HMI Kecam Pernyataan Anggota DPRD Pacitan Saat Demo Kenaikan BBM

oleh -Dibaca 1,307 kali
AKSI MASSA. Mahasiswa HMI Pacitan menggelar aksi tolak kenaikan harga BBM pada Selasa (6/9/2022). (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Gelombang unjuk rasa menolak kenaikan BBM terus mengalir, tidak terkecuali di Kabupaten Pacitan.

Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam beberapa organisasi besar seperti HMI, PMII, GMNI, BEM, turut turun kejalan menolak kebijakan pemerintah terkait ditariknya subsidi BBM yang berdampak pada naiknya harga.

Di Kabupaten Pacitan, Gelombang aksi unjuk rasa pada Selasa (6/9/2022) sedikit ternodai oleh ungkapan salah satu anggota Komisi I DPRD Pacitan, Bambang Margono (BM).

Pasalnya dalam pidatonya saat menemui mahasiswa, dirinya mengeluarkan kalimat yang seolah meremehkan aksi mahasiswa.

Dirinya menganggap suara mahasiswa tersebut tidak ada gunanya karena sedikit, dibanding suara dia (BM) yang memiliki suara rakyat 12 ribu.

“Itu ungkapan yang meremehkan. Nyatanya anggota dewan yang katanya punya suara lebih banyak dari kami tidak bisa menjadi wakil dari aspirasi rakyat. Toh buktinya masih saja BBM naik,”kata koordinator lapangan, Tian Dwi Widodo dari HMI cabang Pacitan, Selasa (6/9/2022).

Tian juga mengungkapkan rasa kesalnya, anggota dewan yang saat ini duduk di kursi DPRD tidak akan bisa seperti itu tanpa dukungan rakyat Pacitan.

“Lucu kok bisa dia bicara begitu. Apa lupa kalau dia itu bisa menjadi wakil rakyat karena dukungan rakyat. Nyatanya mana. Kalau tidak pergerakan di Pacitan. Apa dia mereka wakil rakyat mau bergerak,”ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh mantan anggota HMI cabang pacitan, yang kemudian bergabung dalam KAHMI, Wayan Dana.

Dirinya merasa prihatin sekelas anggota dewan mengungkapkan kalimat di depan umum seperti itu.

“Ya saya cukup mengelus dada. Kenapa saudara Bambang bisa bicara seperti itu. Ya. Semoga ini menjadi pembelajaran juga buat beliau,”kata Wayan.

Sementara itu terkait ungkapan tidak menyenangkan dari perwakilan anggota DPRD Pacitan komisi satu ini, sejumlah massa demo meminta saat itu juga ada klarifikasi dan permintaan maaf kepada mahasiswa.

“Langsung kami meminta saudara Bambang mengklarifikasi perkataannya dan meminta maaf atas ungkapan tersebut. Dan alhamdulillah beliau menyadarinya dan langsung mengadakan pertemuan dengan kami sekaligus meminta maaf,”jelas Imam Rifai, Ketua HMI cabang Pacitan.

Pernyataan sikap penolakan kenaikan harga BBM, yang dilakukan sejumlah mahasiswa ini kabarnya tidak akan berhenti hanya saat ini saja. Mereka akan melakukan aksi yang sama jika tidak ada tindak lanjut yang jelas dari DPRD Pacitan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penyataan dari anggota komisi satu DPRD Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.