Kategori: Wisata

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Indartato: Festival Sungai Sirnoboyo Bisa Jadi Kalender Pariwisata Pacitan
Alam, Headline

Indartato: Festival Sungai Sirnoboyo Bisa Jadi Kalender Pariwisata Pacitan

Festival Sungai Sirnoboyo. (Foto: Humas Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM menyebut agenda festival sungai Sirnoboyo bisa menjadi agenda tahunan atau kalender pariwisata di Pacitan.

‘’Efek lainnya, mampu menarik animo masyarakat dengan baik. Ini potensial, jika desa-desa lainnya mampu mengadopsi ide tersebut dan membuat festival-festival sendiri. Bukan tidak mungkin ini bisa mendatangkan wisatawan,’’ katanya saat membuka agenda Festival Sungai Sirnoboyo, Senin kemarin.

Festival Sungai Sirnoboyo digelar dengan maksud untuk nguri-uri sekaligus mengingatkan kembali kepada masyarakat, atas pentingnya menjaga lingkungan sekitar sungai. ‘’Ini seperti nostalgia, kembali ke masa terdahulu. Karena dulu, sungai merupakan pusat kehidupan dan peradaban masyarakat,’’ katanya lagi.

Menurut Indartato, masyarakat terdahulu sudah banyak mencontohkan bahwa sungai merupakan sumber penghidupan. Saat ini pun, pendapat tersebut masih cukup relevan bagi masyarakat Pacitan.

Maklum, Pacitan tidak hanya dipenuhi pantai dan gua. Juga ada sungai Grindulu yang membelah di tengah-tengah. Selain Grindulu, ada banyak anak sungai lain, termasuk sungai Sirnoboyo, yang bisa dimanfaatkan masyarakat. ‘’Contoh dari para terdahulu itu sudah jelas. Bahwa yang bisa menjaga dan memanfaatkan sungai, mereka akan memetik hasil darinya,’’ ujar Indartato.




Ada tiga perlombaan dalam Festival Sungai Sirnoboyo, kemarin. Yang pertama ialah lomba gogo. Teknik menangkap ikan dengan cara gogo (ditangkap menggunakan tangan kosong) sebenarnya merupakan tradisi lama masyarakat Pacitan. Selain gogo, satu yang unik lainnya adalah lomba terjun sarung. Masyarakat dahulu kerap melompat ke dalam sungai membawa sarung.

Selain itu, juga ada lomba perahu hias. ‘’Inti dari semua perlombaan itu, semuanya merupakan tradisi yang menghiasai kehidupan masyarakat di sekitar sungai. Kami berusaha menumbuhkan lagi tradisi itu. Agar, masyarakat kembali cinta dengan sungai,’’ jelasnya.

 

Animo masyarakat terhadap Festival Sungai Sirnoboyo terbilang tinggi. Terlihat dari ribuan masyarakat yang memadati seputaran venue festival di Jembatan Sirnoboyo. Berkaca dari kesuksesan tersebut, Indartato menyebut bukan tidak mungkin festival serupa bisa diadopsi di berbagai desa lainnya.

Permalink ke Serunya Festival Sungai Desa Sirnoboyo, Wisata Berbasis Kearifan Lokal Pacitan
Alam, Headline

Serunya Festival Sungai Desa Sirnoboyo, Wisata Berbasis Kearifan Lokal Pacitan

Keseruan Festival Sungai Sirnoboyo. (Foto Humas Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Apa jadinya jika ratusan orang berkotor-kotor ria untuk menangkap ikan di sawah? Pastinya belepotan air keruh. Namun disitulah letak keseruannya. Sebab bersama banyak orang, berlomba-lomba menangkap ikan, tentu menjadi satu hal yang menyenangkan.

Hal tersebut menjadi gambaran keseruan festival sungai di Desa Sirnoboyo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan pada Senin (24/4/2017). Antusiasme warga dan peserta mengikuti acara tersebut semakin tinggi karena bertepatan dengan hari libur nasional.

