Kategori: Pacitan News

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Tim Saber Pungli Siap Wujudkan Pacitan Bebas Pungutan Liar
Headline, Pacitan News

Tim Saber Pungli Siap Wujudkan Pacitan Bebas Pungutan Liar

Bupati Pacitan Indartato hari ini (19/01/17) mengukuhkan 40 orang anggota Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar Kabupaten Pacitan. (Foto: Arif Sasono/Doc Humas Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Sebanyak 40 anggota tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Pacitan dikukuhkan di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (19/1/2017). Tim yang merupakan gabungan unsur Pemkab, Kepolisian Resor Pacitan, TNI, Kejaksaan dan Pengadilan Pacitan tersebut diminta agar bertindak tegas dan tepat, sehingga Pacitan bebas pungli dan bisa lebih baik. 

Satgas Pungli di Pacitan dipimpin oleh Wakil Kepala Polres Pacitan Komisaris Polisi Suharsono  dengan membawahi 40 personel yang terdiri dari beberapa pokja seperti pokja operasional, pokja intelijen, pokja tindak dan administrasi.

Pengukuhan tim dilaksanakan Bupati Pacitan disaksikan unsur muspida, ditandai dengan mengambil sumpah.  Berdasarkan Peraturan Presiden No 87 tahun 2016, fungsi Satgas Saber Pungli yaitu membangun sistem pencegahan, dan pemberantasan pungli, serta melakukan operasi tangkap tangan. Kemudian merekomendasikan kepada pimpinan agar dilakukan penindakan penindakan, dan melakukan monitoring.

“Kami berharap, dikukuhkannya anggota Satgas Saber Pungli ini bisa mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih. Selain ditunjukan memberikan efek jera, termasuk sangsi bagi para pelaku pungli juga sebagai bentuk akselerasi mewujudkan pemerintah yang baik dan bersih,” kata Bupati Indartato saat usai mengukuhkan Satgas Saber Pungli.




Dia mengatakan, walaupun pungli masuk kategori pelanggaran, tetapi praktiknya merusak sendi kehidupan masyarakat. Hadirnya satgas ini, diharapkan ada perubahan di pemerintah dalam melayani publik. “Saya berharap, satgas Saber Pungli bisa bertindak tegas dan tepat,” ujarnya.

Sementara Kapolres Pacitan Suhandana Cakrawijaya mengungkapkan bahwa dibentuknya tim Satgas Saber Pungli ini dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat karena pungli merupakan musuh bersama.”Karena pungli menghambat pelayanan pemerintah dan dapat menyengsarakan rakyat,”katanya.

Suhandan menyebut bahwaa dengan adanya saber pungli ini bukan sarana untuk mencari kesalahan. Namun sebaliknya, meluruskan yang kurang tepat untuk mewujudkan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Hadirnya satgas saber pungli harus menjadi momentum mawas diri menuju Pacitan lebih baik, kita kedepankan upaya prefentif. Jika masih dapat dibenahi kita ingatkan tapi seandainya sudah parah kita akan tindak,”pungkasnya.

Sebagai informasi, hingga hari ini, Kamis (19/1/2017), tim Saber Pungli yang dibentuk pemerintah mulai memakan korban. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan hingga saat ini tim tersebut telah melakukan 81 Operasi Tangkap Tangan (OTT) di seluruh instansi pemerintah.

Dia menjelaskan 81 OTT dilakukan berdasarkan aduan masyarakat yang masuk ke Tim Saber Pungli. Dalam dua bulan terakhir Tim Saber Pungli telah menerima 22.000 aduan terkait praktik pungli di instansi pemerintah. Banyaknya laporan ini membuktikan bahwa masyarakat percaya dan mendukung upaya pemerintah memberantas pungli..

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan upaya pemberantasan pungli harus terus digencarkan. Pemberantasan pungli juga harus diikuti dengan pembenahan yang bersifat sistemik, agar pelayanan masyarakat menjadi lebih baik dan berkualitas.

Presiden mencontohkan pelayanan publik yang ada di Kepolisian Republik Indonesia (Polri), seperti pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan penanganan tilang. Dia ingin peningkatan pelayanan berbasis online agar segera diterapkan dengan pembayaran nontunai melalui perbankan.

Menanggapi hal ini, Wiranto menjelaskan bahwa Polri telah bekerja sama dengan Kejaksaan Agung, Kementerian Keuangan dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dengan kerja sama ini penanganan tilang bisa dilakukan dengan sistem elektronik atau e-tilang. Untuk tahap awal memang baru bisa dilakukan di 16 Kepolisian Daerah.

Adapun untuk pengurusan STNK, BPKB, serta SIM secara online telah dapat dilakukan pada 18 Polda. “Termasuk Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dapat dilakukan secara online,” kata Wiranto. (RAPP002)

Permalink ke BPKA Pacitan Mulai Tertibkan Aset Daerah
Headline, Pacitan News

BPKA Pacitan Mulai Tertibkan Aset Daerah

gedung Pemkab Pacitan (Dok.Pacitanku)

gedung Pemkab Pacitan (Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Pacitan mulai ketat terhadap harta inventaris daerah. Mereka mulai menertibkan aset milik daerah yang diduga disalahgunakan. Termasuk aset berupa tanah lantaran ditengarai merupakan yang paling rawan. ‘’Temuan aset yang hingga kini cukup banyak disalahgunakan memang tanah,’’ terang Kabid Aset BPKA Pacitan, Agung Setiyono, kemarin (18/1).

Agung menuturkan, sejak penyesuaian struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru per awal Januari ini, pihaknya masih disibukkan dengan menginventarisir satu per satu aset milik pemkab. Yang jadi prioritas adalah aset berupa tanah. Dari total 464 bidang tanah yang dimiliki pemkab Pacitan, ditengarai banyak yang disalahgunakan.

Temuan itu tidak satu atau dua saja. Melainkan cukup banyak. Agung ambil contoh, tanah aset pemkab di Jalan Ahmad Yani, yang terletak di sebelah hotel. Di atas tanah aset tersebut, sempat berdiri warung semi permanen milik warga. ‘’Padahal, peruntukannya bukan untuk itu. Akhirnya, kami minta untuk pindah,’’ katanya.




Satu hal yang pasti, menurut Agung, penyalahguna aset seperti di Jalan Ahmad Yani melanggar lantaran menggunakan tanpa seizin BPKA. Disamping itu, cara mereka menggunakan juga tidak melalui prosedur yang berlaku.

Salah satunya nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Tahu-tahu saja, bangunan sudah berdiri dan uang sudah berputar di tempat tersebut. ‘’Jika tanpa melalui prosedur yang benar, bangunan semi permanen pun itu tetap tidak boleh,’’ terangnya.

Akar masalah tersebut adalah perut. Karena itu, Agung menyebut pihaknya tidak bisa gegabah dalam menertibkan aset tanah milik pemkab. Sejauh ini, pihaknya melakukan pendekatan tanpa kekerasan.

Penyalahguna aset diajak mengobrol, lalu diberi pemahaman bahwa mereka melanggar peraturan. Pun, meski kegiatan yang dilakukan penyalahguna aset itu melanggar, namun BPKA juga tidak serta merta tutup mata begitu saja.

Penertiban itu akan diiringi dengan solusi penataan terhadap para penyalahguna aset. ‘’Tidak hanya asal oprak-oprak. Karena meski melanggar, itu sudah menjadi lahan mata pencaharian mereka yang menyalahgunakan aset,’’ jelas Agung. (mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Jelang Hari Jadi ke-272, Bupati Minta ASN Pacitan Tingkatkan Kinerja
Headline, Pacitan News

Jelang Hari Jadi ke-272, Bupati Minta ASN Pacitan Tingkatkan Kinerja

Indartato Membacakan Pidato Kebangkitan Nasional. (Foto : Dishubkominfo Pacitan)

Indartato Membacakan Pidato Kebangkitan Nasional. (Foto : Dishubkominfo Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN –Bupati Pacitan Drs H Indartato MM meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pacitan untuk meningkatkan kinerja jelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-272.

Menurut Indartato, upaya peningkatan kinerja tersebut terkait fungsinya sebagai abdi negara maupun abdi masyarakat. “Hari jadi merupakan momentum bersama untuk terus memacu kinerja serta meningkatkan mutu pelayanan,”katanya saat upacara tanggal 17 di halaman Pendopo Kabupaten, Selasa (17/1/2017) pagi, dilansir laman Pemkab Pacitan.




Indartato menyebut bahwa salah satu tolok ukur kinerja adalah pelaporan administrasi yang baik. Kuncinya adalah akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku.“Karenanya seluruh jajaran Perangkat Daerah harus mengedepankan azas tersebut,”ujarnya.

