Kategori: Pacitan News

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Jadwal Pemadaman Listrik di Pacitan Rabu 22 Februari
Headline, Pacitan News

Jadwal Pemadaman Listrik di Pacitan Rabu 22 Februari

Pacitanku.com, PACITAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Distribusi Jawa Timur Area Ponorogo Rayon Pacitan akan kembali melakukan pemadaman listrik di beberapa kecamatan di Pacitan pada Rabu (22/2/2017).

Menurut keterangan manager PT PLN Distribusi Jawa Timur Area Ponorogo Rayon Pacitan, Adhib Ardiansyah N, Selasa (21/2/2017) mengatakan bahwa pemadaman listrik tersebut dikarenakan adanya pemasangan tiang sisipan. Sehingga, kata Adhib, aliran listrik line SUTM 20 KV wilayah kerja Rayon Pacitan akan diadakan pemadaman pada Rabu (22/2/2017) pukul 10.00-14.00 WIB.




“Adapun, aliran listrik akan dimanuver (pindah jalur listrik) dan dinormalkan 30 menit setelah jam padam tersebut jika ada kendala atau belum selesai, maka pemadaman diperpanjang,”katanya dalam surat dengan nomor 0056/DIS.00.04/RYN-PCN/2017 tersebut.

Adapun daerah yang akan terdampak atau terkena pemadaman listrik adalah pelanggan listrik penyulang Soge meliputi Desa Pager Kidul, Desa Kangkung dan Desa Taman.

“Kemudian juga pelanggan listrik penyulang Cokrokembang (Ngadirojo) meliputi Desa Ngadirojo, Desa Hadiwarno, Desa Hadiluwih, Desa Cokrokembang, Desa Tanjungpuro dan Desa Pagerejo,”pungkasnya. (RAPP002)

Permalink ke Asyik, Kini Ada Wahana Air Mancur di Alun-alun Pacitan
Headline, Pacitan News

Asyik, Kini Ada Wahana Air Mancur di Alun-alun Pacitan

Wahana air mancur di alun-alun Pacitan via @nindaseriously

Pacitanku.com, PACITAN – Kawasan alun-alun Pacitan kini semakin lengkap dengan banyaknya fasilitas yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan. tak hanya sarana dan prasarana olahraga, kini di alun-alun juga terpasang wifi, dan yang terbaru adalah wahana air mancur.

Adapun, jadwal operasional “muncratnya” air mancur di kawasan sisi utara alun-alun Pacitan ini buka pada hari Senin hingga Minggu mulai pukul 16.00-16.30 dan pukul 19.30-20.00 WIB. Selain waktu tersebut, air mancur di alun-alun juga dibuka pada Jumat dan Minggu pagi pukul 06.30-07.00 WIB.

Sebagai informasi, air mancur di alun-alun ini digarap oleh  Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan (DCKTRK) Pacitan dengan dana sebesar Rp 400 juta guna membangun air mancur beserta taman lengkap fasilitas penunjang lainnya.

Kabid Kebersihan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan (DCKTRK) Pacitan Happy Dwi Handoko Edy beberapa waktu lalu mengatakan bahwa  hiasan air mancur dibangun lengkap penambahan sarana lampu penerangan.

Konsep tampilan hiasan air mancur itu berkaca pada Jembatan Kenjeran serta Taman Pelangi, Surabaya. Bahkan, agar hasilnya nanti sesuai harapan pihaknya menggandeng konsultan dari Surabaya untuk mengerjakan pembangunan hiasan air mancur di alun-alun tersebut.



Pertemuan para anggota Instagram di panggung budaya alun-alun Pacitan. (Foto: Fahmi Kafabih)

Disamping penambahan air mancur dan taman, lanjut dia, di Alun-alun Pacitan juga dibangun tempat atau panggung untuk pentas seni budaya. Dia menuturkan, ampitheatre tersebut diperuntukkan bagi pegiat seni dan budaya asal Pacitan.

Selain itu, ada pula beberapa aspek pembenahan yang sudah direncanakan untuk penataan alun-alun. Mulai dari keberadaan taman yang layak menjadi jujukan masyarakat, terutama anak-anak. Serta adanya penambahan atau perluasan area bermain anak-anak.

Sebelumnya, DCKTRK telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk penataan Alun-Alun Pacitan. Selain mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4 miliar secara bertahap hingga tahun depan, DCKTRK juga menimbang adanya alokasi bantuan corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan swasta, BUMN maupun BUMD yang ada di Pacitan untuk pembenahan pusat keramaian di Pacitan itu.   

Kini tak usah jauh-jauh ke luar kota untuk memanjakan putra-putri Anda. Cukup datang ke alun-alun Pacitan, dan nikmati kebahagiaan bersama keluarga. (RAPP002)

Permalink ke Waduh, Ada ”Jeglongan Sewu” di Kecamatan Punung Pacitan
Headline, Pacitan News

Waduh, Ada ”Jeglongan Sewu” di Kecamatan Punung Pacitan

Jalan rusak di Desa Tinatar Punung. (Foto: Murnianto)

Pacitanku.com, PUNUNG – Persoalan infrastuktur jalan di Pacitan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat. Data dari Dinas Bina Marga Pacitan menyebut bahwa dari total 798 kilometer jalan yang ada, sebanyak 349,8 kilometer atau 43,8 persen dalam kondisi rusak.

Adapun, rinciannya adalah 24,1 persen atau sekitar 192,4 kilometer kondisinya rusak berat dan 19,7 persen atau sepanjang 157,4 kilometer rusak ringan. Sementara itu, penanganan jalan rusak tersebut bakal berjalan lamban karena kendala anggaran.

Salah satu jalan yang mengalami kerusakan cukup parah adalah jalan Penghubung Desa Gondosari, Desa Tinatar dan Kebonsari (Punung)  menuju ke Jawa Tengah. Di jalan tersebut, banyak lubang menganga yang membahayakan bagi yang melewatinya. Ibarat lubang, jalan tersebut mirip dengan jalnber lubang di berbagai wilayah yang akhirnya dijuluki “Jeglongan sewu.”




Murnianto, salah satu warga Desa Tinatar, Punung, sampai mengeluhkan rusaknya jalan ini melalui obrolan sebuah grup social media facebook. “Kami hanya meminta perbaikan akses jalan bukti adanya kepemimpinan, seperti, mungkin 7 tahun lalu yang kami rasakan. Dan, kemudian biarkan kami mengantar nasib di jalan yang kau sediakan,” katanya.

Jalan rusak di Desa Tinatar Punung. (Foto: Murnianto)

“Memang, kami pun masih mampu berjalan penuh harapan menunggu giliran diantara bencana musiman yang menuntut segera penanganan. Berlari sedapat yang memungkinkan dan terseok diantara kubangan.”

“Lalu sampai kapan kami mampu mengurut dada setelah kondisi ini menjadi yg terburuk setelah mungkin 7 tahunan. Sedangkan kabar di sana fasilitas rekreasi dan kesenangan digelontor kemewahan. Membuat pemikiran kami yang legowo dengan cukup ditambal timbangane bakal menjadi teriris dengan rasa meri,”imbuhnya lagi.

Saat dikonfirmasi Pacitanku.com melalui pesan singkat, Senin (20/2/2017), Murnianto mengatakan bahwa lubang yang ada di jalur tersebut sudah bertahun-tahun, namun untuk kondisi terparah terjadi saat mulai musim penghujan tahun ini.“Kalau banyak lubang cukup lama dua tahunan lebih, tapi kondisi terparah baru musim penghujan ini,”ujarnya.

