Tag: Indartato

Permalink ke Ini Harapan Indartato di HUT ke-67 Satpol PP
Headline, Pacitan News

Ini Harapan Indartato di HUT ke-67 Satpol PP

Indartato saat memberikan sambutan dalam HUT Satpol PP, Jumat kemarin. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM berharap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk tanggap dan bereaksi cepat dalam melayani masyarakat. Selain itu, Indartato juga berharap Satpol PP selalu peka terhadap perubahan sosial, sehingga lebih siap dalam mengantisipasi dampaknya.

“Kami juga berharap Satpol PP selalu bangga dan menjunjung tinggi kehormatan sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara, dan Membuka ruang dialog kepada seluruh lapisan masyarakat atas kebijakan-kebijakan yang hendak diambil dengan tetap memegang teguh peraturan perundangan-undangan yang berlaku,” kata Indartato saat upacara peringatan HUT Satpol PP ke-67, Hari Ulang tahun LINMAS ke-55, HUT Pemadam Kebakaran ke-98 dan HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia ke-43 Tahun 2017 di halaman pendopo kabupaten, Jum’at (17/3/2017) kemarin.




Dalam kesempatan itu, Indartato mengatakan, dengan dimasukkannya urusan ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat dalam urusan wajib Pemerintahan, maka urusan tersebut berkaitan dengan pelayanan dasar dan sejajar dengan lima urusan dasar lainnya.

 “Yakni urusan pendidikan kesehatan, pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan pemukiman, serta urusan sosial,” katanya.

Sehingga konsekuensi logisnya, kata Indartato, organisasi yang menanganinya harus benar-benar profesional, dan memenuhi kriteria standar pelayanan minimal. Sehingga agar masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan yang maksimal atas urusan wajib yang harus dilaksanakan pemerintah daerah.

Sebagai urusan wajib yang harus dilaksanakan pemerintah daerah, keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja dirancang untuk menegakkan peraturan daerah, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman, serta menyelenggarakan perlindungan masyarakat.

“Dengan demikian, secara filosofis keberadaannya sangat penting dan strategis, bagi jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di daerah,”katanya lagi.

Peringatan HUT Satpol PP ini sendiri mengambil tema Peningkatan Peran Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat Dalam Menjaga Kemajemukan Masyarakat di Daerah. “Didalamnya mengandung pesan moral, bahwa dalam masyarakat yang majemuk, persatuan dan kesatuan harus dijaga. Sehingga terhindar dari hal-hal yang dapat memecah belah kehidupan masyarakat,”ungkap Indartato.

Sedangkan terkait dengan peringatan HUT Persatuan Perawat Nasional ke-43, Indartato berharap kepada seluruh tenaga perawat dimanapun mereka bertugas, agar dalam menjalankan tugas kesehariannya. Mulai dari tindakan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

Sebelum pelaksanaan upacara digelar lomba defile. Keluar sebagai pemenang adalah regu gabungan dari Dinsosnakertrans, Disperindag, serta Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Ditempat kedua diduduki regu dari Sekretariat Daerah, dan terakhir adalah regu gabungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset, Badan Pendapatan Daerah, dan Disdukcapil. (Humas/RAPP002)

Permalink ke Pengukuhan Kepala Sekolah oleh Bupati Pacitan dan Cerita Suami Istri yang Kini Satu Sekolah
Headline, Pendidikan

Pengukuhan Kepala Sekolah oleh Bupati Pacitan dan Cerita Suami Istri yang Kini Satu Sekolah

Susianto saat menerima SK dari Bupati Pacitan, Jumat (17/3/2017). (Foto: Humas Pemkab)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM secara resmi mengukuhkan Kepala Sekolah (KS) di lingkup Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan pada Jumat (17/3/2017) di Kompleks Pendopo Kabupaten.

Dalam agenda tersebut, Indartato menyerahkan Surat Keputusan (SK) terkait pemberhentian bagi 13 Kepala Sekolah yang sudah habis masa tugasnya.

