Tag: Pacitan

Permalink ke Bupati Pacitan Resmikan Kampung KB Tingkat Kabupaten
Headline, Pemerintahan

Bupati Pacitan Resmikan Kampung KB Tingkat Kabupaten

Bupati Pacitan saat mencanangkan Kampung KB tingkat Kabupaten di Pringkuku.

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM resmi membuka kampung Keluarga Berencana (KB) tingkat Kabupaten pada Senin (22/5/2017) di Dusun Gesingan, Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku. Pencanangan Kampung KB dibuka dengan ditandai pemukulan gong oleh Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati Indartato berharap dengan adanya kampung KB tingkat Kabupaten tersebut, kesejahteraan masyarakat Pacitan lebih meningkat. “Mohon dukunganya untuk pencanangan program KB karena dalam program Kampung KB ini termasuk sukses karena kerjasama kita semua, dengan KB hidup bisa lebih sejahtera,”katanya.

Sementara, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur Kushendarwito dalam sambutannya mengatakan bahwa adanya kampung KB tersebut dicanangkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.“Kampung KB ini dicanangkan langsung oleh Bapak presiden joko widodo karena program KB termasuk dalam program nawacita,”ujarnya.




Untuk itu, dia berharap kepada masyarakat Pacitan untuk memanfaatkan keberadaan kampung KB tersebut untuk pengurusan administrasi kependudukan. “Apabila ada warga yang belum mempunyai akte kelahiran di gratiskan untuk pengurusan akte kelahiran,”tukasnya.

Turut hadir dalam pencanangan kampung KB yang dihadiri 900 warga tersebut, Kushendarwito kepala BKKBN Jatim, Bupati Pacitan Indartato bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luky Tribaskorowati Indartato. Selain itu turut hadir juga Sekretaris Daerah Pacitan Suko Wiyono bersama Betty Suko Wiyono, Trihariadi Hendra Purwaka Kepala Badan Keluarga Berencana dan Perberdayaan Perempuan Kabupaten Pacitan.

Sebagai informasi, Pemkab Pacitan menargetkan mampu membangun Kampung KB pada 2017 di masing-masing kecamatan, sebagai upaya menekan angka pertumbuhan penduduk.

Trihariadi Hendra Purwaka mengatakan bahwa pembangunan Kampung KB ini akan tersebar pada setiap kecamatan.“Masing-masing Kecamatan membentuk satu Kampung KB yang bertujuan melakukan berbagai langkah penguatan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga yang benar-benar memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target, serta penguatan kegiatan-kegiatan prioritas secara komprehensif dan berkelanjutan diseluruh tingkatan wilayah,”katanya.

Kontributor: Sarwono
Editor: Dwi Purnawan

Permalink ke Harkitnas, Pemerintah Akui Masih Ada Kesenjangan Pembangunan
Headline, Pemerintahan

Harkitnas, Pemerintah Akui Masih Ada Kesenjangan Pembangunan

Peringatan Harkitnas di Pacitan.

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah mengakui bahwa kesenjangan pembangunan masih menjadi kendala dalam pemerataan pembangunan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Bupati Pacitan Indartato saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 109 pada Senin (22/5/2017) di halaman Pendopo Kabupaten Pacitan.

“Pada awal tahun 2017 angkanya mambaik dibanding tahun sebelumnya koefisien Nisbah Gini atau Gini Ratio yang merupakan ukuran kesenjangan distribusi pendapatan dan kekayaan penduduk masih sekitar 40 %, untuk itu bapak Presiden meminta kepada penyelenggara negara untuk bekerja keras menurunkan indek kesenjangan tersebut melalui langkah yang multidimensi,”katanya.

Lebih lanjut, Indartato mengungkapkan bahwa masalah kesenjangan bukan masalah bangsa Indonesia, melainkan negara maju masih berkutat pada masalah kesenjangan.

“Beberapa negara bahkan mencatat kesenjangan ada yang lebih tinggi dibanding Indonesia namun bagi kita mewujutkan pemerataan yang berkeadilan sosial adalah juga menjadi penghirmatan terhadap cita – cita peletak dasar bangunan kebangsaan yang menginginkan tidak ada jurang yang membatasi penyebaran kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,”jelasnya.




Menurutnya, dengan momentum kebangkitan nasioanal, hanya akan berarti apabila tidak ada satu anak bangsa yang tercecer dalam gerbong kebangkitan tersebut. “Pemerintah berupaya miningkatkan kesejahteraan dengan membangun listrik di 2500 Desa yang belum mendapat aliran listrik, pembangunan jalan trans Papua yang dicoba langsung olah Presiden Joko Widodo dari 4.300 KM  yang ditargetkan sudah dibuka 3.800 km,”pungkasnya.

Dalam kesempatan upacara tersebut, bertindak sebagai Pemimpin Upacara adalah Kapten Infanteri Agus Setyawan dan Komandan Upacara Kapten Infanteri Dadut S dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0801 Pacitan.

Adapun dalam upacara Harkitnas yang diikuti 200 peserta tersebut, terdiri dari dari skesatuan TNI Kodim Pacitan, jajaran Polres Pacitan, jajaran Satpol PP, Korpri, organisasi pemuda, pelajar dan Pramuka.

Turut hadir dalam kesempatan itu Bupati Indartato, Wakil Bupati Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono, Ketua DPRD Ronny Wahyono, Kalandri Dwiyanto, Kepala Kemenag Nurul Huda, pimpinan TNI-POLRI serta tokokh agama dan tokoh masyarakat di Pacitan.

Kontributor: Sarwono
Editor: Dwi Purnawan

 

Permalink ke Waduh, 450 Warga Meninggal di Ngadirojo Masih Tercatat di Disdukcapil Pacitan
Headline, Pemerintahan

Waduh, 450 Warga Meninggal di Ngadirojo Masih Tercatat di Disdukcapil Pacitan

E-KTP Pacitan (Foto : DOk.Pacitanku)

E-KTP Pacitan (Foto : DOk.Pacitanku)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Data fiktif mungkin bisa jadi salah satu faktor penyebab jumlah penduduk Indonesia tembus dua ratusan juta. Seperti yang terdata di Kabupaten Pacitan. Ratusan warga Kecamatan Ngadirojo, ternyata berstatus fiktif.

Sedikitnya 450 warga dari 18 desa yang sudah meninggal  nyatanya masih tercatat di data kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) pemkab setempat. Ini lantaran belum adanya akta kematian yang dijadikan dasar pencoretan data penduduk.

Ironisnya, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak empat terakhir. Jika tidak segera dilakukan validasi, dikhawatirkan data fiktif tersebut bisa memicu masalah dikemudian hari.

‘’Pihak kecamatan sudah melaporkan temuan tersebut ke Disdukcapil, namun belum ada tindak lanjut,’’ ungkap Camat Ngadirojo, Gunawan, baru-baru ini.




Ia mengatakan, tidak validnya data kependudukan di Kecamatan Ngadirojo berlangsung sejak thun 2013 lalu. Semula jumlahnya hanya puluhan, namun karena tidak segera dilakukan validasi bertambah hingga mencapai 450.

‘’Memang betul, Disdukcapil sendiri tidak berani mencoret, karena akta kematian sebagai dasar untuk pencoretan itu tidak ada,’’ terangnya.

Jika data kependudukan di Ngadirojo tidak segera dikoreksi, Gunawan khawatir akan menimbulkan masalah kependudukan di wilayahnya. Yang paling rawan, munculnya DPT fiktif pada gelaran pilkada pada 2018 mendatang.

Namun, data penduduk fiktif tersebut tidak mempengaruhi urusan penyaluran bantuan.  Sebab, sejauh ini, data yang digunakan untuk sejumlah program bantuan seperti Grindulu Mapan menggunakan data tersendiri.

‘’Yang paling rawan, ya munculnya DPT fiktif itu. Kalau soal bantuan, tidak berdampak karena datanya berbeda,’’ ujarnya.

Gunawan menyebut, kesadaran masyarakat juga jadi biang tidak validnya data kependudukan. Masih banyak warga kecamatannya yang enggan mengurus akta kematian.

Akta tersebut baru diurus jika keluarga ahli waris membutuhkannya sebagai persyaratan dalam urusan tertentu. Misalnya, pengurusan hak waris, atau sebagai syarat pendaftaran di institusi militer.

‘’Kami akui kesadaran masyarakat memang masih kurang dalam mengurus akta kematian. Kami sudah berkoordinasi dengan Disdukcapil mengenai hal itu,’’ katanya.

Terpisah, ketika berusaha dikonfirmasi melalui telepon, Kepala Disdukcapil, Muhammad Fathony, yang saat ini tengah berada di Gorontalo, tidak menjawab. Begitu pula dengan Kabid Perkembangan Kependudukan Disdukcapil, Ari Januarsih.

Sumber: Jawa Pos Radar Madiun

 

Permalink ke Selamat, Pacitan Masuk Daerah Kategori Bebas BAB Sembarangan
Headline, Kesehatan

Selamat, Pacitan Masuk Daerah Kategori Bebas BAB Sembarangan

Ilustrasi larangan BAB Sembarangan.

Pacitanku.com, JAKARTA – Kabupaten Pacitan, Jawa Timur masuk dalam kategori Kabupaten bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Tahun 2017. Pacitan masuk kategori bersama lima kabupaten lain yakni Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Magetan, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Nganjuk.  Penetapan kategori ini diketahui berdasarkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Smart tahun 2017.

Menurut Direktur Kesehatan Lingkungan Dirjen Kesmas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Agus N mengatakan ada enam kabupaten yang sudah bebas dari BAB sembarangan. “Gunung Kidul, Magetan, Grobogan, Ngawi, Pacitan, dan Nganjuk. Satu tingkat Kota baru-baru ini Kupang,” tandasnya, Kamis (18/5/2017).

Imran mengatakan bahwa Pemerintah RI juga mencanangkan akses sanitasi dan air minum baik tahun 2019. “81 persen lebih untuk sanitasinya dan 89 persen. Kecamatan Adiluwih dan Banyumas juga sudah hampir semuanya. Ini juga harus digerakkan dari semuanya termasuk puskesmas. Lingkungannya jangan sampai tercemar,” jelasnya.

Penerapan lima pilar, kata dia, Stop BAB sembarangan, CTPS (cuci tangan pakai sabun), pengelolaan air minum, sampah, dan pengolahan limbah cair rumah tangga tidak hanya di masyarakat tapi dirumah tangga. “Saya cukup mengapresiasi yang dilakukan Kabupaten Pringsewu khususnya kecamatan Pagelaran. Saya juga bersyukur sekali. Semoga masyarakat dapat mengakses sanitasi dengan baik,” pungkasnya.

Sebagai informasi, agenda bebas BABS merupakan bagian Peraturan Presiden RI No 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2015-2019, yakni Program 100 0 100. Pemkab Pacitan sendiri terus berupaya menyukseskan gerakan 100-0-100 di bidang permukiman dan lingkungan. Gerakan tersebut adalah bersama mewujudkan 100% akses air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi.




Namun demikian, menurut Heru Wiwoho Supardi Putra, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pacitan, dalam menyukseskan gerakan tersebut, perlu adanya keterlibatan dan sinergitas pihak terkait dan masyarakat Pacitan.“Dalam penanganan kumuh, agar tercapai ‘Kota Pacitan Tanpa Kumuh 2019’ perlu adanya keterlibatan masyarakat dan peran pemerintah dalam mendukung program,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Sebagaimana Berdasar Keputusan Bupati Pacitan Nomor 188.45/604.A/KPTS/408.21/2015, Penetapan Lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh di Kabupaten Pacitan ada 6 lokasi di 5 desa/kelurahan dengan luas total 14,22 Ha dan akan dikembangkan dalam penanganan kumuh ini dengan lokasi kawasan minapolitan dan agropolitan.

