Kategori: Jatim

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Oknum Polisi di Pacitan Dipecat
Headline, Jatim

Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Oknum Polisi di Pacitan Dipecat

Kapolda berhentikan 6 anggota polisi. (Foto: Merdeka.com)

Pacitanku.com, SURABAYA – Sebanyak empat bintara dan dua perwira di kepolisian daerah Jawa Timur dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena terlibat perkara narkoba seperti dari memiliki, menggunakan, dan menjadi seorang kurir narkoba.

Empat anggota bintara dipecat adalah Briptu Fahmi Abdullah polisi dari Polres Pacitan, Brigadir Dicky Christiani, seorang dari Polres Sampang, Briptu Abdullah Akbar, dinas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Aipda Sukardiono, anggota polisi dari Polres Jember.

Sedangkan perwiranya yang di PTDH adalah Kompol Ruslan dan AKBP Ernani Rahayu. Keduanya dipecat, tidak terlibat narkoba, melainkan tindak pidana kriminal. Seperti Kompol Ruslan, dipecat karena terlibat sebagai otak pembunuhan terhadap anak buahnya sendiri, yakni Briptu Yoga. Saat itu, Kompol Ruslan menjabat sebagai Wakapolres Blitar Kota.




Pembunuhan dilakukan Kompol Ruslan, karena Briptu Yoga dianggap merebut pacarnya. Dari kasus itu, Kompol Ruslan dipidana, dipindah tugaskan ke PAM Obvit (pengamanan obyek vital) di Polda Jatim.

Sedangkan, AKBP Ernani Rahayu dipecat, karena melakukan penipuan, dengan menjanjikan akan meloloskan siswa polisi. Saat perekrutan polisi, dia menjabat sebagai Biddokkes Polda Jawa Timur. Ternyata, korbannya banyak yang tidak lolos. Sehingga, harus menjalani proses hukum pidana. Kemudian dipindah tugaskan ke PAM Obvit di Polda Jatim, dan baru dilakukan pemecatan.

Prosesi pemecatan itu, dilakukan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Senin (17/4) kemarin. Kapolda meminta seragam dinas terhadap anggota yang menggunakannyadan diganti dengan pakaian biasa karena sudah menjadi masyarakat sipil.

“Keenam anggota yang dipecat sekarang dikembalikan dan menjadi masyarakat sipil, enam polisi yang dipecat itu melakukan pelanggaran, perkara narkoba, penipuan dan tindak pidana kriminal,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera. (Merdeka)

Permalink ke Update Longsor Ponorogo: 28 Warga Hilang, 32 Rumah Tertimbun, 100 Jiwa Selamat
Bencana Alam, Jatim

Update Longsor Ponorogo: 28 Warga Hilang, 32 Rumah Tertimbun, 100 Jiwa Selamat

Longsor meluluhlantahkan Dukuh Tangkil Banaran, Pulung Ponorogo.

Pacitanku.com, PONOROGO– Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp 1,34 miliar untuk menangani bencana tanah longsor di Kabupaten Ponorogo. Data terbaru menyebutkan bahwa korban terdampak longsor adalah 35 KK dan 128 jiwa. Data di posko darurat mencatat 28 orang masih tertimbun, sementara tiga orang selamat serta rumah yang tertimbun sebanyak 32 unit.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meninjau dapur umum yang disiapkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kemensos yang berjarak dua kilometer dari lokasi longsor di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Minggu (2/4/2017).

Bantuan tanggap darurat yang disalurkan berupa logistik dengan total senilai lebih dari Rp 831 juta, operasional Tagana selama seminggu Rp 70 juta serta menyiapkan santunan untuk ahli waris korban meninggal dunia senilai Rp 420 juta dan juga korban luka-luka maksimal Rp 5 juta.

Kemensos telah mengerahkan Tagana untuk evakuasi dan membuka dapur umum dengan kekuatan 135 personel terdiri dari Tagana Probolinggo 40 personel, Tagana Trenggalek, Nganjuk, Pacitan, Magetan, Madiun dan Kota Madiun masing-masing 10 personel dan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Ngebel sebanyak 30 personel.


Sementara, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengkonfirmasi total korban bencana alam tanah longsor di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo sebanyak 35 KK dan 128 jiwa. Data di posko darurat mencatat 28 orang masih tertimbun, sementara tiga orang selamat serta rumah yang tertimbun sebanyak 32 unit.

“Sebanyak 35 KK yang terdiri dari 128 jiwa terdampak longsor di Ponorogo, rinciannya 100 orang selamat dan 28 orang hilang. Evakuasi dilanjutkan,”kata Sutopo pada Minggu (2/4/2017) melalui akun twitternya.

Menurut Sutopo, efek dari bencana tanah longsor berujung maut itu memiliki panjang lidah longsor sekitar 1 km dari mahkota longsor. Saat ini, kata Sutopo, bantuan terus berdatangan untuk bantu korban longsor. Selain itu, kondisi material longsor tebal dan rombakan.

Tim SAR gabungan akan memulai proses pencarian korban hilang dengan cara menggali material tanah longsor. Proses ini perlu membutuhkan perjuangan ekstra, mengingat ketebalan material longsor mencapai lebih dari 10 meter. “Bantuan terus berdatangan untuk penanganan longsor Ponorogo. Akses jalan sempit dan macet. Evakuasi korban dilanjutkan,”ujarnya lagi.

Saat ini, sebanyak lima alat berat (excavator) sudah tiba di lokasi tanah longsor. Petugas gabungan akan melanjutkan proses evakuasi terhadap 28 warga yang dilaporkan hilang. Kehadiran alat berat tersebut akan membantu petugas gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Ponorogo, Basarnas, TNI, Polri, Tagana dan elemen masyarakat lainnya, untuk mengevakuasi warga yang dikabarkan hilang dan diduga tertimbun longsor.

Sementara, terkait korban hilang, posko bersama tanggap darurat bencana longsor yang terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo telah mengeluarkan data resmi korban-korban yang dinyatakan hilang. Para korban terdiri dari 16 orang laki-laki dan 12 orang perempuan.

Komandan Tim Basarnas, Yoni Fareza, Minggu (2/4/2017) mengatakan, sesuai data resmi posko tanggap darurat, jumlah warga yang terdampak longsor mencapai 128 jiwa. Dari jumlah tersebut 100 jiwa dinyatakan selamat dan 28 sisanya masih dinyatakan hilang.

Hingga Minggu siang, sesuai data resmi posko tanggap darurat, jumlah warga yang terdampak longsor mencapai 128 jiwa. Dari jumlah tersebut 100 jiwa dinyatakan selamat dan 28 sisanya masih dinyatakan hilang.

Berikut data korban hilang yang dikutip Pacitanku.com dari Madiunraya.com:

  1. Jadi (L) 40 tahun Warga RT/RW 02/III Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  2. Pujianto (L) 47 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  3. Siyam (P) 40 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  4. Situn (P) 45 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  5. Tolu (L) 47 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  6. Katimun (L) 55 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  7. Muklas (L) 48 tahun warga Dukuh Krajan, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  8. Menik, (L) 45 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  9. Arda, (L) 5 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  10. Janti (P) 50 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  11. Fitasari, (P) 28 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  12. Sunadi (L) 47 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  13. Nuryono, (L) 17 tahun  warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  14. Iwan (L) 30 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  15. Katmi (P) 70 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  16. Suyono (L) 35 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  17. Suroso (L) 35 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  18. Kateno, (L) 55 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  19. Litkusnin (L) 60 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  20. Bibit (P) 55 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  21. Poniran (L) 45 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  22. Prapti (P) 35 tahun  warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  23. Misri (P) 27 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  24. Anaknya Misri, (P) 3 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  25. Cikrak (P) 60 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  26. Mujirah (P) 50 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  27. Suyati (P) 40 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  28. Purnomo (L) 26 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung

 

Permalink ke Ini Pesan SBY untuk Insan Pers dan Media
Headline, Jatim

Ini Pesan SBY untuk Insan Pers dan Media

SBY saat memberikan sambutan dalam HPN di Jatim.

Pacitanku.com, SURABAYA – Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan media dan pers tidak memenggal pernyataan yang dilontorkan narasumber sehingga berakibat tidak utuhnya suatu informasi untuk masyarakat.

“Kalau informasi yang ditulis tidak utuh dan menyimpang dari fakta maka akan menjadi hoax,” ujarnya di sela puncak peringatan Hari Pers Nasional 2017 dan Hari Ulang Tahun ke-71 PWI tingat Jatim di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu.

Presiden RI periode 2004-2014 itu dalam sambutannya juga menekankan pentingnya demokrasi karena dinilai memiliki banyak definisi, yang secara sederhana demokrasi adalah kekuatan, kedaulatan, suara dan kemerdekaan rakyat.

Demokrasi yang baik, kata dia, adalah rakyatnya berdaulat, suaranya didengar dan rakyat tidak takut berbicara, kemudian demokrasi yang membuat Indonesia makin maju, adil, aman, damai dan stabil. “Semua ini untuk kepentingan rakyat. Untuk itu dalam konteks ini semboyan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat juga berlaku,” ucap tokoh kelahiran Desa Tremas, Kecamatan Arjosari Pacitan itu.




