Kategori: Pantai

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Keunikan Pantai Banyu Tibo Menurut Kepala Disparpora Pacitan
Headline, Pantai

Keunikan Pantai Banyu Tibo Menurut Kepala Disparpora Pacitan

Pantai Banyutibo pacitan. (Foto : Dok.Pacitanku)

Pantai Banyutibo pacitan. (Foto : Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, DONOROJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan terus getol mempromosikan berbagai obyek wisata yang berada di kampung halaman Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), salah satunya melalui social media. Seperti yang giat dilakukan oleh Bupati Pacitan bersama jajarannya, salah satunya Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan.

Melalui akun facebooknya yang dilihat Pacitanku.com pada Rabu (12/4/2017), Kadisparpora Endang Surjasri tak ketinggalan turut mempromosikan salah satu destinasi wisata di Pacitan, yakni Pantai Banyu Tibo. Di pantai yang terletak di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo ini, Endang bersemangat menjelaskan detil keunikan dari pantai yang bersebelahan dengan Pantai Buyutan ini.




“Saya sekarang ada di lokasi obyek wisata Pantai Banyu Tibo Kabupaten Pacitan, salah satu destinasi wisata yang sangat indah sekali di Kabupaten Pacitan. Berada di ujung sebelah barat Kabupaten Pacitan, ombaknya sangat besar,”katanya.

Menurut Endang, Pantai Banyu Tibo memiliki keunikan yang berbeda dengan pantai lain di Pacitan, yakni keberadaan air terjun yang berada di tepi pantai.

“Ada satu keunikan di pantai ini, bahwasanya di Pantai ini namanya Pantai Banyu Tibo, karena apa, ada salah satu sungai yang muaranya langsung ke pantai sehingga bertemu dengan ombak-ombak besar. Inilah yang dikatakan banyu tibo, yang seperti layaknya Air terjun berasal dari muaranya bertemu langsung ke pantai,”jelas eks Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Pacitan ini.

Di akhir videonya, Endang yang juga merupakan mantan Camat Tegalombo ini mengajak kepada seluruh netizen untuk mengunjungi Pantai Banyu Tibo. “Ini adalah perpaduan ciptaan Allah yang sangat luar biasa, Anda harus kesini, obyek wisata Pantai Banyu Tibo, Kabupaten Pacitan. Saya tunggu kedatangan Anda ke Pacitan,”tutupnya.

Sebagaimana diketahui, keistimewaan pantai ini karena menyuguhkan pemandangan yang unik dan indah yaitu Air Terjun yang langsung turun ke laut Pantai Banyu Tibo. Untuk mengetahui Air Terjun ini berada di bibir pantai, bibir pantainya berbentuk tebing sehingga air yang berasal dari sungai dapat turun langsung menuju dataran rendah di laut. Air ini tidak kering sekalipun musim kemarau tiba.

penunjuk arah pantai Banyutibo. (Foto : Dok.Pacitanku)

penunjuk arah pantai Banyutibo. (Foto : Dok.Pacitanku)

Nah, jika Anda ingin menuju ke pantai ini, rute bisa dilalui dengan menuju ke Kecamatan Punung terlebih dahulu. Setelah sampai di Kecamatan Punung Anda bisa melaju kea rah perempatan kalak (yaitu arah Goa Gong). Setelah sampai di perempatan Kalak Anda dapat mengambil arah kiri, dan itu merupakan satu jalur ke arah Klayar.

Kemudian, setelah 50 meter Anda akan ketemu dengan pertigaan. Setelah di pertigaan Anda mengambil arah kanan dengan tujuan Pantai Buyutan serta Pantai Banyu Tibo. Selepas itu Anda tinggal mengikuti jalan ber aspal hingga ketemu pertigaan lagi dan Anda mengambil arah kiri dengan jalanan berbeton. Itu sudah hampir sampai Pantai Banyu Tibo tiinggal mengikuti petunjuk arah menuju Pantai Banyu Tibo.

Selamat menikmati keindahan Pantai Banyu Tibo. (RAPP002)

Permalink ke Pak Indartato Saja Sudah ke Pantai Kasap Raja Ampatnya Pacitan, Kamu Kapan?
Headline, Pantai

Pak Indartato Saja Sudah ke Pantai Kasap Raja Ampatnya Pacitan, Kamu Kapan?

Indartato saat berpose di sabana Pantai Kasap. (Foto: IG Indartato)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Berbagai cara terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk mempromosikan berbagai keindahan yang ada di alam Pacitan. Terbaru, Bupati Pacitan Indartato yang kini mulai aktif di social media juga turut mempromosikan keindahan pantai-pantai di Pacitan, salah satunya adalah Pantai Kasap, yang terletak di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku.

Di sela kunjungannya pada Senin (27/3/2017) lalu, pria yang sempat menjadi camat Pringkuku ini memposting kunjungannya di Pantai Kasap melalui akun instagramnya. “Pantai Kasap di Desa Watukarung Kecamatan Pringkuku, salah satu destinasi wisata Pacitan yang mulai dikembangkan. Perpaduan pantai, bukit, sabana, Ke Pacitan belum lengkap jika belum ke Pantai Kasap, raja ampatnya Pacitan,”kata Indartato di Instagram.

Indartato saat berpose di sabana Pantai Kasap. (Foto: IG Indartato)

Sebagaimana diketahui, Pantai Kasap ini memang obyek wisata Pantai yang masih sangat alami. Pantai Kasap berada di dekat tiga pantai lainnya di kecamatan ini, yakni pantai Watukarung, pantai Srau dan pantai Sruni.




Pantai yang berada di sebelah persis pantai Sruni ini memiliki karakteristik khas di pantai Selatan. Yakni karang, kemudian pasir putih, ombak yang deras. Pantai Kasap ini juga berpasir putih, walau garis pantainya sendiri cukup sempit berbentuk teluk berpasir melengkung dan di apit tebing sisi kiri dan kananya.

Di saat air surut, Anda bisa menikmati pemandangan dan angin khas laut selatan di pantai Kasap ini dengan santai. Jika ingin sensasi lebih, kamu bisa naik keatas bukit di rerumputan untuk mengabadikan momen asyik di pantai yang seakan menjadi pantai milikmu sendiri dengan kamera.

Keindahan suasana sore di pantai Kasap

Keindahan suasana sore di pantai Kasap

Namun, suasana paling highly recommended adalah saat sore hari. Dimana pada saat ini, Anda bisa menikmati lembayung senja (sunset) dari atas bukit yang berada diatas pantai. Anda bisa bersantai merasakan angin yang semilir sambil menikmati deburan ombak pantai selatan yang memutih.

Untuk yang menginginkan sensasi berbeda, tak ada salahnya anda mencoba menaiki bukit berumput hijau disisi kiri pantai ini. Dan rasakanlah keindahan pantai Kasap ini dari atas bukit. Tak hanya itu, jika Anda kesini pada sore hari, maka Anda bisa menyaksikan sunset dari bukit ini.

Selain itu Anda juga bisa menikmati indahnya pemandangan sebelah barat yaitu pulau-pulau Pantai Watukarung hanya dengan mendaki tebing di atas Pantai Kasap ini.

Pak Bupati saja sudah ke Pantai Kasap, Anda kapan?

(RAPP002)

Permalink ke Usai Dibersihkan Dalam Rangka Hajatan ke-272, Pantai Pancer Door Terlihat Kinclong
Hari Jadi Pacitan, Headline, Pantai

Usai Dibersihkan Dalam Rangka Hajatan ke-272, Pantai Pancer Door Terlihat Kinclong

Indartato saat membersihkan sampah di Pantai Pancer Door. (Foto: IG Indartato)

Pacitanku.com, PACITAN –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan menggelar agenda bersih-bersih pantai sebagai bagian dari gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona di kawasan Pantai Pancer Door pada Jumat (24/2/2017) pagi. Agenda ini adalah sebagai salah satu rangkaian Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-272 sekaligus sebagai pengganti pesta lampion di tempat yang sama yang dibatalkan oleh Pemkab.

Kegiatan yang diikuti langsung oleh Bupati Pacitan Indartato ini melibatkan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) seperti Wakil Bupati Yudi Sumbogo, Sekretaris Daerah Suko Wiyono dan sejumlah pimpinan instansi pemerintahan di Pacitan.

Jajaran Forkopimda Pacitan saat gelar bersih-bersih Pantai Pancer Door. (Foto: WA Info Pacitan)

Mengenakan pakaian santai, puluhan peserta gerakan bersih-bersih pantai nampak antusias mengikuti agenda tersebut, bahkan Indartato nampak memunguti sampah yang didominasi ranting kayu yang berserakan di sepanjang pantai yang terletak di Kecamatan Pacitan ini. Usai dibersihkan, pantai yang dikenal dengan ombak terbaik ini pun terlihat kinclong. Pasirnya putih dan bersih.

Selama ini, keindahan pantai Pancer Door sebagai lokasi favorit para peselancar ternoda sampah. Banyak ranting kayu dan plastik terlihat berserakan di sepanjang bibir pantai tersebut. Sampah yang berceceran itu membuat pengunjung risih. Jika dibiarkan, tidak menutup kemungkinan pantai Pancer Door akan ditinggalkan pengunjung.



Kondisi Pancer Door setelah dibersihkan. (Foto: IST)

Sebagai informasi, gerakan aksi sapta pesona merupakan satu di antara 10 program prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tahun ini sebagai upaya meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di ranah persaingan global antara lain dengan memperbaiki kelemahan pada unsur; safety and security, health and hygiene, ICT readiness, enviromental sustainability, maupun tourist service infrastructure. (RAPP002)

 

Permalink ke Sistem Ticketing Baru akan Diterapkan di Pantai Klayar
Headline, Pantai

Sistem Ticketing Baru akan Diterapkan di Pantai Klayar

Pacitanku.com, DONOROJO – Untuk mengurangi potensi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) di objek wisata, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan mencanangkan sistem ticketing baru. Sistem tersebut akan diujicobakan di Pantai Klayar, Dusun Kendal, Desa Sendang Kecamatan Donorojo.

Jika sukses tanpa kendala berarti, akan diterapkan di objek wisata lain di Pacitan. Dua objek wisata setelah pantai Klayar yakni objek wisata pemandian air hangat Tirto Husodo di Karangrejo, Arjosari, dan goa Gong di Bomo, Punung.

‘’Semuanya yang dipasang sistem tiket baru merupakan tempat-tempat yang ingin serapan PAD-nya semaksimal mungkin,’’ ungkap Kepala Disparpora Pacian, Endang Surjasri, baru-baru ini, dilansir dari Radar Madiun.

Endang menuturkan, wacana mengubah sistem tiket di objek wisata tersebut juga didasari oleh upaya merapikan objek wisata sehingga menjadi lebih modern. Penghitungan yang tercatat melalui komputer diklaim memperkecil potensi kebocoran PAD dari wisatawan.

Tiket kepada wisatawan nantinya akan digabung cukup menjadi satu lembar tiket saja seperti bill (tagihan). ‘’Juga mempersingkat waktu di loket. Sehingga, wisatawan dapat lebih cepat masuk ke objek wisata, dan mengurangi potensi penumpukan kendaraan di loket,’’ sebutnya.

Sistem tiket modern tersebut juga diklaim dapat merekapitulasi penjualan tiket langsung dalam satu hari. Data tersebut kemudian tersimpan dalam sistem komputer. Tidak hanya itu, sistem juga disebut Endang dapat dikoneksikan kepada handphone Bupati Indartato.




Sehingga, bupati dapat langsung memonitor pendapatan objek wisata yang ada. ‘’Yang jelas, sudah tidak jaman narik tiket secara manual oleh karyawan. Harus mengikuti objek wisata di daerah lain yang juga sudah mulai memodernkan diri,’’ urainya.

Pengadaan sistem tiket tersebut memakan APBD senilai Rp 300 juta untuk tiga objek wisata (Pantai Klayar, Gua Gong, dan pemandian air hangat Tirto Husodo). Endang inginsistem tersebut dapat sesegera mungkin diterapkan di Pantai Klayar.

Sehingga, evaluasi dapat langsung dilakukan dan diterapkan di dua objek wisata lainnya. ‘’Seharusnya segera diterapkan agar juga bisa segera dievaluasi, lalu diterapkan secara masif di semua objek wisata yang dikelola pemkab. Kami ingin terus meningkatkan kualitas objek wisata di Pacitan dalam cara apapun,’’pungkasnya. (RAPP002)

 

Permalink ke Ini Daftar Homestay dan Penginapan di Pantai Klayar Pacitan
Headline, Hotel, Pantai

Ini Daftar Homestay dan Penginapan di Pantai Klayar Pacitan

Para pengunjung memadati kawasan wisata Pantai Klayar. (Foto: Wildan Nur Swi Harmoko/Pacitanku)

Pacitanku.com, DONOROJO – Anda mau piknik dan bermalam di Pantai Klayar? Jangan lupakann untuk mencari penginapan yang dekat dengan lokasi Pantai Klayar, di Dusun Kendal, Desa Sendang Kecamatan Donorojo. Sebagai informasi, hingga saat ini Pantai Klayar menjadi salah satu destinasi wisata paling dicari di Pacitan.

Seiring dengan hal itu, maka bisnis homestay dan penginapan di Pantai Klayar terus meningkat. Nah, jika Anda hendak bermalam di Pantai Klayar, perlu untuk memilih tempat menginap yang direkomendasikan.

Berikut daftar 18 homestay dan penginapan di Pantai Klayar Pacitan, sebagaimana info dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pantai Klayar yang diterima Pacitanku.com.


  1. Homestay Pak Gimun, jumlah kamar 6, fasilitas televisi, kipas angin dan kamar mandi dalam. Harga Rp 150 ribu (kamar kelas 1) dan Rp 100 ribu (kamar kelas 2).
  2. Homestay Pak Teguh, jumlah kamar 4, fasilitas kipas angin, kamar angin dan kamar mandi dalam . Harga Rp 150 ribu (kamar kelas 1) dan Rp 100 ribu (kamar kelas 2).
  3. Homestay Vidia, jumlah kamar 6, fasilitas Air Conditioner (AC), televisi dan kamar mandi dalam. Harga Rp 300 ribu (kamar kelas 1) dan Rp 150 ribu (kamar kelas 2).
  4. Homestay Wijaya, jumlah kamar 8, fasilitas kipas angin dan kamar mandi luar. Harga Rp 150 ribu.
  5. Homestay Rizki, jumlah kamar 10,fasilitas kipas angin dan kamar mandi luar. Harga Rp 200 ribu (kamar kelas 1) dan Rp 100 ribu (kamar kelas 2).
  6. Homestay Putri Kembar, jumlah kamar 7, fasilitas televisi dan kipas angin. Harga Rp 200 ribu.
  7. Homestay Bu Rokilah, jumlah kamar 5, fasilitas kipas angin dan kamar mandi dalam. Harga Rp 200 ribu (kamar kelas 1) dan Rp 100 ribu (kamar kelas 2).
  8. Homestay Amanah, jumlah kamar 8, fasilitas kipas angin dan kamar mandi dalam. Harga Rp 150 ribu (kamar kelas 1) dan Rp 100 ribu (kamar kelas 2).
  9. Homestay Nova, jumlah kamar 10, fasilitas AC, televisi dan kamar mandi dalam. Harga Rp 300 ribu (kamar kelas 1) dan Rp 200 ribu (kamar kelas 2).
  10. Penginapan Platar Ombo, jumlah kamar 8, fasilitas kamar mandi dalam dan AC. Harga Rp 300 ribu (kamar kelas 1) dan Rp 200 ribu (kamar kelas 2).
  11. Homestay Mayangkara, jumlah kamar 5, fasilitas AC, televisi dan kamar mandi dalam. Harga Rp 500 ribu (kamar kelas 1) dan Rp 300 ribu (kamar kelas 2).
  12. Homestay Larasati 1, jumlah kamar 13, fasilitas televisi, kipas angin dan kamar mandi dalam. Harga Rp 250 ribu (kamar kelas 1), Rp 200 ribu (kamar kelas 2) dan Rp 150 ribu (kamar kelas 2).
  13. Homestay Larasati 2, jumlah kamar 2,fasilitas kipas angin, kamar mandi dalam dan televisi. Harga Rp 200 ribu.
  14. Homestay Pak Eko, jumlah kamar 4, fasilitas kipas angin, televisi dan kamar mandi dalam. Harga Rp 200 ribu.
  15. Homestay Ayu Wandira, jumlah kamar 4, fasilitas kipas angin, televisi dan kamar mandi luar. Harga Rp 200 ribu.
  16. Homestay Dua Putera, jumlah kamar 5, fasilitas kipas angin, televisi dan kamar mandi dalam. Harga Rp 200 ribu.
  17. Homestay Samudera, jumlah kamar 4, fasilitas kipas angin, televisi dan kamar mandi dalam. Harga Rp 200 ribu.
  18. Homestay Kinasih, jumlah kamar 10,fasilitas AC, televisi dan kamar mandi dalam. Harga Rp 300 ribu (kamar kelas 1) dan Rp 200 ribu (kamar kelas 2).

(RAPP002)

 

Permalink ke Pemkab akan Bangun Jogging Track di Pantai Srau
Headline, Pantai

Pemkab akan Bangun Jogging Track di Pantai Srau

Pantai Srau Dijadikan Tempat Gathering MOTO AE. (Foto : Doc.Pacitanku)

Pantai Srau. (Foto : Doc.Pacitanku)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Tidak hanya Pantai Klayar yang akan mendapat kucuran dana segar tahun ini. Pantai Srau di Candi, Pringkuku, juga akan mendapat gelontoran dana ratusan juta rupiah bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Nantinya, dana akan digunakan untuk membangun jogging track di pantai tersebut. Upaya itu seiring ditetapkannya Pantai Srau menjadi salah satu daerah kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). ‘’Pantai Srau punya potensi besar, kami coba untuk memaksimalkan itu,’’ terang Kepala Disparpora Pacitan, Endang Surjasri.

Menurut Endang, selain Pantai Srau, ada sejumlah destinasi wisata Pacitan yang termasuk dalam KSPN. Diantaranya, Pantai Buyutan, dan Watukarung. Karena ada perhatian dari pusat perihal potensi wisata di sejumlah tempat wisata itu, pemkab tidak ingin diam saja.

Pembenahan pun coba dilakukan di tingkat pemkab terlebih dahulu, sebelum pemerintah pusat turun tangan cawe-cawe dalam pengembangan Pantai Srau. ‘’Sebab, pengelolaannya bagaimanapun tetap pada daerah. Namun, garis besar pengembangannya, nanti mengacu pada perencanaan pusat,’’ jelasnya.




Termasuk Pantai Srau, sejumlah tempat wisata yang termasuk KSPN akan digelontor DAK total senilai Rp 1,5 miliar. Khusus di Srau, akan digunakan untuk membangun jogging track. Mengapa jogging track? Sebab, menurut penilaian pihaknya, suasana pagi Pantai Srau sangat menenangkan.

Cocok dimanfaatkan warga atau wisatawan berolahraga pagi. Disamping itu, udara pagi di tepi laut juga sudah lama dikenal menyehatkan. ‘’Pantainya indah, cocok untuk digunakan berbagai aktivitas, seperti berkemah atau berolahraga,’’ terangnya.

Menurut Endang, penetapan sejumlah objek wisata di Pacitan ke dalam KSPN menandakan potensi besar pariwisata di Pacitan. Oleh karena itu, dia menyebut wajar jika pariwisata menjadi arah pembangunan daerah.

Yang kemudian jadi tantangan pemkab, adalah keberadaan daerah wisata di sekitar Pacitan. Beberapa pesaing sengit bagi Endang yakni Gunung Kidul dan Wonosari. ‘’Jangan sampai calon wisatawan Pacitan dicaplok daerah wisata tetangga. Mereka harus bisa sampai Pacitan,’’ kata Endang. (mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun