Kategori: Pantai

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Kala Bule Kangen Taklukkan Ombak Ganas di Pantai Watu Karung
Headline, Pantai

Kala Bule Kangen Taklukkan Ombak Ganas di Pantai Watu Karung

Keindahan Pantai Watukarung menginspirasi surfer membuat video. (FOto: MySUrfTV)

Keindahan Pantai Watukarung menginspirasi surfer membuat video. (FOto: MySUrfTV)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Peselancar dari sejumlah negara menjajal ketangguhan berselancar di Pantai Watu Karung, Desa Watu Karung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, sekitar 25 kilometer dari Kota Pacitan. Ketinggian ombak di sana bisa mencapai 5 meter. Peselancar asing umumnya tinggal di rumah warga minimal sepekan.

”Ombaknya menantang. Walau putus-putus, gulungannya tinggi dan benar-benar untuk peselancar profesional. Jika pemain baru, jangan coba-coba berselancar di sini, bisa digulung ombak lalu hilang terseret ke laut lepas,” kata Frank (35), asal Spanyol, pertengahan Oktober lalu, di Pantai Watu Karung, Kabupaten Pacitan.

Frank sudah dua pekan tinggal di Pantai Watu Karung, Dusun Ketro, Desa Watu Karung, Kecamatan Pringkuku. Dia bersama dua rekannya sudah beberapa kali menjajal ombak di pantai yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Pacitan, Jawa Timur, itu. Jalan ke pantai yang beraspal dan melintasi kawasan hutan memikat peselancar profesional untuk datang dan tinggal berbulan-bulan di tempat itu.

”Kami selalu rindu tempat ini karena ombaknya bisa berubah rendah atau tinggi hingga 4 meter, benar-benar menjadi tantangan. Bagi peselancar profesional, ke Watu Karung setelah dari Plengkung, Banyuwangi, dan Pantai Mentawai, Sumatera Barat,” kata Frank yang di setiap tempat tersebut biasanya tinggal 2-3 minggu.




Di Pantai Plengkung, menurut Frank, ombak justru nyaris tanpa putus dan tinggi. ”Luar biasa asyiknya,” ujarnya.

Pantai Plengkung yang berlokasi 20 kilometer dari Desa Grajagan dan masuk kawasan Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi dan disebut G-Land ini memiliki ombak dengan ketinggian 6-8 meter. Gulungan ombak tak putus hingga sepanjang 2 kilometer. Ombak di Pantai Plengkung, kata Frank, bahkan memiliki 7 gulungan dengan interval sekitar 5 menit akibat tekanan air laut.

”Ombak terbaik kedua dunia di Pantai Plengkung, setelah Hawaii di Amerika Serikat. Namun, ombak di Watu Karung ini cocok untuk uji ketangkasan dalam berselancar meski ombak tak panjang. Setiap ombak itu ada karakternya, jadi tidak sekadar tinggi, tetapi juga rintangannya,” kata Frank yang juga sudah menjajal kedahsyatan ombak di Pantai Sorake, Pulau Nias, Sumatera Utara.

Menurut Asari (45), pemilik penginapan dan Warung Asih, Pantai Watu Karung sudah lama menjadi ”rumah” bagi peselancar asing dari 12 negara, paling banyak dari Australia, Amerika, Spanyol, Rusia, dan Singapura. Mereka datang dan tinggal berbaur dengan penduduk setempat.

Tidak kurang 100 peselancar biasa tinggal di kawasan ini, paling cepat pergi setelah sepekan. Bahkan, banyak yang betah tinggal hingga berbulan-bulan. Aktivitas mereka hanya menjajal ombak Watu Karung pada jam-jam tertentu yang menurut mereka menantang. Mereka menginap di rumah-rumah warga dengan sewa Rp 150.000 hingga Rp 2 juta per hari satu rumah.

Seperti diungkapkan Hans (27), peselancar dari Australia yang sudah sering ke Watu Karung. ”Jika ke tempat ini, paling cepat dua pekan, terus geser ke pantai lain di luar Jawa, lalu beberapa bulan lagi kembali ke Watu Karung karena suasananya masih alami dikelilingi hutan dan belum ramai,” ujarnya.

Memesona

Turis asing umumnya sudah lancar berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia karena setiap kali datang pasti lama tinggal di tempat itu dan umumnya datang lagi setelah beberapa tahun. Keistimewaan Pantai Watu Karung, selain ombaknya berkelas internasional, alamnya juga sangat memesona. Pantai pasir putih semakin indah dengan deretan batu karang di kawasan pantai. Banyaknya pohon besar membuat kawasan pantai terasa adem.

Di Pantai Watu Karung juga terdapat satu lokasi yang dikenal sebagai Putri Samudra karena batu karang ini menyerupai wajah seorang perempuan yang menghadap ke laut. Namun, jika dilihat dari sisi lain, bentuknya seperti kura-kura.

Lokasi Pantai Watu Karung masih terpencil sehingga tidak banyak wisatawan yang datang. Pantai ini satu dari puluhan pantai di Kabupaten Pacitan. Kabupaten yang berada di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur ini berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo di utara, Kabupaten Trenggalek di timur, dan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) di bagian barat.

Pantai Watu Karung menghadap langsung ke Samudra Hindia. Ini salah satu yang membuat ombaknya tinggi mencapai 5 meter. Gulungan ombak dengan tipe reef break dan tinggi menjadi daya pikat bagi peselancar asing untuk menaklukkan ombak Watu Karung.

Bahkan, pada 2009, peselancar top Indonesia, Rizal Tanjung, mengajak Bruce Irons, juara Rip Curl Pro Search 2008, menjajal dan membuktikan bahwa ombak Pantai Watu Karung sebagai ombak kelas dunia.

Menurut Ali (40), warga Pacitan yang sering mendampingi turis asing dan lokal yang berkunjung ke Pacitan, dari Pantai Watu Karung sudah lahir peselancar Pacitan, Salini Rengganis (15). Perempuan peselancar ini sekarang dikontrak oleh salah satu produk busana selancar internasional dan tetap rajin mengikuti berbagai lomba di dalam negeri dengan biaya sendiri.

Untuk menuju Pantai Watu Karung, dari pusat kota Pacitan membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Jalan menuju pantai berkelok-kelok dan banyak tanjakan, melintasi kawasan karst Gunung Sewu.

Penduduk terus membenahi dan melengkapi fasilitas di rumahnya karena semakin banyak turis asing mampir dan menginap di desa itu.

Namun, sayang, perhatian pemerintah daerah masih minim untuk menata kawasan dan melengkapi rambu di bibir pantai. Beberapa kali kejadian peselancar hilang tergulung ombak tidak cepat diselamatkan karena tak ada fasilitas penyelamatan darurat.

Di era piknik sudah menjadi kebutuhan pokok, Watu Karung hendaknya kian dipoles agar semakin memikat turis lokal dan asing. Jangan biarkan penduduk berjibaku, sementara pemerintah daerah yang menampung retribusi justru tanpa aksi.

Penulis: Agnes Swetta Pandia

Sumber: Kompas

Permalink ke Serunya Aksi Traveller Saat Berpose dengan Latar Belakang Keindahan Pantai Klayar
Headline, Pantai

Serunya Aksi Traveller Saat Berpose dengan Latar Belakang Keindahan Pantai Klayar

Foto via Instagram @nitadamayanti24

Foto via Instagram @nitadamayanti24

Pacitanku.com, DONOROJO – Pantai Klayar adalah pesona Pacitan, pesona Indonesia. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya wisatawan yang berduyun-duyun mengunjungi Pantai Klayar, yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.

