Kategori: Wisata

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Pacitan 0 Km Semakin Menarik, Saatnya Bertualang dari Titik Paling Tengah di Kampung Halaman SBY
Headline, Wisata

Pacitan 0 Km Semakin Menarik, Saatnya Bertualang dari Titik Paling Tengah di Kampung Halaman SBY

Tugu baru Pacitan 0 Km yang lebih berwarna. (Foto: Arif Sasono/Info Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Banyak orang bingung saat ditanya titik nol Pacitan. Letak titik nol kilometer berada di depan seberang tugu pancasila di alun-alun bagian selatan, atau terletak di Jalan Ahmad Yani Pacitan, atau di depan persis Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pacitan.

Pemkab setempat akhirnya kembali membangun papan tulisan “Pacitan 0 Km” tersebut. Tugu Kilometer Nol Pacitan kini semakin menarik tampilannya. Semakin pantas dijadikan tempat berfoto sebagai kenang-kenangan tanda sudah pernah sampai ke titik paling tengah di Kabupaten Pacitan. Tugu Pacitan 0 Km ini jika ditarik garis lurus sejajar dengan Pendopo Kabupaten Pacitan.

Sebelum dibuat menarik dan lebih mencolok, tugu Pacitan 0 Km ini sendiri awalnya hanya sebuah papan tanda dari “pathok” bertuliskan 0 Km. Di depan tulisan Pacitan 0 Km, dulu membentang jalan di tengah alun-alun yang menuju ke kantor pusat Pemerintah Kabupaten Pacitan. Tepat di seberang titik 0 Km tersebut, ada tugu pancasila yang juga mengalami pembaruan

Titik Pacitan 0 Km sebelum dipugar Pemkab. (Foto: Arif Sasono/Info Pacitan)




Berubahnya penampilan tugu tersebut setelah Pemkab Pacitan menambah tulisan Pacitan 0 Km secara mencolok dengan kombinasi warna merah, putih dan kuning. Sementara tugu awal Pacitan 0 Km tetap ada. Tulisan “0” pada rangkaian “Pacitan 0 Km” dibuat mencolok besar dengan warna merah. Di depan tulisan tersebut, Pemkab menambahkan taman mini yang menambah keindahan titik Pacitan 0 Km.

Sebagai infromasi, kawasan di sekitar titik nol kilometer ini merupakan kawasan yang cukup menyejarah yang menegaskan pusat pemerintahan di Pacitan. Di kiri-kanan, ada bangunan yang merupakan usat pemerintahan, seperti Pendopo Kabupaten, Alun-alun Pacitan, dan sekolah.

Pacitan 0 Km saat malam hari. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pada malam hari, sepanjang trotoar sekitar perempatan Jalan Jendral Ahmad Yani tersebut menjadi tempat nongkrong menghabiskan malam. Banyak komunitas juga berkumpul untuk mencari inspirasi dan menyalurkan bakat dengan berekspresi. Pacitan 0 Km ini juga bisa dijadikan obyek foto Anda. Dengan warna mencolok merah putih, saat malam hari Pacitan 0 Km ini terlihat bersinar.

Silahkan berkunjung dan menikmati bertualang dari titik paling tengah di kampung halaman SBY ini. Namun jangan lupa, tetap jaga kebersihan, rawat keindahan kota Pacitan. Buang sampah pada tempatnya, dan jangan corat-coret Pacitan 0 Km. Mari kita rawat keindahan Pacitan.

Permalink ke Ini Daftar 6 Makanan Paling Populer Saat Lebaran di Pacitan
Headline, Kuliner

Ini Daftar 6 Makanan Paling Populer Saat Lebaran di Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN – Saat Lebaran, tak lengkap rasanya jika tak menikmati sajian hidangan makanan khas Lebaran. Di Pacitan sendiri banyak terdapat makanan yang paling sering dibuat oleh masyarakat Pacitan sebagai hidangan Lebaran. Apa saja makanan tersebut. Berikut rinciannya.

1. Madumongso

Madumongso. Ilustrasi Foto IST

Madumongso adalah makanan ringan yang terbuat dari ketan hitam sebagai bahan dasarnya. Rasanya asam bercampur manis karena ketan hitam sebelumnya diolah dahulu menjadi tapai (melalui proses fermentasi). Setelah jadi kemudian diolah lagi dengan menambahkan gula, santan, dan beberapa buah nanas sebelum kemudian dimasak hingga menjadi seperti dodol/jenang. Madumongso biasanya dibungkus kertas minyak yang berwarna-warni. Makanan ini menjadi pelengkap kue lebaran, dan biasanya masyarakat Pacitan membuat kue ini sebagai salah satu sajian saat Lebaran.

2. Kembang goyang

Kue Kembang Goyang adalah salah satu kue tradisional. kembang goyang berasal dari bentuknya yang menyerupai kelopak bunga atau kembang dan proses membuatnya digoyang-goyang hingga adonan terlepas dari cetakan. Kue kering ini disebut Kembang Goyang karena ketika akan digoreng cetakan digoyang-goyangkan di atas minyak panas.

Seiring perkembangan, kue ini pun mengalami penambahan varian rasa. Beberapa tetes essens frambozen, essens pandan, dan biji wijen sebagai variasi rasa hingga penambahan warna membuat penampilan kembang goyang terlihat begitu menarik.

Sebagai kue yang dihidangkan di toples bening, kembang goyang sangat cantik jika ditata dengan apik. Kue kembang goyang bentuknya menyerupai bunga atau kembang yang sedang mekar. Kue ini biasanya juga menjadi salah satu sajian khas saat Lebaran.

3. Jenang Pacitan

Jenang Dodol Khas Pacitan. (Foto : Dok.Pacitanku)

Kuliner Pacitan, Jenang Dodol.

Jenang satu ini adalah satu dari sekian banyak kuliner khas Pacitan yang menyajikan sensasi rasa yang ngangeni. Dengan bentuk kecil namun kenyal, manis, dan bertaburkan wijen sebagai pelengkap, rasa dari jenang dodol Pacitan ini cukup nikmat kala menyentuh dinding – dinding di rongga mulut. Rasanya pun begitu manis dan wangi, sehingga jenang dodol Pacitan ini bisa dikatakan sebagai kuliner unggulan di Pacitan.

Jenang dodol Pacitan sendiri banyak ditemui di beberapa toko oleh – oleh khas Pacitan dengan harga yang bervariasi. Dengan berbahan baku tepung beras ketan, gula, dan santan sebagai bahan baku utama, jenang dodol Pacitan dapat dikategorikan kuliner yang dikonsumsi dengan bentuk sebagaimana adanya tanpa memerlukan rehidrasi serta cukup awet.

Selain itu, bahan baku tambahan jenang dodol Pacitan adalah vanili dan wijen untuk mendapatkan rasa yang khas. Biasanya, jenang dodol Pacitan ini cocok dikonsumsi sebagai oleh – oleh bagi keluarga, kerabat, atau bahkan dikonsumsi sendiri sebagai camilan dirumah saat Lebaran.

4. Rengginang/krecek

Rengginang atau sebagian orang Pacitan menyebut krecek, adalah sejenis kerupuk yang terbuat dari nasi atau ketan yang dikeringkan lalu digoreng panas. Agak berbeda dari jenis kerupuk lain yang umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan seperti tepung tapioka atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak dihancurkan sehingga bentuk butiran nasi atau ketannya masih tampak.

Agak berbeda dari jenis kerupuk lain yang umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan seperti tepung tapioka atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak dihancurkan sehingga bentuk butiran nasi atau ketannya masih tampak. Seringkali rengginang dibuat dari nasi sisa yang tak termakan, lalu dijemur dan dikeringkan untuk kemudian digoreng dan dijadikan rengginang atau krecek.

5. Ketupat

Ketupat atau kupat adalah hidangan khas Indonesia dengan berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa muda (janur). Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Lebaran sampai 5 hari berikutnya ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa.

Ada dua bentuk utama ketupat yaitu kepal bersudut 7 (lebih umum) dan jajaran genjang bersudut 6. Masing-masing bentuk memiliki alur anyaman yang berbeda. Untuk membuat ketupat perlu dipilih janur yang berkualitas yaitu yang panjang dan lebar, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Biasanya, selain ketupat, masyarakat Pacitan juga memasak lontong sebagai pelengkap kuliner Lebaran.

6. Opor ayam

Opor ayam merupakan masakan yang sangat dikenal di Indonesia. Opor ayam diklaim berasal dari daerah berbudaya Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur sebelah barat. Meskipun demikian, masakan ini juga telah dikenal luas di daerah lain.

Opor ayam sebenarnya adalah ayam rebus yang diberi bumbu kental dari santan yang ditambah berbagai bumbu seperti serai, kencur, dan sebagainya. Dalam tradisi Jawa, perayaan Lebaran biasanya dibuat meriah dengan membuat ketupat yang disajikan dengan opor ayam dan sambal goreng hati. Masakan ini juga menjadi salah satu masakan paling populer di Pacitan yang banyak dijumpai saat Lebaran.

Permalink ke Daftar Harga Tiket Wisata Terbaru di Pacitan, Silahkan Datang Saat Libur Lebaran
Headline, Wisata

Daftar Harga Tiket Wisata Terbaru di Pacitan, Silahkan Datang Saat Libur Lebaran

Anak-anak bermain di Pantai Srau dalam program Pacitanian Education of Art. (Foto: Sulthan Shalahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN – Mulai hari Jumat (23/6/2017) hingga Minggu (2/7/2017) masyarakat Pacitan menikmati liburan dalam rangka hari raya Idul Fitri 1438 H. Salah satu agenda yang dinanti saat libur lebaran tersebut adalah berwisata ke berbagai obyek wisata di Pacitan.

Sebagai catatan, setidaknya ada 77 pantai dan ratusan goa yang tersebar dari ujung barat hingga ujung timur di Pacitan. Namun demikian, baru 18 obyek wisata di Pacitan yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Berdasarkan informasi dari Humas Pemkab, berikut harga tiket masuk menuju obyek wisata tersebut, sebagai gambaran Anda untuk mengunjunginya selama musim libur Lebaran.


  1. Pantai Pancer Door: Anak 4.000 Dewasa 5.000
  2. Pantai Srau: Anak 3.000 Dewasa 5.000
  3. Pantai Klayar: Anak 5.000 Dewasa 10.000
  4. Pantai Watukarung: Anak 3.000 Dewasa 5.000
  5. Pantai Taman: Anak 3.000 Dewasa 5.000
  6. Pantai Soge: Anak 3.000 Dewasa 5.000
  7. Pantai Daki: Anak 3.000 Dewasa 5.000
  8. Pantai Buyutan: Anak 3.000 Dewasa 5.000
  9. Pantai Dangkal: Anak 3.000 Dewasa 5.000
  10. Gua Gong: Anak 5.000 Dewasa 15.000
  11. Gua Tabuhan: Anak 5.000 Dewasa 10.000
  12. Luweng Jaran: Dewasa 25.000
  13. Luweng Ombo: Dewasa 25.000
  14. Etalase Geopark Gunung Sewu: Anak 5.000 Dewasa 5.000
  15. Pemandian Banyu Anget: Anak 5.000 Dewasa 10.000
  16. Pemandian anak Ngadirojo: Anak 2.500 Dewasa 3.000
  17. SPA Banyu Anget Per Jam: Anak 10.000 Dewasa 15.000
  18. Bathup Banyu Anget PerJam: Anak 10.000 Dewasa 15.000

Selain harga tiket tersebut, Pemkab juga menggratiskan rombongan, setiap 10 orang gratis 1 orang. Untuk harga tarif parkir kendaran roda dua R 2 ribu, roda empat Rp 5 ribu. Tak hanya 18 obyek wisata tersebut, ada juga obyek wisata yang dikelola masyarakat/komunitas seperti Kali maron, Pantai Ngiroboyo, Pantai Kasap, Kali Cokel, Pantai Pidakan, Pantai Watu Bale, Pantai Banyu Tibo, Pantai Kijingan, Pacitan Indah, Jurug Gringsing,

Pewarta: Arif/Tarmuji/Humas Pemkab

 

Permalink ke Ini Tempat Wisata di Pacitan yang Paling Direkomendasikan Dikunjungi Saat Libur Lebaran
Headline, Wisata

Ini Tempat Wisata di Pacitan yang Paling Direkomendasikan Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Pacitanku.com, PACITAN – Libur hari raya Idul Fitri 1438 H akan menjadi masa-masa indah Anda bersama keluarga. Selain bersilaturahmi, hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengunjungi tempat wisata unggulan. Di Pacitan, ada banyak puluhan tempat wisata yang masih alami dan layak untuk Anda kunjungi.

