Kategori: Pantai

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Pantai Pancer akan Dibikin Seperti Pantai Seminyak Bali
Headline, Pantai

Pantai Pancer akan Dibikin Seperti Pantai Seminyak Bali

Pantai Pancer Door (Dok.Pacitanku)

Pantai Pancer Door (Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Aroma Bali di Pacitan bakal semakin kental. Pantai Pancer Door, Kecamatan Ploso, Pacitan, akan dikembangkan mengacu pada konsep wisata Pantai Seminyak di Pulau Dewata, julukan Bali. Wacana tersebut muncul seiring dengan kunjungan Bupati Indartato dan sejumlah pejabat pemkab di Bali, awal Januari ini.

Pantai Pancer Door dipandang memiliki kemiripan dengan Pantai Seminyak, sehingga layak dikembangkan serupa. ‘’Bahkan bisa dikatakan Pancer Door punya keunggulan dalam hal pemandangan jika dibandingkan Pantai Seminyak,’’ ujar Kepala Disparpora Pemkab Pacitan, Endang Surjasri, Minggu.

Endang menceritakan, dalam kunjungan selama dua hari di Bali itu, Indartato langsung terkesima tatkala melihat denyut wisata di Pantai Seminyak, saat malam hari. Di sana, berjejer ratusan meja dan kursi yang dipenuhi wisatawan dalam dan luar negeri.

Mereka duduk menikmati hidangan makanan dan minuman di bawah jejeran payung yang berwarna-warni. Menurut Endang, fasilitas payung dan tempat duduk yang disediakan di Seminyak itu ada sejak sore hingga malam. ‘’Ketika siang hari, payung dan pernak-perniknya bisa dibersihkan,’’ ujarnya.

Inspirasi yang didapat dari Bali sudah mulai digodok oleh Disparpora setiba di Pacitan. Endang menyebut pihaknya sudah mulai berkomunikasi dengan pihak swasta. Upaya itu direspon positif. Nantinya, lokasi yang bakal digunakan sebagai tempat berjejernya foodcourt seperti di Seminyak adalah lokasi pantai Pancer Door bagian tengah.

Beberapa warung makan yang sudah lebih dahulu buka di sana akan ikut ditata dan diseragamkan. Selain menyediakan tempat untuk makan dan minum, hiburan pelengkap seperti pertunjukan musik juga rencananya diberikan. ‘’Dalam waktu dekat akan mulai dilakukan penataan,’’ terangnya.




Menurut Endang, tidak ada kendala cuaca dalam mewujudkan ide tersebut di Pancer Door. Sebab, cuaca di pantai tersebut cenderung stabil ketika malam hari. Berbeda ketika siang atau sore hari, angin yang berhembus pun sanggup merobohkan joglo yang dibangun di tepi pantai. ‘’Ketika malam anginnya tidak terlalu berbahaya, relatif aman,’’ kata Endang.

Selain mengunjungi Pantai Seminyak, dalam kunjungan kerja ke Bali itu, salah satunya, Bupati Indartato bertemu dengan Ketua Yayasan Triatma Surya Jaya, I Ketut Putra Suarthana. Yayasan ini menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata. Ketut sendiri adalah pengusaha perhotelan. Ia memiliki lima hotel di Bali, satu di Lombok, dan satu hotel lagi di Jogja.

‘’Dari diskusi dengan Pak Ketut, beliau siap membantu membangun pariwisata Pacitan. Sedangkan kami di Pacitan akan menyiapkan infrastrukturnya, mulai dari jalan diperlebar dan mulus. Juga merancang event-event dalam skala nasional maupun internasional. Kami yang di Pacitan siap belajar dengan Bali atau daerah lain,’’ kata bupati.

Selain itu, bupati dan tim pemkab juga bertemu dengan teman lama Indartato, yang sekarang ini sukses menjadi pengusaha sekolah pariwisata. Kerjasama itu terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Pacitan. Nantinya, para instruktur dari sekolah tersebut akan didatangkan ke Pacitan memberikan berbagai workshop kepada para pelaku usaha pariwisata.

Di samping itu, mereka juga akan diminta mengajar melalui Akademi Komunitas Nasional (AKN). ‘’Kalau membangun sekolah pariwisata, sepertinya masih sulit. Lebih baik, membuka jurusan pariwisata di SMK,’’ ujarnya. (mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Menikmati Keindahan Panorama Pantai Soge
Headline, Pantai

Menikmati Keindahan Panorama Pantai Soge

Soge via IG Indrarahman12

Pacitanku.com, NGADIROJO – Saat Anda melakukan perjalanan darat melewati jalur lintas selatan (JLS) Kabupaten Pacitan, Anda seketika terhenti saat mata Anda tertuju pada sekerumunan wisatawan bermain air tawar di muara Pantai Soge, salah satu destinasi wisata paling indah di Pacitan.

Pantai yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo ini hanya berjarak sekitar 24 kilometer dari pusat kota. Namun, jika ingin sekaligus menikmati setiap destinasi pantai berikut aneka panorama keindahan lainnya, kebutuhan waktu bergantung pada setiap pelancong untuk mengatur ritme perjalanan masing-masing.

Panorama Indah Pantai Soge

soge-2-via-@indrarahman12

Indah, itu adalah kata pertama yang paling pas untuk menggambarkan betapa indahnya eksotika lanskap pantai yang terbentang di kawasan Samudra Hindia itu yang berjarak 276 kilometer barat daya Kota Surabaya, ibu kota Jawa Timur. Puluhan wisatawan lokal dari sejumlah daerah, mulai anak-anak hingga orang dewasa, begitu asyik bermain air di muara Sungai Soge yang jernih dengan pasir putihnya.

Sementara, alur muara sungai berkelok mengitari pasir putih yang membentang di tengah hingga jarak radius 150 meter sehingga memberi ruang cukup luas bagi wisatawan untuk bermain apa saja dan menikmati keindahan wahana alami pantai. Sementara debur ombak terus bergulung dan memecah di tepian Pantai Soge, sekelompok wisatawan remaja lain asyik bermain sepak bola plastik atau sejenis futsal hingga puas.

Masih ada satu lagi wahana hiburan yang bisa dinikmati oleh pengunjung selain sekadar berdiri memandangi ombak di tepian pantai, bermain air, ataupun sekadar nongkrong di bawah pohon kelapa sembari menikmati sajian es kelapa muda. Wahana itu adalah ”danau kecil” yang terbentuk karena air laut tidak sepenuhnya tertarik ke tengah laut saat terjadi fenomena air surut, dan terpisah oleh gundukan pasir putih yang membentang di tengah.




Sementara, danaunya tidak terlalu luas, tetapi sudah cukup untuk manuver speed boat atau kapal cepat kecil ataupun perahu wisata yang disewakan sejumlah nelayan setempat. Tak heran jika danau kecil berair payau (air laut bercampur air tawar dari Sungai Soge) ini menjadi rujukan wisatawan.

Selain posisinya yang teduh di pinggiran kebun kelapa, hanya dengan biaya Rp 15.000 per orang, pengunjung bisa menyewa jasa perahu wisata atau speed boat kecil untuk mengitari danau tersebut hingga beberapa kali putaran. Gambaran pemandangan di atas hanya sebagian keindahan di kawasan pesisir Pantai Soge yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan.

soge via @lukieukie

Jika Anda menginginkan mengabadikan momen bersama keluarga, kawasan Pantai Soge semakin lengkap dengan adanya spot foto berupa tulisan besar Pantai Soge. Ini adalah salah satu titik favorit pengunjung saat menikmati pesona Pantai Soge. Titik lain yang bisa Anda abadikan adalah titik di tepi JLS di atas pantai tersebut. Disini, dengan view background berupa laut lepas, semakin menambah pesona Pantai Soge.

