Kategori: Wisata

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Kagumi Pantai Pidakan dan Soge, Ani Yudhoyono: Baik untuk Refleksi Kaki, Buih Ombak Sangat Indah
Headline, Pantai

Kagumi Pantai Pidakan dan Soge, Ani Yudhoyono: Baik untuk Refleksi Kaki, Buih Ombak Sangat Indah

Hasil jepretan Ani Yudhoyono di Pantai Pidakan Pacitan. (Foto: IG Ani Yudhoyono)

Pacitanku.com, TULAKAN – Istri dari Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Kristiani Herawati Yudhoyono ternyata begitu mengagumi pantai-pantai yang ada di Pacitan.

Setelah beberapa tahun lalu mempopulerkan Pantai Klayar, pada kunjungan ke Pacitan Minggu (20/8/2017), perempuan yang akrab disapa Ani Yudhoyono ini juga mengagumi dua pantai lain di Pacitan, yakni Pantai Pidakan yang terletak di Dusun Godek Kulon, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan dan Pantai Soge yang terletak di Dusun Soge, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo.

Hasil jepretan Ani Yudhoyono di Pantai Pidakan Pacitan. (Foto: IG Ani Yudhoyono)




Melalui akun instagramnya di @aniyudhoyono, perempuan yang hobi fotografi ini mengatakan bahwa Pantai Pidakan memiliki ciri khas dan karakteristik yang agak berbeda. “Pantai Pidakan dan pantai Soge di Kabupaten Pacitan ini, menyimpan pesona masing-masing. Batu-batu terhampar indah di pantai Pidakan, yang berarti pijakan. Baik untuk refleksi kaki,”katanya.

Ani Yudhoyono di Pantai Pidakan Pacitan. (Foto: IG Ani Yudhoyono)

Sementara, satu pantai lain, yakni Pantai Soge, menurut Ani Yudhoyono memiliki pasir dan buih ombak yang indah. “Sedangkan pantai Soge, pasir dan buih ombak menyatu sangat indah,”ujar perempuan kelahiran Purworejo, Jawa Tengah ini.

Hasil jepretan Ani Yudhoyono di Pantai Pidakan Pacitan. (Foto: IG Ani Yudhoyono)

Kekaguman Ani Yudhoyono terhadap kedua pantai yang letaknya di tepi Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan diwujudkan dengan mengunggah sekitar 10 foto slide dan video pendek dalam akun instagramnya.

Saat berkunjung ke kedua pantai tersebut, ratusan masyarakat setempat menyambutnya dengan antusias. Selain mengabadikan dengan foto, Ani Yudhoyono yang datang bersama suami,anak dan cucunya itu mempersilahkan warga untuk berkumpul dan berfoto bersama. Kesempatan itu tak disia-siakan. Segera saja mereka membentuk kelompok. Duduk dengan tertib didepan SBY.

Hasil jepretan Ani Yudhoyono di Pantai Pidakan Pacitan. (Foto: IG Ani Yudhoyono)

Sementara, di Soge, warga setempat kembali menyambut dengan meriah. Bahkan sekelompok seniman lokal mempersembahkan tarian Langen Bekso menyambut kehadiran Ani Yudhoyono dan keluarga.

Ani Yudhoyono di Pantai Soge Pacitan. (Foto: IG Ani Yudhoyono)

Sebagai informasi, kedua pantai tersebut saat ini dikelola oleh masyarakat setempat. Pantai Pidakan terlebih dahulu dikelola karang taruna desa setempat, bekerja sama dengan Pos Pemberdayaan Keluarga binaan Prof Haryono Suyono. Setelah dikelola dengan baik, Pantai Pidakan kini terus menjadi rujukan wisatawan yang datang ke Pacitan, karena panorama dan kebersihan pantainya.

Sementara, Pantai Soge juga dikelola oleh karang taruna setempat dan terus berbenah demi memanjakan wisatawan yang berkunjung. (RAPP002)

Permalink ke Ketakjuban AHY Terhadap Pantai Watukarung: Sepanjang Mata Memandang Indah Sekali
Headline, Pantai

Ketakjuban AHY Terhadap Pantai Watukarung: Sepanjang Mata Memandang Indah Sekali

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Direktur eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengagumi keindahan Pantai Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Pacitan.

Keindahan Pantai ini membuat takjub AHY, terlebih, persona pantai ini telah menjadi buruan para peselancar dalam negeri, maupun mancanegara.

Pujian itu diutarakan AHY saat memberikan sambutan di acara World Surf League (WSL)-Asia Region: Hello Pacitan Pro 2017, Sabtu (19/8) lalu.

Ajang selancar kelas dunia ini diikuti 48 atlet dari 14 negara, antara lain Amerika Serikat, Australia, Indonesia, Jepang, dan lain-lain. “Senang sekali saya diundang ke pantai Watu Karung ini. Sepanjang mata memandang indah sekali,” puji AHY.

Dalam sambutannya, AHY menekankan arti penting dalam memperhatikan olahraga selancar di Tanah Air. Termasuk pengembangan pantai-pantai seperti Watu Karung sebagai wisata bahari bertaraf internasional.”Sehingga bisa memajukan olahraga air dan pariwisata Indonesia,” jelasnya.




Sambil menikmati keindahan pantai dan melihat para peselancar berlomba, AHY menyempatkan diri mampir ke pondok-pondok di sepanjang pantai untuk berdialog singkat seputar olahraga surfing dan Kota Pacitan yang telah menjadi destinasi pariwisata pilihan banyak wisatawan dan peselancar dunia.

Suara deburan ombak pantai serta angin sejuk pun menambah akrab suasana obrolan santai.“Keindahan alam Pacitan dan keramahan masyarakatnya akan menjadi pesona tersendiri untuk menghadirkan wisatawan,” pungkasnya.

World Surfing League sendiri merupakan bagian dari kegiatan Hello Pacitan. Liga selancar kali ini diikuti 48 peserta dari 13 negara dengan total hadiah mencapai  7500 juta dollar AS. Rio Waida keluar sebagai juara kompetisi tersebut.

Permalink ke Cerita Tentang Tumpeng Tiwul Raksasa Pacitan yang Pecahkan Rekor Dunia
Headline, Kuliner

Cerita Tentang Tumpeng Tiwul Raksasa Pacitan yang Pecahkan Rekor Dunia

Tumpeng raksasa ini pecahkan rekor dunia.

Pacitanku.com, PACITAN – Tumpeng berbahan dasar tiwul seberat 2,5 ton yang dibuat warga Pacitan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Tumpeng tiwul ini memiliki ketinggian sekitar 5,4 meter dan diameter 4 meter.

Tumpeng raksasa berbahan dasar tiwul itu ditempatkan di tengah Alun-alun Pacitan, Sabtu (19/8/2017) sore. Tumpeng tersebut menjulang tinggi dengan puncaknya dikibarkan bendera merah putih. Tumpeng tiwul setinggi 5,4 meter itu dibagi menadi delapan tingkatan dengan makna sebagai bulan Agustus atau bulan kedelapan.

Dalam memecahkan rekor tumpeng Tiwul Raksasa tersebut, dibuat oleh sekitar 274 orang dari 39 grup. Termasuk pendekor, pemadat tumpeng dan koordinator, menghabiskan tepung terigu 300 kg dan singkong 2000 kg, air tangki berisi 5000 liter. Untuk memasaknya, menghabiskan 160 tabung gas berukuran 3 kilogram untuk memasak selama 8 jam.Tumpeng tiwul ini memiliki ketinggian sekitar 5,4 meter dan diameter 4 meter ini tercatat dengan nomor 8050/R.MURI/VIII/2017.

Di bagian bawah tumpeng, ada berbagai sayuran dan lauk berupa ikan, tahu, tempe, urap, dan sayuran. Untuk jenis ikan yang disajikan yaitu ada 17 jenis ikan hasil laut Pacitan yang memiliki arti tanggal 17 atau tanggal kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain terdapat berbagai lauk dan sayuran, juga ada tumpeng tiwul berukuran kecil sebanyak 45 buah. Jumlah 45 tumpeng kecil itu dimaknai sebagai tahun kemerdekaan yaitu 1945. Sehingga komponen dalam tumpeng tiwul jumbo ini memiliki arti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945.

Tumpeng tiwul itu dibuat khusus untuk memperingati HUT ke- 72 RI, untuk itu atribut berupa bendera merah putih tersebar di bagian makanan tersebut.

Eksekutif Manajer Muri, Sri Widayati, mengatakan tumpeng tiwul tersebut secara resmi telah memecahkan rekor sebagai tumpeng tiwul tertinggi dan terbesar. Tumpeng tiwul itu telah tercatat di Muri.




Dia menuturkan tumpeng tiwul ini menjadi rekor dunia terbaru karena sebelumnya belum ada rekor tersebut. “Kami ke Pacitan untuk melihat rekor spektakuler tumpeng tiwul dengan diameter 4 meter dan tinggi 5,2 meter dengan berat 2,5 ton. Kami telah mencatatnya di rekor Muri,” kata dia seusai memberikan Sertifikat Rekor Muri kepada Ketua PKK Pacitan, Luki Tri Barkorowati.

Sebagai informasi, tiwul memang dari jaman dulu udah dikonsumsi sama masyarakat di daerah, terutama penghasil singkong. Penduduk Pacitan, Wonogiri dan Gunungkidul dikenal mengonsumsi jenis makanan ini sehari-hari. Dulunya dikenal sebagai makanan desa, tapi kini seiring kesejahteraan masyarakat meningkat, tiwul menjadi barang mewah, kalau kangen tiwul sehari hari banyak dijual pedagang di sejumlah tempat wisata di sepanjang bibir pantai sepanjang kota Pacitan

“Momennya pas, bersamaan dengan kejuaraan Surfing tingkat internasional yang diikuti 48 peserta dari 12 negara. Ini satu rangkaian kegiatan Hello Pacitan 2017,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Pacitan, Endang Surjasari.

Dengan berhasilnya mencatatkan Rekor Dunia MURI ini, juga mencatatkan rekor Kota Pacitan sebagai raja Rekor Dunia, karena memang banyak penghargaan rekor Dunia yang telah berhasil diperoleh.”Ini ide kreativitas dari masyarakat, kita fasilitasi dan kolaborasi sehingga tercapai Rekor Dunia MURI,” imbuhnya.

Rekor-rekor lain di Pacitan

Ketua Tim Penggerak PKK berdiri diatas tumpeng tiwul yang memecahkan rekor tumpeng tertinggi di dunia. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Sebelum tiwul raksasa, Pacitan juga meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia nomor 4.909/R.MURI/V/2011 dianugerahkan atas rekor Pemrakarsa Menggoreng Jathil Tuna Khas Pacitan dengan peserta terbanyak 2.150 peserta.

Mencatatkan rekor-nya saat ribuan peserta pagelaran rontek di alun-alun Pacitan, yang bertajuk ”Rontek Gugah Nagari ” yang diikuti peserta terbanyak 2.818 orang dengan nomor register 5116/R.MURI/X/2011.

Endang menyebut bahwa rekor lain adalah pembuatan wayang beber terpanjang. Sepanjang 82 meter dan lebar 110 cm. Ini mengalahkan rekor sebelumnya di Yogya dengan panjang 49 m x 90 cm pada 9 April 2002. Saya tetapkan juga sebagai rekor dunia dengan nomor 5508/R.MURI/VII/2012.




Juga pencatatan rekor yang diberikan MURI atas pembuatan replika Buah Pace terbesar.Tiruan buah pace raksasa setinggi 9,7 meter dengan lebar 9 meter dan panjang 12,5 meter dikerjakan selama 5 hari. Pembuatnya 20 orang anggota Forum Seni Budaya Pacitan.Pembuatannya menggunakan kerangka bambu jenis Petung sebanyak 239 lonjor. Sedangkan dinding menggunakan bilik bambu selebar 359 meter persegi.

Kemudian Senam Posdaya Indonesia juga mencatatkan rekornya di MURI,  jumlahnya mencapai 4.133 orang itu, Museum Rekor Dunia Indonesia mencatatkan dalam buku Muri dengan nomor 6832/R.MURI/II/2015.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang didampingi Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Ratna Suranti dan Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi yang menyaksikan pencatatan dan pemberian penghargaan rekor MURI ini menyampaikan apresiasi-nya.

“Rekor ini untuk seluruh masyarakat Pacitan dalam mempromosikan sekaligus memperkenalkan potensi Pacitan kepada seluruh masyarakat luas, baik dalam maupun luar negeri, layak untuk diapresiasi,” kata Esthy.

Esthy berharap agar even seperti ini harus dipublikasikan di semua elemen media terutama di dunia digital, dan yang terpenting adalah persiapannya harus matang.

Soal penghargaan itu juga direspons Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Mantan Dirut Telkom itu menyebut rekor itu menjadi momentum yang pas untuk mengangkat citra pariwisata Kabupaten Pacitan.

“Pacitan adalah bagian dari Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia. Mudah-mudahan rekor MURI ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia serta mendorong perjalanan wisatawan nusantara (wisnus),” kata Menpar Arief Yahya.

Permalink ke Sapa Warga Pantai Pidakan, SBY: Assalamualaikum, Apa Kabar Semuanya?
Headline, Wisata

Sapa Warga Pantai Pidakan, SBY: Assalamualaikum, Apa Kabar Semuanya?

SBY saat berada di Pantai Pidakan. (Foto: Humas Pemkab)

Pacitanku.com, TULAKAN – Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi salah satu kawan pantai di Pacitan, yakni pantai Pidakan di Dusun Godek Kulon, Desa Jetak Kecamatan Tulakan pada Minggu (20/8/2017) kemarin.

Setelah pernah mengunjungi Pantai Klayar di Kecamatan Donorojo dan Watukarung (Pringkuku), hari ini SBY bersama Bupati Indartato dan rombongan datang ke Pantai Pidakan di Desa Jetak, Tulakan, Minggu (20/8/2017). “Assalamualaikum. Apa kabar semuanya,” sapa dia.

Sontak sapaan itu ditanggapi warga secara serempak. Sejumlah warga lain yang berada agak jauh dibelakang perlahan mulai mendekat dan mencoba kembali menyapa.

Saat SBY tengah mengobrol dengan Bupati Indartato dan masyarakat, putra bungsunya, Edhie Baskoro Yudhoyono menggendong anak keduanya Panca Sakti Maharajasa Yudhoyono mendekat ke bibir pantai.




Terlihat pula Ani Yudhoyono dan Aliya Rajasa bergabung untuk berfoto bersama. Keberadaan mereka pun menarik perhatian warga yang dengan segera mengacungkan telepon seluler dan beramai-ramai mengambil foto.

Setelah istirahat beberapa saat, Presiden RI ke-6 ini kemudian mempersilahkan warga untuk berkumpul dan berfoto bersama. Kesempatan itu tak disia-siakan. Segera saja mereka membentuk kelompok. Duduk dengan tertib didepan SBY.

Usai di Pantai Pidakan, rombongan kemudian bergeser menuju pantai Soge, Kecamatan Ngadirojo. Di pantai yang berada tepat disisi Jalan Lintas Selatan (JLS) itu warga kembali menyambut dengan meriah. Bahkan sekelompok seniman lokal mempersembahkan tarian Langen Bekso. (Humas Pemkab/RAPP002)

Permalink ke Ibas Promosikan Pantai Watukarung Pacitan: Ada Putri Samudera dan Pulau Sirondo
Headline, Wisata

Ibas Promosikan Pantai Watukarung Pacitan: Ada Putri Samudera dan Pulau Sirondo

Ibas saat berada di Pantai Watukarung, Sabtu kemarin. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono optimistis kawasan wisata Kabupaten Pacitan akan maju dan berkembang pesat karena potensi destinasi wisata di kota tersebut, khususnya wisata pantai masih banyak menyimpan pantai nilai unik dan eksotik.

Hal ini disampaikan Ibas, sapaan akrabnya saat menghadiri perlombaan surving internasional di salah satu pantai unggulan Pacitan, Pantai Watukarung, Satu (19/8/2017) kemarin.

“Bagi pecinta wisata pantai, Pantai Watukarung menawarkan ikonnya yang unik ada batu karang Putri samudra dan Pulau Sirondo,” katanya saat bersama kedua putranya Airlangga Satriadhi dan Panca Sakti bermain di Pantai Watukarung.

Ibas berharap event internasional yang digelar di Pacitan ini bisa menjadi ajang promosi dan pembuktian bahwa Pacitan menjadi salah satu wilayah tujuan utama wisata pantai di Indonesia.




“Selain pantainya masih alami dan bersih, juga memiliki ombak terbaik kelas dunia. Saya kira dengan pengelolaan yang baik, serta dukungan kesadaran potensi wisata masyarakat Pacitan ke depan Pacitan akan maju dalam segala sektor karena efek berantai pembangunan wisata tersebut,” jelasnya.

