Satgas akan Mulai Terbuka Soal Informasi Pasien COVID-19 di Pacitan

oleh -13557 views
Plt Kadinkes T Hendra Purwaka. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Nama pasien tetap rahasia

Pacitanku.com, PACITAN –  Demi kemaslahatan masyarakat, keterbukaan terhadap informasi pasien positif coronavirus disease 2019 (COVID-19) perlahan akan mulai disampaikan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Pemkab Pacitan. Hanya saja, informasi tersebut juga ada batasan etiknya.

“Kalau soal lokasi tempat tinggal, mungkin tak begitu masalah untuk kita sampaikan ke masyarakat. Namun soal nama, mungkin tetap menjadi kerahasiaan tenaga medis untuk disampaikan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan, Trihariadi Hendra Purwaka, Kamis (30/4/2020).

Menurut dokter yang akrab disapa Hendra ini, memang Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memandang, membuka identitas pasien positif COVID-19, tidak bertentangan dengan hukum positif, Peraturan Perundang-Undangan. Sebab COVID-19 ini sudah menjadi wabah global.

“Akan tetapi kita juga punya kode etik, yang berlaku lex spesialis, untuk tidak membuka identitas pasien dan penyakit yang dideritanya,” jlentreh pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak Pacitan ini.

Meski begitu, Hendra kembali menegaskan kalau soal alamat, tidak ada masalah untuk disampaikan. Sebab hal tersebut sangat berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat lokal, agar saling menjaga dan mengawasi.

“Di sejumlah Puskemas, malah ada yang memberikan penandaan terhadap rumah orang dalam risiko (ODR) ataupun orang dalam pengawasan (ODP) dengan stiker. Tujuan mereka baik, agar masyarakat setempat bisa saling mawas diri,” tutur Hendra.

Terlepas dari semua itu, tak bosan-bosannya, Hendra selalu memberikan imbauan kepada masyarakat luas, agar selalu mematuhi protap kesehatan. Utamanya memakai masker saat keluar rumah dan sesering mungkin cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir.

“Sebab hanya dengan cara itu, agar bisa memutus mata rantai penyebaran coronavirus,” pesannya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan