Tinjau Tebing Kritis di Tanjungpuro, Bupati Ingatkan Masyarakat Pacitan Waspada Dampak La Nina

oleh -Dibaca 361 kali
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji meninjau tebing kritis dampak erosi di Desa Tanjungpuro, Ngadirojo pada Rabu (17/11/2021). (Foto: Dok. Instagram @inb_Indratanurbayuaji)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji meninjau bencana alam tebing kritis yang diakibatkan erosi sungai Lorok pada Rabu (18/11/2021). Bencana tersebut mengancam permukiman warga Lingkungan Tempel Dusun Krajan Lor Desa Tanjungpuro Kecamatan Ngadirojo.

“Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan peningkatan debit air hingga tergerusnya tebing sungai yang mengancam 2 rumah warga,”kata Bupati Aji dalam unggahannya di Instagram @inb_indratanurbayuaji, Rabu sore.

Dalam unggahannya tersebut, Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat Pacitan  untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan terhadap fenomena La Nina yang diprakirakan mencapai puncaknya di penghujung tahun 2021.

“BMKG mewanti-wanti terhadap potensi bencana hidrometeorologi (banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan sebagainya akibat meningkatnya curah hujan yang diprediksi mencapai 20-70 persen,”kata dia.

Untuk itu, Bupati juga mengajak masyarakat membersihkan saluran-saluran air di lingkungan rumah masing-masing.

“Pangkas pohon yang rawan tumbang atau roboh, pastikan selokan tidak mampet, dan stop buang sampah ke sungai apapun itu jenisnya. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi Pacitan dari marabahaya bencana alam,”pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) yang menghuni tujuh rumah di Dusun Krajan Lor, Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan terancam erosi dari Sungai Lorok. Sejak April 2021 lalu, erosi jadi ancaman bagi warga di kawasan tersebut.

Adapun tujuh KK itu adalah Misradi total 3 anggota keluarga, Budiono 3 anggota keluarga, Tuwadi (Tumirah) 2 anggota keluarga, Tumarno 2 anggota keluarga, Basofi 4 anggota keluarga, Katwanto 3 anggota keluarga dan Jayadi 3 anggota.

Dari total 7 KK tersebut, dua KK diantaranya sudah dievakuasi sementara oleh Pemdes Tanjungpuro, yaitu Misradi dan Tumirah.

Pemdes Tanjungpuro sendiri sudah membuat surat ke dinas terkait untuk melakukan bronjongisasi sepanjang 250 meter di kawasan itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.