Tag: Bupati Pacitan

Permalink ke Pacitan Gelar Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi Jahit
Headline, Pacitan News

Pacitan Gelar Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi Jahit

BLK Pacitan tempat menggelar Pacitan Job Fair. (Foto : IST)

BLK Pacitan tempat menggelar Pacitan Job Fair. (Foto : IST)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemkab melalui Dinsosnakertrans Pacitan menggelar pelatihan 3 in 1 berbasis kompetensi jahit atasan alas kaki yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Pacitan pada Senin (13/3/2017) hingga Selasa (14/3/2017).

Bupati Pacitan Drs H Indartato MM dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan tersebut diarapkan membantu daerah, terutama terkait pengurangan angka pengangguran. “Kita berharap pelatihan semacam ini akan membantu pemerintah mengurangi pengangguran dengan penciptaan lapangan kerja baru,”katanya saat membuka pelatihan, Senin kemarin.




Dia mengungkapkanbahwa pengurangan pengangguran sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah daerah guna terus mengurangi angka kemiskinan. Tidak itu saja, peningkatan kompetensi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui daya saing. “Saya berharap kegiatan ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan, sehingga daya saing naik. Ujungnya pasar akan terbuka dan produksi meningkat,”tukasnya.

Indartato mengatakan bahwa selain menambah skill, pelatihan ditujukan untuk regenerasi keahlian. Sebab, jika kemudian mereka yang telah ahli direkrut perusahaan, maka proses produksi tidak terpengaruh. Pelatihan diikuti sekitar 100 orang peserta selama 40 hari dan dibagi dalam dua tahap.

Sebagai infromasi, berdasar data Dinsosnakertrans Pacitan, angka pengangguran di Pacitan  mencapai 5.423 orang hingga akhir 2016 lalu. Data yang diungkapkan merupakan pengangguran yang ingin mendapatkan pekerjaan di bidang formal. Sementara mereka yang bekerja di informal belum tercatat.

Saat ini, ribuan pekerja di Pacitan tersebar di 429 perusahaan yang ada di seluruh kecamatan. Tenaga kerja terbesar berada di kecamatan Pacitan yaitu 2.001 pekerja atau 55,58 persen yang bekerja di 278 perusahaan atau 64,8 persen. (RAPP002)

Permalink ke Dosen Universitas Brawijaya Asal Pacitan Ajak Warga Perantauan Bangun Kampung Halaman
Hari Jadi Pacitan, Headline

Dosen Universitas Brawijaya Asal Pacitan Ajak Warga Perantauan Bangun Kampung Halaman

Indartato saat memberikan sambutan dalam acara silaturahi dengan warga perantau Pacitan. (Foto: Ronny Wahyono/FB)

Pacitanku.com, PACITAN – Dosen Universitas Brawijaya Malang, Dr Sudjatno, MS mengajak seluruh warga Pacitan yang berada di perantauan untuk tidak melupakan kampung halaman. Menurut pria asal Pacitan ini, sudah selayaknya warga perantauan dari Pacitan dapat berkontribusi terhadap pembangunan di tanah kelahiran.

“Tujuannya ikut membantu membangun daerah agar lebih maju dan sejahtera, adapun peran serta itu diwujudkan dengan sumbangsih pemikiran maupun karya nyata,”kata Sujatno yang juga pegiat Paguyuban Warga Pacitan (PWP) ini, saat silaturahim dengan warga Pacitan perantauan di Pendopo Kabupaten, Jumat (24/2/2017) malam, dilansir laman Pemkab Pacitan.

Lebih lanjut, Sudjatno mengatakan bahwa semua elemen yang ada mengedepankan kebersamaan dalam membangun kampung halaman. Sebab tanpa kerjasama yang kuat, hal itu mustahil terwujud dengan baik. “Awal jalinan komunikasi ide antara warga perantauan dengan Pemerinta Kabupaten ini diharapkan berlanjut,”ungkapnya.

Atas rencana tersebut, Bupati Pacitan Indartato cukup senang. Dia menyampaikan terimakasih atas prakarsa PWP dalam ikut andil membangun Kabupaten Pacitan. Indartato berharap seminar yang akan dilaksanakan menghasilkan formula yang tepat bagi upaya percepatan pembangunan di daerah yang dipimpinnya.”Atas nama pemerintah daerah saya mengucapkan terimakasih. Semoga niat suci tersebut dapat terwujud,”tandasnya.