Agenda yang digelar berkat kerjasama antara Pemerintah Desa Sirnoboyo dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Komunitas Pacitan Sehat dan Komunitas Hijau tersebut digelar dengan berbagai rangkaian agenda, diantaranya lomba perahu hias, cipta menu makanan tradisional, lomba tangkap ikan (gogo), terjun sarung, dan bersih-bersih sungai.

“Kegiatan ini sendiri digagas sebagai bagian dari menggugah pertisipasi masyarakat. Karena seperti diketahui Desa Sirnoboyo merupakan salah satu desa dalam program Desa Pesisir Tangguh Bencana,”kata Arifin, kepala desa Sironoboyo.



Lomba perahu hias festival sungai Sirnoboyo. (Foto: Humas Pacitan)

Sementara, Bupati Pacitan Indartato yang turut serta dalam agenda ini mengatakan bahwa festival sungai dapat menambah ragam wisata di Kabupaten Pacitan.“Ini bisa menambah ragam wisata di Pacitan, dan kami harapkan juga memberi inspirasi dan diikuti oleh desa-desa lainnya,” ujarnya.

Selain menambah ragam wisata, Bupati berharap akan ada dampak lain yang dirasakan masyarakat. Salah satunya sektor ekonomi. “Pemberdayaan sungai, tidak lagi hanya sebagai upaya menjaga kelestarian alam. Lebih dari itu, sungai memiliki peran besar terhadap kelangsungan hidup masyarakat. Karena menjadi sumber air bersih dan pengairan lahan pertanian,”tandasnya.

Dia mengingatkan masyarakat Pacitan untuk terus menjaga ekosistem sungai, apalagi saat ini tingkat polusi di sungai kini meningkat. Baik sampah maupun limbah.

“Ujungnya tentu pada jaminan kehidupan untuk generasi akan datang, kita tanami pohon-pohon produktif dan buah-buahan. Kelak, 10 atau 20 tahun lagi, anak-anak kita akan mendapatkan manfaatnya,”pungkasnya. (Humas/RAPP002)

Permalink ke Catat! ini Daftar Tarif Baru Obyek Wisata di Pacitan
Headline, Wisata

Catat! ini Daftar Tarif Baru Obyek Wisata di Pacitan

soge via @lukieukie

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan kembali melakukan revisi tarif obyek wisata di Pacitan. sebagaimana dikutip pacitanku.com dari laman dinas pariwisata pemuda dan olahraga, sesuai lampiran Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan nomor 1 tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 21 tahun 2010 tentang retribusi tempat rekreasi dan olahraga, sejumlah obyek wisata mengalami perubahan tarif.




Ada 16 obyek wisata di Pacitan yang terdiri dari 9 pantai, 3 goa dan luweng serta 4 wisata alam yang mengalami revisi tarif. Namun demikian, Pemkab menjelaskan bahwa perubahan tarif tersebut sudah termasuk asuransi dan juga keringanan Untuk Pengunjung. Keringanan tersebut adalah untuk rombongan mendapatkan keringanan tarif untuk 1 (satu) orang tiap kelipatan 10 (sepuluh) orang.

Ini daftar tarif terbaru obyek wisata di Pacitan:

