Tag: Pacitan

Permalink ke Pacitan 0 Km Semakin Menarik, Saatnya Bertualang dari Titik Paling Tengah di Kampung Halaman SBY
Headline, Wisata

Pacitan 0 Km Semakin Menarik, Saatnya Bertualang dari Titik Paling Tengah di Kampung Halaman SBY

Tugu baru Pacitan 0 Km yang lebih berwarna. (Foto: Arif Sasono/Info Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Banyak orang bingung saat ditanya titik nol Pacitan. Letak titik nol kilometer berada di depan seberang tugu pancasila di alun-alun bagian selatan, atau terletak di Jalan Ahmad Yani Pacitan, atau di depan persis Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pacitan.

Pemkab setempat akhirnya kembali membangun papan tulisan “Pacitan 0 Km” tersebut. Tugu Kilometer Nol Pacitan kini semakin menarik tampilannya. Semakin pantas dijadikan tempat berfoto sebagai kenang-kenangan tanda sudah pernah sampai ke titik paling tengah di Kabupaten Pacitan. Tugu Pacitan 0 Km ini jika ditarik garis lurus sejajar dengan Pendopo Kabupaten Pacitan.

Sebelum dibuat menarik dan lebih mencolok, tugu Pacitan 0 Km ini sendiri awalnya hanya sebuah papan tanda dari “pathok” bertuliskan 0 Km. Di depan tulisan Pacitan 0 Km, dulu membentang jalan di tengah alun-alun yang menuju ke kantor pusat Pemerintah Kabupaten Pacitan. Tepat di seberang titik 0 Km tersebut, ada tugu pancasila yang juga mengalami pembaruan

Titik Pacitan 0 Km sebelum dipugar Pemkab. (Foto: Arif Sasono/Info Pacitan)




Berubahnya penampilan tugu tersebut setelah Pemkab Pacitan menambah tulisan Pacitan 0 Km secara mencolok dengan kombinasi warna merah, putih dan kuning. Sementara tugu awal Pacitan 0 Km tetap ada. Tulisan “0” pada rangkaian “Pacitan 0 Km” dibuat mencolok besar dengan warna merah. Di depan tulisan tersebut, Pemkab menambahkan taman mini yang menambah keindahan titik Pacitan 0 Km.

Sebagai infromasi, kawasan di sekitar titik nol kilometer ini merupakan kawasan yang cukup menyejarah yang menegaskan pusat pemerintahan di Pacitan. Di kiri-kanan, ada bangunan yang merupakan usat pemerintahan, seperti Pendopo Kabupaten, Alun-alun Pacitan, dan sekolah.

Pacitan 0 Km saat malam hari. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pada malam hari, sepanjang trotoar sekitar perempatan Jalan Jendral Ahmad Yani tersebut menjadi tempat nongkrong menghabiskan malam. Banyak komunitas juga berkumpul untuk mencari inspirasi dan menyalurkan bakat dengan berekspresi. Pacitan 0 Km ini juga bisa dijadikan obyek foto Anda. Dengan warna mencolok merah putih, saat malam hari Pacitan 0 Km ini terlihat bersinar.

Silahkan berkunjung dan menikmati bertualang dari titik paling tengah di kampung halaman SBY ini. Namun jangan lupa, tetap jaga kebersihan, rawat keindahan kota Pacitan. Buang sampah pada tempatnya, dan jangan corat-coret Pacitan 0 Km. Mari kita rawat keindahan Pacitan.

Permalink ke Agenda Mudik ke Pacitan Terganggu Proyek Talud di Arjosari
Headline, Pemerintahan

Agenda Mudik ke Pacitan Terganggu Proyek Talud di Arjosari

Jalur di Borang Arjosari. (Foto: Jawa Pos Radar Madiun)

Pacitanku.com, PACITAN – Perjalanan pengguna jalan bakal sedikit terganggu saat melintas di jalur Pacitan-Ponorogo. Tepatnya pada ruas jalan masuk Desa Borang, Kecamatan Arjosari, Pacitan. Hal itu akibat proyek perbaikan talut di tepi jalan.

Para pemudik yang melintasi jalur tersebut diminta berhati-hati dan mematuhi rambu – rambu yang ada. Pasalnya, proyek perbaikan talut memakan satu sisi jalan  hingga sepanjang 100 meter.‘’Sebenarnya itu merupakan pekerjaan rutin, namun kebetulan bertepatan dengan digunakannya jalan Pacitan-Ponorogo sebagai jalur mudik,’’ ujar Kasi Pembangunan Jalan DPU Bina Marga Jatim UPT Pacitan, Budi Hari Santoso, dikutip Radar Madiun, Jumat (23/6/2017).

Sesuai perjanjian kontrak kerja, proyek perbaikan talut di Desa Borang direncanakan selama empat bulan. Hingga Rabu (21/6) kemarin, proyek baru berlangsung 1,5 bulan. Lantaran sisa durasi masih 2,5 bulan, masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan. Tidak heran jika sejumlah material proyek dan kendaraan berat terlihat di sekitar lokasi pekerjaan.




Karena itu, pelaksana proyek menutup satu jalur arah Ponorogo-Pacitan. Kondisi ini memaksa kendaraan besar harus rela  bergantian melintas. Dikhawatirkan, lokasi tersebut menjadi titik baru kepadatan kendaraan sealama momen mudik dan balik lebaran tahun ini.

Budi mengklaim bahwa proyek perbaikan talut itu tidak mengganggu arus mudik. Alasannya, material proyek dan peralatannya hanya menggunakan sebagian badan jalan. Berbeda dengan proyek pengerasan jalan yang memakan hampir semua badan jalan.

Namun Budi menyadari, volume kendaraan yang melintas bakal terus meningkat seiring semakin dekatnya momen lebaran. Karena itu, material dan peralatan yang memakan badan jalan akan coba dipinggirkan, agar tidak mengganggu proses mudik.‘’Kemungkinan akan berhenti sementara, dan dilanjutkan kembali minimal H+7 lebaran mendatang,’’ ujarnya.

Proyek perbaikan talut di jalan Pacitan-Ponorogo masuk Desa Borang itu merupakan bagian dari proyek pemeliharaan oleh DPU Bina Marga Jatim. Anggaran sebesar Rp 2 miliar digelontorkan untuk membiayai proyek di empat titik wilayah Kecamatan Arjosari.‘’Termasuk bagian dalam proyek pemeliharaan. Tujuannya memastikan jalur mudik dalam kondisi baik,’’ pungkasnya. (naz/rif/jprm)

Permalink ke Disperindag Pacitan Temukan Makanan Kadaluwarsa Jelang Lebaran
Headline, Pemerintahan

Disperindag Pacitan Temukan Makanan Kadaluwarsa Jelang Lebaran

Bupati Pacita sidak di Pasar Minulyo Pacitan. (Foto;: Pekathik Kadipaten)

Bupati Pacita sidak di Pasar Minulyo Pacitan, beberapa waktu lalu. (Foto;: Pekathik Kadipaten)

Pacitanku.com, PACITAN – Petugas gabungan dari Dinas Perdagangan Kabupaten Pacitan, Satpol PP dan Polres Pacitan terus kian gencar menggelar sidak makanan di berbagai swalayan. Hasilnya, banyak jajanan khas Lebaran yang sudah kedaluwarsa. Kondisi itu, tenunya sangat membahayakan para konsumen. Sebab, jajanan kadaluarsa itu bisa membuat warga yang mengkonsumsinya terserang penyakit. 

“Hari ini kami mengamankan jajan khas Lebaran seperti jenang, dodol dan madumongso yang sudah kadaluarsa namun masih tetap di jual di swalayan,” kata Kabid Perlindungan Konsumen Disperindag Pemkab Pacitan, Subekti, Kamis (22/6/2017) kepada wartawan.




