Kategori: Jatim

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke La Nyalla Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim
Headline, Jatim

La Nyalla Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim

Pacitanku.com, SURABAYA — La Nyalla Mahmud Mattalitti terpilih secara aklamasi memimpin Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Jawa Timur periode 2017-2022 pada Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-7 di Surabaya, Selasa.

“Kami meminta Bapak La Nyalla kembali memimpin MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur,” ujar Ketua MPC Kabupaten Pacitan, Heriawan, yang ditunjuk mewakili 38 MPC se-Jatim pada sidang pleno di Hotel Alana Surabaya.

Meski tidak mencalonkan diri dan berkomitmen memberi kesempatan kader PP menggantikan posisinya, tetapi peserta muswil sepakat meminta La Nyalla menjabat untuk periode berikutnya.

Di sela acara, pimpinan sidang Wardy Siagian kemudian menunda sidang untuk memberi kesempatan perwakilan Majelis Pimpinan Nasional (MPN) PP Gunung Hutapea mengkonfirmasi La Nyalla melalui telepon tentang permintaan seluruh MPC, karena yang bersangkutan tengah mengantar Ketua MPN Japto Soerjosoemarmo ke Bandara Juanda.

“Prinsipnya, beliau berterima kasih kepada seluruh MPC selaku utusan seluruh dan beliau bersedia menerima amanah yang diberikan seluruh kader Pemuda Pancasila Jatim,” ucapnya di hadapan seluruh peserta muswil.




La Nyalla ketika dikonfirmasi di arena muswil mengaku berterima kasih kepada MPC se-Jatim yang telah membebankan jabatan tersebut dan berharap ke depan pengurus maupun kader bekerja dengan tekad kuat serta rasa ikhlas.”Saya mengingatkan diri saya sendiri dan semua pengurus MPW PP Jatim bekerja tekad kuat dan rasa ikhlas karena tanpa itu semua tidak akan pernah mencapai tujuan hakiki,” katanya.

Mantan ketua umum PSSI tersebut mengaku sebenarnya sudah pamit mau pensiun untuk mengurus PP karena masih banyak kader yang berkualitas memimpin organisasi ke depannya.”Tapi apa daya saya tidak mengelak karena MPC membebankan kepada saya memimpin PP Jatim. Sebenarnya masih banyak kader PP lain, tapi berhubung mereka belum ditoleh MPC, saya harap bersabar dulu,” katanya.

Sementara itu, usai pelaksanaan muswil, bertempat di Jatim Ekspo Internasional Surabaya langsung dilakukan pelantikan pengurus baru oleh wakil ketua umum MPN PP Frederik Batong yang disaksikan ratusan kadernya se-Jatim. (RAPP002/ant)

Permalink ke Jalan Ponorogo-Pacitan di Slahung Aman Dilalui Kendaraan
Headline, Jatim

Jalan Ponorogo-Pacitan di Slahung Aman Dilalui Kendaraan

Jalan Slahung. (Foto: Solopos)

Pacitanku.com, MADIUN – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Madiun Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur menyatakan kondisi jalan Ponorogo – Pacitan KM 222 Desa Tugurejo Kecamatan Slahung Ponorogo dipastikan aman untuk dilalui kendaraan.

“Jalur Ponorogo – Pacitan ini sudah dilakukan perbaikan terus menerus oleh UPT Madiun dan Dinas PU Bina Marga Jatim. Saat ini bisa dilalui kendaraan dengan aman dan nyaman,” ujar Kasi Pemeliharaan Jalan UPT Madiun, Marijatoel Kittijah dikonfirmasi di kantornya, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, jalan Ponorogo – Pacitan sempat ambles pada awal Desember 2016 saat peristiwa gempa di daerah tersebut, banyak rumah dan tanah yang mengalami retak. Setelah terjadi peristiwa tersebut UPT Bina Marga Madiun sudah melakukan perbaikan dan penanganan sampai empat kali pengerjaan.




“Kita lakukan telford (susunan batu pecah berukuran besar 10/15 cm dan 15/20 cm, red) disusun berdiri dengan batu pecah yang lebih kecil mengisi rongga di atasnya, sehingga rata, kemudian dipadatkan atau digilas dengan mesin, kemudian ditabur pasir dan batu di seluruh permukaan untuk dibasahi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara maksimal agar jalur bisa terus dilalui dengan baik dan lancar tanpa adanya lubang dan keretakan jalan.

“Kami akan tempatkan petugas di jalur tersebut untuk memantau perkembangan jalan, dan kami mengimbau kepada para pengguna jalan untuk tetap berhati – hati apabila melalui jalur tersebut,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya juga melakukan penanganan yang bersifat darurat sambil mengamati pergerakan tanah, yaitu dengan pengeprasan untuk daerah yang naik dan penimbunan daerah yang turun sedangkan untuk badan jalan menggunakan telford serta melakukan normalisasi air.

“Koordinasi dengan dinas terus dilakukan terkait penyelidikan tanah, sehingga dapat memberikan saran penyeleseian agar masalah ini segera dapat diatasi,” pungkasnya. (RAPP002)

Permalink ke Tanah Gerak Parah di Slahung, Akses ke Pacitan Terancam Putus
Bencana Alam, Jatim

Tanah Gerak Parah di Slahung, Akses ke Pacitan Terancam Putus

Tanah gerak di Slahung, Ponorogo. (Foto: DPD)

Pacitanku.com, PONOROGO – Rupanya dampak bencana alam tanah gerak di Dusun Krajan, Tugurejo, Slahung, Ponorogo, semakin parah. Menyusul puluhan bangunan seperti rumah, sekolah, dan musala, kini jalan poros Ponorogo–Pacitan terancam putus.

Jalan provinsi tersebut ambles 30–40 sentimeter di dua titik. ”Dulu memang sudah ambles, sekarang makin parah,” kata Kepala Desa Tugurejo Siswanto, dilansir Radar Madiun pada Senin (6/2/2017).

Siswanto menduga curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir memperparah kondisi tersebut. Untuk sementara, lanjut dia, kendaraan roda dua maupun empat masih bisa lewat.

Namun, diberlakukan sistem buka-tutup lantaran hanya separo badan jalan yang bisa dilalui. Warga pun berjaga bergantian sejak pagi hingga dini hari sekitar pukul 02.00.”Ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan,” jelas Siswanto.




Sebelumnya, ungkap dia, sering terjadi kecelakaan karena pengendara tidak mengetahui bahwa jalan ambles. Apalagi, tambah Siswanto, tidak ada rambu peringatan di lokasi. Baru sekitar dua pekan lalu warga bergiliran berjaga.”Setiap hari ada yang memonitor dari pemerintah. Pihak kepolisian juga ikut berjaga kalau malam,” tutur dia.

Ketua Tim Tanggap Darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung Herri Purnomo mengingatkan bahwa tanah gerak di Tugurejo masih akan terus berkembang. Terutama selama musim hujan. Menurut dia, jika hujan terus, jalan Ponorogo– Pacitan bisa ambles lebih dalam.”Bisa saja (jalur Ponorogo–Pacitan, Red) putus,” tutur dia. (RAPP002)

Permalink ke GTT SMA dan SMK di Jatim tak Perlu Khawatir Soal Gaji
Headline, Jatim, Pendidikan

GTT SMA dan SMK di Jatim tak Perlu Khawatir Soal Gaji

Pacitanku.com, SURABAYA  – Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap  (PTT) SMA dan SMKN di Jawa Timur termasuk di Surabaya diharapkan tidak resah  dan kuatir tentang gaji mereka dibawah UMR. Alasannya, surat edaran Gubernur Jawa Timur yang memberikan kewenangan bagi sekolah untuk menarik SPP  kepada orangtua murid telah mengakomodasi kepentingan tersebut. 


Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov  Jatim, Benny Sampirwanto, Jumat (6/1) di Surabaya mengomentari adanya kekuatiran sejumlah GTT SMK dan SMA di Surabaya. Dijelaskan, berdasarkan SE Gubernur Jawa Timur, Surabaya merupakan kabupaten tertinggi yang sekolahnya dapat menarik dana masyarakat, yakni sebesar Rp.135 ribu. Dengan jumlah tersebut dirasakan sudah mencukupi besaran UMK Surabaya.

“Kita yakin, para kepala sekolah itu orang-orang bijak, yang akan bahagia apabila anak buahnya sejahtera. Yang terpenting dalam menarik dana harus dilakukan pembahasan antara kepala sekolah dan komite secara partisipatif. Pendekatan yang partisipatif inilah yang selalu gubernur tegaskan pada berbagai kesempatan,” tambahnya.

Mengutip statemen Gubernur Jawa Timur H Soekarwo dalam satu kesempatan, Benny menjelaskan, substansi UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah dan UU 20/2003 tentang Sisdiknas, pendidikan bukanlah gratis tetapi bermutu, murah, dan terjangkau. Oleh karena itu ada komite sekolah sebagai mitra memajukan sekolah, bukanlah “charity” karena kurang mendidik.

Oleh karena itu, sebagian besar negara di dunia menerapkan subsidi silang. Berdasarkan SE Gubernur Jatim, selain Surabaya yang diijinkan menarik dana masyarakat SPP paling tinggi sebesar Rp 135 ribu, beberapa kabupaten yaitu Pacitan, Sampang, dan Pamekasan biaya tarikan SPP maksimal Rp 60 ribu.

Pemprov. Jatim, menurut Benny, sangat memberikan kepedulian terhadap para guru. Saat ini, semua guru PNS telah menerima gaji mereka. Selain itu, pelantikan para kepala sekolah beberapa waktu lalu juga merupakan yang pertama. Kejelasan tersebut tentunya telah memberikan kepastian posisi para kasek dan guru.




Kalau dinilai masih ada kekurangan dengan penyerahan kembali kewenangan SLTA ke provinsi, diibaratkan pengantin baru. “Apa manten baru itu sudah punya rumah, kendaraan, dsb-nya?”.

Dijelaskannya, sebelum tahun 1998 pendidikan SLTA dikelola oleh provinsi yang saat itu disebut kantor wilayah. Tidak Pindah Jauh Terhadap kekuatiran sebagian guru dipindah yang jauh dari tempatnya mengajar saat ini atau seluruh wilayah Jawa Timur, Benny mengatakan hal tersebut mungkin terjadi tetapi kecil.

Gubernur Jawa Timur sangat memperhatikan kesejahteraan lahir dan batin dari para guru. Jika perpindahan kontra produktif, dipastikan gubernur tidak akan melakukannya. “Bapak Gubernur pernah mencontohkan, kalau orangnya setelah dipindah gantung diri, bagaimana?!?”, ujarnya.

 Oleh karena itu, dalam pemindahan guru, Pemprov Jawa Timur akan melakukan secara seksama. Gubernur pernah menyampaikan, kalau pindahnya satu Bakorwil, masih sapat dipahami karena rata-rata tidak terlalu jauh dari tempat tinggal para guru. Jika perpindahan sangat jauh, dipastikan yang bersangkutan ditanyakan, apakah menyukai satu rencana pemindahan atau tidak. Karena itu, Pemprov akan menggunakan pendekatan partisipatif. (Put/Jatimprov/RAPP002)

Permalink ke Wisata Religi Jadi Andalan Jatim di 2017
Headline, Jatim, Wisata

Wisata Religi Jadi Andalan Jatim di 2017

Kopi Jujur Masjid Baitusshomad. (Foto : Dok Pacitanku)

Kopi Jujur Masjid Baitusshomad. (Foto : Dok Pacitanku)

Pacitanku.com, SURABAYA – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Jarianto mengemukakan bahwa destinasi wisata religi tetap menjadi andalan provinsi setempat pada 2017 karena memiliki lokasi-lokasi bersejarah.

“Mayoritas kawasan wisata religi di Jatim tetap menjadi destinasi favorit karena salah satu faktornya memiliki penduduk dan budaya yang masih dikenal agamis,” ujar Jarianto kepada wartawan di Surabaya, Kamis.

Berdasarkan data di Pemprov Jatim, wisata religi menjadi destinasi besar penyumbang wisatawan sekaligus menadikan sesuatu yang positif bagi dunia pariwisata.

Sesuai data 2015, objek wisata religi terlaris di Jatim adalah Makam Sunan Bonang di Tuban yang per tahun jumlah pengunjungnya mencapai 2.078.453 orang.




Sedangkan di Surabaya, tempat wisata religi yang banyak dikunjungi adalah Kawasan Religi Ampel dengan jumlah wisatawan nusantara mencapai 2.040.365 orang. 

Menurut dia, data pada 2016 tak berbeda jauh dari sebelumnya karena minat masyarakat Indonesia terhadap spiritual tetap yang utama. 

Tak hanya sunan lima wali (Sunan Ampel, Sunan Giri, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Bonang dan Sunan Drajat), namun kompleks pemakaman dua mantan Presiden RI, yaitu Soekarno di Blitar dan Gus Dur di Jombang menjadi daya tarik pengunjung, mulai yang berziarah atau sekadar jalan-jalan. 

Selain itu, berbagai festival yang berpotensi mendatangkan banyak pengunjung masuk Jatim akan digelar, termasuk mempertahankan even-even sebelumnya. 

Mantan Penjabat Bupati Trenggalek itu memisalkan Majapahit Travel Fair yang setiap tahunnya rutin digelar dan sukses mempengaruhi tingkat kunjungan, baik dari Tanah Air maupun mancanegara.”Ada lagi festival-festival baru, salah satunya Jatim sebagai tuan rumah Festival Panji Nasional. Nanti juga ada lagi acara-acara yang berpengaruh,” ucapnya. 

Tak itu saja, terobosan dan inovasi juga menjadi sebuah kewajiban agar tingkat kunjungan bertambah, seperti fasilitas sistem “on-line” atau dalam jaringan dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai media promosi. 

Pejabat eselon II kelahiran Trenggalek itu optimistis setahun ini tingkat wisatawan bertambah hingga lima persen dari tahun ini yang jumlahnya yakni sekitar 55 juta lebih wisatawan domestik. (rapp002/aNTARA)

Permalink ke Irjen Pol Machfud Arifin Resmi Jabat Kapolda Jatim
Headline, Jatim

Irjen Pol Machfud Arifin Resmi Jabat Kapolda Jatim

Irjen Pol Machfud Arifin resmi jabat Kapolda. (foto: Jatimprov)

Pacitanku.com, SURABAYA– Irjen Pol Machfud Arifin resmi menjabat Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Pol Anton Setiadji. Dimana Kedatangan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin ini langsung disambut dengan Upacarapedang pora yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Jatim. Brigjen Pol Gatot Subroto di lapangan MapoldaJatim, Kamis (5/1/2017).

Setelah dilakukan upacara penyambutan pedang pora, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin didampingi istri, dilakukan pengalungan kalung bunga dan diiringi tari Lenggong, yang merupakan tarian khas Suroboyoan, JawaTimur. Selama 15 menit. Dalam pantauan di lapangan setelah penyambutan, Machfud Arifin menggelar rapat tertutup dengan Jajaran Kapolres Se Jatim di gedung Tribata Polda Jatim, kemudian setelah rapat akan digelar upacara Pelepasan Kapolda Jatim Lama, Irjen Pol Anton Setiadji.

Berikut biodata Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin kelahiran Surabaya 6 September 1960. PendidikanAKABRI 1986, PTIK 1994, Sespim 2001 dan Sespati II tahun 2009. Pangkat: Ipda tahun 1986, Iptu 1989, AKP 1993, Kompol 1997, AKBP 2002, Kombes 2007, Brigjen 2010 dan Irjen tahun 2005.




Riwayat jabatan, tahun 1987 Kasat Serse Polres Belitung Polda Sulsel, tahun 1989 Kasat Serse Polres BangkaPolda Sulsel, tahun 1991 Kasat Serse Polresta Bandar Lampung, tahun 1991 Kapolsekta Tanjung Karang BaratPolresta Bandar Lampung dan tahun 1992 KSB Binmin Ops Bag Serse Um Polda Sumbagsel.

Tahun 1994 Kapolsektif Batu Polwil Malang Polda Jawa Timur, tahun 1996 Wakasat Serse  Polwiltabes Surabaya Polda Jatim, tahun 1997 Kaden Prov Polda Nusa Tenggara Barat, tahun 1998 Pame Mabes Polri, tahun 1999 Waka Polres Tangerang Polda Metro Jaya, tahun 2000 Pamen Sespim Polri, tahun 2001 Kabag Serse Tipiter  Ditserse Polda Sumut dan tahun 2002 Kapolres Deli Serdang Polda Sumut.

Tahun 2005  Kapolres Asahan Polda Sumut, 2006 Kasubbag Renbinnis Set Pusbinprof  Div Propam Polri, tahun 2007 Analis Utama Roanalisis Bareskrim Polri, tahun 2008 Dirreskrim Polda Kalsel, tahun 2010 Wadir V/TipiterBareskrim Polri, tahun 2010 Dirsatwa Baharkam Polri, tahun 2013 Kapolda Malut, tahun  2013 Kapolda Kalsel, tahun 2015 Kadiv TI Polri, tanggal 12/12/2016 Kapolda Jawa Timur.

Sebelumnya, Kapolri Jendral Tito Karnavian melantik enam kapolda baru di Mabes Polri pada Rabu (4/1) kemarin. Mutasi jabatan para perwira Polri tersebut didasarkan pada surat telegram ST/2987/XII/2016 tertanggal 12 Desember 2016 yang ditandatangani oleh Wakil Kepala Polri Komjen Pol Syafruddin. (Jatimprov)