Pilbup Pacitan Terancam Melawan Bumbung Kosong

oleh -13748 views
Ilutrasi surat suara Pilkada

Pacitanku.com, PACITAN — Kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan 2020 tidak menutup kemungkinan hanya akan muncul satu pasangan calon bupati dan wakil bupati. Sehingga tak ayal, kontestasi nantinya hanya akan melawan bumbung kosong. Pernyataan tersebut seperti disampaikan mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan, Damhudi, Kamis (12/3/2020).

Menurut pria yang juga pernah berwacana maju sebagai calon bupati ini, ada fenomena politik tak semestinya dalam penyelenggaraan Pilbup tahun ini. Dimana para bakal calon hanya tersentral ke salah satu parpol yang memang lebih dulu membuka penjaringan.

Sementara parpol atau gabungan parpol lainnya, memilih diam dan menunggu keputusan dari parpol yang menjadi primadona para bakal calon itu.

“Kalau keputusan keluarnya surat rekomendasi mendekati detik-detik akhir pendaftaran di KPU, tentu ini sebuah kendala besar bagi para bakal calon yang tidak mendapatkan rekomendasi. Karena itulah, saya berpendapat Pilbup Pacitan nanti terancam hanya akan melawan bumbung kosong,” kata Damhudi, saat ditemui di kediamannya, Rabu (11/3) malam kemarin.

Disisi lain, mantan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) Internasional ini, juga sangat menyayangkan sikap para elit parpol yang juga ikut ambil peran mendaftar di gerbong partai lain karena alasan lebih memiliki magnet politik untuk bisa mengantarkan menuju kursi AE 1 (sebutan untuk Bupati Pacitan, Red).

Damhudi. (Foto: Yuniardi Sutondo)

“Fenomena ini juga akan sangat berdampak terhadap pelayanan publik kedepannya,” kritik Damhudi.

Lebih lanjut, Damhudi mengatakan, secara tidak langsung, dinamika pemerintahan kedepan tidak akan terjadi cek and balancing. Sebab semua seakan menjadi mitra koalisi. Dimana penyeimbang atau oposisi dalam roda pemerintahan seakan tidak ada.

“Hanya elemen diluar garis parpol yang akan memposisikan diri menjadi fungsi kontrol pemerintah. Seperti pegiat LSM ataupun jurnalis. Kalau sudah seperti itu, pemerintahan akan menjadi kurang sehat. Transparansi publik akan semakin tertutup,” jlentrehnya.

Untuk itu Damhudi berharap, agar para elite parpol yang saat ini tengah berspekulasi menunggu surat rekomendasi, agar bisa mengambil langkah-langkah taktis.

“Ya semestinya mereka mending muncul dari parpol atau gabungan parpol lainnya. Buat apa menunggu sesuatu yang belum pasti. Apalagi nanti kalau keputusan itu keluar di injury time, mereka sendiri yang akan mati langkah untuk bisa lanjut mendaftar ke KPU seandainya tak mendapatkan kesempatan rekomendasi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, saat ini baru Partai Demokrat yang telah membuka proses penjaringan calon secara terbuka. Dari hasil pendaftaran awal, ada 14 bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran. Dari puluhan bakal calon tersebut, beberapa diantaranya elite parpol diluar Demokrat. Seperti Golkar, Nasdem, Hanura dan Gerindra. Hanya PKB, PDIP, PKS, dan PPP yang tidak ambil bagian mendaftar ke tim penjaringan Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Pacitan.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan