Tag: UNBK

Permalink ke UNBK Sukses, Bupati Pacitan Senang
Headline, Pendidikan

UNBK Sukses, Bupati Pacitan Senang

Pelaksanaan UNBK di Pacitan. (Foto: Humas Pacitan)

Pacitanku.com, PUNUNG – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM mengapresiasi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sepekan lalu. Atas kesuksesan UNBK itu, Indartato mengharapkan hal serupa terulang dalam pelaksanaan UNBK SMA/MA pekan ini.

“Pelaksanaan UNBK kemarin bisa kita jadikan evaluasi agar kedepan pelaksanaannya lebih baik lagi,” katanya saat memantau UNBK di SMA Negeri Punung, Senin (10/4/2017).

Dalam pelaksanaan UNBK SMK lalu memang nyaris tidak ada kendala. Terutama yang menyangku teknis. Pihak PLN maupun operator seluler benar-benar membuktikan janjinya, menjamin pasokan listrik dan internet lancar. Bupati juga mengapresiasi panitia yang telah bekerja keras agar pelaksanaan UNBK tahun ini berjalan sesuai yang direncanakan. “Intinya kesuksesan itu merupakan buah kerjasama dan kerja keras semua pihak,”ujarnya lagi.




Sementara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Kardoyo mengatakan, sukses UNBK SMK menjadi bukti, meski model baru namun Kabupaten Pacitan mampu dan berhasil melaksanakannya. Kekhawatiran akan kendala teknis memang sempat membayang.

Terlebih, katanya, Pacitan banyak terdapat area blank spot. “Atas kerja keras bersama permasalahan itu bisa kita atasi. Apalagi kita sudah dapat jaminan baik dari PLN maupun penyedia internet,” katanya.

Jumlah penyelenggara UNBK SMA/MA sebanyak 30 lembaga. Dengan rincian, 18 penyelenggara murni, masing-masing sembilan dari SMA dan MA. Sedangkan 12 sisanya masih menggabung.

Selain Bupati Indartato yang memantau langsung UNBK di SMA Punung dan Donorojo, sidak juga dilaksanakan Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo ke sejumlah sekolah. Diantaranya, SMA 1 dan 2 Pacitan, MAN Pacitan, SMAN Tegalombo dan MA Muhammadiyah 1 Tegalombo.

Secara nasional, sebanyak 1.812.035 siswa SMA/MA dari 20.557 sekolah mengikuti UN yang dimulai Senin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.905 sekolah atau 667.741 peserta mengikuti UNKP dan 9.652 sekolah atau 1.144. 294 peserta mengikuti UNBK.

Untuk UN SMA di Jatim tahun ini diikuti 1.446 lembaga penyelenggara dengan 1.067 menyelenggarakan secara mandiri dan 387 menumpang, sementara 12 penyelenggara masih menggunakan UNPK. Sedangkan untuk Madrasah Aliyah (MA) diikuti 1.611 penyelenggara dengan 661 meneyelanggarakan secara mandiri dan 287 menumpang. Sementara 669 penyelenggara masih menggunakan UNPK. (Humas/RAPP002)

Permalink ke Server Ngadat, 10 Siswa Pacitan Ikuti UNBK Susulan
Headline, Pendidikan

Server Ngadat, 10 Siswa Pacitan Ikuti UNBK Susulan

try out UN Online (Foto : Luqman)

try out UN Online (Foto : Luqman)

Pacitanku.com, PACITAN – Hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK diwarnai gangguan kekeliruan soal. Tercatat ada 10 dari 3.382 siswa SMK se-Pacitan yang tidak mendapat soal sesuai mata pelajaran (mapel) yang diujikan, kemarin.

Ini lantaran mapel kemarin adalah teori kejuruan, seharusnya siswa mendapat soal ujian sesuai jurusan yang mereka ambil. ‘’Begitu siswa tahu soalnya keliru, langsung melaporkan ke proktor (pembimbing ujian di kelas, red) dan kepala sekolah. Setelah itu tidak bisa dikerjakan lagi ujiannya,’’ ungkap Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Wilayah Pacitan, Kardoyo, kemarin.

Menurut Kardoyo, gangguan tersebut diduga berasal dari server pusat di Jakarta. Pun, gangguan kemarin ternyata juga dialami sejumlah siswa dari daerah lain. Karena penyebab masalahnya adalah faktor teknis dari pusat, sepuluh siswa yang kemarin soal ujiannya keliru diarahkan mengikuti Ujian Nasional Perbaikan (UNP), 18 April mendatang. ‘’Petunjuk dari pusat seperti itu. Jika ada gangguan dari pusat, maka siswa diarahkan ikut UNP,’’ terangnya.