Salah satu rencana tindak lanjut tersebut adalah seminar nasional yang digelar hari ini, Sabtu (25/2/2017). Seminar yang digelar untuk menyemarakkan Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-272 ini bertujuan memberi masukan bagi Pemkab Pacitan tentang program-program yang relevan dalam berbagai bidang pembangunan. Selain itu diharapkan hasil seminar ini bisa terbentuk forum komunikasi warga Pacitan di perantauan berbasis keeratan tali silaturahim.


Dalam seminar ini akan dihadirkan para tokoh dan pakar yang merupakan para perantau dari Pacitan,diantaranya adalah Dirjen Pembangunan & Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, Pemberdayaan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Prof. Achmad Errani, PhD.

Kemudian untuk kategori Bidang Sosial Budaya panitia menghadirkan Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A. Ph.D. (Guru Besar Universitas Negeri Malang), Prof. Dr. Sudijono Sastroatmojo (Guru Besar Universitas Negeri Semarang), Dr. Soeprijanto, M.Pd.(Dosen Universitas Negeri Jakarta) dan Marwan S.Sos., MM. (Kepala Dinas Pendidikan Pacitan).

Untuk bidang ekonomi, panitia menghadirkan Prof. Ir. H. Sudjito Soeparman, PhD. (Guru Besar Universitas Brawijaya), Dr. Sudjatno, MS. (Dosen Universitas Brawijaya), Prof. Dr. Tatiek Sri Djatmiati, SH., MS. (Guru Besar Universitas Airlangga) dan Drs. Heru Sukresno, MM. (Kepala BPKAD Pacitan).

Selain dua bidang tersebut, juga ada bidang Pertanian dan Perikanan yang menghadirkan Prof. Ir. Marsoedi,Ph.D. (Guru Besar Universitas Brawijaya), Dr. Ir. Purnama Hidayat, MSc. (Dosen IPB), Dr. Bambang Tri Rahardjo, SU. (Dosen Universitas Brawijaya) dan Ir. Pamuji, MP (Kepala Dinas Pertanian).

Hingga berita ini diturunkan, seminar nasional tersebut masih berlangsung di Pendopo Kabupaten. (RAPP002)

Permalink ke Trenggalek-Pacitan Galang Kerjasama Pembangunan Wilayah Selatan Jatim
Headline, Pacitan News

Trenggalek-Pacitan Galang Kerjasama Pembangunan Wilayah Selatan Jatim

Wabup Trenggalek berkunjung ke Pacitan. (Foto: Humas Setda Trenggalek)

Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Pacitan menggalang kerjasama pembangunan di wilayah selatan Jawa Timur.

Rencana kerjasama tersebut ditandai dengan kunjungan Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ke Pacitan dalam rangka menyamakan persepsi dan potensi dalam meningkatkan pembangunan serta kemakmuran masyarakat di kawasan selatan Jatim, Kamis (16/2/2017) lalu di Pendopo Kabupaten.

Dalam kunjungan yang diterima oleh Bupati Pacitan Indartato, Wakil Bupati Yudi Sumbogo, Sekretaris Daerah Suko Wiyono dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pacitan, Arifin mengatakan bahwa percepatan pembangunan jalur lintas selatan harus dilakukan. Selain juga pembangunan pelabuhan niaga untuk mendukung jalur pelayaran kawasan selatan.




“Dan juga wacana tentang budidaya komoditi-komoditi yang memiliki nilai ekonomis sebagai solusi dalam memberdayakan masyarakat,”katanya dilansir laman Humas Pemkab Trenggalek.

Selain percepatan sektor perekonomian, Trenggalek dan Pacitan  dapat bersama-sama memajukan kawasan ekonomi khusus pariwisata.

“Kalau tidak, bagaimana caranya kita punya terobosan inovasi apakah lewat peraturan daerah untuk memacu investasi di kawasan selatan secara bersama-sama, harapannya nanti juga bisa memaketkan pariwisata secara bersama-sama,” kata Wabup termuda se-Indonesia ini.

