Disparpora Pacitan Siapkan Pariwisata di Masa New Normal Mengacu Kepada Sehat, Bersih dan Aman

oleh -13443 views
Pemandangan Watu Narada di pantai Buyutan yang elok. (Foto: Arif Sasono)
Tempat Wisata Pacitan, Pemandangan Watu Narada di pantai Buyutan yang elok. (Foto: Arif Sasono)

Pacitanku.com, PACITAN – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan tengah menyiapkan pembukaan kembali pariwisata di Kabupaten Pacitan di masa tatanan normal baru atau new normal.

Kepala Disparpora Pacitan Tengku Andi Faliandra saat berbincang dengan Pacitanku.com, Rabu (10/6/2020) di ruang kerjanya di kantor Disparpora Pacitan, Jalan WR Supratman nomor 20 A, Kriyan, Sidoharjo, Pacitan menyampaikan persiapan pariwisata di era new normal tersebut sesuai dengan arahan Presiden dan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

“Kita dalam melakukan kebijakan itu kita harus satu persepsi, bahwa sampai dengan saat ini corona itu belum selesai, jadi kondisi pariwisata sekarang ini bukan pasca, tetapi sekarang ini dalam kondisi pandemi itu masih berjalan, masih ada penularan di seluruh Indonesia, ada kawasan-kawasan yang sangat tertinggi, ada yang sedang, ada yang sudah menurun. Itu harus dipahami bersama,”jelas pria yang akrab disapa Andi ini.

Selanjutnya, karena posisi masih pandemi, Andi menuturkan pembangunan dan pembukaan pariwisata di Pacitan akan mengacu tiga hal, yakni sehat, bersih dan aman.

“Pariwisata yang kita akan bangun dalam new normal itu harus mengacu kepada sehat, bersih dan aman, bersih, bagi kita semua kawasan wisata kita itu tidak ada kata-kata lagi itu, oh bersih itu sekarang nomor dua lah, sambil berjalan aja, ndak bisa sekarang, sekarang kondisi bersih itu harus kita ikuti dari sekarang, bersih dalam memberi pelayanan dan bersih yang melayani, sehingga orang-orang yang melayani itu harus bersih,”ungkapnya.

Tengku Andi Faliandra Kadisparpora Pacitan. (Foto: Sulthan Salahuddin)

Baca juga: Terdampak Pandemi, Target PAD Pariwisata di Pacitan Tahun 2020 Turun

Yang kedua, kata Andi, harus sehat. Makna sehat, kata Andi, adalah mengacu kepada protokol kesehatan pencegahan coronavirus disease 2019 (COVID-19).

“Jadi misalnya ini pedagang-pedagang yang berada disitu, dia tidak bisa mengatakan lokasi kotor, terus menggunakan, misal yang paling ringan lah, ya, orang nyuci piring misalnya, kalau dulu model tiga ember selesai, ndak bisa sekarang, sekarang harus menggunakan air yang mengalir, menggunakan sabun, itu harus kita lakukan perubahan,”papar Andi.

Selain itu, wisatawan yang hadir juga harus punya standarisasi sehat dengan menjalankan protokol keehatan. Para wisatawan, menurut Andi, harus bersih dan sehat.

“Kemudian yang ketiga aman, aman itu dari sisi pemerintah, dari sisi kepolisian bisa menjamin, bisa menggaransi bahwa lokasi kita itu aman. Kan kita lihat banyak kejadian-kejadian orang-orang yang dengan pandemi ini mempunyai aturan-aturan yang sangat ketat. Nah di daerah wisata tidak bisa seperti itu, ada jaminan keamanan bagi pelaksana wisata dan wisatawan yang hadir itu, untuk aman,”pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, Bupati Pacitan menerbitkan surat edaran (SE) nomor 443/198/408.21/2020 pada Jumat (29/5/2020) lalu yang memuat tentang pembatasan sosial untuk kawasan wisata, hotel, restaurant, dan tempat hiburan di kabupaten Pacitan. Dalam SE tersebut disebutkan kawasan wisata mulai dibuka per 18 Juni 2020 mendatang.

Pewarta: Sulthan Salahuddin
Editor: Dwi Purnawan

Video Siapkah Pariwisata Pacitan Menuju New Normal?