Ketika mampir di Pantai Soge selama kurang lebih dua jam, rasanya tak cukup puas dan rasanya ingin menghabiskan waktu seharian, dari pagi hingga sore, agar bisa menyaksikan saat-saat matahari terbit dan terbenam. Pantai Soge ini kini dikelola Pemkab Pacitan bekerja sama dengan masyarakat Desa Sidomulyo.

Jembatan Soge

Jembatan Soge via IG @dwi_osmo

Selain pesona pantai, Anda masih akan disuguhi pemandangan lain yang tak kalah menakjubkan. Antara lain, jembatan Soge di salah satu ruas jalur lintas selatan setempat yang dibuat futuristik dengan desain konstruksi pipa lengkung di bagian atasnya sehingga menyerupai rangka kubah raksasa. Banyak wisatawan atau remaja lokal yang sengaja berhenti di sekitar jembatan Soge yang panjangnya 100 meter ini untuk sekadar berfoto atau menikmati pantai dari celah alur muara Sungai Soge.

Jembatan ini sering dijadikan wisatawan sebagai tempat nongkrong dan berfoto ria, atau lebih banyak menikmati pemandangan lepas pantai Puring saat pagi atau senja hari. Dan memang saat – saat yang tepat mengabadikan momen indah di jembatan ini adalah saat senja hari, dan anda bisa menikmati lembayung senja yang elok. Setelah puas berfoto ria, anda pun bisa menikmati makanan kecil dan minuman yang tersaji oleh para pedagan

Jembatan ini sudah menjadi salah satu ikon jalur lintas selatan Pacitan karena desain konstruksinya berbeda dengan jembatan-jembatan lain pada umumnya.

Tambak Udang

Tak jauh dari area jembatan Soge, Anda bisa menyaksikan budidaya tambak udang. Di area tersebut terdapat tambak udang Busmetik (Budidaya Udang Skala Mini  Empang Plastik). Tambak ini adalah tambak hasil pemberdayaan masyarakat yang digagas Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Mulyosari.

Tambak udang tersebut dikembangkan di areal 2,4 Ha mengembangkan udang selama 100 hari di tepi JLS Pantai Soge. Adapun, percobaan ini benihnya ditaburkan oleh Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono di  Desa Sidomuyo, Kecamatan Ngadirojo tahun 2013 lalu.




Tambak ini dikelola oleh  Posdaya Mulyosri dengan tiga empang yang  masing-masing empang berisi 120.000 benih udang. Pemeliharaannya  ditangani oleh 12 orang. Tambak udang ini kedepan akan dijadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Desa  Sidomulyo.

Tambak ini menjadi lumbung penghasilan masyarakat setempat, seperti pada hasil penjualan pertama diperkirakan menghasilkan Rp400 juta. Dan selama satu tahun  paling tidak akan panen 3 kali senilai Rp 1,2 miliar.

Demikianlah, banyak hal yang bisa Anda nikmati di Pantai Soge. Silahkan jadikan pantai inimenjadi daftar kunjungan Anda saat ke Pacitan. (RAPP002)

Permalink ke Cerianya Anak-anak KB Al-Fatah Saat Outbond di Pantai Ngiroboyo
Headline, Pantai, Pendidikan

Cerianya Anak-anak KB Al-Fatah Saat Outbond di Pantai Ngiroboyo

Anak-anak KB Al-Fatah Sendang saat menyusuri sungai di Pesona Ngiroboyo. (Foto: Wildan)

Pacitanku.com, DONOROJO – Kawasan wisata Pesona Ngiroboyo yang terletak di Dusun Sambi, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo selam aini identik dengan wisata pantai dan susur sungai oleh para pengunjung.

Namun pemandangan berbeda nampak terjadi pada Rabu (11/1/2017), dimana puluhan anak-anak kelompok Bermain (KB) Al-Fatah, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo bersama para guru melakukan pembelajaran luar kelas dengan outbond di Pantai Ngiroboyo.

