Kategori: Wisata

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Pemkab Pacitan akan Adopsi Penyelanggaraan Parade Surya Senja Pemprov Jatim
Budaya, Headline, Pendidikan

Pemkab Pacitan akan Adopsi Penyelanggaraan Parade Surya Senja Pemprov Jatim

PSS. Wabup Yudi Sumbogo mendampingi tim dalampenampilan PSS di Surabaya, Rabu.

Pacitanku.com, SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Pacitan akan mengadopsi konsep penyelenggaraan Parade Surya Senja (PSS) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Grahadi Surabaya, yang digelar setiap tanggal 17.

Dalam kegiatan PSS tersebut, bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Sutartib Kasat Pol PPJatim dan bertugas sebagai Komandan Upacara adalah Mohammad Afif Dermawan yang merupakan anggota Menwa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya.

Wakil Bupati Pacitan, Yudi Sumbogo dalam keterangannya pada Rabu (17/5/2017) di Surabaya mengatakan bahwa kegiatan PSS ini sangat bagus. Apalagi, katanya, para peserta yang berasal dari daerah lain di luar Kota Surabaya termasuk DB Tirta Husada dari SMPN Arjosari Pacitan.




Dirinya juga akan mencontoh dan mempelajari manajemen perhelatan yang kental dengan nilai nilai semangat nasionalisme patriotisme ini. “Saya bangga dan mengapresiasi acara ini serta akan terinspirasi untuk diadakan di Kabupaten Pacitan setiap tanggal 17,”katanya.

Dia mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk berkreasi terutama drumband dan seni budaya bagi generasi muda dari pelajar sampai mahasiswa. Menyinggung pembinaan cinta tanah air dari PSS dan Upacara Penurunan Bendera bagi anak bangsa terutama di Jawa Timur.

Dirinya berharap, generasi muda saat ini dapat lebih menghayati lebih dalam makna semangat nasionalisme persatuan dan kesatuan bangsa. “Justru saya berharap di jaman globalisasi ini generasi muda harus lebih tangguh dan punya sikap jati diri yang tinggi sebagai bangsa Indonesia ,”tukas mantan legislator Partai Demokrat ini.

Pria yang akrab disapa Mbogo ini berharap generasi muda Pacitan dapat membendung arus globalisasi dunia terutama budaya asing yang bertolak belakang dengan budaya bangsa Indonesia yang lebih adiluhung.

Sementara, terkait ikon Pacitan Kota 1001 Goa, Mbogo mengatakan potensi keindahan alam menjadi andalan daerah tujuan wisata baik turis domestik maupun mancanegara, tercatat panjang pantai 71 km berada di wilayah 6 kecamatan.

“1001 Goa memang di Pacitan terdapat banyak goa  bahkan sudah terkenal di Asia Tenggara termasuk goa Luweng jaran  berada di barat Pacitan, yang punya luas 17 km bahkan kalau ingin turun harus dengan rafting, ini yang akan kita garap sebagai destinasi andalan,”jelasnya.

Dalam PSS tersebut digelar berbagai atraksi, seperti drumband dan menari, dari DB Legion Christy TK Don Bosco Surabaya, DB Gita Sepuluh November TK 10 November Kampus ITS Surabaya, DB Wijaya Kusuma TK DWP Kebonsari Sidoarjo, DB Gita Jenaka TAK YKK 1 Bangkalan, DB Gema Masyithoh RA Masyithoh Pandaan Pasuruan.

Kemudian juga Tari Incling Jangget SDN Kedurus I Surabaya, DB Tirta Husada SMPN Arjosari Pacitan dan Drum Corp Laskar Garuda Pemkab Probolinggo. (Kominfo)

Permalink ke Kunjungi Jurug Gringsing Hingga Pantai Klayar, Istri Wagub Jatim Janji Promosikan Wisata Pacitan
Headline, Wisata

Kunjungi Jurug Gringsing Hingga Pantai Klayar, Istri Wagub Jatim Janji Promosikan Wisata Pacitan

Fatma Saifullah Yusuf saat mengunjungi Pantai Klayar. (Foto: Eko Rias Pramono/Pacitanku CJ)

Pacitanku.com, PACITAN – Istri Wakil Gubernur Jawa Timur, Fatma Saifullah Yusuf akan turut mempromosikan keindahan alam dan wisata di Pacitan.

Hal itu diungkapkan di sela kunjungannya ke Pacitan dalam rangka sosialisasi senam rekreasi Perwosi Jatim 2 sebagai bagian dari kegiatan Sehat Bugar Bersama Perwosi Pacitan dan Jatim pada Sabtu (13/5/2017) kemarin.

Menurut Fatma, banyak objek wisata Pacitan yang masih alami seperti Pantai Klayar di Desa Sendang Kecamatan Donorojo, Pantai Banyu Tibo di Desa Widoro Kecamatan Donorojo, Goa Gong di Desa Bomo Kecamatan Punung.

Kemudian juga Goa Tabuhan di Desa Wareng Kecamatan Punung, Sentra Akik dan Batik Pacitan dan Jurug Gringsing di Desa Ploso Kecamatan Tegalombo.

“Kesemuanya ini, potensi wisata alam yang sangat indah, sehingga keindahan pesona alam Pacitan harus terus digali dan diinformasikan kepada masyarakat agar pemerintah Pacitan memperoleh manfaat dari bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan,”ungkapnya.



Fatma Saifullah Yusuf saat mengunjungi Pantai Klayar. (Foto: Eko Rias Pramono/Pacitanku CJ)

Selain itu, kata Fatma, yang terpenting dalam kampanye wisata tersebut adalah bermuara terhadap kesejahteraan masyarakat. “Dan tentunya lebih menyejahterakan masyarakat,”tegasnya.

Untuk membantu kampanye wisata, Ketua Perwosi Jatim ini berjanji akan merekomendasikan kepada masyarakat, saudara maupun jika ada tamu ke Jatim untuk datang ke Pacitan. “Setelah berkunjung dan melihat keindahaan Pacitan akan saya akan promosikan ke media sosial seperti Facebook, Twiter, Instagram agar masyarakat berkunjung ke Pacitan,” tandasnya.

Dalam kunjungannya ke Pacitan, Fatma menyempatkan diri mengunjungi berbagai obyek wisata di Pacitan. seperti di Pantai Klayar dan Jurug Gringsing. Di Pantai Klayar, Fatma bahkan menyempatkan diri menaiki ATV dan berpose dengan latar belakang patung sphinx.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, Fatma berkunjung ke Pacitan dalam rangka  Sehat Bugar Bersama Perwosi Pacitan  sekaligus sosialisasi senam perwosi Jatim 2. Pacitan ini menjadi wilayah ke-19 yang didatangi Fatma dalam kegiatan road show senam sehat tersebut

Permalink ke Libur Panjang, Pengunjung Padati Obyek Wisata di Pacitan
Headline, Wisata

Libur Panjang, Pengunjung Padati Obyek Wisata di Pacitan

Wisatawan di Pantai Klayar. (Foto: Tuti Haryani)

Pacitanku.com, PACITAN – Wisatawan ramai -ramai serbu Pacitan. Libur panjang akhir pekan atau long weekend bersamaan Hari Buruh 1 Mei 2017 menjadi ladang panen bagi objek wisata di wilayah berjuluk kota 1001 gua dan pantai ini.

Rombongan wisatawan terlihat dari peningkatan arus kendaraan yang lalu lalang di sepanjang jalan Kabupaten Pacitan. Dinas Perhubungan (Dishub) setempat menyebut ada kenaikan arus kendaraan sebanyak 10 hingga 15 persen selama long weekend kali ini.

‘’Terutama di lokasi-lokasi menuju objek wisata, dan pintu masuk ke Pacitan. Kenaikannya sampai 15 persen dalam sehari,’’ ujar Kepala Dishub, Wasi Prayitno, Senin (1/5/2017) kemarin.

Titik kepadatan arus kendaraan ada di beberapa lokasi. Titik pertama, yakni, pintu masuk Pacitan dari arah Ponorogo di jembatan bailey, Dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo.

Kendaraan harus mengantre ketika hendak melewati jembatan sementara itu. Kendati tidak sampai ada kemacetan, namun antrean kendaraan tetap tidak terhindarkan. Wasi menyebut pihaknya sudah memastikan rambu normal untuk mengatur arus lalu lintas.




‘’Rambu dipastikan menyala. Dan pengendara wajib mematuhi agar tidak mengganggu kenyamaan lalu lintas di jembatan bailey,’’ terangnya.

Selain jembatan bailey, titik kepadatan kendaraan lainnya ada di Pringkuku, Donorojo, dan Punung. Ketiga wilayah tersebut merupakan lokasi, di mana objek wisata favorit wisatawan berada. Mulai dari Gua Gong, Pantai Klayar, Pantai Watukarung, atau Pantai Srau.

Khusus Gua Gong dan Pantai Klayar yang notabene dua objek wisata paling favorit, kepadatan arus kendaraan ada di titik pintu masuk. Dimungkinkan, terjadi penumpukan kendaraan menuju Klayar karena pembenahan lahan parkir masih belum rampung.

‘’Tetapi secara umum, tidak sampai menimbulkan kemacetan seperti tiga atau empat tahun lalu. Saat ini jalan sudah diperlebar. Hanya berpotensi padat, tidak macet,’’ jelasnya.

Wasi mengatakan, potensi kemacetan justru ada di jalan menuju Pantai Ngiroboyo dan Pantai Buyutan. Wisatawan perlu hati – hati saat melintas di jalur tersebut, lantaran kondisi jalan sempit.

Menurutnya, kendaraan paling besar yang bisa melalui jalan ke Pantai Ngiroboyo dan Pantai Buyutan hanya mini bus. Kendaraan yang lebih besar dari mini bus tidak bisa melalui.

‘’Itu pun jika ada persimpangan, sangat sulit sekali. Ada potensi kemacetan disana. Ini memang kurang baik bagi kenyamanan wisatawan, tetapi kami juga terus berupaya melakukan perbaikan,’’ kata Wasi.

Sementara, arus lalu lintas cukup lancar di jalur lintas selatan (JLS). Di jalur tersebut, ada beberapa pantai. Yakni, Pantai Wawaran, Pidakan, Dangkal, Soge dan Taman. Apalagi, jalur tersebut juga amat menarik karena jalannya sudah mulus.

Sumber: Jawapos

Permalink ke Indartato: Festival Sungai Sirnoboyo Bisa Jadi Kalender Pariwisata Pacitan
Alam, Headline

Indartato: Festival Sungai Sirnoboyo Bisa Jadi Kalender Pariwisata Pacitan

Festival Sungai Sirnoboyo. (Foto: Humas Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM menyebut agenda festival sungai Sirnoboyo bisa menjadi agenda tahunan atau kalender pariwisata di Pacitan.

‘’Efek lainnya, mampu menarik animo masyarakat dengan baik. Ini potensial, jika desa-desa lainnya mampu mengadopsi ide tersebut dan membuat festival-festival sendiri. Bukan tidak mungkin ini bisa mendatangkan wisatawan,’’ katanya saat membuka agenda Festival Sungai Sirnoboyo, Senin kemarin.

Festival Sungai Sirnoboyo digelar dengan maksud untuk nguri-uri sekaligus mengingatkan kembali kepada masyarakat, atas pentingnya menjaga lingkungan sekitar sungai. ‘’Ini seperti nostalgia, kembali ke masa terdahulu. Karena dulu, sungai merupakan pusat kehidupan dan peradaban masyarakat,’’ katanya lagi.

Menurut Indartato, masyarakat terdahulu sudah banyak mencontohkan bahwa sungai merupakan sumber penghidupan. Saat ini pun, pendapat tersebut masih cukup relevan bagi masyarakat Pacitan.

