Gugus Tugas Pertimbangkan Wisma Atlet Sebagai Lokasi Karantina Lagi

oleh -13212 views
Jubir gugus tugas COVID-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Pacitanku.com, PACITAN – Satuan gugus tugas (satgas) percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pacitan, sepertinya akan kembali memanfaatkan wisma atlet Pacitan sebagai lokasi karantina.

Sebelumnya, wisma atlet sendiri dicabut penggunaannya sebagai lokasi karantina lantaran kurang efisiennya kawasan tersebut, utamanya dari sisi anggaran.

Baca juga: Dinilai tak Efisien, Penggunaan Wisma Atlet Pacitan Sebagai Lokasi Karantina Dihentikan

Juru bicara percepatan penanganan COVID-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, mengatakan, awalnya memang gugus tugas hendak memanfaatkan kembali wisma atlet sebagai lokasi karantina, bagi santri dan santriwati, yang pulang dari pemondokan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fattah, Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.

“Tapi gugus tugas masih membahas kembali. Kami belum bisa memastikan apakah wisma atlet akan kembali dipergunakan sebagai lokasi karantina ataukah tidak,” kata Rachmad, Ahad (26/4).

Menurut Rachmad, gugus tugas sangat mempertimbangkan aspek psikologis bagi santri dan santriwati yang hendak dikarantina. Apalagi usia mereka masih sangat belia.

“Kalau mereka dikirim ke pondok, pasti mereka senang. Sebab tujuannya kan kesana (ponpes). Tetapi kalau mereka dikirim ke wisma atlet untuk dikarantina, kami khawatir mereka akan ketakutan. Tentu kondisi ini sangat memengaruhi psikologis mereka. Ini yang masih dijadikan bahan pertimbangan oleh gugus tugas,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Pondok Pesantren Al Fattah, Temboro, Kabupaten Magetan, merupakan kluster baru COVID-19. Itu setelah adanya 40 santri yang dipulangkan ke negara asalnya di Malaysia.

Setelah dilakukan uji Swab oleh Kementrian Kesehatan Malaysia, ke empat puluh santri dari Temboro tersebut ternyata positif COVID-19.

Sementara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Pemkab Pacitan, menemukan sebanyak 28 santri dan santriwati asal Ponpes Al Fattah Temboro, yang pulang ke Pacitan. Mereka pulang kampung dengan dijemput anggota keluarganya. Sehingga jumlah santri dan keluarga ada sekitar 60 orang.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan