Kategori: Pantai

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Cerianya Anak-anak KB Al-Fatah Saat Outbond di Pantai Ngiroboyo
Headline, Pantai, Pendidikan

Cerianya Anak-anak KB Al-Fatah Saat Outbond di Pantai Ngiroboyo

Anak-anak KB Al-Fatah Sendang saat menyusuri sungai di Pesona Ngiroboyo. (Foto: Wildan)

Pacitanku.com, DONOROJO – Kawasan wisata Pesona Ngiroboyo yang terletak di Dusun Sambi, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo selam aini identik dengan wisata pantai dan susur sungai oleh para pengunjung.

Namun pemandangan berbeda nampak terjadi pada Rabu (11/1/2017), dimana puluhan anak-anak kelompok Bermain (KB) Al-Fatah, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo bersama para guru melakukan pembelajaran luar kelas dengan outbond di Pantai Ngiroboyo.

Amin Akhirusannah, salah satu guru KB Al-Fatah, dalam keterangannya menyebut bahwa kegiatan ini ditujukan kepada peserta didik untuk mulai mengenalkan wisata lokal yang ada di daerahnya. “Ini digelar dalam rangka mengenalkan peserta didiknya tentang wisata yang ada di Desa Sendang, selain rekreasi, anak-anak diajak outbond, pengenalan lingkungan,”katanya.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak-anak nampak ceria saat dikenalkan dengan wisata pantai, dan dilanjutkan dengan permainan sederhana. Seusai melakukan outbond, anak-anak yang rata-rata berusia 4 tahun tersebut diajak keliling sungai menggunakan perahu. Susur sungai ini sendiri merupakan salah satu fasilitas andalan di kawasan wisata Pesona Ngiroboyo.




“Ngiroboyo merupakan destinasi wisata kedua setelah klayar, sehingga perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini,”pungkasnya.

Anak-anak KB Al-Fatah Sendang saat ceria saat outbond di Pesona Ngiroboyo. (Foto: Wildan)

Sebagai informasi, kawasan wisata Pesona Ngiroboyo adalah salah satu kawasan wisata yang ada di Pacitan yang memiliki keunikan tersendiri yaitu adanya pasir hitam yang mendominasi sebagian besar Pantai. Ketika terpapar sinar matahari, pasir hitam tersebut nampak berkilauan, apalagi setelah tersapu ombak laut. Tidak berlebihan jika pantai ini diibaratkan bagai mutiara hitam, tidak begitu mencolok, tetapi menyimpan pesona yang luar biasa.

Pantai Ngiroboyo sendiri lokasinya sebenarnya tidak terlalu jauh dari Pantai Klayar, yang teletak di Dusun Sambi Desa Sendang. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan pengelola kawasan wisata Pesona Ngiroboyo.

Untuk fasilitas, Pantai Ngiroboyo memiliki panorama Pantai dengan pasir putih kombinasi pasir hitam. Sementara disisi sebelah timur pantai terdapat muara Sungai Maron yang hulunya berada di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, sedangkan di bagian utara, terdapat area berkemah (camping ground) yang dapat digunakan untuk berkemah.

Selain itu, agar semakin banyak pengunjung berwisata di Kawasan Pantai Ngiroboyo, pengelola setempat yang terdiri dari Karang Taruna dan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Lumbung Karya yang merupakan gabungan antara karang taruna setempat dengan tokoh masyarakat dan relawan sosial, serta masyarakat setempat menyediakan sejumlah fasilitas pendukung wisata, diantaranya adalah perahu besar dengan kapasitas 6 penumpang sebanyak 34 unit.

Selain fasilitas utama berupa kapal besar, pengelola juga menyediakan fasilitas tambahan yakni perahu kecil kapasitas 1 penumpang sebanyak 4 unit dan ban untuk berselancar di air atau dikenal sebagai river tubing sebanyak 24 unit.

Pewarta: Wildan Nur Swi Harmoko

Editor: Dwi Purnawan

 

Permalink ke Tiga Hari, Jumlah Pengunjung Pantai Klayar Capai 29.430 Orang
Headline, Pantai, Wisata

Tiga Hari, Jumlah Pengunjung Pantai Klayar Capai 29.430 Orang

Pacitanku.com, DONOROJO – Libur tahun baru menjadi berkah bagi kawasan wisata di Pacitan, salah satunya Pantai Klayar. Pantai yang terletak di Dusun Kendal, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo ini kebanjiran pengunjung selama libur tahun baru, terhitung sejak Sabtu (31/12/2016) hingga Senin (2/1/2017).

Informasi dari staff Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pantai Klayar, Eko Rias Prahmono, dalam kurun waktu tiga hari tersebut, jumlah pengunjung Pantai Klayar mencapai angka 29.430 pengunjung.

“Dengan rincian untuk hari Sabtu (31/12/2016) di titik 7.067 (pengunjung-red), Minggu (1/1/2017) di titik 18.905, dan hari Senin (2/1/2017) di titk 3.458,”katanya saat berbincang dengan Pacitanku.com, Selasa (3/1/2017).

Dengan jumlah tersebut, maka jumlah pengunjung Pantai Klayar lebih tinggi dari jumlah kunjungan tahun baru 2016 dan libur Lebaran 2016 lalu.

Sebelumnya, pada tahun 2016 lalu, puncak kunjungan tertinggi tercatat di UPT Pantai Klayar terjadi pada hari kedua Lebaran dengan jumlah kunjungan mencapai 7.300 orang dalam sehari.




Untuk rata-rata kunjungan selama libur panjang sejak H-7 hingga H+7 Lebaran antara 4 ribu hingga 5 ribu orang setiap harinya. ”Tahun lalu saat libur panjang Lebaran  dan tahun baru 2015/2016 bisa mencapai 8 ribu hingga 10 ribu saat puncak kunjungan wisatawan,” kata Slamet Widodo, staff UPT Pantai Klayar, beberapa waktu lalu.

Slamet mengatakan, pada hari libur biasa Sabtu-Minggu terakhir rata-rata kunjungan wisatawan telah normal seperti sebelumnya, yakni sekitar 2.500 orang pada Minggu dan 1.000-an orang pada Sabtu.”Kunjungan wisatawan selalu tinggi pada hari libur seperti ini. Kalau hari biasa tidak banyak, paling sekitar 200-500-an pengunjung tiap harinya. Jumlah itu berdasar hasil penjualan tiket,” pungkasnya.

Akibat melonjaknya kunjungan di libur tahun baru 2017, sejumlah titik menuju lokasi Pantai Klayar mengalami kepadatan. Kepadatan wisatawan tersebut menimbulkan kemacetan lantaran banyaknya kendaraan yang berhenti di tepi jalan menuju ke pantai.

Area parkir yang dibangun di bukit sebelah timur pantai pun tak cukup menampung ribuan kendaraan wisatawan yang didominasi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah itu. (RAPP002)

 

Permalink ke Libur Tahun Baru, Jumlah Pengunjung Pantai Klayar Melonjak Drastis
Headline, Pantai, Wisata

Libur Tahun Baru, Jumlah Pengunjung Pantai Klayar Melonjak Drastis

Pantai Klayar foto IG @desii_wdr

Pacitanku.com, DONOROJO – Jumlah pengunjung tahun baru 2017 di obyek wisata Pantai Klayar, Dusun Kendal, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo mengalami peningkatan signifikan. Catatan yang dihimpun Pacitanku.com, setidaknya pada hari Minggu (1/1/2017) sebanyak 18.905 pengunjung menikmati liburan tahun baru di pantai tersebut.

Akibat banyaknya pengunjung, kepadatan wisatawan tersebut menimbulkan kemacetan lantaran banyaknya kendaraan yang berhenti di tepi jalan menuju ke pantai.

Jumlah tersebut bahkan lebih tinggi dari jumlah kunjungan tahun baru 2016 lalu. Diketahui, sebagian besar pengunjung tahwisatawan berasal dari sebagian besar sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim.

Sebelumnya, pada tahun 2016 lalu, puncak kunjungan tertinggi tercatat di UPT Pantai Klayar terjadi pada hari kedua Lebaran dengan jumlah kunjungan mencapai 7.300 orang dalam sehari.

Sementara rata-rata kunjungan selama libur panjang sejak H-7 hingga H+7 Lebaran antara 4.000-5.000 orang setiap harinya.




”Tahun lalu saat libur panjang Lebaran  dan tahun baru 2015/2016 bisa mencapai 8.000 hingga 10 ribu saat puncak kunjungan wisatawan,” kata Slamet Widodo, staff Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga UPT Pantai Klayar, beberapa waktu lalu.

Slamet mengatakan, pada hari libur biasa Sabtu-Minggu terakhir rata-rata kunjungan wisatawan telah normal seperti sebelumnya, yakni sekitar 2.500 orang pada Minggu dan 1.000-an orang pada Sabtu.

”Kunjungan wisatawan selalu tinggi pada hari libur seperti ini. Kalau hari biasa tidak banyak, paling sekitar 200-500-an pengunjung tiap harinya. Jumlah itu berdasar hasil penjualan tiket,” pungkasnya.

Menilik grafik kunjungan wisata yang tercatat di Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, volume wisatawan di Pantai Klayar memang mengalami pertumbuhan fantastis.

Dari sebelumnya tercatat sebanyak 45.888 pengunjung selama kurun 2012, jumlah wisatawan terus bertumbuh menjadi 50.209 wisatawan pada 2013, lalu 155.872 wistawan pada 2014 dan terakhir pada 2015 mencapai 352.139 orang.

Jumlah kunjungan di Pantai Klayar itu bahkan sudah melampaui angka kunjungan wisatawan Goa Gong yang lebih dulu unggul (tahun 2012 mencapai 138.193 wisatawan dan 2015 tercatat 246.842 wisatawan), atau sedikit di bawah Pantai Teleng Ria, Pacitan yang dikelola swasta sejak 2009 dengan jumlah kunjungan 242.796 pada 2012 dan sebanyak 427.262 pada akhir 2015.

Lonjakan kunjungan Pantai Klayar tak lepas dari strategi daerah setempat dalam pengembangan sektor kepariwisataan, salah satunya dengan pengembangan infrastruktur di jalur-jalur menuju objek wisata pesisir yang kian terbuka.

Jika tahun lalu dialokasikan anggaran pengembangan infrastruktur pariwisata sebesar Rp14 miliar pada 2015, tahun 2016 lalu pusat menggelontor melalu dana alokasi umum sebesar Rp 20 miliar lebih.

Salah satu prioritas pembangunan yang saat ini digenjot adalah pengembangan dan pelebaran infrastruktur jalan menuju daerah-daerah pesisir, termasuk menuju Pantai Klayar mulai dari pusat kota Kecamatan Punung melalui area wisata Goa Gong hingga Pantai Klayar yang berjarak hampir 10 kilometer.

Ditarget Dulang PAD

Para pengunjung memadati kawasan wisata Pantai Klayar. (Foto: Wildan Nur Swi Harmoko/Pacitanku)

Lonjakan pengunjung yang signifikan di Pantai Klayar membuat Pemkab Pacitan juga menargetkan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari Pantai Klayar tahun 2016 lalu mencapai Rp 4 miliar.

Hal itu tak lepas dari lonjakan pendapatan asli daerah (PAD) yang disumbangkan objek wisata yang kian moncer sejak kunjungan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono saat masih menjabat pada Oktober 2013.

Sejak itu, wisata pantai Klayar yang mematok harga tiket masuk Rp10 ribu untuk pengunjung dewasa, Rp 5 ribu untuk pengunjung usia anak, dan parkir kendaraan hanya Rp5 ribu tersebut terus menggeliat.

Salah satu strateginya, kata Wasi adalah dengan perputaran uang tiket retribusi, yang mulai awal tahun 2017 ini dinaikkan menjadi Rp 10 ribu.




“Yang naik (tiket masuknya-red) adalah Goa Gong dari Rp 12 ribu untuk hari libur dan 10 ribu untuk hari biasa menjadi Rp 15 ribu tapi tidak dibedakan hari, alasannya penambahan fasilitas, seperti jembatan masuk dan lighting di dalam goa, kemudian untuk Pantai Klayar yang dulu hari biasa Rp 7 ribu dan hari libur Rp 10 ribu, sekarang disamakan libur dan tidak libur tiketnya Rp 10 ribu, serta Goa Tabuhan naik dari Rp 7 ribu menjadi 10 ribu, dengan alasan penambahan akses jalan yang sudah lebar,”papar Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Pacitan, Wasi Prayitno Wasi kepada Pacitanku.com, Senin (2/1/2017) kemarin.

