Kategori: Jatim

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Terkait Pilgub, Demokrat Jatim Tunggu Arahan Majelis Tinggi
Headline, Jatim, Politik

Terkait Pilgub, Demokrat Jatim Tunggu Arahan Majelis Tinggi

Soekarwo saat meninjau rumah bantuan dari kementerian perumahan rakyat di Lingkungan Teleng Ria, Kelurahan Sidoharjo Pacitan, Jumat (18/8). (Foto: Jajat Suhera/Info Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Partai Demokrat Jawa Timur masih menunggu arahan majelis tinggi partai terkait siapa kandidat bakal Calon Gubernur Jatim yang akan diusung dalam pilkada 2018.

“Itu harus lewat majelis tinggi, yang dipimpin oleh Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) selaku ketua Umum DPP Partai Demokrat,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo di Pacitan, Jumat (18/8/2017).




Soekarwo atau biasa disapa Pakde Karwo enggan berspekulasi tentang kandidat yang paling potensial dari lima pendaftar yang sudah masuk penjaringan DPD Partai Demokrat Jatim.

Politisi Demokrat yang kini masih menjabat Gubernur Jawa Timur ini berdalih proses penyaringan harus melalui survei secara menyeluruh hingga ke lapisan masyarakat bawah yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim.

“Jadi rekomendasi dari majelis tinggi inipun harus melalui beberapa survei yang kredibel. Tidak sekadar survei yang abal-abal, harus beneran supaya bisa memotret elektabilitas kandidat yang diusung,” kata Pakde Karwo.

Sebagai tokoh yang berpengaruh di Demokrat Jatim, Soekarwo enggan berspekulasi siapa yang bakal lolos.

Ia juga membantah mendukung calon tertentu dengan alasan proses penjaringan bakal calon gubernur di partainya sangat ketat dan selektif.

“Belum, saya kan bukan paranormal. Harus ada survei, jadi harus ukuran normal bukan paranormal,” katanya.

Pakde Karwo juga membantah kedatangan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ke Pacitan mulai Jumat (18/8) hingga Minggu (20/8) terkait persiapan menjelang gelaran pilkada serentak 2018, di Jatim.

Menurutnya, Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua DPP Partai Demokrat itu murni dalam rangka memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI.

Hingga penutupan masa pendaftaran bakal calon gubernur di Partai Demokrat Jatim pada 31 Juli 2017, tercatat lima tokoh politik yang mengembalikan formulir, yakni La Nyalla Matalitti, Nurwiyatno, Syafiin, Saifullah Yusuf, dan Nurhayati Assegaf.  (RAP002/Ant)

Permalink ke Saat Siswi SMAN 2 Pacitan Didaulat Jadi Pembawa Baki Bendera Upacara HUT RI ke-72 di Surabaya
Headline, Jatim, Sekolah

Saat Siswi SMAN 2 Pacitan Didaulat Jadi Pembawa Baki Bendera Upacara HUT RI ke-72 di Surabaya

Nanda saat menerima bendera dari Gubernur Soekarwo. (Foto: Jatim Prov)

Pacitanku.com, SURABAYA – Anggun, tegap, cantik, begitulah sosok yang tergambar dalam pembawa baki bendera merah putih pada peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (17/8). Dia adalah Nanda Putri Maharani, siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)2 Pacitan.

Mengenakan baju khas paskibraka dengan warna putih berpeci dan berhijab hitam, langkah kaki Nanda tegap dan tetap tersenyum anggun. Nanda pun sukses membawa baki dari inspektur upacara Gubernur Soekarwo menuju ke tempat pengibaran bendera.

Upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2017 Pemprov Jatim sendiri diikuti oleh satu unit korsik satpol PP Prov Jatim, satu kompi Korp Wanita TNI dan Polwan, satu kompi Taruna AAL, satu pleton TNI AD, satu pleton TNI AL, satu pleton TNI AU, dan satu kompi Polri.

Selain itu, satu kompi gabungan KORPRI (Badan Pendapatan Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan), satu kompi mahasiswa (Politeknik Pelayaran, ATKP dan Univ. Hang Tuah), satu kompi ormas kepemudaan (TAGANA dan Bela Negara), dua kompi pelajar SMA (SMA Hang Tuah I dan IPIEMS) dan satu kompi pramuka dan SMA Baruna Wati Surabaya.

