Prihatin Kejadian Bunuh Diri Meningkat, Dewan Desak Pemkab Pacitan Segera Bersikap

oleh -Dibaca 2,290 kali
Anggota Komisi II DPRD Pacitan Ririn Subiyanti. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Kejadian bunuh diri yang meningkat dalam kurun waktu sepekan belakangan di Pacitan membuat berbagai pihak merasa prihatin.

Salah satunya adalah anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan Ririn Subianti.

Setidaknya, ada tiga kasus bunuh diri dalam kurun waktu sepekan belakangan di Pacitan. Yang pertama adalah kejadian bunuh diri yang dilakukan oleh perempuan muda berinisial SF, yang bunuh diri dengan cara meminum racun tikus.

Kejadian kedua terjadi pada Rabu (13/7/2022). Seorang pria paruh baya, Hadi Ismanto, warga Desa Nanggungan, Kecamatan Pacitan ini bunuh diri dengan cara gantung diri di rumahnya.

Sehari berselang, kasus bunuh diri kembali terjadi. Kali ini, seorang pria lanjut usia bernama Mispani, dari Desa Katipugal, Kecamatan Kebonagung bunuh diri dengan cara gantung diri.

Tiga kejadian dalam kurun waktu sepekan tersebut memantik keprihatinan Ririn yang juga mitra kerja Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Pacitan ini.

“Sangat sedih, prihatin dengan kasus bunuh diri beruntun di Pacitan,”katanya saat dihubungi Pacitanku.com, Jumat (15/7/2022) di Pacitan.

Perempuan yang juga aktif membina berbagai majelis taklim perempuan di Pacitan ini menyebut kejadian ini menjadi salah satu indikator lemahnya kesehatan mental dan spiritual masyarakat di Pacitan.

“Ini indikator bahwa kondisi kesehatan mental spiritual masyarakat kita sedang tidak baik-baik saja,”tandas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Hal itu, kata Ririn, dibuktikan dari tiga kasus bunuh diri beruntun tersebut, semuanya dilatar belakangi keputus asaan atas apa yang dialami.

“(Penyebabnya) bisa soal ekonomi, kesehatan, dan masalah lain yang dirasa berat. Di sisi lain, spiritualitasnya rendah,”jelas dia.

Atas kondisi itu, Ririn menyebut perlu penanganan dan menjadi tanggung jawab bersama semua elemen, salah satunya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan.”Kita semua perlu waspada. ini tanggung jawab kita bersama,”ujar dia.

Ririn juga mendesak Pemkab terus menggalakkan program-program penguatan mental spiritual dengan menggandeng berbagai pihak.

“Pemerintah harus segera bersikap, bisa saja melalui program sosialisasi dan penyuluhan-penyuluhan seputar kesehatan mental spiritual, tentunya dengan bersinergi dengan berbagai pihak,”papar dia.

Pemerintah, kata Ririn, juga penting untuk melibatkan para psikolog, tokoh Agama, dan tokoh masyarakat dalam kerja bersama tersebut.“Saling berbagi peran dalam rangka mencegah terjadinya kasus yang lebih banyak,”pungkasnya.

Video Bu Ririn dan Kiprah Perjuangan Perempuan di Dunia Politik Pacitan

No More Posts Available.

No more pages to load.