Amin Akhirusannah, salah satu guru KB Al-Fatah, dalam keterangannya menyebut bahwa kegiatan ini ditujukan kepada peserta didik untuk mulai mengenalkan wisata lokal yang ada di daerahnya. “Ini digelar dalam rangka mengenalkan peserta didiknya tentang wisata yang ada di Desa Sendang, selain rekreasi, anak-anak diajak outbond, pengenalan lingkungan,”katanya.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak-anak nampak ceria saat dikenalkan dengan wisata pantai, dan dilanjutkan dengan permainan sederhana. Seusai melakukan outbond, anak-anak yang rata-rata berusia 4 tahun tersebut diajak keliling sungai menggunakan perahu. Susur sungai ini sendiri merupakan salah satu fasilitas andalan di kawasan wisata Pesona Ngiroboyo.




“Ngiroboyo merupakan destinasi wisata kedua setelah klayar, sehingga perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini,”pungkasnya.

Anak-anak KB Al-Fatah Sendang saat ceria saat outbond di Pesona Ngiroboyo. (Foto: Wildan)

Sebagai informasi, kawasan wisata Pesona Ngiroboyo adalah salah satu kawasan wisata yang ada di Pacitan yang memiliki keunikan tersendiri yaitu adanya pasir hitam yang mendominasi sebagian besar Pantai. Ketika terpapar sinar matahari, pasir hitam tersebut nampak berkilauan, apalagi setelah tersapu ombak laut. Tidak berlebihan jika pantai ini diibaratkan bagai mutiara hitam, tidak begitu mencolok, tetapi menyimpan pesona yang luar biasa.

Pantai Ngiroboyo sendiri lokasinya sebenarnya tidak terlalu jauh dari Pantai Klayar, yang teletak di Dusun Sambi Desa Sendang. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan pengelola kawasan wisata Pesona Ngiroboyo.

Untuk fasilitas, Pantai Ngiroboyo memiliki panorama Pantai dengan pasir putih kombinasi pasir hitam. Sementara disisi sebelah timur pantai terdapat muara Sungai Maron yang hulunya berada di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, sedangkan di bagian utara, terdapat area berkemah (camping ground) yang dapat digunakan untuk berkemah.

Selain itu, agar semakin banyak pengunjung berwisata di Kawasan Pantai Ngiroboyo, pengelola setempat yang terdiri dari Karang Taruna dan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Lumbung Karya yang merupakan gabungan antara karang taruna setempat dengan tokoh masyarakat dan relawan sosial, serta masyarakat setempat menyediakan sejumlah fasilitas pendukung wisata, diantaranya adalah perahu besar dengan kapasitas 6 penumpang sebanyak 34 unit.

Selain fasilitas utama berupa kapal besar, pengelola juga menyediakan fasilitas tambahan yakni perahu kecil kapasitas 1 penumpang sebanyak 4 unit dan ban untuk berselancar di air atau dikenal sebagai river tubing sebanyak 24 unit.

Pewarta: Wildan Nur Swi Harmoko

Editor: Dwi Purnawan

 

Permalink ke Tiga Hari, Jumlah Pengunjung Pantai Klayar Capai 29.430 Orang
Headline, Pantai, Wisata

Tiga Hari, Jumlah Pengunjung Pantai Klayar Capai 29.430 Orang

Pacitanku.com, DONOROJO – Libur tahun baru menjadi berkah bagi kawasan wisata di Pacitan, salah satunya Pantai Klayar. Pantai yang terletak di Dusun Kendal, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo ini kebanjiran pengunjung selama libur tahun baru, terhitung sejak Sabtu (31/12/2016) hingga Senin (2/1/2017).

Informasi dari staff Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pantai Klayar, Eko Rias Prahmono, dalam kurun waktu tiga hari tersebut, jumlah pengunjung Pantai Klayar mencapai angka 29.430 pengunjung.

“Dengan rincian untuk hari Sabtu (31/12/2016) di titik 7.067 (pengunjung-red), Minggu (1/1/2017) di titik 18.905, dan hari Senin (2/1/2017) di titk 3.458,”katanya saat berbincang dengan Pacitanku.com, Selasa (3/1/2017).

Dengan jumlah tersebut, maka jumlah pengunjung Pantai Klayar lebih tinggi dari jumlah kunjungan tahun baru 2016 dan libur Lebaran 2016 lalu.

Sebelumnya, pada tahun 2016 lalu, puncak kunjungan tertinggi tercatat di UPT Pantai Klayar terjadi pada hari kedua Lebaran dengan jumlah kunjungan mencapai 7.300 orang dalam sehari.




Untuk rata-rata kunjungan selama libur panjang sejak H-7 hingga H+7 Lebaran antara 4 ribu hingga 5 ribu orang setiap harinya. ”Tahun lalu saat libur panjang Lebaran  dan tahun baru 2015/2016 bisa mencapai 8 ribu hingga 10 ribu saat puncak kunjungan wisatawan,” kata Slamet Widodo, staff UPT Pantai Klayar, beberapa waktu lalu.

Slamet mengatakan, pada hari libur biasa Sabtu-Minggu terakhir rata-rata kunjungan wisatawan telah normal seperti sebelumnya, yakni sekitar 2.500 orang pada Minggu dan 1.000-an orang pada Sabtu.”Kunjungan wisatawan selalu tinggi pada hari libur seperti ini. Kalau hari biasa tidak banyak, paling sekitar 200-500-an pengunjung tiap harinya. Jumlah itu berdasar hasil penjualan tiket,” pungkasnya.

Akibat melonjaknya kunjungan di libur tahun baru 2017, sejumlah titik menuju lokasi Pantai Klayar mengalami kepadatan. Kepadatan wisatawan tersebut menimbulkan kemacetan lantaran banyaknya kendaraan yang berhenti di tepi jalan menuju ke pantai.

Area parkir yang dibangun di bukit sebelah timur pantai pun tak cukup menampung ribuan kendaraan wisatawan yang didominasi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah itu. (RAPP002)

 

Permalink ke Libur Tahun Baru, Jumlah Pengunjung Pantai Klayar Melonjak Drastis
Headline, Pantai, Wisata

Libur Tahun Baru, Jumlah Pengunjung Pantai Klayar Melonjak Drastis

Pantai Klayar foto IG @desii_wdr

Pacitanku.com, DONOROJO – Jumlah pengunjung tahun baru 2017 di obyek wisata Pantai Klayar, Dusun Kendal, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo mengalami peningkatan signifikan. Catatan yang dihimpun Pacitanku.com, setidaknya pada hari Minggu (1/1/2017) sebanyak 18.905 pengunjung menikmati liburan tahun baru di pantai tersebut.

Akibat banyaknya pengunjung, kepadatan wisatawan tersebut menimbulkan kemacetan lantaran banyaknya kendaraan yang berhenti di tepi jalan menuju ke pantai.

Jumlah tersebut bahkan lebih tinggi dari jumlah kunjungan tahun baru 2016 lalu. Diketahui, sebagian besar pengunjung tahwisatawan berasal dari sebagian besar sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim.

Sebelumnya, pada tahun 2016 lalu, puncak kunjungan tertinggi tercatat di UPT Pantai Klayar terjadi pada hari kedua Lebaran dengan jumlah kunjungan mencapai 7.300 orang dalam sehari.

Sementara rata-rata kunjungan selama libur panjang sejak H-7 hingga H+7 Lebaran antara 4.000-5.000 orang setiap harinya.




”Tahun lalu saat libur panjang Lebaran  dan tahun baru 2015/2016 bisa mencapai 8.000 hingga 10 ribu saat puncak kunjungan wisatawan,” kata Slamet Widodo, staff Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga UPT Pantai Klayar, beberapa waktu lalu.

Slamet mengatakan, pada hari libur biasa Sabtu-Minggu terakhir rata-rata kunjungan wisatawan telah normal seperti sebelumnya, yakni sekitar 2.500 orang pada Minggu dan 1.000-an orang pada Sabtu.

”Kunjungan wisatawan selalu tinggi pada hari libur seperti ini. Kalau hari biasa tidak banyak, paling sekitar 200-500-an pengunjung tiap harinya. Jumlah itu berdasar hasil penjualan tiket,” pungkasnya.

Menilik grafik kunjungan wisata yang tercatat di Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, volume wisatawan di Pantai Klayar memang mengalami pertumbuhan fantastis.

Dari sebelumnya tercatat sebanyak 45.888 pengunjung selama kurun 2012, jumlah wisatawan terus bertumbuh menjadi 50.209 wisatawan pada 2013, lalu 155.872 wistawan pada 2014 dan terakhir pada 2015 mencapai 352.139 orang.

Jumlah kunjungan di Pantai Klayar itu bahkan sudah melampaui angka kunjungan wisatawan Goa Gong yang lebih dulu unggul (tahun 2012 mencapai 138.193 wisatawan dan 2015 tercatat 246.842 wisatawan), atau sedikit di bawah Pantai Teleng Ria, Pacitan yang dikelola swasta sejak 2009 dengan jumlah kunjungan 242.796 pada 2012 dan sebanyak 427.262 pada akhir 2015.

Lonjakan kunjungan Pantai Klayar tak lepas dari strategi daerah setempat dalam pengembangan sektor kepariwisataan, salah satunya dengan pengembangan infrastruktur di jalur-jalur menuju objek wisata pesisir yang kian terbuka.

Jika tahun lalu dialokasikan anggaran pengembangan infrastruktur pariwisata sebesar Rp14 miliar pada 2015, tahun 2016 lalu pusat menggelontor melalu dana alokasi umum sebesar Rp 20 miliar lebih.

Salah satu prioritas pembangunan yang saat ini digenjot adalah pengembangan dan pelebaran infrastruktur jalan menuju daerah-daerah pesisir, termasuk menuju Pantai Klayar mulai dari pusat kota Kecamatan Punung melalui area wisata Goa Gong hingga Pantai Klayar yang berjarak hampir 10 kilometer.

Ditarget Dulang PAD

Para pengunjung memadati kawasan wisata Pantai Klayar. (Foto: Wildan Nur Swi Harmoko/Pacitanku)

Lonjakan pengunjung yang signifikan di Pantai Klayar membuat Pemkab Pacitan juga menargetkan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari Pantai Klayar tahun 2016 lalu mencapai Rp 4 miliar.

Hal itu tak lepas dari lonjakan pendapatan asli daerah (PAD) yang disumbangkan objek wisata yang kian moncer sejak kunjungan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono saat masih menjabat pada Oktober 2013.

Sejak itu, wisata pantai Klayar yang mematok harga tiket masuk Rp10 ribu untuk pengunjung dewasa, Rp 5 ribu untuk pengunjung usia anak, dan parkir kendaraan hanya Rp5 ribu tersebut terus menggeliat.

Salah satu strateginya, kata Wasi adalah dengan perputaran uang tiket retribusi, yang mulai awal tahun 2017 ini dinaikkan menjadi Rp 10 ribu.




“Yang naik (tiket masuknya-red) adalah Goa Gong dari Rp 12 ribu untuk hari libur dan 10 ribu untuk hari biasa menjadi Rp 15 ribu tapi tidak dibedakan hari, alasannya penambahan fasilitas, seperti jembatan masuk dan lighting di dalam goa, kemudian untuk Pantai Klayar yang dulu hari biasa Rp 7 ribu dan hari libur Rp 10 ribu, sekarang disamakan libur dan tidak libur tiketnya Rp 10 ribu, serta Goa Tabuhan naik dari Rp 7 ribu menjadi 10 ribu, dengan alasan penambahan akses jalan yang sudah lebar,”papar Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Pacitan, Wasi Prayitno Wasi kepada Pacitanku.com, Senin (2/1/2017) kemarin.

