Tag: Bupati Pacitan

Permalink ke UNBK Tingkat SMA/SMK di Pacitan Diikuti 5.482 Siswa, Bupati: Semoga Semua Peserta Lulus
Headline, Pendidikan

UNBK Tingkat SMA/SMK di Pacitan Diikuti 5.482 Siswa, Bupati: Semoga Semua Peserta Lulus

Bupati Indartato mengecek UNBK di Nawangan. (Foto: Humas Pemkab)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM berharap semua peserta Ujian Nasional (UN) di Pacitan dapat lulus semua. Hal itu diungkapkan Indartato saat memantau pelaksanan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN I dan SMKN II Nawangan, Senin (3/4/2017) kemarin.

“Saya berharap semua peserta lulus, paling tidak seperti tahun lalu mampu mencapai 99,9 Persen, dan agar nyaman, setidaknya kita butuh jaminan agar saat ujian listrik tidak padam, sehingga kami meminta jajaran PT PLN mengupayakan ketersediaan tegangan selama ujian berlangsung,”jelasnya, sebagaimana dikutip  laman Pemkab Pacitan, Selasa (4/4/2017).

Sebagai informasi, di SMKN 2 Nawangan peserta ujian sebanyak 54 orang. Mereka berasal dari 2 jurusan yakni jurusan teknik otomotif dan TKJ. Sedangkan di SMKN  1 Nawangan jumlah peserta 150. Dari lima jurusan yakni Otomotif, akuntansi, kriya kayu, pertanian, dan tata busana.

Adapun, Pelaksanaan UNBK SMK akan berlangsung mulai Senin (3/4/2017) hingga Kamis (6/4/2017) mendatang. Sementara UNBK SMA/MA berlangsung Senin (10/4/2017) hingga Kamis (13/4/2017) mendatang. Adapun jumlah total peserta UNBK untuk SMA, SMK dan MA di Pacitan sebanyak 5.482 orang siswa.




Untuk tingkat Jawa Timur, sebanyak 200.112 siswa SMK mengikuti UNBK yang tersebar di 1.779 lembaga penyelenggara. Dari 1.779 penyelenggara sebanyak 1.491 sekolah menyelenggarakan UNBK secara mandiri sementara 288 sekolah mengikuti UNBK di sekolah lain. Sedangkan secara nasional, sebanyak 1.327.246 siswa dari 12.509 sekolah akan mengikuti UN yang terdiri 150.855 peserta ujian nasional kertas pensil (UNKP) dan 1.176.391 peserta UNBK.

Untuk UN tingkat SMK pada 2017 juga tetap menguji empat mata pelajara yaitu matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan teori kejuruan, kemudian mata pelajaran yang akan diujikan dalam USBN tingkat SMK adalah pendidikan agama, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan , dan keterampilan komputer. (RAPP002)

Permalink ke Semangat Pemkab Pacitan Menuju Pelayanan Masyarakat yang Transparan dan Akuntabel
Headline, Pacitan News

Semangat Pemkab Pacitan Menuju Pelayanan Masyarakat yang Transparan dan Akuntabel

Bupati Indartato saat membuka lokakarya KOMPAK, kemarin. (Foto: Wira Swastika)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan terus berupaya mewujudkan pelayanan untuk masyarakat yang transparan dan akuntabel. Menurut Bupati Pacitan Indartato, Kamis (30/3/2017) kemarin saat membuka lokakarya Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) di Gedung Karya Dharma Pacitan, mengatakan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan akan tumbuh dengan sendirinya.

Menurutnya hal itu akan terlaksana dengan syarat pihak pemerintah menjamin informasi yang sampai ke masyarakat kian transparan dan akuntabel. “Partisipasi masyarakat muncul jika mereka mendapatkan akses informasi yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,”ujarnya.

Dia mengatakan, sesuai tugasnya negara memiliki tiga tanggung jawab. Yakni melindungi, melayani dan menjadi penengah. “Saya berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,”tegasnya.




Sebagai informasi, upaya pembangunan transparansi publik sendiri telah dirintis sejak beberapa tahun silam. Dengan lahirnya UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan UU 25/2009 tentang Pelayanan Publik. Kemudian diikuti terbitnya Permendagri nomor 35/2010 tentang Pedoman Pengelolaan PPID Lingkup Kemendagri dan Daerah.

Jika sebelum tahun 2017 urusan informasi publik ditangani oleh sejumlah lembaga dari berbagai instansi, maka kini semuanya dipusatkan di Dinas Komunikasi dan Informatika. Baik secara kelembagaan maupun sumberdaya manusianya.

Adapun, lokakarya tersebut  berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 30-31 Maret 2017. Tujuannya adalah mencari model yang tepat agar mekanisme pengaduan yang menggunakan sistem LAPOR dapat sejalan dengan layanan PPID. Sehingga upaya pembangunan transparansi yang telah digariskan oleh pemerintah melalui e-goverment, pelaporan kinerja, dan open management terwujud.

Kegiatan ini di dukung oleh KOMPAK  mendatangkan narasumber Wahyu Kuncoro dari Komisi I Informasi Publik JawaTimur, Kusnandoko Kepala Dinas KOMINFO Kabupaten Bojonegoro, Agus sarwo edhi Provisial Manager Jawa Timur.

Adapun, peserta lokakarya dari Dinas KOMINFO Kabupaten Trenggalek, OPD, Camat se-Kabupaten Pacitan PPIDes, juga Puskesmas binaan Kompak di dua kecamatan, yakni Tulakan dan Tegalombo.

Permalink ke Indartato: BPJS Ketenagakerjaan Penting untuk Semua Pekerja
Headline, Pacitan News

Indartato: BPJS Ketenagakerjaan Penting untuk Semua Pekerja

Pekerja menyelesaikan pelintingan rokok Sigaret Kretek Tangan ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ss/mes/14.

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM mengatakan bahwa jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan ini sangat penting bagi semua pekerja. Kenapa penting, menurutnya, karena jamsos ini bisa mencegah masyarakat miskin bila si pekerja mengalami musibah kecelakaan kerja atau meninggal dunia, dan sejahtera di masa tuanya.

“Jadi dasarnya itu, saya tidak ingin masyarakat tambah sengsara atau miskin bila mengalami musibah kecelakaan kerja atau meninggal dunia,” katanya belum lama ini, dilansir dari Beritalima.

Karena itu, lanjutnya, dirinya berusaha sebisa mungkin agar semua pekerja terlindungi jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Dikatakan, pada tahun 2014 pihaknya telah mengeluarkan persyaratan bagi perusahaan yang mengurus surat ijin baru maupun perpanjangan untuk mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan.

Kemudian, dikeluarkannya Perbup No.1 Tahun 2017 tentang tata cara pengenaan sanksi tidak mendapat pelayanan publik tertentu dalam program BPJS Ketenagakerjaan dengan mengacu PP No.86 Tahun 2013 tentang pengenaan sanksi administrasi pada pemberi kerja.




Terus, dirinya juga ikut memberikan sosialisasi dengan sasaran perlindungan tenaga kerja non PNS dan perangkat desa. Selain itu, dirinya juga mengeluarkan surat edaran untuk perlindungan tenaga kerja di sektor konstruksi.

Indartato menegaskan, dirinya akan mensuport penuh BPJS Ketenagakerjaan demi masyarakat, termasuk kerjasama trauma center dengan semua faskes yang ada di Pacitan.

Sementara, terkait pekerja informal, Indartato mengatakan, pihaknya juga telah berupaya memberi perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal, diantaranya pada para nelayan. Di samping itu, dirinya juga kerap kali minta pada mereka untuk segera daftar BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Pacitan menorehkan sejarah sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang peduli BPJS Ketenagakerjaan. Gelar itu disandang Pemkab Pacitan, karena daerah yang dipimpin Bupati Indartato ini melindungi seluruh perangkat desa dan pegawai honorer serta guru swasta se-Kabupaten Pacitan dengan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur, Abdul Cholik, menyatakan, pihaknya segera mencanangkan Pacitan sebagai Kabupaten Peduli BPJS Ketenagakerjaan. Direcanakan, pencanangan ini akan dilakukan Dirut BPJS Ketenagakerjaan pada 27 April mendatang.

Permalink ke Pacitan Dinobatkan Sebagai Kabupaten Peduli BPJS Ketenagakerjaan
Headline, Pacitan News

Pacitan Dinobatkan Sebagai Kabupaten Peduli BPJS Ketenagakerjaan

Indartato dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: beritalima)

Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Pacitan menorehkan sejarah sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang peduli BPJS Ketenagakerjaan. Gelar itu disandang Pemkab Pacitan, karena daerah yang dipimpin Bupati Indartato ini melindungi seluruh perangkat desa dan pegawai honorer serta guru swasta se-Kabupaten Pacitan dengan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur, Abdul Cholik, menyatakan, pihaknya segera mencanangkan Pacitan sebagai Kabupaten Peduli BPJS Ketenagakerjaan. Direcanakan, pencanangan ini akan dilakukan Dirut BPJS Ketenagakerjaan pada 27 April mendatang.

Menurutnya, ini merupakan pertama di Indonesia, dimana pemerintah daerah memiliki kepedulian yang sangat luar biasa atas kebutuhan jaminan sosial bagi masyarakatnya. Dia berharap, ini akan diikuti pimpinan daerah lainnya.“Seharusnya memang begitu, karena berdasarkan undang-undang, Pemerintah Daerah wajib mendukung atau mengupayakan perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat daerahnya,” katanya dilansir dari laman Beritalima.

