Cara Polisi Atasi Peningkatan Volume Kendaraan ke Pantai Klayar Saat Libur Lebaran: Dialihkan ke Destinasi Lainnya

oleh -Dibaca 649 kali
ATUR LALU LINTAS. Sejumlah aparat Kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas di jalur wisata Pacitan di kawasan Pantai Klayar saat libur Lebaran. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pacitan menjadi salah satu pihak yang sangat sibuk dalam membantu kelancaran masa libur Lebaran tahun 2022 ini. Salah satunya adalah para polisi tersebut membantu menangani peningkatan volume kendaraan masyarakat yang mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Pacitan.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pacitan AKP Siswoyo saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon pada Senin (9/5/2022) di Pacitan mengatakan pihaknya memberikan fokus khusus kepada sejumlah destinasi wisata saat momen libur dan cuti bersama Lebaran pekan lalu.

“Kami sudah menempatkan personil di beberapa tempat, termasuk di posyan dan pos Pam, kemudian kami memberikan perhatian khusus kepada pariwisata, kami kemarin juga penebalan anggota yang kita fokuskan di arus pantai Klayar, Pantai Watukarung, kemudian Goa Gong, kemudian juga Banyutibo dan Buyutan sudah kita ploting anggota,”katanya.

Sejumlah cara pun dilakukan apparat kepolisian untuk menyiasati peningkatan volume kendaraan yang terjadi, utamanya bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Pantai Klayar yang menjadi salah satu destinasi favorit.

“Manakala kepadatan mulai banyak terus parkiran di Pantai Klayar itu penuh, kita tutup, kita alihkan ke wisata lain, contohnya Watukarung, Ngiroboyo, Sungai Maron, kemudian dari simpang tiga Kaliaren kita arahkan juga ke banyutibo, jadi kalau sudah tidak muat semua, lalu kemudian jika punung kita tutup sementara kita alihkan ke wisata di wilayah Kota, seperti Teleng Ria, Pancer Dorr dan sebagainya,”jelas AKP Siswoyo.

Kasatlantas mengatakan teknis pengalihan kendaraan yang dilakukan jajarannya dilakukan saat kawasan parkir Klayar penuh, pihaknya melakukan komunikasi dengan juru parkir dan unit Sabhara yang bertugas di Pantai Klayar.

“Ada banyak kali (buka tutup), karena pada saat parkiran di klayar itu penuh, kemudian kalau ada keluar kita hitung mobil keluar, kalau misalnya dari Klayar keluar mobil 10, kita masukkan 10 mobil, buka tutup kita tebalkan di simpang tiga kaliaren, sehingga yang jadi fokus paling penuh itu di kawasan Pantai Klayar,”papar Kasatlantas.

Peningkatan volume kendaraan itu, kata dia, karena keinginan masyarakat, utamanya dari luar wilayah Pacitan untuk berwisata ke Pantai Klayar sangat tinggi.

“Karena lonjakan estimasi yang masyarakat yang ke wisata itu banyak sekali, misalnya dari Bandung, Semarang, Jakarta, jadi mereka itu datang dari jauh ingin ke Klayar, yang notabene itu banyak sekali sehingga kepadatan meningkat, tapi ndak ada itu bahasa macet, masih peningkatan volume arus, kita tutup itu kapasitas parkirnya tidak ada atau penuh,”pungkasnya.