PAD dari hasil penjualan tiket wisata, parkir, maupun retribusi warung-warung wisata juga terus bertumbuh sehingga menjadi penyumbang PAD terbesar dari enam destinasi wisata pantai yang telah dikelola Pemkab Pacitan.

Dari total target PAD sektor pariwisata 2016 yang dipatok sebesar Rp 9 miliar, dari objek wisata Pantai Klayar diproyeksikan mencapai Rp4 miliar. ”PAD ini baru sebagian kecil, paling hanya sekitar 10-15 persen dari total potensi nilai ekonomi yang berputar sebagai meningkatnya volume kunjungan wisatawan,” kata pria yang merupakan mantan Kepala Disbudparpora Pacitan tersebut. (RAPP002)

Permalink ke Kala Bule Kangen Taklukkan Ombak Ganas di Pantai Watu Karung
Headline, Pantai

Kala Bule Kangen Taklukkan Ombak Ganas di Pantai Watu Karung

Keindahan Pantai Watukarung menginspirasi surfer membuat video. (FOto: MySUrfTV)

Keindahan Pantai Watukarung menginspirasi surfer membuat video. (FOto: MySUrfTV)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Peselancar dari sejumlah negara menjajal ketangguhan berselancar di Pantai Watu Karung, Desa Watu Karung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, sekitar 25 kilometer dari Kota Pacitan. Ketinggian ombak di sana bisa mencapai 5 meter. Peselancar asing umumnya tinggal di rumah warga minimal sepekan.

”Ombaknya menantang. Walau putus-putus, gulungannya tinggi dan benar-benar untuk peselancar profesional. Jika pemain baru, jangan coba-coba berselancar di sini, bisa digulung ombak lalu hilang terseret ke laut lepas,” kata Frank (35), asal Spanyol, pertengahan Oktober lalu, di Pantai Watu Karung, Kabupaten Pacitan.

Frank sudah dua pekan tinggal di Pantai Watu Karung, Dusun Ketro, Desa Watu Karung, Kecamatan Pringkuku. Dia bersama dua rekannya sudah beberapa kali menjajal ombak di pantai yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Pacitan, Jawa Timur, itu. Jalan ke pantai yang beraspal dan melintasi kawasan hutan memikat peselancar profesional untuk datang dan tinggal berbulan-bulan di tempat itu.

”Kami selalu rindu tempat ini karena ombaknya bisa berubah rendah atau tinggi hingga 4 meter, benar-benar menjadi tantangan. Bagi peselancar profesional, ke Watu Karung setelah dari Plengkung, Banyuwangi, dan Pantai Mentawai, Sumatera Barat,” kata Frank yang di setiap tempat tersebut biasanya tinggal 2-3 minggu.




Di Pantai Plengkung, menurut Frank, ombak justru nyaris tanpa putus dan tinggi. ”Luar biasa asyiknya,” ujarnya.

Pantai Plengkung yang berlokasi 20 kilometer dari Desa Grajagan dan masuk kawasan Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi dan disebut G-Land ini memiliki ombak dengan ketinggian 6-8 meter. Gulungan ombak tak putus hingga sepanjang 2 kilometer. Ombak di Pantai Plengkung, kata Frank, bahkan memiliki 7 gulungan dengan interval sekitar 5 menit akibat tekanan air laut.

”Ombak terbaik kedua dunia di Pantai Plengkung, setelah Hawaii di Amerika Serikat. Namun, ombak di Watu Karung ini cocok untuk uji ketangkasan dalam berselancar meski ombak tak panjang. Setiap ombak itu ada karakternya, jadi tidak sekadar tinggi, tetapi juga rintangannya,” kata Frank yang juga sudah menjajal kedahsyatan ombak di Pantai Sorake, Pulau Nias, Sumatera Utara.

