Pemkab Kerahkan Tim Geologi untuk Evaluasi Titik Rawan Longsor di Pacitan

oleh
Indartato saat mengecek kondisi tanah rawan longsor di Pacitan. (foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan terus melakukan langkah penanganan terhadap potensi bencana alam susulan yang terjadi, diantaranya mengundang ahli geologi untuk mengevaluasi  struktur batuan dan topografi tanah di daerah itu, terutama di titik-titik yang dinilai rawan longsor.

Bupati Pacitan Indartato, di sela mendatangi lokasi pengungsian di Pondok Pesantren Roudhoh Al Hikam, Desa Mangunharjo, Arjosari pada Senin (11/12/2017) kemarin mememinta kepada instansi terkait untuk memetakkan titik-titik aman pada kawasan rawan untuk kemudian digunakan sebagai lokasi pengungsian. “Tim geologi kita arahkan kesini (Kabupaten Pacitan,Red),” ucapnya.

Selain tim geologi, Pemkab juga menerjunkan para psikolog untuk membantu memulihkan kondisi psikologis para korban.”Kami lakukan evakuasi seperti di Mangunharjo untuk menghindari korban jiwa. Meski mereka tetap menjadi korban secara psikis,” tandasnya.

Saat ini, berdasarkan data dari tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Pacitan, menyebutkan ada 176 titik tanah longsor ditemukan di Pacitan. Jumlah itu menyebar di 12 kecamatan yang ada di Pacitan, dan sebagian titik rawan longsor tersebut adalah temuan susulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Selasa (28/11/2017) lalu.

Indartato mengatakan bahwa tingkat kerawanan longsor saat ini diyakini kian parah, karena kondisi tanah yang labil serta struktur batuan yang rapuh.”Harus hati-hati, karena ternyata tanah kita (Pacitan) masuk kategori tanah labil,” ujarnya.

Terbaru titik retakan yang berpotensi longsor tersebut terletak di Dusun Tegal, Desa Mangunharjo, Arjosari. Retakan tanah di kawasan tersebut diketahui akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut, sehingga menimbulkan retakan mencapai satu meter pada Minggu sore.

Namun keretakan bertambah menjadi dua meter sehingga warga dari RT/RW I/VI dan RT 2/VI menuju tempat aman, yakni Pondok Roudhoh Al Hikam Desa Mangunharjo.

Jumlah warga yang mengungsi terus bertambah seiring proses evakuasi yang terus dilakukan tim SAR gabungan setempat dibantu relawan dan warga hingga larut malam dan dilanjutkan pada Senin (11/12/2017). Pengungsi terakhir adalah seorang laki-laki bernama Bejan. Dia yang sebelumnya bersikeras tidak bersedia dievakuasi, akhirnya diangkut paksa relawan.

“Evakuasi pada Senin (11/12/2017) dilakukan mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 13.45 WIB di  RT 01, 02 dan 03 RW VI Dusun Tegal, kami mengevakuasi total Pengungsi 260 jiwa 99 KK,”kata Komandan Tanggap Darurat Bencana Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang. (RAPP002/Humas Pemkab)