Peringati HUT ke-75 RI, Komunitas MTB 1001 Goa Gelar Upacara di Palagan Tumpak Rinjing

oleh -13151 views

Pacitanku.com, PACITAN – Berbagai cara dilakukan warga dan komunitas dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 75, Tahun 2020. Meski masih dalam suasana pandemi global coronavirus disease 2019 (COVID-19), namun tak menyurutkan mereka untuk tetap setia terhadap NKRI, dengan menggelar rangakaian kegiatan untuk kembali mengenang jasa para pahlawan pejuang bangsa yang gugur dalam mempertahankan kedaulatan negara.

Salah satunya seperti yang dilakukan komunitas sepeda gunung, MTB 1001 Goa ini. Mereka sengaja melaksanakan upacara bendera yang dipusatkan di monumen Palagan Tumpak Rinjing, Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku.

Sambil gowes bareng, para pecinta sepeda gunung tersebut juga melaksanakan serangkaian upacara pengibaran bendera Merah Putih. Pun protokol upacara juga dilalui layaknya pelaksanaan upacara bendera di instansi atau lingkup perkantoran.

“Kami gowes dulu dari Pacitan. Setelah sampai di Tumpak Rinjing, kami lantas ganti dengan celana panjang dan melaksanakan kegiatan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI,” ujar Sugeng Widodo, salah seorang peserta upacara, Senin (17/8/2020).

Menurut purna bakti ASN lingkup Pemkab Pacitan ini, para anggota MTB 1001 Goa sadar, bahwa apa yang bisa dirasakan selama ini, hidup dalam kedamaian dan kemakmuran, tak lepas dari cucuran darah para leluhur dulu. Ketika mereka berjuang mengusir penjajah dari tanah air.

“Di era kemerdekaan ini, sudah sepatutnya kami sebagai generasi penerus bangsa, harus selalu ingat dan mengenang jasa mereka. Kami berkomitmen untuk melanjutkan perjuangannya, mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif demi kemajuan bangsa,” jelasnya.

Sekedar informasi, bahwa komunitas pecinta sepeda gunung MTB 1001 Goa beranggotakan banyak elemen. Mulai dari pengusaha, purna bakti, anggota TNI/Polri dan para ASN. Selain hobi nggowes, organisasi tersebut mereka bangun juga untuk mengasah kepekaan sosial dari semua anggota.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan