Data BNPB: Ratusan Rumah di Jatim Rusak Terdampak Gempa Jumat Malam

oleh -10435 views
BPBD Provinsi Jawa Timur melakukan peninjauan lapangan dengan mengunjungi warga terdampak gempa M5,9, Jumat (21/5). (Foto Dok BPBD Provinsi Jawa Timur)

Pacitanku.com, JAKARTA – Gempa bumi dengan magnitudo 5,9 yang terjadi di tenggara Kabupaten Blitar pada Jumat(21/5/2021) malam menyebabkan ratusan rumah warga rusak, seperti dalam siaran pers dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sabtu (22/5/2021).

Menurut keterangan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, Sabtu, sejumlah warga Jawa Timur terdampak setelah rumah mereka mengalami kerusakan pascagempa tersebut.

“Selain kerusakan bangunan rumah dan fasilitas umum, gempa juga berdampak pada korban luka-luka. Pemerintah daerah terus melakukan penanganan darurat di lapangan,”kata Raditya.

Menurut dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendistribusikan untuk penanganan warga terdampak gempa.

Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Jawa Timur, Raditya mengatakan sejumlah bantuan diberikan, antara lain sembako, lauk pauk dan terpal.

“Bantuan untuk mendukung penanganan COVID-19 juga diberikan, seperti masker kain dan masker medis, adapun rincian bantuan yang diberikan TRC BPBD Provinsi Jawa Timur, yaitu sembako 725 paket, masker kain 15.000 buah, masker medis 2.000 buah, lauk Pauk BNPB 40 kardus, terpal 100 lembar,”ungkapnya.

Selain itu, Raditya mengatakan berdasarkan data per Sabtu (22/5), pukul 10.00 WIB, dampak gempa M5,9 sebagai diantaranya adalah korban luka-luka 2 jiwa, dengan rincian luka berat 1 orang dan 1 lainnya luka ringan. Korban luka berat telah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan Tirta Husada Wonotiro.

“Sementara itu, total kerusakan di wilayah Jawa Timur antara lain rumah rusak berat 4 unit, rusak sedang 8 dan rusak ringan 142. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum dengan rincian rusak ringan 16 unit dan rusak sedang sebanyak 1,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Raditya mengatakan rincian kerusakan di beberapa wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur yaitu di Kabupaten Malang, 1 unit rumah rusak berat, 26 unit rumah rusak ringan dan 5 unit fasilitas umum rusak ringan.

“Di Kabupaten Blitar, 2 unit rumah rusak berat, 6 unit rumah rusak sedang, 95 unit rumah rusak ringan, 9 unit fasilitas umum rusak sedang, 1 unit fasilitas umum rusak sedang, di Kabupaten Lumajang,18 unit rumah rusak ringan dan 1 unit rumah rusak berat,”paparnya.

Kemudian, di Kota Malang, Raditya mengatakan 1 unit rumah rusak sedang, di Kabupaten Pasuruan, 1 unit rumah rusak sedang dan 1 unit fasilitas umum rusak ringan.

“Di Kabupaten Jember, 1 unit fasilitas umum rusak ringan dan di Kota Blitar, 3 unit rumah rusak ringan,”tandasnya.

Pada saat gempa, Raditya mengatakan BPBD beberapa mencatat informasi seputar guncangan yang dirasakan warga setempat.

“Warga Kabupaten Blitar merasakan guncangan kuat sekitar 15 detik, warga di Kabupaten Malang merasakan guncangan 5 detik, dan di Kota Blitar 2 hingga 3 detik. Gempa membuat warga di dalam rumah panik dan keluar rumah,”jelas dia.

Hingga saat ini, Raditya mengatakan BNPB terus melakukan koordinasi dan memonitor penanganan pascagempa di wilayah Jawa Timur.

“Berdasarkan informasi dari BPBD setempat, kami masih memantau dan menggali informasi terkait perkembangan dampak gempa,”pungkasnya.