Kategori: Peristiwa

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Kakek Asal Pacitan Lebaran di Penjara Setelah Kepergok Curi Kotak Amal
Hukum dan Kriminal

Kakek Asal Pacitan Lebaran di Penjara Setelah Kepergok Curi Kotak Amal

Seorang kakek diamankan setelah curi kotak amal. (Foto: KRjogja.com)

Pacitanku.com, DI YOGYAKARTA – Bukannya berangkat ke masjid untuk beribadah, seorang kakek malah pulang membawa kotak infaq. Dengan berpura-pura menjalankan salat, San (70) warga Pacitan menggondol kotak amal berisi uang ratusan ribu rupiah. Akibat perbuatannya itu tersangka dipastikan akan Lebaran di balik jeruji sel tahanan.

Kapolsekta Mantrijeron, Kompol Agus Setyabudi mengungkapkan, pencurian kotak infaq tersebut terjadi di Masjid Al Falah, Seryodiningratan, Jumat (23/06/2017). Pelaku datang ke masjid tersebut dan berpura-pura melaksanakan Salat Ashar.

Usai ibadah tersangka berpura-pura berdoa lalu berdzikir. Setelah situasi sepi pelaku langsung keluar masjid sambil membawa kotak amal yang berada di sudut ruangan, namun aksi tersebut diketahui seorang takmir.




Pelaku cepat-cepat kabur dengan menggunakan sepeda onthel namun akhirnya berhasil ditangkap warga bersama para takmir. Karena kondisi tersangka yang sudah renta, massa tak menghakiminya dan langsung diserahkan kepada Polisi.

“Tersangka mengambil kotak amal berisi Rp 670 ribu. Yang bersangkutan telah kami amankan berikut barang bukti kejahatan,” terang Agus Setyabudi di Mapolsekta Mantrijeron, Sabtu (24/06/2017), dikutip dari KRjogja.com.

Dari pengakuan tersangka, ia telah melakukan pencurian di masjid tersebut sebanyak tiga kali. Kini Polisi tengah mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap adanya TKP lain tindak kejahatan yang dilakukan tersangka.

Permalink ke Ganti Rugi Belum Beres, Warga Blokade Jalur Mudik JLS Pacitan
Headline, Sosial

Ganti Rugi Belum Beres, Warga Blokade Jalur Mudik JLS Pacitan

Warga Blokade Jalan Lintas Selatan. (Foto: Muhammad Budi/JPRM)

Pacitanku.com, TULAKAN – Arus mudik di jalur lingkar selatan (JLS) masuk Dusun Godeg Wetan, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Pacitan, sempat terganggu Kamis (22/6). Penyebabnya, ada warga setempat yang memblokade jalan tersebut dengan menggunakan bebatuan dan drum minyak. Akibatnya, jalan jalur lintas selatan terganggu sekitar 1,5 jam.

Warga juga membentangkan spanduk protes. Mereka beralasan, ganti rugi pelepasan tanah di jalan nasional itu belum beres hingga sekarang. ’’Masih ada hak yang belum saya terima sampai saat ini,’’ ungkap warga yang melakukan protes, Sudarno.

Dia menuturkan, ada beberapa hak ganti rugi dirinya dan sepuluh warga setempat lainnya yang belum diterima hingga sekarang. Pertama, dia masih menyoal beda nominal ganti rugi yang diterima.

Saat pembangunan mulai menyentuh desanya pada 2010, warga lain menerima ganti rugi senilai Rp 30 ribu per meter persegi. Sementara itu, dia dan beberapa warga menerima ganti rugi Rp 15 ribu per meter persegi. Tanah miliknya yang diganti rugi oleh negara kala itu seluas 2.250 meter persegi.




Kedua, Sudarno mengaku masih dibebani pajak penuh atas tanah miliknya yang sudah berwujud JLS setiap tahun. Besaran pajak yang harus dibayar per tahun Rp 69 ribu. ’’Kami masih diwajibkan membayar penuh pajak setiap tahun. Tidak ada pengurangan, padahal sudah jadi JLS,’’ ujarnya.

Ketiga, Sudarno menuding ada yang janggal pada waktu pelepasan hak. Ketika itu alamat yang tercantum adalah Kecamatan Kebonagung. Padahal, tanah miliknya masuk Kecamatan Tulakan. Jarak dari tanahnya ke perbatasan Kebonagung masih 10 kilometer.

Sudarno menyatakan sudah lama memperjuangkan haknya. Tetapi selalu mentah di tengah jalan. ’’Yang saya lakukan ini (memblokade JLS) supaya para pemangku kepentingan merespons. Sebab, saya sudah berjuang sejak dulu, tetapi tidak ada hasilnya,’’ kata Sudarno.

Aksi protes Sudarno jelas mengganggu arus lalu lintas JLS. Terlebih, ruas jalan tersebut tergolong ramai digunakan sebagai jalur mudik. Arus pun terganggu selama satu jam. Polisi tiba di lokasi dan langsung membubarkan aksi Sudarno. Dia kemudian diamankan ke Mapolres Pacitan.

’’Aksi yang dia (Sudarno) lakukan mengganggu kamtibmas. Jalan itu kan digunakan untuk arus mudik,’’ terang Kasatreskrim Polres Pacitan AKP Pujiyono.

Dia menyebut yang dilakukan polisi bukanlah penangkapan. Sudarno hanya dimintai keterangan mengenai aksinya yang telah mengganggu kamtibmas. Mengenai motif aksi tersebut, kepada polisi Sudarno mengaku hak ganti ruginya atas proyek JLS belum terpenuhi.

’’Tetapi, penyampaian protesnya ini yang keliru karena telah mengganggu kamtibmas. Tentu, jika memang benar, pemerintah wajib memberikan hak ganti rugi sesuai yang telah disepakati, kita dukung aksi tuntutan ganti ruginya,tapi caranya yang salah mereka mengganggu ketertiban umum. Sampai memblokir jalan. Jadi terpaksa, upaya paksa kita lakukan,” katanya.

Tidak hanya mengamankan pendemo, polisi juga melakukan pembukaan jalur lintas selatan yang dipenuhi batu oleh warga, karena mengganggu arus lalulintas terutama sudah memasuki musim mudik lebaran.“Kita lebih mementingkan kepentingan umum. Jadi bukan semata-mata kita memihak kepada salah satu pihak ya,” katanya.

(naz/rif/c19/diq)

Sumber: Jawapos

Permalink ke Lebaran, Basarnas Keliling Jalur Rawan dan Obyek Wisata di Trenggalek Hingga Pacitan
Bencana Alam, Headline, Nusantara

Lebaran, Basarnas Keliling Jalur Rawan dan Obyek Wisata di Trenggalek Hingga Pacitan

Ilustrasi Basarnas.

Pacitanku.com, TRENGGALEK – Badan SAR Nasional Pos SAR Trenggalek menyiagakan satu tim patroli keliling untuk dikerahkan sewaktu-waktu apabila terjadi peristiwa kecelakaan arus mudik di jalur-jalur rawan yang tersebar di enam kabupaten/kota pesisir ujung barat Jawa Timur tersebut.

“Secara kesiapsiagaan penanganan kecelakaan, baik di antisipasi lalu lintas arus mudik maupun di kawasan wisata kami siagakan satu tim rescue untuk berpatroli keliling,” kata Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek Asnawi Suroso di Trenggalek, Kamis (22/6/2017) kemarin.

Ia mengatakan dukungan dan kesiapsiagaan pengamanan arus mudik tersebut menjadi atensi khusus Basarnas dalam mendukung pemerintah dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik menjelang maupun selama Lebaran 1438 H berlangsung.




Khusus untuk periode menjelang hari H Lebaran yang jatuh pada Minggu (25/6), Asnawi mengatakan Basarnas saat ini fokus pada dukungan pengamanan arus mudik jalur-jalur rawan di enam kota wilayah tugas mereka, mulai dari Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Nganjuk, hingga Ngawi.

Beberapa kabupaten/kota lain yang masuk area tugas Basarnas Pos SAR Trenggalek seperti Kabupaten/kota Pacitan, Ponorogo, Madiun, dan Magetan juga menjadi atensi Basarnas, namun prioritas mereka kini adalah jalur mudik dengan kepadatan tinggi.

“Sedangkan H plus kami siapkan khusus untuk kawasan wisata, terutama wisata pantai seperti di pesisir Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan,” katanya.

Asnawi memperkirakan, liburan setelah Lebaran yang tahun ini diprediksi mulai tanggal 27 Juni hingga 2 Juli akan banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai.

Konsekuensi dari tingginya kunjungan wisatawan biasanya diikuti semakin meningkatnya risiko kecelakaan laut ataupun lainnya yang membutuhkann perhatian khusus basarnas dalam melakukan langkah kedaruratan maupun evakuasi terhadap korban.

“Secara internal kami setiap hari kami siapkan satu tim khususnya di wilayah Trenggalek ini seperti di kawasan pesisir Prigi, Pelang, sampai Teleng Ria dan kawasan pesisir lain di Pacitan,” katanya.

Sementara di wilayah Blitar yang dinilai rawan kecelakaan laut bagi wisatawan biasanya terjadi di Pantai Tambakrejo serta Serang; Tulungagung ada di Pantai Kedungtumpang, Sine hingga Popoh dan Sidem.

Asnawi mengatakan, dalam menangani awal musibah Basarnas aktif berkoordinasi dengan seluruh potensi-potensi SAR yang ada di daerah, mulai dari pokmaswas, himpunan nelayan, sampai ke BPBD-TRC wilayah-wilayah setempat untuk melakukan langkah atau upaya pertolongan pertama hingga tim rescue siaga patroli Lebaran Basarnas tiba di lokasi kejadian.

“Sehingga ketika terjadi dua atau lebih kejadian dalam waktu bersamaan yang tidak bisa langsung kami tangani sekaligus, paling tidak sebagai koordinator Basarnas bisa mempersiapkan personel yang ada di skeitar lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan oleh potensi SAR yang ada,” katanya. (RAPP002/Ant)

Permalink ke Polres Pacitan Siapkan 6 Pos Layani Pemudik Lebaran, Silahkan Mampir
Headline, Hukum dan Kriminal

Polres Pacitan Siapkan 6 Pos Layani Pemudik Lebaran, Silahkan Mampir

Pos pelayanan mudik Lebaran Polres Pacitan. (Foto: Dikyasa Res Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Jajaran Kepolisian Resor Pacitan menyiapkan enam pos untuk melayani pemudik Lebaran 1438 H. Enam pos tersebut terdiri dari 4 pos pengamanan dan 2 pos pelayanan masyarakat yang tersebar di Pacitan.

Kepala Bagian Operasi Polres Pacitan Komisaris Polisi Zainal, sebagaimana dikutip laman Polres Pacitan pada Kamis (22/6/2017) menuturkan bahwa adanya pos polisi tersebut sebagai bagian dari operasi Ramadhaniya Semeru 2017 yang berlangsung selama 16 hari dari mulai l 19 Juni hingga 4 Juli 2017 mendatang.

“Operasi ini nantinya mengedepankan kegiatan satuan tugas Turbinjali, Kamseltibcarlantas, Lidik Sidik dan Banops dalam rangka Pengamanan Idul Fitri 1438 H guna mewujudkan situasi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang kondusif, tujuannya adalah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.



Anggota Polres Pacitan saat berada di pos Teleng Ria. (Foto: Dikyasa Res Pacitan)

Dia menuturkan bahwa Polres Pacitan telah membuat 4 pos Pam dan 2 pos pelayanan masyarakat yang tersebar di Pos Pelayanan Alon alon, Pos yan Punung, Pos Pam terminal, Pospam teleng ria, Goa Gong serta Pos Pam Kalak.

“Pos-pos pengamanan dan pelayanan ini dibangun unutk memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga didalamnya dilengkapi juga dengan berbagai fasilitas pelayanan seperti tempat istirahat, tenaga medis, servis dan pos pengamanan ini bisa digunakan sebagai rest area bagi masyarakat yang sedang perjalanan jauh,”katanya lagi.

Zainal mengatakan bahwa personel yang terlibat operasi sudah mulai bekerja dan mengisi pos pengamanan masing masing guna memantau arus lalin, arus mudik serta kegiatan masyarakat lainnya dalam rangka merayakan lebaran idul fitri 2017.

Operasi Ramadhaniya 2017 ini merupakan operasi kepolisian dengan didukung TNI, Dishub, Dinkes, Ksaka bhayangkara dan Mitra Kamtibmas lainnya. (hr/RAPP002)

Permalink ke Para Wisatawan, Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Pacitan Selama Libur Lebaran
Bencana Alam, Headline

Para Wisatawan, Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Pacitan Selama Libur Lebaran

Daerah berbahaya sepanjang pantai Klayar. (Dok.Pacitanku)

Daerah berbahaya sepanjang pantai Klayar. (Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pacitan, Pujono meminta para pengunjung dan wisatawan yang hendak berlibur di Pacitan saat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah mewaspadai cuaca ekstrim, terutama gelombang tinggi yang kemungkinan masih akan terjadi selama libur Lebaran.

“Kondisi gelombang di Pacitan fluktuatif, para wisatawan diharapkan mematuhi rambu larangan yang telah dipasang, gelombang tinggi masih terjadi di perairan Pacitan, bahkan pada libur lebaran nanti, wisatawan diharapkan mematuhi rambu agar tidak berenang di laut,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (20/6/2017) kemarin.

Pihaknya sendiri mengaku sudah menyiapkan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Pacitan yang ditempatkan di posko Pantai Teleng Ria, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan.

Menurut Pujono, sejumlah pantai di Pacitan memiliki area berbahaya, terutama terkait gelombang pasang yang kemungkinan masih akan terjadi, salah satunya adalah Pantai Srau di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku dan Pantai Klayar di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo.




“Kondisi ombak yang tinggi sering kali membuat para wisatawan nekat untuk bermain di laut tanpa menghiraukan rambu, sehingga bisa terjadi kecelakaan laut hingga menelan korban jiwa banyak terjadi,”ujarnya.

Senada dengan Pujono, prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG) Maritim Tanjung Perak Eko Prasetyo juga mengingatkan masyarakat lebih mewaspadai peluang terjadinya cuaca kurang kondusif akibat gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Tinggi gelombang di utara maupun di selatan Jatim saat ini tinggi, meskipun besok dan lusa diperkirakan cenderung turun. Jadi, pelayaran atau masyarakat harus lebih waspada,” kata Eko Prasetyo di Surabaya, Rabu (21/6/2017).

Tinggi gelombang di Laut Jawa, utara Jatim, saat ini berkisar 2,5 – 3 meter dengan kecepatan angin berkisar 45-50 kilometer per jam, sedangkan di Samudera Hindia, selatan Jatim, berkisar 2,5 – 3,5 meter dengan kecepatan angin sekitar 50-55 kilometer per jam.

Menurut Eko, tingginya gelombang di perairan tersebut merupakan salah satu dampak dari terjadinya konvergensi, yakni pertemuan angin dari berbagai penjuru sehingga meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang.

Selain itu, ditambah dengan adanya fenomena “Eddy” yakni pusaran massa air di laut yang membawa uap air dan bisa menyebabkan hujan sporadis, lokal dengan intensitas ringgan hingga sedang.

Eko mengimbau masyarakat mewaspadai terjadinya genangan air di kawasan pesisir akibat fenomena alam pasang maksimum air laut pada 23-26 Juni 2017 yang ketinggiannya bisa mencapai 140-150 sentimeter.

“Jalur pesisir utara maupun di selatan Jawa harus waspada karena fenomena pasang maksimum ini bisa menyebabkan genangan 10-20 sentimeter di daratan. Fenomena ini biasa terjadi pukul 10-12 WIB,” katanya.

Fenomena pasang maksimum air laut merupakan siklus yang biasa terjadi pada awal atau akhir bulan Hijriah. “Memang tidak selalu menimbulkan rob, tapi tetap harus diwaspadai jangan sampai menimbulkan kerugian,” kata Eko menambahkan. (RAPP002)

Permalink ke Polres Pacitan: Operasi Ramadniya Prioritaskan Fungsi Satlantas
Headline, Hukum dan Kriminal

Polres Pacitan: Operasi Ramadniya Prioritaskan Fungsi Satlantas

Jajaran Polres Pacitan saat apel operasi Ramadniya Semeru 2017, Senin. (Foto: Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Wakil Kepala Kepolisian Resor Pacitan Komisaris Polisi Hendri Sulistiawan mengatakan, 16 hari Operasi Ramadniya pada 19 Juni sampai 4 Juli memprioritaskan fungsi satuan lalu lintas (satlantas).

“Melalui Operasi Ramadniya 2017 kita menempatkan anggota Polri di pos, baik sebagai pengamanan maupun pelayanan pada masyarakat,” kata Hendri pada gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ramadniya Semeru 2017, Senin (19/6/2017) kemarin di halaman Mapolres Pacitan.

Hendri mengatakan bahwa beberapa sasaran operasi Ramadniya ini sesuai amanat Kapolri adalah yang pertama yakni terjaganya stabilitas harga pangan. Dalam mewujudkan stabilitas harga pangan tersebut, Polri telah membentuk satgas pangan untuk memantau dan menjaga harga pangan agar tetap stabil.




Menurutnya, upaya tersebut diwujudkan melalui kerjasama dengan kementerian / lembaga terkait serta penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku penimbunan, pengoplosan, pemalsuan, maupun tindak pidana dan pelanggaran lainnya terkait pangan.

“Yang kedua yaitu menjaga kondisi kamtibmas yang kondusif, dan keamanan. Untuk menjaga kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif, Kapolri mengingatkan kepada seluruh Kepala Satuan Wilayah untuk mampu menekan angka kejahatan konvensional, seperti curat, curas, curanmor, copet, bius, hipnotis, dan pencurian rumah kosong melalui peningkatan kegiatan pre-emtif, preventif dan represif,”jelasnya.

Dia menyebut personil kepolisian diharapkan melakukan langkah deteksi dini terhadap kerawanan yang ada dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dan intelijen di lapangan. Berikan himbauan dengan public addres untuk mengingatkan masyarakat agar senantiasa waspada dan turut bersama – sama polri dalam menjaga kamtibmas.

Selain itu operasi ini bertujuan menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas arus balik dan mudik hari raya Idul Fitri 1438 H.

“Berkaitan dengan kelancaran arus lalu lintas, Kapolri memberikan tekanan agar seluruh personel bisa memberikan pelayanan secara all out. Berikan atensi penuh pada titik rawan laka dan rawan macet yang ada, terutama pada puncak arus mudik yakni H-2 Idul Fitri dan puncak arus balik pada H+5 Idul Fitri,”tutupnya.

Gelar pasukan ini diikuti jajaran Polres Pacitan, Satuan Polisi Pamong Praja, Kodim 0801/Pacitan, Dinas Perhubungan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pacitan. (RAPP002)