Salah satu Kepala Sekolah yang diberhentikan karena habis masa tugasnya adalah Susianto. Pria yang merupakan Kepala Sekolah SD Kasihan II, Kecamatan Tegalombo ini diberhentikan dan digantikan oleh Sunartin, yang tak lain adalah istrinya.

Meski diberhentikan dari jabatan Kepala Sekolah dan menjadi guru di sisa masa baktinya menjadi abdi negara, raut muka sumringah ditunjukkan bapak dua anak ini saat menerima SK dari Bupati Indartato.




Pasalnya meski dirinya turun menjadi guru, namun dirinya senang karena yang akan memimpinnya nanti adalah Sunartin yang merupakan istrinya.“Yang menggantikan Ibu Sunartin dari SDN Kasihan IV,”katanya saat dihubungi Pacitanku.com melalui sambungan telepon, Jumat petang.

Susianto sendiri telah menyelesaikan masa tugas 12 tahun menjadi Kepala Sekolah, yakni diawali dari SDN Kasihan III selama lima tahun dan SDN Kasihan II selama tujuh tahun.

Sementara, bagi Sunartin, ini adalah kali ketiga menjadi Kepala Sekolah. Sunartin sebelumnya menjadi Kepala Sekolah SDN Kasihan III dan SDN Kasihan IV sebelum dimutasi ke SDN Kasihan II dan akan menjadi ‘bos’ bagi sang suami.

Sebelum keduanya kini disatukan kembali di satu sekolah SDN Kasihan II, pasangan suami istri ini sebenarnya sempat satu SD di sekolah yang sama sebelum terpilih menjadi Kepala Sekolah.  

Selain menyerahkan SK pemberhentian bagi 13 Kepala Sekolah, Indartato juga mengukuhkan satu Kepala TK yang promosi, 41 Kepala sekolah SD yang promosi, 49 kepala sekolah SD yang mutasi. Untuk tingkat SMP, Indartato juga menyerahkan SK 4 kepala sekolah SMP yang promosi serta 9 kepala sekolah SMP yang mutasi.

Permalink ke Di Musrenbang 2018, Indartato Minta Maaf Akses Jalan di Pacitan Belum Baik
Headline, Pacitan News

Di Musrenbang 2018, Indartato Minta Maaf Akses Jalan di Pacitan Belum Baik

Indartato saat membuka Musrenbang 2018. (Foto: Humas Pemkab)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM secara resmi membuka musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Pacitan tahun 2018 pada Kamis (16/03/2017) di di Pendapa Kabupaten Pacitan.

Dalam kesempatan tersebut, Indartato menyebut bahwa agenda Musrenbang sebagai upaya klarifikasi, menyelaraskan, dan mempertajam program yang telah diusulkan oleh masyarakat. Untuk aspirasi yang belum sempat tertampung diwadahi dalam rembug warga.

Dalam kesempatan itu, Indartato juga meminta maaf beberapa aspek pembangunan belum sepenuhnya menyentuh ke masyarakat, seperti akses jalan dan minimnya tempat industri di Pacitan.

“Saya mohon maaf jalan di Pacitan dan juga tempat industri belum baik, itu karena mayoritas APBD kita digunakan untuk belanja tidak langsung, seperti untuk gaji pegawai, dokter, pemda, anggota DPRD, termasuk saya, namun demikian, kedepan kami optimistis pembangunan semakin meningkat, kemiskinan berkurang, pelayanan ke masyarakat semakin baik,”jelasnya, saat membuka rangkaian Musrenbang 2018.

Dalam kesempatan tersebut, Indartato juga menyinggung bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pacitan berada di angka 5,10. Ini lebih tinggi dari angka nasional. Hanya saja jika dibandingkan Jawa Timur, Pacitan masih berada di bawahnya.

Padahal guna mengentaskan masalah kemiskinan, setidaknya pertumbuhan ekonomi harus mencapai angka 6. Angka pertumbuhan ekonomi Pacitan saat ini menempati urutan ke-25 dari 38 kabupaten/kota yang ada.