Dan saat berkunjung ke kawasan wisata tersebut, berbagai aksi pun dilakukan para wisatawan dan traveller tersebut saat mengabadikan keindahan pantai Klayar dalam dokumentasi pribadinya. Mereka berpose dengan latar belakang kawasan seruling samudera, kemudian teluk diantara dua bukit di bagian timur, hingga berpose dengan menggunakan ATV, kendaraan yang kini semakin banyak terdapat di Pantai Klayar.




Simak keseruan para traveller saat mengabadikan momen terindah di Pantai Klayar yang dirangkum instagram @Pacitanku dengan tagar #pacitanku berikut ini.

1. Pose berlatar belakang sphinx van java

Kawasan sphinx van Java yang terletak di sisi timur Pantai Klayar ternyata masih jadi salah satu primadona untuk mengabadikan dengan kamera. Banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke Pantai Klayar, dan merasa belum puas kalau belum berfoto di area ini.

2. Pose di depan teluk

Selain kawasan Sphinx van Java, area diantara bukit sisi timur adalah salah satu tempat favorit traveller mengabadikan kenangan terindah di Pantai Klayar. Dengan latar belakang teluk Pantai Klayar, para traveller ini begitu menikmati panoramanya.

3. Bersama ATV Pantai Klayar

Kurang rasanya jika ke Pantai Klayar tapi tak menikmati salah satu wahana ini, yakni bersama ATV Pantai Klayar. Dan berfoto bersama ATV Pantai Klayar menjadi sensasi tersendiri.

Permalink ke Dillihat dari Sisi Manapun, Sphinx van Java Pantai Klayar Tetaplah Mempesona
Headline, Pantai, Wisata

Dillihat dari Sisi Manapun, Sphinx van Java Pantai Klayar Tetaplah Mempesona

Foto: IG @kartikadilla

Foto: IG @kartikadilla

Pacitanku.com, PACITAN – Patung Sphinx yang terletak di Mesir dan batu karang mirip sphinx yang terletak di Pantai Klayar, Kecamatan Donorojo, Pacitan adalah pesona. Keduanya adalah pesona pariwisata di tempat masing-masing.

Sebagai informasi, Sphinx adalah patung monumental. Sphinx, adalah patung singa bermuka manusia yang juga merupakan obyek penting dalam penelitian ilmuwan, patung ini terletak di dataran tinggi Giza Mesir, yaitu di tepi bagian barat sungai Nil. Lokasinya berdekatan dengan Pyramids Giza. Keunikan patung Sphinx atau Aboul Houl, adalah karena berkepala manusia dengan badan berbentuk singa.

Panjang patung raksasa ini 73,5m, lebar 6m serta tinggi dari permukaan tanah 20.22m. Sphinx merupakan salah satu maha karya bangsa Mesir kuno, yang diperkirakan dibangun pada masa kekuasaan Fir’aun Khafre di era Old Kingdom tahun 2558-2532 sebelum Masehi.

Negeri Sejuta Ombak, Sphinx van Java.

Negeri Sejuta Ombak, Sphinx van Java.

Sedangkan sphinx di Pantai Klayar yang kemudian oleh masyarakat Pacitan sebagian menyebutnya dengan “Sphinx van Java” adalah fenomena. Karena jika dilihat dari dekat, bebatuan mirip patung Sphinx di Mesir ini memiliki kemiripan dengan Sphinx yang asli.

Perlu diketahui, salah satu daya tarik Pantai Klayar yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Pacitan ini adalah pada sisi timur pantai. Di sisi ini, Anda bisa menyaksikan beberapa “keajaiban” yang diantaranya adalah lokasi “romantic area” yakni titik antara kawasan bukit sphinx van Java dengan sisi sebelahnya. Diantara dua sisi tersebut, terdapat panorama yang mengagumkan, yakni deburan ombak dari teluk yang menari setiap waktu.

