DPRD Pacitan Siap Teruskan Aspirasi Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi ke Pemerintah Pusat

oleh -Dibaca 1,125 kali
AKSI TOLAK KENAIKAN BBM SUBSIDI. GMNI Pacitan menggelar aksi tolak kenaikan BBM bersubsidi di depan gedung DPRD Pacitan pada Kamis (1/9/2022) dan diterima langsung oleh Ketua DPRD Pacitan. (Foto: Putro Primanto/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan siap meneruskan dan menindaklanjuti aspirasi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) terkait penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono usai menerima unjuk rasa dari GMNI Pacitan di Gedung DPRD Pacitan pada Kamis (1/9/2022) menuturkan dirinya mengapresiasi GMNI yang telah menyampaikan aspirasinya ke DPRD.

“Apresiasi kepada teman-teman GMNI yang telah meneruskan aspirasi dari masyarakat yang disampaikan ke DPRD sebagai lembaga perwakilan masyarakat, selain itu juga mereka sudah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya,”kata Ronny.

Baca juga: GMNI Pacitan Minta Rencana Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Dikaji Ulang

Selain itu, Ronny juga mengapresiasi kegiatan penyaluran pendapat oleh GMNI itu digelar dan terlaksana dengan tertib, kondusif dan terkendali.

Sementara, terkait aspirasi penolakan rencana kenaikan BBM bersubsidi yang disuarakan GMNI, Ronny mengaku jajarannya akan meneruskan kepada DPR RI.

“Apa yang sudah menjadi aspirasi itu sudah saya tandatangani, dan akan kami teruskan kepada DPR RI  untuk menjadi salah satu masukan pemerintah psuat, pembicaraan, harapan kami menjadi salah satu dasar pemikrian pemerintah dalam mengambil keputusan,”pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan di Pacitanku.com, GMNI Kabupaten Pacitan menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. khususnya Pertalite dan Solar.

Penolakan itu disampaikan oleh GMNI Pacitan saat menggelar aksi di Gedung DPRD Pacitan pada Kamis (1/9/2022). Aksi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono.

“Kami menilai bahwa rencana kenaikan harga BBM tersebut perlu dikaji ulang oleh pemerintah dan DPR RI, mengingat kondisi perekonomian rakyat Indonesia belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19,”kata Ketua GMNI Pacitan M Tonnis Dzikrullah.

No More Posts Available.

No more pages to load.