Kategori: Wisata

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Ini 40 Daftar Peserta Pelatihan Pemandu Wisata Pacitan 2017
Headline, Wisata

Ini 40 Daftar Peserta Pelatihan Pemandu Wisata Pacitan 2017

Ilustrasi pramuwisata. (Foto: Studipariwisata)

Pacitanku.com, PACITAN – Agenda seleksi Pemandu Wisata atau tour guide yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Asosiasi Pelaku dan Penggiat Pariwisata Pacitan (AP3) telah usai.

Dari total 63 peserta yang mendaftar dan mengikuti seleksi, akhirnya terpilih 40 peserta tour guide yang akan mengikuti pelatihan Pramuwisata.

Untuk 40 peserta pelatihan, tersebut, diinformasikan bahwa pelatihan dilaksanakan tanggal 20 – 22 Maret 2017di aula hotel Srikandi Jalan Ahmad Yani No 67 A Pacitan. Adapun ketentuan yang perlu dilakukan adalah bahwa peserta harus sudah hadir di Lokasi pelatihan pada Hari senin Pukul. 08.00 WIB dengan pakaian bebas rapi dan bersepatu. Untuk pria  wajib berdasi dengan kelengkapan pelatihan disediakan oleh panitia.


Berikut daftar peserta pelatihan Pramuwisata

 

 

No

 

No Pendaftaran

 

Nama

 

1

 

033

 

Aprilia Roselani

 

2

 

018

 

Anton Tri Sutrisno

 

3

 

008

 

Aulia Nurdin

 

4

 

014

 

Sunarto

 

5

 

017

 

Nurya Auris

 

6

 

012

 

Rina Susiantri

 

7

 

010

 

Yayang Ilafi

 

8

 

022

 

Muh. Lutvi Syaifudin

 

9

 

004

 

Selvia Alvionita

 

10

 

025

 

Agil Anggriawan W

 

11

 

053

 

Tehan Prayudi

 

12

 

054

 

Hadi Setiyono

 

13

 

052

 

Noor Afni Khoirunnisa

 

14

 

058

 

Ari Widianto

 

15

 

024

 

Okvita Wahyu Indriani

 

16

 

002

 

Wildan Nur Wahid

 

17

 

056

 

Alvi Rahmawati

 

18

 

020

 

Ari Masien Chusuma Dewi

 

19

 

063

 

Rosy Kieswara Putra H

 

20

 

038

 

Satini

 

21

 

009

 

Kabul Supratman

 

22

 

057

 

Made Woro S.

 

23

 

032

 

Retno Ari Safitri

 

24

 

055

 

Ninda Parwati

 

25

 

015

 

Az Zumarudin

 

26

 

046

 

Riskyhanti Octriviana

 

27

 

051

 

Dian Eka Pertiwi

 

28

 

037

 

Edo Lorian Syah Putra

 

29

 

041

 

Ety Teguh Setyowati

 

30

 

059

 

Davis Prandika

 

31

 

013

 

Prisca Suci Harini

 

32

 

050

 

Hepriyan Setiawan

 

33

 

042

 

Mini Yati

 

34

 

035

 

Dwi Handoko

 

35

 

023

 

Rudi Pranoto

 

36

 

048

 

Chandra Puspitasari

 

37

 

029

 

Bintang Singgasana Putra

 

38

 

011

 

Mega Mustika

 

39

 

001

 

Noka Fuji Rahayu

 

40

 

003

 

Cici Aryanti

 

 

Permalink ke Mantap, Kethek Ogleng Segera Masuk ke Pelajaran Ekstra Sekolah di Pacitan
Budaya, Headline

Mantap, Kethek Ogleng Segera Masuk ke Pelajaran Ekstra Sekolah di Pacitan

Tari Kethek Ogleng dari Tokawi Nawangan menghibur warga Pacitan. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Upaya para pegiat dan pelaku seni budaya Kethek Ogleng untuk melestarikan kesenian asli Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan terus dilakukan. Terbaru, seni tari Kethek Ogleng ini diusulkan untuk masuk ke dalam pelajaran tambahan (ekstra kurikuler) di sekolah.

Rencana tersebut digulirkan saat digelar sarasehan seni tari Kethek Ogleng oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) TK dan SD Kecamatan Nawangan yang di hadiri tokoh budaya dan lembaga sekolah setempat, Kamis (9/3/2017) di kantor UPT TK dan SD Kecamatan Nawangan.




Ketua sanggar seni Kethek Ogleng Condro Wanoro, Sukisno kepada Pacitanku.com, Kamis mengatakan bahwa pokok bahasan sarasehan tersebut adalah memantapkan pelestarian dan pengembangan seni tari yang digagas oleh Sutiman ini.

Sarasehan Kethek Ogleng yang digelar pada Kamis (9/3/2017) di Kecamatan Nawangan. (Foto: Sukisno)

“Pokok bahasan memantapkan seni Kethek Ogleng Pacitan, dan kewajiban Sanggar Condro Wanoro sebagai pusat pelestarian, pusat  pembinaan dan pengendalian  pengembangan agar tidak sampai mengikis habis cirikhas seni kethek Ogleng, “katanya.

Lebih lanjut, Sukisno mengatakan bahwa seni Kethek Ogleng akan diupayakan menjadi pelajaran ekstra. “Untuk awalan, khususnya akan dilaksanakan di Kecamatan Nawangan terlebih dahulu,”ujar pria yang baru saja mendapatkan gelar “Mas Ngabehi Sukisno Hadiprojo” dari Keraton Surakarta ini.

Senada dengan Sukisno, dalam sambutannya Kepala UPT/TK dan SD Kecamatan Nawangan, Suyanto berharap dengan adanya  sanggar seni Kethek Ogleng Condro Wanoro selain berkewajiban menjaga bakunya seni Kethek Ogleng. Suyanto juga meminta agar mengajarkan seni kethek Ogleng kontemporer untuk memenuhi permintaan pasar seni.

Para siswa sedang latihan Kethek Ogleng. (Foto: Sukisno)

Saat ini, sebanyak 90 siswa yang masuk ke sanggar seni Kethek Ogleng Condro Wanoro. Kegiatan rutin tersebut berupa latihan rutin gerak seni Kethek Ogleng setiap hari Minggu. 

Perkembangan tari Kethek Ogleng sendiri juga sudah diakui oleh Pemkab. Terbukti beberapa tahun silam seni tari Kethek Ogleng dimodifikasi dalam seni tari kontemporer yang mengadopsi cerita Kethek Ogleng dengan tajuk Pacitan Bumi Kaloka. Tarian Pacitan Bumi Kaloka yang terinspirasi dari tari Kethek Ogleng sendiri sudah tampil beberapa kali di tingkat provinsi maupun nasional.

Saat momentum Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-272 pertengahan Februari lalu, seni Kethek Ogleng juga menjadi penampil di alun-alun Pacitan.

Atas usaha pelestarian Kethek Ogleng itu, tiga seniman Kethek Ogleng dari Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan mendapat penghargaan gelar penewu atau pegiat budaya di tanah Jawa dari keluarga keraton kasunanan Surakarta, baru-baru ini di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah.

Ketiga seniman yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Sutiman selaku pendiri dan penggagas kesenian Kethek Ogleng, Sukisno yang merupakan ketua Sanggar Condro Wanoro dan Suratno yang merupakan murid kesayangan Sutiman. (RAPP002)

Permalink ke Pemkab Pacitan Gelar Pelatihan Pemandu Wisata, ini Cara Pendaftarannya
Headline, Wisata

Pemkab Pacitan Gelar Pelatihan Pemandu Wisata, ini Cara Pendaftarannya

Ilustrasi pramuwisata. (Foto: Studipariwisata)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pacitan bekerjasama dengan Asosiasi Pelaku dan Penggiat Pariwisata Pacitan (AP3) akan mengadakan pelatihan pemandu wisata atau pramuwisata yang direncanakan dimulai pada 20-22 Maret 2017 mendatang.

Menurut Hesti Suteki, Kepala Bidang Kelembagaan dan SDM Disparpora Pacitan, saat dihubungi Pacitanku.com pada Rabu (8/3/2017) mengataka bahwa pelatihan perdana yang akan dibuka untuk umum dan siapa pun boleh mendaftar asalkan sesuai kriteria.

Sebagai informasi, pramuwisata adalah profesi di bidang kepariwisataan. Pramuwisata disebut juga Pemandu Wisata atau Tour Guide. Di Indonesia, secara nasional telah dibentuk organisasi yang mewadahi profesi ini, yaitu Himpunan Pramuwisata Indonesia atau HPI. Organisasi ini telah memiliki jaringan ke seluruh provinsi di Indonesia. Di beberapa daerah juga terbentuk sejumlah organisasi serupa yang bersifat lokal. Dan untuk Pacitan, ini adalah kali pertama Disparpora menggelar pelatihan tersebut.

Hesti menuturkan kegiatan ini bertujuan mempersiapkan tenaga-tenaga terampil untuk melayani wisatawan yang berkunjung ke Pacitan. “Nanti bagi yang terpilih menjadi pemandu wisata nantinya akan membuat kelompok pemandu wisata sendiri, dengan harapan nanti biasa sinergitas dengan instansi tertentu nantinya dengan begitu wisatawan yang datang ke pacitan bisa menggunakan tour guide lokal pacitan,”jelasnya.

Hesti mengatakan bahwa selain itu juga mempersiapkan tenaga yang bisa memberikan informasi dan pelayanan sebagai tuan rumah yang baik. “Adapun tugas dari tour guide mempromosikan pariwisata pacitan ke masyarakat, serta menjadi tuan rumah yang baik dalam pelayanan wisata,”katanya lagi.

Adapun, untuk kriteria yang dibutuhkan, kata Hesti, diantaranya adalah pria/wanita, pendidikan minimal SLTA, berpenampilan menarik, ramah dan menyenangkan, menguasai salah satu bahasa asing, berjiwa humoris dinamis dan kreatif, lancar dan cakap berkomunikasi, dan usia maksimal 35 tahun.“Pada hari pertama (pelatihan) dan kedua materi di dalam kelas, sedangkan hari ketiga, 22 Maret 2017, praktik lapangan,”ujarnya.


Lebih lanjut, Hesti mengatakan bahwa target pramuwisata Pacitan adalah 40 peserta. Namun demikian, Hesti mengatakan bahwa jika pendaftaran lebih dari 40 peserta nantinya akan dilakukan seleksi administratif.“Kita menumbuhkan embrio pramuwisata dulu, baru misalkan nanti itu ada respon yang sangat antusias baru dibuatkan dasar-dasar hukum yang berlaku,”pungkasnya.

Jika Anda tertarik mendaftar, bisa mulai mendaftar pada Selasa-Rabu (14-15/3/2017) dan mengisi formulir pendaftaran via laman www.pacitantourism.net. Adapun, persyaratan administrasi yang harus dilampirkan yaitu biodata, fotokopi KTP, fotokopi ijazah terakhir (SMA/sederajat), dan pas foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak dua lembar.

Jika sudah melengkapi berkas, seluruh berkas pendaftaran diserahkan ke Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Sumber Daya Pariwisata Disparpora Pacitan Jalan WR Supratman 20A, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, telepon 0357883545. (RAPP002)

Permalink ke Tiga Seniman Kethek Ogleng Pacitan Diberi Gelar Pegiat Budaya dari Keraton Surakarta
Budaya, Headline

Tiga Seniman Kethek Ogleng Pacitan Diberi Gelar Pegiat Budaya dari Keraton Surakarta

Sutiman menerima gelar Penewu dari keluarga Keraton Surakarta. (Foto: Sukisno)

Pacitanku.com, SURAKARTA – Tiga seniman Kethek Ogleng dari Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan yang menjadi penjaga budaya dan warisan budaya di Kabupaten Pacitan mendapat penghargaan gelar penewu atau pegiat budaya di tanah Jawa dari keluarga keraton kasunanan Surakarta, baru-baru ini di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah.

Ketiga seniman yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Sutiman selaku pendiri dan penggagas kesenian Kethek Ogleng, Sukisno yang merupakan ketua Sanggar Condro Wanoro dan Suratno yang merupakan murid kesayangan Sutiman.

“Beliau (Sutiman-red) dan dua seniman lain, yakni saya dan Suratno yang juga anak angkat Bapak Sutiman mendapatkan gelar Penewu atau pegiat budaya di tanah Jawa dari keluarga Keraton,”kata Sukisno, Ketua Sanggar Condro Wanoro, saat dikonfirmasi Pacitanku.com pada Senin (6/3/2017).

Sutiman dan Sukisno yang terus mengembangkan kesenian Kethek Ogleng. (Foto: Sukisno)

Sebagaimana diketahui, seni Kethek Ogleng tersebut sudah ada sejak tahun 1963 hasil karya dari Sutiman yang saat itu masih berusia  18 tahun. Dikatakan Sukisno, penamaan Kethek Ogleng diambil dari nama binatang yaitu kera dalam bahasa jawa, sementara ogleng berasal dari bunyi gamelan yang berbunyi gleng-gleng.




