Sowan Mbah Sutiman, Bupati Aji Mohon Izin Kembangkan Kethek Ogleng di Pacitan

oleh -Dibaca 492 kali
Bertemu Mbah Sutiman. Bupati Aji saat bertemu dengan Mbah Sutiman, belum lama ini. (Foto: Tangkapan layar Youtube Indrata Nur Bayuaji)

Pacitanku.com, PACITAN – Upaya pelestarian budaya asli Pacitan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan. Salah satu yang terus getol dilakukan adalah upaya pelestarian Kethek Ogleng yang merupakan kesenian dari Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan.

Tak tanggung-tanggung, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji langsung mengunjungi rumah pencipta kesenian Kethek Ogleng, Mbah Sutiman di Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan.

Dalam video yang diunggah di akun Youtube Indrata Nur Bayuaji, kendaraan Bupati yang juga memiliki hobi berkesenian itu menembus kabut dan menerjang lumpur di ketinggian dataran tinggi Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aji sekaligus memohon izin kepada sang pencipta seni Kethek Ogleng untuk mengembangkan kesenian yang terinspirasi dari gerakan kera tersebut.

“Mbah Sukiman, dalem ini atas nama pemerintah daerah, matursuwun kagem panjenengan, amargi dengan adanya tarian Kethek ogleng, Pacitan saget terangkat namanipun (Mbah Sukiman, saya atas nama Pemerintah Daerah, terimakasih kepada simbah karena dengan adanya tarian Kethek Ogleng ini Pacitan bisa terangkat namanya, red),”demikian kata-kata yang diungkapkan Bupati Aji saat bertemu sang pencipta seni tari Kethek Ogleng.

Lebih lanjut, Bupati juga memohon izin kepada Mbah Sutiman untuk mengembangkan Kethek Ogleng di Pacitan.

Kulo nyuwun pangestu panjenengan, nyuwun ijin kagem ngembangaken Kethek Ogleng wonten Pacitan. Mugi-mugi njenengan tansah sehat (Saya mohon doa restu dan izin kepada Mbah Sutiman untuk mengembangkan Kethek Ogleng di Pacitan, red),”imbuh Bupati.

Usai mengunggah video pertemuan dengan Mbah Sutiman, Bupati dalam unggahannya di Instagram akan melestarikan Kethek Ogleng ini dalam kegiatan penyambutan tamu dalam perayaan hari besar di Pacitan.

“Untuk melestarikan tarian Kethek Ogleng ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan seringkali menampilkannya sebagai tarian penyambutan tamu dalam acara perayaan Hari Besar di tingkat Kabupaten,”jelas Bupati dalam unggahannya.

Video budaya Kethek Ogleng Raih Prestasi

Video dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan terpilih sebagai juara terfavorit kategori Lomba Videografi Inovasi Digital Berbasis Kearifan Lokal. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Tak berselang lama usai sang Bupati mengunggah videonya bertemu Mbah Sutiman, kesenian Kethek Ogleng kembali mendapatkan penghargaan.

Kali ini, kesenian yang dibuat dalam video budaya oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan itu berhasil terpilih sebagai juara terfavorit kategori Lomba Videografi Inovasi Digital Berbasis Kearifan Lokal dalam rangka pameran hari aksara internasional ke-56 tingkat Provinsi Jawa Timur.

Mengutip siaran pers Humas Pemkab Pacitan, video yang mengangkat tentang budaya lokal Pacitan dari Desa Tokawi Kecamatan Nawangan yaitu Kethek Ogleng, selain terpilih sebagai juara terfavorit juga meraih juara 3 untuk kategori yang sama.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan diterima langsung Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji pada acara Peringatan Hari Aksara Internasional di eL Royale Hotel dan Resort Banyuwangi, hari ini, Sabtu (30/10/2021).

Sejarah Kethek Ogleng Pacitan

Tari Kethek Ogleng dari Tokawi Nawangan menghibur warga Pacitan. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Kethek Ogleng Pacitan sendiri merupakan seni budaya yang berasal dari Desa Tokawi Kecamatan Nawangan, yang diciptakan oleh Sutiman.

Setelah melalui perjalanan panjang, tarian yang diciptakan pada tanggal 1 Januari 1963 ini, akhirnya mendapatkan pengukuhan hak cipta yang dikeluarkan oleh Kementarian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)  pada tahun 2020.

Sebelumnya, Kethek Ogleng juga sudah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya tak benda di Indonesia pada tanggal 8 Oktober 2019 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Nama tarian Kethek Ogleng berasal dari bahasa Jawa. Kethek artinya Kera, sedangkan ogleng berasal dari bunyi gamelan yang mengiringinya. Maka tarian yang yang meniru tingkah laku kera ini dinamakan Kethek Ogleng. (red/DP)

Gerakan dasar Kethek Ogleng

No More Posts Available.

No more pages to load.