Kategori: Hukum dan Kriminal

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Lagi, Polres Pacitan Sukses Ciduk 3 Tersangka Kepemilikan Sabu
Headline, Hukum dan Kriminal

Lagi, Polres Pacitan Sukses Ciduk 3 Tersangka Kepemilikan Sabu

Pacitanku.com, PACITAN – Peredaran narkoba di Pacitan selalu menyeret pelaku dari luar daerah. Hal itu dibuktikan lewat diungkapnya kasus kepemilikan sabu-sabu dan pil koplo yang melibatkan tiga orang tersangka.

Dua, diantaranya, dicokok saat menggelar pesta narkoba di sebuah rumah kos di Sidoharjo, Pacitan. Sementara satu tersangka lainnya ditangkap saat hendak melakukan transaksi di Nanggungan, Pacitan. ‘’Tiga pelaku ini berasal dari luar Pacitan. Tren kasusnya selama ini memang selalu melibatkan pelaku dari luar daerah,’’ ungkap AKBP Suhandana Cakrawijaya melalui Kasatnarkoba AKP Agung Purnomo.

Tersangka pertama yang diringkus polisi adalah Wisnu Adi, 23, warga Mangunharjo, Kota Madiun. Dia dicokok Sabtu (11/3) saat hendak melakukan transaksi di depan SPBU Nanggungan.

Saat itu, Wisnu kedapatan hendak menjual pil dextro sejumlah 48 butir. Usai dilakukan pengembangan sampai ke penginapannya di Arjowinangun, Pacitan, terungkap juga bahwa Wisnu juga menyimpan sabu seberat 0,26 gram. Sejumlah alat hisap sabu juga diamankan sebagai barang bukti.




Tidak lama berselang usai penangkapan Wisnu, polisi meringkus Arie Indra, 32, dan Renzy Ariesta, 22, Selasa (14/3). Keduanya diketahui merupakan wisatawan asal Bekasi dan Mangunharjo, Kota Madiun.

Sayangnya, wisata yang dilakukan Arie dan Renzy tidak lengkap tanpa narkoba. Keduanya dicokok saat kedapatan mengonsumsi sabu di sebuah rumah kos di Sidoharjo, Pacitan. Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya dua paket sabu dengan berat 0,26 gram dan 0,27 gram. ‘’Arie merupakan pemain lama. Seorang residivis atas kasus narkoba, dan baru saja keluar dari rutan Januari lalu,’’ ujarnya.

Ketiga tersangka dikenakan pasal 112 dan 127 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman yang menanti Wisnu, Arie, dan Renzy minimal lima tahun penjara. Agung mengungkapkan, pihaknya masih menyelidiki dari mana asal muasal barang haram ketiga tersangka.

Salah satu daerah yang kemungkinan besar menjadi sumber peredaran narkoba di Pacitan adalah Kota Madiun. Hal itu didasarkan pada banyaknya pelaku yang berasal dari kota tersebut. ‘’Peredaran narkoba di Pacitan itu tidak besar. Jaringannya selalu berasal dari luar daerah yang menjadi pusat peredaran. Kami berupaya melakukan pengembangan kesana,’’ kata Agung.

Sumber: Radar Madiun
Foto: Radar Madiun

Permalink ke Keluarkan Maklumat, Kapolres Pacitan akan Tindak Tegas Penyebar Info Hoax Penculikan Anak
Headline, Hukum dan Kriminal

Keluarkan Maklumat, Kapolres Pacitan akan Tindak Tegas Penyebar Info Hoax Penculikan Anak

Kapolres AKBP Suhandana Cakrawijaya saat memberikan keterangan pers. (Foto: Polres Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kapolres Pacitan mengeluarkan maklumat terkait isu penculikan anak, Kamis (23/3/2017). Melalui maklumatnya, AKBP Suhandana Cakrawijaya menegaskan, polisi akan menindak tegas siapapun yang menyebarkan informasi palsu tentang penculikan anak. Karena itu, masyarakat diminta tenang dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak benar alias hoax

Pengamatan Pacitanku.com menyebutkan, merebaknya isu penculikan anak di wilayah Jawa Timur terjadi sejak beberapa hari terakhir. Isu yang tidak jelas kebenarannya itu tersebar melalui pesan berantai atau broadcast. Baik melalui BBM, Whatsapp, maupun postingan di media sosial facebook.  Tak heran, isu penculikan anak di kawasan Jatim, salah satunya adalah Pacitan tersebut sudah dinilai cukup meresahkan. Warga banyak yang ketakutan dan mempertanyakan kebenaran isu tersebut. 