Dan untuk momentum Lebaran kali ini, ada lima tempat wisata yang direkomendasikan untuk dikunjungi saat libur Lebaran. Mengapa direkomendasikan? Karena selain keindahan panorama wisata alamnya, dalam libur lebaran tersebut, lima tempat wisata di Pacitan itu  juga menggelar event-event, terutama event seni dan budaya. Sehingga dengan mengunjunginya, Anda akan mendapatkan dua keuntungan, yakni mendapatkan wisata alamnya, juga mendapatkan hiburan dari berbagai event tersebut.

Ini rincian tempat wisata yang paling direkomendasikan dikunjungi selama libur Lebaran 2017.

1.  Pantai Klayar

Gerbang Pantai Klayar. (Foto: Eko Rias Prahmono/ekorias.blogspot.co.id)

Pantai klayar yang terletak di Dusun Kendal, Desa Sendang Kecamatan Donorojo tak dipungkiri adalah salah satu pantai terbaik di Pacitan dan Indonesia. Perbaikan sarana dan prasarana pun terus dilakukan hingga menjelang Lebaran tahun 2017 ini. Salah satu yang cukup menjadi perhatian adalah perbaikan pintu gerbang yang kini menjadi penuh warna dan eye catching, perluasan jalan dan pengaspalan, serta perluasan lahan parkir Pantai Klayar di sisi selatan.

Pada libur lebaran tahun ini, pantai yang terkenal dengan seruling samudera ini juga diprediksi akan menjadi favorit pengunjung, terutama saat libur lebaran. Tak ketinggalan, hiburan reog Ponorogo Singo Ludro dari Desa Kalak, pada hari lebaran kelima menambah daya tarik pengunjung. Jadi, silahkan mengunjungi pantai ini, tapi tetap jaga kebersihan dan keindahan pantai, dengan tidak mencorat-coret serta membuang sampah pada tempatnya.

2. Pantai Teleng Ria

Kawasan wisata Pantai teleng ria. Foto IG @Swastikamey




Tempat wisata kedua yang direkomendasikan dikunjungi saat liburan lebaran tahun 2017 ini adalah pantai Teleng Ria. Pantai yang terletak tidak jauh dari pusat kota Pacitan ini menjadi pantai rekomendasi Anda saat menikmati liburan Lebaran di Pacitan. Meski tarif masuk relatif lebih mahal dibanding obyek wisata lain di Pacitan, namun kelengkapan fasilitas dan sarana pantai, seperti hotel, restoran hingga water park cukup lengkap.

Apalagi, saat libur Lebaran tahun ini, pengelola Pantai Teleng Ria mulai 26 Juni hingga 2 Juli 2017 akan menggelar live music dangdut. Jadi, tak ada salahnya Anda menikmati liburan ceria bersama keluarga di pantai yang berada di kawasan Teluk Pacitan ini.

3. Pantai Soge

soge via @lukieukie

Selanjutnya, rekomendasi liburan Anda saat libur Lebaran tahun ini adalah Pantai Soge, yang terletak di Dusun Soge, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo. Pantai yang terletak di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan ini menawarkan keindahan pesona alamnya.

Selain menikmati panorama alam, berikut pesona di tempat nongkrong di jembatan Soge, pengelola setempat bahkan akan menggelar pentas seni dan musik dangdut pada Tanggal 27 Juni 2 Juli 2017. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri di pantai yang disebut mirip dengan Green Ocean Road di Australia ini.

4. Pantai Pidakan

Pantai Pidakan Via IG @satlantaspolrespacitan

Tak jauh dari Pantai Soge, ada Pantai Pidakan yang menawarkan pesona alam tak kalah indah. Pantai yang memilikikarakteristik kerikil yang menyelimuti hampir seluruh permukaan pantai ini menjadi rekomendasi saat libur Lebaran. Selain pesona alam ditambah kebersihan pantai, pantai yang dikelola Posdaya Dadirejo dan Karang Taruna Yudha Taruna ini akan menggelar hiburan lives music enam hari nonstop.

Selama 6 hari, gebyar hiburan di wisata Pantai Pidakan Jetak Tulakan dimulai pada Selasa 27 Juni 2017 pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB ada dari Om Duta Nada Musica Lorok Pacitan. Kemudian pada Rabu (28/6/2017) pukul 09.00-16.00 WIB ada R Pro Musica Pacitan. Kamis 29/6/2017 ada Musik Koes Plus Mania Pacitan. Kemudian pada Jumat (30/6/2017) ada musik keroncong kakap group Pacitan. Sabtu 1 Juli 2017 ada Pak Thu Musica Lorok Pacitan dan Minggu (2/7/2017) ada seni reog Ponorogo.

5. Pacitan Indah

ELOK. Panorama Pacitan Indah (Sumber Foto: IG @Dwiratnasari)

Selanjutnya, obyek wisata yang direkomendasikan untuk jadi referensi liburan saat Ramadhan adalah Pacitan Indah, yang terletak di Desa Dadapan, kecamatan Pringkuku atau di tepi jalur utama Pacitan-Solo.

Selain panorama keindahan hutan pinusnya yang terkenal, pada Lebaran kali ini pengelola setempat juga menggelar pertunjukan seni khas Pacitan, Kethek Ogleng dari sanggar Seni Condro Wanoro Kecamatan Nawangan.



Tari Kethek Ogleng dari Tokawi Nawangan menghibur warga Pacitan. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pertunjukan seni tari Kethek Ogleng akan digelar pada Selasa 27 Juni hingga Sabtu 2 Juli 2017 mulai pukul 10.00 hingga pukul 14.00 WIB. Bekerja sama dengan GL Malta Tour and Travel, tari Kethek Ogleng akan mengangkat lakon Wanoro Timbrung yang mengangkat kisah Panji Asmara dan Dewi Sekartaji.

Selain lima tempat wisata paling direkomendasikan tersebut, masih ada banyak sekali tempat wisata di Pacitan yang bisa menjadi rujukan bagi Anda saat menikmati momen libur Lebaran di Pacitan. Beberapa obyek wisata tersebut seperti Goa Gong di Desa Bomo Kecamatan Punung, Pantai Banyu Tibo di Desa Widoro Kecamatan Donorojo, Pemandian Air Pansa Tirta Husada di Kecamatan Arjosari dan beberapa obyek wisata lainnya.

Selamat berlibur lebaran. Selamat menikmati wisata di Pacitan dan tentu tetap jaga kebersihan obyek wisata.

 

Permalink ke Waduk Tukul Bisa Jadi Destinasi Wisata Baru di Pacitan
Headline, Wisata

Waduk Tukul Bisa Jadi Destinasi Wisata Baru di Pacitan

Danrem 081/DSJ menggelar buka bersama di Waduk Tukul Pacitan.

Pacitanku.com, ARJOSARI – Komandan Komando Resort Militer (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya Tentara Nasional Indonesia (TNI) Madiun, Kolonel Infanteri Piek Budiyakto mengatakan bahwa proyek waduk Tukul akan menjadi destinasi wisata baru di Pacitan. Hal tersebut disampaikan Piek saat menggelar buka bersama dengan pengelola proyek PT Brantas Abipraya pada Jumat (16/6/2017) di Waduk Tukul, di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan.

“Pacitan merupakan sangat luar biasa karena banyak proyek yang dilaksanakan di Pacitan ini juga merupakan kerja keras Bapak-bapak semuanya, Pacitan merupakan tumpuan pariwisata, kalau Waduk Tukul sudah jadi nantinya akan menjadi tempat pariwisata yang akan mendatangkan wisatawan dari luar maupun dari Kabupaten Pacitan sendiri,”jelasnya.

Dalam agenda buka puasa bersama dengan tema “dengan puasa Ramadhan kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan dalam berkarya ” diikuti sekitar 100 orang dengan penanggung jawab Komandam Komando Distrik Militer (Dandim) 0801/Pacitan Letnan Kolonel Infanteri Yudhi Diliyanto.




Sementara, Wakil Pimpinan Pondok Al-Fattah Kikil Arjosari, Sutrisno dalam tausiyahnya mengatakan bahwa momentum ibadah puasa ini sebagai sarana untuk melatih jiwa dan keimanannya untuk menjadi lebih meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Saat melaksanakan ibadah puasa agar mendapatkan pahala yang banyak dan dirindukan surga, menjaga lisan karena lisan merupakan sumber ganjaran dan sumber dosa, orang yang sering membaca Alqur’an, dan sering bersodaqoh karena sedekah pahalanya sangat luar biasa,”katanya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Kolonel Inf. Piek Budiyakto (Danrem 081/Dsj), Letkol Inf. Jerm Ratu Edo (Kasrem 081/Dsj), Letkol Inf Yudhi Diliyanto (Dandim 0801/Pacitan), Mayor Inf Verdy (Kasiops rem 081/Dsj), Mayor Inf Bayu Sigit Dwi Untoro (Kasdim 0801/Pacitan), Pa Staf dan Danramil jajaran Kodim 0801/Pacitan, Lettu Cpl Eko Sudarto (Dantim Intel).

Kemudian M. Sabik (Pimpinan Proyek PT. Brantas Abipraya), Iptu Trijoko (Wakapolsek Arjosari),  Bambang (Kades Karanggede), M. Rizal (Pimpinan pondok Al Hafizh Ds. Karangrejo), Sutrisno (Wakil pimpinan pondok Kikil) dan masyarakat setempat.

Kontributor: Sarwono
Editor: Dwi Purnawan

 

 

Permalink ke Tiga Luweng di Pacitan Berpotensi Dikembangkan Jadi Wisata Minat Khusus
Goa, Headline

Tiga Luweng di Pacitan Berpotensi Dikembangkan Jadi Wisata Minat Khusus

Para Pecinta alam mengunjungi Goa Luweng di Pacitan. (Foto : Fahmi Ahmad)

Para Pecinta alam mengunjungi Goa Luweng di Pacitan. (Foto : Fahmi Ahmad)

Pacitanku.com, PACITAN – YEPE Tim Pendaki Gunung dan Penjelajah Alam melaksanakan ekspedisi atau penjelajahan ke tiga goa luweng di Pacitan, yaitu Luweng Ombo, Luweng Musuk, dan Luweng Jaran.

Ekspedisi ini menelorkan masukan atas potensi pengembangan wisata minat khusus, menjelajahi gua di Pacitan. Tajuk Woman Expedition diambil karena para ekspeditor yang terdiri dari tiga orang semuanya adalah perempuan.

Tujuan dari ekspedisi ini memberikan output positif yang berbentuk data kajian terhadap potensi wisata minat khusus di Pacitan,” kata anggota ekspedisi Woman Expedition YEPE, Khoirika, dikutip Koran Jakarta, Jumat (26/5).




Kegiatan ini dilaksanakan pada 1–20 Mei 2017, dengan tiga perempuan sebagai ekspeditor utama, yaitu Ika Diandra, Marselia, dan Khoirika serta beberapa tim pendukung.

Profil ketiga gua ini pada umumnya adalah gua vertikal yang hanya bisa diakses menggunakan alat khusus. Untuk mencapai tiga gua ini digunakan teknik vertikal dan para ekspeditor sudah dilatih oleh konsultan dan pelatih yang berpengalaman.

Menurut Khoirika, kegiatan ini tidak hanya berbentuk penjelajahan dalam gua untuk melihat keindahannya saja.

Dari ekspedisi ini akan dihasilkan kajian aspek pariwisata, teknis, dan sosial budaya untuk melihat kesiapan masyarakat setempat terkait dengan dikemasnya gua-gua tersebut menjadi destinasi wisata khusus.

Bahan Pertimbangan Data-data ini, tambah Khoirika, akan disampaikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan sebagai bahan pertimbangan pemkab.

Melihat potensi Pacitan yang menyandang gelar sebagai kota 1001 gua, dalam pandangan YEPE sudah saatnya untuk diamati lebih lanjut terkait pemanfaatan gua sebagai salah satu wisata minat khusus di Jawa Timur.

Khoirika mengatakan untuk selanjutnya sebagai proses publikasi, tim dari YEPE akan mengadakan roadshow ke beberapa kota.

“Salah satu output yang menarik dan patut dinantikan adalah hasil penjelajahan dan film pendek penjelajahan gua. Kami juga mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dari berbagai pihak hingga kegiatan ini sukses” kata Khoirika.

YEPE Tim Pendaki Gunung dan Penjelajah Alam adalah klub pendaki dan penjelajah dari Malang yang telah berusia 47 Tahun. Organisasi ini telah banyak menjelajahi hampir di seluruh kepulauan besar Indonesia.