NO JENIS PELAYANAN TINGKAT PENGGUNAAN JASA TARIF RETRIBUSI KETERANGAN
ANAK-ANAK DEWASA
1 MASUK TEMPAT PARIWISATA 1. Tarif Sudah Termasuk Asuransi
a. Pantai Pancer 1 Kali Masuk Rp. 4.000,00 Rp. 5.000,00 2. Untuk Pengunjung rombongan mendapatkan keringanan tarif untuk 1 (satu) orang tiap kelipatan 10 (sepuluh) orang
b. Pantai Srau 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
c. Pantai Klayar 1 Kali Masuk RP. 5.000,00 Rp. 10.000.00
d. Pantai Watukarung 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
e. Pantai Taman Hadiwarno 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
f. Pantai Soge Sidomulyo 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
g. Pantai Dhaki Bawur 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
h. Pantai Buyutan WIdoro 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
i. Pantai Dangkal Wora-Wari 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
j. Goa Gong 1 Kali Masuk Rp. 5.000,00 Rp. 15.000,00
k. Goa Tabuhan 1 Kali Masuk Rp. 5.000,00 Rp. 10.000,00
l. Luweng Jaran Per Orang Rp. 25.000,00
m. Luweng Ombo Per Orang Rp. 25.000,00
n Etalase Geopark Gunung Sewu Pancer Door Rp. 5.000,00 Rp. 5.000,00
2 MASUK TEMPAT REKREASI
a. Pemandian Banyu Anget 1 Kali Masuk Rp. 5000,00 Rp. 10.000,00
b. Pemandian Anak Ngadirojo 1 Kali Masuk Rp. 2.500.00 Rp. 3.000,00
3 USAHA JASA WISATA
a. SPA Banyu Anget 1 Jam Rp. 10.000,00 Rp. 15.000,00
b. Bath Up Banyu Anget 1 Jam Rp. 10,000,00 Rp. 15.000,00
4 KENDARAAN MASUK KAWASAN WISATA
a. Kendaraan Bermotor Beroda Lebih dari 4 1 Kali Kegiatan Rp. 10.000,00
b. Kendaraan Bermotor Beroda 3 dan 4 1 Kali Kegiatan Rp. 5.000,00
c. Kendaraan Bermotor Beroda 2 1 Kali Kegiatan Rp. 2.000,00

 

 

Permalink ke Keunikan Pantai Banyu Tibo Menurut Kepala Disparpora Pacitan
Headline, Pantai

Keunikan Pantai Banyu Tibo Menurut Kepala Disparpora Pacitan

Pantai Banyutibo pacitan. (Foto : Dok.Pacitanku)

Pantai Banyutibo pacitan. (Foto : Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, DONOROJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan terus getol mempromosikan berbagai obyek wisata yang berada di kampung halaman Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), salah satunya melalui social media. Seperti yang giat dilakukan oleh Bupati Pacitan bersama jajarannya, salah satunya Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan.

Melalui akun facebooknya yang dilihat Pacitanku.com pada Rabu (12/4/2017), Kadisparpora Endang Surjasri tak ketinggalan turut mempromosikan salah satu destinasi wisata di Pacitan, yakni Pantai Banyu Tibo. Di pantai yang terletak di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo ini, Endang bersemangat menjelaskan detil keunikan dari pantai yang bersebelahan dengan Pantai Buyutan ini.




“Saya sekarang ada di lokasi obyek wisata Pantai Banyu Tibo Kabupaten Pacitan, salah satu destinasi wisata yang sangat indah sekali di Kabupaten Pacitan. Berada di ujung sebelah barat Kabupaten Pacitan, ombaknya sangat besar,”katanya.

Menurut Endang, Pantai Banyu Tibo memiliki keunikan yang berbeda dengan pantai lain di Pacitan, yakni keberadaan air terjun yang berada di tepi pantai.

“Ada satu keunikan di pantai ini, bahwasanya di Pantai ini namanya Pantai Banyu Tibo, karena apa, ada salah satu sungai yang muaranya langsung ke pantai sehingga bertemu dengan ombak-ombak besar. Inilah yang dikatakan banyu tibo, yang seperti layaknya Air terjun berasal dari muaranya bertemu langsung ke pantai,”jelas eks Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Pacitan ini.

Di akhir videonya, Endang yang juga merupakan mantan Camat Tegalombo ini mengajak kepada seluruh netizen untuk mengunjungi Pantai Banyu Tibo. “Ini adalah perpaduan ciptaan Allah yang sangat luar biasa, Anda harus kesini, obyek wisata Pantai Banyu Tibo, Kabupaten Pacitan. Saya tunggu kedatangan Anda ke Pacitan,”tutupnya.

