Kategori: Wisata

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Pantai Pancer akan Dibikin Seperti Pantai Seminyak Bali
Headline, Pantai

Pantai Pancer akan Dibikin Seperti Pantai Seminyak Bali

Pantai Pancer Door (Dok.Pacitanku)

Pantai Pancer Door (Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Aroma Bali di Pacitan bakal semakin kental. Pantai Pancer Door, Kecamatan Ploso, Pacitan, akan dikembangkan mengacu pada konsep wisata Pantai Seminyak di Pulau Dewata, julukan Bali. Wacana tersebut muncul seiring dengan kunjungan Bupati Indartato dan sejumlah pejabat pemkab di Bali, awal Januari ini.

Pantai Pancer Door dipandang memiliki kemiripan dengan Pantai Seminyak, sehingga layak dikembangkan serupa. ‘’Bahkan bisa dikatakan Pancer Door punya keunggulan dalam hal pemandangan jika dibandingkan Pantai Seminyak,’’ ujar Kepala Disparpora Pemkab Pacitan, Endang Surjasri, Minggu.

Endang menceritakan, dalam kunjungan selama dua hari di Bali itu, Indartato langsung terkesima tatkala melihat denyut wisata di Pantai Seminyak, saat malam hari. Di sana, berjejer ratusan meja dan kursi yang dipenuhi wisatawan dalam dan luar negeri.

Mereka duduk menikmati hidangan makanan dan minuman di bawah jejeran payung yang berwarna-warni. Menurut Endang, fasilitas payung dan tempat duduk yang disediakan di Seminyak itu ada sejak sore hingga malam. ‘’Ketika siang hari, payung dan pernak-perniknya bisa dibersihkan,’’ ujarnya.

Inspirasi yang didapat dari Bali sudah mulai digodok oleh Disparpora setiba di Pacitan. Endang menyebut pihaknya sudah mulai berkomunikasi dengan pihak swasta. Upaya itu direspon positif. Nantinya, lokasi yang bakal digunakan sebagai tempat berjejernya foodcourt seperti di Seminyak adalah lokasi pantai Pancer Door bagian tengah.

Beberapa warung makan yang sudah lebih dahulu buka di sana akan ikut ditata dan diseragamkan. Selain menyediakan tempat untuk makan dan minum, hiburan pelengkap seperti pertunjukan musik juga rencananya diberikan. ‘’Dalam waktu dekat akan mulai dilakukan penataan,’’ terangnya.




Menurut Endang, tidak ada kendala cuaca dalam mewujudkan ide tersebut di Pancer Door. Sebab, cuaca di pantai tersebut cenderung stabil ketika malam hari. Berbeda ketika siang atau sore hari, angin yang berhembus pun sanggup merobohkan joglo yang dibangun di tepi pantai. ‘’Ketika malam anginnya tidak terlalu berbahaya, relatif aman,’’ kata Endang.

Selain mengunjungi Pantai Seminyak, dalam kunjungan kerja ke Bali itu, salah satunya, Bupati Indartato bertemu dengan Ketua Yayasan Triatma Surya Jaya, I Ketut Putra Suarthana. Yayasan ini menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata. Ketut sendiri adalah pengusaha perhotelan. Ia memiliki lima hotel di Bali, satu di Lombok, dan satu hotel lagi di Jogja.

‘’Dari diskusi dengan Pak Ketut, beliau siap membantu membangun pariwisata Pacitan. Sedangkan kami di Pacitan akan menyiapkan infrastrukturnya, mulai dari jalan diperlebar dan mulus. Juga merancang event-event dalam skala nasional maupun internasional. Kami yang di Pacitan siap belajar dengan Bali atau daerah lain,’’ kata bupati.

Selain itu, bupati dan tim pemkab juga bertemu dengan teman lama Indartato, yang sekarang ini sukses menjadi pengusaha sekolah pariwisata. Kerjasama itu terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Pacitan. Nantinya, para instruktur dari sekolah tersebut akan didatangkan ke Pacitan memberikan berbagai workshop kepada para pelaku usaha pariwisata.

Di samping itu, mereka juga akan diminta mengajar melalui Akademi Komunitas Nasional (AKN). ‘’Kalau membangun sekolah pariwisata, sepertinya masih sulit. Lebih baik, membuka jurusan pariwisata di SMK,’’ ujarnya. (mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Menikmati Keindahan Panorama Pantai Soge
Headline, Pantai

Menikmati Keindahan Panorama Pantai Soge

Soge via IG Indrarahman12

Pacitanku.com, NGADIROJO – Saat Anda melakukan perjalanan darat melewati jalur lintas selatan (JLS) Kabupaten Pacitan, Anda seketika terhenti saat mata Anda tertuju pada sekerumunan wisatawan bermain air tawar di muara Pantai Soge, salah satu destinasi wisata paling indah di Pacitan.

Pantai yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo ini hanya berjarak sekitar 24 kilometer dari pusat kota. Namun, jika ingin sekaligus menikmati setiap destinasi pantai berikut aneka panorama keindahan lainnya, kebutuhan waktu bergantung pada setiap pelancong untuk mengatur ritme perjalanan masing-masing.

Panorama Indah Pantai Soge

soge-2-via-@indrarahman12

Indah, itu adalah kata pertama yang paling pas untuk menggambarkan betapa indahnya eksotika lanskap pantai yang terbentang di kawasan Samudra Hindia itu yang berjarak 276 kilometer barat daya Kota Surabaya, ibu kota Jawa Timur. Puluhan wisatawan lokal dari sejumlah daerah, mulai anak-anak hingga orang dewasa, begitu asyik bermain air di muara Sungai Soge yang jernih dengan pasir putihnya.

Sementara, alur muara sungai berkelok mengitari pasir putih yang membentang di tengah hingga jarak radius 150 meter sehingga memberi ruang cukup luas bagi wisatawan untuk bermain apa saja dan menikmati keindahan wahana alami pantai. Sementara debur ombak terus bergulung dan memecah di tepian Pantai Soge, sekelompok wisatawan remaja lain asyik bermain sepak bola plastik atau sejenis futsal hingga puas.

Masih ada satu lagi wahana hiburan yang bisa dinikmati oleh pengunjung selain sekadar berdiri memandangi ombak di tepian pantai, bermain air, ataupun sekadar nongkrong di bawah pohon kelapa sembari menikmati sajian es kelapa muda. Wahana itu adalah ”danau kecil” yang terbentuk karena air laut tidak sepenuhnya tertarik ke tengah laut saat terjadi fenomena air surut, dan terpisah oleh gundukan pasir putih yang membentang di tengah.




Sementara, danaunya tidak terlalu luas, tetapi sudah cukup untuk manuver speed boat atau kapal cepat kecil ataupun perahu wisata yang disewakan sejumlah nelayan setempat. Tak heran jika danau kecil berair payau (air laut bercampur air tawar dari Sungai Soge) ini menjadi rujukan wisatawan.

Selain posisinya yang teduh di pinggiran kebun kelapa, hanya dengan biaya Rp 15.000 per orang, pengunjung bisa menyewa jasa perahu wisata atau speed boat kecil untuk mengitari danau tersebut hingga beberapa kali putaran. Gambaran pemandangan di atas hanya sebagian keindahan di kawasan pesisir Pantai Soge yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan.

soge via @lukieukie

Jika Anda menginginkan mengabadikan momen bersama keluarga, kawasan Pantai Soge semakin lengkap dengan adanya spot foto berupa tulisan besar Pantai Soge. Ini adalah salah satu titik favorit pengunjung saat menikmati pesona Pantai Soge. Titik lain yang bisa Anda abadikan adalah titik di tepi JLS di atas pantai tersebut. Disini, dengan view background berupa laut lepas, semakin menambah pesona Pantai Soge.

Ketika mampir di Pantai Soge selama kurang lebih dua jam, rasanya tak cukup puas dan rasanya ingin menghabiskan waktu seharian, dari pagi hingga sore, agar bisa menyaksikan saat-saat matahari terbit dan terbenam. Pantai Soge ini kini dikelola Pemkab Pacitan bekerja sama dengan masyarakat Desa Sidomulyo.

Jembatan Soge

Jembatan Soge via IG @dwi_osmo

Selain pesona pantai, Anda masih akan disuguhi pemandangan lain yang tak kalah menakjubkan. Antara lain, jembatan Soge di salah satu ruas jalur lintas selatan setempat yang dibuat futuristik dengan desain konstruksi pipa lengkung di bagian atasnya sehingga menyerupai rangka kubah raksasa. Banyak wisatawan atau remaja lokal yang sengaja berhenti di sekitar jembatan Soge yang panjangnya 100 meter ini untuk sekadar berfoto atau menikmati pantai dari celah alur muara Sungai Soge.

Jembatan ini sering dijadikan wisatawan sebagai tempat nongkrong dan berfoto ria, atau lebih banyak menikmati pemandangan lepas pantai Puring saat pagi atau senja hari. Dan memang saat – saat yang tepat mengabadikan momen indah di jembatan ini adalah saat senja hari, dan anda bisa menikmati lembayung senja yang elok. Setelah puas berfoto ria, anda pun bisa menikmati makanan kecil dan minuman yang tersaji oleh para pedagan

Jembatan ini sudah menjadi salah satu ikon jalur lintas selatan Pacitan karena desain konstruksinya berbeda dengan jembatan-jembatan lain pada umumnya.

Tambak Udang

Tak jauh dari area jembatan Soge, Anda bisa menyaksikan budidaya tambak udang. Di area tersebut terdapat tambak udang Busmetik (Budidaya Udang Skala Mini  Empang Plastik). Tambak ini adalah tambak hasil pemberdayaan masyarakat yang digagas Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Mulyosari.

Tambak udang tersebut dikembangkan di areal 2,4 Ha mengembangkan udang selama 100 hari di tepi JLS Pantai Soge. Adapun, percobaan ini benihnya ditaburkan oleh Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono di  Desa Sidomuyo, Kecamatan Ngadirojo tahun 2013 lalu.




Tambak ini dikelola oleh  Posdaya Mulyosri dengan tiga empang yang  masing-masing empang berisi 120.000 benih udang. Pemeliharaannya  ditangani oleh 12 orang. Tambak udang ini kedepan akan dijadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Desa  Sidomulyo.

Tambak ini menjadi lumbung penghasilan masyarakat setempat, seperti pada hasil penjualan pertama diperkirakan menghasilkan Rp400 juta. Dan selama satu tahun  paling tidak akan panen 3 kali senilai Rp 1,2 miliar.

Demikianlah, banyak hal yang bisa Anda nikmati di Pantai Soge. Silahkan jadikan pantai inimenjadi daftar kunjungan Anda saat ke Pacitan. (RAPP002)

Permalink ke Cerianya Anak-anak KB Al-Fatah Saat Outbond di Pantai Ngiroboyo
Headline, Pantai, Pendidikan

Cerianya Anak-anak KB Al-Fatah Saat Outbond di Pantai Ngiroboyo

Anak-anak KB Al-Fatah Sendang saat menyusuri sungai di Pesona Ngiroboyo. (Foto: Wildan)

Pacitanku.com, DONOROJO – Kawasan wisata Pesona Ngiroboyo yang terletak di Dusun Sambi, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo selam aini identik dengan wisata pantai dan susur sungai oleh para pengunjung.

Namun pemandangan berbeda nampak terjadi pada Rabu (11/1/2017), dimana puluhan anak-anak kelompok Bermain (KB) Al-Fatah, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo bersama para guru melakukan pembelajaran luar kelas dengan outbond di Pantai Ngiroboyo.

Amin Akhirusannah, salah satu guru KB Al-Fatah, dalam keterangannya menyebut bahwa kegiatan ini ditujukan kepada peserta didik untuk mulai mengenalkan wisata lokal yang ada di daerahnya. “Ini digelar dalam rangka mengenalkan peserta didiknya tentang wisata yang ada di Desa Sendang, selain rekreasi, anak-anak diajak outbond, pengenalan lingkungan,”katanya.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak-anak nampak ceria saat dikenalkan dengan wisata pantai, dan dilanjutkan dengan permainan sederhana. Seusai melakukan outbond, anak-anak yang rata-rata berusia 4 tahun tersebut diajak keliling sungai menggunakan perahu. Susur sungai ini sendiri merupakan salah satu fasilitas andalan di kawasan wisata Pesona Ngiroboyo.




“Ngiroboyo merupakan destinasi wisata kedua setelah klayar, sehingga perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini,”pungkasnya.

Anak-anak KB Al-Fatah Sendang saat ceria saat outbond di Pesona Ngiroboyo. (Foto: Wildan)

Sebagai informasi, kawasan wisata Pesona Ngiroboyo adalah salah satu kawasan wisata yang ada di Pacitan yang memiliki keunikan tersendiri yaitu adanya pasir hitam yang mendominasi sebagian besar Pantai. Ketika terpapar sinar matahari, pasir hitam tersebut nampak berkilauan, apalagi setelah tersapu ombak laut. Tidak berlebihan jika pantai ini diibaratkan bagai mutiara hitam, tidak begitu mencolok, tetapi menyimpan pesona yang luar biasa.

Pantai Ngiroboyo sendiri lokasinya sebenarnya tidak terlalu jauh dari Pantai Klayar, yang teletak di Dusun Sambi Desa Sendang. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan pengelola kawasan wisata Pesona Ngiroboyo.

Untuk fasilitas, Pantai Ngiroboyo memiliki panorama Pantai dengan pasir putih kombinasi pasir hitam. Sementara disisi sebelah timur pantai terdapat muara Sungai Maron yang hulunya berada di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, sedangkan di bagian utara, terdapat area berkemah (camping ground) yang dapat digunakan untuk berkemah.

Selain itu, agar semakin banyak pengunjung berwisata di Kawasan Pantai Ngiroboyo, pengelola setempat yang terdiri dari Karang Taruna dan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Lumbung Karya yang merupakan gabungan antara karang taruna setempat dengan tokoh masyarakat dan relawan sosial, serta masyarakat setempat menyediakan sejumlah fasilitas pendukung wisata, diantaranya adalah perahu besar dengan kapasitas 6 penumpang sebanyak 34 unit.

Selain fasilitas utama berupa kapal besar, pengelola juga menyediakan fasilitas tambahan yakni perahu kecil kapasitas 1 penumpang sebanyak 4 unit dan ban untuk berselancar di air atau dikenal sebagai river tubing sebanyak 24 unit.

Pewarta: Wildan Nur Swi Harmoko

Editor: Dwi Purnawan

 

Permalink ke Curug Gringsing Tegalombo Potensial Dikembangkan Jadi Obyek Wisata Baru
Alam, Headline

Curug Gringsing Tegalombo Potensial Dikembangkan Jadi Obyek Wisata Baru

Camat Tegalombo bersama jajaran saat berkunjung ke Curug Gringsing, Desa Ploso Tegalombo. (Foto: Djoko Putro Utomo/FB)

Pacitanku.com, TEGALOMBO – Alam di Kabupaten Pacitan seolah tak berhenti untuk menghadirkan pesonanya. Selain pesona pantai, kini berbagai panorama alam juga menambah banyaknya potensi yang bisa dikembangkan, salah satunya adalah curug atau air terjun.

Di wilayah Pacitan bagian utara, tepatnya di Kecamatan Tegalombo, ada peluang untuk mengembangkan potensi alam yang melimpah, salah satunya adalah air terjun atau curug Gringsing, yang terletak di Dusun Krajan, Desa Ploso, Tegalombo.

Berada di kawasan pegunungan yang berbatasan denganKabupaten Ponorogo, kawasan Curug Gringsing masih sangat alami. Di saat musim hujan seperti saat ini, volume air yang meningkat menjadikan panorama air terjun yang jath ke sungai dibawahnya menjadi pemandangan yang memikiat. Ditambah, bebatuan besar di belakang air yang jatuh tersebut menambah eloknya pemandangan.

Namun demikian, saat ini, jika berkunjung ke kawasan tersebut, harus jalan kaki sepanjang 1,5 Km dari jalan utama di Desa Ploso. Hal itu dikarenakan belum ada jalan yang memadai menuju ke lokasi Curug.

Camat Donorojo Djoko Putro Utomo usai berkunjung ke kawasan curug Gringsing, Jumat (6/1/2017) lalu menyebut bahwa kawasan ini bisa dikembangkan menjadi potensi wisata di Desa Ploso, Tegalombo.




“Potensi wisata air terjun gringsing desa ploso Tegalombo potensinya, bagus mantap silahkan kunjungi, dari perempatan terminal Gemaharjo ambil arah desa ploso kurang lebih 4 km, udaranya segar airnya bagus, kedepan bisa dikelola warga untuk kesejahtaraan masyarakat,”kata Djoko Putro Utomo.