Berikut bunyi maklumat bernomor: Mak 01/III/2017/Polres, yang dikeluarkan Kapolres AKBP Suhandana Cakrawijaya tentang penyebaran informasi palsu terkait penculikan anak dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta perkembangan informasi yang meresahkan masyarakat. Dengan ini Polres Pacitan menyampaikan maklumat sebagai berikut:

1. Isu yang berkembang di wilayah hukum Polres Pacitan tentang maraknya penculikan anak merupakan berita palsu atau berita bohong (hoax) yang sengaja dibuat oleh pihak tertentu untuk membuat keresahan masyarakat dan mengganggu keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Pacitan;

2. Kepolisian Resort Pacitan menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing/terprovokasi isu-isu yang tidak benar sehingga dapat berakibat pada tindakan/pelanggaran atau main hakim sendiri yang bisa dikenakan tindak pdiana;

3. Kepolisian Resort Pacitan beserta unsur 3 (tiga) pilar, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta seluruh lapisan masyarakat akan bersama-sama menangkalisu-isu yang meresahkan dan bersifat provokatif dalam uaya memelihara keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Pacitan;

4. Kepolisian Resort Pacitan akan menindak tegas terhadap siapapun yang dengan sengaja menyebarkan informasi HOAX dan bersifat provokatif melalui media sosial, aplikasi pesan instant atau media komunikasi lain yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat sehingga mengganggu keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Pacitan dengan undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau Undang-Undang No.19 tahun 2016 tentang perubahan UU ITE.
Dikeluarkan di Pacitan Tanggal 23 Maret 2017

Kepolisian Resort Pacitan

         TTD

Suhandana Cakrawijaya, S.I.K
Komisari Besar Polisi NRP 75100656

 

Permalink ke Waspada Info Hoax Penculikan Anak di Jatim
Headline, Hukum dan Kriminal, Jatim

Waspada Info Hoax Penculikan Anak di Jatim

Ilustrasi anak hendak diculik

Pacitanku.com, PACITAN – Jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur memastikan bahwa isu penculikan anak yang menjadi viral di media sosial dan aksi main hakim sendiri yang terjadi di Madura adalah palsu alias hoax (baca:hoks).

Sebagai informasi, di media sosial telah viral pemberitaan terkait isu penculikan anak yang diambil organ dalamnya untuk diperjualbelikan. Diduga akibat isu penculikan tersebut, di Sumenep, Madura, tiga orang gila kabarnya ditangkap warga dan akhirnya menjadi korban amuk massa lantaran di sangka sebagai pelaku penculikan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera mewakili Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Polisi Machfud Arifin menegaskan bahwa isu penculikan anak yang viral atau tersebar di media sosial tersebut hoax.




“Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dengan isu tersebut, kasus yang terjadi di Madura, adalah efek lekhawatiran yang berlebihan, isu penculikan itu adalah hoax,” katanya, sebagaimana dikutip dari laman Polres Pacitan pada Kamis (23/3/2017).

Dia menambahkan bahwa Peristiwa main hakim yang terjadi di Madura, merupakan bukti bahwa masyarakat semakin terprovokasi,  semakin terbentuk seolah-olah isu penculikan itu adalah benar

“Kemarin yang terjadi di Madura itu merupakan bukti bahwa masyarakat semakin terprovokasi,  semakin terbentuk seolah-olah isu penculikan itu adalah benar. Karena, setelah kita selidiki sampai ke keluarganya, kemarin yang terjadi di Madura itu yang pertama adalah orang gila dan yang kedua  penjual meteran listrik,” jelasnya.

Sehingga, Kabid Humas menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi, tidak terpancing dan termakan isu hoax tersebut. (RAPP002)

Permalink ke Foto Syurnya Beredar di Facebook, NN Lapor ke Polres Pacitan
Headline, Hukum dan Kriminal

Foto Syurnya Beredar di Facebook, NN Lapor ke Polres Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN – Seorang pengusaha daging sapi di Pacitan berinisial NN melapor ke aparat Kepolisian Resor (Polres) Pacitan setelah foto tidak senonoh dirinya beredar di facebook pada Rabu (22/3/2017) kemarin.

“Usai sholat tahajud saya mendapat ditelepon dari teman saya mengatakan, kalau foto yang tidak pantas terposting di FB, saya merasa kaget padahal saya sudah lama tidak membuka FB saat Hand Phone (HP) saya hilang pada 4 tahun silam saat Pilpres,” demikian pengakuan NN saat melapor ke Polres Pacitan.

Lebih lanjut, NN mengatakan bahwa ada pihak tertentu yang meretas akun facebooknya, sehingga foto-foto tidak pantas tersebut muncul di akun facebooknya.

“Wah pasti akun saya di Hacker orang yang tidak senang dengan saya,bahkan sudah dua kali di hecker seperti itu, untuk itu saya langsung memberitahukan kejadian memalukan ini ke pihak kepolisian Pacitan untuk segera menemukan siapa pelaku yang memposting foto saya seperti itu, dan saya juga akan melapor ke Polda Jatim. Jika pelaku sudah tertangkap saya mohon dihukum sesuai perundangan yang berlaku,” ujarnya lagi.

Sementara, Kepala Satuan Reskrim Polres Pacitan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Pujiyono mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Cybercrime Polda Jatim untuk mendalami kasus tersebut.




“Beliau datang ke Polres Pacitan memberikan informasi bahwa akun FBnya dihacker oleh seseorang yang memposting foto yang tak pantas dipertontonkan di publik. Saat ini Polres Pacitan akan berkoordinasi dengan Cybercrime Polda Jatim guna mengetahui siapa yang memposting dan menyebarkan foto itu akan kami tindak sesuai Undang-undang IT yang berlaku,” jelasnya.

Dia menyampaikan kepada semua masyarakat Pacitan untuk tidak  menyimpan foto pribadi yang tak pantas di telepon seluluer. “Jika sampai HP anda dipegang teman atau terjual, dan foto itu masih dalam memory internal HP akan disebar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab akan menjadi masalah anda sendiri,” tutupnya.

Pewarta: Elsi Budi Cahyono/Aspirasi Pacitan

Permalink ke Waspadai Maling yang Mulai Incar Sekolah di Pacitan
Headline, Hukum dan Kriminal

Waspadai Maling yang Mulai Incar Sekolah di Pacitan

Ilustrasi pencurian

Ilustrasi pencurian

Pacitanku.com, ARJOSARI – SD Negeri Gegeran, Kecamatan Arjosari, Pacitan dibobol maling, (21/3). Pelaku yang diduga lebih dari satu orang mengambil laptop dan proyektor dari ruangan kantor guru sekolah tersebut.

Aksi tergolong curat (pencurian dengan pemberatan) lantaran para pelaku merusak pintu dan jendela. Kerugian ditaksir sedikitnya mencapai Rp 10 juta lebih. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. ‘’Kemungkinan pencurinya masuk setelah lewat pukul 23.00, hari Senin (20/3) lalu,’’ ujar penjaga SDN Gegeran, Purwo Darmono, dilansir Radar Madiun.

Purwo menceritakan, dirinya sehari-hari menjaga sekolah tersebut sejak pagi hingga malam, sekitar pukul 22.00. Saat dia pulang ke rumahnya, sekolah masih dalam kondisi aman. Purwo pun kaget saat kemarin pagi dia membuka kunci pintu-pintu dan mengecek kondisi sekolah.

Ruang kantor guru sekolah tersebut dalam kondisi berantakan. Jendelanya dalam kondisi terbuka. Di dalam, ruangan sudah berantakan. Setelah dicek, satu unit laptop dan proyektor inventaris sekolah tersebut lenyap. ‘’Beberapa laci dalam kondisi terbuka. Beruntung tidak ada uang tunai yang disimpan di ruangan kantor guru. Sehingga, kerugiannya dapat lebih diminimalisir,’’ kata Purwo.

Pihak sekolah langsung melaporkan insiden tersebut ke Polsek Arjosari. Aksi curat itu merupakan yang kali pertama terjadi menurut Purwo. Dia memperkirakan, jumlah pelaku lebih dari satu orang. Pun, mereka juga seolah sudah mengetahui situasi dan kondisi sekolah.




Terbukti pintu yang dirusak adalah pintu kantin. ‘’Kemungkinan lebih dari satu orang, dan sudah merencanakan sebelumnya. Sebab, mereka kok bisa memilih menyelinap masuk ke sekolah lewat kantin, yang notabene kait gemboknya mudah dibobol,’’ terang Purwo.

Kapolres Pacitan AKBP Suhandana Cakrawijaya dikonfirmasi melalui Kasatreskrim, AKP Pujiyono menyebut Polsek Arjosari tengah melakukan penyelidikan kasus pencurian di SDN Gegeran. Pujiyono belum bisa menyimpulkan lebih banyak tentang bagaimana kronologi pencurian atau berapa jumlah pelaku yang terlibat. ‘’Saat ini baru mulai penyelidikan. Yang jelas laporannya sudah diterima pihak Polsek Arjosari,’’ ujar Pujiyono.

Permalink ke Hendak Mencuri Kotak Amal Masjid, Pria Paruh Baya Dipergoki Warga
Headline, Hukum dan Kriminal

Hendak Mencuri Kotak Amal Masjid, Pria Paruh Baya Dipergoki Warga

Pencurian kotak amal masjid. (Foto: Polres Pacitan)

Pacitanku.com, PUNUNG – Warga masyarakat di Dusun Krajan, Desa Kendal  Kecamatan Punung sukses menggagalkan aksi pencurian kotak amal masjid Al Ikhlas di wilayah tersebut pada Sabtu (18/3/2017) malam lalu.

Informasi yang dihimpun dari laman Polres Pacitan, adalah M (47) warga Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan akhirnya harus berurusan dengan Polisi Polsek Punung karena perbuatannya yang hendak mencuri kotak amal masjid diketahui warga.

Kapolsek Punung Ajun Komisaris Polisi Basuki membenarkan adanya penangkapan pelaku pencurian kotak amal masjid di wilayahnya. Menurut Basuki, pelaku yang hendak mengambil Kotak amal di Masjid  Al iklas Desa Kendal tersebut ditangkap warga yang mengetahui perbuatannya yang sedang membuka kunci gembok kotak amal yang ditempel di dinding sebelah selatan masjid.




Pelaku bermaksud melepas kotak amal dengan menggunakan anak kunci palsu. Mengetahui hal tersebut, dua orang warga yang saat itu melihat langsung menangkap pelaku dan menyerahkannnya ke Polsek Punung.

“Pelaku ditangkap oleh warga ketika  hendak membongkar kotak amal yang ada di masjid Al Iklas Desa Kendal. Dan akhirnya oleh warga di tangkap dan diserahkan ke Polisi, pelaku sekarang sudah diamankan di Polsek Punung untuk penyidikan lebih lanjut guna mengembangkan motif dan kemungkinan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pelaku,” katanya.

Pihak Polsek Punung pun menyita beberapa barang bukti dari pelaku berupa anak kunci sebanyak 16 buah milik pelaku guna melancarkan aksinya, sepeda motor serta beberapa uang dari hasil mencuri di kotak amal Masjid Al Iklas Kendal Punung.”Karena perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,”pungkasnya.