Dia mengaku, selain jenang, dodol dan madumongso juga menyita yang lain. Seperti roti, sarden dan makanan kaleng lainnya. Jumlahnya mencapai 94 jenis makanan yang disita petugas.

Sementara, Kanit Reskrim Polres Pacitan, IPDA Muh Prasetyo, menjelaskan, sidak kali ini untuk meningkatkan rasa aman terhadap masyarakat. “Jelang lebaran biasanya ada yang memanfaatkan dengan memasukkan makanan kadaluwarsa. Ini kami antisipasi di Pacitan,” sambungnya.

Dia mengaku, barang yang ditarik dalam sidak kali ini langsung dibawa ke Polres Pacitan. Makanan tersebut akan dilakukan penelitian lebih lanjut. Pihaknya juga akan memberikan teguran kepada pemilik usaha agar segera menarik seluruh makanan yang kadaluarsa.

Permalink ke Bupati Mutasi 5 Kepala Puskesmas di Pacitan
Headline, Pemerintahan

Bupati Mutasi 5 Kepala Puskesmas di Pacitan

Pelantikan kepala Puskesmas di Pacitan, Rabu (21/6/2017). (Foto: Humas Pemkab)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Indartato melakukan mutasi Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di lima Puskesma di Pacitan, Rabu (21/6/2017) di ruang Peta Kantor Bupati Pacitan.

Menurut Indartato, mutasi jabatan yang diselenggarakan kali ini merupakan salah satu upaya pembenahan bidang kesehatan dalam rangka menghadapi lebaran. “Hari ini kita adakan mutasi, maksud pemerintah daerah supaya pelayanan bisa lebih baik,”katanya.

Adapun kepala Puskesmas yang dirotasi adalah dr Imam Sudjono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Pakisbaru bergeser menjadi Kepala UPT Puskesmas Punung. Kemudian dr. Rabindra Loka Nugraha yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Ketrowonojoyo bergeser menjadi Kepala UPT Puskesmas Arjosari.




Selanjutnya, drg. Sri Candra Dewi yang sebelumnya menjabat sebagai dokter gigi muda di UPT Puskesmas Jeruk diangkat menjadi Kepala UPT Puskesmas Jeruk. Selanjutnya dr. Sunu Pamadyo Tanjung Ismoyo yang sebelumnya sebagai dokter pada UPT Puskesmas Jeruk diangkat menjadi Kepala UPT Puskesmas Pakisbaru. Kemudian yang terakhir adalah dr. Agnes Suryaning MR yang sebelumnya sebagai dokter muda di Puskesmas Wonokarto diangkat menjadi Kepala UPT Puskesmas Ketrowonojoyo.

Selain jabatan kepala puskesmas, pada pelantikan kali ini Bupati juga melantik Robingatun yang sebelumnya menjabat sebagai pengumpul data pemberdayaan masyarakat dan pembangunan Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Kelurahan Ploso diangkat menjadi Kepala Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Masyarakat Kelurahan Ploso.

Pewarta: Arif/Danang/Humas Pacitan
Editor: Dwi Purnawan

Permalink ke Komnas HAM Buka Layanan Pengaduan di Pacitan
Headline, Hukum dan Kriminal

Komnas HAM Buka Layanan Pengaduan di Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN – Bagian Dukungan Pelayanan Pengaduan Komnas HAM sejak 2013, telah melaksanakan kegiatan “Konsultasi dan Penerimaan Pengaduan Proaktif di Daerah.” Pada 19-22 April 2017, kegiatan inidilaksanakan di Kabupaten Pacitan.

Dikutip dari laman Komnas HAM, Minggu (18/6/2017), tujuan kegiatan penerimaan pengaduan di daerah adalah supaya masyarakat semakin paham tentang keberadaan, tugas, kewenangan dan fungsi Komnas HAM dalam hal pelayanan dan penanganan pengaduan kasus pelanggaran HAM.

Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan Komnas HAM kepada masyarakat sebagai salah satu lembaga negara yang memberikan pelayanan publik. Kegiatan dilakukan dengan membuka Pos Pengaduan Komnas HAM di Sekretariat LSM Aspirasi Peduli Inspirasi (LSM API) pada  20 April 2017 pukul dan Balai Kelurahan Baleharjo, Kec. Pacitan, Kab. Pacitan pada 21 April 2017.

Selain itu, FGD (diskusi terbatas) di Balai Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Pacitan pada 21 April 2017, serta Talkshow di Radio Grindulu FM saluran 104,6 Mhz pada 20 April 2017 dan Talkshow di Radio Rasda FM saluran 93,5 Mhz pada 20 April 2017.




Tujuan kegiatan penerimaan konsultasi dan pengaduan langsung ke wilayah yang telah diidentifikasi sebelumnya oleh Tim, adalah meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tugas, fungsi dan kewenangan Komnas HAM dalam hal penanganan pelanggaran HAM di Indonesia; meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tata cara dan prosedur penyampaian pengaduan ke Komnas HAM; dan melakukan Konsultasi dan Penerimaan pengaduan secara langsung dari masyarakat selaku korban dan/atau pendamping korban pelanggaran HAM di daerah yang dikunjungi tim.

Pos pengaduan di sekretariat LSM API yang terletak di Jl. Gajahmada No. 31, Baleharjo, Kab. Pacitan, Jawa Timur pada 20April 2017, Tim melaksanakan konsultasi dengan dua orang pengadu terkait dengan izin tambang tembaga  dan tanah waris.

Sedangkan di Pos Pengaduan di Balai Kelurahan Baleharjo, Kec. Pacitan Kab. Pacitan Kabupaten Pacitan, Tim menerima 4 (empat) konsultasi terkait dengan tambang, tanah, dan peliputan berita (jurnalisme).

Selain melaksanakan pembukaan pos pengaduan, Tim Pengaduan juga melakukan FGD dengan sejumlah aktivis dan masyarakat sipil di Balai Kelurahan Baleharjo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan.

Peserta yang datang cukup banyak, sekitar 15 orang yang berpartisipasi aktif dalam diskusi. Diskusi kali ini dilaksanakan dengan tema “Peta Sosial Masyarakat Kota Pacitan dan Wilayah Sekitarnya”.Tim Komnas HAM yang bertugas dipimpin oleh Komisioner Otto Nur Abdullah dan Kabag Pengaduan Rima P. Salim.

 

Permalink ke Pacitan Masuk Kategori Kabupaten Termiskin di Jatim
Headline, Pemerintahan

Pacitan Masuk Kategori Kabupaten Termiskin di Jatim

Warga Pacitan, Kadinem Memasak Menggunakan Tungku. (Foto : Bayu Caraka/Pasang Mata0

Warga Pacitan, Kadinem Memasak Menggunakan Tungku. (Foto : Bayu Caraka/Pasang Mata)

Pacitanku.com, PACITAN – Fakta cukup mengejutkan harus diterima Pemerintah Kabupaten Pacitan yang menempatkan Pacitan pada daerah dengan ekonomi terendah sesuai hasil Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016). Di tengah upaya keras Pemkab Pacitan menghidupkan sektor pariwisata sebagai ujung tombak pertumbuhan ekonomi, hasil SE tersebut menjadi kado pahit Pemkab di tahun 2017 ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono saat sosialisasi dan rilis Hasil Listing SE 2016 di Hotel JW Marriot Surabaya, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Sensus Ekonomi 2016 dikelompokkan dalam 15 kategori lapangan usaha sesuai dengan klarifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) 2015.

“Manfaat data hasil SE 2016 adalah untuk mengetahui gambaran usaha-usaha atau memetakan daerah-daerah yang ekonominya masih tergolong rendah karena kurangnya aktifitas ekonomi dan sumber pendapatan masyarakat, peta tersebut di Jawa Timur menunjukkan daerah Kabupaten Pacitan dan Trenggalek. Untuk itu pemerintah segera turun tangan untuk permasalahan ini,” jelasnya.

Padahal, sebelumnya, saat menggelar seminar dalam rangka hari jadi Pacitan, Bupati Pacitan Indartato sendiri mengatakan bahwa peta pertumbuhan ekonomi di Pacitan terbilang cepat. Hal itu terbukti di sepanjang tahun 2010-2015, pertumbuhan ekonomi menyamai rata-rata Provinsi Jatim. Dan mengalami akselerasi sampai tahun 2012.

Pola pertumbuhan ekonomi mengalami kelambatan pada Tahun 2013 dengan laju pertumbuhan secara umum di bawah Provinsi Jatim. “Meski begitu, indeks pembangunan manusia (IPM) di Pacitan terbilang cukup membanggakan, yaitu 64,92 persen. Jatim sebesar 68,95 persen dan nasional 69,55 persen,” ujarnya saat itu.

Menurut Indartato saat itu, peringkat IPM Pacitan berada di nomor 29 dalam skala provinsi. Dia juga menyampaikan bahwa angka kemiskinan di level 16,68 persen atau setara 92.100 jiwa. Dengan demikian, Pacitan masuk ke dalam 10 kabupaten termiskin yaitu Sampang, Bangkalan- Probolingo,  Sumenep, Tuban,  Pamekasan, Pacitan, Ngawi,  Bondowoso,  dan Lamongan.

Pertumbuhan usaha yang lamban

Kepala BPS Kabupaten Pacitan Bagiyo Trilaksono belum lama ini mengatakan bahwa salah satu penyebab Pacitan masuk kategori ekonomi terendah dan kabupaten termiskin adalah pertumbuhan usaha yang lamban.




Dia menuturkan bahwa penilaian ini melihat dari aktivitas ekonomi masyarakat yang tidak menunjukkan perkembangan secara signifikan selama 10 tahun terakhir, terutama pertumbuhan usaha dari beberapa sektor yang menurun jika dibandingkan dengan jumlah usaha pada tahun 2006 lalu.

Selain itu, Bagiyo mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Pacitan tak meningkat jika dilihat dari sumbangan produk domestik regional bruto (PDRB) yang masih dibawah satu persen dari sharing PDRB Provinsi.

“Jumlah usaha perusahaan di Pacitan selama sepuluh tahun ini turun dari 54 ribu menjadi 51 ribu usaha, perusahaan non pertanian. Sementara provinsi Jawa Timur meningkat 10,94 persen dari sebelumnya 4,21 juta menjadi 4,67 juta usaha, perusahaan non pertanian,”katanya belum lama ini.

Perlu gebrakan untuk genjot ekonomi

Kondisi ekonomi yang lesu di Pacitan tersebut mendapat tanggapan dari legislator. Wakil Ketua DPRD Pacitan, Gagarin, menilai ada beberapa alasan mengapa perekonomian di Pacitan menjadi yang terendah kedua di Jatim.

“Diantaranya, prioritas anggaran daerah saat ini fokus pada peningkatakan profesional birokrasi. Sedangkan program khusus produktifitas masyarakat masih perlu mendapat perhatian, saat ini Pemerintah memprioritaskan profesional birokrasi, sehingga untuk meningkatkan produktifitas masyarakatnya masih kurang, terutama produktifitas penguatan ekonomi,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, dia berharap Pemkab mulai memikirkan pentingnya meningkatkan produktivitas masyarakat dari berbagai sektor, baik pertanian, perikanan, maupun produktifitas usaha kecil menengah (UKM).

Dia mengharapkan Pemerintah segera bertindak cepat supaya pertumbuhan ekonomi masyarakat di pacitan tak semakin tertinggal dari daerah lainnya. “Salah satu opsinya dengan memperbanyak program-program peningkatan produktifitas masyarakat, baik peningkatan sumber daya manusia, maupun meningkatkan sarana prasarana penunjang pusat perekonomian masyarakat,”tutup politikus Partai Golkar ini. (RAPP002)