Kategori: Hukum dan Kriminal

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Polres Pacitan Musnahkan Ratusan Liter Miras
Headline, Hukum dan Kriminal

Polres Pacitan Musnahkan Ratusan Liter Miras

Pacitanku.com, PACITAN – Jajaran Kepolisian Resor Pacitan menggelar agenda pemusnahan barang bukti minuman keras, narkotika dan obat-obatan terlarang sehari jelang Ramadhan pada Jumat (26/5/2017) kemarin di halaman Gedung Bhayangkara Pacitan.

“Polres Pacitan berhasil menyita barang bukti miras sebanyak 200 botol jenis arak jowo dan 5 jerigen dengan volume 450 liter, vodka 25 botol, bir bintang sebanyak 10 botol serta obat- obat kadaluwarsa,”kata Kepala Polres AKBP Suhandana Cakrawijaya.

Dia menuturkan bahwa maraknya konsumsi minuman keras di kalangan remaja atau pelajar dilatar belakangi kurangnya peran orang tua dalam memberikan perhatian dan pengawasan terutama dikalangan anak muda.

Dia juga mengajak Forkopimda dan instansi terkait untuk bekerjasama dalam memerangi peredaran narkoba, miras dan penyakit masyarakat.




“Hal itu untuk mewujudkan Kabupaten Pacitan yang bersih miras dan narkoba serta menyelamatkan generasi muda dari pengaruh miras dan narkoba,”katanya.

Sebelum menggelar pemusnahan massal barang bukti, Polres menggelar rapat koordinasi jelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1438 di wilayah Polres Pacitan.

Turut hadir dalam kegeiatan tersebut Wakapolres Pacitan Kompol Hendrik Sulistiawan, Kepala Bakesbanpol Suharyanto, Kepala Dishub Wasi Prayitno, Kepala Dinas Perijinan Prasetyo, Ketua MUI Pacitan Aris Mashudi, Kepala Disparpora Endang Surjasri, Kades dan Lurah se Pacitan, pengusaha makan dan hiburan serta jajaran Polsek di Pacitan.

Kontributor: Sarwono
Editor: Dwi Purnawan

Permalink ke Satlak P4GN Gencarkan Razia Narkoba di Pacitan
Headline, Hukum dan Kriminal

Satlak P4GN Gencarkan Razia Narkoba di Pacitan

Ilustrasi Razia Narkoba.

Pacitanku.com, PACITAN – Satuan Pelaksana (Satlak) Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Pacitan bakal makin getol melakukan razia. Sasarannya tidak lagi penginapan, hotel, rumah kos atau tempat hiburan malam saja.

Meski belum mengantongi hasil pemeriksaan kesehatan dan tes urine yang dilaksanakan berbarengan saat razia Rabu (24/5) lalu, Satlak P4GN sudah berancang – ancang memperluas sasaran razia.

Wakil Ketua Satlak P4GN, Suharyanto menuturkan bahwa razia yang akan datang tidak hanya menyasar rumah kos atau tempat hiburan malam, namun sampai ke jalan-jalan. Dirinya menyebut kemungkinan razia digelar selama bulan Ramadan.

‘’Sasarannya nanti bisa diperluas ke sopir-sopir angkutan umum. Sebab mereka juga rawan menggunakan dan peran mereka juga penting, karena mengangkut masyarakat yang mudik lebaran nanti,’’ jelasnya.




Suharyanto mengatakan, tidak bisa dipungkiri jika status darurat narkoba jadi landasan pihaknya menggelar razia. Meskipun tergolong kota kecil, tidak menutup kemungkinan peredaran narkoba juga ditemukan di Pacitan.

Pun, pria yang juga menjabat sebagai Kepala  Bakesbangpol  itu mengungkapkan bahwa peredaran narkoba lekat dengan tindak negatif lainnya. Bahkan juga berpeluang menjadi sarana penyebaran HIV/AIDS.

Tidak heran jika dalam razia yang digelar Rabu kemarin, petugas Dinkes yang tergabung dalam Satlak P4GN juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine. Ini dilakukan juga untuk menwaspadai persebaran virus HIV/AIDS di Pacitan.

‘’Untuk meminimalisir penyebaran HIV AIDS juga. Sebab kita tahu bahwa di Pacitan itu ada yang positif. Jadi untuk lebih melokalisir penyebarannya,’’ terangnya.