Menurut Cholik, kriteria “Kabupaten/kota Peduli BPJS Ketenagakerjaan” adalah bila bupati/ walikotanya mensuport segala hal terkait BPJS Ketenagakerjaan, mendaftarkan seluruh perangkat desa sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, mendorong semua fasilitas kesehatan di daerahnya untuk bekerjasama sebagai Rumah Sakit Trauma Center (RSTC) BPJS Ketenagakerjaan, mendukung aktif dalam penyerahanan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris peserta.

Sementara, Kepala Kantor Cabang Perintis (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Pacitan, Indra Gunawan, membenarkan bila Pacitan sangat pantas mendapat gelar Kabupaten Peduli BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, kesadaran dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Pacitan, dalam hal ini Bupati Indartato, sangat tinggi. Tidak hanya cukup memberikan himbauan, mengeluarkan surat edaran atau instruksi, tapi juga dibuktikan dengan tindakan, diantararanya mendaftarkan seluruh perangkat desa dan pegawai honorer serta guru se-Kabupaten Pacitan.




Lain dari itu, masih kata Indra, Bupati Indartato juga aktif menyerahkan santunan kematian pada ahli waris peserta yang meninggal dunia, kendati tempatnya jauh dan kondisi hujan sekalipun.“Keinginan Bupati Indiarto untuk memberi jaminan sosial warganya sangat luar biasa. Beliau tidak ingin warganya jatuh miskin akibat mengalami musibah kecelakaan kerja atau meninggal dunia,” jelasnya.

Saat ini, Indra mengatakan pihaknya tengah meproses pendaftaran sekaligus pembuatan kartu kepesertaan seluruh perangkat desa dan pegawai honorer serta guru se-Kabupaten Pacitan, yang dipastikan akan selesai sebelum pencanangan gelar “Kabupaten Peduli BPJS Ketenagakerjaan”.

Adapun, jumlahnya lumayan banyak. Dari 166 desa dan lima kelurahan di 12 kecamatan se-Kabupaten Pacitan terdata sekitar 2.100 perangkat desa. Kemudian untuk tenaga honorer seluruh SKPD ada kurang lebih 1.600 pegawai, dan guru honorer kisaran 3.000 orang.

Mereka semua akan menambah angka kepesertaan sektor formal atau penerima upah (PU). Hingga sekarang, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan KCP Pacitan tercatat 616 perusahaan, dan 1.375 jasa konstruksi. Sedangkan untuk tenaga kerja peserta tercatat 8.386 pekerja PU, dan 503 pekerja informal atau bukan penerima upah (BPU).

Indra menambahkan, selama bulan Januari hingga Maret 2017 pihaknya telah membayar klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp 1.960.127.750 bagi 398 kasus, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp 53.274.200 untuk lima kasus, dan Jaminan Kematian (JKM) sejumlah Rp 144 juta kepada ahli waris 5 peserta yang meninggal dunia.

Permalink ke Pacitan Gelar Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi Jahit
Headline, Pacitan News

Pacitan Gelar Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi Jahit

BLK Pacitan tempat menggelar Pacitan Job Fair. (Foto : IST)

BLK Pacitan tempat menggelar Pacitan Job Fair. (Foto : IST)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemkab melalui Dinsosnakertrans Pacitan menggelar pelatihan 3 in 1 berbasis kompetensi jahit atasan alas kaki yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Pacitan pada Senin (13/3/2017) hingga Selasa (14/3/2017).

Bupati Pacitan Drs H Indartato MM dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan tersebut diarapkan membantu daerah, terutama terkait pengurangan angka pengangguran. “Kita berharap pelatihan semacam ini akan membantu pemerintah mengurangi pengangguran dengan penciptaan lapangan kerja baru,”katanya saat membuka pelatihan, Senin kemarin.




Dia mengungkapkanbahwa pengurangan pengangguran sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah daerah guna terus mengurangi angka kemiskinan. Tidak itu saja, peningkatan kompetensi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui daya saing. “Saya berharap kegiatan ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan, sehingga daya saing naik. Ujungnya pasar akan terbuka dan produksi meningkat,”tukasnya.

Indartato mengatakan bahwa selain menambah skill, pelatihan ditujukan untuk regenerasi keahlian. Sebab, jika kemudian mereka yang telah ahli direkrut perusahaan, maka proses produksi tidak terpengaruh. Pelatihan diikuti sekitar 100 orang peserta selama 40 hari dan dibagi dalam dua tahap.

Sebagai infromasi, berdasar data Dinsosnakertrans Pacitan, angka pengangguran di Pacitan  mencapai 5.423 orang hingga akhir 2016 lalu. Data yang diungkapkan merupakan pengangguran yang ingin mendapatkan pekerjaan di bidang formal. Sementara mereka yang bekerja di informal belum tercatat.

Saat ini, ribuan pekerja di Pacitan tersebar di 429 perusahaan yang ada di seluruh kecamatan. Tenaga kerja terbesar berada di kecamatan Pacitan yaitu 2.001 pekerja atau 55,58 persen yang bekerja di 278 perusahaan atau 64,8 persen. (RAPP002)

Permalink ke Dosen Universitas Brawijaya Asal Pacitan Ajak Warga Perantauan Bangun Kampung Halaman
Hari Jadi Pacitan, Headline

Dosen Universitas Brawijaya Asal Pacitan Ajak Warga Perantauan Bangun Kampung Halaman

Indartato saat memberikan sambutan dalam acara silaturahi dengan warga perantau Pacitan. (Foto: Ronny Wahyono/FB)

Pacitanku.com, PACITAN – Dosen Universitas Brawijaya Malang, Dr Sudjatno, MS mengajak seluruh warga Pacitan yang berada di perantauan untuk tidak melupakan kampung halaman. Menurut pria asal Pacitan ini, sudah selayaknya warga perantauan dari Pacitan dapat berkontribusi terhadap pembangunan di tanah kelahiran.

“Tujuannya ikut membantu membangun daerah agar lebih maju dan sejahtera, adapun peran serta itu diwujudkan dengan sumbangsih pemikiran maupun karya nyata,”kata Sujatno yang juga pegiat Paguyuban Warga Pacitan (PWP) ini, saat silaturahim dengan warga Pacitan perantauan di Pendopo Kabupaten, Jumat (24/2/2017) malam, dilansir laman Pemkab Pacitan.

Lebih lanjut, Sudjatno mengatakan bahwa semua elemen yang ada mengedepankan kebersamaan dalam membangun kampung halaman. Sebab tanpa kerjasama yang kuat, hal itu mustahil terwujud dengan baik. “Awal jalinan komunikasi ide antara warga perantauan dengan Pemerinta Kabupaten ini diharapkan berlanjut,”ungkapnya.

Atas rencana tersebut, Bupati Pacitan Indartato cukup senang. Dia menyampaikan terimakasih atas prakarsa PWP dalam ikut andil membangun Kabupaten Pacitan. Indartato berharap seminar yang akan dilaksanakan menghasilkan formula yang tepat bagi upaya percepatan pembangunan di daerah yang dipimpinnya.”Atas nama pemerintah daerah saya mengucapkan terimakasih. Semoga niat suci tersebut dapat terwujud,”tandasnya.

Salah satu rencana tindak lanjut tersebut adalah seminar nasional yang digelar hari ini, Sabtu (25/2/2017). Seminar yang digelar untuk menyemarakkan Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-272 ini bertujuan memberi masukan bagi Pemkab Pacitan tentang program-program yang relevan dalam berbagai bidang pembangunan. Selain itu diharapkan hasil seminar ini bisa terbentuk forum komunikasi warga Pacitan di perantauan berbasis keeratan tali silaturahim.


Dalam seminar ini akan dihadirkan para tokoh dan pakar yang merupakan para perantau dari Pacitan,diantaranya adalah Dirjen Pembangunan & Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, Pemberdayaan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Prof. Achmad Errani, PhD.

Kemudian untuk kategori Bidang Sosial Budaya panitia menghadirkan Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A. Ph.D. (Guru Besar Universitas Negeri Malang), Prof. Dr. Sudijono Sastroatmojo (Guru Besar Universitas Negeri Semarang), Dr. Soeprijanto, M.Pd.(Dosen Universitas Negeri Jakarta) dan Marwan S.Sos., MM. (Kepala Dinas Pendidikan Pacitan).

Untuk bidang ekonomi, panitia menghadirkan Prof. Ir. H. Sudjito Soeparman, PhD. (Guru Besar Universitas Brawijaya), Dr. Sudjatno, MS. (Dosen Universitas Brawijaya), Prof. Dr. Tatiek Sri Djatmiati, SH., MS. (Guru Besar Universitas Airlangga) dan Drs. Heru Sukresno, MM. (Kepala BPKAD Pacitan).

Selain dua bidang tersebut, juga ada bidang Pertanian dan Perikanan yang menghadirkan Prof. Ir. Marsoedi,Ph.D. (Guru Besar Universitas Brawijaya), Dr. Ir. Purnama Hidayat, MSc. (Dosen IPB), Dr. Bambang Tri Rahardjo, SU. (Dosen Universitas Brawijaya) dan Ir. Pamuji, MP (Kepala Dinas Pertanian).

Hingga berita ini diturunkan, seminar nasional tersebut masih berlangsung di Pendopo Kabupaten. (RAPP002)