Sebagaimana diketahui, Pacitan dan Trenggalek adalah dua kabupaten yang memiliki persamaan geografis dan potensi daerah. Salah satu yang menjadi ciri khas kedua daerah yang bertetangga ini adalah potensi wisata pantai yang cukup banyak. (RAPP002)

Permalink ke Bupati: Peran Masyarakat Sangat Penting Kembangkan Pariwisata di Pacitan
Hari Jadi Pacitan, Headline, Pacitan News

Bupati: Peran Masyarakat Sangat Penting Kembangkan Pariwisata di Pacitan

Indartato saat dialog bersama radio suara Pacitan, Kamis kemarin. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato, MM menilai peran serta masyarakat di Pacitan sangat penting dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata di Pacitan. Hal itu disampaikan Indartato saat berdialog dengan tema “Refleksi 272 Tahun Kabupaten Pacitan Membangun Ekonomi Melalui Sektor Pariwisata” di studio Radio Suara Pacitan, Kamis (16/2/2017) kemarin.

Menurut Indartato, dalam pengembangkan sektor pariwisata tidak cukup mengandalkan kekayaan sumber daya alam semata. Sumber daya manusia yang mumpuni juga diperlukan untuk menjadikan pariwisata menjadi sektor yang berdaya saing.

Dikatakan Indartato, salah satu yang berperan penting dalam pengembangan kepariwisataan adalah masyarakat sekitar obyek wisata. Dengan peran yang penting itu, imbuhnya, masyarakat harus diedukasi sehingga mampu menjadi tuan rumah yang baik. Harapannya, wisatawan terkesan dan akan berkunjung kembali ke Pacitan.




“Seperti pepatah Jawa kita harus mampu menunjukan gupuh, aruh, lan suguh kepada para tamu dan itu tidak lepas dari peran masyarakat sekitar,”ujarnya dilansir laman Pemkab Pacitan.

Lebih lanjut, Indartato menyebut bahwa peran masyarakat saat ini sudah cukup bagus. Saat menyambut wisatawan, senyum sapanya sangat ramah. “Bagi pedagang  di sekitar lokasi wisata tidak mempermainkan harga semaunya,”katanya lagi.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Endang Surjasri yang juga menjadi nara sumber mengatakan, untuk mengembangkan pariwisata dibutuhkan sinergitas antara semua pihak.

 Satu diantaranya adalah peran masyarakat sekitar. Warga harus sadar akan kebersihan serta ramah terhadap pengunjung.”Kita tidak mungkin meninggalkan peran masyarakat karena membangun pariwisata jangan sampai menghilangkan khazanah budaya dan kearifan lokal,”kata Endang.

Sebagai informasi, Pacitan memiliki berbagai potensi wisata, seperti wisata pantai, wisata goa, wisata sejarah, wisata budaya dan wisata kuliner. Khusus wisata pantai, ada 78 pantai yang terbentang dari ujung barat hingga ujung timur Pacitan. Sementara ada berbagai potensi wisata budaya seperti festival rontek dan seni budaya kethek ogleng dari Nawangan. (RAPP002)

Permalink ke Pemkab Minta Bantuan BNPB dan PVMBG Atasi Tanah Gerak Purworejo
Bencana Alam, Headline

Pemkab Minta Bantuan BNPB dan PVMBG Atasi Tanah Gerak Purworejo

Salah satu rumah terdampak tanah gerak di Purworejo Pacitan. (Foto: Pujono/BPBD Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Fenomena tanah bergerak di Dusun Krajan, Desa Purworejo, Kecamatan Pacitan Kota, mengharuskan Pemkab Pacitan turun tangan. Bupati Indartato, mendatangi kediaman warga yang menjadi korban, Jumat lalu.

Bahkan, kini jumlah rumah terdampak bertambah dari sembilan menjadi 15 unit. Sementara, ada tiga rumah dengan dampak retakan paling parah. ‘’Fenomena yang terjadi di Krajan, Purworejo, ini tidak biasa saja. Berbahaya bagi masyarakat,’’ terang Bupati Indartato, dilansir Radar Madiun

Indartato mengunjungi tiga rumah dengan dampak retakan terparah. Yakni, rumah milik Sunarto, Kateni, dan Jaswadi. Retakan lebar dan panjang menjalar dari lantai hingga dinding rumah Sunarto membuat bapak’e wong Pacitan itu geleng kepala.

Dia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Melihat fenomena itu, bupati menyebut pemkab segera menindaklanjuti dengan melaporkan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung. ‘’Kami membutuhkan penilaian tim ahli untuk bisa memutuskan kebijakan yang tepat,’’ ujarnya.

Hasil penelitian para pakar di bidang kebencanaan dan geologi itu, akan menjadi penentu apakah warga Purworejo harus direlokasi atau tidak. Selain hasil penelitian mereka, pemkab juga membutuhkan dukungan dalam bentuk bantuan kepada warga terdampak.




Pasalnya, menurut Indartato, kemampuan anggaran pemkab sejauh ini terbatas. Terutama untuk pos kebencanaan yang tidak terduga seperti terjadi di Purworejo itu. ‘’Bencana ini menjadi atensi khusus. Dengan keterbatasan, masyarakat nyatanya mampu dengan baik gotong royong menyikapi bencana ini,’’ terangnya.

Indartato meminta seluruh jajaran aparat di tingkat desa untuk lebih klop bersinergi membantu masyarakat mengatasi bencana yang terjadi. Perkembangan apapun diharap dapat terus dimonitor dan dilaporkan hingga ke tingkat atas.

Bupati juga mengimbau agar masyarakat tidak terlalu bergantung pada alat early warning system (EWS) seperti ekstensometer yang terpasang di Dusun Demeling, Desa Purworejo. Pasalnya, alat tersebut merupakan wewenang pemprov melalui Dinas ESDM Jatim. Pemkab tidak memiliki tenaga ahli untuk mengurusi alat tersebut.

Sementara, dua yang terpasang di Demeling juga diduga kini tidak berfungsi. ‘’Sistem peringatan bencana tidak hanya alat. Justru yang lebih penting adalah sinergi antara masyarakat dan aparat dalam berkomunikasi,’’ ujarnya. (RAPP002)

Permalink ke Bupati Pacitan Serahkan Santunan Korban Tanah Gerak Purworejo
Bencana Alam, Headline

Bupati Pacitan Serahkan Santunan Korban Tanah Gerak Purworejo

Indartato kunjungi bencana purworejo. (Foto: Doc Info Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Bencana alam tanah gerak yan terjadi di Dusun Krajan, Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan memantik keprihatinan jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Pada Jumat (27/1/2017), Bupati Pacitan Drs H Indartato MM bersama Wakil Bupati Drs H Yudi Sumbogo dan sejumlah pejabat Pemkab mengunjungi korban terdampak tanah gerak di Desa  Purworejo.

Di rumah korban, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan santunan kepada korban tanah gerak tersebut. Selain memberikan bantuan, para pejabat Pemkab juga makan dengan bungkus makan daun jati bersama warga Dusun Krajan, Desa Purworejo.

Diketahui, sebanyak 15 rumah warga di bawah lereng di Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan rusak akibat tanah gerak. Dari 15 rumah yang rusak ada lima rumah yang rusak berat.




Dari 15 rumah yang terdampak, lima di antaranya mengalami rusak berat namun masih bisa ditempati dan satu rumahbrusak berat dan tidak dapat ditempati.

Saat ini, retakan tanah akibat tanah gerak paling lebar mencapai sekitar sepuluh sentimeter. Rekahan atau retakan kemungkinan akan terus bertambah apabila intensitas hujan tetap tinggi.

Bencana tanah gerak yang melanda tersebut sudah terjadi satu tahun lamanya. Kali ini merupakan yang terparah. Semakin parah ketika memasuki bulan Desember hingga saat ini.

Pada awalnya yang pertama terdampak hanya ada tiga rumah. Yakni rumah milik Sunarto, Kateni, dan Jaswadi. Ketiga rumah tersebut belakangan menjadi rumah dengan dampak terparah. Para pemiliknya kini enggan menghuni rumah masing-masing.

Sunarto dan keluarga memilih mengungsi ketika malam hari sejak awal Januari lalu. Sementara Kateni dan Jaswadi dua pekan terakhir ikut meninggalkan rumah saat malam.

Pergerakan tanah ditengarai terjadi karena intensitas hujan yang tinggi di sepanjang tahun lalu. Selain itu kontur Dusun Krajan berlokasi di daerah berbukit. Karena itu, tanah pun menjadi labil dan terus bergerak meski perlahan. Tanah gerak  tersebut  ternyata turut dipengaruhi gempa tektonik yang terjadi di berbagai daerah.

Meski dalam skala kecil dan tidak dapat dirasakan manusia, namun efek gempa tersebut mampu menjalar hingga ke lempeng tanah di bawah bumi Pacitan. Efek getaran tersebut membuat rekahan-rekahan yang semakin diperparah oleh intensitas hujan yang tinggi. (RAPP002)