Sementara dari sisi Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) meningkat dari Rp 13 juta per kapita per tahun pada 2011 menjadi Rp 21 juta pada tahun 2015. Sedangkan kontribusi PDRB terhadap APBD hingga sekarang baru mencapai 11 persen.




“PDRB kita yang paling tinggi adalah sekitar 30 persen adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sedangkan yang kedua adalah perdagangan besar dan eceran, dan yang ketiga adalah konstruksi,”tandasnya.

Dia berharap, seiring semakin terbukanya akses informasi, hal itu memudahkan Pemkab dan masyarakat untuk membangun Pacitan menuju Pacitan yang lebih sejahtera. Dia pun menutup sambutan dengan harapan dalam sebuah pantun. “Jalan-jalan ke nawangan, pulang membeli gula jawa, mari pembangunan kita tingkatkan, agar pacitan makin sejahtera,”kata Indartato.

Sementara, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur Budi Setyawan yang juga hadir dalam kesempatan tersebut berpesan agar pemerintah lebih fokus pada pengelolaan sumberdaya alam potensial. Antara lain sektor pariwisata dan pertanian yang diolah. “Terkait penanggulangan kemiskinan, hal tersebut harus tetap menjadi prioritas, tentu saja program yang dijalankan harus selaras dan terpadu,”ungkapnya.

Dia menyarankan agar ada sinkronisasi dan integrasi dalam semua kegiatan, sehingga pada akhir masa jabatan Bupati, akan bisa menurunkan kemiskinan.

Sebagai informasi, hasil Musrenbang kali ini merupakan materi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Perencanaan pembangunan tersebut diprioritaskan pada 8 aspek utama. Yakni pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Bidang lain yang menjadi perhatian adalah pertanian, ketahanan pangan, serta ekonomi. Meliputi pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Musrenbang tingkat kabupaten berlangsung sehari melibatkan beragam pemangku kepentingan, baik unsur pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan. Turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Yudi Sumbogo, Sekretaris Daerah Suko Wiyono, Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono dan ratusan peserta dari berbagai instansi.

 

Permalink ke Tukino Tulakan Didatangi Bupati Indartato Saat Menunggu Kelahiran Anak ke-15
Headline, Sosial

Tukino Tulakan Didatangi Bupati Indartato Saat Menunggu Kelahiran Anak ke-15

Indartato saat mengunjungi warga kurang mampu di Tulakan. (Sumber Foto: Instagram Indartato)

Pacitanku.com, TULAKAN – Betapa bahagianya Tukino, warga Desa Gasang, Kecamatan Tulakan ini didatangi orang nomor satu di Pacitan, Bupati Indartato pada Rabu (8/3/2017). Tak hanya didatangi, Tukino yang memiliki 14 anak dan sedang menanti kehadiran anak ke-15 ini juga diberikan sejumlah bantuan berupa berupa beras, kompor, mie instan dan selimut.

Kebahagiaan juga terpancar dari Riyanto, warga Desa Losari, Kecamatan Tulakan yang kini berusia 40 tahun tersebut harus tinggal di rumah semi permanen setelah hunian lamanya dijual untuk kepentingan berobat. Padahal kini Riyanto juga harus menghidupi istri dan lima orang anaknya, sementara dirinya sedang mengidap penyakit diabetes.

Kunjungan Indartato ke rumah Tukino dan Riyanto itu dirangkaikan dalam agenda tilik warga dalam rangkaian penyerahan bantuan bagi korban bencana alam, keluarga miskin, dan korban kecelakaan kerja. “Untuk keluarga kurang mampu di Kabupaten Pacitan sebagian diantaranya telah mendapatkan bantuan,” katanya.




Dikatakan Indartato, bantuan tidak hanya berbentuk materi, seperti uang atau barang kebutuhan hidup sehari-hari. Tetapi juga masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Diantaranya akses pendidikan dan layanan kesehatan. Sehingga nantinya masa depan anak akan lebih baik.

“Apa yang kita lihat saat ini akan menjadi bahan rumusan untuk langkah selanjutnya. Dan bantuan juga dapat berupa akses kesehatan dan pendidikan. Agar masa depan anak-anak terjamin,” katanya lagi.

Dalam rangkaian kunjungan itu Bupati menyerahkan bantuan sosial untuk korban kecelakaan kerja dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Kecamatan Kebonagung dan Tulakan masing-masing satu orang, bantuan untuk korban bencana alam di Kecamatan Tulakan dengan nilai total Rp 41 juta.

Pewarta: David Eka/Humas Pemkab
Editor: Dwi Purnawan

Permalink ke Indartato: 46,55 Persen Jalan di Pacitan Dalam Kondisi Baik
Hari Jadi Pacitan, Headline

Indartato: 46,55 Persen Jalan di Pacitan Dalam Kondisi Baik

Jalan utama di Bandar, Pacitan.

Pacitanku.com, PACITAN –Bupati Pacitan Drs H Indartato MM mengatakan bahwa sebanyak 46,55 persen jalan dari total 798 kilometer jalan di Pacitan masuk kategori baik. Hal tersebut disampaikan Indartato saat menyampaikan pemaparan dalam seminar nasional ‘Pembangunan Potensi Wilayah Menuju Kemandirian Masyarakat Pacitan yang Kreatif, Inovatif, dan Produktif’, baru-baru ini di Pendopo Kabupaten Pacitan.

 “Khususnya jalan kabupaten dengan kondisi baik, tercatat sebanyak 46,55 persen dari total panjang jalan 798 km. Sedangkan rusak 53,44 persen dengan rincian rusak sedang 12,20 persen, rusak ringan 17,62 persen, dan rusak berat 23,62 persen,”katanya.

Dengan angka kerusakan sebanyak 53,44 persen, angka kerusakan jalan tersebut meningkat dari tahun 2016 lalu. Saat itu, berdasarkan data dari Dinas Bina Marga dan Pengairan Pacitan menyebut bahwa dari total jalan yang ada, sebanyak 349,8 kilometer atau 43,8 persen dalam kondisi rusak.




Sebagaimana diketahui, seminar nasional yang dibuka langsung Bupati Pacitan Indartato merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-272 Kabupaten Pacitan. Sejumlah tokoh penting lain juga hadir sebagai pembicara.

Antara lain Guru Besar Universitas Brawijaya Malang, Prof. Ir. H. Sudjito Soeparman, Ph.D dan Dosen Universitas Negeri Jakarta, Dr Soeprijanto, M. Pd. Hadir pula Universitas Brawijaya Malang Prof. Dr. Tatiek Sri Djatmiati, SH,MS, serta Prof. Dr. Sudijono Sastroatmojo, Guru Besar Universitas Negeri Semarang.

Meski angka jalan rusak yang masih cukup tinggi, namun disisi lain peta pertumbuhan ekonomi di Pacitan terbilang cepat. Hal itu terbukti di sepanjang tahun 2010-2015, pertumbuhan ekonomi menyamai rata-rata Provinsi Jatim. Dan mengalami akselerasi sampai tahun 2012.

Pola pertumbuhan ekonomi mengalami kelambatan pada Tahun 2013 dengan laju pertumbuhan secara umum di bawah Provinsi Jatim. “Meski begitu, indeks pembangunan manusia (IPM) di Pacitan terbilang cukup membanggakan, yaitu 64,92 persen. Jatim sebesar 68,95 persen dan nasional 69,55 persen,” ujarnya.

Saat ini, peringkat IPM Pacitan berada di nomor 29 dalam skala provinsi. Dia juga menyampaikan bahwa angka kemiskinan di level 16,68 persen atau setara 92.100 jiwa.”Karena itulah kami terus mengembangkan strategi guna mencapai sebuah tujuan, yaitu mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (RAPP002)

 

Permalink ke Dosen Universitas Brawijaya Asal Pacitan Ajak Warga Perantauan Bangun Kampung Halaman
Hari Jadi Pacitan, Headline

Dosen Universitas Brawijaya Asal Pacitan Ajak Warga Perantauan Bangun Kampung Halaman

Indartato saat memberikan sambutan dalam acara silaturahi dengan warga perantau Pacitan. (Foto: Ronny Wahyono/FB)

Pacitanku.com, PACITAN – Dosen Universitas Brawijaya Malang, Dr Sudjatno, MS mengajak seluruh warga Pacitan yang berada di perantauan untuk tidak melupakan kampung halaman. Menurut pria asal Pacitan ini, sudah selayaknya warga perantauan dari Pacitan dapat berkontribusi terhadap pembangunan di tanah kelahiran.