Dia berharap bahwa pada tahun 2017 ini, Pacitan kembali sukses memboyong opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Pemeriksaanya sendiri akan dimulai sekitar bulan Pebruari. Predikat WTP sangat penting karena menjadi penanda berjalannya prinsip akuntansi secara benar.

“Saya berharap semua pihak bersiap diri menjelang pemeriksaan tersebut. Tidak lupa saya sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya bahwa opini WTP selama beberapa tahun terakhir berhasil kita raih berturut-turut,”pungkasnya. (RAPP002)

Permalink ke Tahun ini, Pemkab Anggarkan Rp 85 M Perbaiki 223 Ruas Jalan Rusak
Headline, Pacitan News

Tahun ini, Pemkab Anggarkan Rp 85 M Perbaiki 223 Ruas Jalan Rusak

Jalan Punung-Pringkuku via Desa Pelem

Pacitanku.com, PACITAN – Dana miliaran rupiah digelontorkan menutup lubang dan kerusakan di ratusan ruas jalan Pacitan. Tahun ini, pemkab mengalokasikan sedikitnya Rp 85 miliar dalam APBD 2017, untuk memperbaiki 223 jalan dan 13 jembatan yang tersebar di 12 kecamatan.

Perbaikan dilakukan serentak. Diperkirakan, sebanyak 223 ruas yang diperbaiki masih belum termasuk seluruh kerusakan yang ada di ruas jalan Pacitan. ‘’Titik kerusakan jalan ini menyebar. Ada banyak terutama di daerah-daerah berbukit,’’ terang Kabid Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Pacitan, Suparlan, baru-baru ini.




Suparlan menuturkan, anggaran perbaikan jalan dan jembatan yang digelontorkan tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu. Sebelumnya, anggaran untuk pos yang sama mencapai Rp 95 miliar. Tahun ini, berkurang karena titik kerusakan baru tidak begitu banyak jika dibandingkan dengan tahun anggaran sebelumnya.

Menurut Suparlan, berbagai jenis kerusakan terdapat di 223 ruas jalan yang akan diperbaiki itu. Mulai dari berlubang, retak, hingga amblas terbawa longsor. ‘’Ada semua di Pacitan. Jenis kerusakan apapun semua ada,’’ ujarnya.

Menurut Suparlan, penyebab utama sebagian besar jalan rusak di Pacitan adalah faktor geografis. Hampir sebagian besar jalan di Pacitan berlokasi di lereng tebing. Dengan mudah, longsoran material dari tebing pun menimbun atau bahkan ikut mendorong keretakan di badan jalan.

Selain itu, kelebihan beban muatan juga semakin memperparah kondisi kerusakan jalan. Terutama di daerah berbukit. Dimana banyak truk lewat membawa material seperti kayu atau bebatuan. ‘’Seringkali dengan kondisi jalan yang dengan mudah terbawa pergerakan tanah, kendaraan yang melintas overload (kelebihan beban muatan),’’ terangnya.

Sejauh ini, kerusakan jalan yang dirasa paling parah adalah di jembatan bailey, Gemaharjo, Tegalombo. Rupanya, pergerakan tanah tidak hanya terjadi disana. Di Nglaran, Tulakan, Dondong dan Pelem di Pringkuku, atau Kledung, Bandar, contohnya. Di empat wilayah tersebut, ruas jalan sama parahnya seperti yang terjadi di Gemaharjo.

Penanganan perbaikan infrastruktur di empat wilayah tersebut hampir sama. ‘’Paling efisien dan aman, ya pindahkan saja jalan dan jembatannya dari titik pergerakan tanah. Sebab, mau diperbaiki bagaimanapun, akan kembali amblas jika tidak pindah,’’ ujar Suparlan. (mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Benar Kata Menteri, Tanam Sendiri Solusi Naiknya Harga Cabai
Headline, Pacitan News

Benar Kata Menteri, Tanam Sendiri Solusi Naiknya Harga Cabai

Pacitanku.com, PACITAN – Harga komoditi cabai yang masih cukup tinggi dirasakan hampir semua masyarakat Indonesia, tak terkecualai di Pacitan. Di sejumlah pasar di Pacitan, harga cabai bahkan sempat menembus harga hingga kisaran Rp 120 ribu. Namun disisi lain, sesuai saran dari menteri, menanam cabai adalah salah satu solusi naiknya harga cabai di pasaran. Hal itu juga yang dilakukan sejumlah warga Pacitan

Sartini, pedagang bumbu bumbuan di Pasar Arjowinangun Pacitan, harga cabai mulai merangkak naik dalam dua pekan terakhir. Para pedagang mengaku tidak mengetahui secara pasti apa penyebab harga cabai melonjak.

Harga cabai di tingkat pasaran masih berada pada kisaran Rp 90 ribu per kilogram untuk jenis Rawit. Cabai keriting Rp 50 ribu per kilogram sedangkan cabai kering dihargai Rp 60 ribu per kilogram. “Terus terang banyak konsumen yang mengeluh, tapi bagaimana lagi wong semua butuh bumbu cabai,”katanya dilansir laman Pemkab Pacitan, Minggu (15/1/2017).

Namun jika sebagian masyarakat merasakan dampak dari meroketnya harga cabai lain halnya dengan Anang Sukanto. Sebagai warga yang tinggal di Pacitan kota, Anang sejatinya tidak selalu kesulitan untuk menikmati rasa pedas cabai.




Anang menyebut bahwa hal ini bisa dilakukan karena mampu memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumahnya. “Caranya dengan mengembangkan budidaya sayur mayur sistem polybag,”kata pria yang juga anggota forum Pacitan sehat.

Sebagai informasi, tanaman cabai rawit mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi sehingga banyak petani mengembangkan budidaya cabai rawit. Tidak hanya petani saja yang bisa mengembangkan budidaya cabai karena tanaman cabai dapat ditanam di halaman rumah dengan pot/polybag.

Adapun, cara menanam cabe rawit di polybag cukup mudah dilakukan. Pada umumnya menanam cabai bisa dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter diatas permukaan laut.

Kepala Disperindag Pacitan, Supomo menyebutkan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok di pasar bisa saja berubah. Sebab, faktor yang bisa langsung mempengaruhi adalah distribusi. Saat ini, distribusi komoditas dari luar daerah ke Pacitan memang lancar. (RAPP002)

Permalink ke Polres Pacitan Harapkan Komunitas Motor Jadi Pelopor Keselamatan Lalin
Headline, Pacitan News

Polres Pacitan Harapkan Komunitas Motor Jadi Pelopor Keselamatan Lalin

Polres Pacitanbersama komunitas motor memasang umbul-umbul lalin. (Foto: Polres Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepolisian Resor Pacitan berharap komunitas motor di Pacitan menjadi teladan dalam berlalu lintas. Hal tersebut diungkapkan Kepala Satlantas Polres Pacitan, Ajun Komisaris Polisi Jumianto Nugroho usai menggelar komitmen bersama dengan persatuan komunitas motor Pacitan, Kamis (12/1/2017) di Pacitan.

Menurut Nugroho, pihaknya akan terus menggalakkan sosialisasi tentang pelopor keselamatan berlalu lintas pada semua lapisan masyarakat Pacitan, salah satunya komunitas komunitas motor yang ada di Pacitan.

Sebagai wujud nyatanya, Satlantas Polres Pacitan bersama persatuan komunitas motor Pacitan melaksanakan komitmen bersama dan disimboliskan dengan memasang banner himbauan di simpul jalan di Pacitan. “Kegiatan ini merupakan salah satu dari kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Polres Pacitan untuk mewujudkan tertib berlalu litas dan menekan angka kecelakaan serta pelanggaran,”katanya dilansir dari laman Polres Pacitan, Sabtu (14/1/2017).




Dia berharap dengan adanya komitmen bersama ini, komunitas motor bisa menjadi contoh bagi pengendara lain sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. “Dengan adanya komitmen bersama ini, kita harapkan komunitas motor bisa sebagai teladan dan contoh bagi pengendara kendaraan lain sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas,” jelasnya.

Pada kesempatan siang tersebut, ikut juga ketua komunitas Motor Pacitan Jhon Fera ikut memasang banner banner himbauan tertib lalu lintas seperti yang di pasang di sekitaran Bundaran Penceng.

“Kami himbau kepada masyarakat Pacitan untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas guna mewujudkan Pacitan yang tertib lalu lintas dan mengurangi laka lantas serta pelanggaran,”pungkas Nugroho. (hr/Polres/RAPP002)