Sebanyak 1.000 Kentongan Semarakkan Puncak Festival Kentong Aji Kecamatan Sudimoro Pacitan

oleh -7779 Dilihat
Sebanyak 1.000 kentongan dari 10 desa di Kecamatan Sudimoro menyemarakkan puncak festival Kentong Aji pada Senin (27/11/2023) malam di lapangan SUkorejo, Kecamatan Sudimoro. (Foto: Resi Wulandari/Pacitanku)

Pacitanku.com, SUDIMORO – Sebanyak 1.000 kentongan dari 10 desa di Kecamatan Sudimoro menyemarakkan puncak festival Kentong Aji pada Senin (27/11/2023) malam di lapangan Sukorejo, Kecamatan Sudimoro.

Muhammad Ali, salah satu panitia festival Kentong Aji saat dikonfirmasi Pacitanku.com mengatakan kegiatan festival kentong aji ini diselenggarakan dengan mengambil tema jangan pernah menghilangkan peninggalan pra leluruh jaman dulu.

Event budaya festival Kentong aji ini menjadi yang perdana karena baru digelar tahun ini. Kedepan direncanakan juga akan menjadi event tahunan di kecamatan Sudimoro.

Festival budaya Kentong Aji ini diawali 1000 warga berjalan arak-arakan membawa tumpeng hasil bumi sambil membunyikan kentongan menuju lapangan Desa Sukorejo.

Harmonisasi kentongan yang dimainkan warga menjadi bentuk harmonisasi masyarakat, riuh bebunyian kentongan diolah dan di tuntun oleh pemandu dengan tetabuhan yang sarat makna bergerak bersama saling bersahutan menyimbolkan warga Sudimoro menyatu mewujudkan masyarakat bahagia berbudaya.

Sebanyak 1.000 kentongan dari 10 desa di Kecamatan Sudimoro menyemarakkan puncak festival Kentong Aji pada Senin (27/11/2023) malam di lapangan SUkorejo, Kecamatan Sudimoro. (Foto: Resi Wulandari/Pacitanku)

Tak hanya diisi oleh budayawan lokal, festival Kentong Aji 2023 ini juga dimeriahkan oleh budayawan luar daerah hingga mancanegara, yakni Ayu Wardani Sragen, Eling budhaya Tulungagung hingga Y Meneses Orduno dari Meksiko.

Adapun untuk festival budaya menghadirkan Langen bekso masal, seni gemblukan Klepu, Sekar Arum Punung, Ngesti Laras Pringkuku, Lakshita Budaya Pacitan, Krida Rahayu Ngadirojo, Keroncong Pacitan.

Untuk kegiatannya, kata dia, meriputi ziarah pepunden, pawai tumpeng diarak mulai dari Sumberejo menuju ke Lapangan Sukorejo yang terdapat 10 tumpeng agung, 60 Tumpeng Saji dan 1.000 kentongan, dan ‘ujud-ujud’ atau syukuran sedekah bumi 2023, dan festival budaya.

“Dinamankan kentong aji karena pada masa dahulu sudimoro terdiri dari perbukitan salah satu sarana untuk berkomunikasi adalah kentongan. Kita namai ketong aji karena kentongan itu aji atau sangat – sangat berarti bisa memberikan tanda, bisa menyatukan warga,”kata Ali.

Lebih lanjut, Ali menambahkan, kegiatan ini memang kita gelar satu acara untuk harapan ketika banyak orang berkumpul perekonomian berputar mulai dari UMKM, penjual lainnya juga laris manis.

Selain itu, imbuhnya, juga memberikan peluang untuk pelaku seni yang memang hanya untuk berkesenian.

“Kentong aji berkolaborasi dengan sedekah bumi, sedekah bumi itu mengajari kita untuk bersyukur dan berbagi kepada orang lain. Kalau filosifi orang jawa buceng itu nyebuto sing kenceng, maksudnya tetap ingatlah kepada Allah SWT. Dengan ingat dan sadar bahwa kita harus memanusiakan manusia kita harus berbagi dengan orang lain. Memberikan pelajaran kepada kita untuk berbagi,”jelas dia.

Ali mengatakan untuk tampilan kesenian itu sendiri yaitu dari komunitas seni yang datang untuk memeriahkan acara pada malam hari ini adalah mulai dari lokal Sudimoro, luar Sudimoro, luar Pacitan bahkan ada penampilan dari luar negeri.

“Itu semata-mata hanya memberikan dukungan kepada kita tanpa memiliki tendensi apa – apa kecuali hanya berkesenian saja,”ujar dia.

“Kesenian yang ditampilkan mulai dari jam 1 siang kita memberikan hiburan kepada seniman lokal gembrukan, kesenian sente were, kesenian karawitan, seksofon dari kecamatan Ngadirojo, Jaranan Tulungangun, tari remo, serta rontek dari Kecamatan Sudimoro,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.