Tag: Indartato

Permalink ke Keren Banget, Bupati Indartato Sampaikan Salam HUT RI ke 72 di Atas Bukit Elok Pantai Kasap
Headline, Pemerintahan

Keren Banget, Bupati Indartato Sampaikan Salam HUT RI ke 72 di Atas Bukit Elok Pantai Kasap

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Ada yang istimewa di bulan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 72 tahun 2017 ini, khususnya warga Pacitan. Untuk pertama kalinya, Bupati Pacitan Indartato menyampaikan salam kemerdekaan HUT RI ke72 dari atas bukit pulau kecil di Pantai Kasap, Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku.

Dalam video yang diunggah akun youtube resmi Pemkab Pacitan dan dilihat Pacitanku.com pada Selasa (15/8/2017) tersebut, pengibaran sang saka merah putih dan salam HUT RI ke 72 tersebut diawali dari rumah warga. Indartato yang mengenakan baju putih bersama istrinya Luky Tribaskorowati Indartato nampak keluar rumah warga dan mengendarai sepeda, sambil mengayuh menyapa warga setempat.

Setelah menaiki sepeda, keduanya didampingi Wakil Bupati Yudi Sumbogo dan Sekretaris Daerah Suko Wiyono bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga mengarungi sungai Cokel dengan menggunakan perahu warga. Sebagai informasi, sungai Cokel adalah sungai yang masih asri yang terletak di kawasan Pantai Watukarung.




Dari sungai Cokel ini, Indartato menyapa rombongan anak Sekolah Dasar (SD) yang berdiri diatas jembatan. Dan bersama anak-anak inilah kemudian Indartato dan para Kepala Dinas mengibarkan merah putih diatas bukit Pantai Kasap.

Dalam video berdurasi 3 menit 38 detik tersebut, Indartato kemudian menyusuri perbukitan di atas pantai Watukarung. Dengan panorama memukau diambil dari citra pesawat drone, nampak dari kejauhan pesona karang dan ombak khas Pantai Watukarung menambah keindahan pesona dalam video tersebut.

Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan ini pun kemudian menyusuri jalanan setapak menuju ke tempat digelarnya pengibaran sang saka merah putih. Dari atas bukit inilah, rombongan Bupati dan anak-anak SD bersama memberikan penghormatan dan menancapkan tiang bendera merah putih.

“Dengan semangat 17 agustus 1945, kita ciptakan kesejahteraan bersama masyarakat Pacitan melalui kerja bersama 72 tahun Indonesia merdeka,”demikian kata Indartato di akhir video yang dibuat Dinas Komunikasi dan Informatika dan Halmahera Studio tersebut.

Merdeka.

Berikut video lengkapnya.

 

Permalink ke Pemkab Pacitan Kampanyekan Imunisasi Campak-Rubella
Headline, Kesehatan

Pemkab Pacitan Kampanyekan Imunisasi Campak-Rubella

Indartato didampingi Ketua Tim Penggerak PKK di sela pencanangan imnuisiasi Campak-Rubella, Jumat (4/8/2017) di Pringkuku. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan terus mengkampanyekan imunisasi Campak-Rubella (MR). Pada Jumat (4/8/2017) Bupati Indartato meresmikan pencanangan Kampanye Imunisasi Campak-Rubella (MR) di Balai Desa Dadapan, Pringkuku.

Dalam sambutannya, Indartato berharap program imunsasi Campak-Rubella sukses demi kehidupan dan masa depan anak-anak kita agar lebih baik.

Tingginya harapan Bupati itu cukup beralasan. Mengingat kesehatan masyarakat merupakan salah satu cita-cita negara.




“Tidak hanya untuk balita, tetapi juga para kaum lanjut usia. Karena itu kesuksesannya menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah daerah dan jajarannya sampai di tingkat desa maupun tim penggerak PKK, juga masyarakat yang memiliki anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun,”katanya.

Dia juga meminta Dinas Pendidikan mewajibkan para pelajar yang berusia 15 tahun atau kurang untuk mendapatkan imunisasi. Meski sebelumnya ada diantara pelajar yang masuk dalam kategori usia itu telah mendapatkan suntikan kekebalan. “Mengingat pentingnya program, baik Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan untuk memberikan laporan kegiatannya,”tandasnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan Eko Budiyono menjelaskan pelaksanaan program imunisasi itu dilakukan untuk mengeliminasi penyakit campak pada tahun 2020, serta menurunkan kelainan bawaan karena Rubella.

“Untuk bulan ini imunisasi dilaksanakan diseluruh posyandu. Sedangkan bulan depan untuk siswa sekolah,” jelasnya.

Pemilihan sasaran imunisasi pada rentang usia antara sembilan bulan sampai 15 tahun bukan tanpa alasan. Sebab, pada usia 0-6 bulan bayi masih memiliki kekebalan alami. Sehingga imunisasi baru dilakukan tiga bulan berikutnya.

“Kenapa usia 15 tahun ? Wanita muda subur harus diberi kekebalan terhadap Rubella. Tetapi saat hamil dilarang. Supaya tidak terjadi kelainan bawaan,” katanya.

Sebagai informasi, pemerintah menargertkan pada tahun 2020, Indonesia bebas penyakit campak dan rubella.”Ditargetkan pada tahun 2020 Indonesia bebas penyakit campak dan rubella,” ujar Jokowi dalam acara pencanangan imunisasi measles rubella (MR) di MTsN 10 Sleman, Selasa (1/8/2017).

Jokowi optimistis, imunisasi MR akan berhasil. Sebab sebelumnya Indonesia juga pernah berhasil dengan imunisasi cacar, polio, dan tetanus. Untuk tahap yang pertama, menurut Presiden, imunisasi ini akan dilakukan secara serempak Agustus – September 2017 di Pulau Jawa .

Kemudian September tahun depan di luar Jawa, dan ditargetkan tahun 2020 Indonesia sudah bebas measles dan rubella.“Karena itu kerja itu harus dimulai dari sekarang,” pungkas Presiden Jokowi. (Humas Pacitan/RAPP002)

Permalink ke Membanggakan, Pacitan Raih 2 Penghargaan Nasional Bidang Lingkungan Hidup
Headline, Pemerintahan

Membanggakan, Pacitan Raih 2 Penghargaan Nasional Bidang Lingkungan Hidup

Bupati Indartato dan pejabat Pemkab saat menerima penghargaan piala adipura di Jakarta. (Foto: @info.jsan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Pacitan kembali meraih dua penghargaan prestisius dari pemerintah pusat. Kedua anugerah tersebut masing-masing Piala Adipura dan Adiwiyata Mandiri.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya kepada Bupati Pacitan Indartato, pada acara malam Anugerah Lingkungan di Auditorium Manggala Wanabakti Jakarta, Rabu (2/8/2017) malam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Edi Junan Ahmadi usai menerima penghargaan mengatakan, tahun ini merupakan kali ke sepuluh Kabupaten Pacitan memperoleh piala yang sama dengan kategori Kota Kecil.




Menurut Junan, Piala tersebut sekaligus simbol keberhasilan Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama segenap elemen masyarakat menciptakan lingkungan bersih dan lestari.“Untuk tahun ini ada dua kriteria, Adipura Kencana dan Adipura. Alhamdulillah Pacitan masuk di kategori Adipura,” katanya dikutip dari laman Pemkab Pacitan, Kamis (3/8/2017).

Dikatakan Junan, raihan ini merupakan prestasi membanggakan. Dia pun menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang ikut mendukung terciptanya lingkungan bersih. Junan berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

Mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang itu mengakui, masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Antara lain membudayakan masyarakat membuang sampah pada tempatnya serta membiasakan mengolah sampah sebelum membuangnya. Program terakhir iniakan digalakkan ke seluruh desa.

Sementara, penghargaan kedua adalah Anugerah Adiwiyata Mandiri. Penerima Anugerah Adiwiyata Mandiri tahun ini adalah SD Alam, Pacitan.

Kepala Sekolah Bangun Naruttama mengakui, lembaga pendidikan yang dipimpinnya selama ini memang berupaya menanamkan budaya cinta lingkungan sejak dini. Tak hanya mengajarkan pengolahan sampah, para murid secara berkala juga dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan lingkungan.

