Kategori: Hukum dan Kriminal

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Kedapatan Simpan Sabu di Hotel, Pria Madiun ini Diamankan Polres Pacitan
Headline, Hukum dan Kriminal

Kedapatan Simpan Sabu di Hotel, Pria Madiun ini Diamankan Polres Pacitan

Ilustrasi sabu - sabu

Ilustrasi sabu – sabu

Pacitanku.com, PACITAN – Jajaran Kepolisian Resor Pacitan kembali berhasil menggagalkan peredaran narkotika dan obat terlarang (Narkoba) di wilayah hukum Pacitan. Pada Selasa (7/2/2017) sekitar pukul 03.30 WIB, Satuan Reserse Narkoba Polres menangka SW, seorang pria berusia 31 tahun yang kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu di Hotel Rajawali, Pacitan.

Kapolres Pacitan AKBP Suhandana Cakrawijaya SIK melalui Kasat Narkoba AKP Mochamad Agung membenarkan tentang keberhasilan anggotanya menangkap pelaku kepemilikan sabu di salah satu kamar hotel tersebut.

“Awalnya petugas yang sedang bertugas mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkoba di salah satu kamar di Hotel Rajawali Pacitan. Petugas Reserse Narkoba yang saat itu sedang piket langsung melaksanakan razia di Hotel Rajawali. Dan pada kamar no 9 Hotel Rajawali anggota berhasil mengamankan SW,”jelasnya, dilansir laman Polres Pacitan.

SW yang merupakan warga Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun tersebut ditangkap dan berhasil menemukan narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu di dalam bungkus rokok LA Bold warna hitam di dalam kamar hotel nomor 9 beserta alat untuk menghisap narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu tersebut.




“Petugas langsung menggeledah semua kamar kamar Hotel Rajawali setelah mendapat informasi dari masyarakat tentang penyalahgunaan narkotika jenis sabu di kamar tersebut. Untuk saat ini pelaku dan barang bukti di bawa ke Polres Pacitan guna penyidikan lebih lanjut,” katanya lagi.

Menurut Agung, dari hasil penggeledahan pada kamar no 9 yang ditempati oleh pelaku SW tersebut ditemukan barang bukti dan kemudian disita berupa 1 klip plastik berisi sabu dengan berat 0,27 gr, 1 klip plastik berisi sabu dengan berat 0,73 gr , 1 bungkus rokok LA Bold warna hitam , 1 bong alat hisap, 1 buah korek api dan 1 buah pipa pipet kaca.

“Karena perbuatannya pelaku dikenakan Pasal yang disangkakan pasal 112 (1) UU no. 35 th 2009 tentang Narkotika dengan hukuman minimal 4 tahun penjara,”pungkasnya. (RAPP002)

Permalink ke Jaga Kondusifitas, Polres Pacitan Himbau Masyarakat tak Sebar Informasi Hoax
Headline, Hukum dan Kriminal

Jaga Kondusifitas, Polres Pacitan Himbau Masyarakat tak Sebar Informasi Hoax

Ilustrasi Hoax. (Foto: Antaranews)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepolisian Resor Pacitan menghimbau kepada segenap masyarakat, terutama para pegiat media sosial untuk tidak menyebarkan informasi atau berita bohong yang sering disebut dengan hoax (baca: hok’s).

Hal tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Resor Pacitan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suhandana Cakrawijaya saat cangkrukan bersama pegiat socmed di Pacitan, baru-baru ini.

Menurut Kapolres, agenda tersebut digelar dalam rangka memerangi dampak negatif beredar luasnya berita hoax yang selama ini meresahkan masyarakat.

Menurut Kapolres Pacitan, berita hoax berpotensi meresahkan masyarakat dan memecah belah persatuan. Dalam kesempatan tersebut,dia berharap agar masyarakat khususnya pengguna sosial media di wilayah Pacitan dapat membantu Polisi dalam menjaga kondusifitas kamtibmas di Pacitan dengan tidak menyebarkan berita berita hoax.

