Fakta Unik Pantai Klayar Pacitan Masuk Acara On The Spot

oleh
Pantai Klayar saat siang hari dari atas (Dok.Pacitanku)
Pantai Klayar saat siang hari dari atas (Dok.Pacitanku)
Pantai Klayar saat siang hari dari atas (Dok.Pacitanku)
Pantai Klayar saat siang hari dari atas (Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, DONOROJO – Tak salah jika menyebut Pantai Klayar sebagai pantai yang memiliki sejuta pesona keindahan alam. Hal itu nampak saat sebuah acara di stasiun televisi swasta, On The Spot menayangkan berbagai fakta unik seputar pantai Klayar yang terletak di Desa Sendang, Donorojo, Pacitan ini, Rabu (14/5/2014) malam WIB.

Berikut teks dan videonya yang diunggah di youtube.

Kota Pacitan Jawa Timur, kota di selatan pulau jawa ini dikenal dengan kota 1001 goa. Ya, julukan ini bukan tanpa dasar, lantaran di kota kelahiran pak SBY ini terdapat beberapa goa yang terdapat destinasi wisata para pelancong, seperti goa gong, goa yang disebut sebagai goa terindah se – asia tenggara, belum lagi goa tabuhan, selain indah goa tabuhan memiliki keistimewaan tersendiri, ketika anda memukul stalagtit dan stalagmit di goa ini maka akan keluar suara seperti alat musik gamelan.

Namun tak hanya itu, di kota pacitan juga terdapat salah satu destinasi wisata favorit para wisatawan, baik lokal dan mancangera, inilah Pantai Klayar. Faktanya, selain pesona keindahan pantainya, pantai klayar juga menyimpan berbagai fenomena unik, diantaranya adalah seruling samudera, adanya patung menyerupai patung sphinx di mesir, serta mitos – mitos sumur yang tersembunyi. Pemirsa, inilah berbagai fenomena unik di Pantai Klayar.

Pantai klayar berada pada 35 km arah barat dari Kota Pacitan. Perjalanan menuju pantai dapat ditempuh selama sekitar tiga hingga empat jam dari kota Jogjakarta. Perjalanan menuju Pantai Klayar bisa dibilang tidak mudah, karena harus melewati medan yang cukup sulit, ditambah dengan adanya tanjakan, turunan dan tikungan berkelok – kelok. Namun percayalah, berbagai usaha melelahkan ini akan terbayarkan ketika melihat suasana pantai nan indah, dengan deburan ombak tinggi khas pantai – pantai di pesisir selatan.

Pasir putih dan tebing – tebing batu menjulang menambah kesan eksotik pantai ini. Disebut Pantai Klayar karena konon pada zaman dahulu  terdapat sebuah kapal terdampar disini akibat terjangan ombak besar, dalam bahasa jawa istilah ini disebut dengan glayar, oleh karena itu disebut klayar.

“Pantai Klayar itu dulunya memang ada orang tedampar, zaman dulu terdampar ke pantai klayar. Dampar ini pakai perahu kecil, perahu kecil itu seperti perahu sampan, karena badai dari arah timur itu dampar ke pantai klayar. Dampar terbalik, klayar itu belum ada namanya, setelah itu dinamakan Klayar, karena terdampar,” kata Suhardi, pengawas Pantai Klayar.

Namun ada juga yang mengatakan jika pantai ini dinamakan Klayar dari kata klayar – kluyur yang berarti jalan – jalan.

Terdapat berbagai fenomena unik di Pantai Klayar, fenomena ini berada di tempat tersembunyi dan merupakan area cukup berbahaya, sehingga pengunjung dilarang masuk ke kawasan ini kecuali dengan didampingi oleh pengawas pantai. Dan saat tim on the spot berkunjung ke Pantai Klayar, kami ditemani oleh pengawas pantai Pak Suhardi dan Mbah Waridjan, sehingga kami dapat melihat fenomena unik dibalik tebing batu tinggi ini.

Fenomena unik itu diantaranya adalah seruling samudera. Terdapat sebuah lubag kecil yang dapat menyemburkan air cukup tinggi. Kabarnya fenomena ini mengeluarkan bunyi seperti seruling. Waktu yang tepat untuk melihat fenomena seruling samudera ini adalah ketika air laut mulai pasang, yakni pada pukul 09.00 pagi dan jam 04.00 sore. Pada saat itu air akan menyembur keluar melalui lubang kecil ketika ombak – ombak memasuki celah – celah kecil di batu karang, semburannya menjulang tinggi.

Wah sungguh menakjubkan, dan yang lebih menakjubkan lagi, akibat semburan air laut ini, kita dapat melihat pendaran cahaya pelangi yang indah. Kemudian bila ombak sedang pasang, air laut yang keluar dari lubang ini bisa mencapai ketinggian 15 meter. Dan sudah pasti, jika ombak sedang tinggi dan besar, pengunjung tidak boleh memasuki kawasan ini, karena sangat berbahaya. Sehingga anda hanya dapat menyaksikan fenomena menakjubkan ini dari kejauhan.

Menurut penuturan pak Suhardi, air mancur atau seruling samudera ini telah ada sejak zaman dahulu. Namun penamaan seruling samudera baru disematkan ketika Dinas Pariwisata mengelola pantai ini pada 2004. Disebut seruling samudera karena air yang menyembur tinggi ini mengeluarkan suara seperti suara seruling dan terletak di lautan atau samudera.

Fenomena inilah yang menjadi magnet bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara seperti Prancis, Amerika dan Australia untuk datang ke pantai nan elok ini. Sayangnya menurut penuturan tetua setempat, mbah Waridjan, suara seruling dari dalam lubang hanya terdengar sesekali saja.

Tak hanya seruling Samudera, di Pantai Klayar juga terdapat fenomena unik lainnya, yakni adanya tebing batu dengan ketinggian sekitar 9 meter. Tak sekedar tebing batu, tapi lihatlah, bentuknya menyerupai patung Sphinx di Mesir. Ya, batu ini terbentuk menyerupai Sphinx di Mesir bukan karena pahatan, melainkan terbentuk alami akibat terkikis hempasan ombak terus – menerus selama berjuta – juta tahun.

Dan memang, batu ini terlihat seperti memiliki hidung, mata dan mulut. Di belakang batu berbentuk seperti wajah manusia ini terdapat batu lainnya yang terlihat seolah – olah menjadi tubuhnya. Dan bila dilihat dari kejauhan, terlihat seperti patung duduk berwajah manusia dan berbadan singa.

Menurut penuturan pak Suhardi, sebelum dinamakan mirip patung Sphinx, dahulu penduduk sekitar menamakan batu ini dengan nama watulumbung. Dan konon dulunya di lokasi ini sempat terdengar seperti lagu – lagu yang dihasilkan dari alat musik gamelan.

“Zaman kecil saya belum ada, namanya tivi radio itu belum ada. Dan sering masyarakat itu mendengar, mendengar bunyi – bunyian kesenian Jawa di lokasi pantai itu. Ya, terus semua masyarakat yang sepuh disini dinamakan batulumbung, karena batulumbung itu wadah, lumbung itu kan wadah, jadi dinamakan batulumbung, kalau sekarang ini dialihkan nama batu sphinx,” jelas Suhardi.

Selain fenomena – fenomena unik di pantai klayar terdapat juga tiga lubang air atau biasa disebut sumur oleh warga setempat. Ketiga sumur ini terletak di celah – celah batu karang di belakang tebing batu. Lokasinya tak jauh dari tempat seruling samudera. Sumur pertama dan terbesar adalah sumur yang dahulu digunakan untuk memandikan dan mengobati kuda yang berlomba.

Menurut penuturan Mbah Waridjan, tempat ini dahulu digunakan sebagai tempat ajang balap kuda. Sementara sumur kedua bernama sumur Suranyata dan sumur ketiga yang paling kecil bernama sumur Cindelaras. Ada yang menarik dari mitos sumur Suranyata atau Tirtaswara ini.

Menurut penuturan mbah Waridjan, sumur yang juga tempat mandi ayam – ayam jago ini memiliki berbagai khasiat. Mitosnya jika anda membasuhkan wajah dengan air ini, maka wajah anda akan memancarkan aura kebaikan. Air disini juga dikabarkan membawa berkah bagi yang percaya. Kabarnya beberapa calon anggota legislatif peserta pemilu kemarin sempat kesini untuk mendapat berkah.

Terlepas dari semua itu, keindahan serta keunikan pantai Klayar di Pacitan ini bisa menjadi salah satu referensi liburan bagi anda dan keluarga untuk relaksasi dengan diiringi suara deburan ombak yang membuat pikiran dan tubuh menjadi tenang.

Nah pemirsa, itulah tadi berbagai fakta unik tentang seruling samudera dan batu karang menyerupai patung sphinx di Pantai Klayar Pacitan.

 

Dituliskan ulang oleh : Robby Agustav/Tim Pacitanku