Adapun, pasukan upacara ini dipimpin Komandan Upacara Letnan Kolonel Infanteri Arynovian Hany Sampurno yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Kodim 0832 Surabaya Selatan, Korem 084/BJ dan sebagai Perwira Upacara Mayor Chb M. Abdullah yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Sub Garnisun 0832/Surabaya Selatan Kogartap III, berjalan dengan tertib dan khidmad.

Sebagai pembaca naskah proklamasi adalah Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar, dan sebagai pembaca doa Kepala Kementerian Agama wilayah Jatim, Syamsul Bahri.




Pengibaran bendera dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berjumlah 76 pelajar SMA di bawah komando Kapten Marinir Taufiq Hidayat berjalan lancar. Paskibraka terbagi dalam formasi 17, 8, dan 45.

Nanda sendiri membawa baki yang berisi duplikat bendera pusaka bersama petugas pengibar bendera yakni Zulkifli Iskandar (SMAN 1 Boyolangu Kab. Tulungagung), Imelda Halim (SMAK Stella Maris Surabaya), Alfian Budi Setiyawan (SMAN 2 Kab Bojonegoro).

Sedangkan sebagai serpihan antara lain Daffa Arkan Atha (SMAN 3 Kota Madiun), Amelia Putri (SMAN 2 Kab. Sumenep), Deky Maxi Wangkar (SMAN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri). Paskibraka di bawah binaan Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur. Sebagai Komandan Paskribraka AKP Muhammad Indra Najib, SIK yang sehari-hari menjabat Pama Polda Jatim.

Untuk diketahui, yang mewakili Jatim sebagai Paskibraka Nasional pada Upacara Peringatan ke-72 HUT Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta yakni Muhammad Wildan Arsyad Muzaki dari MAN 1Pacitan dan Fariza Putri Salsabila dari SMAN 1 Kota Blitar.

Di mimbar kehormatan, nampak hadir Istri Gubernur Jatim Nina Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf beserta istri Fatma Saifullah Yusuf, Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi, jajaran Forpimda Jatim beserta isteri, pejabat, dan mantan pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. Para undangan dan seluruh peserta mendengarkan dengan khidmad pembacaan naskah proklamasi setelah dentuman meriam yang disertai dengan bunyi sirine dari PMK Pemkot Surabaya. Dentuman Meriam sebanyak 17 kali itu dilaksanakan oleh Batalyon Howitser Pasmar 1 dipimpin Letkol Marinir Marhabang, SH, MTR selaku Komandan Batalyon Howitzer 1 Menart Pasmar 1.

Peringatan HUT Ke-72 Proklamasi Kemerdekaan RI ini juga dimeriahkan oleh 1.000 siswa SMA paduan suara yang merupakan gabungan pelajar dari SMA di Jatim yang membawakan lagu-lagu perjuangan seperti Bagimu Negeri, Seuntai Manikam, Dirgahayu Indonesia, Indonesia Jaya, hari Merdeka, Bendera, Laskar Pelangi, Rayuan Pulau Kelapa, Lagon Semangat Juang 45 dan Wa’rojengan. (dinyanyikan Paduan Suara dan Penyanyi Nuriyah Dhawy Febrianti, siswa berkebutuhan khusus dari SMAN 8 Surabaya), Hari Merdeka, dan Bendera.

Paduan suara ini diiringi oleh Jawa Timur Youth Orcesttra di bawah binaan pelatih Lulu Ghozali . di bawah binaan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, dan sebagai koordinator pelatih Moch. Reza Zulfikar, dan Lenie Purwaningsih.

Gubernur Jatim dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 ini harus dijadikan sebagai momentum dalam mewujudkan masyarakat yang adil, karena ketika keadilan terwujud maka akan tercipta kemakmuran. Keadilan, menjadi konsep utama sebab disparitas saat ini menjadi problem serius dialami Bangsa Indonesia.

Konsep keadilan di sini berarti negara memberikan akses terhadap pihak yang kecil dan lemah, agar tidak menimbulkan disparitas. Apalagi, saat ini 1 persen masyarakat Indonesia menguasai 49,7 persen kekayaan negara. “Masalah disparitas ini harus dipikirkan secara serius, bila tidak maka akan muncul konflik sosial,” katanya.

Selain sebagai momen mewujudkan keadilan, peringatan kemerdekaan juga menjadi momentum sakral dalam proses kontemplasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, serta sebagai bentuk rasa terimakasih kepada para pejuang. “Setelah itu kita harus melakukan perenungan apakah jalan yang dilakukan untuk mewujudkan adil dan makmur sudah ditemukan,” katanya.

Terkait tema HUT RI ke 72 yakni “Indonesia Kerja Bersama”, menurut Pakde Karwo memiliki makna bahwa dengan bersama-sama mulai dari corporate hingga negara semakin bersinergi. Di samping itu, tema tersebut sebenarnya merupakan bentuk penguatan agar semua pihak semakin bersama dan bersatu jelang pemilihan presiden/pilpres dan pemilihan kepala daerah/pilkada serentak. “Bersama atau bersinergi ini bisa diwujudkan melalui gotong royong, khususnya jelang pilpres dan pilkada serentak yang melibatkan seluruh masyarakat Indonesia,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan, Pakde Karwo berharap kasus dan cara pandang masalah politik yang terjadi di Jakarta tidak terjadi di Jatim. Saat ini fokusnya agar jangan sampai pikiran kepala negara atau presiden sampai mempengaruhi pemilihan gubernur. Hal ini penting dilakukan supaya politisasinya tidak menjadi sangat berat.

“Meskipun ada hal-hal yang perlu kita waspadai, tapi saya yakin rakyat Jatim sudah dewasa. Masyarakat Jatim akan melihat masa lalu, masa kini dan masa depannya seperti apa. Sehingga kejadian seperti di daerah lain tidak akan terjadi di Jatim,” tuturnya.

Permalink ke Saat Pesawat Mampir Ngisi BBM di SPBU Slahung Ponorogo
Headline, Jatim

Saat Pesawat Mampir Ngisi BBM di SPBU Slahung Ponorogo

Pacitanku.com, SLAHUNG – Pesawat Husky yang mendarat darurat di persawahan Ponorogo, Ahad (13/08) siang, akhirnya dibawa menuju Pacitan pada malam harinya.

Sebelum menuju pacitan, pesawat yang diawaki 2 pilot dari Jakarta tersebut terlihat mengisi bahan bakar di SPBU Nailan, Slahung dengan berjalan mundur dan ditarik dengan menggunakan mobil.

Menurut seorang warga, Nur Cholis, pilihan tersebut diambil karena dirasa paling tepat.

“Pada awalnya mereka ingin berwisata ke Pacitan, karena tidak bisa melihat landasan untuk mendarat akhirnya mereka kehabisan bahan bakar dan mendarat darurat di persawahan Ponorog,”ujarnya.




Dengan berbagai pertimbangan akhirnya diambil keputusan untuk membawa pesawat ke Pacitan dengan jalur darat dan bisa menggunakan landasan pacu disana untuk kembali ke Jakarta.”Selain itu, pilot pesawat dapat berwisata di Pacitan, karena memang itu tujuan utama mereka,lanjut Nur Cholis.

Sebelumnya diberitakan, pesawat berwarna merah dan putih yang dimiliki KONI DKI Jakarta itu terbang dari Pondok Cabe, Jakarta, hendak menuju Pacitan. Namun, saat sampai di Pacitan, cuaca di daerah tersebut mendung tebal.

Pesawat jenis Aviat Husky yang dipiloti pensiunan TNI AU itu memutuskan kembali ke Solo untuk mengisi bahan bakar. Namun, baru sampai di Ponorogo, indikator bahan bakar menyala yang menunjukkan bahan bakar habis sehingga pesawat mendarat di area persawahan.

Pesawat tersebut lalu dibawa ke Pacitan melalui jalur darat menggunakan truk trailer. Teknisi yang didatangkan membongkar beberapa bagian pesawat. (GIN/MR01/RAPP002)

Permalink ke PPIH Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH ke Tanah Suci
Headline, Jatim

PPIH Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 CJH ke Tanah Suci

JAGA KESEHATAN. Gubernur Jatim saat memberikan arahan kepada para jamaah calon haji di Surabaya. (Foto: Pemprov Jatim)

Pacitanku.com, SURABAYA – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Surabaya mencatat sebanyak 17.835 jamaah calon haji asal Jawa Timur telah diberangkatkan ke Tanah Suci mulai Jumat (28/7) hingga Rabu (9/8).

“Yang sudah diberangkatkan kelompok terbang (kloter) 1 sampai kloter 40. Itu sudah termasuk petugas,” ujar Wakil Sekretaris I PPIH Embarkasi Surabaya Sutarno Pertowiyono kepada wartawan di Surabaya, Kamis.

Ia merinci, dari jumlah jamaah calon haji yang sudah berangkat, sebanyak 8.396 orang adalah jamaah laki-laki, dan 9.439 orang merupakan jamaah wanita.

Sedangkan, untuk kloter 41-43 asal Kabupaten Malang dijadwalkan baru berangkat hari ini, rinciannya kloter 41 (445 calon haji) berangkat pukul 21.20 WIB, kloter 42 (445 calon haji) berangkat pukul 23.20 WIB, dan kloter 43 (445 calon haji) pada 11 Agustus pukul 01.20 WIB.

Menurut dia, pada gelombang I (kloter 1-43) jamaah calon haji yang pemberangkatannya melalui Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya turun di Madinah.




Para jamaah calon haji yang sudah berangkat saat ini antara lain berasal dari Kabupaten dan Kota Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten dan Kota Blitar, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Kabupaten dan kota Madiun.

Selanjutnya Kabupaten Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Jember, Bondowoso, Situbondo, Kabupaten dan Kota Malang, serta sebagian asal Surabaya sebagai kota penyangga.

“Syukurlah berdasarkan laporan yang kami terima, perjalanan dari Tanah Air sampai Madinah tidak ada kendala. Semoga jamaah asal Indonesia lancar ibadahnya dan mabrur,” katanya.

Sementara itu, dari jumlah jamaah calon haji yang sesuai jadwal berangkat tahun ini, sampai sekarang terdapat 12 orang yang meninggal dunia, masing-masing dua orang meninggal di Asrama Haji Surabaya dan 10 orang lainnya di daerah.

Pada musim haji 2017, secara keseluruhan terdapat 83 kloter dengan pemberangkatan kloter pertama pada 27 Juli dan kloter terakhir berangkat pada 26 Agustus 2017.

Totalnya sebanyak 36.640 calon jamaah haji yang berasal dari tiga wilayah provinsi, terdiri dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 35.270 orang, Provinsi Bali 700 orang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur 670 orang.

Jika ditambah petugas, yakni Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) jumlahnya masing-masing 83 orang, serta Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) 249 orang maka jumlah keseluruhan yang berangkat dari Embarkasi Surabaya adalah 37.055 orang.

Permalink ke Basofi Soedirman, Gubernur yang Sukses Majukan ‘One Village One Product Jatim
Headline, Jatim

Basofi Soedirman, Gubernur yang Sukses Majukan ‘One Village One Product Jatim

Pacitanku.com, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya GubernurJawa Timur Periode1993-1998, Basofi Soedirman. Ucapan tersebut disampaikan Gubernur Soekarwo langsung dari Rusia saat mendengar kabar wafatnya Basofi Sudirman, Senin (7/8) siang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Benny Sampirwanto,  saat mendampingi kunjungan kerja Pakde Karwo di Rusia.

Dikatakan Benny, Gubernur Soekarwo mewakili pemerintah provinsi dan masyarakat Jatim menyampaikan duka cita yang dalam  dan berdoa agar arwah beliau diterima di sisi Allah SWT. Pakde Karwo sapaan Gubernur Soekarwo juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas jasa-jasa beliau selama memimpin Jatim.




“Beliau telah memberikan kemajuan bagi jatim dengan program one village one product-nya,” ujar Benny mengulang apa yang disampaikan Pakde Karwo.

Benny menuturkan, Pakde Karwo juga memerintahkan Gus Ipul, Wagub Jatim beserta sejumlah pejabat Pemprov untuk hadir langsung mengikuti upacara pemakaman Pak Basofi yang rencananya akan berlangsung Selasa (8/8) di Pemakaman San Diego Hills Memorial Park Karawang, Jawa Barat.

Sejumlah kepala dinas yang diutus mendampingi Wagub, ujar Benny, diantaranya para asisten sekda, kadinsos, karo kesos, dan karo umum.

Sementara itu, sebagai tanda berkabung Gubernur Jatim memerintahkan kepada seluruh jajaran pemerintah provinsi, pemkab/kota, dan masyarakat Jatim untuk mengibarkan bendera setengah tiang  mulai Senin (7/8) hingga Rabu  (9/8) besok.

Permalink ke Terlibat Penipuan dan Penggelapan Mobil, 2 Warga Pacitan Diciduk Polisi
Headline, Hukum dan Kriminal, Jatim

Terlibat Penipuan dan Penggelapan Mobil, 2 Warga Pacitan Diciduk Polisi

Tiga pelaku penggelapan mobil dibekuk (Foto: Imam Wahyudiyanta/Detik)

Pacitanku.com, SURABAYA – Komplotan penipuan dan penggelapanmobil dibongkar Unit Reskrim Polsek Bubutan yang dibantu Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dari pengungkapan ini, polisi telah menangkap 3 pelakunya. Mereka ditangkap setelah menggelapkan 19 unit mobil berbagai merek.

