Kategori: Jatim

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke 35 Anggota GP Ansor Pacitan Hadiri Apel Kebangsaan di Ponpes Lirboyo
Headline, Jatim

35 Anggota GP Ansor Pacitan Hadiri Apel Kebangsaan di Ponpes Lirboyo

Anggota Ansor Pacitan hadiri apel kebangsaan di Kediri. (Foto: Sarwono)

Pacitanku.com, KEDIRI – Sebanyak 35 anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari Kabupaten Pacitan turut menyemarakkan apel kebangsaan dalam rangka Harlah GP Ansor, yang digelar pada Sabtu (20/5/2017) di lapangan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

Rombongan Banser Pacitan dipimpin langsung Ketua GP Ansor Pacitan Mohammad Khoirul Anam dengan mengendarai tiga mobil.

Dalam sambutannya saat apel kebangsaan, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengemukakan kegiatan ini sengaja dilakukan, salah satunya untuk mengingatkan kesetiaan pada NKRI.

“Kesetiaan pada NKRI tidak bisa ditawar dengan apapun. NKRI ini didirikan salah satunya oleh para kiai, yang juga pendiri jamiah Nahdlatul Ulama,” katanya dalam apel kebangsaan, memeringati Hari Lahir ke-83 GP Ansor, Sabtu sore.




Ia mengatakan, jika saat ini ada sekelompok orang yang mencoba mengubah NKRI yang didirkan para kiai ini, yang bertekad mendirikan kilafah islamiyah sama saja dengan menginjak harga diri Indonesia. Yaqut sangat menyesalkan sikap yang dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin mengubah negara ini menjadi bentuk negara lain.

Untuk itu, ia pun meminta seluruh anggota GP Ansor-Banser juga ikut bertindak demi mempertahankan NKRI. Salah satu caranya, dengan lapor ke aparat. “Apapun langkah harus terukur. Tidak ada dalam sejarah banser melakukan tindakan yang melawan kelompok anti NKRI di luar koridor hukum, jadi tetap mematuhi hukum dan jika ada yang ingin mengganti lapor ke aparat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rais Syuriah PW Nahdlatul Ulama Jatim KH Anwar Iskandar mengatakan GP Ansor-Banser merupakan kader masa depan yang disiapkan demi membela agama, negara dan menjadi benteng moral bangsa. “Mereka akan menjadi kekuatan untuk menjagaga agama, NKRI dan menjaga moral bangsa, agar tidak terjebak di dalam kekosongan nilai,” ujar Gus War, sapaan akrabnya.

Pengasuh PP Al-Amin Kota Kediri ini menambahkan NU sejak dulu sampai sekarang juga tetap konsisten bahwa negara ini negara bangsa, bukan negara agama dengan dasarnya Pancasila bukan yang lain. “Barangsiapa yang ingin mengganggu atau mengubah itu semua tentu NU tidak berada di sana. Jika urusan bertindak itu urusan penegak hukum dan kami hanya berada sebagai satu kekuatan untuk ‘Amar makruf nahi munkar’,” katanya.

Ia pun tidak setuju jika banser melakukan tindakan, bertindak sendiri. Jika dinilai tidak benar menurut agama, negara, ia meminta agar lapor ke aparat penegak hukum. “Tantangan saat ini ada radikalisme, liberalisme, komunisme, narkoba itu semua harus diwasapadai. Kami tidak ingin generasi muda jadi korban di masa akan datang,” ujar Gus War.

Dalam acara tersebut, selain dihadiri Kapolda Jatim, juga jajaran pejabat di bawahnya, pimpinan PP GP Ansor, Wali Kota Kediri, pengasuh PP Lirboyo, Kediri, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Kegiatan apel kebangsaan itu diikuti ribuan anggota GP Ansor serta Banser se-Jatim.

Kontributor: Sarwono
Editor: Dwi Purnawan

Permalink ke Pelanggan Miskin di Pacitan Dapat Bantuan Listrik Gratis
Headline, Jatim

Pelanggan Miskin di Pacitan Dapat Bantuan Listrik Gratis

Pacitanku.com, SURABAYA – Pelanggan miskin dan rentan miskin di wilayah Kabupaten Pacitan dan Sumenep, masuk program Elektrifikasi PT PLN (Persero) Distribusi Jatim dan akan mendapatkan bantuan pemasangan listrik gratis.

“Sedikitnya 100 pelanggan miskin dan rentan miskin di Sumenep dan Pacitan yang masuk database kami akan dapat bantuan pemasangan listrik gratis senilai Rp 2 juta,” kata Manager Komunikasi Hukum dan Administrasi PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, Wisnu Yuliyanto di Surabaya, Jumat (12/5).

