Berkah Saat Bencana: Jual Batu Sisa Material Longsor Tegalombo

oleh
longsor
Foto: Paradigma Bangsa

Pacitanku.com, TEGALOMBO – Tebing setinggi 50 meter di Dusun Degel, Desa Ngreco, longsor pada Rabu (2/11/2016). Bongkahan batu besar menggelinding dan sempat memenuhi jalanan utama Pacitan-Ponorogo di KM 29 itu.

Meski sempat macet, namun kemacetan akhirnya bisa diurai setelah pihak UPT Bina Marga Jatim wilayah Pacitan mengerahkan alat berat ke lokasi longsor. Petugas menerapkan sistem buka-tutup selama membersihkan material longsor.

Walaupun terjadi bencana, rupanya peristiwa longsor di siang hari tersebut menjadi berkah bagi masyarakat setempat. Purwanto, warga setempat, menjelaskan bahwa bongkahan batu tanah longsor tersebut dimanfaatkan warga untuk dijual ke pemborong.

“Mereka memanfaatkan bongkahan batu sisa material longsor tersebut untuk dijual ke sejumlah pemborong, sebelumnya, batu-batu itu dipecah,’’ katanya.

Memang, daerah di sepanjang Tegalombo merupakan daerah rawan longsor.’’Setiap kali hujan, sejumlah tebing yang menjulang di samping badan jalan sering longsor,’’ tambahnya.




Berdasar pemetaan UPT Bina Marga Provinsi Jatim, sejumlah lokasi di jalan raya Pacitan–Ponorogo memang rawan longsor. Mulai Desa Gegeran, Kecamatan Arjosari, hingga Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo. Bahkan, petugas menemukan beberapa tebing yang mulai retak.

Baca juga: Longsor Tegalombo: Bongkahan Batu Besar Sempat Tutup Jalan Utama

Kasi Jalan UPT Bina Marga dan Provinsi Jatim Budihari Santoso menerangkan, kondisi tersebut dipicu letak tebing yang labil karena sisa terjangan longsor beberapa hari lalu. Saat ini pihaknya hanya bisa memasang papan peringatan bahaya longsor.

Terpisah, Kepala Seksi Kedarutan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Pujono mengimbau kepada warga yang tinggal di dekat tebing dan pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat hujan turun.

Seiring meningkatnya curah hujan maka bencana akan meningkat pula. Puncak hujan diperkirakan berlangsung antara Desember 2016 hingga Februari 2017 nanti. Daerah-daerah rawan banjir, longsor dan puting beliung berpotensi tinggi mengalami bencana. Risikonya tinggi karena kerentanan juga masih tinggi sementara itu kapasitas masih terbatas.

“Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaannya. Cermati peringatan dini cuaca dari BMKG. Perhatikan kondisi lingkungan di sekitar yang dapat berpotensi menimbulkan bencana. Bencana terjadi saat kita tidak siap,”pesan Kepala pusat data, informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. (RAPP002)