Para tersangka adalah Sholihudin alias Agil (36), warga Jalan Kyai Cempo, Sidoarjo; Fajar Susilo alias Silo (37), warga Tulakan, Pacitan dan Purwanto alias Kenthus (25), warga Tulakan, Pacitan.

Kasus ini berawal dari laporan anggota polisi bernama Nuriadi yang tiga mobilnya disewa oleh seseorang namun tak dikembalikan. Polisi pun kemudian melakukan penyelidikan.”Setelah menerima laporan, Polsek Bubutan segera melakukan penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela kepada wartawan, Kamis (3/8/2017).

Kasus ini memang ditangani Polsek Bubutan. Ketiga mobil itu sendiri hilang sejak April lalu. AKP Budi Waluyo selaku Kanit Reskrim melacak keberadaan tiga mobil itu melalui GPS yang terpasang. Ternyata diketahui mobil itu berada di Pacitan.

Tiga mobil itu yakni Toyota Kijang Innova W 1205 RN, Toyota Avanza W 1925 SM, dan Toyota Avanza W 1525 SN dapat diamankan. Polisi juga berhasil membekuk dua orang yakni Silo dan Kenthus.




Kepada penyidik Silo dan Agus mengakui bahwa mereka adalah perantara untuk menjualkan mobil tersebut. Sementara yang mencari mobil dari usaha penyewaan mobil adalah Agil.”Selama menyelidiki dan memburu Agil, kami menemukan barang bukti mobil lain sehingga total mobil yang kami temukan ada 19 mobil. Semua mobil berada di Pacitan,” kata Leo.

Agil sendiri akhirnya dapat ditangkap pada akhir Juli kemarin. Dia ditangkap di sebuah hotel di Madiun. Agil sempat berpindah-pindah lokasi tempat tinggal sehingga polisi membutuhkan waktu enam hari memburunya.

Kepada penyidik, Agil mengatakan bahwa dia selalu berhasil menyewa mobil karena nilai sewa yang cukup tinggi. Untuk Xenia dan Avanza, Agil berani membayar Rp 4,5 juta per bulan. Sementara untuk Innova, Agil berani membayar Rp 6,5 juta.

Sindikat ini dalam aksinya bermodus untuk bisnis rental atau mobil disewakan untuk mengerjakan proyek infrastruktur di Pacitan. Korban Nuriadi awalnya dihubungi Agil yang berminat menyewa tiga unit mobil miliknya untuk dijalankan bisnis rental. Korban dijanjikan mendapat keuntungan lumayan.

Mobil Toyota Kijang Innova tahun 2010, misalnya. Korban dijanjikan keuntungan senilai Rp 5,5 juta sebulan, Toyota Avansa tahun 2017 dijanjikan keuntungan Rp 6,5 juta per bulan. Akhirnya korban Nuriadi menyepakati kerja sama dan menyerahkan tiga mobilnya kepada Agil.

Setelah dua bulan berjalan (Juni-Juli 2017, ternyata keuntungan yang dijanjikan tidak kunjung diterima. Agil setiap kali dihubungi juga selalu menghindar. Didatangi di rumahnya di Sidoarjo juga tidak ada. Korban Nuriadi melaoprkan ke Polsek Bubutan.

Keduanya ternyata merupakan komplotan Agil yang juga menggadaikan satu mobil milik seorang anggota polisi, Hermono. Selain empat mobil tersebut, Agil dkk juga menggelapkan15 mobil berbagai jenis milik korban lain dengan modus yang sama.“Totalnya kami mengamankan sebanyak 19 unit mobil milik berbagai korban. Ada lima korban,” ucap Leonard.

Kapolsek Bubutan Surabaya, Kompol Dies Ferra mengatakan, para korban rela melepas mobilnya untuk disewa lantaran dijanjikan mendapat keuntungan besar. Karena pelaku berani menyewa mobil dua kali lipa dari harga sewa rental pada umumnya.”Saya mengingatkan kepada masyarakat, supaya selalu berhati-hati jika ada orang yang mau menyewa mobil untuk kepentingan bisnis dan mendapat keuntungan besar,” terang Ferra.