Menurutnya, pers dan media adalah pilar demokrasi, penegak kebenaran dan keadilan, serta menyuarakan suara rakyat, mengontrol jalannya pemerintahan sekaligus membantu menyejahterakan rakyat. Karena itulah agar demokrasi makin hidup dan berkualitas maka pemberitaan pers harus objektif dan faktual, dan bukan hoax.

Di akhir sambutan, suami Ani Yudhoyono itu juga mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yakni mengembalikan marwah pers sebagai pilar demokrasi.”Saya yakin setiap ada kesulitan selalu ada solusi. Yang diperlukan saat ini adalah kesadaran, kemauan dan keberanian untuk melakukan kebaikan bagi bangsa dan negara ini,” katanya.

Pada kesempatan sama, SBY yang juga menerima penghargaan Anugerah Prapanca Agung dari PWI Jatim berterima kasih dan bersyukur karena dinilai memiliki konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai prinsip demokrasi dan kebebasan pers.

“Semoga penghargaan ini menjadi bagian dari perjalanan hidup saya, anak Pacitan, yang ingin berbuat terbaik bagi bangsa dan negara. Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan karena berkenan mengundang saya. Semoga media makin dedikatif dan kontributif bagi negara tercinta ini,” tutupnya. (RAPP002/ant)

Permalink ke Wana Wisata yang Alirkan Pundi Uang ke Pemda dan Perhutani
Headline, Jatim

Wana Wisata yang Alirkan Pundi Uang ke Pemda dan Perhutani

Priyo Dharmawan melihat keindahan Goa Gong. (Sumber Foto: Facebook Priyo Dharmawan)

Priyo Dharmawan melihat keindahan Goa Gong. (Sumber Foto: Facebook Priyo Dharmawan)

Pacitanku.com, SURABAYA – Dengan penggarapan wisata, pundi-pundi rupiah terus mengalir ke Perhutani. Di Jawa Timur misalnya. Pengelolaan wisata hutan kelas besar ditangani oleh Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Wisata dan Jasa Lingkungan Jawa Timur Divisi Wisata dan Agribisnis. Sedangkan obyek wisata lain diserahkan langsung kepada Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH).

Dari 13 obyek wisata Jawa Timur yang ditangani KBM saja, Perhutani mampu meraup pendapatan lebih dari 20 miliar rupiah per tahun. Terdiri dari wana wisata Kakek Bodo, Putuk Truno, Padusan, Dlundung, Air Terjun Grenjengan, Tanjung Papuma, Pulau Merah, dan lainnya.

Belum lagi obyek wisata lain yang dikelola oleh KPH. Misalnya dari KPH Malang. Pendapatan tahun 2016 lalu sebesar Rp 9,4 miliar. Ada 101 tempat wisata yang dikelola KPH Malang. Pendapatan terbesar dari Pantai Regent di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur yang tahun lalu menyumbang pendapatan kotor Rp 3,1 miliar.


Begitulah, potensi wisata hutan Jawa Timur tidak hanya menyejahterakan masyarakat. Wana wisata juga mengalirkan uang ke pemerintah daerah dan Perhutani. Yang dibutuhkan saat ini adalah pengelolaan yang sesuai dengan koridor aturan. Selebihnya adalah kreativitas.

Kreativitas itu pula yang menuntun Pemkab Pacitan untuk menyewa Goa Gong ke warganya sendiri. Jadi lokasi Goa Gong berada pada hutan rakyat, milik warga. Bukan milik Perhutani. Untuk mengelola goa yang katanya terindah di Asia Tenggara itu, Pemkab Pacitan menyewa sebesar ratusan juta rupiah kepada warga, bernama Pairin.

“Kami berani menyewa. Karena Goa Gong selalu menjadi sumber PAD terbesar dari tahun ke tahun dibanding tempat wisata lain. Istilahnya kita menyewa tidak rugi karena banyaknya pengunjung tiap tahunnya,” kata Budi Hartoko, Kabid Promosi Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Pemkab Pacitan.

Memang butuh modal, butuh investasi, agar obyek wisata dikenal masyarakat, juga menggoda wisatawan manca negara. Jalan-jalan dibangun, dirawat. Obyek wisata penunjang dididirikan, jangan sampai obyek wisata tanpa dilengkapi oleh MCK (mandi, cuci, kakus) yang bersih. Wahana permainan dipercantik, agar anak-anak betah di lokasi wisata.

Selanjutnya promosi. Tanpa itu semua, obyek wisata yang cantik bakal tetap kesepian di antara pohon dan semak belukar di tengah hutan.

