Tag: UNBK

Permalink ke Sebanyak 30 SMA/SMK di Pacitan akan Gelar UNBK
Headline

Sebanyak 30 SMA/SMK di Pacitan akan Gelar UNBK

try out UN Online (Foto : Luqman)

try out UN Online (Foto : Luqman)

Pacitanku.com, PACITAN – Pendaftaran ujian nasional berbasis komputer (UNBK) resmi ditutup pad Selasa (31/1/2017) kemarin. Perlu dilakukan ujicoba karena UNBK yang dihadapi tahun 2017 ini perdana 100 persen di Pacitan. Informasi terakhir, penetapan sekolah penyelenggara dan sekolah penggabung juga sudah ditentukan.

Ada sekitar 30 sekolah dari total 41 SMA/SMK negeri dan swasta di Pacitan menjadi sekolah penyelenggara UNBK. ‘’Sementara, ada sepuluh sekolah yang tergabung. Karena itu, memang butuh banyak persiapan,’’ ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Pacitan, Kardoyo.

Lebih dari 2 ribu siswa Pacitan menjadi peserta perdana UNBK di tahun ini. Sebagian besar sekolah ditetapkan sebagai penyelenggara. Kemungkinan besar, tidak ada perubahan apapun hingga penyelenggaraan UNBK pada April mendatang.

Kardoyo menyebut, hampir seluruh SMA dan SMK negeri maupun swasta di Kecamatan Pacitan Kota akan menjadi sekolah penyelenggara. Serta, juga ada beberapa sekolah besar di wilayah luar kecamatan kota. ‘’Terutama yang wilayahnya punya jaringan internet bagus, ditetapkan sebagai penyelenggara,’’ terangnya.

Setelah pendaftaran resmi ditutup, Kardoyo menyebut kini sekolah mulai mempersiapkan teknis penyelenggaran UNBK. Selain terus menggelar rapat koordinasi antar sekolah, jaminan kesiapan perangkat, jaringan, dan daya juga terus didesak.




Khusus listrik, kebutuhan daya antar-sekolah menyesuaikan jumlah perangkat masing-masing. Karena jumlahnya tidak semua sama, Kardoyo menyebut pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan PLN Rayon Pacitan untuk meminta jaminan kelancaran pasokan daya listrik. ‘’Diluar itu, kebanyakan sekolah juga sudah mempersiapkan genset sebagai pemasok daya cadangan,’’ ujarnya.

Pelaksanaan perdana UNB secara 100 persen tahun ini, diakui Kardoyo membuat deg-degan. Karena itu, butuh dilakukan ujicoba segera. Ini agar dapat mengetahui seberapa tingkat kesiapan sekolah-sekolah penyelenggara UNBK di Pacitan.

Minimal, ujicoba atau simulasi diharap dapat segera dilakukan dalam waktu dekat di bulan Februari sebelum jadwal simulasi secara serentak di Maret nanti. ‘’Kami inginnya segera ada ujicoba, agar bisa melihat seberapa tingkat kesiapannya. Sehingga jika ada kendala, juga dapat segera diketahui,’’ kata Kardoyo. 

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Pacitan Jadi Daerah Pertama UNBK di eks-Karesidenan Madiun
Headline, Pendidikan, Sekolah

Pacitan Jadi Daerah Pertama UNBK di eks-Karesidenan Madiun

try out UN Online (Foto : Luqman)

try out UN Online (Foto : Luqman)

Pacitanku.com, PACITAN – Pacitan digadang-gadang bakal menjadi daerah pertama di eks-Karesidenan Madiun yang seluruh sekolah di jenjang SMA/SMK mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Hal itu seiring pengusulan oleh Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Pacitan kepada pemerintah pusat.

Hasil kesepakatan antar-sekolah, sebanyak 41 SMA/SMK, baik negeri maupun swasta diusulkan mengikuti UNBK. ‘’Mengacu surat edaran Mendikbud dan melihat kondisi di lapangan, kami siap mengikuti UNBK,’’ terang Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Pacitan, Kardoyo, kemarin.

Pada usulan terakhir per Sabtu (14/1), sebanyak delapan SMA negeri dan satu SMA swasta, serta 14 SMK negeri dan 18 SMK swasta di Pacitan diusulkan pada kementerian untuk mengikuti UNBK. Usulan terbaru itu jauh lebih banyak dibandingkan usulan di akhir Desember lalu.

Saat itu, hanya ada enam sekolah yang diusulkan mengikuti UNBK. Namun, keluarnya surat edaran Mendikbud nomor 1 tahun 2017 kemudian mengubah segalanya. ‘’Setelah turun surat edaran tersebut, ternyata ada potensi Pacitan mampu mengikuti,’’ ujarnya.

Isi surat edaran tersebut, sekolah yang mempunyai minimal 20 unit komputer diwajibkan mengikuti UNBK. Setelah didata di lapangan, ternyata rata-rata sekolah di Pacitan memiliki lebih dari 20 unit komputer di sekolah masing-masing.

Kendati demikian, tidak semua sekolah bakal bisa menyelenggarakan UNBK. Kardoyo menyebut, 41 sekolah tersebut akan dibagi menjadi sekolah penyelenggara dan peserta UNBK. ‘’Penyelenggaraannya akan digabung. Sesuai surat edaran, dua sekolah bisa bergabung (sebagai penyelenggara dan peserta) asal jaraknya tidak lebih dari lima kilometer,’’ jelasnya.




Namun, usulan seratus persen UNBK itu bukan berarti tidak diiringi oleh kekhawatiran. Kardoyo menyebut, sejauh ini yang paling dikhawatirkan sekolah adalah kekuatan jaringan listrik ketika menyelenggarakan UNBK. Sementara soal jaringan internet, sekolah mengaku siap.

Terkait kekhawatiran itu, Kardoyo mengaku pihaknya bakal segera bertemu dengan PLN dan Bupati Pacitan, Indartato, membahas hal tersebut. Hal itu dilakukan agar kesiapan teknis dapat semakin dimatangkan. ‘’Harapannya nanti dapat berjalan lancar ketika penyelenggaraan try out. Saat ini persiapan teknis soal server juga sudah mulai jalan,’’ ujar Kardoyo. (mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Enam Sekolah di Pacitan Siap Gelar UN Berbasis Komputer
Headline, Pendidikan, Sekolah

Enam Sekolah di Pacitan Siap Gelar UN Berbasis Komputer

try out UN Online (Foto : Luqman)

try out UN Online (Foto : Luqman)

Pacitanku.com, PACITAN – Meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan ujian tahun 2017 ini digelar dengan sistem UNBK (ujian nasional berbasis komputer), tapi Pacitan masih belum siap sepenuhnya. Hal ini karena belum siapnya infrastruktur berupa komputer di sekolah tingkat SMA sederajat.

‘’Ada lima SMKyang tahun lalu menggelar ujian berbasis komputer. Tahun ini, kami mengusulkan SMAN 1 untuk menggelar UNBK. Jadi ada enam sekolah yang ikut UNBK,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pacitan, Marwan, baru-baru ini.

Hanya saja, kata Marwan, keenam sekolah tersebut masih akan dilakukan evaluasi. Termasuk saat ini pihaknya juga masih melakukan finalisasi data sembari menunggu petunjuk pelaksanaan maupun teknis turun ke daerah. ‘’Setelah juklak dan juknis turun, baru kami akan diskusikan bersama dengan unit pelaksana teknis (UPT) dan kepala sekolah,’’ ujarnya.

Marwan optimistis sekolah yang diajukan mengikuti UNBK bakal lolos evaluasi. Perangkat komputer sejauh ini juga sudah dinilai cukup bagi sekolah-sekolah yang menyelenggarakan UNBK. Namun demikian, Marwan mengaku akan terus mendorong peningkatan sekolah penyelenggara UNBK dari tahun ke tahun untuk mensukseskan program pemerintah itu.