”Saya berharap kita bersama sama berkomitmen untuk memerangi berita hoax dengan tidak membuat, menyebarkan maupun menanggapi berita berita hoax yang meresahkan masyarakat dan bisa memecah persatuan dan kesatuan,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari laman Polres Pacitan, Rabu (8/2/2017).




Senada dengan Kapolres, Kasat Reskrim Polres Pacitan Ajun Komisaris Polisi Pujiyono juga menambahkan agar masyarakat khalayak tidak menyebarluaskan berita hoax, karena berpotensi memicu keresahan publik. “Para pelaku penyebar hoax di media sosial dapat dipidanakan dengan melanggar UU ITE,”tegas Pujiyono.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Kapolres Pacitan AKBP Suhandana Cakrawijaya, Kasat Lantas, Kasat Reskrim serta para anggota paguyuban pengguna sosmed sama sama berkomitmen untuk memerangi berita berita hoax yang dapat meresahkan masyarakat.

”Masyarakat, khususnya pengguna media sosial, semestinya bisa lebih bijak dalam menerima informasi atau berita apapun. Tidak semua berita yang beredar itu sesuai fakta. Bisa bisa justru menimbulkan keresahan,” pungkas Pujiyono. (RAPP002)

Permalink ke Seorang Tamu Jadi Pelaku Pencurian di Guest House Kraton Mas Pacitan
Hukum dan Kriminal

Seorang Tamu Jadi Pelaku Pencurian di Guest House Kraton Mas Pacitan

Identitas SIM A tamu Kraton Mas yang diduga melakukan aksi pencurian. (Foto: Wira Swastika)

Pacitanku.com, PACITAN – Kejadian pencurian terjadi di Pacitan. Kali ini kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (28/1/2017) sekitar pukul 11.00 WIB di Guest House Kraton Mas, Jalan MT Haryono nomor 57 Kecamatan/Kabupaten Pacitan.

Informasi yang diterima Pacitanku.com, peristiwa pencurian tersebut diketahui setelah salah satu karyawan Guest House Kraton Mas mengetok pintu salah satu tamu karena mendekati waktu check out.

Dikarenakan dikira sang tamu belum bangun, sang karyawan bermaksud membangunkannya. Karena tak juga membuka pintu, karyawan Kraton Mas membuka guest house tersebut dengan kunci cadangan.

Namun setelah dibuka, sang tamu yang berdasarkan identitas yang diberikan kepada pihak Kraton Mas bernama Tio Shandy Putra Sakti tersebut sudah tak ada di Guest House tersebut.

Lebih kaget lagi, karyawan mendapati satu unit TV LCD dan sejumlah uang di kasir Guest House Kraton Mas raib. Menurut informasi dari karyawan, ciri-ciri tamu yang menginap tersebut berotot dan kekar.




Sementara, berdasarkan identitas Surat Izin Mengemudi (SIM) tamu yang diduga melakukan aksi pencurian tersebut, bernama Tio Shandy Putra Sakti dengan alamat Jalan Mokmer II C RT01/07 GN Sahari Utara Jakarta Pusat.

Dalam SIM jenis A yang sudah habis masa berlakunya pada 25 September 2013 tersebut dituliskan bahwa Tio lahir di Jakarta pada 25 September 1982 dengan tinggi badan 170 cm.

Saat dilakukan penelusuran melalui situs pencarian, nama Tio Shandy Putra Sakti sesuai dengan nama yang tertera dalam SIM pelaku pencurian di Kraton Mas pernah terlibat tindak pidana penipuan dan menjalankan hukuman penjara di DKI Jakarta pada tahun 2015 lalu.

Saat ini, kasus pencurian di Guest House Kraton Mas tersebut ditangani pihak kepolisian. (RAPP002)

Permalink ke 10 Remaja Pesta Miras, Polres Pacitan Imbau Orang Tua Pantau Pergaulan Anak
Headline, Hukum dan Kriminal

10 Remaja Pesta Miras, Polres Pacitan Imbau Orang Tua Pantau Pergaulan Anak

Pacitanku.com, PACITAN – Jajaran Kepolisian Resor Pacitan menghimbau kepada seluruh orang tua di Pacitan untuk selalu memantau pergaulan anak agar tak terjerumus kepada pergaulan bebas yang cenderung negatif.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Satuan Sabhara Polres Pacitan, Ajun Komisaris Polisi Mochammad Syamsul usai melakukan penggerebekan terhadap pesta minuman keras (miras) yang dilakukan 10 remaja di Pacitan.

Yang cukup miris, 10 remaja yang terdiri dari sembilan remaja laki-laki dan satu perempuan tersebut masih sangat belia, dengan rentang usia 17 hingga 21 tahun atau masih usia sekolah. “Kami menghimbau kepada para orang tua dari para remaja tersebut agar terus memantau pergaulan anak-anaknya sehingga tidak lagi terjerumus ke hal-hal yang negatif,”kata mantan Kapolsek Nawangan ini, melansir laman Polres Pacitan.

Anggota unit patroli Sat Sabhara Polres Pacitan Brigpol Rusianto kemarin (25/1/2017) menyampaikan bahwa pihaknya pertama kali mendapat laporan dari Babinkamtibmas Desa Sidoharjo terkait adanya aksi pesta miras tersebut. Pada Selasa pukul 10.00 WIB karang taruna warga setempat beserta RT dan RW menggerebek rumah kos tempat para remaja itu melakukan aksi pesta miras.

Masyarakat setempat, kara Rusianto, merasa resah dengan aktivitas buruk yang dilakukan. Ditakutkan dapat menular kepada para remaja lain di lingkungan sekitar. Karena takut diamuk masa, kesepuluh remaja itu dibawa ke Mapolres Pacitan.




Dalam penagamanan terhadap para remaja tersebut, petugas juga menyita barang  bukti berupa 1,5 liter arak jowo (arjo) turut diamankan. Di Mapolres, mereka cukup diminta mmebuat surat pernyataan.

Dikatakan Rusianto, surat tersebut berisi  berjanji untuk tak mengulangi perbuatan itu kembali. Tidak cukup sampai disitu, para remaja itu hanya boleh pulang begitu dijemput oleh anggota keluarganya. Menurut Rusianto, hal itu agar menjadi efek jera kepada para remaja. “Supaya kenakalan mereka diketahui oleh keluarga dan keluarga dapat lebih mengarahkan pergaulan mereka,”terangnya.

Polisi tidak langsung menjerat para remaja itu dengan hukum yang berlaku. Mereka hanya diperingatkan lewat surat pernyataan dan pemberian sosialisasi kepada orang tua agar anak atau keluargaanya tidak mengulangi perbuatannya. “Baru jika kedapatan mengilangi, akan kami proses sesuai hukum,”pungkasnya. (RAPP002)

 

Permalink ke Polres Pacitan Tingkatkan Pengamanan Antisipasi Tahanan Kabur
Headline, Hukum dan Kriminal

Polres Pacitan Tingkatkan Pengamanan Antisipasi Tahanan Kabur

Jajaran Polres Pacitan saat cek kondisi tahanan Polres Pacitan. (Foto: Polres Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Jajaran Kepolisian Resor Pacitan terus meningkatkan pengamanan dan pengawasan terhadap para tahanan Polres Pacitan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi tahanan kabur.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polres Pacitan Inspektur Polisi Dua (Ipda) M Prasetyo menyampaikan bahwa Polres Pacitan terus meningkatkan pengamanan mako terutama penjagaan terhadap ruang tahanan Polres Pacitan.

Dikatakan Prasetyo, setiap saat dua personel jaga tahanan Polres pacitan mengecek kondisi para tahanan dan kondis sel guna mengantisipasi adanya tahanan yang kabur maupun bunuh diri.

“Semua tahanan dan kondisi sel yang ada di Polres Pacitan dalam keadaan sehat dan baik, tidak ada tahanan yang sakit serta semua CCTV yang terpasang di sekitar sel tahanan dalam kondisi hidup dan bekerja dengan baik,” katanya, sebagaimana dilansir laman Polres Pacitan, Jumat (27/1/2017).




