, Indartato menyebut bahwa peran masyarakat saat ini sudah cukup bagus. Saat menyambut wisatawan, senyum sapanya sangat ramah. “Bagi pedagang  di sekitar lokasi wisata tidak mempermainkan harga semaunya,”katanya lagi.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Endang Surjasri yang juga menjadi nara sumber mengatakan, untuk mengembangkan pariwisata dibutuhkan sinergitas antara semua pihak.

 Satu diantaranya adalah peran masyarakat sekitar. Warga harus sadar akan kebersihan serta ramah terhadap pengunjung.”Kita tidak mungkin meninggalkan peran masyarakat karena membangun pariwisata jangan sampai menghilangkan khazanah budaya dan kearifan lokal,”kata Endang.

Sebagai informasi, Pacitan memiliki berbagai potensi wisata, seperti wisata pantai, wisata goa, wisata sejarah, wisata budaya dan wisata kuliner. Khusus wisata pantai, ada 78 pantai yang terbentang dari ujung barat hingga ujung timur Pacitan. Sementara ada berbagai potensi wisata budaya seperti festival rontek dan seni budaya kethek ogleng dari Nawangan. (RAPP002)

Permalink ke Penerimaan Rastra yang Molor Berimbas ke Program Bantuan RTSM
Headline, Pacitan News

Penerimaan Rastra yang Molor Berimbas ke Program Bantuan RTSM

Pacitanku.com, PACITAN – Akibat molornya data penerima beras masyarakat sejahtera (Rastra) dari pemerintah pusat kepada Pemkab Pacitan membuat program bantuan daerah ikut terhambat. Khususnya, program bantuan terhadap rumah tangga sangat miskin (RTSM) dari Pemkab Pacitan.

Seperti bantuan pembelian beras lewat program Grindulu Mapan. Hingga kini, program bantuan tersebut juga tak kunjung diberikan terhadap masyarakat. ‘’Sebab, data penerimanya untuk tahun ini juga masih belum fix,’’ kata Kabag Perekonomian Pemkab Pacitan, Ani Yustiani, dilansir Radar Madiun, Kamis (16/2/2017).

Menurut Ani, program bantuan daerah punya keterkaitan dengan rastra. Jika rastra molor, dampaknya memang turut dirasakan oleh daerah. Seperti yang dialami pemkab Pacitan, bantuan pembelian beras lewat program Grindulu Mapan memang sengaja didesain agar RTSM yang tidak termasuk dalam penerima rastra dapat tercover.

‘’Secara khusus, para penerima bantuan pembelian beras program Grindulu Mapan adalah mereka yang tidak termasuk dalam rastra. Para penerimanya kalangan lanjut usia (lansia), atau di atas 60 tahun,’’ terangnya.

Prinsipnya, bantuan pembelian beras lewat program Grindulu Mapan sama dengan rastra. Yakni, sama-sama memenuhi kebutuhan beras bagi RTSM. Namun, bedanya, rastra langsung diberikan dalam bentuk beras.

Sementara bantuan pembelian beras lewat Grindulu Mapan diberikan dalam bentuk uang tunai kepada RTSM. Nominalnya Rp 120 ribu per bulan, ditujukan agar RTSM dapat membeli beras menggunakan uang tersebut.

Nah, agar bantuan dapat tersalurkan efektif, pemkab harus tahu terlebih dahulu nama-nama penerima rastra. ‘’Tidak bisa dong yang mendapat rastra juga mendapat bantuan pembelian beras,’’ jelasnya.


Tahun lalu, penerima bantuan pembelian beras lewat program Grindulu Mapan mencapai 1.726 RTSM. Total anggaran yang dikeluarkan terhadap ribuan RTSM tersebut mencapai Rp 200 juta. Ribuan RTSM itu hingga kini masih menunggu kejelasan bantuan tersebut.

Namun, Ani mengaku pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak. Sebab, kendala keterlambatan itu ada di tingkat pusat. Dia pun berharap agar data penerima dapat segera turun, agar bantuan yang selayaknya dibutuhkan masyarakat dapat diterima dengan cepat.

‘’Sesuai dengan harapan Pak Bupati, bantuan terhadap masyarakat miskin memang harus diprioritaskan. Karena itu, kami tentu berharap data penerima rastra cepat turun. Agar semua bantuan dalam berbagai bentuk dapat segera disalurkan,’’ pungkasnya. (RAPP002)

Permalink ke Mantap, Putra Mantan Pegawai KUA Pacitan ini Menangi Pilkada Salatiga
Headline, Nusantara

Mantap, Putra Mantan Pegawai KUA Pacitan ini Menangi Pilkada Salatiga

Muhammad Haris, kiri, terpilih kembali jadi wakil wali kota salatiga. (Foto: IST)

Pacitanku.com, SALATIGA – Muhammad Haris, seorang putra Pacitan yang berasal dari Kecamatan Kebonagung, kembali berhasil menjadi pemimpin di tanah rantau. Muhammad Haris yang menjadi calon wakil wali kota dan berpasangan dengan Yuliyanto, berhasil memenangkan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Salatiga yang digelar Rabu (15/2/2017) kemarin.

Berdasarkan hasil perhitungan data real count Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kamis (16/2017) dengan data mencapai 100 persen, Yaris berhasil mengungguli pasangan  Agus Rudianto dan Dance Ishak Palit dengan perolehan suara 52.870 suara (50.59%) Sementara paslon Agus-Dance memperoleh suara 51.632 suarasuara (49.41%) atau dengan selisih 1.238 suara (1,30%).

Hasil tersebut tak jauh berbeda dengan hasil perhitungan data real count tim Yaris, dimana Yaris berhasil mengungguli pasangan  Agus Rudianto dan Dance Ishak Palit dengan perolehan suara 53.307 suara (50,71%). Sementara paslon Agus-Dance memperoleh suara 51.807 suara (49.29%) atau dengan selisih 1500 suara (1,42%).




Berdasarkan hasil penghitungan real count, dari total 386 Tempat Pemungutan Suara (TPS), pasangan Yaris yang berada di nomor urut 2 tersebut unggul di tiga kecamatan, yakni kecamatan Argomulyo dengan 13.353 suara (50,1%) berbanding 13.324 (49,9%) untuk paslon Rudi-Dance.

Yaris juga menang di Kecamatan Sidorejo dengan 15.544 suara (53%) berbanding 13.784 (47%) untuk paslon Rudi-Dance. Selain di dua kecamatan tersebut, Yaris juga menang di kecamatan Tingkir dengan perolehan 13.436 suara (54,2%) berbanding 11.376 (45,8%) suara untuk paslon Rudi-Dance.

Sementara paslon Rudi-Dance yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menang di satu kecamatan yakni, yakni Kecamatan Sidomukti dengan 13.148 suara (55,5%) berbanding 10.537 (45,5%) suara untuk Yaris.

Sementara untuk tingkat partisipasi dari total 131.666 pemilih adalah 108. 970 orang atau 82.8%. Untuk suara sah sebanyak 104.226 dan suara tidak sah sebanyak 3.797 suara.

Sebagaimana diketahui, Pilkada Kota Salatiga diikuti dua paslon, yakni Agus Rudianto dan Dance Ishak Palit yang diusung PDIP dan PKB di nomor urut satu. Calon lainnya adalah Yuliyanto dan Muhammad Haris yang diusung Demokrat, PKS, Gerindra, Golkar, Nasdem  dan PPP serta didukung dua parpol nonkursi yaitu PAN dan Perindo. Yulianto dan Muhammad Haris sendiri adalah calon petahana Salatiga.

Haris sendiri adalah putra kedua dari mantan pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Nurhadi Widodo. Sosok Mbah Widodo yang merupakan kiyai yang paham Agama ini menanamkan nilai Agama, jiwa kepemimpinan, kemandirian dan mentalitas sejak Haris masih muda.

Kini Haris sukses kembali menjadi pemimpin di tanah rantau. Ini adalah kali kedua Haris memimpin Salatiga. Dan selain presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Haris adalah contoh dari kesuksesan putra Pacitan yang menjadi pemimpin di tanah rantau, dan selayaknya menjadi inspirasi bagi warga Pacitan untuk terus menunjukkan kapasitasnya sebagai putra daerah yang membawa kebermanfaatan bagi rakyat banyak. (RAPP002)