Menurut Camat yang juga pernah sukses merintis Festival Dayung Ngiroboyo ini, dirinya meminta kepala Desa Ploso untuk mengembangkan Curug Gringsing menjadi kawasan wisata yang bermanfaat untuk masyarakat.”Potensial sekali untuk dikembangkan dan masih sangat perlu untuk dipromosikan,”kata Djoko sebagaimana dikutip dari laman Kecamatan Tegalombo.

Selain di Tegalombo, potensi curug atau air terjun yang kemungkinan bisa dikembangkan adalah curug Surupan di Tulakan dan Curug Sabun Saren, yang terletak di Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, Pacitan. Potensi curug atau air terjun yang bisa dikembangkan juga terdapat di beberapa titik di Kecamatan Punung. (RAPP002)

Seger @amad.zainy – juruk.gringsing.ploso.tegalombo.pacitan..lokasi air terjun.wisata baru.. #Pacitanku

A photo posted by www.pacitanku.com (@pacitanku) on

Permalink ke Wisata Religi Jadi Andalan Jatim di 2017
Headline, Jatim, Wisata

Wisata Religi Jadi Andalan Jatim di 2017

Kopi Jujur Masjid Baitusshomad. (Foto : Dok Pacitanku)

Kopi Jujur Masjid Baitusshomad. (Foto : Dok Pacitanku)

Pacitanku.com, SURABAYA – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Jarianto mengemukakan bahwa destinasi wisata religi tetap menjadi andalan provinsi setempat pada 2017 karena memiliki lokasi-lokasi bersejarah.

“Mayoritas kawasan wisata religi di Jatim tetap menjadi destinasi favorit karena salah satu faktornya memiliki penduduk dan budaya yang masih dikenal agamis,” ujar Jarianto kepada wartawan di Surabaya, Kamis.

Berdasarkan data di Pemprov Jatim, wisata religi menjadi destinasi besar penyumbang wisatawan sekaligus menadikan sesuatu yang positif bagi dunia pariwisata.

Sesuai data 2015, objek wisata religi terlaris di Jatim adalah Makam Sunan Bonang di Tuban yang per tahun jumlah pengunjungnya mencapai 2.078.453 orang.




Sedangkan di Surabaya, tempat wisata religi yang banyak dikunjungi adalah Kawasan Religi Ampel dengan jumlah wisatawan nusantara mencapai 2.040.365 orang. 

Menurut dia, data pada 2016 tak berbeda jauh dari sebelumnya karena minat masyarakat Indonesia terhadap spiritual tetap yang utama. 

Tak hanya sunan lima wali (Sunan Ampel, Sunan Giri, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Bonang dan Sunan Drajat), namun kompleks pemakaman dua mantan Presiden RI, yaitu Soekarno di Blitar dan Gus Dur di Jombang menjadi daya tarik pengunjung, mulai yang berziarah atau sekadar jalan-jalan. 

Selain itu, berbagai festival yang berpotensi mendatangkan banyak pengunjung masuk Jatim akan digelar, termasuk mempertahankan even-even sebelumnya. 

Mantan Penjabat Bupati Trenggalek itu memisalkan Majapahit Travel Fair yang setiap tahunnya rutin digelar dan sukses mempengaruhi tingkat kunjungan, baik dari Tanah Air maupun mancanegara.”Ada lagi festival-festival baru, salah satunya Jatim sebagai tuan rumah Festival Panji Nasional. Nanti juga ada lagi acara-acara yang berpengaruh,” ucapnya. 

Tak itu saja, terobosan dan inovasi juga menjadi sebuah kewajiban agar tingkat kunjungan bertambah, seperti fasilitas sistem “on-line” atau dalam jaringan dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai media promosi. 

Pejabat eselon II kelahiran Trenggalek itu optimistis setahun ini tingkat wisatawan bertambah hingga lima persen dari tahun ini yang jumlahnya yakni sekitar 55 juta lebih wisatawan domestik. (rapp002/aNTARA)

Permalink ke Meski PAD Pariwisata Lampaui Target, Akses Transportasi Masih Jadi Kendala
Headline, Wisata

Meski PAD Pariwisata Lampaui Target, Akses Transportasi Masih Jadi Kendala

Kawasan wisata Pantai teleng ria. Foto IG @Swastikamey

Pacitanku.com, PACITAN – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemkab Pacitan bisa bernafas lega. Target pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pariwisata senilai Rp 9,548 miliar akhirnya terealisasi di akhir tahun 2016.