Sebagaimana diketahui, keistimewaan pantai ini karena menyuguhkan pemandangan yang unik dan indah yaitu Air Terjun yang langsung turun ke laut Pantai Banyu Tibo. Untuk mengetahui Air Terjun ini berada di bibir pantai, bibir pantainya berbentuk tebing sehingga air yang berasal dari sungai dapat turun langsung menuju dataran rendah di laut. Air ini tidak kering sekalipun musim kemarau tiba.

penunjuk arah pantai Banyutibo. (Foto : Dok.Pacitanku)

penunjuk arah pantai Banyutibo. (Foto : Dok.Pacitanku)

Nah, jika Anda ingin menuju ke pantai ini, rute bisa dilalui dengan menuju ke Kecamatan Punung terlebih dahulu. Setelah sampai di Kecamatan Punung Anda bisa melaju kea rah perempatan kalak (yaitu arah Goa Gong). Setelah sampai di perempatan Kalak Anda dapat mengambil arah kiri, dan itu merupakan satu jalur ke arah Klayar.

Kemudian, setelah 50 meter Anda akan ketemu dengan pertigaan. Setelah di pertigaan Anda mengambil arah kanan dengan tujuan Pantai Buyutan serta Pantai Banyu Tibo. Selepas itu Anda tinggal mengikuti jalan ber aspal hingga ketemu pertigaan lagi dan Anda mengambil arah kiri dengan jalanan berbeton. Itu sudah hampir sampai Pantai Banyu Tibo tiinggal mengikuti petunjuk arah menuju Pantai Banyu Tibo.

Selamat menikmati keindahan Pantai Banyu Tibo. (RAPP002)

Permalink ke Selamat Datang di Pacitan Indah, Tempat Kekinian yang Ngehits dan Instagramable
Alam, Headline, Wisata

Selamat Datang di Pacitan Indah, Tempat Kekinian yang Ngehits dan Instagramable

ELOK. Panorama Pacitan Indah (Sumber Foto: IG @Dwiratnasari)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Wisata alam dengan konsep gardu pandang di hutan kini semakin banyak ditemui dan banyak diminati di Pacitan. Ini sekaligus membuktikan bahwa wana wisata di Pacitan sama eloknya dengan wana wisata di DI Yogyakarta.

Jika di DI Yogyakarta kini terdapat lima wana wisata yang nge-hits, yakni Bukit Panguk,  Puncak Bukit Becici, Pinus Asri dan Watu Lumbung di Bantul serta Desa Wisata Kalibiru di Kulon Progo, maka Pacitan juga punya dua wana wisata, yakni Pinus Kita dan Pacitan Indah.

Setelah wana wisata Pinus Kita yang terletak di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo lebih dulu populer, kini satu lagi wisata alam yang tak hanya menyajikan panorama elok Pacitan, tetapi melatih adrenalin Anda. Wisata yang kini sedang nge-hits dan dijadikan sasaran para traveller dan aktivis instagram berkunjung tersebut adalah Pacitan Indah.

Kenapa demikian, karena Pacitan Indah sangat instagramable, atau bisa menghasilkan foto yang bisa diunggah di instagram dengan kualitas, moment, pencahayaan, komposisi, dan cerita sangat baik, editing dengan filter kreatif dan tentu cerita di foto tersebut mampu menginspirasi




Obyek wisata Pacitan Indah terletak di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Kawasan wisata Pacitan Indah (PI) ini sendiri terletak di hutan mahoni dan perbukitan di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, atau jika ditempuh dari pusat kota Pacitan berjarak sekitar 15 Kilometer dengan melewati rute jalur bus Pacitan-Surakarta.

Lalu apa yang menarik sehingga Pacitan Indah kini semakin populer, terutama di kalangan anak-anak social media?

Gardu Pandang

Gardu Pandang Pacitan Indah. (Sumber Foto: IG @Ajengnurwg)

Yang pertama, kawasan wisata Pacitan Indah menjanjikan obyek wisata yang sangat berbeda dari obyek wisata lain di Pacitan. Disini, di perbukitan Pacitan Indah, Anda akan dimanjakan dengan panorama kota Pacitan. Yang paling mencolok adalah, Anda bisa melihat dengan jelas pemandangan teluk Pacitan di sisi selatan.

Tak ketinggalan panorama kota Pacitan dan Gunung Lima bisa terlihat dan menambah daya tarik  wisata. Sebab pengelola Pacitan Indah menyediakan Gardu Pandang yang dibuat dari papan untuk melihat dengan jelas panorama kota Pacitan. Untuk masalah keamanan, Anda tak perlu khawatir, karena pengelola sudah menyiapkan pengamanan saat Anda hendak melihat di Gardu Pandang.

