Tidak Hanya Sekolah dan Mengaji, Santri di Pesantren Ini Juga Belajar Bertani

oleh -Dibaca 1,427 kali
Santri-santri yang mondok di pesantren ini diajarkan untuk budidaya sayur-sayuran seperti padi, bawang merah, kacang, cabai, dan lain-lain. (Foto: Oktavia Intan Permatasari/PKL STKIP PGRI Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Pesantren bukan hanya menjadi tempat pendidikan mental dan spiritual santri, tetapi juga menjadi pusat pembekalan hidup melalui ragam skill. Seperti Pondok Wates yang terletak di Desa Widoro Kecamatan Pacitan, misalnya.

Pesantren ini memilik cara tersendiri untuk mengambangkan jiwa entrepreneur santri-santrinya. Pesantren ini mengajarkan santrinya agar bisa menjadi wirausahawan terutama di sektor pertanian.

Santri-santri yang mondok di pesantren ini diajarkan untuk budidaya sayur-sayuran seperti padi, bawang merah, kacang, cabai, dan lain-lain.

Mereka belajar mulai dari menanam, memberi pupuk, menyirami, hingga memanen. Meski budidaya tersebut belum berskala besar namun hasilnya sudah bisa dinikmati oleh para santri.

“Awalnya saya mengajari santri disini untuk bercocok tanam karena mereka mayoritas berasal dari keluarga petani. Jadi, paling tidak ketika mereka pulang nanti bukan hanya bisa mengaji tetapi juga bisa membantu orang tua dan bermanfaat bagi masyarakat,”tutur pengasuh Pondok Wates Ustad Muhammad Halim, Sabtu (13/8/2022).

Dari gagasan tersebut santri mulai belajar bertani di lahan milik pesantren diluar kegiatan belajar, dengan harapan mereka bisa memanfaatkan ilmu bertani yang telah mereka dapatkan ketika sudah lulus dari pesantren nantinya.

Bukan hanya itu, kecakapan bertani yang mereka miliki juga bisa menjadi lahan bisnis yang menjanjikan jika benar-benar ditekuni.

Santri-santri di pesantren ini pun sangat antusias mengikuti kegiatan belajar bertani tersebut, karena bagi mereka ilmu bertani adalah ilmu yang menyenangkan dan tidak begitu sulit untuk dipelajari.

“Bagi saya ilmu bertani ini sangat menyenangkan, karena bisa bermain dan belajar di alam terbuka setelah padatnya jadwal di kelas. Belajar bertani juga membuat saya mengerti tentang perjuangan orang tua saya untuk mencari rezeki, karena orang tua saya juga petani,”ucap Ulfi salah satu santriwati di Pondok Wates.

Dengan begitu, pesantren ini terus berupaya untuk meningkatkan wawasan santri tentang wirausaha di bidang pertanian.

Meski demikian, santri juga ditekankan untuk menguasai pelajaran yang telah diberikan sebagai sumber khazanah keislaman.

No More Posts Available.

No more pages to load.