“Tujuannya ikut membantu membangun daerah agar lebih maju dan sejahtera, adapun peran serta itu diwujudkan dengan sumbangsih pemikiran maupun karya nyata,”kata Sujatno yang juga pegiat Paguyuban Warga Pacitan (PWP) ini, saat silaturahim dengan warga Pacitan perantauan di Pendopo Kabupaten, Jumat (24/2/2017) malam, dilansir laman Pemkab Pacitan.

Lebih lanjut, Sudjatno mengatakan bahwa semua elemen yang ada mengedepankan kebersamaan dalam membangun kampung halaman. Sebab tanpa kerjasama yang kuat, hal itu mustahil terwujud dengan baik. “Awal jalinan komunikasi ide antara warga perantauan dengan Pemerinta Kabupaten ini diharapkan berlanjut,”ungkapnya.

Atas rencana tersebut, Bupati Pacitan Indartato cukup senang. Dia menyampaikan terimakasih atas prakarsa PWP dalam ikut andil membangun Kabupaten Pacitan. Indartato berharap seminar yang akan dilaksanakan menghasilkan formula yang tepat bagi upaya percepatan pembangunan di daerah yang dipimpinnya.”Atas nama pemerintah daerah saya mengucapkan terimakasih. Semoga niat suci tersebut dapat terwujud,”tandasnya.

Salah satu rencana tindak lanjut tersebut adalah seminar nasional yang digelar hari ini, Sabtu (25/2/2017). Seminar yang digelar untuk menyemarakkan Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-272 ini bertujuan memberi masukan bagi Pemkab Pacitan tentang program-program yang relevan dalam berbagai bidang pembangunan. Selain itu diharapkan hasil seminar ini bisa terbentuk forum komunikasi warga Pacitan di perantauan berbasis keeratan tali silaturahim.


Dalam seminar ini akan dihadirkan para tokoh dan pakar yang merupakan para perantau dari Pacitan,diantaranya adalah Dirjen Pembangunan & Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, Pemberdayaan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Prof. Achmad Errani, PhD.

Kemudian untuk kategori Bidang Sosial Budaya panitia menghadirkan Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A. Ph.D. (Guru Besar Universitas Negeri Malang), Prof. Dr. Sudijono Sastroatmojo (Guru Besar Universitas Negeri Semarang), Dr. Soeprijanto, M.Pd.(Dosen Universitas Negeri Jakarta) dan Marwan S.Sos., MM. (Kepala Dinas Pendidikan Pacitan).

Untuk bidang ekonomi, panitia menghadirkan Prof. Ir. H. Sudjito Soeparman, PhD. (Guru Besar Universitas Brawijaya), Dr. Sudjatno, MS. (Dosen Universitas Brawijaya), Prof. Dr. Tatiek Sri Djatmiati, SH., MS. (Guru Besar Universitas Airlangga) dan Drs. Heru Sukresno, MM. (Kepala BPKAD Pacitan).

Selain dua bidang tersebut, juga ada bidang Pertanian dan Perikanan yang menghadirkan Prof. Ir. Marsoedi,Ph.D. (Guru Besar Universitas Brawijaya), Dr. Ir. Purnama Hidayat, MSc. (Dosen IPB), Dr. Bambang Tri Rahardjo, SU. (Dosen Universitas Brawijaya) dan Ir. Pamuji, MP (Kepala Dinas Pertanian).

Hingga berita ini diturunkan, seminar nasional tersebut masih berlangsung di Pendopo Kabupaten. (RAPP002)