Kasus Positif Corona di Pacitan Tambah 5, Pasien Aktif Dirawat Kini Jadi 11

oleh -13273 views
Juru bicara tim komunikasi publik satuan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Pacitan, Rachmad Dwiyanto, Senin (13/7/2020). (Foto: Sulthan Shalahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN – Gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pacitan kembali merilis adanya penambahan jumlah kasus pasien terkonfirmasi COVID-19. Penambahan tersebut terjadi pada Sabtu (26/9/2020) kemarin..

Juru bicara tim komunikasi publik GTPP COVID-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto saat dikonfirmasi pada Ahad (27/9/2020) siang membenarkan adanya penambahan kasus positif COVID-19 di Pacitan.

“Iya mas (wartawan), ada 5 tambahan, dimana mayoritas pelaku perjalanan,”kata Rachmad.

Lebih lanjut, Rachmad mengatakan, rincian penambahan kasus positif COVID-19 di Pacitan tersebut dengan rincian dari Pacitan berjenis kelamin laki-laki.

“Dari Ngadirojo perempuan, dari Pringkuku laki-laki, dari Tegalombo laki-laki, semua pelaku perjalanan, hanya yang perempuan masih dicari klasternya,”ujar Rachmad.

Data yang dihimpun Pacitanku.com hingga Ahad sore, total jumlah pasien konfirmasi COVID-19 sejak kasus pertama berjumlah 108. Dengan rincian, 94 sembuh, pasien aktif dirawat 11 orang dan meninggal 3 orang. Angka kesembuhan pasien di Pacitan juga turun menjadi 87 persen.

Dengan kondisi tersebut, Rachmad kembali mengingatkan masyarakat Pacitan untuk secara sadar melaksanakan protokol kesehatan (Prokes).

 “Yang penting adalah 3 M, bagaimana kita selalu disiplin memakai masker, kedua disiplin untuk mencuci tangan pakai sabun, yang ketiga disiplin untuk menjaga jarak berinteraksi sosial dengan masyarakat,”jelasnya.

Selain itu, kata Rachmad, kalau tidak ada kebutuhan yang amat sangat mendesak agar menghindari perjalanan ke luar kota.

“Apalagi bepergian ke daerah yang jadi episenter, sekarang kasus nasional rata-rata per hari di atas 4 ribu kasus, tentu ini membuat kita prihatin dan kita masih dibayang-bayangi COVID-19, sehingga tidak ada kata lain dengan disiplin protokol kesehatan, karena hanya disiplin protokol kesehatan yang dapat mencegah COVID-19,”pungkasnya.

Pewarta: Dwi Purnawan