Menurut Prasetyo, selama ini penjagaan terhadap para tahanan merupakan atensi dari Kapolres Pacitan agar tetap waspada dan tanggung jawab saat melakukan penjagaan. “Penjagaan tahanan harus dua anggota serta setiap saat Pawas cek kondisi tahanan tersebut,”ujarnya lagi.

Prasetyo menyebutkan bahwa kegiatan peningkatan dan kesiapsiagaan dalam penjagaan tahanan merupakan upaya untuk jangan sampai kejadian petugas jaga dikeroyok  para tahanan maupun adanya tahanan yang kabur atau bunuh diri hingga tahanan dilimpahkan ke penjara Lembaga Permasyarakatan (LP).

Sebagai informasi, masyarakat Indonesia baru saja dikejutkan dengan kasus tujuh tahanan kasus narkotika kabur dari rumah tahanan Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (24/1/2017) pagi. Ketujuh orang tersebut membobol tembok tahanan dan kabur dengan memanjat tembok Rumah Sakit Pusat Otak yang letaknya disamping rutan. (RAPP002)

 

Permalink ke Saat Beraksi, Usman Pengedar Narkoba Pasuruan ini Incar Orang Berduit di Pacitan
Headline, Hukum dan Kriminal

Saat Beraksi, Usman Pengedar Narkoba Pasuruan ini Incar Orang Berduit di Pacitan

Kepolisian Resor Pacitan saat gelar press release kasus Narkoba Polres Pacitan, Selasa (24/1). (Foto: Humas Polres Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Muhammad Usman (39) tersangka pemasok dan pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di wilayah Pacitan akhirnya berhasil diringkus Satuan Res Narkotika dan Obat Terlarang (Satres Narkoba) Kepolisian Resor Pacitan, akhir pekan lalu.

Menurut keterangan Kepala Satuan Narkoba Polres Pacitan, Ajun Komisaris Polisi Agung Purnomo pada Selasa (24/1/2017), Usman yang berasal dari Wonorejo Kabupaten Pasuruan itu diduga memiliki modus menyasar orang-orang berduit di Pacitan saat menjalankan aksinya.

Usman merupakan bagian jaringan pengedar narkotika Pasuruan. Dia sudah tiga kali memasok narkotika ke Pacitan. modusnya selalu sama, bertransaksi di terminal oleh calon pembelinya.

Sementara untuk target anak-anak sekolah tak masuk dalam target sasaran Usman dan komplotannya. “Siswa sekolah tidak termasuk dalam target sasaran mereka, sejauh ini pengungkapan narkotika juga banyak didominasi di wilayah kota,”katanya.

Agung menuturkan bahwa penangkapan Usman merupakan hasil dari penyeldidikan sejumlah kasus narkotika yang sudah terjadi di Pacitan. Dari beberapa kasus tersebut akhirnya mengarah kepada Usman yang diduga menjadi kurir pemasok narkotika ke wilayah Pacitan.




Agung juga mengingatkan bahwa Pacitan meskipun hanya kota kecil tak akan lepas dari target peredaran narkoba. Angka penyalanhgunaan Narkoba di Pacitan patut diwaspadai.‘’Sesepi apapun suatu daerah, tetap tidak akan lepas dari peredaran narkotika. Pacitan pun demikian meski tidak separah daerah lain. Tinggal aparat hukumnya mau menindak atau tidak,’’ujarnya lagi.

Sebagai informasi, pada tahun 2016 total ada 16 kasus narkotika diungkap di wilayah hukum Polres Pacitan. Sementara pada tahun sebelumnya, penanganan kasus narkoba oleh Polres Pacitan mengalami kenaikan sebesar 60 persen dibanding tahun 2014, sehingga hal tersebut membuktikan penyalagunaan narkoba di wilayah Pacitan sudah ada walaupun termasuk kota kecil.

Diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, Satres Narkoba Kepolisian Resor Pacitan berhasil meringkus Usman pada Sabtu (21/1/2017) lalu saat hendak bertransaksi dengan calon pembeli.

Atas perbuatannya tersebut, Usman dijerat dengan pasal 112 (1) UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun. (RAPP002)