Secara nasional, anggota Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) telah mendeklarasikan komitmen bersama pada tahun 2019 mendatang, bangsa Indonesia tidak ada lagi warga Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Kamis (23/11/2016) lalu. 

Deklarasi komitmen ini dibacakan oleh Ketua Divisi Advokasi AKKOPSI, Illiza Sa’aduddin Djamal. Dalam naskah deklarasi yang dibacakan Wali Kota Banda Aceh non-aktif, ada 6 poin komitmen. Seluruh komitmen itu penekanannya agar semua walikota dan bupati punya visi yang sama mengelola sanitasi dan air bersih yang layak. Termasuk, meningkatkan kualitas dan peran regulator serta operator layanan air limbah.

“Setidaknya mewujudkan stop perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dalam kurun waktu 2016-2019, komitmen ini harus dijalankan di daerah dengan penuh disiplin dan kesadaran tinggi sebagai pengejawantahan layanan dasar yang sudah menjadi kewajiban kabupaten/kota untuk seluruh masyarakat,” ungkap Illiza.

Permalink ke Canangkan Bulan Bhakti Gotong Royong, Indartato Tinjau Perbaikan Jalan di Ngadirojo
Headline, Pemerintahan

Canangkan Bulan Bhakti Gotong Royong, Indartato Tinjau Perbaikan Jalan di Ngadirojo

Indartato saat meninjau perbaikan jalan di Ngadirojo. (Foto: Humas)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM menyebut bahwa kerukunan dan kebersamaan yang diwujudkan dalam budaya gotong royong sebagai modal membangun bangsa harus tetap terpelihara.

Hal itu disampaikan Bupati Indartato saat pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGRM) XIV dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45 di Desa Ngadirojo Kecamatan Ngadirojo, Kamis (18/5/2017). Dalam kesempatan tersebut, Indartato juga meninjau perbaikan dan rabat jalan desa tersebut. “Kita tidak bisa hidup sendirian, pasti membutuhkan bantuan orang lain, inilah perlunya kita bergotong royong,” katanya.

Dikatakan Indartato, gotong royong juga memberikan pengaruh kuat terhadap keberhasilan program pembangunan. Karena pelaksanaannya tidak mampu dilakukan satu pihak saja, yakni hanya tertumpu pada pemerintah, tetapi juga peran serta masyarakat.




Sehingga dengan menjaga nilai-nilai kegotong royongan, maka rakyat akan memiliki kepedulian besar terhadap sesama maupun lingkungan. “Terlibatnya semua lapisan masyarakat akan mendorong terwujudnya tata pemerintahan yang baik,” ucap Bupati.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan Luki Indartato dalam sambutannya mengungkapkan, pada setiap peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK untuk melakukan evaluasi kinerja. “Siklus manajemen program dan kelembagaan patut kita lakukan karena selaras dengan tujuan organisasi,” ungkapnya.

Program kerja Tim Penggerak PKK sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen perencanaan pembangunan pemerintah. “Sehingga seluruh 10 program pokok PKK pada hakekatnya juga harus selaras dengan program pemerintah,” tandasnya.

BBGRM berlangsung selama sebulan selama bulan Mei 2017 dengan menitik beratkan 4 bidang sasaran. Antara lain, bidang kemasyarakatan, bidang sosial budaya dan agama, bidang lingkungan serta bidang ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan kejuaraan atas prestasi desa dalam lomba BBGRM serta lomba desa. Untuk Lomba BBGRM juara 1 diraih Desa Cemeng Kecamatan Punung yang sekaligus mewakili Kabupaten Pacitan di tingkat Provinsi dan menyabet penghargaan terbaik.

