Tag: Bupati Pacitan

Permalink ke Bupati Pacitan: Masyarakat Semakin Puas Pelayanan RSUD dr Darsono
Headline, Kesehatan

Bupati Pacitan: Masyarakat Semakin Puas Pelayanan RSUD dr Darsono

Bupati Indartato saat meresmikan sejumlah proyek kesehatan di RSUD dr Darsono. (Foto: Ronny Wahyono/Facebook)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM menyebut bahwa masyarakat Pacitan semakin puas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Darsono Pacitan. Hal itu disampaikan Indartato saat meresmikan proyek fasilitas kesehatan (Faskes), Kamis (12/1/2017) kemarin di RSUD dr Darsono, Jalan Ahmad Yani nomor 51, Pacitan.

“Alhamdulillah aduan terkait keluhan layanan di RSUD dr.Darsono sepanjang tahun 2016 berkurang. hanya kisaran 11 aduan saja dan ini menjadi indikator, masyarakat semakin puas,”katanya, dilansir laman Pemkab Pacitan.

Menurut Bupati, jika pelayanan sudah baik maka masyarakat tidak lagi ragu. Apalagi jika fasilitas fasilitas yang ada tak kalah dengan rumah sakit diluar kota. Atas kondisi itu, Indartato meminta pelayanan semakin meningkat seiring semakin lengkapnya fasilitas.




“Keberadaan RSUD dr.Darsono diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan dengan baik,  lembaga ini harus meningkatkan kualitas pelayanan, baik melalui peningkatan SDM serta peningkatan infrastruktur,”tandasnya.

Sebagaimana diberitkan sebelumnya, faskes baru di RSUD dr.Darsono adalah ruang untuk scaning serta unit Hemodialisa untuk pasien gagal ginjal. khusus fasilitas ini disediakan 10 unit mesin cuci darah untuk pasien gagal ginjal.

Sementara, direktur RSUD dr. Darsono Iman Dharmawan menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan RSUD dr. Darsono Pacitan semakin meningkat. “Tingkat kunjungan dalam dua tahun terakhir mencapai 17,6 persen, dengan angka kunjungan sebanyak 57 ribu pasien pada tahun 2015 naik 67 ribu kunjungan di tahun 2016,”paparnya.

Namun demikian, Iman tak menampik bahwa masih ada keluhan yang kerap disampaikan dalam pelayanan di RSUD dr Darsono.  

“Beberapa keluhan yang masih kerap disampaikan diantaranya, keramahan petugas, lamanya waktu tunggu pasien rawat jalan serta mekanisme kunjungan BPJS, khusus layanan pasien BPJS RSUD dr Darsono tetap tidak bisa keluar dan harus patuh dengan aturan BPJS,”jelasnya.

Menurut Iman, saat ini rumah sakit terbesar di Pacitan itu memiliki fasilitas 169 tempat tidur pasien. Jumlah dokter spesialis sebanyak 27 orang dengan jenis spesialis sebanyak 18 item. Dari jumlah itu masih ada dua dokter di puskesmas serta 5 calon dokter spesialis yang masih menjalani tugas belajar. (RAPP002)

Permalink ke Bupati: Banjir Batu Karangrejo adalah Bencana Besar
Bencana Alam, Headline

Bupati: Banjir Batu Karangrejo adalah Bencana Besar

Bupati Indartato saat meninjau lokasi bencana alam banjir batu di Arjosari. (Foto: Doc Info Pacitan)

Pacitanku.com, ARJOSARI– Banjir batu di Dusun Wonosari, Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, dinilai Bupati Pacitan Indartato merupakan bencana besar. Melihat jalan dan jembatan kabupaten di lokasi yang tertimbun bongkahan bebatuan, Indartato menyebut bencana tersebut butuh penanganan menyeluruh.

Langkah itu agar warga setempat tidak terkena dampak lebih parah lagi. ‘’Ini bencana yang luar biasa besar. Penanganan yang dilakukan sebisa mungkin harus menyeluruh, karena sulit ditanggulangi,’’ ujar Indartato, saat mengunjungi lokasi banjir batu di dusun Wonosari, Karangrejo, kemarin (11/1).

Menurut bupati, banjir batu yang melanda Dusun Wonsoari masih berbahaya. Kendati jalan sudah bisa dilalui, namun potensi terjadinya banjir batu susulan tetap ada. Langkah pertama, masyarakat dua desa (Karangrejo dan Karanggede) harus lebih waspada.

Koordinasi antara warga, perangkat desa, aparat TNI dan Polri, serta BPBD harus lebih ditingkatkan. ‘’Yang harus diutamakan adalah keselamatan warga. Karena terjadi tanpa mengenal waktu, upaya pencegahan agar tidak timbul korban jiwa wajib dilakukan,’’ ujarnya.

Prioritas kedua setelah keselamatan warga setempat adalah infrastruktur. Jalan dan jembatan penghubung Karangrejo-Karanggede, serta jembatan penghubung RT 6/ RW6 Dusun Wonosari, sebisa mungkin diselamatkan.

Indartato ingin agar sejumlah infrastruktur tersebut dapat difungsikan normal oleh masyarakat. Meski, APBD yang dimiliki tidak sebanyak yang diharapkan untuk perbaikan infrastruktur tersebut.

Sebab, hal itu sangat berdampak pada mobilitas warga Karangrejo dan Karanggede. Sendi kehidupan mulai dari sekolah hingga pertanian jadi terhambat. ‘’Akan kami upayakan bagaimanapun caranya agar jalan dan jembatan nantinya tetap bisa dilalui,’’ katanya.




Indartato mengapresiasi upaya yang dilakukan PT Brantas Abipraya serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Keduanya, pemerindah dan masyarakat sanggup menjalin kerjasama yang baik dalam merespon banjir batu yang terjadi.

Evakuasi material banjir batu terus dilakukan agar akses dua desa tidak terputus. ‘’Kami mengapresasi kerja mereka (PT Brantas Abipraya dan BBWS Bengawan Solo) dalam berupaya menanggulangi bencana ini,’’ ujarnya.

Satu hal lain yang harus segera dilakukan, Indartato menegaskan butuh penelitian mendalam di bukit Parangan. Paling lambat pekan depan, tim ahli harus sudah turun mendatangi lokasi banjr batu.

Tim ahli bisa didatangkan dari perguruan tinggi yang punya kajian khusus di bidang geologi seperti Universitas Gadjah Mada (UGM). Atau, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.

Mereka dibutuhkan untuk mencari tahu penyebab dan potensi bencana yang mungkin saja akan terjadi kembali di dusun Wonosari, Karangrejo. ‘’Ini tidak bisa jika tidak ditangani dengan penelitian yang mendalam. Selamanya akan terus terjadi jika penyebabnya tidak diketahui,’’ terang Indartato.

Di daerah yang merupakan perbatasan Karangrejo-Karanggede, Arjosari, tersebut kembali bisa dilalui. Sepeda motor, mobil, dan kendaraan berat seperti truk bisa melewati jalan dan jembatan di lokasi banjir batu di Dusun Wonosari, Karangrejo. Pasalnya, tiga ekskavator dikerahkan PT Brantas Abipraya untuk proses evakuai material banjir batu, sejak terjadi Senin (9/1) lalu.

Namun, tidak ada jaminan jalan akan kembali tertutup jika sewaktu-waktu terjadi banjir batu susulan. ‘’Proses evakuasi seperti ini selalu dilakukan. Tetapi sampai sekarang belum ada tanda banjir batu bakal berhenti,’’ ujar staf teknisi PT Brantas Abipraya, Dul Rosyid, kemarin (11/1).

Rosyid mengatakan, ada puluhan staf PT Brantas Abipraya yang turun ke titik banjir batu di dusun Wonosari, Karangrejo, dari lokasi pembangunan waduk Tukul di Karanggede sejak Senin lalu. Awalnya, hanya satu ekskavator yang dikerahkan untuk mengevakuasi material banjir batu.

Namun, satu ekskavator rupanya masih kurang mampu membuat jalan kembali bisa dilalui. Sebab, tidak hanya warga setempat yang dirugikan oleh tertutupnya akses jalan. Proyek waduk Tukul pun diakuinya ikut terimbas. ‘’Kendaraan proyek sering lalu lalang membawa pekerja, alat, atau kebutuhan proyek lainnya. Satu-satunya jalan ya lewat sini,’’ ungkapnya.

Karena itu, upaya evakuasi pun ditambah dengan dua ekskavator. Dua ekskavator tersebut didatangkan dari Pacitan. Menurut Rosyid, evakuasi dilakukan mulai pagi hinga malam. Asal cuaca mendukung, terus dilakukan. Bahkan hingga larut malam. Kecuali jika gerimis, apalagi turun hujan. Sebab, suara gemuruh dari arah bukit Parangan di utara masih kerap terdengar menghantui. Bebatuan juga beberapa kali turun meski dalam skala lebih kecil.

Rosyid menyebut, material banjir batu yang menimbun jalan dan jembatan di dusun Wonosari, Karangrejo, sudah kelewat parah. Menurutnya, kedalaman sungai di bawah jembatan normalnya adalah sepuluh meter.

Namun kini, aliran airdan batu dari bukit Parangan bahkan sudah lewat di atas jembatan. Bukan tanpa sebab. Menurut pengakuan Rosyid, sebuah batu terbesar yang pernah dievakuasi bahkan volumenya mencapai empat meter kubik. ‘’Di bawah-bawah timbunan ini bebatuan besar semua. Tertutupi bebatuan yang lebih kecil dan pasir,’’ terangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan, Budiyanto, menuturkan pihaknya kerap berkoordinasi dengan PT Brantas Abipraya terkat evakuasi material banjir batu dari jalan dan jembatan yang sebenarnya adalah kuasanya.

Mengingat potensi terjadinya banjir batu susulan masih ada, dia menyebut proses evakuasi harus terus dilakukan. Namun, dengan tidak mengabaikan keselamatan. ‘’Selain karena untuk kepentingan warga dua desa, juga untuk kepentingan mereka sendiri (PT Brantas Abipraya),’’ ujarnya.(mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Bupati Indartato: Angka Melek Huruf di Pacitan Terus Meningkat
Headline, Pacitan News

Bupati Indartato: Angka Melek Huruf di Pacitan Terus Meningkat

kantor perpustaakaanPacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan, Drs H Indartato MM mengatakan bahwa angka melek huruf di Pacitan terus meningkat, terutama dalam lima tahun terakhir. Hal tersebut disampakan oleh Indartato usai menerima penghargaan di bidang perpustakaan dari Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) bersama Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) pada acara Peer Learning Meeting Perpuseru di hotel Grand Mercure Jakarta Utara, Rabu (16/11/2016) kemarin.

“Perpustakaan memiliki fungsi penting, Misalnya, untuk mengurangi angka melek huruf. Hasilnya selama lima tahun terakhir angka  melek huruf di Pacitan terus meningkat, “katanya, Kamis (17/11/2016)

Indartato berhasil mendapatkan penghargaan tersebut dikarenakan dinilai mampu mengembangkan perpustakaan menjadi pusat belajar masyarakat berbasis teknologi guna mendukung pembangunan sumber daya manusia  (SDM) di daerah.

Menurut Indartato, langkah pengembangan perpustakaan ini dilakukan karena dianggap memiliki  peran untuk mengurangi kesenjangan sosial masyarakat dalam segala hal. “Meliputi menciptakan  lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan informasi, meningkatkan pendidikan, kesehatan serta  pengembangan ekonomi masyarakat,”ujarnya.


Lebih lanjut, Indartato menyampaikan bahwa untuk mengoptimalkan peran perpustakaan, dia menekankan adanya pengembangan Perpuseru di beberapa desa. Tahun ini, program Perpuseru sudah dikembangkan di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo dan Desa/Kecamatan Ngadirojo.“Dan, rencananya akan dikembangkan lagi di Desa/Kecamatan Sudimoro pada tahun depan,”pungkasnya.

Beradasarkan data Perpusda setidaknya sudah ada sekitar 161 perpustakaan desa yang didirikan oleh Pemkab Pacitan bekerjasama dengan pemerintah desa setempat. Pada tahun 2016 ada 13 perpustakaan desa yang tersebar di seluruh wilayah Pacitan mendapatkan bantuan buku dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Setiap perpustakaan desa akan mendapatkan 1.000 eksemplar buku dari pemerintah.

Sementara, perpustakaan desa yang ada di Pacitan yaitu sebanyak 171 unit, dan sebagian besar perpustakaan desa itu berada di kantor desa dan kantor PKK. Saat ini ada 50 persen dari total perpustakaan tersebut yang sudah beroperasi dengan baik.

Salah satu prestasi puncak Indartato adalah kala mengantarkan Perpustakaan Cahaya dari Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo yang masuk daftar nominasi 10 besar perpustakaan terbaik tingkat Provinsi Jawa Timur. Perpustakaan Cahaya ini merupakan perpustakaan pertama di Pacitan yang bisa menembus di tingkat provinsi.