Hanya saja, hingga akhir minggu ketiga Desember, PAD pariwisata masih kurang sekitar Rp 1,2 miliar dari target. ‘’Libur panjang Natal dan tahun baru bersamaan libur sekolah yang mampu mendongkrak realisasi capaian target PAD,’’ ungkap Kepala Bidang (kabid) Pemasaran Disparpora Pacitan, Budi Hartoko, kemarin (3/1), dilansir Jawa Pos Radar Madiun

Hartoko menyampaikan bahwa pihaknya tahun 2016 dipatok target Rp 9,548 miliar dari retribusi semua objek wisata di Pacitan. Target tersebut lebih tinggi menyusul capaian PAD pariwisata di tahun 2015 senilai Rp 6,8 miliar.

Tahun 2016 kemarin, total PAD pariwisata mencapai Rp 9,564 miliar, atau sebanyak 100,2 persen dari target yang ditetapkan. Selama minggu terakhir, objek wisata utama, seperti pantai Klayar di Kalak, Donorojo, Goa Gong di Bomo, Punung, dan Pemandian Air Hangat Tirto Husodo di Karangrejo, Arjosari banjir pengunjung. ‘’Sepanjang tahun, tiga objek wisata tersebut juga yang menjadi penyumbang utama PAD,’’ terangnya.

Menurutnya, ada sejumlah kendala yang menyebabkan perolehan PAD pariwisata agak tersendat hingga minggu terakhir Desember, khususnya di hari-hari non libur panjang. Salah satunya adalah kendala akses transportasi.

Kendalanya, dua jembatan bailey di Gemaharjo, Tegalombo yang dibongkar akibat rawan longsor awal Desember lalu membuat kunjungan pariwisata menurun. Terutama para pengunjung dari sejumlah daerah di timur Pacitan. Hal itu sampai dikeluhkan pelaku usaha pariwisata setempat. Sebab, kunjungan wisata di sejumlah objek menurun hingga 50 persen. ‘’Dampaknya sangat signifikan. Karena banyak pengunjung Pacitan yang masuk dari timur,’’ ujarnya.


Hartoko membeber sejumlah faktor yang membuat target PAD pariwisata akhirnya sukses terealisasi. Dia mengakui pihaknya tertolong libur siswa sekolah yang bertepatan dengan libur panjang hari raya Natal lalu. Sejak libur panjang dimulai Sabtu (24/12) hingga Senin (26/12), kunjungan di sejumlah objek wisata stabil.

Di tiga objek wisata andalan tersebut, per hari mencapai 700 wisatawan. Usai libur panjang hari raya Natal usai, angka kunjungan tidak berkurang hingga tutup buku pada Jumat (30/12). Kebetulan, juga tidak ada kejadian buruk seperti kemacetan parah menuju objek wisata sejak libur hari raya Natal lalu hingga Jumat. Bahkan di luar catatan tersebut, Pantai Klayar mencatat 18.900 kunjungan wisatawan hanya dalam satu hari, yakni pada Minggu (1/1) lalu.

‘’Namun perolehan di libur panjang tahun baru sudah masuk penghitungan di tahun 2017. Tidak termasuk perolehan 2016,’’ terang Toko.

Diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, hingga akhir tahun 2016, target PAD untuk sektor pariwisata yang ditargetkan Rp 9,54 miliar berhasil terlampaui dari seluruh obyek wisata  (OW) yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan.

Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), realisasi penerimaan PAD dari sektor pariwisata Pacitan hingga Kamis (29/12/2016) lalu sudah mencapai Rp 9,56 miliar atau 100,1 persen. Pendapatan tersebut belum terhitung hasil dari liburan akhir tahun Sabtu dan Ahad kemarin.

Pemkab Pacitan sendiri melihat peluang tersebut dan akhirnya terus menaikkan target PAD dari sektor pariwisata ini. Rencananya, pada tahun 2017 ini , pendapatan dari sektor pariwisata ditargetkan naik menjadi Rp 10,22 miliar. (RAPP002)