Dikatakan Wisnu, program rasio elektrifikasi ini salah satu program guna meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat selama 2017. “Tahun ini kami menggalakkan beberapa program yang langsung menyentuh masyarakat,”ungkapnya.      




Lebih lanjut dikatakan Wisnu, melalui program Listrik Untuk Negeri, diharapkan masyarakat miskin dapat merasakan manfaat keberadaan PT PLN sebagai perusahaan operator penyedia jasa kelistrikan. “Kami ingin masyarakat merasakan dan terbantu oleh keberadaan PLN. Untuk itu, kami selalu berupaya turun kelapangan melihat kondisi masyarakat sebagai pelanggan listrik,” tutur Wisnu.

Ke depan PLN bukan hanya menjalankan Program Listrik Untuk Negeri saja tetapi juga menggencarkan program yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Antara lain pemutaran film sejarah bagi siswa sekolah dasar di wilayah Pacitan dan Sumenep.

“Pemutaran film untuk siswa sekolah SD di Sumenep dan Pacitan kami laksanakan pada pertengahan tahun ini. Kami harap semua berjalan lancar sesuai target pelaksanaan,” katanya.

Pada Oktober 2017, mendatang PLN akan menggelar Jambore Osis untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pemimpin muda berbakat.

“Lewat beberapa beberapa kegiatan yang berkaitan dengan dunia pendidikan ini, kami ingin meningkatkan kualitas SDM Indonesia, khususnya Jawa Timur menjadi calon generasi penerus bangsa yang andal dan punya wawasan luas,”pungkasnya.

Permalink ke Camat dan Lurah Diminta Turut Berperan Tekan Angka Kemiskinan
Headline, Jatim

Camat dan Lurah Diminta Turut Berperan Tekan Angka Kemiskinan

Pacitanku.com, TULUNGAGUNG – Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta kepada camat dan lurah beserta ibu PKK pedesaan di kabupaten kota agar turut serta mendukung program Pemprov Jatim dalam menekan angka kemiskinan. Ini karena, jajaran lurah dan camat merupakan orang yang berkenaan langsung dengan masyarakat bawah.

Demikian permintaan disampaikan Soekarwo pada Puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-45 Prov Jawa Timur tahun 2017 di GOR Lembu Peteng Tulungagung, Rabu (3/5) kemarin.

Dikatakan Pakde, di Jawa Timur ada tiga hal pokok yang menjadi permasalahan, yakni kemiskinan, pengangguran, dan pendidikan dengan kualitas yang kurang. Pemerintah provinsi telah menyiapkan banyak program dalam mengatasi tiga permasalahan tersebut. Namun demikian, program dapat berjalan dengan baik jika ada sinkronisasi hingga tingkat desa.

“Saya sangat berharap, provinsi, kabupaten kota hingga desa dapat sinkron dalam program, sehingga tiga masalah ini dapat kita atasi, dan Jawa Timur semakin maju dan sejahtera,” harapnya.

Menurut Pakde, angka kemiskinan di Jawa Timur selalu mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Tahun 2010 mencapai 16,8 persen, tahun 2016 telah berkurang menjadi 11,8 persen, dan ditargetkan pada tahun 2018 bisa menurunkan menjadi 10 persen. Artinya, saat ini masih ada 1,8 persen yang harus dientaskan.




“Yang 1,8 persen ini yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, peran Pak lurah, Pak camat, dan ibu ibu PKK nya menjadi sangat penting,” tambahnya.

Untuk mengurangi angka kemiskinan, utamanya di daerah pedesaan, Pakde Karwo memberi contoh. Yakni, berdayakan generasi muda desa untuk berkarya, tahan pisang jangan dijual dulu tapi olah dulu jadikan keripik pisang, nangka dijadikan keripik nangka, kentang diolah dulu agar menjadi keripik kentang.

“Untuk pemberdayaan untuk kelompok miskin. Kalau tidak, akan ada urban pemuda desa lari ke kota. Dengan model ini, maka masyarakat desa mempunyai nilai tambah. Kemiskinan berkurang dan pengangguran juga kecil, karena pemudanya diberdayakan. Kata kuncinya, orang tidak miskin kalau kesehatan dan pendidikan bagus,” pungkasnya. (RAPP002)

Permalink ke PLN Bikin Ribuan Tempat MCK di Pacitan dan Sumenep
Headline, Jatim

PLN Bikin Ribuan Tempat MCK di Pacitan dan Sumenep

Pacitanku.com, SURABAYA – Dalam rangka mendukung Program BUMN Hadir Untuk Negeri 2017, PT PLN Distribusi (Persero) Jatim, membuat  tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) umum di Kabupaten Pacitan dan Sumenep.   

 Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo di Surabaya, Jumat (28/4) menuturkan, dipilihnya dua kabupaten tersebut karena di wilayah ini banyak terdapat pelanggan PLN yang masuk dalam kategori keluarga miskin.   

“Latar belakang dipilihnya kedua wilayah tersebut karena banyak rakyat miskin yang belum merasakan fasilits umum seperti MCK yang dibuat pemerintah. Kami mendapatkan data dari jumlah pelanggan miskin yang ada pada data base PLN,” ungkap Pinto.

Tahun ini, PT PLN Distribusi Jatim diwajibkan membangun berbagai sarana prasarana umum dibeberapa wilayah, seperti membangun MCK yang jumlahnya mencapai 53 titik di masing-masing wilayah sebagai bagian dari Program BUMN Hadir untuk Negeri.

“Juga juga menggelar pasar murah di dua wilayah tersebut, yang pelaksanaannya pada bulan Ramadhan mendatang, dengan target sedikitnya ada 1000 penerima yang berasal dari keluarga kurang mampu,” ungkapnya.




Lebih lanjut dikatakan Pinto, Program BUMN Hadir Untuk Negeri akan berlangsung selama satu tahun dengan target selesai pada Oktober 2017 mendatang. “Target kami bulan Oktober. Untuk progres saat ini kami sedang membangun MCK kami menargetkan awal bulan depan sudah ada beberapa MCK yang telah dibangun di dua wilayah tersebut,” imbuhnya.

Melalui program ini, PLN Distribusi Jatim  berharap keberadaan badan usaha milik pemerintah dapat dirasakan efek positifnya oleh masyarakat. Terutama masyarakat yang masih terbilang miskin.

“PLN Distribusi Jatim juga memiliki program-program yang berkenaan dengan dunia  pendidikan. Program tersebut akan segera dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus tahun ini,” kami berharap bantuan yang kami lakukan dapat membantu masyarakat,” harap Pinto.(hjr) Dalam rangka mendukung Program BUMN Hadir Untuk Negeri 2017, PT PLN Distribusi (Persero) Jatim, membuat  tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) umum di Kabupaten Pacitan dan Sumenep.     

Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo di Surabaya, Jumat (28/4) menuturkan, dipilihnya dua kabupaten tersebut karena di wilayah ini banyak terdapat pelanggan PLN yang masuk dalam kategori keluarga miskin.   

“Latar belakang dipilihnya kedua wilayah tersebut karena banyak rakyat miskin yang belum merasakan fasilits umum seperti MCK yang dibuat pemerintah. Kami mendapatkan data dari jumlah pelanggan miskin yang ada pada data base PLN,” ungkap Pinto.

Tahun ini, PT PLN Distribusi Jatim diwajibkan membangun berbagai sarana prasarana umum dibeberapa wilayah, seperti membangun MCK yang jumlahnya mencapai 53 titik di masing-masing wilayah sebagai bagian dari Program BUMN Hadir untuk Negeri.

“Juga juga menggelar pasar murah di dua wilayah tersebut, yang pelaksanaannya pada bulan Ramadhan mendatang, dengan target sedikitnya ada 1000 penerima yang berasal dari keluarga kurang mampu,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Pinto, Program BUMN Hadir Untuk Negeri akan berlangsung selama satu tahun dengan target selesai pada Oktober 2017 mendatang. “Target kami bulan Oktober. Untuk progres saat ini kami sedang membangun MCK kami menargetkan awal bulan depan sudah ada beberapa MCK yang telah dibangun di dua wilayah tersebut,” imbuhnya.

Melalui program ini, PLN Distribusi Jatim  berharap keberadaan badan usaha milik pemerintah dapat dirasakan efek positifnya oleh masyarakat. Terutama masyarakat yang masih terbilang miskin.

“PLN Distribusi Jatim juga memiliki program-program yang berkenaan dengan dunia  pendidikan. Program tersebut akan segera dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus tahun ini, kami berharap bantuan yang kami lakukan dapat membantu masyarakat,” harap Pinto.

Permalink ke Selamat, Tulakan Raih Juara I Sinergitas Kinerja Kecamatan Tingkat Provinsi
Headline, Jatim

Selamat, Tulakan Raih Juara I Sinergitas Kinerja Kecamatan Tingkat Provinsi

Camat Tulakan saat menerima penghargaan.

Pacitanku.com, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyerahkan penghargaan kepada camat berprestasi di wilayahnya karena mampu menunjukkan sinergitas menjalankan kinerjanya sebagai pelayan publik.