Menurut Asari (45), pemilik penginapan dan Warung Asih, Pantai Watu Karung sudah lama menjadi ”rumah” bagi peselancar asing dari 12 negara, paling banyak dari Australia, Amerika, Spanyol, Rusia, dan Singapura. Mereka datang dan tinggal berbaur dengan penduduk setempat.

Tidak kurang 100 peselancar biasa tinggal di kawasan ini, paling cepat pergi setelah sepekan. Bahkan, banyak yang betah tinggal hingga berbulan-bulan. Aktivitas mereka hanya menjajal ombak Watu Karung pada jam-jam tertentu yang menurut mereka menantang. Mereka menginap di rumah-rumah warga dengan sewa Rp 150.000 hingga Rp 2 juta per hari satu rumah.

Seperti diungkapkan Hans (27), peselancar dari Australia yang sudah sering ke Watu Karung. ”Jika ke tempat ini, paling cepat dua pekan, terus geser ke pantai lain di luar Jawa, lalu beberapa bulan lagi kembali ke Watu Karung karena suasananya masih alami dikelilingi hutan dan belum ramai,” ujarnya.

Memesona

Turis asing umumnya sudah lancar berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia karena setiap kali datang pasti lama tinggal di tempat itu dan umumnya datang lagi setelah beberapa tahun. Keistimewaan Pantai Watu Karung, selain ombaknya berkelas internasional, alamnya juga sangat memesona. Pantai pasir putih semakin indah dengan deretan batu karang di kawasan pantai. Banyaknya pohon besar membuat kawasan pantai terasa adem.

Di Pantai Watu Karung juga terdapat satu lokasi yang dikenal sebagai Putri Samudra karena batu karang ini menyerupai wajah seorang perempuan yang menghadap ke laut. Namun, jika dilihat dari sisi lain, bentuknya seperti kura-kura.

Lokasi Pantai Watu Karung masih terpencil sehingga tidak banyak wisatawan yang datang. Pantai ini satu dari puluhan pantai di Kabupaten Pacitan. Kabupaten yang berada di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur ini berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo di utara, Kabupaten Trenggalek di timur, dan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) di bagian barat.

Pantai Watu Karung menghadap langsung ke Samudra Hindia. Ini salah satu yang membuat ombaknya tinggi mencapai 5 meter. Gulungan ombak dengan tipe reef break dan tinggi menjadi daya pikat bagi peselancar asing untuk menaklukkan ombak Watu Karung.

Bahkan, pada 2009, peselancar top Indonesia, Rizal Tanjung, mengajak Bruce Irons, juara Rip Curl Pro Search 2008, menjajal dan membuktikan bahwa ombak Pantai Watu Karung sebagai ombak kelas dunia.

Menurut Ali (40), warga Pacitan yang sering mendampingi turis asing dan lokal yang berkunjung ke Pacitan, dari Pantai Watu Karung sudah lahir peselancar Pacitan, Salini Rengganis (15). Perempuan peselancar ini sekarang dikontrak oleh salah satu produk busana selancar internasional dan tetap rajin mengikuti berbagai lomba di dalam negeri dengan biaya sendiri.

Untuk menuju Pantai Watu Karung, dari pusat kota Pacitan membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Jalan menuju pantai berkelok-kelok dan banyak tanjakan, melintasi kawasan karst Gunung Sewu.

Penduduk terus membenahi dan melengkapi fasilitas di rumahnya karena semakin banyak turis asing mampir dan menginap di desa itu.

Namun, sayang, perhatian pemerintah daerah masih minim untuk menata kawasan dan melengkapi rambu di bibir pantai. Beberapa kali kejadian peselancar hilang tergulung ombak tidak cepat diselamatkan karena tak ada fasilitas penyelamatan darurat.

Di era piknik sudah menjadi kebutuhan pokok, Watu Karung hendaknya kian dipoles agar semakin memikat turis lokal dan asing. Jangan biarkan penduduk berjibaku, sementara pemerintah daerah yang menampung retribusi justru tanpa aksi.

Penulis: Agnes Swetta Pandia

Sumber: Kompas