Adiwiyata Mandiri merupakan penghargaan bergengsi bagi sekolah yang dinilai mampu mengaktualisasikan budaya lingkungan di semua aspek kegiatan. Ini terkait upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Tidak hanya sampah. Ada keanekaragaman hayati, kemudian juga masalah makan, kantin, makanan anak-anak, kemudian juga bagaimana mengenalkan anak-anak tentang keterlibatan mereka dalam lingkungan,” katanya.

Kedua jenis penghargaan tersebut menurut rencana akan dikirab bersama juara catur pelajar tingkat Asia serta juara bola voli junior putra tingkat Provinsi Jawa Timur. Kirab akan diberangkatkan dari perbatasan Kabupaten Wonogiri menuju Pendopo Kabupaten, Jumat (4/8/2017) besok. (Pemkab/RAPP002)

Permalink ke Bupati Berharap Pacitan Bisa Ciptakan Produk Coklat dan Permen dari Kakao
Headline, Perkebunan

Bupati Berharap Pacitan Bisa Ciptakan Produk Coklat dan Permen dari Kakao

Indartato saat membuka pelatihan petani Kakao di Pacitan. (Foto: Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM berharap pengembangan industri kakao di Kabupaten Pacitan terus meningkat. Saat ini, menurut data, untuk lahan tanaman kakao yang ada di Pacitan ini berada diurutan nomor dua terbesar di Jawa Timur setelah Jember.

Untuk memacu target tersebut,  Pemkab melalui Dinas Pertanian menggelar pelatihan petani kakao program pengembangan kakao berkelanjutan. “Jadi nanti ada permen coklat dan coklat dari Pacitan. Karena jika bisa mengembangkan itu nama Pacitan akan terangkat dan perekonomian utamanya juga akan terangkat,”kata Indartato, saat membuka pelatihan petani Kakao di Pacitan pada Selasa (1/8/2017).

Sebagaimana diketahui,  Desa Gembuk Kecamatan Kebonagung merupakan salah satu penghasil kakao yang ada di Pacitan. akan tetapi dalam pengolahannya setelah panen belum maksimal. “Budidaya penanaman kakao di Kabupaten Pacitan sendiri sudah dilaksanakan sejak 10 tahun yang lalu dan terus dikembangkan hingga saat ini,”katanya lagi.




Untuk diketahui, Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting dalam industri minuman dan makanan. Biji Kakao yang diolah melalui serangkaian proses dapat menghasilkan produk yang dinamakan dengan cokelat, suatu produk makanan maupun minuman yang sangat disukai oleh sebagian besar anak-anak dan remaja.

Dalam pelatihan tersebut juga akan diisi oleh pemateri dari Asosiasi Petani Kakao Indonesia (APKAI), Drs. Arif Zamroni, Pengolah Pasca Panen oleh Pusat Penelitian Kopi dari Kakao Indonesia, Andi Darmawan serta penumbuhan Industri Kakao Menengah/Kecil Daerah oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pacitan, Joko Rinanto. (Pemkab Pacitan/RAPP002)

Permalink ke 500 Warga Pacitan Terima Bantuan Sosial PKH
Headline, Pemerintahan

500 Warga Pacitan Terima Bantuan Sosial PKH

Indartato saat menyerahkan bantuan PKH kepada warga Pacitan. (Foto: Humas Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Sebanyak 500 keluarga kurang mampu yang menjadi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pacitan menerima bantuan. Nominal bantuan sendiri mencapai Rp 1 juta per keluarga.

“PKH merupakan salah satu cara yang ditempuh oleh pemerintah guna meringankan beban warga kurang mampu,” kata Bupati Indartato saat memberikan sambutan pada penyaluran bantuan sosial non tunai PKH di pendopo kabupaten, Jum’at (28/7/2017) siang.

Saat ini, dari 10 total item bantuan bagi warga kurang mampu, Kabupaten Pacitan baru mendapatkan empat jenis bantuan diantaranya. Karena itu Bupati berharap nantinya ada program lain serupa diberikan untuk warga kurang mampu.

