Kasus COVID-19 Meningkat, PPKM Pacitan Turun ke Level 3

oleh -Dibaca 1,299 kali
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Hendra Purwaka. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Trihariadi Hendra Purwaka menyebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pacitan kembali turun ke level 3.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2022 yang diteken oleh Mendagri M Tito Karnavian pada 7 Maret 2022, Pacitan masuk ke level 3 setelah sebelumnya berada di level 2.

“Jadi memang Pacitan kita (PPKM) menurun, dari level 2 menjadi level 3, saya juga cukup prihatin, mohon maaf semuanya,”kata pria yang akrab disapa Hendra ini, Rabu (8/3/2022) di Pacitan.

Terkait kondisi itu, Hendra mengajak semua untuk bekerja sama untuk menangani kasus COVID-19 yang terjadi.

“Melalui bagaimana kita bisa mencegah penularan, jadi memutus rantai penularan, upaya kaitannya dengan masyarakat 5 M minimal sekali tetap menggunakan masker, sehingga rantai penularan itu bisa terputus,”jelasnya.

Hendra mengakui, salah satu penyebab PPKM di Pacitan turun level adalah kasus COVID-19 yang akhir-akhir ini meningkat.

“Kasus harian rata-rata sekitar 30, kemarin itu 35, cukup banyak, itu yang ditest ya, itu beberapa itu dari luar, tentunya ini harus kita waspadai, karena penularannya (COVID-19) sangat cepat meskipun gejalanya sangat ringan,”jelas Hendra.

Lebih lanjut, Hendra mengatakan pihaknya mengupayakan jika ada orang yang bergekala akan dilakukan test. Namun demikian kendala di lapangan, kata dia, yang bergejala saja yang mau dites, sedangkan yang tidak bergejala beberapa tidak mau dilaksanakan tes.

“Untuk itu kita upayakan melakukan tracing dan testing yang massif, kita harapkan segera memutus rantai penularan, mohon kalau misalnya positif segera melakukan isoman, atau segera periksa dan segera kalau perlu di wisma atlet atau kalau bergejala di RS, dan sampai saat ini memang banyak yang isoman,”paparnya.

Selain itu, Hendra mengatakan untuk kasus COVID-19 itu pihaknya terus melakukan testing, tracing, ini kemudian treatment.

“Kemudian kita pun berupaya yang dimasyarakat memutus rantai penularan, bagaimana ini 3 M, jangan sampai mencegah kefatalan meningkatkan vaksinasi booster, karena dengan vaksin ini Insyaallah tidak mencegah tertular kalaupun sakit akan lebih irngan, masih bisa lebih produktif. Semoga dengan vaksin ini semuanya herd immunity tercapai,”pungkasnya.