Setelah dirinya mengunggah foto jalan berlubang tersebut ke socmed, dirinya kemudian mendapatkan info bahwa jalan penghubung desa tersebut akan segera diperbaiki.“Infonya dari Pak Himo Kepala Desa Tinatar via BBM bahwa SK perbaikan sudah turun tinggal menunggu pelaksanaan,”pungkasnya. (RAPP002)

Permalink ke Agar Lebih Baik Dalam Pelayanan Publik, 400 PNS Pemkab Pacitan Digembleng Pemanfaatan TI
Headline, Pacitan News

Agar Lebih Baik Dalam Pelayanan Publik, 400 PNS Pemkab Pacitan Digembleng Pemanfaatan TI

Para PNS di Pacitan mendapatkan pelatihan TI. (Foto: Wira Swastika)

Pacitanku.com, PACITAN – Sebanyak 400 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan digembleng untuk mendapatkan pelatihan pemanfaatan teknologi informasi, Senin (20/2/2017).

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pacitan, Fatkur Rozi menyebut bahwa pelatihan ini diselanggarakan sebagai usaha untuk meningkatkan kemampuan PNS dalam memberikan pelayanan publik yang lebih cepat dan lebih baik.

”Para PNS tersebut perlu ditingkatkan kemampuan di bidang teknologi informasi sesuai dengan visi dan misi Bupati Pacitan,”katanya.




Lebih lanjut, Fatkur mengatakan bahwa pelatihan yang digelar mulai 15 Februari – 25 Februari 2017 terbagi menjadi dua materi yang diberikan. “Materi yang diberikan pada pelatihan ini terutama adalah pemanfaatan surat elektronik untuk mempercepat komunikasi baik antar instansi maupun antar pegawai,”tandasnya.

Selain itu, kata Fatkur, dalam pelatihan ini para PNS diberikan juga materi tentang aplikasi perkantoran untuk membantu kelancaran tugas sehari-hari. Pelatihan ini dipandu langsung pemateri dari BKPPD, Balitbangda dan Kominfo Pacitan. (DPPP001)

Pewarta: Wira Swastika

Permalink ke Trenggalek-Pacitan Galang Kerjasama Pembangunan Wilayah Selatan Jatim
Headline, Pacitan News

Trenggalek-Pacitan Galang Kerjasama Pembangunan Wilayah Selatan Jatim

Wabup Trenggalek berkunjung ke Pacitan. (Foto: Humas Setda Trenggalek)

Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Pacitan menggalang kerjasama pembangunan di wilayah selatan Jawa Timur.

Rencana kerjasama tersebut ditandai dengan kunjungan Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ke Pacitan dalam rangka menyamakan persepsi dan potensi dalam meningkatkan pembangunan serta kemakmuran masyarakat di kawasan selatan Jatim, Kamis (16/2/2017) lalu di Pendopo Kabupaten.

Dalam kunjungan yang diterima oleh Bupati Pacitan Indartato, Wakil Bupati Yudi Sumbogo, Sekretaris Daerah Suko Wiyono dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pacitan, Arifin mengatakan bahwa percepatan pembangunan jalur lintas selatan harus dilakukan. Selain juga pembangunan pelabuhan niaga untuk mendukung jalur pelayaran kawasan selatan.




“Dan juga wacana tentang budidaya komoditi-komoditi yang memiliki nilai ekonomis sebagai solusi dalam memberdayakan masyarakat,”katanya dilansir laman Humas Pemkab Trenggalek.

Selain percepatan sektor perekonomian, Trenggalek dan Pacitan  dapat bersama-sama memajukan kawasan ekonomi khusus pariwisata.

“Kalau tidak, bagaimana caranya kita punya terobosan inovasi apakah lewat peraturan daerah untuk memacu investasi di kawasan selatan secara bersama-sama, harapannya nanti juga bisa memaketkan pariwisata secara bersama-sama,” kata Wabup termuda se-Indonesia ini.

Sebagaimana diketahui, Pacitan dan Trenggalek adalah dua kabupaten yang memiliki persamaan geografis dan potensi daerah. Salah satu yang menjadi ciri khas kedua daerah yang bertetangga ini adalah potensi wisata pantai yang cukup banyak. (RAPP002)

Permalink ke Wah, Kawasan Tertib Lalu Lintas Belum Bersih dari Pelanggaran
Headline, Pacitan News

Wah, Kawasan Tertib Lalu Lintas Belum Bersih dari Pelanggaran

Jalan menuju Pacitan. (Foto : Suara Merdeka)

Jalan menuju Pacitan. (Foto : Suara Merdeka)

Pacitanku.com, PACITAN – Pengembangan Kawasan Tertib Lalu-lintas (KTL) di Pacitan masih stagnan. Satlantas Polres Pacitan menilai KTL belum perlu untuk diperluas. Sebab, tidak ada pertambahan volume kendaraan yang signifikan. Pun, lima ruas jalan yang termasuk dalam KTL juga belum benar-benar bersih dari pelanggaran.

Karena itu, warga Pacitan diminta untuk lebih tertib berkendara di lima ruas KTL tersebut. ‘’Capaian Wahana Tata Nugraha (WTN) memang menjadi prestasi. Namun ketertiban dalam berkendara oleh masyarakat juga perlu lebih ditingkatkan lagi,’’ jelas Kasatlantas Polres, AKP Jumianto Nugroho, dilansir dari Radar Madiun Jumat (17/2/2017).




Nugroho merinci, ada lima ruas jalan di Pacitan yang ditetapkan sebagai KTL. Kelimanya, yakni jalan Tentara Pelajar, jalan Basuki Rahmat, jalan Jenderal Sudirman, jalan Gatot Subroto, serta jalan Ahmad Yani. Kelima ruas jalan tersebut ditetapkan sebagai KTL karena beberapa alasan.

Pertama, karena ada potensi penumpukan kendaraan, yang bisa memicu kemacetan. Seperti jalan Tentara Pelajar. Jalan tersebut merupakan pintu masuk Pacitan dari Ponorogo, namun tidak begitu lebar. ‘’Jadi ya wajib tertib agar tidak sampai menimbulkan kemacetan,’’ ujarnya.

Selain jalan yang sempit dan merupakan ruas utama, KTL juga ditetapkan menyesuaikan tingkat keramaian jalan tersebut. Sebagai contoh, jalan Jenderal Sudirman. Jalan tersebut sangat ramai oleh lalu lalang kendaraan lantaran daerah pertokoan. Disana, kendaraan yang melintas bukan hanya roda dua atau roda empat.

Kendaraan roda enam atau lebih seperti truk juga tidak jarang melintas. Khususnya, truk-truk yang biasa bongkar muat di pertokoan itu. ‘’Sementara jalan Ahmad Yani, termasuk sebagai KTL karena itu ruas utama. Sama seperti jalan Tentara Pelajar. Mau kemana pun, banyak yang lewat situ, meski bukan kawasan pertokoan,’’ jelasnya.

Pengembangan KTL di suatu daerah tidak salah jika dijadikan indikator dari berkembangnya daerah. Namun, di Pacitan, lima KTL dirasa masih cukup. Nugroho menyebut belum perlu memperluas jalan menjadi bagian dari KTL.

Disamping masih kerap ditemui adanya sejumlah pelanggaran, pertambahan volume kendaraan juga belum signifikan. Satu ruas jalan yang kemungkinan bakal dijadikan KTL adalah jalan Letjend Suprapto, lantaran ada sejumlah kantor dinas dan sekolah.

‘’Ke depan ruas jalan tersebut (Letjend Suprapto) sudah mulai dipikirkan untuk ditetapkan KTL. Tetapi kami masih harus melihat dulu bagaimana lima ruas KTL lain. Apakah sudah benar-benar tertib atau belum,’’ terang Nugroho.