Panorama sisi lain di sisi timur terletak di bukit sphinx van Java tersebut. Bahkan, bebatuan mirip Sphinx yang terletak di PantaiKlayar bagian sisi timur ini adalah ciri khas dari Pantai Klayar. Yang ajaib, kawasan Sphinx van Java yang terbentuk akibat abrasi ombak laut selatan ini memancarkan air dari sela-sela bebatuan, yang kemudian disebut dengan “Seruling Samudera”.

Gambaran utuh karang mirip Sphinx van Java. (Foto: Dok Pacitanku)

Gambaran utuh karang mirip Sphinx van Java. (Foto: Dok Pacitanku)

Terletak di dekat batu karang di mana Seruling Samudra berada, kita akan menemukan rangkaian batu karang yang bentuknya cukup unik. Ada dua batu karang ukuran raksasa, dimana salah satunya ada batu karang yang bentuknya menjulang. Jika dilihat dari samping, sekilas bentuknya mirip binatang berkaki empat yang sedang istirahat. Karena warnanya yang sama, banyak yang kemudian menyebut bentuk rangkaian karang tersebut mirip patung Sphinx di Mesir.


Perlu diketahui, Sphinx van Java di Pantai Klayar adalah patung ukiran ombak pada batu karang dalam kurun ribuan tahun yang kemudian menyerupai sphinx di Mesir. Sehingga, jika dilihat dari sisi manapun, patung Sphinx van Java yang terbentuk secara alamiah ini memiliki keunikan tersendiri yang tak bisa disaksikan di pantai lainnya di Indonesia. Meskipun tak secara utuh sama dengan Sphinx di Mesir, namun setidaknya terdapat keajaiban yang membuat kita tercengang.

Adapun, waktu terbaik jika ingin mengambil gambar dengan latar belakang Sphinx van Java adalah saat siang atau sore hari, karena matahari akan ‘membantu’ meningkatkan kualitas hasil tangkapan kamera Anda. Sedangkan jika Ana ingin menikmati Sphinx van Java saat pagi, Anda harus naik ke area bukit tersebut, tentunya dengan dipandu oleh pemandu. 

klayar via pambudi yoga perdana

Romantic Area di dekat Sphinx van Java Pantai Klayar via pambudi yoga perdana

Di pantai berbatu karang itu terdapat lubang di dekat gua yang pada saat-saat tertentu bisa mengeluarkan suara layaknya seruling. Suara itu keluar saat ombak besar menerjang tepian pantai dan air laut menyembur lewat lubang tersebut. Pancaran air itu sendiri bisa mencapai 10–15 meter ke atas. Inilah yang kemudian disebut dengan Seruling Samudera, yang berada di sisi timur bukit “Sphinx van Java” Pantai Klayar.

Dan Sphinx van Java ini merupakan satu area epic yang sayang untuk dilewatkan. Dikarenakan beberapa kelebihan tersebut, sebuah situs wisata memasukkan Klayar sebagai satu dari 10 pantai terindah di Indonesia, selain di Pulau Bali dan Sumatera Barat.

Namun demikian, semakin banyaknya pengunjung yang ingin menikmati kawasan seruling samudera dan bukit Sphinx van Java, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pacitan menempatkan pemandu di lokasi pantai ini karena ada beberapa pengunjung yang tersapu ombak.

Kawasan Karst Klayar yang masukd alam situs Klayar (Foto : Dok.Pacitanku)

Kawasan Karst Klayar yang disebut dengan Sphinx van Java (Foto : Dok.Pacitanku)

Mengapa ditempatkan pemandu di area ini? hal itu dikarenakan ada banyak pengunjung yang ingin mendekat ke muncratan air, tanpa memperhatikan keselamatan. Petugas ini memandu pengunjung kapan waktu yang aman turun ke lokasi muncratan air.

Jika Anda tertarik mengunjungi kawasan seruling samudera, selanjutnya melakukan swa foto dengan Sphinx van Java, pastikan ada pemandu yang memandu Anda di kawasan tersebut, karena kawasan itu adalah area berbahaya.

Akhirnya, selamat menikmati Sphinx van Java Pantai Klayar, namun jangan lupa, untuk selalu menjaga kebersihan kawasan wisata. (RAPP002)

Permalink ke Ini 3 Pantai Tersembunyi yang Jadi “Hidden Paradise” Pacitan
Headline, Pantai, Wisata

Ini 3 Pantai Tersembunyi yang Jadi “Hidden Paradise” Pacitan

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Tak diragukan lagi bahwa Pacitan adalah surganya pantai-pantai alami yang menawan. Setidaknya ada 77 pantai yang membentang dari ujung barat di Kecamatan Donorojo hingga ujung timur di Kecamatan Sudimoro. Kali ini Pacitanku.com sajikan tiga pantai yang belum tersentuh dan masih jarang dikunjungi, namun memiliki pesona yang memikat hati.

Pantai Mblue-Pringkuku

Keindahan Pantai Mblue. (Foto: Instagram Achmad Cholis)

Keindahan Pantai Mblue. (Foto: Instagram Achmad Cholis)

Pantai Mblue adalah salah satu pantai yang akhir-akhir ini menjadi cukup hits, dan menjadi sasaran para traveller untuk mengunjunginya. Pantai Mblue ini terletak satu wilayah dengan pantai Srau, yakni di desa Candi, Kecamatan Pringkuku, atau berada di sebelah barat pantai Srau dengan jarak tempuh sekitar 10 menit.

Pantai ini terletak di belakang sebuah homestay. Meski memiliki kemiripan denganpantai Srau, yang membedakan disini adalah nuansa naturalnya yang masih kental. Di pantai Mblue, Anda bisa mendapatkan spot foto yang cukup unik, karena adanya jembatan kecil yang terbuat dari kayu.




Nah, Anda cukup dengan berpose tepat di jembatan dan menghadap ke arah lautan luas mata anda akan dimanja keindahan. Untuk menuju ke pantai Mblue, bisa melalui arah pantai Watukarung maupun arah dari Srau. Direkomendasikan, agar cepat sampai lokasi pantai, lebih enak ditempuh dari pantai Srau.

Pantai Teban-Ngadirojo

Alaminya Pantai Teban Ngadirojo. (Foto: atoursaja.com)

Alaminya Pantai Teban Ngadirojo. (Foto: atoursaja.com)

Belum banyak wisatawan yang tahu keberadaan pantai ini. Lokasinya memang sedikit tersembunyi di balik bukit. Inilah Pantai Teban, pantai di pesisir selatan Jawa yang memiliki ombak tidak tinggi ini sehingga cukup aman untuk dijadikan spot berenang.  Pantai ini terletak di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo dengan jarak sekitar 35 kilometer dari kota.

Adapun lokasinya memang agak tertutup, namun jika Anda akan menuju wahana flying fox terpanjang dan tertinggi di Indonesia di pantai Taman, pasti melewati pantai ini. Pantai Teban berada di sebelah timur Pantai Soge dan sebelum Pantai Taman.

Pantai ini cukup unik, sebab tidak memiliki ombak yang besar dan lingkungan sekitarnya dipenuhi oleh pohon mangrove yang tumbuh subur. Pantai ini memiliki pasir putih dan air yang cukup jernih. Oleh sebab itu cocok sekali untuk berenang atau pun snorkeling jika memungkinkan. Apalagi sesekali terlihat ikan-ikan kecil berlalu lalang di perairan.

Pantainya masih sangat sepi sehingga sangat nyaman untuk wisatawan yang suka dengan ketenangan. Saat ini, selain untuk wisata, pantai Teban menjadi pusat konservasi Hutan Bakau di Pacitan. Sebelum masuk ke pantai ada papan peringatan mengenai pelestarian hutan bakau.

Pantai Siwil-Ngadirojo

Keindahan pantai Siwil. (Foto: Instagram @guruhotomo)

Keindahan pantai Siwil. (Foto: Instagram @guruhotomo)

Beberapa ikan nampak berenang hilir mudik di perairan jernih, seakan – akan memamerkan keindahan warna – warni tubuhnya. Ya, perpaduan kuning dan hitam yang menjadi ciri khas salah satu ikan tersebut menambah daya tarik. Pun demikian dengan air yang jernih, batu karang yang berdiri kokoh, yang dijadikan tempat tumbuhnya rumput laut menambah elok dan mempesona suasana taman laut yang berada di Pacitan ini. Inilah pesona pemandangan taman laut Siwil, Ngadirojo, Pacitan.




Seperti diketahui, Pacitan memang dikenal dengan keindahan dan kealamian wisata pantainya. Namun, sensasi berbeda adalah ketika bisa menikmati keindahan perairan Pacitan dengan cara Snorkeling atau selam dangkal. Dan pantai Siwil adalah salah satu pantai yang tepat untuk melakukan aktivitas skin diving atau selam dangkal ini.

Selain menikmati sensasi snorkelling, Anda juga bisa menikmati panorama pantai, lengkap dengan berbagai “fasilitas” alamnya. (RAPP002)

Permalink ke Pemkab Pacitan tak Ambil Alih Obyek Wisata yang Dikelola Masyarakat Desa
Headline, Pantai

Pemkab Pacitan tak Ambil Alih Obyek Wisata yang Dikelola Masyarakat Desa

Pantai Pidakan dilihat dari pesawat Drone. (Foto : Youtube)

Tempat wisata Pacitan, Pantai Pidakan dilihat dari pesawat Drone. (Foto : Youtube)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Indartato menyampaikan terkait fokus pemerintah daerah setempat bahwa pihaknya tidak berencana mengambil alih objek-objek wisata yang telah dikelola masyarakat desa.

“Tujuan pembangunan pariwisata itu kan untuk mensejahterakan masyarakat. Jadi jika pembangunan infrastruktur yang ada berdampak positif terhadap masyarakat, dan pengelolaan mereka sudah cukup baik maka daerah tidak perlu mengambil alih,” imbuhnya.

Kendati begitu, ia menegaskan pembangunan infrastruktur tidak akan membeda-bedakan antara objek wisata yang sudah dikelola pemda ataupun belum.

Dari total anggaran pembangunan infrastruktur pariwisata tahun 2016 yang dialokasikan sebesar Rp24 miliar, kata Indartato, proyeksi pembangunan adalah jalur Pantai Klayar dan beberapa destinasi wisata pantai lain.

“Pantai Pidakan itu dikelola masyarakat desa dan sejauh ini pengembangan mereka cukup bagus dengan hasil selama Lebaran lalu saja mencapai Rp200 juta lebih. Itu bagus dan kami berharap hal serupa berkembang di objek-objek wisata lain,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pacitan, Wasi Prayitno mengatakan ada rencana jangka menengah ke depan untuk melakukan kerjasama pengelolaan pariwisata dengan masyarakat di Pacitan.

“Kerjasama itu melalui pola bagi hasil porporasi (tiket masuk dan pajak usaha wisata), namun realisasi bertahap setelah ada sosialisasi dengan masing-masing desa wisata,”katanya beberapa waktu lalu. (RAPP002/ant)

Permalink ke PAD dari Pantai Klayar Tahun ini Ditargetkan Capai Rp 4 M
Headline, Pantai

PAD dari Pantai Klayar Tahun ini Ditargetkan Capai Rp 4 M

Pantai Klayar, Foto taken by @karenmiranti/Wowshack

Pantai Klayar, Foto taken by @karenmiranti/Wowshack

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan menargetkan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari Pantai Klayar yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo mencapai Rp 4 milyar.

Hal itu tak lepas dari lonjakan pendapatan asli daerah (PAD) yang disumbangkan objek wisata yang kian moncer sejak kunjungan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono saat masih menjabat pada Oktober 2013.

