Kata Cak Nun Terkait Banjir di Pacitan: Kerisnya Sedang Dicuci Gusti Allah SWT

oleh -133.502 views
Cak Nun setelah mengisi ngaji bareng kyai kanjeng di Pondok Tremas Arjosari, Selasa (12/12/2017).

Pacitanku.com, ARJOSARI – Penceramah kondang Muhammad Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun memiliki pandangan tersendiri terkait bencana alam banjir dan tanah longsor yang beberapa waktu lalu terjadi di Kabupaten Pacitan. Hal tersebut diutarakan Cak Nun saat menjadi penceramah dalam agenda Ngaji bareng Bersama Caknun dan Kyai Kanjeng Selasa (12/12/2017) di Pondok Tremas, Kecamatan Arjosari.

“Saya tadi dicritani banjir, tidak apa-apa, itu kerise lagek diumbah karo Gusti Allah (kerisnya sedang dicuci sama Allah SWT),”kata Cak Nun mengawali tausiyahnya.

Dia mengungkapkan bahwa makna keris disini adalah kehormatan yang harus dimiliki setiap manusia.

“Manusia itu punya tiga, yakni keris, pedang, pisau utawa pacul atau arit. Nah, sekarang, para pejabat petugas yang membawa pedangnya negara, nah, setelah punya pedang, kita harus punya keris, keris bukan senjata tajam, dia adalah satu aqidahnya, akhlaknya, dan karismanya,”jelasnya.

Keris, menurut Cak Nun, adalah lambang dari sesuatu dari manusia yang tidak bisa dijual. Pedang sama keris tidak boleh dijual.

“Keris adalah marwah atau muruah, muruah, lebih penting mana jabatan atau kehormatan, tidak bisa dihargai secara fisik, kehormatan adalah urusan rohani, sehingga kita memahami bahwa Pesantren Tremas adalah kerisnya republik Indonesia, karena semua ulama-ulama di Indonesia adalah alumni pesantren tremas,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Cak Nun juga mengungkapkan kekagumannya kepada romantika sejarah Pondok Tremas.

“Saya datang kesini dengan membawa cinta yang lebih mendalam daripada cintaku yang aku bawa ke segala tempat sbelumnya, karena patrem emas ini sangat penting bagi indonesia dan bagi saya pribadi, Indonesia, salah satu doa agungnya berasal dari Pesantren Tremas yang sudah menjadi hawa atau energi positif di pulau jawa dan di seluruh nusantara,”ungkapnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mendoakan agar seluruh masyarakat, utamanya santri Tremas mampu kembali membangun yang runtuh dan menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

“Ya Allah, jadikanlah anak-anak yang berkumpul didepanku ini anak-anak yang engkau beri fadhilah, kistimewaan, engkau beri kesitimewaaan, membangun smeua yang runtuh untuk membangkitkan semua yang roboh, dan menghidupkan yang mati, dan untuk memupuk smeua yang keracunan, jadikan pemimpin ummat, amin Ya Rabbal Alamin,”kata Cak Nun. 

Secara khusus, dia juga mendoakan kaum muslimin yang hadir mendapatkan berkah yang melimpah.

“Harapan kita bersama dalam pertemuam malam hari ini smoga, mendapatkan assyakinah/ atau ketenangan, mendapatkan kesegaran jiwa, mendapatkan Syukur atas segala nikmat, mendapatkan sabar atas segala ujian smoga juga rezekinya mlimpah dan sehat walafiat,”pungkasnya.

Dalam acara ngaji bareng Kyai Kanjeng tersebut, hadir juga KH Fuad Habib Dimyathi atau akrab disapa Gus Fuad yang menjadi pengasuh Pondok Tremas, Sekretaris Daerah Suko Wiyono, Komandan Kodim 0801/Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, Kapolres Pacitan AKBP Setyo K Heriyatno, Forkopimka dan sekitar 5000 jamaah Kyai Kanjeng. (SRW/RAPP002)