Pokmaswas Srono Jolo Kecam Perusakan Tanaman Cemara Udang di Pancer Dorr untuk Pembangunan Gazebo

oleh -13150 views

Pacitanku.com, PACITAN — Niat baik penambahan bangunan Gazebo di sepanjang pesisir Pantai Pancer Dorr Pcitan, ternyata tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkan.

Pasalnya, untuk membangun Gazebo tersebut, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan harus merusak puluhan cemara udang yang ditanam pada 2019 lalu.

Cemara udang yang merupakan bantuan dari dinas kelautan dan  perikanan cabang dinas Kabupaten Blitar ini bertujuan untuk merehabilitasi vegetasi pantai yang diserahkan kepada Pokmaswas Srono Jolo, sebagai komunitas bentukan dinas kelautan dan perikanan dalam rangka menjaga dan merawat vegetasi sepanjang  pantai.

“Kami mendapat surat teguran keras dari dinas kelautan  dan perikanan cabdin Kabupaten Blitar. Yang isinya meminta kami untuk minta pertanggungjawaban kepada dinas terkait, tentang kerusakan yang menimbulkan kematian pohon akibat dari pembangunan Gazebo,”kata Sunyoto Karyawan, ketua Pokmaswas Srono Jolo, Selasa (27/10/2020).

Surat teguran bernomor 512/1912/120.4.6/X/2020,  yang bersifat segera ini adalah tamparan keras untuk pemerintah Kabupaten Pacitan  khususnya Disparpora.

“Kita itu harusnya malu, sudah dibantu malah dirusak. Sementara pembangunan Gazebo ini pun tidak ada koordinasi dengan kami,”tegasnya.

Bicara cemara rusak akibat pembangunan, imbuh Sunyoto, kalau mau jujur, banyak, itu sebelah timur, pembangunan jogging track, juga merusak cemara bantuan dari Kodim 0801/Pacitan.

“Dan sama pembamgunan itu juga tidak ada kordinasi dengan kami. Minimal kami bisa ikut mengarahkan plotnya tanpa harus merusak tanaman. Untung saja kodim 0801/Pacitan tidak ikut melayangkan surat teguran,”ungkap Kabul, sapaan akrab Sunyoto kepada pewarta.

Perlu diketahui, cemara udang di sepanjang pesisir pantai ini berfungsi sebagai greenbelt , penampang ombak besar rasak dan tsunami. Fungsinya sangat penting juga sebagai radar fauna penyu dan ikan, serta sebagai pengamanan penduduk sekitar pantai terhadap efek tsunami.

Pewarta: Julian Tondo
Editor: Dwi Purnawan