Sumber: Berita Jatim

Permalink ke Waspada Info Hoax Penculikan Anak di Jatim
Headline, Hukum dan Kriminal, Jatim

Waspada Info Hoax Penculikan Anak di Jatim

Ilustrasi anak hendak diculik

Pacitanku.com, PACITAN – Jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur memastikan bahwa isu penculikan anak yang menjadi viral di media sosial dan aksi main hakim sendiri yang terjadi di Madura adalah palsu alias hoax (baca:hoks).

Sebagai informasi, di media sosial telah viral pemberitaan terkait isu penculikan anak yang diambil organ dalamnya untuk diperjualbelikan. Diduga akibat isu penculikan tersebut, di Sumenep, Madura, tiga orang gila kabarnya ditangkap warga dan akhirnya menjadi korban amuk massa lantaran di sangka sebagai pelaku penculikan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera mewakili Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Polisi Machfud Arifin menegaskan bahwa isu penculikan anak yang viral atau tersebar di media sosial tersebut hoax.




“Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dengan isu tersebut, kasus yang terjadi di Madura, adalah efek lekhawatiran yang berlebihan, isu penculikan itu adalah hoax,” katanya, sebagaimana dikutip dari laman Polres Pacitan pada Kamis (23/3/2017).

Dia menambahkan bahwa Peristiwa main hakim yang terjadi di Madura, merupakan bukti bahwa masyarakat semakin terprovokasi,  semakin terbentuk seolah-olah isu penculikan itu adalah benar

“Kemarin yang terjadi di Madura itu merupakan bukti bahwa masyarakat semakin terprovokasi,  semakin terbentuk seolah-olah isu penculikan itu adalah benar. Karena, setelah kita selidiki sampai ke keluarganya, kemarin yang terjadi di Madura itu yang pertama adalah orang gila dan yang kedua  penjual meteran listrik,” jelasnya.

Sehingga, Kabid Humas menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi, tidak terpancing dan termakan isu hoax tersebut. (RAPP002)

Permalink ke La Nyalla Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim
Headline, Jatim

La Nyalla Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim

Pacitanku.com, SURABAYA — La Nyalla Mahmud Mattalitti terpilih secara aklamasi memimpin Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Jawa Timur periode 2017-2022 pada Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-7 di Surabaya, Selasa.

“Kami meminta Bapak La Nyalla kembali memimpin MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur,” ujar Ketua MPC Kabupaten Pacitan, Heriawan, yang ditunjuk mewakili 38 MPC se-Jatim pada sidang pleno di Hotel Alana Surabaya.

Meski tidak mencalonkan diri dan berkomitmen memberi kesempatan kader PP menggantikan posisinya, tetapi peserta muswil sepakat meminta La Nyalla menjabat untuk periode berikutnya.

Di sela acara, pimpinan sidang Wardy Siagian kemudian menunda sidang untuk memberi kesempatan perwakilan Majelis Pimpinan Nasional (MPN) PP Gunung Hutapea mengkonfirmasi La Nyalla melalui telepon tentang permintaan seluruh MPC, karena yang bersangkutan tengah mengantar Ketua MPN Japto Soerjosoemarmo ke Bandara Juanda.

“Prinsipnya, beliau berterima kasih kepada seluruh MPC selaku utusan seluruh dan beliau bersedia menerima amanah yang diberikan seluruh kader Pemuda Pancasila Jatim,” ucapnya di hadapan seluruh peserta muswil.




La Nyalla ketika dikonfirmasi di arena muswil mengaku berterima kasih kepada MPC se-Jatim yang telah membebankan jabatan tersebut dan berharap ke depan pengurus maupun kader bekerja dengan tekad kuat serta rasa ikhlas.”Saya mengingatkan diri saya sendiri dan semua pengurus MPW PP Jatim bekerja tekad kuat dan rasa ikhlas karena tanpa itu semua tidak akan pernah mencapai tujuan hakiki,” katanya.

Mantan ketua umum PSSI tersebut mengaku sebenarnya sudah pamit mau pensiun untuk mengurus PP karena masih banyak kader yang berkualitas memimpin organisasi ke depannya.”Tapi apa daya saya tidak mengelak karena MPC membebankan kepada saya memimpin PP Jatim. Sebenarnya masih banyak kader PP lain, tapi berhubung mereka belum ditoleh MPC, saya harap bersabar dulu,” katanya.

Sementara itu, usai pelaksanaan muswil, bertempat di Jatim Ekspo Internasional Surabaya langsung dilakukan pelantikan pengurus baru oleh wakil ketua umum MPN PP Frederik Batong yang disaksikan ratusan kadernya se-Jatim. (RAPP002/ant)