Gerakan Kampanye Laut Lestari Dengan Mural Diapresiasi Banyak Kalangan, dari Bupati Hingga Wisatawan

oleh -3120 Dilihat
Southsea Art Movement dimulai sejak Sabtu (16/1/2203) hingga Selasa (19/12/2023) tersebut nampaknya cukup menarik perhatian masyarakat dan wisatawan yang berkunjung di Pancer Dorr. (Foto: Julian Tondo/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Gerakan kampanye lestarikan laut menjadi cukup menarik ketika di lakukan dengan cara berbeda.

Bukan dengan poster, dengan focus group discuss, atau dengan pembuatan souvenir kaos dan sebagainya. Namun dengan mural dinding tembok rumah, toko/perusahaan, di tengah kota kota, atau di tempat wisata.

Seperti yang dilakukan oleh sekelompok perupa asal DI Yogyakarta dan Pacitan. mereka melakukan gerakan kampanye peduli laut dengan membuat gerakan mural di daerah tempat wisata, tepatnya di arah pantai Pancer Dorr Pacitan.

Aksi mural yang bertajuk Southsea Art Movement ini diprakarsai oleh beberapa perupa asal DI Yogyakarta seperti Nano Warsono, Yanal Desmon, dan Antino Restuaji.

Baca juga: Indahnya Karya Mural Bertema ‘Segoro Gunung’ di Kawasan Pantai Pancer Door Pacitan

Mereka mengajak beberapa perupa Pacitan, Fillahi Pratanda, Fals Dani Alvan, Kus Hervica, Kus Hervida, Setiyono, dan Yogi Bayu, untuk bersama melakukan aksi kampanye dengan melukis di tiga media tembok rumah dan toko area Pantai Pancer Dorr.

Kegiatan ini juga didukung oleh instansi terkait, yaitu Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan.

Kegiatan yang dimulai sejak Sabtu (16/1/2203) hingga Selasa (19/12/2023) tersebut nampaknya cukup menarik perhatian masyarakat dan wisatawan yang berkunjung di Pancer Dorr.

Pasalnya, saat hendak bermain di pantai dan melewati lokasi mural,  mereka menghentikan kendaraannya untuk melihat aksi dan berkomentar seolah mengartikan gambar yang sedang dibuat.

“Itu gambar lumba lumba, hiu martil, dan penyu, tubuhnya keluar api, dan ada seperti plastik bertebaran di tubuhnya, seolah mereka sedang kesakitan. kira kira mereka begitu ya kalau laut kotor,”kata Sunarko, wisatawan asal Madiun, Selasa (19/12/2023).

Aneka komentar banyak diucapkan masyarakat yang sedang lewat lokasi mural. Seolah seperti kurator lukisan, mereka berpendapat masing masing tentang laut tanpa ada yang mengajak.

“Ya memang tujuannya begitu, mengajak siapapun ketika melihat mural, dapat  berpendapat dan berpikir bagaimana jika laut dan isinya kotor. Harapanya agar jauh dialam bawah sadarnya akan muncul geliat aksi untuk menjaga laut,”jelas Slamet Cuboh Hember, relawan Sahabat Penyu Pacitan, juga menjadi tim aksi mural.

Sementara itu, Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji melalui staf ahlinya, Masrukin menyambut baik aksi mural tersebut.

Dirinya berharap mural ini selain sebagai media edukasi dan kampanye juga dapat menambah  nilai estetik diarea tempat wisata, dimana tembok tembok bangunan yang ada tidak monoton dengan satu warna, melainkan ada gambar gambar artistik yang bermakna.

“Bupati mengucapkan terimakasih kepada pelaku kegiatan, dan pihak terkait, pemilik gedung bangunan yang bersedia temboknya di lukis. semoga dapat menjadikan satu gerakan yang bermakna.menciptakan keindahan lingkungan,”kata Masrukin, saat sambutan mewakili Bupati pada upacara penutupan Southsea Art Movement, Selasa (19/12/2023) sore.

No More Posts Available.

No more pages to load.