Gelombang Tinggi Kembali Terjang Pesisir Selatan, Nelayan Jangan Melaut, Wisatawan Dihimbau Waspada

oleh -1.532 views
Kawasan Pantai Klayar yang mengalami kerusakan di beberapa titik akibat gelombang tinggi. (Foto: Rakhmad Adi Mandego/AP3 Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Gelombang tinggi kembali menerjang wilayah pesisir Pacitan pada Selasa (24/7/2018) malam WIB. Akibatnya sejumlah bangunan di kawasan pantai Klayar dan Pantai Watukarung mengalami kerusakan.

Informasi yang dihimpun Pacitanku.com dari berbagai sumber, gelombang tinggi tersebut mengakibatkan area pagar di penginaman Desa Limasan Ecoresort di kawasan Pantai Watukarung, Kecamatan Pringkuku mengalami kerusakan.

Baca juga: Pemkab Pacitan Tata Kawasan Pesisir Minimalisir Dampak Gelombang Tinggi

Kerusakan tanggul ini juga terjadi saat gelombang tinggi menerjang kawasan tersebut pada Rabu (18/7/2018) pekan lalu. Saat itu tanggul pengaman milik Limasan Resort hancur diterjang gelombang besar sepanjang kurang lebih 15 meter dari arah pantai Jantur.

Akibat sejumlah kerusakan di kawsan penginapan elit tersebut, dilakukan penutupan pagar dengan karung di isi pasir oleh pemilik Desa Limasan. Masih di kawasan Pantai Watukarung, area jogging track di pantai yang dikenal dengan ikon puteri samudera tersebut juga mengalami sejumlah kerusakan.

Sementara, di Pantai Kasap yang tak jauh dari kawasan Pantai Watukarung juga tak luput dari terjangan gelombang tinggi. Warga setempat sempat mengabadikan momen terjangan gelombang tinggi yang merusak warung milik warga.

Tak jauh beda dengan Pantai Watukarung, kawasan Pantai Klayar yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo juga tak luput dari terjangan gelombang tinggi. Bahkan dikabarkan salah satu warga setempat, Wildan, satu lapak jasa fotografi di kawasan hilang tersapu gelombang rata dengan tanah.

Baca juga: Ini Penyebab Gelombang Tinggi di Perairan Pacitan

Kerusakan sejumlah titik di Pantai Klayar tersebut menambah jumlah kerusakan akibat gelombang yang terjadi pada Rabu (18/7/2018) pekan lalu. Saat itu sejumlah titik di Pantai yang menjadi favorit wisatawan yang hendak ke Pacitan tersebut mengalami kerusakan bangunan, yakni 10 warung di zona timur pantai. Selain itu, gelombang tinggi juga membuat 8 gazebo di pantai tersebut roboh.

Gelombang tinggi di kawasan pantai tersebut juga pernah melanda Pantai Klayar dan sekitarnya beberapa tahun lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pacitan Endang Surjasri dalam keterangannya meminta wisatawan untuk berhati-hati saat berkunjung ke pantai di Pacitan.

Hal ini, kata dia, merujuk hasil rilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan yang menyebutkan bahwa cuaca dan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa diperkirakan mencapai ketinggian 5-6 meter dan diperkirakan akan terjadi sampai tanggal 24 Juli 2018.

“Berkaitan dengan hal tersebut, kami menghimbau wisatawan tidak berenang di Pantai, dan bagi wisatawan yang ingin ber-swafoto diharap tidak terlalu dekat dengan bibir pantai ataupun daerah sapuan ombak,”katanya.

Lebih lanjut, Endang juga memperingatkan bagi wisatawan yang hendak berkemah untuk tidak terlalu dekat dengan area pantai.“Bagi wisatawan yang ingin berkemah diharapkan agar tidak terlalu dekat dengan bibir pantai, dan selalu menjaga keamanan dan keselamatan masing-masing,”pungkasnya.

Baca juga: Begini Dampak Gelombang Tinggi yang Menerjang Pantai Perairan Pacitan

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Mlati Yogyakarta Agus Sudaryatno dalam keterangan persnya Selasa malam mengatakan bahwa diprediksi gelombang tinggi tersebut masih akan terjadi hingga beberapa hari kedepan.

“Update Prakiraan tinggi gelombang laut antara tanggal 24 hingga 30 Juli 2018, untuk tanggal 24 Juli kira-kira 4-6 meter, 25 Juli 5 hingga 7 meter, 26 Juli 3,5 hingga 5 meter, 27 Juli 3 hingga 4 meter, 28 juli 3 hingga 5 meter, 29 Juli 3,5 sampai 5 meter dan 30 Juli 3 hingga 5 meter,”katanya.

Adapun, kata Agus, penyebab terjadinya gelombang tinggi  tersebut diketahui berdasarkan update dinamika atmosfer pada Selasa (24/7/2018) kemarin.

“Terpantau beberapa pusat tekanan rendah di belahan bumi bagian Utara, salah satunya yaitu di sekitar China bagian selatan (996 hPa) dan beberapa pusat tekanan tinggi di belahan bumi bagian Selatan salah satunya di sekitar Australia bagian barat (1021 hPa),”katanya.

Adapun, imbuhnya, kondisi tersebut, yakni perbedaan tekanan udara yang signifikan antara belahan bumi bagian Utara dan Selatan berdampak pada peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 35 km/jam dan peningkatan tinggi gelombang laut di pesisir Selatan Yogyakarta dan sekitarnya.

Atas kondisi situasi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG DIY mengeluarkan beberapa imbauan pada masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut terutama bagi masyarakat yang beraktifitas di sekitar pantai, nelayan yang melaut juga wisatawan yang berada di sepanjang pantai Selatan Yogyakarta dan sekitarnya.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kepada nelayan untuk sementara waktu dihimbau agar tidak melaut dan kepada wisatawan dihimbau untuk tidak mandi di laut hingga tinggi gelombang laut kembali kondusif,”pungkasnya.

Pewarta: Dwi Purnawan