Dia mengatakan, Pacitan juga dikenal dengan berbagai olahan ragam kuliner lezat yang bisa menjadi daya tarik.”Ada nasi tiwul, tahu tuna, soto Pacitan, cenil, sego gobyos, dan masih banyak aneka kuliner khasnya. Jadi kalau sudah tersentuh dengan kuliner khas Pacitan dan merasakan keindahan sejumlah pantai di Pacitan, saya jamin pasti ingin berlama-lama di Pacitan,” paparnya.

Sebanyak 48 peselancar dari 13 negara mengikuti kompetisi selancar internasional di Pantai Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Dari 48 peselancar yang ikut kompetisi tersebut, 18 atlet di antaranya merupakan wakil dari Indonesia, dan Pacitan turut diwakili satu peselancar.

Permalink ke Tumpeng Raksasa Setinggi 5,2 M akan Berdiri Tegak di Alun-alun Pacitan
Headline, Kuliner, Wisata

Tumpeng Raksasa Setinggi 5,2 M akan Berdiri Tegak di Alun-alun Pacitan

Foto Ilustrasi: tumpeng pace saat gelaran hari jadi Pacitan tahun 2017. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Agenda budaya pariwisata dan olahraga bertajuk “Pesona Hello Pacitan 2017” di Kabupaten Pacitan dibuka sejak Kamis (17/8) dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Kemerdekaan ke-72 RI, berlangsung meriah.

Ribuan warga memadati taman alun-alun Kota Pacitan tempat digelarnya aneka perlombaan dan hiburan rakyat, sementara kompetisi selancar tingkat dunia (world sufing league) diselenggarakan di Pantai Watukarung diikuti puluhan peselancar dari berbagai negara dunia.

Rangkaian festival budaya dan olahraga bertaraf internasional yang bertujuan mendongkrak sektor pariwisata daerah itu dijadwalkan berlangsung hingga 20 Agustus 2017.




“Selain lomba atau kompetisi selancar yang menjadi ikon gelaran `Pesona Hello Pacitan 2017`, ada sejumlah kegiatan lain kami gelar. Salah satunya adalah pemecahan rekor MURI pembuatan tumpeng tertinggi dan terbesar di dunia,” kata panitia kegiatan Pesona Hello Pacitan 2017 Muchammad Fadil, Jumat (18/8/2017).

Sesuai jadwal, pembuatan tumpeng dengan proyeksi tinggi mencapai 5,2 meter dan lebar diameter 4 meter.

Pembuatan tumpeng raksasa, menurur Fadil, dilakukan langsung di taman alun-alun Kota Pacitan, Sabtu (19/8) yang dipimpin langsung oleh Ketua Penggerak PKK Kabupaten Pacitan Lucky Tri Baskorowati Indartato, mulai pukul 07.00 WIB hingga jadi dan dinilai oleh tim Museum Rekor Indonesia (MURI) pada pukul 15.00 WIB.

Tumpeng raksasa tersebut dibuat dengan dilengkapi 17 jenis lauk ikan hasil laut Pacitan, 8 tingkat, serta 45 tumpeng kecil.

Setelah dinilai dan dicatat sebagai tumpeng terbesar dalam buku rekor MURI, keseluruhan tumpeng yang dibuat secara masal itu akan “dipurak” atau dimakan bersama seluruh warga yang hadir secara gratis, kata Fadil.

“Pembuatan tumpeng raksasa memecahkan rekor MURI ini selain bertujuan mengenalkan kuliner `ndeso` (desa) khas Pacitan sekaligus membudayakan makan ikan di tengah masyarakat tentunya juga untuk membangkitkan spirit perjuangan ibu-ibu di bawah komando ibu Lucky Tri Baskorowati Indartato 9istri bupati) dalam menyemarakkan perayaan Kemerdekaan ke-72 RI di Pacitan ini,” katanya.

Gelaran lomba, pesta rakyat dan olahraga selancar bertaraf internasional tersebut juga dihadiri oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarga yang dijadwalkan menyaksikan langsung beberapa gelaran dalam rangka Pesona Hello Pacitan 2017 mulai Jumat hingga Sabtu (19/8) hari ini. (RAPP002/Ant)