Pacitan Jadi Daerah Pertama UNBK di eks-Karesidenan Madiun

oleh -Dibaca 1.228 kali
try out UN Online (Foto : Luqman)
try out UN Online (Foto : Luqman)
try out UN Online (Foto : Luqman)
try out UN Online (Foto : Luqman)

Pacitanku.com, PACITAN – Pacitan digadang-gadang bakal menjadi daerah pertama di eks-Karesidenan Madiun yang seluruh sekolah di jenjang SMA/SMK mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Hal itu seiring pengusulan oleh Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Pacitan kepada pemerintah pusat.

Hasil kesepakatan antar-sekolah, sebanyak 41 SMA/SMK, baik negeri maupun swasta diusulkan mengikuti UNBK. ‘’Mengacu surat edaran Mendikbud dan melihat kondisi di lapangan, kami siap mengikuti UNBK,’’ terang Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Pacitan, Kardoyo, kemarin.

Pada usulan terakhir per Sabtu (14/1), sebanyak delapan SMA negeri dan satu SMA swasta, serta 14 SMK negeri dan 18 SMK swasta di Pacitan diusulkan pada kementerian untuk mengikuti UNBK. Usulan terbaru itu jauh lebih banyak dibandingkan usulan di akhir Desember lalu.

Saat itu, hanya ada enam sekolah yang diusulkan mengikuti UNBK. Namun, keluarnya surat edaran Mendikbud nomor 1 tahun 2017 kemudian mengubah segalanya. ‘’Setelah turun surat edaran tersebut, ternyata ada potensi Pacitan mampu mengikuti,’’ ujarnya.

Isi surat edaran tersebut, sekolah yang mempunyai minimal 20 unit komputer diwajibkan mengikuti UNBK. Setelah didata di lapangan, ternyata rata-rata sekolah di Pacitan memiliki lebih dari 20 unit komputer di sekolah masing-masing.

Kendati demikian, tidak semua sekolah bakal bisa menyelenggarakan UNBK. Kardoyo menyebut, 41 sekolah tersebut akan dibagi menjadi sekolah penyelenggara dan peserta UNBK. ‘’Penyelenggaraannya akan digabung. Sesuai surat edaran, dua sekolah bisa bergabung (sebagai penyelenggara dan peserta) asal jaraknya tidak lebih dari lima kilometer,’’ jelasnya.




Namun, usulan seratus persen UNBK itu bukan berarti tidak diiringi oleh kekhawatiran. Kardoyo menyebut, sejauh ini yang paling dikhawatirkan sekolah adalah kekuatan jaringan listrik ketika menyelenggarakan UNBK. Sementara soal jaringan internet, sekolah mengaku siap.

Terkait kekhawatiran itu, Kardoyo mengaku pihaknya bakal segera bertemu dengan PLN dan Bupati Pacitan, Indartato, membahas hal tersebut. Hal itu dilakukan agar kesiapan teknis dapat semakin dimatangkan. ‘’Harapannya nanti dapat berjalan lancar ketika penyelenggaraan try out. Saat ini persiapan teknis soal server juga sudah mulai jalan,’’ ujar Kardoyo. (mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun