Kategori: Hukum dan Kriminal

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Pasar Berdiri di Atas Tanah Warga, Bupati Pacitan Digugat
Headline, Hukum dan Kriminal

Pasar Berdiri di Atas Tanah Warga, Bupati Pacitan Digugat

GUGAT BUPATI: Ahli waris keluarga J. Tasman, penggugat hak kepemilikan tanah atas Pasar Tulakan, Pacitan, meninggalkan ruang sidang. (MUHAMMAD BUDI/RADAR PACITAN/JPG)

Pacitanku.com, PACITAN – Sengketa hak kepemilikan tanah atas Pasar Tulakan, Pacitan, memasuki babak baru. Sekian puluh tahun pasar di Desa Bungur, Kecamatan Tulakan, tersebut, diklaim berdiri di atas tanah warga.

Rabu (5/7) gugatan keluarga ahli waris terhadap Pemkab Pacitan resmi disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) setempat. Sidang perdana dengan agenda pembacaan surat gugatan itu menghadirkan keluarga J. Tasman selaku penggugat dan tergugat bupati Pacitan yang diwakili Kabag Hukum Pemkab Kukuh Sutiyarto serta empat pihak tergugat lainnya.




Ketua PN Pacitan Dwi Yanto bertindak sebagai ketua majelis hakim. Karena dua di antara lima pihak tergugat tidak hadir dalam sidang, Dwi Yanto memutuskan menunda agenda pembacaan surat gugatan. Sidang ditunda hingga 12 Juli.’’Dua pihak tergugat tidak hadir, maka kami tunda hingga Rabu mendatang. Kami harap para pihak hadir seluruhnya,’’ ujarnya, dikutip Jawapos.com.

Ditemui setelah sidang, Joko Prabanto –salah seorang ahli waris keluarga J. Tasman– menuturkan, selama 47 tahun Pasar Tulakan berdiri di atas tanah milik keluarganya. Klaim tersebut bukannya tanpa dasar. Joko memegang sertifikat tanah atas nama J. Tasman.

Sertifikat atas tanah seluas 1.225 meter persegi itu disahkan Kantor Pertanahan Kabupaten Pacitan tertanda 15 Mei 2017. ’’Sertifikat tanah ini resmi disahkan kantor pertanahan. Pasar Tulakan berdiri di atas tanah milik keluarga kami,’’ ujarnya.

Menurut Joko, sejak awal, keluarga J. Tasman membeli tanah tersebut lengkap beserta sertifikatnya. Sejak sertifikat tanah dikeluarkan pada 1967 hingga bangunan Pasar Tulakan berdiri selama 47 tahun, tidak ada pembicaraan apa pun antara pihak keluarganya dan Pemkab Pacitan.  Pemkab membangun pasar tanpa ada bukti kepemilikan tanah yang sah.

’’Kami ini sebagai korban. Tanah kami diklaim, padahal sertifikat kami sah, kami hanya ingin keadilan. Kami ingin menunjukkan bahwa tanah itu sah mengacu sertifikat yang kami miliki,’’ tambahnya.

Di lain pihak, Kukuh menyebutkan, pihaknya sudah mempersiapkan langkah hukum mengenai sengketa dengan keluarga J. Tasman. Kendati demikian, dia ingin sengketa dapat selesai secara damai. ’’Sudah disiapkan langkah hukum jika tidak tercapai kata damai. Tetapi, belum bisa kami sampaikan,’’ ujarnya.

Pemkab, tambah Kukuh, memiliki bukti bahwa Pasar Tulakan berdiri sah di atas tanah milik negara. Pihaknya, ungkap dia, menunjukkan bukti-bukti tersebut pada sidang berikutnya.

Kukuh membenarkan bahwa selama ini belum ada pembicaraan antara pemkab dan keluarga J. Tasman. Dia menyebutkan, keluarga J. Tasman beberapa kali mencoba menghubungi pihak-pihak tertentu mengenai masalah sengketa itu.’’Pihak keluarga J. Tasman menginginkan menempuh jalur peradilan, ya kami ikuti. Kami lihat bagaimana ketetapannya. Yang jelas, kami juga memiliki bukti-bukti yang siap dihadirkan di sidang,’’ jelas Kukuh.

Permalink ke Kejari Pacitan Kantongi Nama Calon Tersangka Dugaan Korupsi Koperasi, Siapa Saja?
Headline, Hukum dan Kriminal

Kejari Pacitan Kantongi Nama Calon Tersangka Dugaan Korupsi Koperasi, Siapa Saja?

Pacitanku.com, PACITAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pacitan ternyata sudah mengantongi dua nama calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah untuk Koperasi Wanita tahun anggaran 2014-2015.

Tim penyidik Keri Pacitan mengisyaratkan orang yang bertanggung jawab dalam dugaan penyelewengan dana hibah koperasi ini merupakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pacitan. Sayangnya penyidik Kejari belum menyebutkan nama tersangka tersebut.

“Tak hanya menarik pungutan sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta kepada setiap kelompok penerima bantuan dana hibah, hasil penyidikan kejaksaan menyebut, oknum pejabat Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Pacitan kala itu juga memanipulasi data laporan pertanggungjawaban dana hibah dari Pemprov,” kata Kepala Kejari Rusli, dikutip Pojokpitu, Rabu (5/7/2017).




Dia menuturkan bahwa kejaksaan akan menetapkan tersangka setelah serangkaian proses penyidikan tuntas.  Hingga kini Tim Penyidik Kejaksaan telah memeriksa 277 orang terdiri dari pengurus koperasi serta pejabat Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Pacitan. Dugaan perbuatan melawan hukum ini menimbulkan keuangan negara mencapai puluhan juta rupiah.

Dikatakan Rusli, berdasarkan  pemeriksaan sementara, dana hibah yang bersumber dari Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2014-2015 diberikan kepada ratusan kelompok wanita dan kelompok pengajian wanita di Pacitan dengan masing-masing menerima Rp 25 juta.

“Setiap kelompok penerima bantuan hibah harus menyetor uang senilai Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta kepada oknum pejabat pemerintahan setempat, dari praktek tersebut, penyidik menemukan adanya praktek melawan hukum yang menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 60 juta,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rusli mengatakan bahwa pihaknya  menargetkan proses penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 7 miliar pada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan ini akan tuntas.“Kami targetkan tuntas dalam waktu dua bulan ke depan,”tukasnya. (Sujarismanto/end/pojokpitu)

 

Permalink ke Laka Lantas Selama Libur Lebaran di Pacitan Turun
Headline, Hukum dan Kriminal

Laka Lantas Selama Libur Lebaran di Pacitan Turun

Anggota Polres Pacitan saat berada di pos Teleng Ria. (Foto: Dikyasa Res Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Pacitan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hendrix Kusuma Wardhana menyebut angka kecelakaan lalu lintas selama Libur Lebaran tahun 2017 di Pacitan mengalami penurunan.

“Kejadian laka lantas dan pelanggaran lalu lintas  selama giat ‘Operasi Ramadniya Semeru 2017’ menurun dibandingkan tahun lalu, semua berkat kordinasi dan kerjasama yang baik sesama instansi di Pacitan sehingga semua bisa berjalan lancar,”katanya kepada wartawan pada Senin (3/7/2017) di Pacitan.

Untuk mengantisipasi terjadinya laka, banyak hal yang dilakukan Polres Pacitan, salah satunya adalah melarang kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang menuju ke obyek wisata.

“Masih banyaknya kendaraan bak terbuka yang memuat orang, Ini sangat berbahaya, maka kita tetap tindak tegas, karena hal seperti itu untuk keamanan mereka juga,”ujar pria asal Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah ini.




Secara terpisah, Inspektur Polisi Satu (IPTU) Sugeng Rusli, Kepala Unit Laka Lantas Polres Pacitan menuturkan bahwa faktor kejadian laka yang terjadi selama beberapa pekan terakhir disebabkan karena pengendara anak dibawah umur, yang  belum mampu mengendalikan laju kendaraan.

“Faktornya adalah pengendara anak dibawah umur yang belum waktunya mengendarai kendaraan bermotor sendiri, serta faktor kecepatan,”tandasnya.

Berdasarkan data Unit Laka Polres Pacitan, Kejadian laka lantas yang terjadi selama tahun 2016 lalu sebanyak 193 kejadian, 30 korban diantaranya meninggal dunia. Sementara, data hingga pertengahan tahun 2017, sudah terjadi 118 kejadian laka lantas yang menyebabkan  18 orang meninggal dunia dan 100 korban mengalami luka berat dan ringan.

Dalam giat ‘Operasi Ramadniya Semeru 2017’ yang berlangsung sejak H-2 Lebaran hingga H+5 Lebaran pekan lalu, Polres Pacitan sendiri menyiapkan 231 anggota untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Permalink ke Kajari Pacitan: Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KSP Pengajian Wanita Masuk Tahap Penyidikan
Headline, Hukum dan Kriminal

Kajari Pacitan: Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KSP Pengajian Wanita Masuk Tahap Penyidikan

Rusli Kajari Pacitan. (Foto: Kajari Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan Rusli mengatakan bahwa pengungkapan kasus dugaan korupsi dana hibah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) kelompok pengajian wanita oleh Kejaksaan Negeri Pacitan memasuki tahap penyidikan.

Menurut Rusli, dalam keterangannya kepada wartawan, baru-baru ini mengatakan bahwa sudah ada 277 orang yang terlibat dalam kegiatan KSP, baik pengurus koperasi, hingga pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan diperiksa tim penyidik Kejari Pacitan.

Dikatakan Rusli, berdasarkan  pemeriksaan sementara, dana hibah yang bersumber dari Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2014-2015 diberikan kepada ratusan kelompok wanita dan kelompok pengajian wanita di Pacitan dengan masing-masing menerima Rp 25 juta.




“Setiap kelompok penerima bantuan hibah harus menyetor uang senilai Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta kepada oknum pejabat pemerintahan setempat, dari praktek tersebut, penyidik menemukan adanya praktek melawan hukum yang menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 60 juta,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rusli mengatakan bahwa pihaknya  menargetkan proses penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 7 miliar pada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan ini akan tuntas.“Kami targetkan tuntas dalam waktu dua bulan ke depan,”tukasnya. (Sujarismanto/end/pojokpitu)

Permalink ke Kakek Asal Pacitan Lebaran di Penjara Setelah Kepergok Curi Kotak Amal
Hukum dan Kriminal

Kakek Asal Pacitan Lebaran di Penjara Setelah Kepergok Curi Kotak Amal

Seorang kakek diamankan setelah curi kotak amal. (Foto: KRjogja.com)

Pacitanku.com, DI YOGYAKARTA – Bukannya berangkat ke masjid untuk beribadah, seorang kakek malah pulang membawa kotak infaq. Dengan berpura-pura menjalankan salat, San (70) warga Pacitan menggondol kotak amal berisi uang ratusan ribu rupiah. Akibat perbuatannya itu tersangka dipastikan akan Lebaran di balik jeruji sel tahanan.

Kapolsekta Mantrijeron, Kompol Agus Setyabudi mengungkapkan, pencurian kotak infaq tersebut terjadi di Masjid Al Falah, Seryodiningratan, Jumat (23/06/2017). Pelaku datang ke masjid tersebut dan berpura-pura melaksanakan Salat Ashar.

Usai ibadah tersangka berpura-pura berdoa lalu berdzikir. Setelah situasi sepi pelaku langsung keluar masjid sambil membawa kotak amal yang berada di sudut ruangan, namun aksi tersebut diketahui seorang takmir.




Pelaku cepat-cepat kabur dengan menggunakan sepeda onthel namun akhirnya berhasil ditangkap warga bersama para takmir. Karena kondisi tersangka yang sudah renta, massa tak menghakiminya dan langsung diserahkan kepada Polisi.

“Tersangka mengambil kotak amal berisi Rp 670 ribu. Yang bersangkutan telah kami amankan berikut barang bukti kejahatan,” terang Agus Setyabudi di Mapolsekta Mantrijeron, Sabtu (24/06/2017), dikutip dari KRjogja.com.

Dari pengakuan tersangka, ia telah melakukan pencurian di masjid tersebut sebanyak tiga kali. Kini Polisi tengah mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap adanya TKP lain tindak kejahatan yang dilakukan tersangka.

Permalink ke Polres Pacitan Siapkan 6 Pos Layani Pemudik Lebaran, Silahkan Mampir
Headline, Hukum dan Kriminal

Polres Pacitan Siapkan 6 Pos Layani Pemudik Lebaran, Silahkan Mampir

Pos pelayanan mudik Lebaran Polres Pacitan. (Foto: Dikyasa Res Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Jajaran Kepolisian Resor Pacitan menyiapkan enam pos untuk melayani pemudik Lebaran 1438 H. Enam pos tersebut terdiri dari 4 pos pengamanan dan 2 pos pelayanan masyarakat yang tersebar di Pacitan.

Kepala Bagian Operasi Polres Pacitan Komisaris Polisi Zainal, sebagaimana dikutip laman Polres Pacitan pada Kamis (22/6/2017) menuturkan bahwa adanya pos polisi tersebut sebagai bagian dari operasi Ramadhaniya Semeru 2017 yang berlangsung selama 16 hari dari mulai l 19 Juni hingga 4 Juli 2017 mendatang.

“Operasi ini nantinya mengedepankan kegiatan satuan tugas Turbinjali, Kamseltibcarlantas, Lidik Sidik dan Banops dalam rangka Pengamanan Idul Fitri 1438 H guna mewujudkan situasi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang kondusif, tujuannya adalah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.



Anggota Polres Pacitan saat berada di pos Teleng Ria. (Foto: Dikyasa Res Pacitan)

Dia menuturkan bahwa Polres Pacitan telah membuat 4 pos Pam dan 2 pos pelayanan masyarakat yang tersebar di Pos Pelayanan Alon alon, Pos yan Punung, Pos Pam terminal, Pospam teleng ria, Goa Gong serta Pos Pam Kalak.

“Pos-pos pengamanan dan pelayanan ini dibangun unutk memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga didalamnya dilengkapi juga dengan berbagai fasilitas pelayanan seperti tempat istirahat, tenaga medis, servis dan pos pengamanan ini bisa digunakan sebagai rest area bagi masyarakat yang sedang perjalanan jauh,”katanya lagi.

Zainal mengatakan bahwa personel yang terlibat operasi sudah mulai bekerja dan mengisi pos pengamanan masing masing guna memantau arus lalin, arus mudik serta kegiatan masyarakat lainnya dalam rangka merayakan lebaran idul fitri 2017.

Operasi Ramadhaniya 2017 ini merupakan operasi kepolisian dengan didukung TNI, Dishub, Dinkes, Ksaka bhayangkara dan Mitra Kamtibmas lainnya. (hr/RAPP002)