Selain itu, pengelola setempat juga menyediakan tulisan Pacitan Indah yang dilukiskan pada sebuah kayu, tak lain dan tak bukan adalah untuk semakin memanjakan Anda dalam mengabadikan momen-momen terindah saat di kawasan tersebut.

Ayunan Angkasa

ELOK. Panorama Pacitan Indah (Sumber Foto: IG @Nurulita_Widya)

Yang kedua sekaligus titik yang paling nge-hits, juga paling memacu adrenalin adalah ayunan angkasa. Disebut ayunan angkasa oleh pengelola setempat, dikarenakan ayunan ini dibuat sedemikian rupa diatas jurang. Wow! Diatas jurang, Anda bisa berayun sambil tetap menikmati panorama, melihat keindahan kota Pacitan nun jauh disana, serta meminta teman Anda untuk mengabadikan momen Anda saat bermain ayunan. Bermain ayunan diatas jurang.

Lalu bagaimana untuk keamanan ayunan angkasa? Dont Worry, tak perlu khawatir, sebab pengelola setempat sudah menyiapkan pengamanan untuk membuat Anda nyaman saat berayun diatas ayunan yang berada di atas jurang. Jika Anda kesini, ini adalah wahana wajib yang harus dicoba.

Sepeda motor trail dan bukit karang

Bukit karang via IG @susahcantik_

Titik ketiga yang bisa Anda coba nikmati adalah menaiki sepeda motor motocross (trail) di atas bukit karang. Tentu Anda tidak akan mengendarainya, melainkan hanya menaiki di sebuah bukit karang di kawasan wisata Pacitan Indah ini. Tentunya Anda wajib mengabadikannya dengan smartphone Anda, di upload ke instagram, dan kabarkan kepada seluruh teman Anda, bahwa di Pacitan ada tempat berbeda untuk menikmati akhir pekan.

Kawasan hutan mahoni

Hutan Mahoni Pacitan Indah via IG Bagus_Priyoo

Anda sudah puas menikmati panorama kota Pacitan dari atas bukit atau dari atas ayunan? Jika sudah, alternatif lain adala menikmati rindangnya hutan mahoni di kawasan tersebut. Ribuan pepohonan mahoni yang berjejer rapi, bisa Anda jadikan obyek foto bersama keluarga tercinta. Disini, Anda bisa juga menikmati permainan khas anak muda, petak umpet (masih ada gak ya). Atau Anda bisa juga bersama kekasih menari bak musik-musik India.

Burung Beo

Satu lagi yang bisa Anda nikmati saat berada di kawasan Indah adalah bercengkerama dengan burung yang disiapkan oleh pengelola setempat. Jika Anda tahu bahasa burung, tentu akan semakin nyambung.


Kapan sebaiknya kesana?

ELOK. Panorama Pacitan Indah saat pagi hari (Sumber Foto: IG @Awikbaidawi)

Lalu sebaiknya kapan waktu yang pas ke Pacitan Indah? Jangan khawatir, sebab di tiga waktu yang ada di dunia, yakni pagi, siang dan sore, semuanya cocok-cocok saja. Semuanya adalah waktu terbaik. Bahkan di malam hari pun adalah waktu yang bisa Anda gunakan menikmati Pacitan Indah. Jika pagi hari, Anda bisa memanfaatkan momen matahari terbit, ini suasana sangat segar, udara sangat sejuk, dan panorama matahari yang menyembul malu-malu dari balik gunung lima menambah eloknya pesona pagi hari di Pacitan Indah.

ELOK. Panorama Pacitan Indah saat malam hari (Sumber Foto: IG @Awikbaidawi)

Saat siang hari, Anda juga tak perlu khawatir kepanasan atau takut hitam, sebab ribuan pepohonan mahoni siap melindungi Anda dari mentari siang. Semilirnya angin siang hari menambah pesona Pacitan Indah. Pun demikian dengan sore dan malam hari. Saat-saat tersebut Anda bisa menikmati suasana lembayung senja, sedang jelang malam, panorama gemerlip romantisnya lampu-lampu di kota Pacitan bisa Anda lihat dengan jelas.