Diluar gangguan kekeliruan soal, Kardoyo menyebut pelaksanaan UNBK hari terakhir kemarin berlangsung lancar. Kendati hujan mengguyur sejak siang, namun ketakutan server lemot dan pasokan daya listrik yang terhambat tidak terbukti. Tetapi, masalah justru muncul dari pusat. ‘’Siswa yang kemarin soalnya keliru tidak perlu khawatir tidak lulus. Sudah ada solusi yang dijamin dari pusat kepada mereka. Toh, kesalahannya bukan pada siswa,’’ ujar Kardoyo.

UNBK hari terakhir kemarin sekaligus membuat ribuan siswa kelas XII SMK di Pacitan sedikit bisa bernafas lega. Salah satu tahapan ujian kelulusan mereka rampung. Kendati, ada sederet ujian lain seperti Ujian Sekolah (US) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), yang harus ditempuh untuk bisa mengantongi status lulus.

Kardoyo mengimbau luapan rasa lega diharap diungkapkan sewajarnya saja. Siswa SMK diminta tetap fokus mengikuti rangkaian ujian kelulusan mereka. ‘’Kami mengimbau siswa tidak ada yang berlebihan merayakan selesainya UNBK. Perlu diingat, syarat kelulusan bukan hanya itu,’’ tegasnya.

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Pemkab Pacitan-PLN Kolaborasi Ciptakan Kondisi Nyaman Saat UNBK
Headline, Pendidikan

Pemkab Pacitan-PLN Kolaborasi Ciptakan Kondisi Nyaman Saat UNBK

try out UN Online (Foto : Luqman)

try out UN Online (Foto : Luqman)

Pacitanku.com , PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) kolaborasi untuk menciptakan kenyamanan saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK yang digelar sejak Senin (3/4/2017) hingga Kamis (6/4/2017).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Kardoyo dalam keterangannya yang dikutip dari laman Pemkab Pacitan, Selasa (4/4/2017) mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan PLN serta penyedia jasa internet membuka pos pantau dibeberapa titik. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi jika terjadi gangguan tak terduga dalam pelaksanaan UNBK.”Kita tempatkan pos pantau diwilayah yg memiliki tingkat risiko gangguan tinggi,”katanya.

Menurut Kardoyo, di wilayah dengan risiko gangguan cukup besar adalah Kecamatan Nawangan, Bandar, Ngadirojo serta Sudimoro. Meski tidak merata namun menurut Kardoyo, beberapa wilayah di Kecamatan tersebut kualitas jaringan internetnya tidak sebagus wilayah lain.

“Dari pos pantau inilah petugas baik dari PLN maupun Telkom akan siaga jika sewaktu waktu terjadi gangguan teknis. Walaupun sebenarnya kesiapan sudah dilakukan jauh jauh waktu, kami sudah melakukan simulasi hingga tiga kali sebelum ujian,”ujarnya.

Sementara, Manajer PLN Rayon Pacitan, Adhib Ardhiansyah menyatakan sudah melakukan upaya antisipasi. Di antaranya pemeriksaan rutin jaringan menuju ke sekolah pelaksana UNBK. Hal itu ditindaklanjuti pemeliharaan kabel dengan membersihkan rating pohon di sekitarnya. Material yang terindikasi rusak juga diganti.


Sementara untuk memastikan daya listrik ke sekolah memadai, lanjut Adhib, tim teknik memeriksa kapasitas trafo di titik terdekat dengan sekolah. Bahkan jika dipandang perlu, pihaknya melakukan penggantian dengan kapasitas lebih besar. Sedangkan untuk sekolah dengan daya listrik minim PLN membantu proses tambah daya.

”Kita ketahui semuanya bahwasannya banyak sekali perangkat yang menyebabkan kebutuhan listrik cukup besar. Yaitu bertambahnya perangkat komputer,”katanya.

Adhib mengakui, sebagian jaringan listrik wilayah Pacitan memang rawan gangguan terutama saat musim hujan. Ini karena jalurnya melintasi pegunungan serta kawasan hutan. Oleh karena itu, jauh hari sebelum UNBK dilaksanakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan dan antisipasi.

Dalam kondisi darurat, lanjut Adhib, PLN juga menyiagakan genset bergerak. Pembangkit listrik mobil ini dapat dipindahkan ke sekolah yang membutuhkan jika sewaktu-waktu terjadi gangguan. Perangkat lain yang fungsikan adalah UPS (Uninterruptible Power Supply). Harapannya, catu daya listrik untuk komputer maupun peladen (server) di sekolah tetap terjaga.

