Asal nama Pacitan

oleh Sebar Tweet
LOGO KABUPATEN PACITAN
LOGO KABUPATEN PACITAN

Didalam berbagai sumber yang ada tentang fakta sejarah Pacitan, disampaikan bahwa asal nama Pacitan berasal dari bahasa Jawa, Pacewetan, Pace dan Wetan. Pace adalah salah satu nama buah, sedangkan wetan adalah arah angin yang berarti timur. Didalam referensi lain juga disebutkan bahwa kata Pacitan berasal dari kata Pacitan yang berarti camilan, yaitu berupa makanan ringan atau makanan kecil yang tidak sampai mengenyangkan perut. Fakta ini menjadi alasan cukup logis mengingat bahwa kondisi daerah Pacitan merupakan daerah minus, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan warganya tidak sampai mengenyangkan, artinya tidak bisa lebih, atau dengan kata lain adalah pas – pasan.

Cerita mengenai asal mula Pacitan ini terdapat dalam buku Legenda Rakyat Pacitan dan babad tanah Pacitan, yang mengatakan bahwa Pacitan berasal dari Pacewetan. Pace adalah nama buah, atau dikatakan adalah mengkudu yang memberi kekuatan, sedangkan wetan adalah timur.

Pendapat ini berasal dari legenda yang bersumber pada peristiwa perang Mengkubumen atau Perang Palihan Nagari (1746-1755 M). Perang ini terjadi di Pacitan saat Pangeran Mangkubumi dari keraton Surakarta dalam peperangannya itu sampai ke wilayah pesisir selatan di Pacitan. Saat itu sedang terjadi perang gerilya 1747-1749 (Perang Palihan Nagari (1746-1755) ) melawan VOC Belanda, Pangeran Mangkubumi mengalami kekalahan, beliau disertai 12 orang pengikutnya mundur ke arah selatan sambil mencari dukungan untuk membantu perjuangan perang tersebut.

Dalam pertempuran tersebut, Pangeran Mangkubumi mengalami kekalahan dan terpukul mundur, sehingga beliau beserta pasukan yang tersisa menggunakan strategi melarikan diri ke dalam hutan dengan kondisi tubuh lelah, lemah dan lesu akibat dari perbekalan yang mereka bawa habis. Namun pada akhirnya kekuatan Pangeran menjai pulih berkat pertolongan abdinya bernama Setraketipa.

Setraketipa memberikan buah mengkudu, atau yang kemudian disebut Pace kepada pangeran. Beliau diberi sebuah minuman yaitu buah pace yang telah direndam dengan legen buah kelapa, dan seketika itu juga kekuatan Pangeran Mangkubumi pulih kembali. Daerah itu kemudian diingat dengan pace sapengetan dan dalam pembicaraan keseharian sering disingkat dengan pace-tan lalu menjadilah sebuah nama menjadi kabupaten Pacitan .

Didalam berbagai sumber yang menyebutkan, fakta makna Pacitan yang bermakna minus tadi memiliki kekuatan argumen yang tinggi, mengingat hal tersebut dapat menggambarkan kondisi daerah Pacitan yang minus itulah yang lebih kuat. Peristiwa tentang fakta ini dalam Babad Momana Sultan Agung (1613-1645) juga sudah dikisahkan mengenai kondisi Pacitan yang daerahnya serba minus, terutama waktu itu adalah kondisi potensi makanan dan penghasilan daratnya yang sedikit, dan tidak membuat masyarakat yang memakan hasil bumi tersebut menjadi kenyang.

Inilah beberapa sumber mengenai asal – usul nama Pacitan yang diambil dari beberapa referensi, namun secara tidak langsung, penamaan Pacitan sebagai sebuah daerah yang minus tersebut menggambarkan kondisi faktual daerah tersebut, tentu dengan mengesampingkan potensi unggulan yang dimiliki Pacitan dari sektor alamnya.

Artinya pemaknaan nama yang menggambarkan kelemahan Pacitan sebagai daerah minus tersebut bukan berarti meninggalkan bahwa Pacitan adalah daerah dengan kondisi minus-potensi. Justru hal tersebut dapat dibantah dengan kenyataan bahwa Pacitan adalah salah satu daerah yang memiliki potensi alam yang prospektif.

Sumber: Buku Pacitan The Heaven of Indonesia