Silahkan berkunjung, nikmati panoramanya, kapanpun, asalkan Anda tetap menjaga kebersihan kawasan wisata tersebut. Jangan lupa sertakan hastag #Pacitanindah dan #Pacitanku, saat memposting foto Anda di instagram. Selamat datang di Pacitan Indah, wana wisata yang nge-hits dan instagramable.

Jika masih belum puas dengan uraian artikel tersebut, Anda bisa juga menyaksikan vlog dari salah satu netizen asal Pacitan yang menggambarkan panorama Pacitan Indah berikut ini.

Permalink ke Ini Cara Dishub Pacitan Selesaikan Polemik Shuttle Wisata ke Klayar
Headline, Wisata

Ini Cara Dishub Pacitan Selesaikan Polemik Shuttle Wisata ke Klayar

Bisnis Warung hingga toilet di Klayar laris manis. (Foto : Dok.Pacitanku)

Bisnis Warung hingga toilet di Klayar laris manis. (Foto : Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Polemik di sekitar usaha angkutan shuttle (penghubung) wisata bakal coba diakhir tahun ini. Dinas Perhubungan (Dishub) Pacitan merencanakan penataan setelah pembangunan lahan parkir Pantai Klayar beres.

Penataan dilakukan menunggu lahan parkir siap lantaran Pantai Klayar akan dijadikan sebagai lokasi pusat mangkalnya angkutan shuttle. Wacananya, dari Pantai Klayar, angkutan shuttle akan mengantar wisatawan ke sejumlah objek wisata lain di sekitar. ‘’Semua bus rencananya akan parkir di Klayar. Wisatawan akan diantar menggunakan shuttle jika ingin mampir ke objek wisata lain,’’ terang Kepala Dishub, Wasi Prayitno, baru-baru ini.

Dari Pantai Klayar, lebih dari 40 angkutan shuttle yang ada saat ini siap mengantar ke sejumlah objek wisata di sekitar Klayar. Seperti Pantai Ngiroboyo, Gua Gong, Sungai Maron, Pantai Buyutan, serta Pantai Banyutibo. Namun, jika bus tidak tertampung di Pantai Klayar, maka bus akan dialihkan parkir di Gua Gong.




Jika di Gua Gong tetap tidak tertampung, baru bus diminta berhenti di Punung. Penataannya mengambil contoh Masjidilharam di Makkah, Arab Saudi. ‘’Di Masjidil Haram, jika di sekitar Kabah sudah penuh, maka geser keluar ke masjid lantai satu, kemudian lantai dua, dan seterusnya,’’ jelasnya.

Jika penataannya sudah rampung, maka puluhan angkutan shuttle pun akan diminta meng-upgrade kendaraannya. Wasi meminta, kelak para pengusaha itu mengganti angkutan barang menjadi angkutan yang memang murni untuk penumpang.

Tetapi, itu baru akan dilakukan setelah angkutan shuttle beroperasi secara rutin dan terjadwal. ‘’Sementara selama ini kan angkutan baru ramai beroperasi ketika akhir pekan saja. Kalau wisatawan sudah banyak dan angkutannya beroperasi secara terjadwal, diminta upgrade ke angkutan yang lebih layak,’’ terangnya.

Sebab, menurut Wasi, angkutan shuttle sebenarnya memang dilarang hanya berbentuk pikap yang dimodifikasi. Sesuai ketentuan dalam PP nomor 41 tahun 1993 tentang angkutan jalan, angkutan barang hanya boleh dimodifikasi sebagai angkutan penumpang pada daerah khusus tanpa trayek angkutan penumpang yang tetap, dan sarana transportasinya belum memadai.

Disana tidak diatur mengenai angkutan shuttle wisata.‘’Angkutan pikap itu bisa dimodifikasi untuk transportasi masal, jika memang dibutuhkan. Tetapi tidak untuk transportasi wisata,’’ jelasnya.

Sumber: Radar Madiun