Juara II Desa Karanganyar Kecamatan Kebonagung serta Juara III Desa Bodag Kecamatan Ngadirojo. Untuk lomba Desa juara I diraih Desa Cemeng Kecamatan Punung, Juara II Desa Tahunan Kecamatan Tegalombo serta Juara III diraih desa Sumberharjo Kecamatan Pacitan. (Humas/RAPP002)

Permalink ke Pemkab Pacitan akan Adopsi Penyelanggaraan Parade Surya Senja Pemprov Jatim
Budaya, Headline, Pendidikan

Pemkab Pacitan akan Adopsi Penyelanggaraan Parade Surya Senja Pemprov Jatim

PSS. Wabup Yudi Sumbogo mendampingi tim dalampenampilan PSS di Surabaya, Rabu.

Pacitanku.com, SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Pacitan akan mengadopsi konsep penyelenggaraan Parade Surya Senja (PSS) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Grahadi Surabaya, yang digelar setiap tanggal 17.

Dalam kegiatan PSS tersebut, bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Sutartib Kasat Pol PPJatim dan bertugas sebagai Komandan Upacara adalah Mohammad Afif Dermawan yang merupakan anggota Menwa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya.

Wakil Bupati Pacitan, Yudi Sumbogo dalam keterangannya pada Rabu (17/5/2017) di Surabaya mengatakan bahwa kegiatan PSS ini sangat bagus. Apalagi, katanya, para peserta yang berasal dari daerah lain di luar Kota Surabaya termasuk DB Tirta Husada dari SMPN Arjosari Pacitan.




Dirinya juga akan mencontoh dan mempelajari manajemen perhelatan yang kental dengan nilai nilai semangat nasionalisme patriotisme ini. “Saya bangga dan mengapresiasi acara ini serta akan terinspirasi untuk diadakan di Kabupaten Pacitan setiap tanggal 17,”katanya.

Dia mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk berkreasi terutama drumband dan seni budaya bagi generasi muda dari pelajar sampai mahasiswa. Menyinggung pembinaan cinta tanah air dari PSS dan Upacara Penurunan Bendera bagi anak bangsa terutama di Jawa Timur.

Dirinya berharap, generasi muda saat ini dapat lebih menghayati lebih dalam makna semangat nasionalisme persatuan dan kesatuan bangsa. “Justru saya berharap di jaman globalisasi ini generasi muda harus lebih tangguh dan punya sikap jati diri yang tinggi sebagai bangsa Indonesia ,”tukas mantan legislator Partai Demokrat ini.

Pria yang akrab disapa Mbogo ini berharap generasi muda Pacitan dapat membendung arus globalisasi dunia terutama budaya asing yang bertolak belakang dengan budaya bangsa Indonesia yang lebih adiluhung.

Sementara, terkait ikon Pacitan Kota 1001 Goa, Mbogo mengatakan potensi keindahan alam menjadi andalan daerah tujuan wisata baik turis domestik maupun mancanegara, tercatat panjang pantai 71 km berada di wilayah 6 kecamatan.

“1001 Goa memang di Pacitan terdapat banyak goa  bahkan sudah terkenal di Asia Tenggara termasuk goa Luweng jaran  berada di barat Pacitan, yang punya luas 17 km bahkan kalau ingin turun harus dengan rafting, ini yang akan kita garap sebagai destinasi andalan,”jelasnya.

Dalam PSS tersebut digelar berbagai atraksi, seperti drumband dan menari, dari DB Legion Christy TK Don Bosco Surabaya, DB Gita Sepuluh November TK 10 November Kampus ITS Surabaya, DB Wijaya Kusuma TK DWP Kebonsari Sidoarjo, DB Gita Jenaka TAK YKK 1 Bangkalan, DB Gema Masyithoh RA Masyithoh Pandaan Pasuruan.

Kemudian juga Tari Incling Jangget SDN Kedurus I Surabaya, DB Tirta Husada SMPN Arjosari Pacitan dan Drum Corp Laskar Garuda Pemkab Probolinggo. (Kominfo)