“Tari Kethek Ogleng pertama kali ada di tempat orang punya hajat perkawinan tepatnya akhir tahun 1963, adapun entas tersebut terlaksana atas permintaan Kepala Desa Tokawi pada waktu itu Haryo Prawiro,”ujarnya.

Selanjutnya, sejarah Kethek Ogleng terus diakui, seperti pada akhir tahun 1964, Dinas Pendidikan atas persetujuan Bupati RS Tedjo Sumarto, meminta Sutiman agar tari Kethek Ogleng menggunakan cerita rakyat Panji Asmorobangun.Hal itu bertujuan apabila menggunakan unsur cerita agar menjadi lebih baik. Cerita panji dalam versi raden panji yang akan dijodohkan dengan Sekartaji atau Candra Kirana.

“Nah, tari Kethek ogleng memiliki alur cerita, secara utuh terdiri dari enam tokoh yaitu Panji Asmorobangun, Dewi Sekartaji, Endang Rara Tompe, Punakawan, Bathara Narada dan Wanaraseta dan tari tersebut berkembang hingga sekarang,”ujar menantu Sutiman ini.

Perkembangan tari Kethek Ogleng sendiri juga sudah diakui oleh Pemkab. Terbukti beberapa tahun silam seni tari Kethek Ogleng dimodifikasi dalam seni tari kontemporer yang mengadopsi cerita Kethek Ogleng dengan tajuk Pacitan Bumi Kaloka. Tarian Pacitan Bumi Kaloka yang terinspirasi dari tari Kethek Ogleng sendiri sudah tampil beberapa kali di tingkat provinsi maupun nasional.

Yang terbaru, dalam gelaran puncak Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-272 hari Minggu (19/2/2017) lalu, tarian Kethek Ogleng turut menyemarakkan acara tersebut.

Saat digelar puncak Hajatan ke-272 tersebut, penampilan tari Kethek Ogleng ini diapresiasi. Dia pun berharap dengan adanya banyak apresiasi, bisa menjadi penyemangat dalam meningkatkan kualitas.”Semoga jadi penyemangat kami lebih giat meningkatkan kwalitas seni Kethek Ogleng,”pungkas Sukisno. (RAPP002)

Permalink ke Bupati Pacitan Berharap Jurug Gringsing Jadi Salah Satu Wisata Unggulan
Headline, Wisata

Bupati Pacitan Berharap Jurug Gringsing Jadi Salah Satu Wisata Unggulan

Indartato saat berfoto di kawasan Jurug Gringsing. (Foto: IG Indartato)

Pacitanku.com, TEGALOMBO – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM berharap obyek wisata air terjun Jurug Gringsing yang terletak di Dusun Krajan, Desa Ploso Kecamatan Tegalombo menjadi salah satu obyek wisata unggulan, khususnya di Kecamatan Tegalombo.

“Air terjun Jurug Gringsing di Desa Ploso Kecamatan Tegalombo ini salah satu destinasi wisata baru di Pacitan, semoga bisa menjadi salah satu obyek wisata unggulan kecamatan Tegalombo,”katanya pada Rabu (1/3/2017) melalui akun instagramnya.

Indartato juga berharap keberadaan air terjun Jurug Gringsing bisa mengurangi angka kemiskinan dengan menambah kesejahteraan warga setempat. “Semoga bisa menambah kesejahteraan warga sekitarnya,”tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Indartato yang hadir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luky Tribaskorowati Indartato dan Camat Tegalombo Djoko Putro Utomo. Peresmian obyek wisata yang hingga kin masih dikembangan itu langsung dilakukan oleh Luky Indartato dengan cara memotong pita.

Senada dengan Indartato, Camat Djoko Putro Utomo mengungkapkan bahwa pembukaan Jurug Gringsing tersebut dilakukan dengan swadaya masyarakat. Diantaranya kerja bakti, sudah mulai tumbuh UKM dan pembenahan fasilitas serta kenyamanan jalan.



Luky Indartato saat berfoto di Jurug Gringsing. (Foto: Djoko Putro Utomo/FB)

Djoko berharap dengan semakin lengkapnya fasilitas serta sarana prasarana menuju ke lokasi wisata, semakin menguatkan potensi wisata di kawasan tersebut, dalam rangka mengurangi kemiskinan masyarakat Desa Ploso pada khususnya.“Kita kuatkan potensi wisata untuk mengurangi kemiskinan,”katanya lagi.

Berada di kawasan pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo, kawasan Curug Gringsing masih sangat alami. Di saat musim hujan seperti saat ini, volume air yang meningkat menjadikan panorama air terjun yang jatuh ke sungai dibawahnya menjadi pemandangan yang memikiat. Ditambah, bebatuan besar di belakang air yang jatuh tersebut menambah eloknya pemandangan.

Luky Indartato memotong pita tanda diresmikan obyek wisata yang kini masih tahap pengembangan. (Foto: Djoko Putro Utomo/FB)

Saat ini, air terjun setinggi sekitar 20 meter ini saat ini sedang dalam pengembangan untuk memperbaiki akses jalan dan menambah fasilitas. Selain itu, warga setempat secara swadaya menambah fasilitas di kawasan wisata ini, salah satunya bambu cinta, yang merupakan bambu yang dipotong kecil-kecil dan dibentuk sedemikian rupa berbentuk lambang cinta.

Dalam kesempatan tersebut, Indartato dan Luky Indartato tak ketinggalan untuk berfoto diatas bambu cinta sebagai bagian dari promosi wisata Jurug Gringsing. (RAPP002)

Permalink ke Wisata Jurug Gringsing Terus Berbenah, Kini Ada Bambu Cinta
Alam, Headline, Wisata

Wisata Jurug Gringsing Terus Berbenah, Kini Ada Bambu Cinta

Wisatawan berfoto gaya dab di Jurug Gringsing via IG @deavichacha67

Pacitanku.com, TEGALOMBO – Obyek wisata Jurug Gringsing pelan-pelan terus berbenah. Obyek wisata air terjun yang terletak di Desa Ploso, Kecamatan Tegalombo tersebut kini terus bersolek seiring semakin banyaknya pengunjung yang menikmati keindahan Jurug Gringsing.

Terbaru, secara kreatif, pengelola yang merupakan warga setempat membuat satu titik foto yang dibuat dengan bambu dan berbentuk lambang cinta. Bambu cinta yang semakin melengkapi Jurug Gringsing tersebut dibuat tepat di sebuah bukit kecil yang tepat berlatar belakang air terjun Jurug Gringsing.



Ada Bambu Cinta di Jurug Gringsing. (Foto @deavichacha67)

Selain bambu cinta, kawasan wisata yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat juga sudah mulai dibuka beberapa warung yang langsung dikelola oleh warga. Sebelumnya, warga setempat juga sudah melakukan pembukaan jalan menuju ke obyek wisata secara swadaya.

“Warga sekitar lokasi wisata air terjun Jurug Gringsing terus berswadaya, kerja bakti, sudah mulai tumbuh UKM dan pembenahan fasilitas serta kenyamanan jalan,”kata Djoko Putro Utomo, Camat Tegalombo saat meninjau air terjun Jurug Gringsing, yang dikutip melalui akun facebooknya pada Selasa (28/2/2017).

Lebih lanjut, Djoko berharap dengan semakin lengkapnya fasilitas serta sarana prasarana menuju ke lokasi wisata, semakin menguatkan potensi wisata di kawasan tersebut, dalam rangka mengurangi kemiskinan masyarakat Desa Ploso pada khususnya.“Kita kuatkan potensi wisata untuk mengurangi kemiskinan,”katanya lagi.

Sudah mulai ada warung di Jurug Gringsing. (Foto: Djoko Putro Utomo/FB)

Sebagai informasi, obyek wisata Jurug Gringsing ini terletak di Dusun Krajan, Desa Ploso, Tegalombo. Jika ditempuh dari arah Ponorogo atau Pacitan, bisa melewati terminal Desa Gemaharjo menuju ke arah Kecamatan Bandar.

Jika ditempuh dari arah terminal, jarak dari terminal Desa Gemaharjo menuju ke lokasi wisata sekitar 3 kilometer.

Jika Anda berkunjung menggunakan kendaraan roda empat, hingga berita ini diturunkan, belum bisa masuk hingga ke kawasan air terjun. Sehingga untuk menuju ke kawasan air terjun, Anda harus memarkir kendaraan di tepi jalan raya, kemudian berjalan ke arah obyek wisata Jurug Gringsing sejauh 200 meter.

Berada di kawasan pegunungan yang berbatasan denganKabupaten Ponorogo, kawasan Curug Gringsing masih sangat alami. Di saat musim hujan seperti saat ini, volume air yang meningkat menjadikan panorama air terjun yang jath ke sungai dibawahnya menjadi pemandangan yang memikiat. Ditambah, bebatuan besar di belakang air yang jatuh tersebut menambah eloknya pemandangan. (RAPP002)