Penulis: Pacitanku

Permalink ke Pantai Pancer akan Dibikin Seperti Pantai Seminyak Bali
Headline, Pantai

Pantai Pancer akan Dibikin Seperti Pantai Seminyak Bali

Pantai Pancer Door (Dok.Pacitanku)

Pantai Pancer Door (Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Aroma Bali di Pacitan bakal semakin kental. Pantai Pancer Door, Kecamatan Ploso, Pacitan, akan dikembangkan mengacu pada konsep wisata Pantai Seminyak di Pulau Dewata, julukan Bali. Wacana tersebut muncul seiring dengan kunjungan Bupati Indartato dan sejumlah pejabat pemkab di Bali, awal Januari ini.

Pantai Pancer Door dipandang memiliki kemiripan dengan Pantai Seminyak, sehingga layak dikembangkan serupa. ‘’Bahkan bisa dikatakan Pancer Door punya keunggulan dalam hal pemandangan jika dibandingkan Pantai Seminyak,’’ ujar Kepala Disparpora Pemkab Pacitan, Endang Surjasri, Minggu.

Endang menceritakan, dalam kunjungan selama dua hari di Bali itu, Indartato langsung terkesima tatkala melihat denyut wisata di Pantai Seminyak, saat malam hari. Di sana, berjejer ratusan meja dan kursi yang dipenuhi wisatawan dalam dan luar negeri.

Mereka duduk menikmati hidangan makanan dan minuman di bawah jejeran payung yang berwarna-warni. Menurut Endang, fasilitas payung dan tempat duduk yang disediakan di Seminyak itu ada sejak sore hingga malam. ‘’Ketika siang hari, payung dan pernak-perniknya bisa dibersihkan,’’ ujarnya.

Inspirasi yang didapat dari Bali sudah mulai digodok oleh Disparpora setiba di Pacitan. Endang menyebut pihaknya sudah mulai berkomunikasi dengan pihak swasta. Upaya itu direspon positif. Nantinya, lokasi yang bakal digunakan sebagai tempat berjejernya foodcourt seperti di Seminyak adalah lokasi pantai Pancer Door bagian tengah.

Beberapa warung makan yang sudah lebih dahulu buka di sana akan ikut ditata dan diseragamkan. Selain menyediakan tempat untuk makan dan minum, hiburan pelengkap seperti pertunjukan musik juga rencananya diberikan. ‘’Dalam waktu dekat akan mulai dilakukan penataan,’’ terangnya.




Menurut Endang, tidak ada kendala cuaca dalam mewujudkan ide tersebut di Pancer Door. Sebab, cuaca di pantai tersebut cenderung stabil ketika malam hari. Berbeda ketika siang atau sore hari, angin yang berhembus pun sanggup merobohkan joglo yang dibangun di tepi pantai. ‘’Ketika malam anginnya tidak terlalu berbahaya, relatif aman,’’ kata Endang.

Selain mengunjungi Pantai Seminyak, dalam kunjungan kerja ke Bali itu, salah satunya, Bupati Indartato bertemu dengan Ketua Yayasan Triatma Surya Jaya, I Ketut Putra Suarthana. Yayasan ini menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata. Ketut sendiri adalah pengusaha perhotelan. Ia memiliki lima hotel di Bali, satu di Lombok, dan satu hotel lagi di Jogja.

‘’Dari diskusi dengan Pak Ketut, beliau siap membantu membangun pariwisata Pacitan. Sedangkan kami di Pacitan akan menyiapkan infrastrukturnya, mulai dari jalan diperlebar dan mulus. Juga merancang event-event dalam skala nasional maupun internasional. Kami yang di Pacitan siap belajar dengan Bali atau daerah lain,’’ kata bupati.

Selain itu, bupati dan tim pemkab juga bertemu dengan teman lama Indartato, yang sekarang ini sukses menjadi pengusaha sekolah pariwisata. Kerjasama itu terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Pacitan. Nantinya, para instruktur dari sekolah tersebut akan didatangkan ke Pacitan memberikan berbagai workshop kepada para pelaku usaha pariwisata.

Di samping itu, mereka juga akan diminta mengajar melalui Akademi Komunitas Nasional (AKN). ‘’Kalau membangun sekolah pariwisata, sepertinya masih sulit. Lebih baik, membuka jurusan pariwisata di SMK,’’ ujarnya. (mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke BPBD Minta Nelayan Pacitan tak Melaut Karena Cuaca Buruk Siklon Tropis
Headline, Perikanan

BPBD Minta Nelayan Pacitan tak Melaut Karena Cuaca Buruk Siklon Tropis

Ilustrasi nelayan di perairan Pacitan. (Foto : Dok.Pacitanku)

Ilustrasi nelayan di perairan Pacitan. (Foto : Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Nelayan di sepanjang perairan pantai di wilayah Pacitan, yang terbentang dari arah timur hingga barat, diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut. Ini karena cuaca buruk di laut dengan adanya siklon tropis.

Fenomena alam yang berpusat di laut Australia itu menimbulkan anomali (ketidaknormalan) cuaca yang dirasakan hingga daratan Pacitan. Yang terbaru, joglo di Pantai Pancer Door roboh akibat terjangan angin kencang yang datang secara tiba-tiba, Jumat (13/1) lalu.

Anomali tersebut bisa dirasakan hingga daratan wilayah Pacitan. ‘’Dampaknya memang dirasakan sampai di daratan Pacitan. Jadi bukan hanya di laut saja,’’ terang Kepala BPBD Pacitan, Tri Mujiharto, kemarin.

Tri menuturkan, siklon tropis merupakan fenomena musiman. Kerap terjadi antara bulan Januari hingga Maret. Fenomena tersebut berpusat di lautan Australia. Mulanya, adanya tekanan rendah udara di perairan australia memnyebabkan kenaikan suhu muka laut. Tekanan tersebut kemudian terus membentuk pusaran hingga menjadi pusat badai.

Pusat badai yang dihasilkan cukup besar. Lantaran dampaknya bisa dirasakan di sepanjang pesisir selatan Jawa, termasuk di Pacitan. ‘’Laut di selatan Jawa atau Samudera Hinda terkena imbas dari ekor badainya saja. Jadi bisa dibayangkan ekor badainya saja sudah bisa membuat anomali pada angin dan gelombang, bagaimana di sekitar pusat badai,’’ ujarnya.




Di laut dan daratan Pacitan, imbas yang bisa dirasakan dampak dari siklon tropis tersebut yakni angin kencang, hujan deras, serta gelombang yang tinggi. Ketiganya bisa datang secara mendadak.

Dari angin yang mulanya sepoi berhembus, dapat berubah menjadi ganas seketika. Namun, cepat pula angin kencang itu kemudian berangsur normal. ‘’Yang jelas, imbas anomali itu juga semakin memperkuat ombak yang ada di lautan,’’ katanya.

Karena itu, menurut Tri, yang paling merasakan imbas anomali tersebut nantinya adalah para nelayan. Selama ini, ketika memasuki Januari hingga Maret, para nelayan memang enggan melaut karena cuaca buruk.

Namun, dengan adanya imbas anomali siklon tropis, melaut di sekitar Teluk Pacitan pun harus lebih ekstra hati-hati. Disamping para nelayan, masyarakat yang mencari nafkah atau wisatawan yang beraktifitas di pesisir pantai pun harus lebih waspada.

Begitu ada tanda-tanda angin kencang mulai berhembus, harus mulai berlindung atau menghindari benda yang berpotensi roboh. ‘’Kewaspadaan ini perlu ditingkatkan ketika di pesisir pantai. Agar jangan sampai ada korban,’’ terang Tri. (mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Dilanda Cuaca Buruk, Nelayan Pacitan Libur Melaut
Headline, Perikanan

Dilanda Cuaca Buruk, Nelayan Pacitan Libur Melaut

Kapal nelayan dan jala penangkap ikan mangkrak di Pantai Tamperan. (Foto : Dok.Pacitanku)

Kapal nelayan dan jala penangkap ikan mangkrak di Pantai Tamperan. (Foto : Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Kondisi cuaca yang memburuk serta gelombang tinggi yang melanda pantai selatan sebulan terakhir memaksa nelayan Pacitan libur tak melaut. Demi keselamatan, mereka memilih melego jangkar untuk beberapa waktu.

Gelombang tinggi serta cuaca buruk yang terjadi diakhir tahun hingga satu dua bulan diawal tahun biasa dikenal oleh masyarakat nelayan sebagai musim barat. Jika memasuki musim tersebut maka nelayan lebih memilih menghentikan aktifitasnya dilaut dan bekerja di darat untuk menyambung hidup.

“Nelayan kita sudah hafal dengan fenomena alam seperti ini makanya mereka tidak akan memaksa diri melaut,”kata Hartono, Ketua kelompok Nelayan Teleng Ria, kemarin, dilansir dari laman Pemkab Pacitan.

Menurut Hartono, bukan hanya nelayan lokal dengan perahu yang hanya dibawah 5 GT, nelayan andon dengan kapal besar pun banyak yang rehat. Kalaupun ada yang berani tebar jala, hanya kapal berkekuatan minimal 20 hingga 60 GT.




Terpisah, Bambang Marhendrawan, Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pacitan,fenomena seperti ini bisa berlangsung hingga awal maret mendatang.

Dengan kondisi tersebut produksi ikan Pacitan jelas mengalami penurunan. Bahkan, dibanding hari biasa anjloknya hasil tangkapan bisa mencapai kisaran 10 hingga 20 persen.”Jika biasanya sehari nelayan mampu menghasilkan 30 hingga 40 ton karena cuaca buruk hasilnya hanya mampu pada kisaran 4hingga 8 ton ikan,”katanya.  (RAPP002)

Permalink ke Menikmati Keindahan Panorama Pantai Soge
Headline, Pantai

Menikmati Keindahan Panorama Pantai Soge

Soge via IG Indrarahman12

Pacitanku.com, NGADIROJO – Saat Anda melakukan perjalanan darat melewati jalur lintas selatan (JLS) Kabupaten Pacitan, Anda seketika terhenti saat mata Anda tertuju pada sekerumunan wisatawan bermain air tawar di muara Pantai Soge, salah satu destinasi wisata paling indah di Pacitan.

Pantai yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo ini hanya berjarak sekitar 24 kilometer dari pusat kota. Namun, jika ingin sekaligus menikmati setiap destinasi pantai berikut aneka panorama keindahan lainnya, kebutuhan waktu bergantung pada setiap pelancong untuk mengatur ritme perjalanan masing-masing.

Panorama Indah Pantai Soge

soge-2-via-@indrarahman12

Indah, itu adalah kata pertama yang paling pas untuk menggambarkan betapa indahnya eksotika lanskap pantai yang terbentang di kawasan Samudra Hindia itu yang berjarak 276 kilometer barat daya Kota Surabaya, ibu kota Jawa Timur. Puluhan wisatawan lokal dari sejumlah daerah, mulai anak-anak hingga orang dewasa, begitu asyik bermain air di muara Sungai Soge yang jernih dengan pasir putihnya.

Sementara, alur muara sungai berkelok mengitari pasir putih yang membentang di tengah hingga jarak radius 150 meter sehingga memberi ruang cukup luas bagi wisatawan untuk bermain apa saja dan menikmati keindahan wahana alami pantai. Sementara debur ombak terus bergulung dan memecah di tepian Pantai Soge, sekelompok wisatawan remaja lain asyik bermain sepak bola plastik atau sejenis futsal hingga puas.

