Cerita Bupati Tentang Warga Watukarung yang Terangkat Perekonomiannya dari Sektor Wisata

oleh -Dibaca 576 kali
Pantai Watukarung. (Foto: Arif Sasono)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengungkapkan salah satu strategi untuk penataan wisata bahari di Pacitan kedepan adalah dengan peningkatan long of stay atau lama tinggal wisatawan.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Pacitan yang hobi berselancar atau surfing ini saat menjadi narasumber dalam kegiatan webinar nasional yang diselenggarakan oleh program studi (Prodi) Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hang Tuah Surabaya, pada Selasa (3/8/2021) secara daring.

“Jadi kedepan ini fokus kami salah satunya ke peningkatan bagaimana wisatawan bisa lebih lama tinggal di Pacitan. Dan alhamdulillah, dengan adanya kegiatan atau aktivitas selancar (surfing) itu sebelum (pandemi) COVID-19 itu, bisa minimal itu 1 minggu 2 minggu bahkan sampai dua bulan itu sangat banyak. Nah, itulah sebenarnya dampak yang betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat,”kata Bupati Aji.

Bupati kemudian menceritakan dampak ekonomi yang terasa seperti terjadi di Pantai Watukarung, Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku.

“Saya contohkan di salah satu pantai yang berada di Pacitan yaitu pantai Watukarung, dulu disana adalah tempat perikanan khusus di wilayah perikanan, kemudian waktu itu ditemukan ombak yang sangat bagus di watukarung itu, maka selain perikanan yang masih berjalan berkembang juga  sektor pariwisata,”jelasnya.

Saat itu, kata dia, banyak sekali wisatawan mancanegara yang tinggal di kawasan pantai yang dikenal dengan ombaknya yang cocok untuk olahraga selancar.

“Yang pada ada akhirnya waktu itu saya sampaikan kepada masyarakat yang tinggal di sana yang mempunyai rumah di sana, tolong sisakan satu kamar, kalau anda mempunyai kamar yang lebih dibuat bersih, layak, kamar mandi bagus, sewakan,”kata Bupati Aji.

Sehingga, saat itu, Bupati mengatakan masyarakat di kawasan wisata Desa Watukarung banyak yang membuat homestay atau rumah tinggal untuk wisatawan.

Bupati Aji saat menyampaikan paparan dalam webinar online Universitas Hang Tuah. (Foto: Tangkapan layar Youtube Administrasi Publik Universitas Hang Tuah)

“Alhamdulillah, dari yang mulai yang satu kamar meningkat ke beberapa kamar, kemudian sampai membuat homestay sendiri artinya merelakan tempat tinggalnya dijadikan homestay yang profesional,”tandasnya.

Namun demikian saat ada pandemi COVID-19, dimana obyek wisata ditutup, sejumlah warga yang mengelola homestay juga terdampak karena tidak ada pengunjung.

“Hanya saja ketika angsurannya untuk ke bank mereka belum selesai ada COVID-19 ini. Mudah-mudahan sekali lagi segera berakhir,”harap Bupati.

Bupati mengatakan sektor pariwisata bisa meningkatkan tenaga kerja sehingga nantinya bisa mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Lha disitu hubungannya dengan peningkatan tenaga kerja. Kalau itu pasti dengan adanya peningkatan pariwisata tentunya di berbagai sektor tenaga kerja ini akan tumbuh tujuan akhirnya yang paling bisa ukur adalah meningkatnya kontribusi pariwisata terhadap PAD,”pungkasnya.

Dalam seminar nasional online tersebut, selain Bupati Aji, juga turut menjadi narasumber adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, Komisi XI DPR RI Kamrussamad dan Dosen Administrasi Publik Universitas Hang Tuah Budi Rianto. (red)

Video Keren, Ada Banyak Pantai di Desa Watukarung