Kasus Positif Corona di Pacitan Bertambah 1, Jumlah Pasien Aktif Meningkat Jadi 6

oleh -13288 views
Jubir tim komunikasi publik GTPP COVID-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto saat konferensi pers, Kamis (9/7/2020). (Foto: Sulthan Salahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pacitan kembali merilis adanya penambahan jumlah kasus pasien terkonfirmasi COVID-19 pada Kamis (24/9/2020).

Juru bicara tim komunikasi publik GTPP COVID-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto saat dikonfirmasi Pacitanku.com pada Kamis sore membenarkan adanya penambahan kasus positif COVID-19 di Pacitan.

“Kembali lagi GTPP menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-sebesarnya, karena sampai dengan saat ini gugus tugas belum bisa mengerem laju pertambahan kasus covid-19 yang ada di Pacitan, karena pada hari terjadi lagi penambahan 1 kasus terkonfirmasi dari pelaku perjalnaan yang ada Riwayat datang dari Jakarta,”kata Rachmad.

Menurut Rachmad, pasien yang bersangkutan berjenis kelamin perempuan dan berusia sekitar 45 tahun asal dari Kecamatan Ngadirojo Pacitan.

“Jadi tadi malam dinyatakan positif oleh Lab Surabaya, yang bersangkutan langsung hari ini dijemput ke wisma atelet,”ujarnya.

Dengan penambahan 1 pasien positif tersebut, Rachmad mengatakan total kasus terkonfirmasi sejak kasus pertama berjumlah 103 orang.“Dari 103 tersebut, saat ini yang dirawat berarti 6 orang, yang meninggal 3 orang, sehingga yang sembuh ada 94,”ujar pria yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pacitan ini.

Dengan kondisi tersebut, Rachmad kembali mengingatkan masyarakat Pacitan untuk secara sadar melaksanakan protokol kesehatan (Prokes).

 “Yang penting adalah 3 M, bagaimana kita selalu disiplin memakai masker, kedua disiplin untuk mencuci tangan pakai sabun, yang ketiga disiplin untuk menjaga jarak berinteraksi sosial dengan masyarakat,”jelasnya.

Selain itu, kata Rachmad, kalau tidak ada kebutuhan yang amat sangat mendesak agar menghindari perjalanan ke luar kota.

“Apalagi bepergian ke daerah yang jadi episenter, sekarang kasus nasional rata-rata per hari di atas 4 ribu kasus, tentu ini membuat kita prihatin dan kita masih dibayang-bayangi COVID-19, sehingga tidak ada kata lain dengan disiplin protokol kesehatan, karena hanya disiplin protokol kesehatan yang dapat mencegah COVID-19,”pungkasnya.

Pewarta: Dwi Purnawan