Selain itu, sebanyak 9.000 warga yang selama ini berada di zona merah kemiskinan masuk dalam Basis Data Terpadu Kementerian Sosial. Selama ini warga tersebut dicover melalui program Grindulu Mapan. “Tantangan pemerintah sebenarnya adalah mengentaskan kemiskinan,” katanya.




Direktur Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengungkapkan, bantuan PKH non tunai itu diwujudkan dalam tabungan pada Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Sebelumnya penerimaan diberikan secara tunai melalui Kantor Pos. “Tapi sekarang melalui bank dalam bentuk non tunai,” ungkapnya.

Kebijakan bantuan semacam itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Dengan menggunakan kartu debet, penerima dapat mengambil haknya melalui mesin anjungan tunai mandiri, agen bank, outlet-outlet atau kantor cabang bank yang ditunjuk.

 Nantinya, jika daerah telah melaksanakan, maka program bantuan sosial lainnya, seperti beras untuk rakyat sejahtera maupun bantuan pangan non tunai. Sehingga akan lebih terintegrasi.

Kepala Dinas Sosial Sunaryo menjelaskan jumlah total keluarga yang telah menerima bantuan di Kabupaten Pacitan mencapai 10.903 senilai sekitar Rp 94 miliar.

“Untuk bantuan PKH sendiri sebesar Rp 32 miliar untuk sekitar 16 ribu penerima. Selain itu juga ada bantuan beras Rastra, bantuan bagi penderita disabilitas, serta untuk lansia,” tuturnya.

Pewarta: arif/tarmuji/pranoto/danang/humaspacitan

Permalink ke Pacitan Kembali Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak 2017
Headline, Pemerintahan

Pacitan Kembali Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak 2017

Indartato menerima pengahrgaan Kabupaten Peduli Anak dari Menteri. (Foto: IG Indartato)

Pacitanku.com, PEKANBARU – Kabupaten Pacitan kembali meraih penghargaan sebagai Kabupaten layak anak pada tahun 2017. Penyerahan penghargaan diterima langsung oleh Bupati Indartato dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA), Yohana Yembise di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (22/7) malam.

Pengungerahan Penghargaan Kabupaten dan Kota Layak Anak merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada suatu daerah tingkat dua namun hingga tahun 2017 atau penyelenggaraan kelima ini belum ada daerah yang bisa dikategorikan layak anak.

Dalam sambutannya, Yohana berharap segera muncul daerah tingkat II di Indonesia yang benar-benar terkategori sebagai kabupaten/kota layak anak menyusul belum adanya kabupaten/kota yang layak anak hingga peringatan Hari Anak Nasional 2017 ini.




Hingga tahun 2017 ini, katanya, penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota yang dikategorikan baru dalam tahap menuju layak anak. Untuk menjadi kabupaten/kota layak anak, sambungnya, memang dibutuhkan komitmen yang kuat dan kerja sama antarsemua pihak termasuk kalangan masyarakat, media massa, keluarga dan anak.

Selain Penghargaan Kabupeten/Kota Layak Anak 2017, Kementerian PPPA juga memberikan penghargaan kepada pemerintah provinsi yang ikut mendorong hadirnya kabupaten/kota, puskesmas, penggerak forum anak, penggerak satgas perlindungan anak, menurunnya jumlah perkawinan anak, tergalakkannya akta kelahiran dan anak berprestasi.

Sekretaris Kementerian PPPA, Lenny N Rosalin, menambahi, hingga 2017 ini penyelenggaraan penganugerahan yang diberikan setiap HAN ini merupakan kali kelima dengan jumlah yang terus bertambah.

Dia merinci, pada 2016 baru 77 kabupaten/kota yang menerima penghargaan sebagai kabupaten/kota menuju layak anak. Namun pada 2017 meningkat jadi 126 kabupaten/kota. Dia juga menegaskan, hingga 2017 anugerah untuk kategori Kabupaten/Kota Layak Anak ini kembali dinyatakan nihil.

Sedangkan untuk kategori utama anugerah ini diraih kota Surabaya dan Surakarta. Untuk kategori Nindya iaalah Kota Denpasar, Gianyar, Padang, Magelang, Depok, Bogor dan Sleman. Lainnya mendapatkan kategori Madya dan Pratama.