PAD dari hasil penjualan tiket wisata, parkir, maupun retribusi warung-warung wisata juga terus bertumbuh sehingga menjadi penyumbang PAD terbesar dari enam destinasi wisata pantai yang telah dikelola Pemkab Pacitan.

Dari total target PAD sektor pariwisata 2016 yang dipatok sebesar Rp 9 miliar, dari objek wisata Pantai Klayar diproyeksikan mencapai Rp4 miliar. ”PAD ini baru sebagian kecil, paling hanya sekitar 10-15 persen dari total potensi nilai ekonomi yang berputar sebagai meningkatnya volume kunjungan wisatawan,” kata pria yang merupakan mantan Kepala Disbudparpora Pacitan tersebut. (RAPP002)

Permalink ke Kala Bule Kangen Taklukkan Ombak Ganas di Pantai Watu Karung
Headline, Pantai

Kala Bule Kangen Taklukkan Ombak Ganas di Pantai Watu Karung

Keindahan Pantai Watukarung menginspirasi surfer membuat video. (FOto: MySUrfTV)

Keindahan Pantai Watukarung menginspirasi surfer membuat video. (FOto: MySUrfTV)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Peselancar dari sejumlah negara menjajal ketangguhan berselancar di Pantai Watu Karung, Desa Watu Karung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, sekitar 25 kilometer dari Kota Pacitan. Ketinggian ombak di sana bisa mencapai 5 meter. Peselancar asing umumnya tinggal di rumah warga minimal sepekan.

”Ombaknya menantang. Walau putus-putus, gulungannya tinggi dan benar-benar untuk peselancar profesional. Jika pemain baru, jangan coba-coba berselancar di sini, bisa digulung ombak lalu hilang terseret ke laut lepas,” kata Frank (35), asal Spanyol, pertengahan Oktober lalu, di Pantai Watu Karung, Kabupaten Pacitan.

Frank sudah dua pekan tinggal di Pantai Watu Karung, Dusun Ketro, Desa Watu Karung, Kecamatan Pringkuku. Dia bersama dua rekannya sudah beberapa kali menjajal ombak di pantai yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Pacitan, Jawa Timur, itu. Jalan ke pantai yang beraspal dan melintasi kawasan hutan memikat peselancar profesional untuk datang dan tinggal berbulan-bulan di tempat itu.

”Kami selalu rindu tempat ini karena ombaknya bisa berubah rendah atau tinggi hingga 4 meter, benar-benar menjadi tantangan. Bagi peselancar profesional, ke Watu Karung setelah dari Plengkung, Banyuwangi, dan Pantai Mentawai, Sumatera Barat,” kata Frank yang di setiap tempat tersebut biasanya tinggal 2-3 minggu.




Di Pantai Plengkung, menurut Frank, ombak justru nyaris tanpa putus dan tinggi. ”Luar biasa asyiknya,” ujarnya.

Pantai Plengkung yang berlokasi 20 kilometer dari Desa Grajagan dan masuk kawasan Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi dan disebut G-Land ini memiliki ombak dengan ketinggian 6-8 meter. Gulungan ombak tak putus hingga sepanjang 2 kilometer. Ombak di Pantai Plengkung, kata Frank, bahkan memiliki 7 gulungan dengan interval sekitar 5 menit akibat tekanan air laut.

”Ombak terbaik kedua dunia di Pantai Plengkung, setelah Hawaii di Amerika Serikat. Namun, ombak di Watu Karung ini cocok untuk uji ketangkasan dalam berselancar meski ombak tak panjang. Setiap ombak itu ada karakternya, jadi tidak sekadar tinggi, tetapi juga rintangannya,” kata Frank yang juga sudah menjajal kedahsyatan ombak di Pantai Sorake, Pulau Nias, Sumatera Utara.

Menurut Asari (45), pemilik penginapan dan Warung Asih, Pantai Watu Karung sudah lama menjadi ”rumah” bagi peselancar asing dari 12 negara, paling banyak dari Australia, Amerika, Spanyol, Rusia, dan Singapura. Mereka datang dan tinggal berbaur dengan penduduk setempat.

Tidak kurang 100 peselancar biasa tinggal di kawasan ini, paling cepat pergi setelah sepekan. Bahkan, banyak yang betah tinggal hingga berbulan-bulan. Aktivitas mereka hanya menjajal ombak Watu Karung pada jam-jam tertentu yang menurut mereka menantang. Mereka menginap di rumah-rumah warga dengan sewa Rp 150.000 hingga Rp 2 juta per hari satu rumah.

Seperti diungkapkan Hans (27), peselancar dari Australia yang sudah sering ke Watu Karung. ”Jika ke tempat ini, paling cepat dua pekan, terus geser ke pantai lain di luar Jawa, lalu beberapa bulan lagi kembali ke Watu Karung karena suasananya masih alami dikelilingi hutan dan belum ramai,” ujarnya.

Memesona

Turis asing umumnya sudah lancar berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia karena setiap kali datang pasti lama tinggal di tempat itu dan umumnya datang lagi setelah beberapa tahun. Keistimewaan Pantai Watu Karung, selain ombaknya berkelas internasional, alamnya juga sangat memesona. Pantai pasir putih semakin indah dengan deretan batu karang di kawasan pantai. Banyaknya pohon besar membuat kawasan pantai terasa adem.

Di Pantai Watu Karung juga terdapat satu lokasi yang dikenal sebagai Putri Samudra karena batu karang ini menyerupai wajah seorang perempuan yang menghadap ke laut. Namun, jika dilihat dari sisi lain, bentuknya seperti kura-kura.

Lokasi Pantai Watu Karung masih terpencil sehingga tidak banyak wisatawan yang datang. Pantai ini satu dari puluhan pantai di Kabupaten Pacitan. Kabupaten yang berada di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur ini berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo di utara, Kabupaten Trenggalek di timur, dan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) di bagian barat.

Pantai Watu Karung menghadap langsung ke Samudra Hindia. Ini salah satu yang membuat ombaknya tinggi mencapai 5 meter. Gulungan ombak dengan tipe reef break dan tinggi menjadi daya pikat bagi peselancar asing untuk menaklukkan ombak Watu Karung.

Bahkan, pada 2009, peselancar top Indonesia, Rizal Tanjung, mengajak Bruce Irons, juara Rip Curl Pro Search 2008, menjajal dan membuktikan bahwa ombak Pantai Watu Karung sebagai ombak kelas dunia.

Menurut Ali (40), warga Pacitan yang sering mendampingi turis asing dan lokal yang berkunjung ke Pacitan, dari Pantai Watu Karung sudah lahir peselancar Pacitan, Salini Rengganis (15). Perempuan peselancar ini sekarang dikontrak oleh salah satu produk busana selancar internasional dan tetap rajin mengikuti berbagai lomba di dalam negeri dengan biaya sendiri.

Untuk menuju Pantai Watu Karung, dari pusat kota Pacitan membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Jalan menuju pantai berkelok-kelok dan banyak tanjakan, melintasi kawasan karst Gunung Sewu.

Penduduk terus membenahi dan melengkapi fasilitas di rumahnya karena semakin banyak turis asing mampir dan menginap di desa itu.

Namun, sayang, perhatian pemerintah daerah masih minim untuk menata kawasan dan melengkapi rambu di bibir pantai. Beberapa kali kejadian peselancar hilang tergulung ombak tidak cepat diselamatkan karena tak ada fasilitas penyelamatan darurat.

Di era piknik sudah menjadi kebutuhan pokok, Watu Karung hendaknya kian dipoles agar semakin memikat turis lokal dan asing. Jangan biarkan penduduk berjibaku, sementara pemerintah daerah yang menampung retribusi justru tanpa aksi.

Penulis: Agnes Swetta Pandia

Sumber: Kompas

Permalink ke Serunya Aksi Traveller Saat Berpose dengan Latar Belakang Keindahan Pantai Klayar
Headline, Pantai

Serunya Aksi Traveller Saat Berpose dengan Latar Belakang Keindahan Pantai Klayar

Foto via Instagram @nitadamayanti24

Foto via Instagram @nitadamayanti24

Pacitanku.com, DONOROJO – Pantai Klayar adalah pesona Pacitan, pesona Indonesia. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya wisatawan yang berduyun-duyun mengunjungi Pantai Klayar, yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.