Maklum, Pacitan tidak hanya dipenuhi pantai dan gua. Juga ada sungai Grindulu yang membelah di tengah-tengah. Selain Grindulu, ada banyak anak sungai lain, termasuk sungai Sirnoboyo, yang bisa dimanfaatkan masyarakat. ‘’Contoh dari para terdahulu itu sudah jelas. Bahwa yang bisa menjaga dan memanfaatkan sungai, mereka akan memetik hasil darinya,’’ ujar Indartato.




Ada tiga perlombaan dalam Festival Sungai Sirnoboyo, kemarin. Yang pertama ialah lomba gogo. Teknik menangkap ikan dengan cara gogo (ditangkap menggunakan tangan kosong) sebenarnya merupakan tradisi lama masyarakat Pacitan. Selain gogo, satu yang unik lainnya adalah lomba terjun sarung. Masyarakat dahulu kerap melompat ke dalam sungai membawa sarung.

Selain itu, juga ada lomba perahu hias. ‘’Inti dari semua perlombaan itu, semuanya merupakan tradisi yang menghiasai kehidupan masyarakat di sekitar sungai. Kami berusaha menumbuhkan lagi tradisi itu. Agar, masyarakat kembali cinta dengan sungai,’’ jelasnya.

 

Animo masyarakat terhadap Festival Sungai Sirnoboyo terbilang tinggi. Terlihat dari ribuan masyarakat yang memadati seputaran venue festival di Jembatan Sirnoboyo. Berkaca dari kesuksesan tersebut, Indartato menyebut bukan tidak mungkin festival serupa bisa diadopsi di berbagai desa lainnya.

Permalink ke Serunya Festival Sungai Desa Sirnoboyo, Wisata Berbasis Kearifan Lokal Pacitan
Alam, Headline

Serunya Festival Sungai Desa Sirnoboyo, Wisata Berbasis Kearifan Lokal Pacitan

Keseruan Festival Sungai Sirnoboyo. (Foto Humas Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Apa jadinya jika ratusan orang berkotor-kotor ria untuk menangkap ikan di sawah? Pastinya belepotan air keruh. Namun disitulah letak keseruannya. Sebab bersama banyak orang, berlomba-lomba menangkap ikan, tentu menjadi satu hal yang menyenangkan.

Hal tersebut menjadi gambaran keseruan festival sungai di Desa Sirnoboyo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan pada Senin (24/4/2017). Antusiasme warga dan peserta mengikuti acara tersebut semakin tinggi karena bertepatan dengan hari libur nasional.

Agenda yang digelar berkat kerjasama antara Pemerintah Desa Sirnoboyo dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Komunitas Pacitan Sehat dan Komunitas Hijau tersebut digelar dengan berbagai rangkaian agenda, diantaranya lomba perahu hias, cipta menu makanan tradisional, lomba tangkap ikan (gogo), terjun sarung, dan bersih-bersih sungai.

“Kegiatan ini sendiri digagas sebagai bagian dari menggugah pertisipasi masyarakat. Karena seperti diketahui Desa Sirnoboyo merupakan salah satu desa dalam program Desa Pesisir Tangguh Bencana,”kata Arifin, kepala desa Sironoboyo.



Lomba perahu hias festival sungai Sirnoboyo. (Foto: Humas Pacitan)

Sementara, Bupati Pacitan Indartato yang turut serta dalam agenda ini mengatakan bahwa festival sungai dapat menambah ragam wisata di Kabupaten Pacitan.“Ini bisa menambah ragam wisata di Pacitan, dan kami harapkan juga memberi inspirasi dan diikuti oleh desa-desa lainnya,” ujarnya.

Selain menambah ragam wisata, Bupati berharap akan ada dampak lain yang dirasakan masyarakat. Salah satunya sektor ekonomi. “Pemberdayaan sungai, tidak lagi hanya sebagai upaya menjaga kelestarian alam. Lebih dari itu, sungai memiliki peran besar terhadap kelangsungan hidup masyarakat. Karena menjadi sumber air bersih dan pengairan lahan pertanian,”tandasnya.