“Kami juga bergabung dengan grup WA UNBK. Jadi ketika ada informasi terkait kelistrikan dapat segera ditindaklanjuti. Tim kami siaga 24 jam,”tutupnya. (RAPP002/Humas)

Permalink ke UNBK Tingkat SMA/SMK di Pacitan Diikuti 5.482 Siswa, Bupati: Semoga Semua Peserta Lulus
Headline, Pendidikan

UNBK Tingkat SMA/SMK di Pacitan Diikuti 5.482 Siswa, Bupati: Semoga Semua Peserta Lulus

Bupati Indartato mengecek UNBK di Nawangan. (Foto: Humas Pemkab)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM berharap semua peserta Ujian Nasional (UN) di Pacitan dapat lulus semua. Hal itu diungkapkan Indartato saat memantau pelaksanan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN I dan SMKN II Nawangan, Senin (3/4/2017) kemarin.

“Saya berharap semua peserta lulus, paling tidak seperti tahun lalu mampu mencapai 99,9 Persen, dan agar nyaman, setidaknya kita butuh jaminan agar saat ujian listrik tidak padam, sehingga kami meminta jajaran PT PLN mengupayakan ketersediaan tegangan selama ujian berlangsung,”jelasnya, sebagaimana dikutip  laman Pemkab Pacitan, Selasa (4/4/2017).

Sebagai informasi, di SMKN 2 Nawangan peserta ujian sebanyak 54 orang. Mereka berasal dari 2 jurusan yakni jurusan teknik otomotif dan TKJ. Sedangkan di SMKN  1 Nawangan jumlah peserta 150. Dari lima jurusan yakni Otomotif, akuntansi, kriya kayu, pertanian, dan tata busana.

Adapun, Pelaksanaan UNBK SMK akan berlangsung mulai Senin (3/4/2017) hingga Kamis (6/4/2017) mendatang. Sementara UNBK SMA/MA berlangsung Senin (10/4/2017) hingga Kamis (13/4/2017) mendatang. Adapun jumlah total peserta UNBK untuk SMA, SMK dan MA di Pacitan sebanyak 5.482 orang siswa.




Untuk tingkat Jawa Timur, sebanyak 200.112 siswa SMK mengikuti UNBK yang tersebar di 1.779 lembaga penyelenggara. Dari 1.779 penyelenggara sebanyak 1.491 sekolah menyelenggarakan UNBK secara mandiri sementara 288 sekolah mengikuti UNBK di sekolah lain. Sedangkan secara nasional, sebanyak 1.327.246 siswa dari 12.509 sekolah akan mengikuti UN yang terdiri 150.855 peserta ujian nasional kertas pensil (UNKP) dan 1.176.391 peserta UNBK.

Untuk UN tingkat SMK pada 2017 juga tetap menguji empat mata pelajara yaitu matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan teori kejuruan, kemudian mata pelajaran yang akan diujikan dalam USBN tingkat SMK adalah pendidikan agama, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan , dan keterampilan komputer. (RAPP002)

Permalink ke Sebanyak 30 SMA/SMK di Pacitan akan Gelar UNBK
Headline

Sebanyak 30 SMA/SMK di Pacitan akan Gelar UNBK

try out UN Online (Foto : Luqman)

try out UN Online (Foto : Luqman)

Pacitanku.com, PACITAN – Pendaftaran ujian nasional berbasis komputer (UNBK) resmi ditutup pad Selasa (31/1/2017) kemarin. Perlu dilakukan ujicoba karena UNBK yang dihadapi tahun 2017 ini perdana 100 persen di Pacitan. Informasi terakhir, penetapan sekolah penyelenggara dan sekolah penggabung juga sudah ditentukan.

Ada sekitar 30 sekolah dari total 41 SMA/SMK negeri dan swasta di Pacitan menjadi sekolah penyelenggara UNBK. ‘’Sementara, ada sepuluh sekolah yang tergabung. Karena itu, memang butuh banyak persiapan,’’ ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Pacitan, Kardoyo.

Lebih dari 2 ribu siswa Pacitan menjadi peserta perdana UNBK di tahun ini. Sebagian besar sekolah ditetapkan sebagai penyelenggara. Kemungkinan besar, tidak ada perubahan apapun hingga penyelenggaraan UNBK pada April mendatang.

Kardoyo menyebut, hampir seluruh SMA dan SMK negeri maupun swasta di Kecamatan Pacitan Kota akan menjadi sekolah penyelenggara. Serta, juga ada beberapa sekolah besar di wilayah luar kecamatan kota. ‘’Terutama yang wilayahnya punya jaringan internet bagus, ditetapkan sebagai penyelenggara,’’ terangnya.