Rencananya, Marwan akan mengusulkan bantuan pengadaan sarpras untuk menunjang upaya tersebut. ‘’Kendalanya selalu jumlah perangkat komputer. Karena yang dibutuhkan memang tidak sedikit. Kalau koneksi jaringan atau daya listrik, tidak ada masalah,’’ jelasnya.

Sementara di SMAN 1 Pacitan, persiapan terus dilakukan menyambut penyelenggaraan UNBK perdana tahun ini di sekolah tersebut. SMAN 1 sudah mempersiapkan 120 perangkat komputer untuk mengakomodasi sekitar 400 siswa kelas XII sekolah tersebut. Tidak hanya perangkat yang dipersiapkan, siswanya pun demikian.

Simulasi UNBK diterapkan pada mapel yang diujikan unas di ujian akhir semester (UAS), Desember lalu. ‘’Ketersediaan daya dan jaringan sudah baik. Tinggal siswanya yang terus coba dibiasakan mengikuti UNBK. Mulai UAS, Desember lalu,’’ terang Waka Humas SMAN 1 Pacitan, Tri Andarini.(mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Dindik Pacitan Ingin Tambah Sekolah Penyelenggara UNBK
Headline, Pacitan News, Pendidikan

Dindik Pacitan Ingin Tambah Sekolah Penyelenggara UNBK

Pacitanku.com, PACITAN – Suksesnya menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini membuat Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan ingin menambah jumlah sekolah penyelenggara.

Targetnya, minimal 60 persen sekolah mampu menggelar UNBK sesuai standar dari Kemendikbud tahun depan. ‘’Ada skala prioritasnya. Tapi, kami akan coba mendorong sekolah yang dianggap sudah layak untuk menggelar UNBK pada tahun depan,’’ ujar Mahmud Kabid SMP/SM Dindik Pacitan, Jumat kemarin (8/4/2016) dalam keterangannya kepada wartawan.

Untuk itu, persyaratan pun yang harus dipenuhi sebagai penyelenggara UNBK. Di antaranya, sekolah penyelenggara harus mempunyai petugas laboratorium komputer. Serta ketersedian personal computer sebagai computer client berikut komputer server. Jumlahnya juga disesuaikan peserta unas dengan perbandingan satu banding tiga.

Lebih lanjut, kata Mahmud, semisal peserta unas berjumlah 120 siswa, maka jumlah komputer yang tersedia minimal 40 unit dengan spesifikasi yang telah ditentukan. ‘’Komputer tersebut harus tersambung dengan jaringan internet dan Local Area Network (LAN),’’ tandasnya.


Pada tahun ini, Dindik menggugurkan tiga sekolah sebagai penyelenggara UNBK. Salah satunya SMAN 1 Pacitan yang terkendala ketersediaan jumlah unit komputer.

Adapun, sekolah yang lolos verifikasi sebagai penyelenggaran UNBK hanya SMKN 1 Pacitan, SMKN 2 Pacitan, SMKN 3 Kebonagung, SMKN 2 Donorojo dan SMK Diponegoro Tulakan. ‘’Yang diprioritaskan baru SMA/SMK dulu, SMP belum. Karena di Pacitan, mayoritas hanya SMK yang mempunyai banyak komputer karena ada jurusan TI,’’ pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, mulai Senin (4/4/2016) hingga Rabu (6/4/2016) lalu, sebanyak 5.596 siswa SMA sederajat di Pacitan mulai berjibaku menyelesaikan soal UN. Adapun, rinciannya, 3.426 siswa SMK, 1.291 siswa SMA, dan 667 siswa MA. Sedangkan,pelaksanaan ujian akan diselenggarakan di 41 sekolah yang terbagi dalam 5 subrayon. Dimana, lima sekolah penyelenggara unas diantaranya berbasis komputer. Yakni, SMKN 1 Pacitan, SMKN 2 Pacitan, SMKN 3 Kebonagung, SMKN 2 Donorojo dan SMK Diponegoro Tulakan. (her/yup/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun