Handaya Aji Soroti Pemangkasan Anggaran Infrastruktur Jalan di Pacitan

oleh -Dibaca 704 kali
Handaya Aji saat menyampaikan pemandangan umum fraksi pada Senin (20/9/2021). (Foto: Putro Primanto)

Pacitanku.com, PACITAN – Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Handaya Aji menyoroti anggaran infrastruktur jalan Kabupaten di Pacitan.

Hal itu disampaikan oleh pria yang akrab disapa Yoyok ini saat adanya pemandangan Fraksi-fraksi dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (RAPBD-P) DPRD Kabupaten Pacitan tahun anggaran 2021.

“Ya kemarin kan terjadi refoccusing sejumlah Rp 60 miliar untuk dinas kesehatan, sehingga mengurangi pos pembangunan insfrastruktur. Namun disisi lain dalam Rancangan APBD-P 2021 ternyata belanja barang dan jasa mengalami kenaikan 13 persen atau senilai Rp 60 miliar sekian,”kata Yoyok saat menyampaikan pemandangan umum Fraksi GKP DPRD Pacitan, Senin (20/9/2021).

Lebih lanjut, Yoyok mengatakan jika penggunaan rencana belanja habis pakai dan barang jasa masih terlalu tinggi jika dibandingkan dengan anggaran lainnya.

“Kalau dilihat ini belanja habis pakai masih terlalu tinggi diantaranya alat tulis kantor, belanja kegiatan kertas dan cover juga mengalami kenaikan, belanja makan minum rapat, jasa-jasa honorarium juga mengalami kenaikan, tentu hal ini belum mencerminkan semangat refocusing,”papar dia.

Yoyok menyebut hal itu justru menyimpang jauh dari visi dan misi bupati dan wakil bupati Pacitan terpilih Indrata Nur Bayuaji dan Gagarin.

“Padahal visi misi bupati dan wakil bupati, yang pertama adalah perbaikan insfrastruktur, namun anggaran jalan Kabupaten malah justru dipangkas sampai 26 persen, di sisi lain ada biaya perjalanan dinas saat masa pandemi masih tinggi,”jelasnya.

Politisi asal Desa Losari, Kecamatan Tulakan ini lantas membandingkan contoh pada anggaran perjalanan dinas dengan pembangunan insfrastruktur yang dinilai belum mencerminkan visi dan misi tersebut,

“Jadi perbandingannya belanja perjalanan dinas itu Rp 43 M, sedangkan belanja modal insfrastruktur ini juga Rp 43 M sekian, tentu ini belum mencerminkan anggaran yang berpihak pada rakyat dan jauh dari visi misi dan RPJMD 2021,”tandasnya.

Memang, kata Yoyok, rencana tersebut belum selesai dalam pembahasannya. Namun dirinya akan memperjuangkan hal tersebut.

“Ya memang ini rencana dan belum selesai pembahasan, kami ya bismillah jika untuk rakyat ya akan memperjuangkan, tentu hal ini sebagai komitmen moral kami kepada masyarakat, amanah masyarakat, dan air mata masyarakat terkait penggunaan APBD 2021 ini,”pungkasnya.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan