Penulis: Pacitanku

Permalink ke Foto Syurnya Beredar di Facebook, NN Lapor ke Polres Pacitan
Headline, Hukum dan Kriminal

Foto Syurnya Beredar di Facebook, NN Lapor ke Polres Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN – Seorang pengusaha daging sapi di Pacitan berinisial NN melapor ke aparat Kepolisian Resor (Polres) Pacitan setelah foto tidak senonoh dirinya beredar di facebook pada Rabu (22/3/2017) kemarin.

“Usai sholat tahajud saya mendapat ditelepon dari teman saya mengatakan, kalau foto yang tidak pantas terposting di FB, saya merasa kaget padahal saya sudah lama tidak membuka FB saat Hand Phone (HP) saya hilang pada 4 tahun silam saat Pilpres,” demikian pengakuan NN saat melapor ke Polres Pacitan.

Lebih lanjut, NN mengatakan bahwa ada pihak tertentu yang meretas akun facebooknya, sehingga foto-foto tidak pantas tersebut muncul di akun facebooknya.

“Wah pasti akun saya di Hacker orang yang tidak senang dengan saya,bahkan sudah dua kali di hecker seperti itu, untuk itu saya langsung memberitahukan kejadian memalukan ini ke pihak kepolisian Pacitan untuk segera menemukan siapa pelaku yang memposting foto saya seperti itu, dan saya juga akan melapor ke Polda Jatim. Jika pelaku sudah tertangkap saya mohon dihukum sesuai perundangan yang berlaku,” ujarnya lagi.

Sementara, Kepala Satuan Reskrim Polres Pacitan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Pujiyono mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Cybercrime Polda Jatim untuk mendalami kasus tersebut.




“Beliau datang ke Polres Pacitan memberikan informasi bahwa akun FBnya dihacker oleh seseorang yang memposting foto yang tak pantas dipertontonkan di publik. Saat ini Polres Pacitan akan berkoordinasi dengan Cybercrime Polda Jatim guna mengetahui siapa yang memposting dan menyebarkan foto itu akan kami tindak sesuai Undang-undang IT yang berlaku,” jelasnya.

Dia menyampaikan kepada semua masyarakat Pacitan untuk tidak  menyimpan foto pribadi yang tak pantas di telepon seluluer. “Jika sampai HP anda dipegang teman atau terjual, dan foto itu masih dalam memory internal HP akan disebar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab akan menjadi masalah anda sendiri,” tutupnya.

Pewarta: Elsi Budi Cahyono/Aspirasi Pacitan

Permalink ke Waspadai Maling yang Mulai Incar Sekolah di Pacitan
Headline, Hukum dan Kriminal

Waspadai Maling yang Mulai Incar Sekolah di Pacitan

Ilustrasi pencurian

Ilustrasi pencurian

Pacitanku.com, ARJOSARI – SD Negeri Gegeran, Kecamatan Arjosari, Pacitan dibobol maling, (21/3). Pelaku yang diduga lebih dari satu orang mengambil laptop dan proyektor dari ruangan kantor guru sekolah tersebut.

Aksi tergolong curat (pencurian dengan pemberatan) lantaran para pelaku merusak pintu dan jendela. Kerugian ditaksir sedikitnya mencapai Rp 10 juta lebih. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. ‘’Kemungkinan pencurinya masuk setelah lewat pukul 23.00, hari Senin (20/3) lalu,’’ ujar penjaga SDN Gegeran, Purwo Darmono, dilansir Radar Madiun.

Purwo menceritakan, dirinya sehari-hari menjaga sekolah tersebut sejak pagi hingga malam, sekitar pukul 22.00. Saat dia pulang ke rumahnya, sekolah masih dalam kondisi aman. Purwo pun kaget saat kemarin pagi dia membuka kunci pintu-pintu dan mengecek kondisi sekolah.

Ruang kantor guru sekolah tersebut dalam kondisi berantakan. Jendelanya dalam kondisi terbuka. Di dalam, ruangan sudah berantakan. Setelah dicek, satu unit laptop dan proyektor inventaris sekolah tersebut lenyap. ‘’Beberapa laci dalam kondisi terbuka. Beruntung tidak ada uang tunai yang disimpan di ruangan kantor guru. Sehingga, kerugiannya dapat lebih diminimalisir,’’ kata Purwo.

Pihak sekolah langsung melaporkan insiden tersebut ke Polsek Arjosari. Aksi curat itu merupakan yang kali pertama terjadi menurut Purwo. Dia memperkirakan, jumlah pelaku lebih dari satu orang. Pun, mereka juga seolah sudah mengetahui situasi dan kondisi sekolah.




Terbukti pintu yang dirusak adalah pintu kantin. ‘’Kemungkinan lebih dari satu orang, dan sudah merencanakan sebelumnya. Sebab, mereka kok bisa memilih menyelinap masuk ke sekolah lewat kantin, yang notabene kait gemboknya mudah dibobol,’’ terang Purwo.

Kapolres Pacitan AKBP Suhandana Cakrawijaya dikonfirmasi melalui Kasatreskrim, AKP Pujiyono menyebut Polsek Arjosari tengah melakukan penyelidikan kasus pencurian di SDN Gegeran. Pujiyono belum bisa menyimpulkan lebih banyak tentang bagaimana kronologi pencurian atau berapa jumlah pelaku yang terlibat. ‘’Saat ini baru mulai penyelidikan. Yang jelas laporannya sudah diterima pihak Polsek Arjosari,’’ ujar Pujiyono.

Permalink ke Tak Semua Guru di Pacitan Patuhi Anjuran Bikin Rekening untuk Gaji
Headline, Pendidikan

Tak Semua Guru di Pacitan Patuhi Anjuran Bikin Rekening untuk Gaji

PNS di Pacitan. (Foto : UPT TK dan SD Donorojo)

PNS di Pacitan. (Foto : UPT TK dan SD Donorojo)

Pacitanku.com, PACITAN – Sistem penggajian guru Pacitan mulai bulan ini menggunakan rekening. Sehingga, para guru di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dianjurkan untuk membuat rekening bank. Tujuannya, agar penggajian dapat dilakukan melalui transfer rekening, sama seperti PNS di lingkup instansi pemkab lainnya.

Anjuran tersebut muncul lantaran terinspirasi kalangan guru SMA-SMK yang mulai awal tahun ini penerimaan gajinya sudah melalui rekening bank. ‘’Memang terinspirasi dari alih kelola SMA-SMK ke pemprov. Gajian guru SMA-SMK bisa lewat rekening, kenapa guru SMP dan SD tidak,’’ ujar Kepala Dikbud Pacitan, Marwan, dilansir Radar Madiun, Rabu (22/3/2017).

Namun demikian, anjuran Marwan belum sepenuhnya manjur. Dari 2.546 guru PNS di Pacitan, yang mulai bulan ini gajian melalui rekening bank tidak sampai 50 persen. Persepsi para guru terhadap anjuran tersebut menurut Marwan juga bervariasi.




Ada yang pro, ada pula yang kontra. Namun, dia optimistis para guru bakal berangsur-angsur menyusulkan mendaftarkan rekening bank miliknya. ‘’Ada yang langsung setuju, tetapi banyak juga yang katanya pikir-pikir dulu. Menurut saya yang sudah dua tahun ini gajian lewat transfer rekening, memang lebih efisien begitu,’’ katanya.

Marwan mengatakan, selain terinspirasi dari para guru SMA-SMK, anjuran penggajian melalui rekening bank juga untuk menumbuhkan budaya menabung di kalangan guru SD-SMP. Menurutnya, budaya menabung di kalangan guru Pacitan masih rendah.

Padahal, menabung bisa bermanfaat terhadap kesejahteraan para guru. ‘’Para guru kan banyak yang menganjurkan untuk rajin menabung terhadap siswa. Jadi lebih baik mereka juga ikut menabung. Ini bukan perintah kok, tetapi anjuran,’’ terangnya.

Salah seorang guru SDN 3 Candi, Pringkuku, Sri Wiharto, mengaku dia dan para guru sekolahnya menyambut baik anjuran Marwan. Sebab, menurutnya, penggajian lewat rekening bank bisa meminimalisir potensi pungli di tingkat UPT kecamatan. Perlu diketahui, para guru selama ini menerima gaji melalui UPT per kecamatan.

‘’Kalau lewat rekening bank, kan langsung diterima tanpa lewat tangan-tangan banyak orang. Sehingga relatif aman. Tetapi, sebaliknya, juga perlu diperhatikan jangkauan terhadap ATM. Tidak semua guru tempat tinggalnya mudah mengakses ATM. Itu yang membuat beberapa guru masih enggan,’’ pungkasnya. (RAPP002)

Permalink ke Gelar Lomba Dai Cilik, Cara Jitu Polres Pacitan Cegah Peredaran Narkoba
Headline, Pacitan News

Gelar Lomba Dai Cilik, Cara Jitu Polres Pacitan Cegah Peredaran Narkoba

Polres Pacitan menggelar lomba dai cilik. (Foto: Humas Polres Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Jajaran Kepolisian Resor Pacitan terus melakukan sosialisasi pencegahan terhadap penyalahgunaan Narkoba sejak dini, salah satunya dengan menggelar lomba dai cilik bertema “Perang Lawan Narkoba” yang digelar di gedung graha Bhayangkara Polres Pacitan Selasa (21/3/2017) kemarin.

Kepala Satuan Narkoba Polres Pacitan, Ajun Komisaris Polisi Muhammad Agung Purnomo, dalam keterangannya sebagaimana dikutip laman Polres Pacitan, mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka kampanye bersama sama memerangi penyalahgunaan Narkoba yang saat ini sudah mulai merajalela dengan korban anak-anak dan remaja.

“Semua peserta yang rata rata masih duduk di tingkat SD ini diberikan waktu sekitar 7 menit untuk menyampaikan tausiyah dan himbauan di depan para juri dan peserta lainnya, “tandasnya.

Dikatakan Agung, saat ini peredaran narkoba sudah merambah ke kalangan anak-anak harus dilakukan pencegahannya dengan pemahaman bahaya Narkoba sejak dini. Mereka adalah generasi masa depan yang akan menjadi penerus bangsa yang anti Narkoba.




Selain itu, Kasat Narkoba juga berharap agar semua kalangan termasuk orang tua untuk terus memantau pergaulan anak anaknya dan mengarahkan pada kegiatan positif sehingga terhindar dari pengaruh narkoba.

“Dengan kegiatan ini kami berharap semua lapisan mendukung perang melawan narkoba, karena generasi muda adalah harapan bangsa, untuk itu alangkah baiknya untuk diperkenalkan bahayanya narkoba jangan sampai terjerumus sebagai pengguna dan korban dari bahaya narkoba,” ujarnya lagi.

Hingga akhir kegiatan selesai, pada ahirnya dari 12 peserta diperoleh juara pertama lomba Dai Cilik yang berhasil disabet Dai cilik dari perwakilan kecamatan Arjosari.

Pada acara penyerahan piala dan hadiah uang pembinaan diberikan langsung oleh Kapolres Pacitan AKBP Suhandana Cakrawijaya SIK untuk juara pertama. Juara kedua diberikan oleh Wakapolres Pacitan dan juara ketiga oleh Kasat Narkoba Polres Pacitan.

 

Permalink ke Dinas Pertanian: Pacitan Negatif Antraks
Headline, Peternakan

Dinas Pertanian: Pacitan Negatif Antraks

Pacitanku.com, PACITAN – Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan menyebut bahwa di Kabupaten Pacitan tidak ditemukan bakteri antraks alias negatif antraks. Kepastian tersebut disampaikan Agus Sumarno Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), Dinas Pertanian Pacitan usai uji laboratorium atas beberapa sample tanah yang pernah dilakukan Dinas Pertanian Pacitan.

“Hasil tes oleh BP Vet, Wates, DI Yogyakarta, hasilnya negatif, kita memang belum menerima hasil tertulis. Namun dari informasi via telepon, hasilnya negatif, tidak ditemukan bakteri anthrax,” ujarnya selasa kemarin kepada wartawan.

Dia menjelaskan bahwa tes tersebut diambil dari Desa Ketro satu sampel dan dua sampel dari Desa Punjung, Kecamatan Kebonagung. Kemudian dua sampel tanah di Desa Pringkuku, Kecamatan Pringkuku, ‎Desa Kalikuning dan Desa Jati Gunung, Kecamatan Tulakan, masing-masing satu sampel.

“Sekalipun hasil negatif, namun sebagaimana standar operasional prosedurnya (SOP), BP Vet tetap akan mengambil uji sample lainnya. Termasuk pelaksanaan vaksinasi akan terus dilakukan disemua desa yang terindikasi,”katanya lagi.

Agus sendiri mengaku heran hasil tes ini berbeda dengan data dari Dinas Kesehatan yang menyebutkan bahwa beberapa warga di Pacian suspect antraks.

“Kita juga heran, padahal Dinas Kesehatan menyatakan ada beberapa warga terkena antraks, termasuk beberapa desa juga dinyatakan positif endemi antraks. Namun setelah kita cek lapangan, sama sekali tidak ditemukan hewan yang mati akibat serangan bakteri tersebut,” tandas Agus.

Sebelumnya pada pertengahan Agustus 2016 lalu, Pemkab menetapkan dua desa di Kecamatan Pringkuku serta satu desa di Kecamatan Donorojo sebagai kawasan endemik antraks.




Saat itu, Agus menyebutkan, ketiga desa yang masuk dalam pengawasan tim penanggulangan penyakit ternak tersebut adalah Desa Pringkuku dan Ngadirejan di Kecamatan Pringkuku serta Desa Cemeng, Kecamatan Donorojo.

Penetapan itu dilakukan seiring keluarnya hasil laboratorium dari pengujian sampel ternak dari Balai Besar Penelitian Veteriner (BBVet) nomor 09059/pk.300/D.D/.08 tanggal 8 Agustus 2016 bahwa hasilnya menunjukkan positif antraks.

Agus mengungkapkan, masa tanggap darurat dimulai selama tiga minggu sejak 9 Agustus lalu atau pasca penyebab kematian hewan ternak sapi milik warga diketahui. Selama itu juga, pihaknya melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak sapi secara rutin di tiga desa tersebut. Mulai dari pemberian suntik antibiotik LA dan ruboransia.

Agus menuturkan, selama masa tanggap darurat pihaknya juga membatasi keluar masuknya 2.000-2.500 ekor hewan ternak sapi dari wilayah endemik antraks. Begitupula dengan 10.000 ekor populasi ternak kambing dari Desa Ngadirjan, Pringkuku serta Cemeng.

Diakui, munculnya penyakit antraks tersebut sempat meresahkan warga setempat. Bahkan, ada salah seorang warga di Desa/Kecamatan Pringkuku dan Desa Cemeng, Kecamatan Donorojo yang dinyatakan suspect antraks. “Tapi kami belum tahu apakah itu disebabkan karena penyakit antraks atau tidak. Meskipun ada pernyataan bahwa ciri-cirinya sama dengan penyakit antraks,” pungkasnya.

Bahkan saat itu, dua warga asal Kecamatan Pringkuku dan Donorojo masuk rumah sakit dengan gejala dan keluhan mirip penyakit antraks. Dua orang warga berisinial S, 60, dan T, 40, yang masing-masing berasal dari Kecamatan Pringkuku dan Donorojo, terindikasi terinfeksi bakteri Bacillus anthracis.

Direktur RSUD dr Darsono dr Iman Darmawan menyatakan, dua orang tersebut dirawat sejak lima hari lalu. Saat ini mereka dipindahkan ke ruang Tulip setelah sempat menjalani perawatan di ruang isolasi.’’Dugaan awal ketika pasien ini masuk adalah mengalami penyakit infeksi karena disertai dengan keluarnya nanah di bagian tangan,’’ katanya saat itu.

Permalink ke La Nyalla Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim
Headline, Jatim

La Nyalla Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim

Pacitanku.com, SURABAYA — La Nyalla Mahmud Mattalitti terpilih secara aklamasi memimpin Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Jawa Timur periode 2017-2022 pada Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-7 di Surabaya, Selasa.

“Kami meminta Bapak La Nyalla kembali memimpin MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur,” ujar Ketua MPC Kabupaten Pacitan, Heriawan, yang ditunjuk mewakili 38 MPC se-Jatim pada sidang pleno di Hotel Alana Surabaya.

Meski tidak mencalonkan diri dan berkomitmen memberi kesempatan kader PP menggantikan posisinya, tetapi peserta muswil sepakat meminta La Nyalla menjabat untuk periode berikutnya.

Di sela acara, pimpinan sidang Wardy Siagian kemudian menunda sidang untuk memberi kesempatan perwakilan Majelis Pimpinan Nasional (MPN) PP Gunung Hutapea mengkonfirmasi La Nyalla melalui telepon tentang permintaan seluruh MPC, karena yang bersangkutan tengah mengantar Ketua MPN Japto Soerjosoemarmo ke Bandara Juanda.

“Prinsipnya, beliau berterima kasih kepada seluruh MPC selaku utusan seluruh dan beliau bersedia menerima amanah yang diberikan seluruh kader Pemuda Pancasila Jatim,” ucapnya di hadapan seluruh peserta muswil.




La Nyalla ketika dikonfirmasi di arena muswil mengaku berterima kasih kepada MPC se-Jatim yang telah membebankan jabatan tersebut dan berharap ke depan pengurus maupun kader bekerja dengan tekad kuat serta rasa ikhlas.”Saya mengingatkan diri saya sendiri dan semua pengurus MPW PP Jatim bekerja tekad kuat dan rasa ikhlas karena tanpa itu semua tidak akan pernah mencapai tujuan hakiki,” katanya.

Mantan ketua umum PSSI tersebut mengaku sebenarnya sudah pamit mau pensiun untuk mengurus PP karena masih banyak kader yang berkualitas memimpin organisasi ke depannya.”Tapi apa daya saya tidak mengelak karena MPC membebankan kepada saya memimpin PP Jatim. Sebenarnya masih banyak kader PP lain, tapi berhubung mereka belum ditoleh MPC, saya harap bersabar dulu,” katanya.

Sementara itu, usai pelaksanaan muswil, bertempat di Jatim Ekspo Internasional Surabaya langsung dilakukan pelantikan pengurus baru oleh wakil ketua umum MPN PP Frederik Batong yang disaksikan ratusan kadernya se-Jatim. (RAPP002/ant)