Pergi Tanpa Pamit, Seorang Kakek di Kebonagung Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Gantung Diri

oleh -13340 views

Pacitanku.com, PACITAN – Kasus gantung diri kembali terjadi di wilayah hukum Mapolres Pacitan. Kali ini, kakek bernama Katwadi, warga RT 01/RW 02, Dusun Kedungdowo, Desa Wonogondo, Kecamatan Kebonagung, meninggal dunia akibat gantung diri disebatang pohon tak jauh dari kediamannya.

Menurut Kapolsek Kebonagung, AKP Joni, kasus gantung diri yang mengakibatkan kakek berusia 75 tahun itu meninggal, terjadi sekira pukul 06.00 WIB, Rabu (12/8/2020). Namun polisi menerima laporan warga sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut keterangan sejumlah saksi, lanjut Joni, sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, kakek yang setiap harinya berprofesi sebagai petani itu pergi meninggalkan rumah tanpa pamit, sekitar pukul 05.30 Wib.

Pihak keluarga cemas, lantaran anggota keluarganya yang sudah sepuh itu pergi meninggalkan rumah, tanpa ada pesan apapun. Tak lama berselang, beberapa warga berusaha mencari keberadaan korban diseputaran kebun.

Sejurus kemudian, warga kaget tidak kepalang begitu mendapati Katwadi sudah tergantung dengan seutas tali tampar dibawah pohon.

Polisi berupaya melepaskan ikatan Kakek gantung diri, Rabu (12/8/2020).

“Warga langsung menghubungi Polsek. Tak lama kemudian, kami bersama beberapa anggota dan petugas dari puskesmas mendatangi TKP guna melakukan evakuasi korban yang saat itu masih tergantung di sebuah pohon,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh tim medis dari puskesmas Wonogondo, ditemukan alat kelamin korban mengeluarkan sperma. Sehingga disimpulkan sementara, korban bunuh diri dengan cara gantung diri. Selanjutnya petugas medis didampingi anggota Polsek Kebonagung dipimpin Kapolsek Kebonagung menurunkan korban,” bebernya.

Menurut AKP Joni, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, lantaran himpitan ekonomi.

“Sementara dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiaya tehadap jasad korban. Saat ini tengah dilakukan visum at repertum tehadap jasad korban. Setelah itu, jenazah akan diserahkan ke pihak keluarga guna dikebumikan,” pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan