Tokoh Politik Imam Haryono: Pilbup Pacitan Berjalan Dinamis

oleh -1389 views
Imam Haryono tokoh politik di Pacitan.

Pacitanku.com, PACITAN – Tokoh Politik di Pacitan, Imam Haryono, menilai dinamika politik di Pacitan berjalan dinamis. Apalagi sejak turunnya Rekomendasi Partai Demokrat kepada pasangan Indrata Nur Bayuaji – Gagarin.

Dilihat dari pengalamannya, Gagarin jauh lebih senior daripada Aji dan popularitasnya lebih tinggi. Akan tetapi Aji memiliki kedekatan dengan keluarga Cikeas yang tidak dimiliki siapapun. Menurut Imam, Pilbup Pacitan 2020 akan berjalan secara kompetitif.

“Dari dua pasangan calon ini, kalau bicara peluang, fifty-fifty lah. Tergantung kemampuan masing-masing mengolah figur, kekuatan partai pengusung, Tim Sukses, dan kekuatan finansial,” ucap Imam kepada awak media, Rabu (23/9/2020).

Faktor SBY, menurut Imam memiliki pengaruh, asalkan bisa dimanfaatkan apa tidak.

“Memang beliau adalah tokoh besar asal Pacitan yang mampu mengangkat Pacitan karena menjadi Presiden ke-6, jadi faktor SBY masih menjadi magnet bagi pemilih asalkan bisa memanfaatkan dengan baik,” terang Imam Haryono.

Untuk pasangan Aji dan Gagarin, Imam mengatakan bahwa mereka bisa jadi ada masalah.

“Mengingat mereka berasal dari partai yang berbeda yang memiliki visi dan platform yang berbeda, bisa jadi ada matahari kembar. Namun, apabila mereka bisa mengikuti tupoksi yang ada, mereka bisa duduk bersama, maka hal itu bisa dihindari,” lanjut Imam Haryono.

Imam juga menambahkan, pasangan Aji – Gagarin harus belajar jika menjadi Bupati.

“Karena mereka berasal dari Politisi yang belum pernah di birokrasi, berbeda dengan Yudi Sumbogo – Isyah Ansori yang sama-sama sudah berpengalaman,” tandas Imam Haryono.

Hasil akhir, menurut Imam, semua masih berpeluang memenangkan Pilbup Pacitan 2020.

“Selain faktor figur, partai, timses dan finansial, faktor terakhir adalah keberuntungan, faktor ini berasal dari Allah SWT, dan mari bersama kita sukseskan Pilbup Pacitan,”pungkas praktisi politik tiga zaman itu.

Pewarta: Yahya Ali Rahmawan
Editor: Dwi Purnawan