Perpustakaan Cahaya memiliki berbagai fasilitas yang cukup lengkap bagi pengunjung, seperti ruang perpustakaan yang luas, ruang baca representatif, hingga fasilitas sambungan Internet gratis.

Perpustakaan Cahaya memiliki koleksi buku sebanyak 4.500 eksemplar dengan berbagai judul. Selain itu, di perpustakaan desa tersebut juga tersedia taman bacaan dan alat permainan peraga bagi anak-anak pendidikan anak usia dini (PAUD). Bahkan, perpustakaan ini menyediakan akses Internet secara gratis dan bisa diakses oleh siapa pun. (Riz/RAPP002)

 

Permalink ke Bupati Akui Berat Kelola Perusda Minim Pemasukan ke PAD
Headline, Pacitan News

Bupati Akui Berat Kelola Perusda Minim Pemasukan ke PAD

Indartato

Indartato

Pacitanku.com, PACITAN – Kondisi perusahaan daerah (perusda) Aneka Usaha belum keluar dari zona kritis. Kontribusi pendapatan daerah dari perusahaan pelat merah itu masih minim. Buktinya hingga sekarang pemasukan dari air isi ulang bermerk Toya Pacitan (Topac) hanya sekitar Rp 20 juta. Padahal pada tahun 2016 pemkab telah memberikan penyertaan modal sekitar Rp 500 juta untuk operasional bisnis air minum kemasan itu.

‘’Pemkab perlu segera berupaya agar pengelolaan Perusda Aneka Usaha ke depan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,’’ ujar Prabowo ketua Komisi III DPRD Pacitan kemarin (13/11).

Prabowo mendesak pemkab segera mengkaji ulang keberlangsungan Perusda Aneka Usaha. Termasuk mempertimbangkan penambahan sejumlah bidang usaha apa saja yang dapat dikelola dan dikembangkan oleh perusahaan pelat merah tersebut.




‘’Selain itu, pengisian jabatan direktur dan manajemen lainnya di dalam struktur organisasi perusda perlu segera dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,’’ imbuh legislator Partai Golkar tersebut.

Sebagaimana diketahui, saat ini posisi direktur Perusda Aneka Usaha hanya diisi oleh pejabat sementara. Oleh bupati, posisi strategis tersebut dipasrahkan kepada Warito staf ahli bupati bidang pembangunan.

Menanggapi hal itu, Bupati Pacitan Indartato berdalih berbagai upaya diakukan untuk mempertahankan Perusda Aneka Usaha. Termasuk membuka lowongan calon direktur secara terbuka. Pemkab juga meminta bantuan akademisi untuk mengkaji potensi yang bisa dikelola perusda.

‘’Kami sebenarnya sudah berusaha. Termasuk sambat kepada orang yang ahli di bidang itu. Namun, sampai hari ini kami belum mampu menyelesaikan,’’ ungkap orang nomor satu di jajaran Pemkab Pacitan tersebut.

Jurus terakhir yang akan dikeluarkan pemkab untuk menyelamatkan perusda adalah mencari sosok yang dianggap mampu mengelola perusda tersebut. Indartato berharap sebelum akhir masa jabatannya habis pada 2021 mendatang, operasional perusda bisa berjalan maksimal.

Termasuk menambah bidang usaha yang dapat dikembangkan dan dikelola perusda. ‘’Tapi dilihat dulu potensi yang bisa dikembangkan. Karena memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dan menurut saya itu paling berat,’’ ujar Indartato. (her/yup/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Apresiasi Bupati Pacitan untuk Sang Juara Kelas
Headline, Pendidikan

Apresiasi Bupati Pacitan untuk Sang Juara Kelas

Indartato saat menyerahkan bea siswa kepada siswa SD Losari I Tulakan. (Foto: BuMystun Nie/FB)

Indartato saat menyerahkan bea siswa kepada siswa SD Losari I Tulakan. (Foto: BuMystun Nie/FB)

Pacitanku.com, PACITAN – Ada yang unik saat agenda upacara bendera yang digelar berbagai sekolah di Pacitan pada Senin (31/10/2016) lalu. Yang menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah tersebut adalah para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pacitan dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacitan misalnya, Edy Junan Ahmadi kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pacitan menjadi pembina upacara tersebut. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan berupa bea siswa bagi para siswa yang berprestasi, yakni juara kelas di sekolah dari Bupati Pacitan, Indartato.

Kemudian di Tegalombo, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Pacitan, Widy Sumardji juga menyerahkan hadiah kepada sang juara kelas di SMP Negeri 1 Tegalombo, SDN 4 Kemuning dan SDN 2 Kemuning. Di beberapa sekolah di Kecamatan Ngadirojo, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Wasi Prayitno juga membagikan bea siswa untuk juara kelas ke sejumlah sekolah.

Bupati Indartato sendiri juga berkesempatan bertemu langsung para sang juara di sejumlah sekolah di Kecamatan Tulakan, seperti SD Bungur dan SD Losari I, selasa kemarin. Di sekolah tersebut, mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan ini juga memberikan bea siswa kepada anak berkebutuhan khusus (ABK).




Bupati Indartato, dalam sambutannya yang dibacakan oleh para Kepala Dinas tersebut, mengatakan bahwa Pemkab Pacitan menyampaikan apresiasi serta Penghargaan yang setinggi-tingginya kepada siswa siswi atas prestasinya.“Sekaligus apresiasi kepada bapak dan ibu pelaku pendidikan yang selama ini telah berperan aktif untuk turut serta mencerdaskan anak-anak bangsa,”katanya.

Lebih lanjut, Indartato juga berpesan kepada para siswa bahwa meraih prestasi tidak semudah membalikan telapak tangan. Prestasi harus diraih dengan perjuangan keuletan dan kegigihan. “Ikhtiar besar yang telah kalian lakukan bisa dirasakan hasilnya di masa sekarang dan mendatang. Dipundak kalian-lah masa depan Bangsa Indonesia dan kabupaten Pacitan hususnya,” jelasnya.

Sebagai informasi, agenda pemberian bea siswa tersebut adalah sebagai wahana bagi pemangku kepentingan pendidikan untuk silaturahmi dan sekaligus pemberian penghargaan dan apresiasi bagi para siswa yang berprestasi, baik jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK se-Kabupaten Pacitan. (RAPP002)

Permalink ke Ingin Masyarakatnya Berpendidikan Layak, Indartato Komitmen Bangun Infrastuktur Pendidikan
Headline, Pendidikan

Ingin Masyarakatnya Berpendidikan Layak, Indartato Komitmen Bangun Infrastuktur Pendidikan

Pendidikan

Pendidikan

Pacitanku.com, BANDAR – Bupati Pacitan Drs H Indartato, MM berkotmitmen untuk terus membangun infrastuktur pendidikan sebagai upaya untuk menjadikan masyarakatnya berpendikan layak. Hal itu disampaikan Indartato saat kunjungan kerja di SDN III Petungsinarang Kecamatan Bandar, Senin (24/10/2016).

Indartato menyebut untuk merealisasikan hal itu perlu dua poin yang harus diperhatikan. Yang pertama adalah aksesbilitas yang memadai. Mulai dari akses jalan menuju sekolah, serta pemenuhan sarana dan prasarana sekolah.”Kita berusaha memenuhi infrastruktur pendidikan, mendekatkan jarak sekolah agar tidak ada lagi anak putus sekolah karena alasan jauh,” ujarnya dilansir laman Pemkab Pacitan.

Sementara, poin kedua adalah terkait peningkatan mutu pendidikan. Meski diakuinya, kebutuhan tenaga pengajar di Pacitan masih kurang, namun, dalam mewujudkan mutu pendidikan jangan sampai lengah.

Bupati juga mengapresiasi kinerja guru yang telah mengorbankan segalanya untuk mencerdaskan anak bangsa. “Sudah saatnya merubah cara pandang bahwa pendidikan bukan hanya urusan kedinasan, namun menjadi ikhtiar bersama,”kata mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan ini.




Dalam kesempatan tersebut, selain melihat langsung kondisi infrastruktur pendidikan di Pacitan, hadirnya orang nomor satu di Pacitan itu di Kecamatan Bandar adalah untuk  memberikan hadiah kepada siswa berprestasi mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Pacitan.

Selain SDN Petungsinarang, Bupati juga mengunjungi SMPN 3 Jeruk serta MI Muhamadiyah Bandar. “Hadiahnya tidak seberapa, namun dengan penghargaan ini saya berharap anak-anak termotivasi untuk belajar lebih giat lagi,” pungkasnya.

Indartato juga berpesan keda para siswa agar terus berusaha mencapai prestasi maksimal. “Untuk mencapai prestasi tertinggi tidak mudah. Hanya mereka yang ulet, gigih serta memiliki rasa optimis tinggi yang bisa meraihnya,”tutupnya. (RAPP002)