Penulis: Pacitanku

Permalink ke Pemprov Jatim Apresiasi Manajemen Lalu Lintas Mudik Lebaran 2017
Headline, Jatim

Pemprov Jatim Apresiasi Manajemen Lalu Lintas Mudik Lebaran 2017

Pasar Tumpah Tegalombomenjadi salah satu titik rawan mudik Lebaran. (Foto: Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengapresiasi manajamen lalu lintas arus mudik Lebaran 2017 yang dilakukan petugas keamanan sehingga berjalan aman dan lancar.

“Kami sangat apresiasi terhadap manajemen lalu lintas yang dilakukan polisi dibantu petugas gabungan lainnya selama arus mudik hingga hari ‘H’ Lebaran tahun ini,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin.

Menurut dia, langkah dan upaya petugas yang telah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan arus mudik terbukti mampu mengatasi kepadatan maupun kemacetan yang biasanya terjadi dalam waktu cukup lama.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, mengakui memang masih ditemukan kepadatan di sejumlah titik rawan di beberapa wilayah di Jatim, namun tidak seperti yang dikhawatirkan selama ini.

“Ada beberapa titik yang padat, tapi Alhamdulillah mampu diatasi dan berlangsung tidak lama seperti dulu-dulu. Persiapan yang matang dan manajamen tepat terbukti sangat pas,” ucap orang nomor dua di Pemprov Jatim tersebut.




Mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut berharap pada arus balik nantinya pemudik tetap waspada dan berhati-hati di jalan karena berdasarkan data kecelakaan lebih banyak terjadi saat balik.

“Semoga tidak ada kecelakaan berarti, bahkan nihil insiden. Patuhi rambu lalu lintas dan ikuti arahan petugas di jalan,” ucapnya, berharap.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan secara umum arus lalu lintas pada mudik Lebaran tahun ini berjalan lancar.

“Alhamdulillah kondisi di Jawa Timur aman dan terkendali. Arus lalu lintas dari arah timur ke barat semuanya lancar, bahkan cenderung sepi. Demikian juga dari arah barat ke timur,” kata jenderal polisi bintang dua tersebut. (RAPP002/Ant)

Permalink ke Ini Daftar 6 Makanan Paling Populer Saat Lebaran di Pacitan
Headline, Kuliner

Ini Daftar 6 Makanan Paling Populer Saat Lebaran di Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN – Saat Lebaran, tak lengkap rasanya jika tak menikmati sajian hidangan makanan khas Lebaran. Di Pacitan sendiri banyak terdapat makanan yang paling sering dibuat oleh masyarakat Pacitan sebagai hidangan Lebaran. Apa saja makanan tersebut. Berikut rinciannya.

1. Madumongso

Madumongso. Ilustrasi Foto IST

Madumongso adalah makanan ringan yang terbuat dari ketan hitam sebagai bahan dasarnya. Rasanya asam bercampur manis karena ketan hitam sebelumnya diolah dahulu menjadi tapai (melalui proses fermentasi). Setelah jadi kemudian diolah lagi dengan menambahkan gula, santan, dan beberapa buah nanas sebelum kemudian dimasak hingga menjadi seperti dodol/jenang. Madumongso biasanya dibungkus kertas minyak yang berwarna-warni. Makanan ini menjadi pelengkap kue lebaran, dan biasanya masyarakat Pacitan membuat kue ini sebagai salah satu sajian saat Lebaran.

2. Kembang goyang

Kue Kembang Goyang adalah salah satu kue tradisional. kembang goyang berasal dari bentuknya yang menyerupai kelopak bunga atau kembang dan proses membuatnya digoyang-goyang hingga adonan terlepas dari cetakan. Kue kering ini disebut Kembang Goyang karena ketika akan digoreng cetakan digoyang-goyangkan di atas minyak panas.

Seiring perkembangan, kue ini pun mengalami penambahan varian rasa. Beberapa tetes essens frambozen, essens pandan, dan biji wijen sebagai variasi rasa hingga penambahan warna membuat penampilan kembang goyang terlihat begitu menarik.

Sebagai kue yang dihidangkan di toples bening, kembang goyang sangat cantik jika ditata dengan apik. Kue kembang goyang bentuknya menyerupai bunga atau kembang yang sedang mekar. Kue ini biasanya juga menjadi salah satu sajian khas saat Lebaran.