Setelah pendaftaran resmi ditutup, Kardoyo menyebut kini sekolah mulai mempersiapkan teknis penyelenggaran UNBK. Selain terus menggelar rapat koordinasi antar sekolah, jaminan kesiapan perangkat, jaringan, dan daya juga terus didesak.




Khusus listrik, kebutuhan daya antar-sekolah menyesuaikan jumlah perangkat masing-masing. Karena jumlahnya tidak semua sama, Kardoyo menyebut pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan PLN Rayon Pacitan untuk meminta jaminan kelancaran pasokan daya listrik. ‘’Diluar itu, kebanyakan sekolah juga sudah mempersiapkan genset sebagai pemasok daya cadangan,’’ ujarnya.

Pelaksanaan perdana UNB secara 100 persen tahun ini, diakui Kardoyo membuat deg-degan. Karena itu, butuh dilakukan ujicoba segera. Ini agar dapat mengetahui seberapa tingkat kesiapan sekolah-sekolah penyelenggara UNBK di Pacitan.

Minimal, ujicoba atau simulasi diharap dapat segera dilakukan dalam waktu dekat di bulan Februari sebelum jadwal simulasi secara serentak di Maret nanti. ‘’Kami inginnya segera ada ujicoba, agar bisa melihat seberapa tingkat kesiapannya. Sehingga jika ada kendala, juga dapat segera diketahui,’’ kata Kardoyo. 

Sumber: Radar Madiun

Permalink ke Pacitan Jadi Daerah Pertama UNBK di eks-Karesidenan Madiun
Headline, Pendidikan, Sekolah

Pacitan Jadi Daerah Pertama UNBK di eks-Karesidenan Madiun

try out UN Online (Foto : Luqman)

try out UN Online (Foto : Luqman)

Pacitanku.com, PACITAN – Pacitan digadang-gadang bakal menjadi daerah pertama di eks-Karesidenan Madiun yang seluruh sekolah di jenjang SMA/SMK mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Hal itu seiring pengusulan oleh Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Pacitan kepada pemerintah pusat.

Hasil kesepakatan antar-sekolah, sebanyak 41 SMA/SMK, baik negeri maupun swasta diusulkan mengikuti UNBK. ‘’Mengacu surat edaran Mendikbud dan melihat kondisi di lapangan, kami siap mengikuti UNBK,’’ terang Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Pacitan, Kardoyo, kemarin.

Pada usulan terakhir per Sabtu (14/1), sebanyak delapan SMA negeri dan satu SMA swasta, serta 14 SMK negeri dan 18 SMK swasta di Pacitan diusulkan pada kementerian untuk mengikuti UNBK. Usulan terbaru itu jauh lebih banyak dibandingkan usulan di akhir Desember lalu.

Saat itu, hanya ada enam sekolah yang diusulkan mengikuti UNBK. Namun, keluarnya surat edaran Mendikbud nomor 1 tahun 2017 kemudian mengubah segalanya. ‘’Setelah turun surat edaran tersebut, ternyata ada potensi Pacitan mampu mengikuti,’’ ujarnya.

Isi surat edaran tersebut, sekolah yang mempunyai minimal 20 unit komputer diwajibkan mengikuti UNBK. Setelah didata di lapangan, ternyata rata-rata sekolah di Pacitan memiliki lebih dari 20 unit komputer di sekolah masing-masing.

Kendati demikian, tidak semua sekolah bakal bisa menyelenggarakan UNBK. Kardoyo menyebut, 41 sekolah tersebut akan dibagi menjadi sekolah penyelenggara dan peserta UNBK. ‘’Penyelenggaraannya akan digabung. Sesuai surat edaran, dua sekolah bisa bergabung (sebagai penyelenggara dan peserta) asal jaraknya tidak lebih dari lima kilometer,’’ jelasnya.




Namun, usulan seratus persen UNBK itu bukan berarti tidak diiringi oleh kekhawatiran. Kardoyo menyebut, sejauh ini yang paling dikhawatirkan sekolah adalah kekuatan jaringan listrik ketika menyelenggarakan UNBK. Sementara soal jaringan internet, sekolah mengaku siap.

Terkait kekhawatiran itu, Kardoyo mengaku pihaknya bakal segera bertemu dengan PLN dan Bupati Pacitan, Indartato, membahas hal tersebut. Hal itu dilakukan agar kesiapan teknis dapat semakin dimatangkan. ‘’Harapannya nanti dapat berjalan lancar ketika penyelenggaraan try out. Saat ini persiapan teknis soal server juga sudah mulai jalan,’’ ujar Kardoyo. (mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun