Gubernur: Guru Berperan Siapkan 12 Juta Generasi Bonus Demografi 2045

oleh -Dibaca 598 kali

Pacitanku.com, PASURUAN – Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo menilai peran guru mempersiapkan generasi bonus demografi sebanyak 12 juta anak menjadi generasi produktif.

Hal tersebut disampaikan oleh Soekarwo saat menyampaikan sambutan dalam Hari Guru nasional, Hari Aksara Internasional, dan HUT PGRI ke 70  di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Kabupaten Pasuruan, Sabtu  (21/11) malam lalu.

Menurut pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini, tantangan sekaligus peluang adalah pada tahun 2045, dimana ada generasi bonus demografi 12 juta anak muda hebat di Jatim yang memerlukan guru yang hebat.

“Saya bergandengan tangan dengan PGRI untuk menjadikan guru-guru hebat. Orang hebat di Jatim, orang-orang yang telah mendidik kita semua harus dilindungi, terutama yang masih honorer. Perjuangan yang paling baik adalah dialog dan fakta yang rasional,” ujarnya, dilansir laman Pemprov Jatim, Senin (23/11/2015).

Lebih lanjut, saat ini salah satu kekuatan guru adalah bersatunya organisasi profesi guru yang jumlahnya sangat besar, dengan pemda provinsi maupun kabupaten dan kota dan kalangan pengamat pendidikan.

Sehingga, Pakde Karwo berharap, jika ingin bonus demografi itu menjadi produktif, maka guru adalah mesin didalam proses atau memproduk anak Indonesia di tahun 2045 menjadi generasi emas.

“Saya dengan Pak Wagub dan seluruh bupati dan Legislatif (komisi E) bergandengan tangan, kita harus mendidik menyiapkan bonus demografi yang jumlahnya 12 juta menjadi sangat produktif, bukan sebaliknya anak-anak yang menjadi beban pembangunan, karena saat ini, teknologi telah menguasai kehidupan, maka yang menang adalah yang cepat bukan yang besar. Inilah proses-proses pendidikan baru terutama menghadapi 100 tahun kemedekaan RI di tahun 2045,” bebernya.

Menurut Pakde Karwo, salah satu kekhasan Jatim adalah hampir semua anak muda atau para murid adalah petarung yang hebat di berbagai tempat, karena gurunya meneteskan semangat kejuangan yang hebat kepada anaknya, inilah yang disebut pembangunan karakter.

Selain itu, dalam jangka pendek, Pakde Karwo juga mengingatkan mulai awal tahun 2016, agenda Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan terlaksana. Tantangan negara tanpa batas antar negara ASEAN mulai1 Januari 2016 barang dan jasa bebas keluar masuk antar negara ASEAN. Sehingga, Pakde Karwo berharap, bahwa pemerintah dan guru harus melakukan perlindungan terhadap pendidikan di Jatim.

“Kita harus  membuat perda yang melindungi kekhasan silabi pendidikan Jatim. Yaitu kultural kewilayahan dan basis ideologi Pancasila harus dimasukkan kedalam konsep pendidikan di Jatim, sehingga  orang luar yang mau masuk ke Indonesia tidak terlalu mudah,” tandasnya.

Peringatan Hari Guru Nasional, Hari Aksara Internasional, dan HUT PGRI digelar untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen budaya mutu di kalangan guru dan pemangku kepentingan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa terhadap pentingnya  pendidikan yang berkualitas. (put/Jatimprov/RAPP002)