Puti Guntur Ziarah Makam KH Umar Tumbu dan Kunjungi Kerajinan Batu Akik Pacitan

oleh -132.287 views
Puti Guntur saat ziarah makam KH Umar Syahid. (Foto: Dok Tim Media Puti Guntur Soekarno)

Pacitanku.com, DONOROJO – Calon Wakil Gubernur nomor urut 2 Jawa Timur, Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri atau akrab disapa Mbak Puti mengunjungi makam KH Umar Syahid atau mbah Umar Tumbu di Desa/Kecamatan Donorojo, Pacitan pada Selasa (3/4/2018). Selain ziarah makam ulama kharismatik Pacitan tersebut, Puti Guntur juga mengunjungi sentra kerajinan batu akik di Pacitan.

Baca juga: Kisah Hidup Sosok Mbah Umar Tumbu, Ulama Kharismatik dari Pacitan

Saat mengunjungi makam, Puti nampak khusyuk bertawasul di pusara Mbah Umar Tumbu dan istrinya, Nyai Boirah. Dia menyebut sosok bahwa Mbah Umar Tumbu merupakan tokoh daerah yang merajut perjuangan Islam di Pacitan.

“Bukan tidak mungkin Mbah Umar akan diangkat menjadi pahlawan, kalau kriterianya memenuhi sesuai ketentuan undang-undang tentang gelar nomor 20 tahun 2009, bisa saja diangkat menjadi Pahlawan,”ujarnya.

DI hari yang sama, Puti juga mengunjungi sentra kerajinan batu akik “Isa ku Iki” milik Ketua DPC PDIP Kabupaten Pacitan Mardiyanto yang terletak di Jalan Pawonsari Desa Gendaran, Donorojo.

Baca juga: Puti Guntur Gerilya Dukungan di Kampung Halaman SBY

Puti berkesempatan untuk melihat secara langsung proses pengamplasan batu akik. Perempuan yang juga cucu Proklamator RI Soekarno itu mengatakan dirinya bersama Gus Ipul dan dirinya akan mengangkat perajin batu akik lewat program Superstar (Sentra UMKM, dan Pemberdayaan Start Up).

Mbak Puti sendiri menyadari bahwa batu akik memang menjadi andalan Pacitan dan dengan adanya program Superstar, nantinya pemprov akan memberikan pelatihan kepada Pokdarwis dan para perajin, sehingga baik wisata alam maupun kerajinan tangannya bisa semakin baik.

Selain di wilayah Kecamatan Donorojo, Puti juga mengunjungi pasar batu mulia yang sudah dikemas menjadi pernak pernik kerajinan di kawasan wisata Goa Tabuhan di Desa Wareng, Kecamatan Punung. Berada di tempat tersebut, Puti memborong berbagai jenis kerajinan untuk dibawa pulang.