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Ketahuan Maksiat, Judi, Narkoba dan Aksi Premanisme di Bulan Ramadhan, Siap-siap Diciduk Polisi
Headline, Hukum dan Kriminal

Ketahuan Maksiat, Judi, Narkoba dan Aksi Premanisme di Bulan Ramadhan, Siap-siap Diciduk Polisi

FOTO ILUSTRASI: Polisi melakukan razia Miras beberapa waktu lalu.

Pacitanku.com, PACITAN – Jelang bulan Ramadhan, jajaran Kepolisian Resor Pacitan akan melakukan penindakan terhadap kegiatan dan pelaku maksiat, narkotika dan obat terlarang dan aksi premanisme. Kepastian tersebut tertuang dalam operasi kepolisian terpusat dengan Sandi Ops Pekat Semeru  2017. Operasi Pekat Semeru 2017 tersebut digelar selama 12 hari sejak Selasa (23/5/2017) hingga Sabtu (3/6/2017) mendatang, atau Ramadhan hari ke 8.

Kepala Polres Pacitan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suhandana Cakrawijaya melalui Kabag Ops Komisaris Polisi Zainal Rusmadi, Sebagaimana dikutip laman Polres Pacitan pada Kamis (25/5/2017) mengatakan bahwa operasi ini mengedepankan penegakan hukum yang didukung kegiatan Intelijen dan kegiatan penindakan.

“Tentunya dalam rangka penanggulangan kejahatan penyakit masyarakat premanisme, prostitusi, pornografi, judi, handak, penyalahgunaan narkoba serta Miras yang meresahkan masyarakat,”katanya.




Zainal menuturkan bahwa Polres Pacitan mengerahkan sebanyak 44 Personel dengan  dikedepankan fungsi Reskrim, Reskoba dan Sabhara dalam memerangi kejahatan penyakit masyarakat tersebut. “Tetapi semua fungsi dan Polsek jajaran juga mendukung dan melakukan kegiatan imbangan guna mendukung operasi Pekat Semeru 2017 ini,”tukasnya.

Dia mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan operasi Pekat Semeru 2017 ini guna memberantas pelaku kejahatan penyakit masyarakat premanisme, prostitusi, pornografi, judi, handak,  penyalahgunaan narkoba serta Miras yang meresahkan masyarakat.

“Sehingga dengan dilaksanakan Operasi ini diharapkan kejahatan penyakit masyarakat di Pacitan dapat hilang dan pelaksanaan ibadah puasa di Bulan Ramadhan dan hari lebaran berjalan aman dan kondusif,”pungkasnya. (RAPP002)

Permalink ke Angka Tilang “Operasi Patuh Semeru” di Pacitan Terendah, Polres Gencarkan Razia Kendaraan
Headline, Hukum dan Kriminal

Angka Tilang “Operasi Patuh Semeru” di Pacitan Terendah, Polres Gencarkan Razia Kendaraan

Sejumlah anggota Polres Pacitan menggelar razia operasi zebra semeru 2015. (Foto: POlres Pacitan)

Foto Ilustrasi, sejumlah anggota Polres Pacitan menggelar razia operasi zebra semeru 2015. (Foto: POlres Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Angka penindakan tilang dalam “Operasi Patuh Semeru 2017” di Pacitan menjadi yang terendah se Jawa Timur. Berdasarkan hasil evaluasi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pacitan, angka tilang di Pacitan diketahui kurang dari seribu. Sementara, daerah-daerah lain sudah menembus angka ribuan.

Kepala Satlantas Polres Pacitan, Ajun Komisaris Polisi Hendrix Kusuma Wardana kepada wartawan, baru-baru ini mengakui Pacitan sempat yang terendah saat evaluasi Senin (15/5/2017) lalu.“Namun, sejak saat itu terus kami gencarkan,hingga berakhirnya Operasi Patuh Jaya 2017, Senin (22/5) mendatang,”tandasnya.

Sebagai informasi, Polda Jatim merilis hasil sementara pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2017 di seluruh jajaran polres. Angka tilang di Pacitan diketahui kurang dari seribu, sehingga, atas data tersebut, Hendrix menginstruksikan untuk lebih gencar melaksanakan razia.

Setiap hari terhitung mulai Selasa (16/5) lalu, razia pun dilakukan pagi dan siang. ‘’Senin angkanya terendah, lalu mulai Selasa langsung gencar razia, hasilnya perlahan ada peningkatan,’’ ujarnya.

Dia mengatakan bahwa hasil tilang yang terendah se-Jatim bukan berarti buruk jika dilihat secara nasional. Pasalnya, hasil Operasi Patuh Jaya 2017 oleh Polda Jatim merupakan yang tertinggi di seluruh jajaran polda se-Indonesia. Disisi lain, masyarakat sudah banyak yang mempersiapkan kelengkapan berkendaranya.




‘’Mayoritas di Pacitan, masyarakat cukup bagus dalam merespon dilaksanakannya Operasi Patuh Jaya 2017. Dalam artian, mereka peduli dengan kelengkapan berkendaranya,’’ tandas Kasatlantas yang baru menjabat ini.

Dirinya meyakini masih ada kemungkinan terjadinya pelanggaran. Ia pun belakangan menyasar ke titik-titik lain yang dicurigai rawan pelanggaran. Hasil yang didapat, kebanyakan pelanggar merupakan pelajar. Mereka nekat mengendarai motor meski belum memiliki SIM.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, Satlantas Polres Pacitan menyebut bahwa masih banyak masyarakat terjaring razia dalam “Operasi Patuh Semeru 2017” karena tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kepala Urusan pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Pacitan Inspektur Polisi Dua (Ipda) Susilo Dwi P, dalam keterangannya seperti dikutip laman Polres Pacitan pada Jumat (19/5/2017) mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang terjaring razia sehingga harus di tilang.

“Pelanggaran terbanyak seperti pelanggaran tidak memiliki SIM, tidak bawa STNK dan pelanggaran kelengkapan kendaraan bermotor yang tidak sesuai dengan spek tek, masih banyak ditemukan masyarakat yang terjaring razia terutama tidak memiliki SIM sehingga oleh petugas harus diberikan tindakan tilang,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Satlantas Polres Pacitan mulai menyelenggarakan Operasi Patuh Semeru 2017 selama 14 hari sejak 9 Mei hingga 22 Mei 2017. Operasi patuh Semeru 2017 mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan Masyarakat di Bidang Kamseltibcarlantas Dalam Rangka Melaksanakan Kebijakan Promoter Kapolri di Wilayah Hukum Polres Pacitan.”

Kapolres Pacitan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suhandana Cakrawijaya mengatakan bahwa operasi ini bertujuan menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas sebagai upaya menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif di wilayah Pacitan.

“Operasi Patuh merupakan operasi rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya menjelang hari raya Idul Fitri guna menjaga kamseltibcar lantas dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H dan hari raya Idul Fitri 2017,”katanya.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, polisi akan mengedepankan penegakan hukum represif berupa tilang, terutama bagi para pelanggar lalu lintas yang berpotensi kecelakaan.

Editor: Dwi Purnawan

 

Permalink ke Pelanggar Terbanyak “Operasi Patuh Semeru” di Pacitan tak Punya SIM
Headline, Hukum dan Kriminal

Pelanggar Terbanyak “Operasi Patuh Semeru” di Pacitan tak Punya SIM

PELANGGARAN LANTAS. Polisi melakukan razia Operasi Patuh Semeru di Pacitan. (Foto:Polres Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Jajaran Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Pacitan menyebut bahwa masih banyak masyarakat terjaring razia dalam “operasi Patuh Semeru 2017” karena tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kepala Urusan pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Pacitan Inspektur Polisi Dua (Ipda) Susilo Dwi P, dalam keterangannya seperti dikutip laman Polres Pacitan pada Jumat (19/5/2017) mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang terjaring razia sehingga harus di tilang.

“Pelanggaran terbanyak seperti pelanggaran tidak memiliki SIM, tidak bawa STNK dan pelanggaran kelengkapan kendaraan bermotor yang tidak sesuai dengan spek tek, masih banyak ditemukan masyarakat yang terjaring razia terutama tidak memiliki SIM sehingga oleh petugas harus diberikan tindakan tilang,” jelasnya.




Dia mengatakan bahwa dalam kegiatan operasi terpusat Patuh Semeru di pekan kedua ini,  berbagai kegiatan dari giat preemtiv, preventif hingga giat penegakan hukum terus dilaksanakan.

“Pada kegiatan razia stasioner di jalan masih banyak ditemukan para pelajar yang tidak memilik SIM memakai kendaraan ke sekolah,”katanya lagi.