Dia mengingatkan masyarakat Pacitan untuk terus menjaga ekosistem sungai, apalagi saat ini tingkat polusi di sungai kini meningkat. Baik sampah maupun limbah.

“Ujungnya tentu pada jaminan kehidupan untuk generasi akan datang, kita tanami pohon-pohon produktif dan buah-buahan. Kelak, 10 atau 20 tahun lagi, anak-anak kita akan mendapatkan manfaatnya,”pungkasnya. (Humas/RAPP002)

Permalink ke Catat! ini Daftar Tarif Baru Obyek Wisata di Pacitan
Headline, Wisata

Catat! ini Daftar Tarif Baru Obyek Wisata di Pacitan

soge via @lukieukie

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan kembali melakukan revisi tarif obyek wisata di Pacitan. sebagaimana dikutip pacitanku.com dari laman dinas pariwisata pemuda dan olahraga, sesuai lampiran Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan nomor 1 tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 21 tahun 2010 tentang retribusi tempat rekreasi dan olahraga, sejumlah obyek wisata mengalami perubahan tarif.




Ada 16 obyek wisata di Pacitan yang terdiri dari 9 pantai, 3 goa dan luweng serta 4 wisata alam yang mengalami revisi tarif. Namun demikian, Pemkab menjelaskan bahwa perubahan tarif tersebut sudah termasuk asuransi dan juga keringanan Untuk Pengunjung. Keringanan tersebut adalah untuk rombongan mendapatkan keringanan tarif untuk 1 (satu) orang tiap kelipatan 10 (sepuluh) orang.

Ini daftar tarif terbaru obyek wisata di Pacitan:

NO JENIS PELAYANAN TINGKAT PENGGUNAAN JASA TARIF RETRIBUSI KETERANGAN
ANAK-ANAK DEWASA
1 MASUK TEMPAT PARIWISATA 1. Tarif Sudah Termasuk Asuransi
a. Pantai Pancer 1 Kali Masuk Rp. 4.000,00 Rp. 5.000,00 2. Untuk Pengunjung rombongan mendapatkan keringanan tarif untuk 1 (satu) orang tiap kelipatan 10 (sepuluh) orang
b. Pantai Srau 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
c. Pantai Klayar 1 Kali Masuk RP. 5.000,00 Rp. 10.000.00
d. Pantai Watukarung 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
e. Pantai Taman Hadiwarno 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
f. Pantai Soge Sidomulyo 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
g. Pantai Dhaki Bawur 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
h. Pantai Buyutan WIdoro 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
i. Pantai Dangkal Wora-Wari 1 Kali Masuk Rp. 3.000,00 Rp. 5.000,00
j. Goa Gong 1 Kali Masuk Rp. 5.000,00 Rp. 15.000,00
k. Goa Tabuhan 1 Kali Masuk Rp. 5.000,00 Rp. 10.000,00
l. Luweng Jaran Per Orang Rp. 25.000,00
m. Luweng Ombo Per Orang Rp. 25.000,00
n Etalase Geopark Gunung Sewu Pancer Door Rp. 5.000,00 Rp. 5.000,00
2 MASUK TEMPAT REKREASI
a. Pemandian Banyu Anget 1 Kali Masuk Rp. 5000,00 Rp. 10.000,00
b. Pemandian Anak Ngadirojo 1 Kali Masuk Rp. 2.500.00 Rp. 3.000,00
3 USAHA JASA WISATA
a. SPA Banyu Anget 1 Jam Rp. 10.000,00 Rp. 15.000,00
b. Bath Up Banyu Anget 1 Jam Rp. 10,000,00 Rp. 15.000,00
4 KENDARAAN MASUK KAWASAN WISATA
a. Kendaraan Bermotor Beroda Lebih dari 4 1 Kali Kegiatan Rp. 10.000,00
b. Kendaraan Bermotor Beroda 3 dan 4 1 Kali Kegiatan Rp. 5.000,00
c. Kendaraan Bermotor Beroda 2 1 Kali Kegiatan Rp. 2.000,00