Munirul Ichwan Imbau Kades di Ngadirojo Waspadai Potensi Bencana Kekeringan

oleh -13640 views
Camat Ngadirojo, Munirul Ichwan saat menyampaikan sambutan pada kegiatan pembinaan kepemudaan. (Yuniardi Sutondo).

Pacitanku.com, NGADIROJO – Kabupaten Pacitan, Jawa Timur  masuk dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Jatim, sebagai daerah terdampak bencana hidrometeorologi. Selain banjir, tanah longsor serta badai, diperkirakan pada tahun 2020 ini, potensi bencana kekeringan juga mulai mengintai.

Untuk itu, Camat Ngadirojo, Munirul Ichwan, mengimbau ke sejumlah desa di wilayahnya, yang berpotensi terjadi bencana kekeringan agar lebih mempersiapkan diri sejak awal.

“Saat ini memang masih musim penghujan. Tapi nanti tak lama lagi, musim kemarau panjang diprediksi bakal berlangsung. Karena itulah, sejak awal mari kita bersinergi mempersiapkan atas segala kemungkinan yang tidak kita harapkan,” katanya, saat memberikan arahan pada kegiatan pembinaan kepemudaan di Desa Wonodadi Kulon, baru-baru ini.

Pejabat jebolan STPDN ini memberikan arahan, semua desa yang berpotensi terdampak bencana kekeringan, agar sejak awal mempersiapkan bak-bak penampungan air.

Meski belum lama ini, pihaknya sudah mendistribusikan bantuan ratusan toren air kapasitas 1000 liter ke sejumlah desa.

“Memang belum seluruhnya terkafer. Akan tetapi setidaknya sudah bisa meminimalisir seandainya nanti akan terjadi bencana kekeringan,” jelas mantan Camat Arjosari ini pada pewarta.

Selain itu, Irul- begitu pejabat eselon III A- ini karib disapa, mengajak kesemua pemuda agar lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi gadget. Utamanya gadget-gadget berbasiskan android yang disitu banyak dibenamkan fitur-fitur media sosial.

“Harus kita akui saat ini banyak user yang dengan mudahnya menjadi wartawan untuk menyampaikan informasi ke media sosial. Kami imbau, agar lebih selektif dan waspada. Jangan sampai memposting berita-berita hoaks yang berpotensi berurusan dengan hukum. Bijaklah dalam bermedsos,”tandasnya.

Selain itu, Irul mengatakan kemajuan teknologi memang lebih memperpendek jarak dan lebih mempermudah komunikasi. Akan tetapi, seiring kemajuan dunia digital, keakraban sesama kian menipis.

“Kalau dulu, kita sering kumpul-kumpul di poskamling untuk membahas banyak hal. Namun sekarang masyarakat lebih Istiqomah dengan gadgetnya masing-masing. Ini yang menjadi potensi penyebab hilangnya keakraban. Untuk itulah peran pemuda sangat dibutuhkan sebagai media pemersatu dan bijak dalam menyikapi setiap perkembangan yang terjadi,”pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Penyunting: Dwi Purnawan