Untuk itu, dia menghimbau kepada masyarakat yang belum memiliki SIM akan segera membuat SIM di layanan SIM Polres Pacitan. Dan bagi para orang tua pelajar dihimbau agar tidak membiarkan anak anaknya ke sekolah memakai kendaraan bermotor. “Selain karena belum cukup memiliki SIM juga untuk keselamatan anak di jalan menghindari hal hal tidak diinginkan seperti laka lantas,”pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Satlantas Polres Pacitan mulai menyelenggarakan Operasi Patuh Semeru 2017 selama 14 hari sejak 9 Mei hingga 22 Mei 2017. Operasi patuh Semeru 2017 mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan Masyarakat di Bidang Kamseltibcarlantas Dalam Rangka Melaksanakan Kebijakan Promoter Kapolri di Wilayah Hukum Polres Pacitan.”

Kapolres Pacitan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suhandana Cakrawijaya dalam sambtannya mengatakan bahwa operasi ini bertujuan menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas sebagai upaya menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif di wilayah Pacitan.

“Operasi Patuh merupakan operasi rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya menjelang hari raya Idul Fitri guna menjaga kamseltibcar lantas dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H dan hari raya Idul Fitri 2017,”katanya.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, polisi akan mengedepankan penegakan hukum represif berupa tilang, terutama bagi para pelanggar lalu lintas yang berpotensi kecelakaan.

Editor: Dwi Purnawan

 

Permalink ke Ngumpet di Pondok Tremas Pacitan, Pelaku Pembunuhan di Riau Akhirnya Diringkus Polisi
Headline, Hukum dan Kriminal

Ngumpet di Pondok Tremas Pacitan, Pelaku Pembunuhan di Riau Akhirnya Diringkus Polisi

Tersangka pembunuhan, tengah. (Foto: IST)

Pacitanku.com, ARJOSARI – Setelah menjadi buron selama sekitar dua pekan, Adi Firatno (24) tersangka pelaku pembunuhan terhadap Johanuddin (26) berhasil diringkus Tim Khusus Satuan Reserse Kepolisian Resor Kampar di Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (25/4/2017) sekitar pukul 17.30 WIB.

Pelaku yang berasal dari KB.kopi RT 06/04 desa Pondok Betung kec. Pondok Aren kab Tangerang Selatan ini ditangkap setelah diduga bersembunyi di ruang Soka, Pondok Tremas Arjosari.

Adi diringkus oleh tim khusus Polres Kampar yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Bambang Dewanto bekerja sama dengan Polsek Tulakan Pacitan. Sebelum Polsek Siak Hulu mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa telah ditemukan sesosok mayat pria tanpa identitas yang diduga merupakan korban pembunuhan di semak-semak dekat lapangan sepakbola Perumahan Ginting I Desa Kubang Jaya Kec. Siak Hulu Kab. Kampar, Rabu (12/4/2017) lalu.




Setelah dilakukan penyelidikan dan otopsi terhadap mayat korban, akhirnya identitas korban pun terkuak. Korban diketahui bernama Johanuddin (26) yang bekerja di warung Bakso Sukowati, Desa Sei Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir.

“Kita memeriksa saksi-saksi dan alat bukti, barulah diketahui pelakunya merupakan teman lama korban. Namun pelaku ini telah duluan kabur sebelum identitas korban diketahui, hingga petugas terpaksa bekerja keras untuk mencarinya,” ungkap Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi melalui Kasat Reskrim AKP Bambang Dewanto, Selasa malam.

Berhasil mengetahui identitas pelaku, timsus pun melacak keberadannya dan diketahui bahwa pelaku melarikan diri ke Pulau Jawa. “Anggota berkoordinasi dengan Polsek Argosari dan Polsek Tulakan Polres Pacitan, akhirnya tersangka AD berhasil kita amankan di tempat pelariannya di Desa Tremas,” ujarnya lagi.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dibawa ke Mapolres Kampar dan saat ini tengah dalam perjalanan ke Pekanbaru via udara dan dibawa ke Kampar dengan jalur darat. “Tim Khusus yang dipimpinnya tengah dalam perjalanan darat dari Pacitan menuju Solo dengan membawa tersangka, rencananya besok pagi akan melanjutkan perjalanan dengan penerbangan menuju Pekanbaru,” pungkasnya. (RAPP002)