Dewan Kritik Molornya Proyek Jalan di Pacitan

oleh -Dibaca 962 kali
Jalan Rusak di Bandar (Dok.Pacitanku)
Jalan Rusak di Bandar (Dok.Pacitanku)
Jalan Rusak di Bandar (Dok.Pacitanku)
Jalan Rusak di Bandar (Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Sejumlah proyek jalan yang belum kelar dikerjakan hingga penghujung tahun 2016 langsung direaksi kalangan wakil rakyat. Anggota komisi IV DPRD Pacitan Lancur Susanto meragukan proyek tersebut bakal rampung sesuai jadwal. Mengingat sisa waktu pekerjaan kurang dari sepekan. Meskipun alasannya terkendala ketersediaan aspal. ‘’Ini menunjukkan bahwa perencanaan yang kurang matang,’’ ujar Lancur, kemarin (23/12).

Dengan mepetnya waktu, dia khawatir rekanan tidak memperhatikan kualitas pekerjaan dan hanya mengejar deadline kontrak saja. ‘’Saya khawatir dengan siswa waktu hanya beberapa hari saja, pekerjaannya asal-asalan. Ini yang harus diperhatikan dan diawasi betul-betul oleh dinas terkait,’’ tegasnya.

Setidaknya ada sekitar tujuh paket kegiatan perbaikan jalan yang hingga saat ini pengerjaannya belum selesai dan terlaksana. Di antaranya rehabilitasi Jalan Gunungpegat – Kebonagung sebesar Rp 945,12 juta, rehabilitasi Jalan Mayjend Sutoyo Rp 2,04 miliar dan rehabilitasi Jalan Dersono – Kalak sepanjang 1 kilometer sebesar Rp 3,9 miliar.




Sejumlah pekerjaan perbaikan jalan tersebut ditargetkan selesai sebelum 27 Desember 2016. Apabila proses pengerjaan belum selesai hingga batas waktu yang ditentukan, pihak penyedia jasa bakal terancam sanksi blacklist.

Sementara itu, Kabid Akuntasi DPPKA Pacitan Ayub Setya Budi mengungkapkan, proyek pekerjaan jalan hotmix tidak membutuhkan waktu lama. Dia juga mengklaim bahwa Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Budiyanto pernah menyampaikan kesanggupan untuk menyelesaikan paket proyek DAK itu. Sebab, paket-paket tersebut berpengaruh besar pada serapan DAK 2016. ‘’Kalau pekerjaan jalan hotmix dinas bina marga dan pengairan bisa terlaksana 100 persen, serapan DAK 2016 bisa maksimal,’’ terangnya.

Ayub optimistis semua proyek fisik akan tuntas sebelum akhir tahun nanti. Begitu juga terkait dengan serapan anggaran fisik tahun 2016, dia mengaku bisa memenuhi target sebelum 25 Desember mendatang. ‘’Saat ini sudah 90 persen. Saya optimistis sampai akhir tahun nanti bisa terealisasi,’’ tuturnya. (her/yup/RAPP002)

 

Sumber: Radar Madiun