Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Titik di Ngadirojo Pacitan Tergenang

oleh -Dibaca 1,280 kali
GENANGAN AIR. Kondisi di jalan di Ngadirojo, Pacitan tergenang air akibat curah hujan tinggi pada Sabtu (8/10/2022). (Foto: Susilo for Pacitanku)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Curah hujan yang tinggi yang menyebabkan hujan mengguyur wilayah Kecamatan Ngadirojo, Pacitan sejak Jumat malam menyebabkan sejumlah daerah di wilayah Kecamatan Ngadirojo tergenang air pada Sabtu (8/10/2022). Sejumlah daerah itu diantaranya Desa Hadiwarno, Desa Bogoharjo dan Desa Hadiluwih.

Sudarsono, warga Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo menuturkan genangan air itu terjadi sejak terjadinya hujan deras yang mengguyur kawasan itu pada Jumat malam.

Tercatat, hingga Sabtu (8/10/2022) pagi masih terdapat genangan air di sejumlah titik di kawasan itu.

“Genangan air masih terjadi khususnya di Dusun Pucung hingga pagi ini masih belum surut, kalau di Dusun lain infonya sudah berangsur surut,”kata Sudarsono.

Kondisi air selokan dan sungai meluap hingga meluber ke jalan raya di wilayah itu. Hal ini menyebabkan kegiatan dan akses masyarakat juga turut tersendat.

Bahkan di wilayah Dusun Pucung, Hadiwarno, banjir dan genangan air sudah memasuki sejumlah rumah warga setempat.

Lebih lanjut, Sudarsono mengatakan genangan air yang terjadi di sejumlah titik di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo diakibatkan curah hujan meningkat dan air laut pasang.

“Kondisi curah hujan hingga saat ini masih tinggi, dan ditambah kondisi air laut pasang menyebabkan aliran air menuju ke laut tersendat,”kata dia.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan terkait adanya dampak yang terjadi akibat genangan air di wilayah Ngadirojo tersebut.

Sebelumnya, pada Senin (3/10/2022) lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan potensi frekuensi hujan curah tinggi yang sering terjadi pada bulan Oktober menuju November. Sehingga berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

“Curah hujan kita di akhir-akhir Oktober menuju November nanti kita mungkin sudah akan melihat frekuensi curah hujan atau frekuensi intensitas hujan tinggi yang lebih sering. Ini yang mungkin harus kita waspadai di bulan-bulan ke depan,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual.

No More Posts Available.

No more pages to load.