Masih ada satu lagi wahana hiburan yang bisa dinikmati oleh pengunjung selain sekadar berdiri memandangi ombak di tepian pantai, bermain air, ataupun sekadar nongkrong di bawah pohon kelapa sembari menikmati sajian es kelapa muda. Wahana itu adalah ”danau kecil” yang terbentuk karena air laut tidak sepenuhnya tertarik ke tengah laut saat terjadi fenomena air surut, dan terpisah oleh gundukan pasir putih yang membentang di tengah.




Sementara, danaunya tidak terlalu luas, tetapi sudah cukup untuk manuver speed boat atau kapal cepat kecil ataupun perahu wisata yang disewakan sejumlah nelayan setempat. Tak heran jika danau kecil berair payau (air laut bercampur air tawar dari Sungai Soge) ini menjadi rujukan wisatawan.

Selain posisinya yang teduh di pinggiran kebun kelapa, hanya dengan biaya Rp 15.000 per orang, pengunjung bisa menyewa jasa perahu wisata atau speed boat kecil untuk mengitari danau tersebut hingga beberapa kali putaran. Gambaran pemandangan di atas hanya sebagian keindahan di kawasan pesisir Pantai Soge yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan.

soge via @lukieukie

Jika Anda menginginkan mengabadikan momen bersama keluarga, kawasan Pantai Soge semakin lengkap dengan adanya spot foto berupa tulisan besar Pantai Soge. Ini adalah salah satu titik favorit pengunjung saat menikmati pesona Pantai Soge. Titik lain yang bisa Anda abadikan adalah titik di tepi JLS di atas pantai tersebut. Disini, dengan view background berupa laut lepas, semakin menambah pesona Pantai Soge.

Ketika mampir di Pantai Soge selama kurang lebih dua jam, rasanya tak cukup puas dan rasanya ingin menghabiskan waktu seharian, dari pagi hingga sore, agar bisa menyaksikan saat-saat matahari terbit dan terbenam. Pantai Soge ini kini dikelola Pemkab Pacitan bekerja sama dengan masyarakat Desa Sidomulyo.

Jembatan Soge

Jembatan Soge via IG @dwi_osmo

Selain pesona pantai, Anda masih akan disuguhi pemandangan lain yang tak kalah menakjubkan. Antara lain, jembatan Soge di salah satu ruas jalur lintas selatan setempat yang dibuat futuristik dengan desain konstruksi pipa lengkung di bagian atasnya sehingga menyerupai rangka kubah raksasa. Banyak wisatawan atau remaja lokal yang sengaja berhenti di sekitar jembatan Soge yang panjangnya 100 meter ini untuk sekadar berfoto atau menikmati pantai dari celah alur muara Sungai Soge.

Jembatan ini sering dijadikan wisatawan sebagai tempat nongkrong dan berfoto ria, atau lebih banyak menikmati pemandangan lepas pantai Puring saat pagi atau senja hari. Dan memang saat – saat yang tepat mengabadikan momen indah di jembatan ini adalah saat senja hari, dan anda bisa menikmati lembayung senja yang elok. Setelah puas berfoto ria, anda pun bisa menikmati makanan kecil dan minuman yang tersaji oleh para pedagan

Jembatan ini sudah menjadi salah satu ikon jalur lintas selatan Pacitan karena desain konstruksinya berbeda dengan jembatan-jembatan lain pada umumnya.

Tambak Udang

Tak jauh dari area jembatan Soge, Anda bisa menyaksikan budidaya tambak udang. Di area tersebut terdapat tambak udang Busmetik (Budidaya Udang Skala Mini  Empang Plastik). Tambak ini adalah tambak hasil pemberdayaan masyarakat yang digagas Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Mulyosari.

Tambak udang tersebut dikembangkan di areal 2,4 Ha mengembangkan udang selama 100 hari di tepi JLS Pantai Soge. Adapun, percobaan ini benihnya ditaburkan oleh Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono di  Desa Sidomuyo, Kecamatan Ngadirojo tahun 2013 lalu.




Tambak ini dikelola oleh  Posdaya Mulyosri dengan tiga empang yang  masing-masing empang berisi 120.000 benih udang. Pemeliharaannya  ditangani oleh 12 orang. Tambak udang ini kedepan akan dijadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Desa  Sidomulyo.

Tambak ini menjadi lumbung penghasilan masyarakat setempat, seperti pada hasil penjualan pertama diperkirakan menghasilkan Rp400 juta. Dan selama satu tahun  paling tidak akan panen 3 kali senilai Rp 1,2 miliar.

Demikianlah, banyak hal yang bisa Anda nikmati di Pantai Soge. Silahkan jadikan pantai inimenjadi daftar kunjungan Anda saat ke Pacitan. (RAPP002)

Permalink ke Tahun ini, Pemkab Anggarkan Rp 85 M Perbaiki 223 Ruas Jalan Rusak
Headline, Pacitan News

Tahun ini, Pemkab Anggarkan Rp 85 M Perbaiki 223 Ruas Jalan Rusak

Jalan Punung-Pringkuku via Desa Pelem

Pacitanku.com, PACITAN – Dana miliaran rupiah digelontorkan menutup lubang dan kerusakan di ratusan ruas jalan Pacitan. Tahun ini, pemkab mengalokasikan sedikitnya Rp 85 miliar dalam APBD 2017, untuk memperbaiki 223 jalan dan 13 jembatan yang tersebar di 12 kecamatan.

Perbaikan dilakukan serentak. Diperkirakan, sebanyak 223 ruas yang diperbaiki masih belum termasuk seluruh kerusakan yang ada di ruas jalan Pacitan. ‘’Titik kerusakan jalan ini menyebar. Ada banyak terutama di daerah-daerah berbukit,’’ terang Kabid Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Pacitan, Suparlan, baru-baru ini.




Suparlan menuturkan, anggaran perbaikan jalan dan jembatan yang digelontorkan tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu. Sebelumnya, anggaran untuk pos yang sama mencapai Rp 95 miliar. Tahun ini, berkurang karena titik kerusakan baru tidak begitu banyak jika dibandingkan dengan tahun anggaran sebelumnya.

Menurut Suparlan, berbagai jenis kerusakan terdapat di 223 ruas jalan yang akan diperbaiki itu. Mulai dari berlubang, retak, hingga amblas terbawa longsor. ‘’Ada semua di Pacitan. Jenis kerusakan apapun semua ada,’’ ujarnya.

Menurut Suparlan, penyebab utama sebagian besar jalan rusak di Pacitan adalah faktor geografis. Hampir sebagian besar jalan di Pacitan berlokasi di lereng tebing. Dengan mudah, longsoran material dari tebing pun menimbun atau bahkan ikut mendorong keretakan di badan jalan.

Selain itu, kelebihan beban muatan juga semakin memperparah kondisi kerusakan jalan. Terutama di daerah berbukit. Dimana banyak truk lewat membawa material seperti kayu atau bebatuan. ‘’Seringkali dengan kondisi jalan yang dengan mudah terbawa pergerakan tanah, kendaraan yang melintas overload (kelebihan beban muatan),’’ terangnya.

Sejauh ini, kerusakan jalan yang dirasa paling parah adalah di jembatan bailey, Gemaharjo, Tegalombo. Rupanya, pergerakan tanah tidak hanya terjadi disana. Di Nglaran, Tulakan, Dondong dan Pelem di Pringkuku, atau Kledung, Bandar, contohnya. Di empat wilayah tersebut, ruas jalan sama parahnya seperti yang terjadi di Gemaharjo.

Penanganan perbaikan infrastruktur di empat wilayah tersebut hampir sama. ‘’Paling efisien dan aman, ya pindahkan saja jalan dan jembatannya dari titik pergerakan tanah. Sebab, mau diperbaiki bagaimanapun, akan kembali amblas jika tidak pindah,’’ ujar Suparlan. (mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Hai Calon Mahasiswa, ini 3 Jalur Seleksi Masuk PTN, Kamu Pilih Mana?
Headline, Pendidikan

Hai Calon Mahasiswa, ini 3 Jalur Seleksi Masuk PTN, Kamu Pilih Mana?

Pacitanku.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti)  Mohammad Nasir,  telah meluncurkan secara resmi dimulainya kegiatan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2017, di Auditorium Utama Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (13/1) lalu.

Menurut Natsir, sebagaimana dilansir laman Setkab, berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor Nomor 126 Tahun 2016  tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada PTN, diatur bahwa  Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada PTN meliputi:

Pertama, jalur SNMPTN, yaitu seleksi berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik calon mahasiswa. Kemudian kedua adalah SBMPTN, yaitu seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dengan metode cetak (paper based testing) atau komputer (computer based testing), atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa.

Sedangkan ketiga adalah seleksi Mandiri, yaitu seleksi yang diatur dan ditetapkan oleh masing-masing PTN. Adapun mengenai jumlah alokasi daya tampung 100 persen pada setiap program studi PTN untuk ketiga jalur tersebut, menurut Menristekdikti, distribusinya sebagai berikut:

SNMPTN paling sedikit  30 persen; SBMPTN paling sedikit  30 persen; dan Seleksi Mandiri paling banyak 30 persen.“Pelaksanaan seleksi melalui SNMPTN berdasarkan hasil penelusuran prestasi dan portofolio akademik,” jelas Nasir.

Ia menyebutkan,  persyaratan sekolah untuk SMA/SMK/MA dapat mendaftarkan siswanya sebagai berikut: Akreditasi A : 50 % terbaik di sekolahnya;  Akreditasi B : 30 % terbaik di sekolahnya; Akreditasi C : 10% terbaik di sekolahnya; dan Akreditasi lainnya :  5%  terbaik di sekolahnya.




Adapun pelaksanaan  SBMPTN, menurut Menristekdikti, berdasarkan UJIAN TERTULIS dengan bentuk Computer Base Testing (CBT) atau Paper Base Testing (PBT),  atau kombinasi hasil UJIAN TERTULIS DAN UJIAN KETERAMPILAN.

“Untuk ujian berbentuk CBT pada SBMPTN 2017 ditetapkan peningkatan jumlah peserta mencapai 30.000 peserta. Sedangkan untuk jalur Seleksi Mandiri, dilaksanakan sendiri oleh masing-masing PTN setelah pengumuman SBMPTN. Seleksi Mandiri oleh masing-masing PTN salah satunya dengan menggunakan atau memanfaatkan nilai hasil tes SBMPTN yang difasilitasi oleh Panitia Pusat,” ungkap M. Nasir.

Pelaksanaan Seleksi Mandiri oleh masing-masing PTN, lanjut Menristekdikti,  hanya dilakukan  1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.

Menristekdikti menambahkan, calon peserta dari kalangan keluarga tidak mampu dapat mendaftar Program Bidikmisi dan harus mendaftar terlebih dahulu sebagai Calon peserta penerima Bidikmisi terlebih dahulu ke laman http://belmawa.ristekdikti.go.id/bidikmisi.

Kemudian, guna menjamin kelancaran dan kemudahan dalam pelaksanaan SBMPTN Panitia telah bekerjasama dengan PT Telkom, Bank Mandiri, dan Bank BNI, serta Bank BTN. Panitia telah mendapat jaminan bahwa  sekolah dan siswa  yang berasal dari daerah-daerah dengan keterbatasan akses, dapat menggunakan jasa outlet Plasa Telkom setempat untuk membantu proses pendaftaran online.

Kepada masyarakat khususnya para calon apabila memerlukan informasi lebih lanjut dapat menggunakan layanan informasi resmi melalui : laman SNMPTN http://www.snmptn.ac.id dan  http://halo.snmptn.ac.id serta call-center 0804 – 1450  450.

Adapun layanan informasi resmi untuk SBMPTN melalui http://www.sbmptn.ac.id dan http://halo.sbmptn.ac.id dan call-center 0804 – 1456 – 456. (RAPP002)