3. Jenang Pacitan

Jenang Dodol Khas Pacitan. (Foto : Dok.Pacitanku)

Kuliner Pacitan, Jenang Dodol.

Jenang satu ini adalah satu dari sekian banyak kuliner khas Pacitan yang menyajikan sensasi rasa yang ngangeni. Dengan bentuk kecil namun kenyal, manis, dan bertaburkan wijen sebagai pelengkap, rasa dari jenang dodol Pacitan ini cukup nikmat kala menyentuh dinding – dinding di rongga mulut. Rasanya pun begitu manis dan wangi, sehingga jenang dodol Pacitan ini bisa dikatakan sebagai kuliner unggulan di Pacitan.

Jenang dodol Pacitan sendiri banyak ditemui di beberapa toko oleh – oleh khas Pacitan dengan harga yang bervariasi. Dengan berbahan baku tepung beras ketan, gula, dan santan sebagai bahan baku utama, jenang dodol Pacitan dapat dikategorikan kuliner yang dikonsumsi dengan bentuk sebagaimana adanya tanpa memerlukan rehidrasi serta cukup awet.

Selain itu, bahan baku tambahan jenang dodol Pacitan adalah vanili dan wijen untuk mendapatkan rasa yang khas. Biasanya, jenang dodol Pacitan ini cocok dikonsumsi sebagai oleh – oleh bagi keluarga, kerabat, atau bahkan dikonsumsi sendiri sebagai camilan dirumah saat Lebaran.

4. Rengginang/krecek

Rengginang atau sebagian orang Pacitan menyebut krecek, adalah sejenis kerupuk yang terbuat dari nasi atau ketan yang dikeringkan lalu digoreng panas. Agak berbeda dari jenis kerupuk lain yang umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan seperti tepung tapioka atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak dihancurkan sehingga bentuk butiran nasi atau ketannya masih tampak.

Agak berbeda dari jenis kerupuk lain yang umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan seperti tepung tapioka atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak dihancurkan sehingga bentuk butiran nasi atau ketannya masih tampak. Seringkali rengginang dibuat dari nasi sisa yang tak termakan, lalu dijemur dan dikeringkan untuk kemudian digoreng dan dijadikan rengginang atau krecek.

5. Ketupat

Ketupat atau kupat adalah hidangan khas Indonesia dengan berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa muda (janur). Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Lebaran sampai 5 hari berikutnya ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa.

Ada dua bentuk utama ketupat yaitu kepal bersudut 7 (lebih umum) dan jajaran genjang bersudut 6. Masing-masing bentuk memiliki alur anyaman yang berbeda. Untuk membuat ketupat perlu dipilih janur yang berkualitas yaitu yang panjang dan lebar, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Biasanya, selain ketupat, masyarakat Pacitan juga memasak lontong sebagai pelengkap kuliner Lebaran.

6. Opor ayam

Opor ayam merupakan masakan yang sangat dikenal di Indonesia. Opor ayam diklaim berasal dari daerah berbudaya Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur sebelah barat. Meskipun demikian, masakan ini juga telah dikenal luas di daerah lain.

Opor ayam sebenarnya adalah ayam rebus yang diberi bumbu kental dari santan yang ditambah berbagai bumbu seperti serai, kencur, dan sebagainya. Dalam tradisi Jawa, perayaan Lebaran biasanya dibuat meriah dengan membuat ketupat yang disajikan dengan opor ayam dan sambal goreng hati. Masakan ini juga menjadi salah satu masakan paling populer di Pacitan yang banyak dijumpai saat Lebaran.

Permalink ke Bupati Gelar “Open House” di Pendopo, Silahkan Warga Pacitan Berkunjung
Headline, Pemerintahan

Bupati Gelar “Open House” di Pendopo, Silahkan Warga Pacitan Berkunjung

Bupati Pacitan menggelar open house di Pendopo Kabupaten. (Foto: Humas Pemkab)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Indartato didampingi istri, Luky Tribaskorrowati Indartato, bersama Wakil Bupati Yudi Sumbogo, menggelar “open house” Idul Fitri 1438 Hijriah di Pendopo Kabupaten Pacitan, Ahad (25/6/2017).

Acara yang digelar sejak pukul 08.00 WIB itu, dihadiri oleh warga Pacitan serta sejumlah pejabat di lingkup sekretariat daerah maupun para kepala Perangkat Daerah (OPD) beserta keluarganya.

Acara “open house” dilakukan rutin setiap tahun untuk mempererat tali silaturahim di kalangan pejabat pemerintah serta masyarakat Pacitan.




Menurut Indartato, kegiatan open house semacam telah menjadi tradisi. Selain untuk ajang saling silaturahmi, agenda kegiatan yang satu ini juga menjadi salah satu cara menjaga kedekatan antara pemimpin dan masyarakat.

“Tidak hanya sekedar bertemu dan bersalam-salaman. Tetapi juga menjaga silaturahmi dan kedekatan dengan masyarakat,” kata dia.

Tak hanya dilingkup instansi pemerintah daerah, warga masyarakat umum dan tokoh masyarakat juga datang untuk bersilaturahmi. Usai bersalaman mereka kemudian dijamu dengan berbagai makanan yang memang telah disiapkan sebelumnya.

Siapapun warga yang ingin bertemu langsung dan bersalaman dengan Bupati Pacitan bisa langsung mengunjungi Pendopo Kabupaten.

Pewarta: Tarmuj/arif/danang/humaspacitan
Editor: Dwi Purnawan

Permalink ke Kakek Asal Pacitan Lebaran di Penjara Setelah Kepergok Curi Kotak Amal
Hukum dan Kriminal

Kakek Asal Pacitan Lebaran di Penjara Setelah Kepergok Curi Kotak Amal

Seorang kakek diamankan setelah curi kotak amal. (Foto: KRjogja.com)

Pacitanku.com, DI YOGYAKARTA – Bukannya berangkat ke masjid untuk beribadah, seorang kakek malah pulang membawa kotak infaq. Dengan berpura-pura menjalankan salat, San (70) warga Pacitan menggondol kotak amal berisi uang ratusan ribu rupiah. Akibat perbuatannya itu tersangka dipastikan akan Lebaran di balik jeruji sel tahanan.

Kapolsekta Mantrijeron, Kompol Agus Setyabudi mengungkapkan, pencurian kotak infaq tersebut terjadi di Masjid Al Falah, Seryodiningratan, Jumat (23/06/2017). Pelaku datang ke masjid tersebut dan berpura-pura melaksanakan Salat Ashar.

Usai ibadah tersangka berpura-pura berdoa lalu berdzikir. Setelah situasi sepi pelaku langsung keluar masjid sambil membawa kotak amal yang berada di sudut ruangan, namun aksi tersebut diketahui seorang takmir.




Pelaku cepat-cepat kabur dengan menggunakan sepeda onthel namun akhirnya berhasil ditangkap warga bersama para takmir. Karena kondisi tersangka yang sudah renta, massa tak menghakiminya dan langsung diserahkan kepada Polisi.

“Tersangka mengambil kotak amal berisi Rp 670 ribu. Yang bersangkutan telah kami amankan berikut barang bukti kejahatan,” terang Agus Setyabudi di Mapolsekta Mantrijeron, Sabtu (24/06/2017), dikutip dari KRjogja.com.

Dari pengakuan tersangka, ia telah melakukan pencurian di masjid tersebut sebanyak tiga kali. Kini Polisi tengah mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap adanya TKP lain tindak kejahatan yang dilakukan tersangka.

Permalink ke Kunjungi Pos Pantau Mudik, Bupati Pacitan: Terimakasih Kepada Para Petugas
Headline, Pemerintahan

Kunjungi Pos Pantau Mudik, Bupati Pacitan: Terimakasih Kepada Para Petugas

Indartato saat memantau pos mudik di Punung. (Foto: Humas Pemkab)

Pacitanku.com, PUNUNG – Bupati Pacitan Indartato mengapresiasi para petugas yang tergabung dalam pengamanan mudik Lebaran di Pacitan. Hal tersebut disampaikan Indartato saat mengunjungi beberapa pos pantau mudik Lebaran, Sabtu (24/6/2017) di Kecamatan Punung, Pacitan.

 “Saya berterima kasih kepada para petugas. Baik dari kepolisian maupun semua yang ikut terlibat dalam pengamanan mudik Lebaran,” katanya.

Indartato mengatakan bahwa tugas para petugas keamanan mudik tidak mudah, karena bertanggungjawab atas kelancaran pemudik yang akan pulang kampung. Baik sebelum maupun paska lebaran.

Tidak itu saja, menurut Indartato, mereka juga harus memastikan keselamatan para pemudik sehingga dapat bersilaturahmi dengan keluarganya. “Disisi lain mereka juga memiliki keluarga. Dan saat-saat ini harus ditinggalkan untuk mengemban tugas. Bukan hanya saat arus mudik dan balik, tetapi juga di obyek-obyek wisata,” tukasnya.




Selain melihat dari dekat kesiapan jajaran keamanan, Bupati secara simbolis juga menyerahkan bingkisan. Usai pos pantau di Kecamatan Punung, rombongan kemudian mengunjungi sarana serupa di sekitar alun-alun Kota Pacitan.

Tahun ini pengamanan mudik dan balik lebaran melibatkan sedikitnya 200 personil dari kepolisian. Jumlah tersebut belum termasuk anggota TNI, instansi pemerintah, maupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Mereka ditempatkan pada enam pos terpadu yang tersebar di beberapa titik rawan mudik di Pacitan.

Pewarta: Arif/tarmuji/pranoto/humaspacitan
Editor: Dwi Purnawan

 

Permalink ke Semaraknya Gema Takbir Keliling di Kampung Halaman SBY di Pacitan
Headline, Pemerintahan

Semaraknya Gema Takbir Keliling di Kampung Halaman SBY di Pacitan

Bupati didampingi Wabup melepas peserta takbir keliling di Pacitan. (Foto: Humas Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Setelah pemerintah resmi menetapkan 1 Syawal 1438 H jatuh pada Ahad (25/6/2017), ribuan warga Pacitan yang terdiri dari para pelajar dan dinas di lingkup Pemerintah Kabupaten Pacitan bersuka cita dengan menggalar gema takbir keliling yang diselenggarakan oleh Pemkab Pacitan, Sabtu (24/6/2017).

Bupati Pacitan Indartato, dalam sambutannya mengatakan bahwa gema takbir keliling dengan “Dengan tema melalui gema takbir kita perkokoh persatuan dan kesatuan antar warga masyarakat” ini diharapkan dapat meningkatkan ukhuwah islamiyah.

“Ini menjadi kemenangan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan. Dengan ukhuwah islamiyah kita dengungkan asma Allah SWT, “kata Indartato.



Peserta takbir keliling Pemkab Pacitan. (Foto: Humas Pemkab)

Dalam kesempatan tersebut, Indartato didampingi Wakil Bupati Yudi Sumbogo memberangkatkan ribuan peserta dari depan kantor bupati untuk selanjutnya menyusuri rute yang telah ditentukan.

Para peserta  menyusuri rute yang ditentukan. Yakni start Jalan Jaksa Agung Suprapto (depan halaman pendopo), Jalan Diponegoro, belok kiri arah perempatan Penceng. Selanjutnya peserta menyusuri Jalan Basuki Rahmad hingga pertigaan Pembangunan Grup dan belok kiri. Sampai di perempatan makam Giri Sampurno, peserta berbelok kekanan menyusuri jalan Veteran untuk selanjutnya finish di alun-alun Kota.

Alunan takbir pun bertalu-talu dihiasi pawai oncor dari para pelajar yang menghiasi malam di Pacitan kota. Busana muslim serba putih dan suara bedug dan takbir terus bergema di sepanjang jalan protokol di Kota Pacitan. Agenda takbir keliling yang digelar Pemkab Pacitan ini berjalan dengan lancar.

Selain menggelar takbir keliling, Pemkab juga menggelar Shalat Idul Fitri yang direncanakan digelar di alun-alun Pacitan pada Ahad (25/6/2017) sesuai dengan kesepakatan organisasi masyarakat di Pacitan. Namun melihat kondisi rumput alun-alun yan terkena air hujan, informasi yang beredar sholat Idul Fitri akan dipindah ke Masjid Agung Darul Falah.

Pewarta: Arif/ Tarmuji/Pranoto/Humas
Editor: Dwi Purnawaan