Dan saat berkunjung ke kawasan wisata tersebut, berbagai aksi pun dilakukan para wisatawan dan traveller tersebut saat mengabadikan keindahan pantai Klayar dalam dokumentasi pribadinya. Mereka berpose dengan latar belakang kawasan seruling samudera, kemudian teluk diantara dua bukit di bagian timur, hingga berpose dengan menggunakan ATV, kendaraan yang kini semakin banyak terdapat di Pantai Klayar.




Simak keseruan para traveller saat mengabadikan momen terindah di Pantai Klayar yang dirangkum instagram @Pacitanku dengan tagar #pacitanku berikut ini.

1. Pose berlatar belakang sphinx van java

Kawasan sphinx van Java yang terletak di sisi timur Pantai Klayar ternyata masih jadi salah satu primadona untuk mengabadikan dengan kamera. Banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke Pantai Klayar, dan merasa belum puas kalau belum berfoto di area ini.

2. Pose di depan teluk

Selain kawasan Sphinx van Java, area diantara bukit sisi timur adalah salah satu tempat favorit traveller mengabadikan kenangan terindah di Pantai Klayar. Dengan latar belakang teluk Pantai Klayar, para traveller ini begitu menikmati panoramanya.

3. Bersama ATV Pantai Klayar

Kurang rasanya jika ke Pantai Klayar tapi tak menikmati salah satu wahana ini, yakni bersama ATV Pantai Klayar. Dan berfoto bersama ATV Pantai Klayar menjadi sensasi tersendiri.

Permalink ke Dillihat dari Sisi Manapun, Sphinx van Java Pantai Klayar Tetaplah Mempesona
Headline, Pantai, Wisata

Dillihat dari Sisi Manapun, Sphinx van Java Pantai Klayar Tetaplah Mempesona

Foto: IG @kartikadilla

Foto: IG @kartikadilla

Pacitanku.com, PACITAN – Patung Sphinx yang terletak di Mesir dan batu karang mirip sphinx yang terletak di Pantai Klayar, Kecamatan Donorojo, Pacitan adalah pesona. Keduanya adalah pesona pariwisata di tempat masing-masing.

Sebagai informasi, Sphinx adalah patung monumental. Sphinx, adalah patung singa bermuka manusia yang juga merupakan obyek penting dalam penelitian ilmuwan, patung ini terletak di dataran tinggi Giza Mesir, yaitu di tepi bagian barat sungai Nil. Lokasinya berdekatan dengan Pyramids Giza. Keunikan patung Sphinx atau Aboul Houl, adalah karena berkepala manusia dengan badan berbentuk singa.

Panjang patung raksasa ini 73,5m, lebar 6m serta tinggi dari permukaan tanah 20.22m. Sphinx merupakan salah satu maha karya bangsa Mesir kuno, yang diperkirakan dibangun pada masa kekuasaan Fir’aun Khafre di era Old Kingdom tahun 2558-2532 sebelum Masehi.

Negeri Sejuta Ombak, Sphinx van Java.

Negeri Sejuta Ombak, Sphinx van Java.

Sedangkan sphinx di Pantai Klayar yang kemudian oleh masyarakat Pacitan sebagian menyebutnya dengan “Sphinx van Java” adalah fenomena. Karena jika dilihat dari dekat, bebatuan mirip patung Sphinx di Mesir ini memiliki kemiripan dengan Sphinx yang asli.

Perlu diketahui, salah satu daya tarik Pantai Klayar yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Pacitan ini adalah pada sisi timur pantai. Di sisi ini, Anda bisa menyaksikan beberapa “keajaiban” yang diantaranya adalah lokasi “romantic area” yakni titik antara kawasan bukit sphinx van Java dengan sisi sebelahnya. Diantara dua sisi tersebut, terdapat panorama yang mengagumkan, yakni deburan ombak dari teluk yang menari setiap waktu.

Panorama sisi lain di sisi timur terletak di bukit sphinx van Java tersebut. Bahkan, bebatuan mirip Sphinx yang terletak di PantaiKlayar bagian sisi timur ini adalah ciri khas dari Pantai Klayar. Yang ajaib, kawasan Sphinx van Java yang terbentuk akibat abrasi ombak laut selatan ini memancarkan air dari sela-sela bebatuan, yang kemudian disebut dengan “Seruling Samudera”.

Gambaran utuh karang mirip Sphinx van Java. (Foto: Dok Pacitanku)

Gambaran utuh karang mirip Sphinx van Java. (Foto: Dok Pacitanku)

Terletak di dekat batu karang di mana Seruling Samudra berada, kita akan menemukan rangkaian batu karang yang bentuknya cukup unik. Ada dua batu karang ukuran raksasa, dimana salah satunya ada batu karang yang bentuknya menjulang. Jika dilihat dari samping, sekilas bentuknya mirip binatang berkaki empat yang sedang istirahat. Karena warnanya yang sama, banyak yang kemudian menyebut bentuk rangkaian karang tersebut mirip patung Sphinx di Mesir.


Perlu diketahui, Sphinx van Java di Pantai Klayar adalah patung ukiran ombak pada batu karang dalam kurun ribuan tahun yang kemudian menyerupai sphinx di Mesir. Sehingga, jika dilihat dari sisi manapun, patung Sphinx van Java yang terbentuk secara alamiah ini memiliki keunikan tersendiri yang tak bisa disaksikan di pantai lainnya di Indonesia. Meskipun tak secara utuh sama dengan Sphinx di Mesir, namun setidaknya terdapat keajaiban yang membuat kita tercengang.

Adapun, waktu terbaik jika ingin mengambil gambar dengan latar belakang Sphinx van Java adalah saat siang atau sore hari, karena matahari akan ‘membantu’ meningkatkan kualitas hasil tangkapan kamera Anda. Sedangkan jika Ana ingin menikmati Sphinx van Java saat pagi, Anda harus naik ke area bukit tersebut, tentunya dengan dipandu oleh pemandu. 

klayar via pambudi yoga perdana

Romantic Area di dekat Sphinx van Java Pantai Klayar via pambudi yoga perdana

Di pantai berbatu karang itu terdapat lubang di dekat gua yang pada saat-saat tertentu bisa mengeluarkan suara layaknya seruling. Suara itu keluar saat ombak besar menerjang tepian pantai dan air laut menyembur lewat lubang tersebut. Pancaran air itu sendiri bisa mencapai 10–15 meter ke atas. Inilah yang kemudian disebut dengan Seruling Samudera, yang berada di sisi timur bukit “Sphinx van Java” Pantai Klayar.

Dan Sphinx van Java ini merupakan satu area epic yang sayang untuk dilewatkan. Dikarenakan beberapa kelebihan tersebut, sebuah situs wisata memasukkan Klayar sebagai satu dari 10 pantai terindah di Indonesia, selain di Pulau Bali dan Sumatera Barat.

Namun demikian, semakin banyaknya pengunjung yang ingin menikmati kawasan seruling samudera dan bukit Sphinx van Java, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pacitan menempatkan pemandu di lokasi pantai ini karena ada beberapa pengunjung yang tersapu ombak.

Kawasan Karst Klayar yang masukd alam situs Klayar (Foto : Dok.Pacitanku)

Kawasan Karst Klayar yang disebut dengan Sphinx van Java (Foto : Dok.Pacitanku)

Mengapa ditempatkan pemandu di area ini? hal itu dikarenakan ada banyak pengunjung yang ingin mendekat ke muncratan air, tanpa memperhatikan keselamatan. Petugas ini memandu pengunjung kapan waktu yang aman turun ke lokasi muncratan air.

Jika Anda tertarik mengunjungi kawasan seruling samudera, selanjutnya melakukan swa foto dengan Sphinx van Java, pastikan ada pemandu yang memandu Anda di kawasan tersebut, karena kawasan itu adalah area berbahaya.

Akhirnya, selamat menikmati Sphinx van Java Pantai Klayar, namun jangan lupa, untuk selalu menjaga kebersihan kawasan wisata. (RAPP002)