Sejak itu, wisata pantai Klayar yang mematok harga tiket masuk Rp10 ribu untuk pengunjung dewasa, Rp5 ribu untuk pengunjung usia anak, dan parkir kendaraan hanya Rp5 ribu tersebut terus menggeliat.

PAD dari hasil penjualan tiket wisata, parkir, maupun retribusi warung-warung wisata juga terus bertumbuh sehingga menjadi penyumbang PAD terbesar dari enam destinasi wisata pantai yang telah dikelola Pemkab Pacitan.

Dari total target PAD sektor pariwisata 2016 yang dipatok sebesar Rp9 miliar, Kepala dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pacitan Wasi Prayitno, beberapa waktu lalu menyatakan dari objek wisata Pantai Klayar diproyeksikan mencapai Rp4 miliar.”PAD ini baru sebagian kecil, paling hanya sekitar 10-15 persen dari total potensi nilai ekonomi yang berputar sebagai meningkatnya volume kunjungan wisatawan,” katanya.

Menilik grafik kunjungan wisata yang tercatat di Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, volume wisatawan di Pantai Klayar memang mengalami pertumbuhan fantastis. Dari sebelumnya tercatat sebanyak 45.888 pengunjung selama kurun 2012, jumlah wisatawan terus bertumbuh menjadi 50.209 wisatawan pada 2013, lalu 155.872 wistawan pada 2014 dan terakhir pada 2015 mencapai 352.139 orang.

Jumlah kunjungan di Pantai Klayar itu bahkan sudah melampaui angka kunjungan wisatawan Goa Gong yang lebih dulu unggul (tahun 2012 mencapai 138.193 wisatawan dan 2015 tercatat 246.842 wisatawan), atau sedikit di bawah Pantai Teleng Ria, Pacitan yang dikelola swasta sejak 2009 dengan jumlah kunjungan 242.796 pada 2012 dan sebanyak 427.262 pada akhir 2015.

Menurut Wasi, lonjakan kunjungan serta PAD dari Pantai Klayar tak lepas dari strategi daerah setempat dalam pengembangan sektor kepariwisataan, salah satunya dengan pengembangan infrastruktur di jalur-jalur menuju objek wisata pesisir yang kian terbuka.

Jika tahun lalu dialokasikan anggaran pengembangan infrastruktur pariwisata sebesar Rp14 miliar pada 2015, tahun ini pusat menggelontor melalu dana alokasi umum sebesar Rp20 miliar lebih.

Salah satu prioritas pembangunan yang saat ini digenjot adalah pengembangan dan pelebaran infrastruktur jalan menuju daerah-daerah pesisir, termasuk menuju Pantai Klayar mulai dari pusat kota Kecamatan Punung melalui area wisata Goa Gong hingga Pantai Klayar yang berjarak hampir 10 kilometer.

Jika dulu wisatawan banyak yang mengeluhkan akses menuju kawasan pesisir ini yang sempit dan rusak, tahun ini kondisinya sudah jauh berbeda. Hanya sekitar 15 persen rute menuju Pantai Klayar yang saat ini masih dalam proses pengerjaan sehingga pengendara yang melintas wajib berhati-hati dengan kecepatan rendah.

Namun jangan pula khawatir, di sepanjang jelan menuju ataupun sekembali dari Pantai Klayar ini, terutama saat peak season atau saat musim libur, ada sejumlah warga yang siap memberi aba-aba bagi kendaraan yang melintas di jalur berkelok dan naik turun itu agar tidak terjadi kecelakaan antarkendaraan pengunjung.

Tapi juga bukan gratis lo, sisihkan barang Rp500 atau Rp1.000 sebagai tanda terima kasih atas jasa mereka yang bersusah payah membantu mengatur lalu lintas di jalur sempit dan berkelok itu agar lalu lintas tertib tanpa kecelakaan. (RAPP002/ant)