“Pelayanan kepada masyarakat yang baik juga karena kinerja pemimpinnya yang baik pula sehingga layak mendapat apresiasi,” ujarnya di sela peringatan Hari Otonomi Daerah di Jatim yang digelar di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis.

Terdapat lima kecamatan yang memperoleh penghargaan kategori sinergitas kinerja kecamatan di Provinsi Jatim Tahun 2016, yaitu di peringkat pertama Kecamatan Tulakan (Pacitan), Kecamatan Kota Sumenep (Sumenep) dan Kecamatan Sukorejo (Kabupaten Pasuruan).




Sedangkan, dua lainnya di posisi harapan pertama dan kedua adalah Kecamatan Sukolilo (Surabaya), serta Kecamatan Dringu (Kabupaten Probolinggo).

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu berharap melalui peringatan Hari Otonomi Daerah ini dijadikan momen peningkatan pelayanan publik untuk kesejahteraan rakyat.

Pelayan publik ini, kata dia, dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dan partisipatoris, serta pelayanan publik untuk masyarakat dan dunia usaha dengan mengelolanya menggunakan sistem “electronic government” agar lebih transparan dan akuntabel.

Selain kepada para camat, penghargaan juga diserahkan bagi kepala daerah yang memiliki kinerja terbaik dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, yaitu peringkat pertama diraih Pemkab Sidoarjo, diikuti Pemkab Lamongan, Pemkab Banyuwangi di peringkat ketiga, serta Pemkab Probolinggo di peringkat IV.

Selanjutnya untuk tingkat kota diserahkan kepada dua daerah, yaitu Pemkot Surabaya di peringkat pertama dan Kota Mojokerto di peringkat kedua.

Sementara itu, Pakde Karwo, sapaan akrabnya berharap kepada seluruh pelayan publik di wilayahnya meningkatkan daya saing perekonomian melalui pengelolaan potensi ekonomi daerahnya.

“Saya juga berharap peningkatan kualitas tata kelola untuk mewujudkan proses penyelenggaraan pemerintah daerah yang baik dan bersih, melalui reformasi birokrasi,” tuturnya. (RAPP002)

Permalink ke Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Oknum Polisi di Pacitan Dipecat
Headline, Jatim

Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Oknum Polisi di Pacitan Dipecat

Kapolda berhentikan 6 anggota polisi. (Foto: Merdeka.com)

Pacitanku.com, SURABAYA – Sebanyak empat bintara dan dua perwira di kepolisian daerah Jawa Timur dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena terlibat perkara narkoba seperti dari memiliki, menggunakan, dan menjadi seorang kurir narkoba.

Empat anggota bintara dipecat adalah Briptu Fahmi Abdullah polisi dari Polres Pacitan, Brigadir Dicky Christiani, seorang dari Polres Sampang, Briptu Abdullah Akbar, dinas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Aipda Sukardiono, anggota polisi dari Polres Jember.

Sedangkan perwiranya yang di PTDH adalah Kompol Ruslan dan AKBP Ernani Rahayu. Keduanya dipecat, tidak terlibat narkoba, melainkan tindak pidana kriminal. Seperti Kompol Ruslan, dipecat karena terlibat sebagai otak pembunuhan terhadap anak buahnya sendiri, yakni Briptu Yoga. Saat itu, Kompol Ruslan menjabat sebagai Wakapolres Blitar Kota.




Pembunuhan dilakukan Kompol Ruslan, karena Briptu Yoga dianggap merebut pacarnya. Dari kasus itu, Kompol Ruslan dipidana, dipindah tugaskan ke PAM Obvit (pengamanan obyek vital) di Polda Jatim.

Sedangkan, AKBP Ernani Rahayu dipecat, karena melakukan penipuan, dengan menjanjikan akan meloloskan siswa polisi. Saat perekrutan polisi, dia menjabat sebagai Biddokkes Polda Jawa Timur. Ternyata, korbannya banyak yang tidak lolos. Sehingga, harus menjalani proses hukum pidana. Kemudian dipindah tugaskan ke PAM Obvit di Polda Jatim, dan baru dilakukan pemecatan.

Prosesi pemecatan itu, dilakukan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Senin (17/4) kemarin. Kapolda meminta seragam dinas terhadap anggota yang menggunakannyadan diganti dengan pakaian biasa karena sudah menjadi masyarakat sipil.

“Keenam anggota yang dipecat sekarang dikembalikan dan menjadi masyarakat sipil, enam polisi yang dipecat itu melakukan pelanggaran, perkara narkoba, penipuan dan tindak pidana kriminal,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera. (Merdeka)